Anda di halaman 1dari 12

C.

Pooling up Anova
Tujuan Polling up adalah untuk memaksimumkan jumlah faktor yang
berpengaruh terhadap respon, sehingga kesalahan tipe II atau kesalahan dapat
dihindari.
Pooling Partial 1
Faktor-faktor dengan nilai MSsumber < MSerror pada kondisi ini terdapat satu sumber
dimana MSsumber < MSerror, sehingga di polled menjadi suatu taksiran varians error,
oleh karena itu derajat bebas varians error adalah sembilan.
Tabel 5.12 Analisis Variansi Pooled

Hasil
sendiri
Pooling
2

Sumber
A
B
C
D
E
F
G
Error

SS
30,53
20,39
5,22
12,39
24,50
(0,13)
2,92
4,87

Dof
1
1
1
1
1
(1)
1
9

SST

100,94

15

MS
30,53
20,39
5,22
12,39
24,50
(Pooled)
2,92
0,54

F
56,47
37,71
9,66
22,92
45,33

Sumber:
olahan

Partial

5,01

Melakukan pooling faktor-faktor dengan nilai Fhitung < Ftabel dengan taraf signifikan
() = 5 %, sehingga tungkat kepercayaanya adalah 15%.
Hasil pengujiannya adalah sebagai berikut:
Ho : Tidak ada pengaruh tekanan spray degreasing terhadap rata-rata luas
gelembung.
H1 : ada pegaruh tekanan spray degreasing terhadap rata-rata luas gelombang.
FA = MSA = 30,53 = 56,47
MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FA lebih besar daripada F

1;9;5%,

maka Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat

disimpulkan bahwa tekanan spray degreasing berpengaruh secara nyata terhadap


luas gelembung dengan = 5%.

H0 : Tidak ada pengaruh temperatur degreasing terhadap rata-rata luas gelembung.


H1 : Ada pengaruh temperatur degreasing terhadap rata-rata luas gelembung.
FB = MSB = 20,33 = 56,47
MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FB lebih lebih besar daripada F1;9;5% = 5,12, maka Ho ditolak. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa temperatur degreasing berpengaruh secara nyata
terhadap luas gelembung dengan = 5%.
H0 : Tidak ada pengaruh temperatur phosphating terhadap rata-rata luas
gelembung.
H1 :

Ada pengaruh temperatur phosphating terhadap rata-rata luas gelembung.

FB = MSC = 5,22 = 9,86


MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FC lebih lebih besar daripada F1;9;5% = 5,12, maka Ho ditolak. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa temperatur phosphating berpengaruh secara nyata
terhadap luas gelembung dengan = 5%.
Ho : Tidak ada pengaruh tekanan spray phosphating terhadap rata-rata luas
gelembung.
H1 : Ada pegaruh tekanan spray degreasing phosphating terhadap rata-rata luas
gelombang.
FA = MSD = 12,39 = 22,92
MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FD lebih besar daripada F

1;9;5%,

maka Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat

disimpulkan bahwa tekanan spray phosphating berpengaruh secara nyata terhadap


luas gelembung dengan = 5%.

H0 : Tidak ada pengaruh alat pembersih terhadap rata-rata luas gelembung.


H1 : Ada pengaruh alat pembersih terhadap rata-rata luas gelembung.
FB = MSE = 24,50 = 45,33
MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FE lebih lebih besar daripada F1;9;5% = 5,12, maka Ho ditolak. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa alat pembersih berpengaruh secara nyata terhadap
luas gelembung dengan = 5%.
H0 : Tidak ada pengaruh temperatur phosphating terhadap rata-rata luas
gelembung.
H1 :

Ada pengaruh temperatur phosphating terhadap rata-rata luas gelembung.

FB = MSC = 5,22 = 9,86


MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FC lebih lebih besar daripada F1;9;5% = 5,12, maka Ho ditolak. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa temperatur phosphating berpengaruh secara nyata
terhadap luas gelembung dengan = 5%.

Ho : Tidak ada pengaruh powder output terhadap rata-rata luas


gelembung.
H1 : Ada pegaruh powder output terhadap rata-rata luas gelombang.
FG = MSG = 2,92 = 5,01
MSe
F1;9;5% = 5,12

0,54

Karena FG lebih kecil daripada F

1;9;5%,

maka Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat

disimpulkan bahwa powder output tidak berpengaruh secara nyata terhadap luas
gelembung dengan = 5%.
D. Interpretasi Hasil Percobaan
Interpretasi hasil percobaan dilakukan setelah percobaan dan pengolahan
dilakukan. Interpretasi kontribusi merupakan penilaian porsi masing-masing
faktor dan atau interaksi faktor yang signifikan terhadap total variansi yang
diamati.
Hasil perhitungan persentase kontribusi untuk faktor A adalah sebagai
berikut:
SSA

= SSA (A) (MSE)


= 30,53 (1) (0,79) = 29,73

PA = [SSA / SST] x 100%


= [29,73 / 100,94] x 100% = 29,46 %
Tabel 5.13 Hasil Perhitungan Persentase Kontribusi
Sumber
A
B
C
D
E
E (Pooled)

SS
30,53
20,39
5,22
12,39
24,50
7,92

Dof
1
1
1
1
1
10

MS
30,53
20,39
5,22
12,39
24,50
0,79

F
38,55
25,74
6,59
15,65
30,94

SST
100,94 15
Sumber : Hasil olahan sendiri

SS
29,73
19,59
4,43
11,60
23,71
11,88

P
29,46
19,41
4,39
11,49
23,49
11,77
100,00

Persentase kontribusi error adalah sebesar 11,77%, lebih kecil dari 15 % yang
artinya tidak ada faktor berpengaruh yang terabaikan.
5.1.2.2 Perhitungan Faktor yang Berpengaruh Terhadap Variansi Kualitas
Luas Gelembung

Perhitungan ini dilakukan untuk mengetahui faktor yang berpengaruh


terhadap variansi karakteristik kualitas. Hal ini dilakukan dengan analisis variansi
terhadap rasio S/N
5.1.2.2.1 Pengubahan Data Hasil Percobaan Menjadi Rasio S/N
Karakteristik kualitas jumlah bintik adalah smaller is the better, maka
perhitungan rasio S/N adalah:
S/N = -10 log

1
r

SST

Dimana:
SST

= Sum of square total


r

yi

SST

= Jumlah pengujian dalam setiap trial

i=1

Hasil perhitungan dapat dilihat pada tabel 5.14


Tabel 5.14 Hasil Perhitungan Rasio S/N

5.1.3.2.2.2 Analisis Variansi (ANOVA)


Analisis ini dilakukan untuk mengetahui signifikasi relatif dari faktor dan
interaksi faktor yang diteliti. Perhitungan ANOVA rasio S/N dilakukan sama pada
perhitungan ANOVA rata-rata luas gelembung. Hasil perhitungan ANOVA rasio
S/N luas gelembung dapat dilihat pada tabel 5.15.
Tabel 5.15

ANOVA Rasio S/N Kualitas Luas Gelembung


Faktor
A
B
C
D
E
F
G
Error
Total

Untuk

SS
295,2
4
112,0
7
5,69
0,28
247,3
4
20,52
0,86
0
681,9
9

dof
1
1
1
1
1
1
1
0

MS
295,2
4
112,0
7
5,69
0,28
247,3
4
20,52
0,86

mengetahui

apakah ada pengaruh faktot secara nyata terhadap variasi kualitas luas gelombang,
maka perlu dilakukan pengujian hipotesis.
Karena percobaan dilakukan tanpa kolom non penugasan, msehingga
dserajat bebas errornya sama dengan nol, maka digunakan strategi pooling up
untuk perhitungan ANOVA. Pada kondisi ini dua sumber tersebut relatif kecil.
Tabel 5.16 Analisis Varians Pooled Rasio S/N
Faktor

dof

SS
295,2
4
112,0
7

-5,69

-1

-0,28
247,3
4
20,52

-1

-0,86
6,84
681,9
9

-1
3

E
F
G
Error
Total

1
1

1
1

MS
295,2
4
112,0
7
(poole
d)
(poole
d)
247,3
4
20,52
(poole
d)
2,28

F
129,5
9
49,19

108,5
6
9

Berdasarkan tabel diatas maka hasil pengujian hipotesa sebagai berikut:


Ho : Tidak ada pengaruh tekanan spray degreasing terhadap variasi kualitas luas

gelombung.
H1 : ada pegaruh tekanan spray degreasing terhadap variasi kualitas luas
gelombung.
FA = MSA = 295,24 = 129,59
MSe

2,28

F1;3;5% = 10,1
Karena FA lebih besar daripada F

1;3;5%,

maka Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat

disimpulkan bahwa tekanan spray degreasing berpengaruh secara nyata terhadap


variasi kualitas luas gelombung. dengan = 5%.

H0 : Tidak ada pengaruh temperatur degreasing terhadap variasi kualitas luas


gelombung.

H1 : Ada pengaruh temperatur degreasing terhadap variasi kualitas luas


gelombung. .
FB = MSB = 112,07 = 48,19
MSe

2,28

F1;3;5% = 10,1
Karena FB lebih lebih besar daripada F1;3;5% , maka Ho ditolak. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa temperatur degreasing berpengaruh secara nyata variasi
kualitas luas gelombung. dengan = 5%.

H0 : Tidak ada pengaruh alat pembersih terhadap variasi kualitas luas gelombang
H1: Ada pengaruh temperatur phosphating terhadap variasi kualitas luas
gelombang.
FE = MSE = 247,34 = 109,56
MSe
F1;3;5% = 10,1

2,28

Karena FC lebih lebih besar daripada F1;3;5%, maka Ho ditolak. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa alat pembersih berpengaruh secara nyata terhadap
variasi kualitas luas gelembung dengan = 5%.
Ho : Tidak ada pengaruh tekanan spray phosphating terhadap rata-rata luas
gelembung.
H1 : Ada pegaruh tekanan spray degreasing phosphating terhadap rata-rata luas
gelombang.
FA = MSD = 12,39 = 22,92
MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FD lebih besar daripada F

1;9;5%,

maka Ho ditolak. Oleh karena itu, dapat

disimpulkan bahwa tekanan spray phosphating berpengaruh secara nyata terhadap


luas gelembung dengan = 5%.
H0 : Tidak ada pengaruh alat pembersih terhadap rata-rata luas gelembung.
H1 : Ada pengaruh alat pembersih terhadap rata-rata luas gelembung.
FB = MSE = 24,50 = 45,33
MSe

0,54

F1;9;5% = 5,12
Karena FE lebih lebih besar daripada F1;9;5% = 5,12, maka Ho ditolak. Oleh karena
itu, dapat disimpulkan bahwa alat pembersih berpengaruh secara nyata terhadap
variasi kualitas luas gelembung dengan = 5%.
H0 : Tidak ada pengaruh jarak spray powder terhadap variasi kualitas luas
gelembung
H1 :

Ada pengaruh jarak spray powder terhadap variasi kualitas luas


gelembung

.
FF = MSF = 20,52 = 9,00

MSe

2,28

F1;3;5% = 10,1
Karena FF lebih lebih besar daripada F1;3;5%, maka Ho ditolak. Oleh karena itu,
dapat disimpulkan bahwa jarak spray powder berpengaruh secara nyata terhadap
variasi kualitas luas gelembung dengan = 5%.
5.1.2.3 Estimasi pada kondisi optimum
5.1.2.3.1 Pengaruh Faktor Terhadap Rata Rata Kualitas
Dari hasil pengajian hipotesis pengaruh faktor rata-rata kualitas dapat disimpulkan
bahwa faktor-faktor yang berpengaruh terhadap rata-rata kualitas luas gelembung
dengan tingkat kepercayaan 95% adalah:
A. Faktor A
Rata rata level 1 faktor A adalah 0.72
Rata rata level 2 faktor A adalah 3.48
B. Faktor B
Rata rata level 1 faktor B adalah 3.23
Rata rata level 2 faktor B adalah 0.97
C. Faktor C
Rata rata level 1 faktor C adalah 1.53
Rata rata level 2 faktor C adalah 3.67
D. Faktor D
Rata rata level 1 faktor D adalah 1.22
Rata rata level 2 faktor D adalah 2.03
E. Faktor E
Rata rata level 1 faktor E adalah 3.24
Rata rata level 2 faktor E adalah 0.36

Karena karakteristik kualitas luas gelembung adalah smuller the better, maka level
terbaik dari keempat faktor tersebut adalah A1B2C1D1E2
5.1.2.3.2 Pengaruh Faktor Terhadap Variasi Kualitas

Dari hasil pengajian hipotesis pengaruh faktor variasi kualitas dapat


disimpulkan bahwa faktor-faktor yang berpengaruh secara nyata terhadap variasi
kualitas luas gelembung dengan tingkat kepercayaan 95% adalah:
F. Faktor A
Rata rata level 1 faktor A adalah 0.72
Rata rata level 2 faktor A adalah 3.48
G. Faktor B
Rata rata level 1 faktor B adalah 3.23
Rata rata level 2 faktor B adalah 0.97
H. Faktor D
Rata rata level 1 faktor D adalah 1.22
Rata rata level 2 faktor D adalah 2.98
Karena karakteristik kualitas luas gelembung adalah smuller the better,
maka level terbaik dari keempat faktor tersebut adalah A1B2D3.

5.1.2.4 Selang Kepercayaan Prediksi hasil pada kondisi Optimum


Berdasarkan hasil diatas, level yang memengaruhi rata-rata kualitas luas
gelembung adalah A1,B2,C1,D1,E2
Rata-tata kualitas luas gelembung = T = 33,58 / 16 = 2,1
A1,B2,C1,D1,E2 = T + (A1 ) + (B2 T) + (C1 T) + (D1 T) + (E2 T)
= 2,1+(0,722,1)+(0,97-2,1)+(1,53-2,1)+(1,22-2,1)+(0,86-2,1)
= -3,1
CI

CI

( F ;1; e ) (MS e )
ne

16
1+1+1+1+1+1 = 2,67

( F 5 ;1 ;9 ) ( 0,54)
2,67

( 5,12 ) (0,54)
2,67

= 1,02

\
5.1.3 Perhitungan Faktor yang Berpengaruh terhadap Karakteristik
Kualitas Tebal Plat
Dengan menggunakan metode Taguchi, dimana percobaan dilakukan
dengan mengadakan pengulangan sebanyak dua kali, hasil percobaan terlihat pada
tabel 5.1
Tabel 5.17
Hasil Percobaan Karakteristik Kualitas Tabel Plat
=

Sumber: Hasil olahan sendiri


5.1.3.1 Perhitungan Faktor yang Berpengaruh terhadap rata-rata kualitas
Tebal Plat

A. Perhitungan faktor utama


0,7+0,8+0,9+ 0,9+0,90+0,85+0,80+ 0,80
A1
=
8
A2

= 0,84

0,85+ 0,85+0,7+ 0,65+ 0,75+0,75+0,95+ 0,95


8

= 0,81

Perhitungan lengkap faktor utama rata-rata karakteristik tebal plat dapat


dilihat pada tabel 5.18
Tabel 5.18
Tabel efek faktor untuk karakteristik kualitas tebal plat
Level 1
Level 2
L2 - L1
L2 - L1

A
0,84
0,81
0,03

B
0,8
0,82
0,04

C
0,81
0,8
0,04

D
0,81
0,83
0,02

E
0,82
0,8
0

F
0,84
0,8
0,04

G
0,75
0,83
0,14

0,03

0,04

0,04

0,02

0,01

0,04

0,14

B. Analisis Variansi
Analisis variansi dilakukan untuk mengetahui signifikasi relatif
dari faktor yang diteliti (tabel 5.13)
Langkah 1 ; Perhitungan jumlah kuadrat (sum of square)