Anda di halaman 1dari 4

5.

Gerak Berbentuk Parabola


Gerak ini terdiri dari dua jenis, yaitu:
1. Gerak Setengah Parabola
Benda yang dilempar mendatar dari suatu ketinggian tertentu dianggap tersusun atas dua
macam gerak, yaitu :
a. Gerak pada arah sumbu X (GLB) vx = v0
S x = X = vx t
b. Gerak pada arah sumbu Y (GJB/GLBB) vy = 0
] Jatuh bebas
y = 1/2 g t2

Gbr. Gerak Setengah Parabola

2. Gerak Parabola/Peluru
Benda yang dilempar ke atas dengan sudut tertentu, juga tersusun atas dua macam gerak
dimana lintasan
dan kecepatan benda harus diuraikan pada arah X dan Y.
a. Arah sb-X (GLB) v0x = v0 cos (tetap)
X = v0x t = v0 cos .t
b. Arah sb-Y (GLBB)v0y = v0 sin
Y = voy t - 1/2 g t2
= v0 sin . t - 1/2 g t2
vy = v0 sin - g t

Gbr. Gerak Parabola/Peluru

Syarat mencapai titik P (titik tertinggi): vy = 0


top = v0 sin / g
sehingga
top = tpq
toq = 2 top

OQ = v0x tQ = V02 sin 2 / g


h

max

vt =

=v

oy

tp - 1/2 gtp2 = V02 sin2 / 2g

(vx)2 + (vy)2

Contoh:
1. Sebuah benda dijatuhkan dari pesawat terbang yang sedang melaju horisontal 720
km/jam dari ketinggian 490 meter. Hitunglah jarak jatuhnya benda pada arah horisontal ! (g
= 9.8 m/det2). Jawab:

vx = 720 km/jam = 200 m/det.


h = 1/2 gt2 490 = 1/2 . 9.8 . t2
t = 100 = 10 detik
X = vx . t = 200.10 = 2000 meter

2. Peluru A dan peluru B ditembakkan dari senapan yang sama dengan sudut elevasi yang
berbeda; peluru A dengan 30o dan peluru B dengan sudut 60o. Berapakah perbandingan
tinggi maksimum yang dicapai peluru A dan peluru B?
Jawab:
Peluru A:
hA = V02 sin2 30o / 2g = V02 1/4 /2g = V02 / 8g
Peluru B:
hB = V02 sin2 60o / 2g = V02 3/4 /2g = 3 V02 / 8g
hA = hB = V02/8g : 3 V02 / 8g = 1 : 3

6. Gerak Melingkar
Gerak melingkar terbagi dua, yaitu:
1. GERAK MELINGKAR BERATURAN (GMB)
GMB adalah gerak melingkar dengan kecepatan sudut ( tetap.

Arah kecepatan linier v selalu menyinggung lintasan, jadi


sama dengan arah kecepatan tangensial sedanghan besar
kecepatan v selalu tetap (karena tetap). Akibatnya ada
percepatan radial ar yang besarnya tetap tetapi arahnya
berubah-ubah. ar disebut juga percepatan
sentripetal/sentrifugal yang selalu | v.
v = 2 R/T =
ar = v2/R =

2 R

s=R

2. GERAK MELINGKAR BERUBAH BERATURAN (GMBB)


GMBB adalah gerak melingkar dengan percepatan sudut a tetap.
Dalam gerak ini terdapat percepatan tangensial aT = percepatan linier, merupakan
percepatan yang arahnya menyinggung lintasan lingkaran (berhimpit dengan arah
kecepatan v).
a = /t = aT / R
aT = dv/dt = R
T = perioda (detik)
R = jarijari lingkaran.
= percepatan angular/sudut (rad/det2)
aT = percepatan tangensial (m/det2)
w = kecepatan angular/sudut (rad/det)
= besar sudut (radian)
S = panjang busur
Hubungan besaran linier dengan besaran angular:
vt = v 0 + a t t
S = v0 t + 1/2 a t2

0 + a t
= 0 + 1/2 a t2

Contoh:
1. Sebuah mobil bergerak pada jalan yang melengkung dengan jari-jari 50 m. Persamaan
gerak mobil untuk S dalam meter dan t dalam detik ialah:
S = 10+ 10t - 1/2 t2

Hitunglah:
Kecepatan mobil, percepatan sentripetal dan percepatan tangensial pada saat t = 5 detik !
Jawab:
v = dS/dt = 10 - t; pada t = 5 detik, v5 = (10 - 5) = 5 m/det.
- percepatan sentripetal : aR = v52/R = 52/50 = 25/50 = 1/2 m/det2
- percepatan tangensial : aT = dv/dt = -1 m/det