Anda di halaman 1dari 6

Nama

: Liza Novriani

NIM

: 0614-3040-1227

Kelas

: 5 KC

Tugas

: PMP (Contoh Perhitungan Rancangan Percobaan)

KASUS
Seorang ahli mesin ingin menguji 3 tipe material piring pada 3 level suhu yaitu
15 , 70 125 yang konsisten dengan lingkungan product penggunaan akhir. Empat
baterai digunakan untuk menguji kombinasi dari tipe material dan level suhu dengan melihat
daya tahan hidup baterai. Pengujian dilakukan 36 kali secara random dengan hasil sebagai
berikut.
Temperatur

Tipe
Material

15

75

125

130

155

34

40

20

70

74

180

80

75

82

58

150

188

136

122

25

70

159

126

106

115

58

45

138

110

174

120

96

104

168

160

150

139

82

60

Penyelesain :
Temperatur

Tipe
Material
1

15
130 155
74

180

75
34
80

y i ..
125

40

20

JK Total = y ijk2
i=1 j=1 k=1

70

75

82

58

150 188 136 122

25

70

159 126 106 115

58

45

138 110 174 120

96

104

168 160 150 139

82

60

998

JK Total = y ijk
i=1 j=1 k=1

y. j .

1738

1291

770

JK Total =(130)2+(155)2+ +( 60)2

1300

1501

3799

(3799)2
36

y 2
abn
2

abn

= 77646,97

JK Material =
i=1

y i ..
y
( 998 ) + ( 1300 ) +( 1501)2 (3799)2
=

bn abn
(3)(4 )
36
2

y i ..
y ( 1738 ) + ( 1291 ) +(770)2 (3799)2

bn abn
(3)(4 )
36

JK Suhu =
j =1

JK Subtotal=
i=1 j =1

= 10683,72

= 39118,72

y ij .2 y 2 ( 539 )2+ ( 229 )2+ +(342)2 (3799)2

n
abn
(3)( 4)
36

= 9613,78

JK Sesatan=JK Total JK Material JK SuhuJK Interaction = 18230, 75

Tabel ANAVA
Sumber
Variasi

Db

JK

RK

Material

10683,72

5341,86

7,91

Suhu

39118,72

19558,36 28,97

Interaksi

9613,78

2403,44

Sesatan

27

18230,75

675,21

Total

35

77646,97

3,56

> 3,35
>
> 2,75

Karena nilai F interaksi > F tabel maka H0 ditolak


Uji Jarak Ganda Duncan
1. Rata-rata perlakuan diurutkan dari yang terkecil sampai terbesar.
2. Dihitung sesatan standar dari masing-masing perlakuan dengan rumus sebagai berikut :
,sesatan berdistribusi normal identik, eijk ~DNI (0 , s2).
3. Dari tabel uji jarak berganda Duncan, dicari r(
) dengan adalah tingkat signifikansi, p
adalah jarak, dan f adalah jumlah derajat bebas sesatan.
4. Dicari nilai-nilai Rp = r(

5. Selisih dua rata-rata dibandingkan dengan Rp-nya.


6. Kriteria untuk pengujian yang digunakan adalah :

Bila selisih dua rata-rata lebih besar dari nilai Rp yang dipasangkan, maka dapat disimpulkan
bahwa kedua rata-rata tersebut berbeda. Selanjutnya untuk menghindari terjadinya
kontradiksi-kontradiksi maka bila terdapat dua rata-rata berbeda, tetapi kedua rata-rata
terletak di antara dua rata-rata lain yang sama maka perbedaan tersebut dianggap tidak
signifikan.

Tabel Anava
Sumber
Variasi

Db

JK

RK

Material

10683,72

5341,86

7,91

Suhu

39118,72

19558,36

28,97

Interaksi

9613,78

2403,44

3,56

Sesatan

27

18230,75

675,21

Total

35

77646,97

Karena F interaksi > F tabel maka


Plot Tipe Material Suhu

> 2,73

H 0 ditolak.

Plot Residu dengan Material

Plot Residu dengan Suhu

Uji Kecocokan Model

Asumsi Tidak Ada Interaksi


Terkadang, peneliti merasa bahwa model dua faktor tanpa ada interaksi cocok. Model
tersebut adalah :
yijk i i ijk
Sumber
Variasi

dengan i=1,2,
Db

,a
JK

RK

j=1,2,
5341,86

5,95

Material

10683,72
,b

Suhu

39118,72

19558,36
k=1,2,

Sesatan

31

,n
27884,52

898,21

Total

35

77646,97

21,78

Satu Observasi dalam Satu Cell


Satu observasi tiap sel adalah kondisi khusus dari suatu percobaan dua faktor dengan
pengulangan tunggal
i 1,2,..., a
yij i j ( ) ij ij
j 1,2,..., b
i 1,2,..., a
j 1,2,..., b

yij i j ij

()ij =0

Sehingga dapat disimpulkan bahwa jika tidak ada interaksi dalam model rancangan faktorial
dua faktor maka model menjadi rancangan blok random lengkap (RBRL).
Uji lanjut dari Tukey membantu dalam menentukan ada interaksi atau tidak, diantara faktor
baris (A) dengan faktor kolom (B).
2

JK A=
i =1

y i . y ..

b
ab

y ..2
JK A +JK B +
ab
y ij y i . y . j y .. ()
a


i=1 j =1

JK N =
JK R =JK T JK A JK B

JK B=
j=1

y . j y ..

a
ab

JK S=JK RJK N

Tabel Anava untuk Satu Observasi Cell


Sumber
Variasi

Db

Baris (A)

a-1

Kolom (B)

b-1

Non -additivity

Total

Dengan nilai :

F0 =

JK

RK

JK A

RK A

JK B

RK B

(a-1)(b-1)

JK N

RK N

ab-1

JK S

RK S

JK N
JK S
( ( a1 ) ( b1 )1)