Anda di halaman 1dari 43

CONTOH SOAL 4.

1
Tiang AB yang panjangnya 6 m diikat
oleh tiga utas tali seperti tergambar.
Tentukan

momen

terhadap

sumbu

koordinat dari gaya yang ditimbulkan


oleh kawat BE pada titik B. Tegangan
T pada kawat BE diketahui 840 N.
Jawaban. Gaya T yang ditimbulkan oleh BE mula-mula
diuraikan menjadi komponen. Komponen dan besar vektor BE
yang menghubungkan titik B dan E adalah
dx = +3 m

dy = -6m

dz = + 2 m

d=7m

Jadi,

Proyeksi T pada ketiga bidang koordinat dibuat sketsanya.


Dengan menggunakan teorema Varignon, kita menuliskan

Jawaban Alternatif. Perhitungan Mz, dapat disederhanakan


dengan memindahkan proyeksi T sepanjang garis aksinya ke titik
perpotongannya dengan sumbu x; momen Tx, terhadap sumbu z
sekarang nol. Kita peroleh

CONTOH SOAL 4.2


Tentukan
dari

komponen-komponen

kopel

terhadap

tunggal
dua

ekivalen

kopel

yang

diperlihatkan.
Jawaban. Perhitungan akan kita
sederhanakan

apabila

kita

pekerjakan dua gaya yang sama


dan berlawanan arah sebesar 20-lb
di A. Ini memungkinkan kita untuk
mengganti kopel gaya asli 20 lb
dengan dua kopel gaya 20 lb yang
baru, satu terletak pada bidang xz
dan yang lain pada bidang yang
sejajar dengan bidang xy. Ketiga
kopel tersebut diperlihatkan pada
sketsa gabungan yang diwakili
oleh tiga vektor kopel Mx, My, dan
Mz

yang

diarahkan

sumbu-sumbu koordinat.

sepanjang

Momen-momen yang dimaksud adalah

Ketiga vektor kopel Mx, My, Mz, memberikan komponenkomponen vektor tunggal M ekivalen terhadap dua kopel yang
diberikan. Oleh karena itu, komponen-komponen skalar M adalah

Jawaban Alternatif. Komponen-komponen kopel tunggal M


dapat juga diperoleh dengan menghitung jumlah momen empat
gaya yang diberikan terhadap setiap sumbu koordinat:

Oleh sebab itu, komponen-komponen skalar M adalah

Soal-soal
4.1 Tiga gaya beraksi pada kotak siku? seperti terlihat. Tentukan
momen setiap gaya terhadap setiap sumbu koordinat.
4.2 Tiga gaya beraksi pada kotak siku seperti terlihat. Tentukan
momen setiap gaya terhadap (a) sisi AD, (b) sisi GF, (c) sisi BC,
(d) garis yang menghubungkan sudut A dan C.

4.3 Kawat AE direntangkan antara sudut A dan E dari sebuah


pelat bengkok. Dengan mengetahui tegangan pada kawat 435N,
tentukan momen terhadap setiap sumbu koordinat gaya yang ditimbulkan oleh kawat pada sudut A.
4.4 Sebuah gaya 200N diterapkan terhadap braket ABC seperti
terlihat. Tentukan momen gaya terhadap setiap sumbu koordinat,

4.5 Dengan mengetahui bahwa tegangan pada kabel AB adalah


590N, tentukan momen terhadap masing-masing sumbu koordinat
dari gaya yang timbul pada pelat di A.
4.6 Dengan mengetahui tegangan pada kabel AC adalah 1065N,
tentukan momen terhadap masing-masing sumbu koordinat dari
gaya yang ditimbulkan pada pelat di C.
4.7 Kerek jib (jib crane) berorientasi sedemikian sehingga lengan
muat DA sejajar dengan sumbu x. Pada saat seperti pada gambar
tegangan pada kabel AB adalah 13 kN. Tentukan momen terhadap
sumbu koordinat dari gaya yang ditimbulkan di A oleh kabel AB.

4.8 Sebuah kerek jib berorientasi sedemikian sehingga lengan


muat DA sejajar dengan sumbu x. Tentukan tegangan maksimum
yang masih diizinkan pada kabel AB jika harga mutlak momen
terhadap sumbu koordinat dari gaya yang ditimbulkan di A harus
memenuhi: Mx 10 kN. m, My 6 kN. m, Mz 16 kN. m.

4.9 Sebuah perahu kecil tergantung pada dua gantungan, satu


diantaranya diperlihatkan pada gambar. Diketahui bahwa momen
terhadap sumbu 2 dari gaya resultan RA yang bekerja pada gantungan di A harus tidak melebihi 160 1b. ft dalam harga mutlak.
Tentukan tegangan terbesar yang diperbolehkan pada garis ABAD
jika x = 4,8 ft.

4.10 Terhadap gantungan Soa1 4.9, tentukan jarak x terbesar yang


diperbolehkan jika tegangan pada garis ABAD sebesar 48 lb.
4.11 Sebuah gaya tunggal P beraksi di C pada arah tegak lurus
terhadap tangkai kerek BC seperti terlihat. Dengan mengetahui
Mx = +20N. m, My = -8,75N,m, dan Mz = -30N. m, tentukan besar
P dan harga dan
4.12 Sebuah gaya tunggal P beraksi di C pada atas tegak lurus
terhadap tangkai kerek BC. Tentukan momen Mx dari P terhadap
sumbu x jika = 70, dengan mengetahui My = -2N.m, dan
Mz = -37,5N.m,

4.13 Suatu gaya F berkomponen Fx, Fy dan Fz, beraksi pada suatu
titik berkoordinat x,y dan z. Cari rumus untuk momen F terhadap
masing-masing sumbu koordinat.
4.14 Gaya tunggal F beraksi di titik A yang berkoordinat x = y = z
= a. Tunjukkan bahwa Mx + My + Mz = 0, ini berarti harus
ditunjukkan bahwa jumlah aljabar momen F terhadap sumbu
koordinat harus nol.
4.15 Dua tangkai dari suatu unit pengurang kecepatan bekerja
kopel dengan besaran M = 15 lb.ft dan M2 = 3 lb. ft, berurutan
gantilah kedua kopel dengan sebuah kopel ekivalen tunggal, tetapkan momen tersebut dan arah sumbunya.

4.16 Dua kopel yang diperlihatkan diganti oleh suatu kopel


ekivalen tunggal. Tentukan (a) vektor kopel yang menunjukkan
kopel ekivalen, (b) dua gaya yang beraksi di B dan C yang dapat
digunakan untuk membentuk kopel tersebut.

4.17 Kerjakan bagian a dari


Soal 4.16, misalkan kedua
gaya vertikal 15 N telah
ditambahkan, satu beraksi ke
arah atas di A dan lainnya ke
arah bawah di C.
4.18 Tangkai A dan B menghubungkan kotak roda gigi dengan
kumpulan roda traktor, dan tangkai C menghubungkannya dengan
mesin. Tangkai A dan B terletak pada bidang yz vertikal,
sementara C berarah sepanjang sumbu x, gantilah kopel yang
bekerja terhadap tangkai dengan sebuah kopel ekivalen tunggal,
tetapkan momennya dan arah sumbunya.

CONTOH SOAL 4.3


Tiga utas kabel diikatkan pada
braket

seperti

terlihat

pada

gambar. Gantilah gaya yang


ditimbulkan oleh kabel, oleh
ketiga gaya di A dan ketiga
kopel yang berarah sepanjang
sumbu koordinat.
Jawaban. Karena banyaknya perhitungan yang terlihat, persoalan
ini dapat dipecahkan secara efisien dengan memakai bentuk tabel.
Mula-mula komponen gaya ditentukan dan besarnya dimasukkan
dalam tabel. Kita perhatikan bahwa komponen dan besar vektor
BE, berturut-turut adalah:

Dengan memakai Persamaan (2.18) kita peroleh komponen B dari


perbandingan

Komponen-komponen juga digambarkan pada ketiga bidang


proyeksi, dan momennya dihitung terhadap setiap sumbu dan
dimasukkan ke dalam tabel. Kemudian komponen dan momen
tersebut dijumlahkan.

Jadi sistem yang diberikan dapat


diganti dengan tiga gaya dan tiga
vektor kopel, seperti yang telah
diperlihatkan. Ketiga gaya itu
dapat

diganti

dengan

gaya

tunggal R yang berkomponen


Rx, Ry, dan Rz, dan tiga vektor
kopel

dengan

vektor

kopel

tunggal M yang berkomponen


Mx, My, dan Mz.

CONTOH SOAL 4.4


Sebuah

pondasi

persegi

mendukung empat tiang seperti


terlihat. Tentukan besaran dan
titik

kerja

resultan

keempat

beban tersebut.
Jawaban. Komponen x dan z dari gaya yang diketahui serta
momennya terhadap sumbu y jelas nol. Jadi hanya komponen y
dan momen Mx dan Mz yang masuk dalam tabel.

Dapat dilihat dari tabel bahwa


sistem gaya itu dapat diganti
dengan gaya 80-kip yang beraksi di 0 dan dua kopel yang
dinyatakan oleh vektor kopel
yang terletak pada sumbu x dan
sumbu z.
Kedua vektor kopel tegak lurus
pada

gaya,

sehingga

dapat

dieliminasi dengan memindahkan gaya itu ke titik kerja yang


barn. Koordinat titik ini adalah

Kita simpulkan bahwa resultan dengan sistem gaya yang


diberikan adalah

Jadi, terlihat di sini bahwa aksi sistem gaya sebidang selalu dapat
dinyatakan dengan gaya tunggal (atau kopel tunggal), tetapi
biasanya kita harus menggunakan suatu pemuntir yaitu kombinasi
suatu gaya dan suatu kopel untuk menyatakan aksi gaya ruang.
Suatu kekecualian yang penting dari aturan tersebut ialah dalam
kasus gaya sejajar; sistem semacam itu dapat direduksi menjadi
gaya tunggal (lihat Contoh Soal 4.4).

Soal-soal
4.19 Gantilah gaya P 200kN dengan sistem gaya kopel ekivalen di
G

4.20 Tiang 15 ft AB mempunyai ujung tetap A dan tegangan di


kabel AB sebesar 380 lb. Gantilah gaya yang ditimbulkan di B
dengan sistem gaya kopel di A
4.21 Gaya 2,6 kip diterapkan di titik D pada tonggak besi seperti
terlihat. Gantilah gaya tersebut dengan sistem gaya kopel ekivalen
di pusat A bagian dasar.

4.22 Gantilah gaya 150N dengan sistem gaya kopel ekivalen di A

4.23 Unit pengurang kecepatan seperti terlihat seberat 60 lb dan


pusat gravitasnya ditempatkan pada sumbu y. Tunjukkan bahwa
berat unit dan kedua kopel yang beraksi padanya, momen M 1=15
lb. fit dan M2 = 3 lb. ft, masing-masing dapat diganti oleh gaya
ekivalen tunggal dan tentukan (a) besaran dan arah gaya tersebut,
(b) titik dimana garis aksinya menembus lantai.

4.24 Lima sistem gaya kopel yang berpencar beraksi pada sudutsudut sebuah pelat siku seperti terlihat. Carilah dua sistem gaya
kopel yang ekivalen.
4.25 Lima sistem gaya kopel yang berpencar beraksi pada sudutsudut sebuah pelat siku seperti terlihat. Tentukan yang mana dari
sistem-sistem ini yang ekivalen dengan sebuah gaya F yang
diterapkan di 0, komponen Fx = 0, Fy = + 60N, Fz = 0, dan suatu
kopel momen M Mx = My = 0, Mz, = - 6 N. m.
4.26 Sebuah pisau dijepit pada sebuah gurdi dipakai untuk
menguatkan sebuah sekrup di A. (a) Tentukan gaya horisontal
yang timbul di B dan komponen gaya yang timbul di C, dengan
mengetahui bahwa gaya-gaya ini ekivalen dengan suatu sistem

gaya kopel di A yang terdiri dari sebuah gaya R dengan Rx =-30N


dan Ry dan Rz tidak ditentukan dan sebuah kopel M dari momenmomen Mx = -12 N.m, My = Mz = 0. (b) Carilah harga yang sesuai
untuk Ry dan Rz. (c) Apakah orientasi dari celah kepala sekrup
untuk mana pisau akhirnya hampir melesat jika gurdi pada posisi
seperti terlihat pada gambar?

4.27 Empat gaya diterapkan pada komponen mesin ABDE seperti


terlihat. Gantilah gaya-gaya ini dengan sebuah sistem gaya kopel
ekivalen di A.
4.28 Untuk melepaskan keran air A, tukang ledeng memakai dua
kunci pipa seperti terlihat. Dengan menimbulkan gaya 30 lb pada
setiap kunci, dengan jarak 8 in, dari sumbu pipa dan arah tegak
lurus terhadap pipa dan terhadap kunci mencegah pipa berputar
dan bahkan menghindari berkurang atau bertambah kencangnya
sambungan antara pipa dengan elbow C. Tentukan (a) sudut di
mana kunci di A seharusnya terbentuk terhadap vertikal jika
elbow C tidak berputar terhadap vertikal, (b) sistem gaya-kopel di
C ekivalen pada kedua gaya 30 lb jika kondisi ini terpenuhi.

4.29 Seandainya = 60 dalam Soal 4.28, gantilah kedua gaya 30


lb tersebut dengan suatu sistem gaya kopel ekivalen di D dan
tentukan apakah tindakan tukang ledeng cenderung mengetatkan
atau merenggangkan sambungan antara (a) pipa CD dan elbow D
(b) elbow D dan pipa DE Anggap semua drat/ulir putar kanan.

4.30 (kalimat sama seperti Soal 4.29), (a) pipa DE dan elbow E,
(b) elbow D, dan pipa EF.
4.31 Sebuah pondasi beton siku-siku menopang empat beban
kolom seperti terlihat. Tentukan besaran dan titik kerja resultan
keempat beban tersebut.
4.32 Sebuah pcndasi beton berbentuk reguler heksagonal dengan
sisi 12 ft menopang empat beban kolom seperti terlihat pada
gambar. Tentukan besaran dan titik kerja resultan keempat beban
tersebut.
4.33 Tentukan besar dari beban tambahan yang harus di terapkan
di B dan F jika resultan semua beban melalui pusat pondasi

4.34 Pasal Soal 4.3 1, tentukan besar dan titik kerja dari beban
tambahan terkecil yang harus diterapkan pada pondasi jika
resultan kelima beban melalui pusat pondasi.
*4.35. Sebuah balok siku-siku beraksi empat gaya seperti terlihat
yang berarah sepanjang sisi-sisinya. Reduksi sistem gaya ini
menjadi (a) suatu sistem gaya kopel pada asalnya, (b) suatu puntiran (Tetapkan sumbu dan jarak- maju pemuntir).

4.36 Dua tangkai pada unit pengatur kecepatan beraksi pada


momen kopel M1 = 15 lb.ft dan M2 = 3 lb.ft. Berat satuan 60 lb
dan pusat gravitasinya tercetak pada sumbu z di mana z = 6 in.
Gantilah berat dan dua kopel yang pemuntirnya ekivalen dan
tentukan (a) gaya resultan, (b) jarak maju dari puntiran, (c) titik
perpotongan antara pemuntiran dengan bidang xz.
*4.37 Dua gaya dengan besaran P beraksi sepanjang diagonal GC
dan AE dari permukaan horisontal suatu perallelpipde siku-siku
seperti yang diperlihatkan. Gantilah kedua gaya dengan suatu
sistem ekivalen yang terdiri dari (a) sebuah gaya dan kopel di O,
(b) pemuntir (tetapkan sumbu dan jarak maju pemuntir)
*4.38 Pada suatu proses mesin otomatis tiga lobang dibor secara
serentak pada balok aluminium seperti terlihat setiap bor
menimbulkan suatu gaya 40N dan suatu kopel 0,100 N.m pada
balok tersebut. Dengan mengetahui bahwa bor A berputar

berlawanan arah jam dan bor B dan C searah jarum jam (seperti
diamati pada setiap bor), reduksi gaya dan kopel yang
ditimbulkan bor pada balok menjadi suatu puntiran ekivalen dan
tentukan (a) gaya resultan R, (b) jarak maju dari puntiran, (c) titik
perpotongan antara pemuntiran dengan bidang xz.
*4.39 Jika hanya bor A dan B digunakan pada pembuatan mesin
dari Soal 4.38, tunjukkan bahwa gaya dan kopel yang ditimbulkan
oleh kedua bor pada balok aluminium dapat direduksi menjadi
gaya tunggal R dan tentukan (a) besar dan arah R,(b) garis aksi R.

CONTOH SOAL 4.5


Sebuah tangga 20 kg dipakai untuk
menjangkau rak yang tinggi letaknya pada sebuah gudang ditumpu
oleh dua buah roda bersirip (flanged) A dan B yang terpasang di atas
rel dan oleh roda tak bersirip (unflanged) C yang bersandar pada
suatu rel tetap pada dinding.
Seorang lelaki 80 kg berdiri di atas tangga itu dan bersandar kekanan. Garis aksi gabungan berat orang dan tangga sebesar W
berpotongan dengan lantai di titik D. Tentukan reaksi di A, B, dan
C.
Jawaban. Sebuah diagram benda
bebas

tangga

itu

digambarkan

gaya-gaya meliputi gabungan berat


orang dan tangga, sebesar
W = mg = (80 kg + 20 kg)(9.81
m/s2) = 981 N
dan lima komponen reaksi yang tak
diketahui, dua pada masingmasing
roda bersirip dan satu pada roda tak bersirip. Tangga itu hanya

mengalami kekangan parsial; roda tangga bebas menggelinding


se panjang rel. Tangga itu dalam keseimbangan di bawah beban
yang diberikan karena persamaan IF, = 0 dipenuhi.
Persamaan Keseimbangan. Dengan memakai proyeksi pada bidang yz, kita tulis

Dengan memakai proyeksi pada bidang xz dan harga-harga C


yang dihitung, kita tulis

Periksa. Kita bisa memeriksa hasilnya dengan membuktikan


bahwa persamaan keseimbangan yang belum terpakai dalam
mencari jawaban terpenuhi juga; misalnya,

CONTOH SOAL 4.6


Sebuah papan tanda dengan kerapatan
seragam berukuran 5 X 8 ft dengan
berat 270 lb dan ditumpu oleh sebuah
bola dan soket di A dan dua utas
kabel. Tentukan tegangan pada setiap
kabel dan tentukan reaksi di A.
Gambarkan diagram benda bebas
papan tersebut. Gaya yang beraksi
pada benda bebas terdiri dari berat
270 lb itu sendiri dan reaksi-reaksi
pada A, B, dan F. Reaksi A adalah
suatu gaya yang arahnya tidak diketahui dan ditunjukkan oleh tiga
komponen

yang

tidak

diketahui.

Karena arch gaya yang ditimbulkan


oleh kabel diketahui, gaya-gaya ini
hanya melibatkan satu besaran tak

diketahui masing-masing, dinamakan besaran TBD dan TEC.


Karena hanya ada lima yang tak diketahui, pa-pan tanda itu
terkekang sebagian. Papan dapat berputar besar terhadap sumbu
x; namun, papan itu berada dalam keseimbangan di bawah
pembebanan yang diberikan karena persamaan Mx = 0 dipenuhi.
Dengan mengingat bahwa komponen dan besarnya gaya T BD dan
TEC secara berurutan berbanding lurus dengan komponen dan
besar vektor BD dan EC, kita tulis

dan nyatakan komponen gaya ini dalam simbol besarannya TBD


dan TEC seperti diperlihatkan pada kedua proyeksi ini.
Persamaan Keseimbangan. Dengan menggunakan proyeksi
yang diperlihatkan, kita tulis

Dengan mengerjakan kedua persamaan ini, kita dapatkan


TBD = 101,3 Ib

TEC = 315 Ib

Dengan menggunakan harga-harga yang didapat untuk TBD dan


TEC, kita tulis

CONTOH SOAL 4.7


Penutup

pips

seragam

yang

berjari-jari r = 240 mm dan


massy 30 kg dipegang dalam
kedudukan horisontal oleh kabel
CD.

Dengan

menganggap

bantalan di B tidak menimbulkan


dorongan

sumbu,

tentukan

tegangan pada kabel dan komponen reaksi di A dan B.


Jawaban. Diagram bendy-bebas
dengan pilihan sumbu koordinat
digambarkan. Gaya-gaya yang
beraksi pada bends bebas adalah
berat penutup, sebesar
W
=
mg = (30 kg)(9,81 M/S2) = 294 N
dan reaksi mengandung enam besaran tak diketahui, yaitu, besar
gaya T yang ditimbulkan kabel, tiga komponen gaya pada engsel
A dan dua pada engsel B. Komponen T dapat dinyatakan dengan
besaran yang takdiketahui T dengan menuliskan

Persamaan Keseimbangan. Dengan menggunakan proyeksi


yang diperlihatkan, kita tulis

Soal-soal
4.40 Selembar plywood 4 X 8 ft dengan berat 50 lb disandarkan
untuk sementara pada tiang CD. Plywood tertahan di A dan B
pada balok kayu kecil dan tersangkut pada paku. Dengan mengabaikan gesekan pada semua permukaan kontak, tentukan reaksi
diA, B dan C.

4.41 Dua pita transmisi melingkar pada suatu kerek bulatan ganda
yang dicantelkan pada suatu sumbu yang ditumpu pada bantalan
di A dan D. Jari-jari bulatan bagian dalam 150 mm dan jari-jari
bulatan bagian luar 300 mm. Dengan mengetahui bahwa jika
sistem dalam keadaan diam, tegangan, sebesar 75 N pada kedua
bagian pita B dan 135 N pada kedua bagian pita C, tentukan
reaksi di A dan D. Anggap bahwa bantalan di D tidak
menimbulkan dorongan aksial.

4.42 Kerjakan Soal 4.41, dengan menganggap bahwa kerek


berputar dengan suatu angka konstanta yaitu TB = 87N; TB =
69N, dan TC = 162N.
4.43 Sebuah winch kecil dipakai untuk mengangkat beban seberat
150 lb seperti terlihat. Carilah (a) besar gaya horisontal P yang
seharusnya diterapkan di C untuk menciptakan keseimbangan, (b)
reaksi di A dan B, dengan menganggap bantalan di B tidak
menimbulkan dorongan aksial.

4.44 Sebuah engkol 250 mm dan sebuah kerek berdiameter 300


mm dilas pada sumbu BE yang didukung oleh bantalan di C dan
D. Jika sebuah beban vertikal 450 N diterapkan di A sedangkan
engkol horisontal, tentukan (a) tegangan pada tali, (b) reaksi di C
dan D. Anggap bahwa bantalan di D tidak menimbulkan dorongan
aksial.
4.45 Kerjakan Soal 4.44, dengan menganggap bahwa sumbu
berputar searah jarum jam pada kedudukan 60.

4.46 Pelat bujursangkar 20 kg ditumpu oleh tiga utas kawat .


Tentukan tegangan pada setiap kawat.
4.47 Pelat siku-siku seberat 60 lb dan ditumpu oleh tiga utas
kawat seperti terlihat. Tentukan tegangan pada setiap kawat.

4.48 Sebuah beban W ditempatkan pada pelat 60 lb dari Soal 4.47


Tentukan besar W dan titik dimana beban seharusnya ditempatkan
jika tegangan menjadi 50 lb pada masing-masing ketiga kawat
tersebut.
4.49 Tentukan massa dan letak balok terkecil yang akan
ditempatkan pada pelat 20 kg dari Soal 4.46 jika tegangan pada
ketiga kawat sama.
4.50 Derek yang tergambar menumpu peti 2000 kg. Peti disokong
oleh peluru dan soket di A dan oleh dua kabel yang diikatkan di D
dan E. Dengan mengetahui bahwa derek terletak pada bidang
vertikal xy ( = 0), tentukan (a) tegangan pada setiap kabel, (b)
reaksi di A.

4.51 Kerjakan Soal 4.50, dengan menganggap derek tersebut


terletak pada bidang vertikal yang membentuk sudut = 20
terhadap bidang xy.
4.52 Batang 12 ft AB beraksi beban 850 lb seperti yang
diperlihatkan. Tentukan (a) tegangan pada setiap kabel, (b) reaksi
pada peluru dan roket di A.

4.53 Kerjakan Soal 4.52, dengan menganggap beban 850 lb


tersebut diterapkan di titik B.
4.54 Sebuah peti 200 kg tergantung pada sebuah kabel yang
melalui atas kerek B dan diikat pada suatu penumpu di H. Lengan
100 kg AB ditumpu oleh sebuah peluru dan soket di A dan oleh
dua kabel DE dan DF. Pusat gravitas lengan bertempat di G.
Tentukan (a) tegangan pada kabel DE dan DF, (b) reaksi di A.
4.55 Dalam Soal 4.50, tentukan sudut untuk tegangan di BE
maksimum (a) jika tak satupun kabel menjadi kendur, (b) jika
kabel BE dan BD diganti dengan pipa yang dapat menahan salah
satu tegangan atau gaya tekan.

4.56 Penutup bak atap seberat 90 lb. Tutup, diengsel pada sudut A
dan B dan diatur pada posisi yang diinginkan oleh pipa CD yang
berputar di C; sebuah pin pada ujung D dan pipa pas/ cocok ke
dalam satu dari beberapa lubang yang dibor di pinggir penutup
untuk x = 45, tentukan (a) besar gaya yang ditimbulkan oleh pipa
CD, (b) reaksi diengsel. Anggap bahwa engsel di B tidak
menimbulkan dorongan aksial (sumbu).
4.57 Kerjakan Soal 4.56, dengan menganggap x = 60
4.58 Sebuah jendela angin. 3 X 5 ft dengan berat 15 lb digantung
oleh engsel di A dan B. Dalam posisi yang diperlihatkan, jendela
dipegang oleh tongkat 2 ft CD dari sisi rumah. Dengan menganggap bahwa engsel di A tidak menimbulkan dorongan aksial,
tentukan (a). besar gaya yang ditimbulkan oleh tongkat (b) reaksi
di A dan B.

4.59 Selembar plywood 1,2 X 2,4m sewaktu-waktu dipegang oleh


paku di D dan L dan oleh dua penahan kayu yang dipakai di A, B,
dan C. Angin bertiup pada permukaan yang tidak terlihat dari
lembaran plywood dan angin dianggap dapat mengakibatkan
suatu gaya P yang diterapkan pada pusat lembaran dengan arah
tegak lurus. Dengan mengetahui bahwa setiap penahan menjadi
tidak aman menjadi melengkung jika dibebani suatu gaya aksial
(sumbu) 1,5 kN tentukan. (a) harga maksimum besaran P yang
diperbolehkan dari gaya angin tersebut, (b) harga komponenkomponen yang sesuai dari suatu reaksi di E. Anggap bahwa paku
bebas dan tidak menimbulkan kopel.
4.61 Sebuah platform dengan
siku-siku seragam 200 kg,
2,56 m panjang dan 1,20 m
lebar, ditumpu oleh engsel di
A dan B dan oleh seutas kabel
yang diikatkan pada sudut C
dan D dari platform dan
melalui
gesekan

cantelan
E.

tanpa
Dengan

menganggap bahwa tegangan sama pada kedua bagian kabel dan

engsel di A tidak menimbulkan dorongan aksial, tentukan (a)


tegangan pada kabel, (b) reaksi di A dan B.
4.62 Kerjakan Soal 4.60, dengan menganggap bahwa kabel CED
diganti oleh seutas kabel yang diikatkan pada sudut D dan pada
cantelan E.
4.63 Kerjakan Soal 4.60, dengan menganggap kabel CED diganti
oleh dua kabel CE dan DE, dicantelkan masing-masing terhadap
sudut C dan D dan diikatkan pada cantelan E, dan engsel di A
diganti oleh Sebuah peluru yang menimbulkan pada platform
suatu gaya sejajar sumbu x.
4.64 Kerjakan Soal 4.58, dengan menganggap bahwa engsel di A
telah dipindahkan dan engsel di B dapat menimbulkan kopel
terhadap sumbu-sumbu yang berurutan sejajar dengan sumbu x
dan y.
4.65 Kerjakan Soal 4.58, dengan menganggap bahwa engsel di B
telah dipindahkan dan engsel di A dapat menimbulkan kopel
terhadap sumbu-sumbu yang berurutan sejajar dengan sumbu x
dan y.
4.66 Kerjakan Soal 4.60, dengan menganggap bahwa engsel A
telah di pindahkan dan engsel B dapat menimbulkan kopel
terhadap sumbu-sumbu yang berurutan sejajar dengan sumbu x
dan y.
4.67 Kerjakan Soal 4.60, dengan menganggap engsel B telah
dipindahkan dan engsel A dapat menimbulkan suatu dorongan

aksial, seperti kopel terhadap sumbu-sumbu yang berurutan


sejajar dengan sumbu x dan y.
4.68 Pipa AB seragam seberat 12 lb. Pipa ditumpu oleh peluru
dan roket di A dan oleh tali CD yang dicantelkan pada titik tengah
C pipa. Dengan mengetahui bahwa pipa bersandar ke dinding
vertikal tanpa gesekan di B, tentukan (a) tegangan pada tali, (b)
reaksi di A dan B.
4.69 Pipa AB seragam seberat 22,5 lb. Pipa ditumpu oleh peluru
dan roket di A dan bersandar sekaligus pada pipa CD dan dinding
vertikal. Dengan menganggap dinding dan pipa menjadi tanpa
gesekan, tentukan (a) gaya yang diakibatkan pipa CD pada AB,
(b) reaksi di A dan B. (Petunjuk; Gaya yang ditimbulkan oleh CD
pada AB harus tegaklurus pada kedua pipa).

4.70 Sebuah catamaran 200 kg sedang berlayar dengan jalan lurus


dan kecepatan konstan. Pengaruh angin pada layar dapat
ditunjukkan oleh gaya F dengan komponennya Fx = 450 N, Fy = 0,
Fz = -600 N, yang diterapkan pada titik berkoordinat x = -0,48 m,
y = 3 m, z = -0,36 m. Dikarenakan usaha dari tim (crew) tiang

layar terbentuk dalam posisi vertikal dan kedua gerakan tunduk


terhadap gaya yang sama, yang terdiri dari gaya mengapung
vertikal B sepanjang garis aksi x = -0,6 m, z = 1,2 m, gaya
penahan D berarah mengikuti sumbu x negatif dan beraksi sepanjang garis y = -0,6 m, z = 1,2 m, dan gaya sisi S yang berarah
mengikuti sumbu z positif dan beraksi sepanjang garis x = -d, y =
-0,6 m. Tentukan (a) besar D dari penahan pada setiap perahu, (b)
besar S dan setiap gaya sisi, dan jarak d yang menetapkan garis
aksinya.
4.71 Catamaran pada Soal 4.70 dikemudikan oleh dua pelayar,
satu bermassa 80 kg dan yang lain 65 kg. Pusat gravitasi perahu
terletak pada x = -0,9 m, z = 0 dan pelayar yang 80 kg duduk pada
x = -1,5 m, z = +a,2 m, sementara pelayar yang 65 kg miring ke
luar kapal untuk mengatur tiang layar pada posisi vertikal.
Tentukan koordinat x dan z dari pusat gravitasi dari pelayar
kedua.

4.72 Dalam upaya membersihkan saluran pipa AE yang


tersumbat, seorang tukang pipa telah memutar kedua ujung pipa
dan memasukkan kawat paniang yang kuat melalui lobang
terbuka di A. Kepala kawat tersebut dihubungkan oleh kabel berat
dengan motor listrik yang memutarnya dengan kecepatan konstan
sementara tukang pipa memaksa kabel, masuk ke dalam pipa.
Gaya yang ditimbulkan oleh si tukang pipa dan motor pada ujung
kabel dapat ditunjukkan dengan sebuah puntiran (wrench) gaya F
sebesar 6,5-lb dan sebuah vektor kopel M sebesar 97,5-lb.ft,
keduanya diarahkan ke arah bawah secara vertikal. Tentukan
reaksi tambahan di B, C, dan D yang disebabkan oleh tindakan
pembersihan tersebut. Anggap bahwa reaksi pada setiap penumpu
terdiri dari dua komponen gaya yang tegak lurus terhadap pipa.
4.73 Kerjakan Soal 4.72 dengan menganggap bahwa lubang pipa
tidak menimbulkan adanya gaya pada ujung kabel dan motor
menimbulkan sebuah kopel 97,5-lbft yang diwakili oleh sebuah
vektbr yang diarahkan ke arah bawah secara vertikal.
4.74 Batang tegar berbentuk L
ABC, ditumpu oleh sebuah bola

dan soket di A dan juga oleh tiga


Was kabel. Jika beban sebesar
2,4 kN diterapkan di F, tentukan
tegangan pada masing-masing
kabel.
4.75 Kerjakan Soal 4.74, dengan menganggap bahwa beban
sebesar 2,4-kN tersebut diterapkan di C.
Soal-soal Ulangan
4.76 Sebuah kerek yang diatur sedemikian rupa sehingga pada
ujung dengan AD panjang 15m terletak pada bidang yz.
Sebagaimana yang ditunjukkan pada gambar, gaya tarik kabel AB
adalah 3,5 kN. Tentukan momen terhadap tiap-tiap sumbu
koordinat akibat gaya yang bekerja di A karena kabel AB.

4.77 Lengan kerek AD panjang 15 m terletak pada bidang yz.


Tentukan gaya tank maksimum yang diizinkan pada kabel AB
apabila harga absolut (mutlak) momen terhadap sumbu koordinat
akibat gaya yang bekerja di A sebagai berikut:

Mx 40 kN m, My 7,5 kN m, Mz 8 kN m.

4.78 Berat sebuah pintu bank adalah 12.000 lb dan ditumpu oleh
dua perletakan engsel sebagaimana terlihat pada gambar.
Tentukan komponen reaksi tiap-tiap tumpuan engsel tersebut.
4.79 Setelah gaya P yang besarnya 455 lb yang bekerja di titik E
pada struktur rangka seperti yang diperlihatkan pada gambar.
Gantilah gaya tersebut dengan sistem kopel-gaya pada pusat
koordinat O.
4.80 Tiga batang yang dilas menjadi satu membentuk sudut
seperti tergambar. Ketiga ujung batang lainnya ditumpu oleh tiga
baut-klem tanpa gesekan (lihat gambar). Tentukan reaksi di A, B
dan C apabila P = 750N, a = 250 mm, b = 150 mm dan c =200
mm.
4.81 Sebuah alas pondasi beton dengan jari-jari 6 m menahan
empat kolom yang berjarak sama masing-masing terletak 5 m dari
pusat pondasi . Tentukan besar dan letak titik kerja resultan ke
empat gaya yang bekerja pada kolom tersebut.
4.82 Tentukan besar dan letak titik kerja gaya tambahan minimum
yang harus dikerjakan pada pondasi dari Soal 4.81 apabila
resultan ke lima gaya tersebut harus melalui pusat pondasi.

4.83 Sebuah meja seperti tergambar berat 30 lb dan mempunyai


garis tengah 4 ft meja im tertumpu oleh tiga kaki yang berjarak
sama disekeliling tepi meja. Gaya vertikal P yang besarnya 75 lb
bekerja diatas meja pada titik D tentukan jarak maksimum a
sehingga meja tidak terguling. Tunjukkan dengan Sebuah sket
luas di atas meja tersebut di mana P dapat bekerja tanpa menggulingkan meja.
4.84 Sebuah tiang AC panjangnya 30 ft bekerja pada suatu gaya
1680 lb seperti terlihat pada gambar. Tiang di A dipegang oleh
dua kabel BD dan BE apabila berat tiang diabaikan, tentukan
masing-masing kabel dan reaksi di A.

4.85 Sebuah pelat 6 X 9 ft, berat 1200 lb diangkat dengan tiga


kabel yang diikat menjadi satu pada titik D tepat di atas pusat
pelat. Tentukan besarnya gaya tarik masing-masing kabel tersebut
di A.
4.86 Sebuah lengan panjang 2,5 m ditumpu oleh sebuah bola dan
soket di A dan oleh dua buah kabel EBF dan DC; kabel EBF
melewati kerek tanpa gesekan di B. Tentukan gaya tank pada
masing-masing kabel tersebut.

4.87 Gantilah ketiga gaya seperti yang diperlihatkan pada gambar


dengan (a) sebuah sistem kopel gaya pada pusat sumbu koordinat,
(b) momen puntir (wrench). (Tunjukkan arah putaran dan sumbu
momenpuntir tersebut).
Soal-soal di bawah ini diselesaikan dengan komputer.

4.C1 Sebuah gaya yang diketahui besarnya sama dengan P, garis


kerjanya ditentukan oleh titik A(xA, yA, zA) dan B(xB,yB,zB) seperti
terlihat pada gambar. Tulislah suatu program komputer yang dapat
digunakan untuk menghitung komponen sistem kopel gaya
ekivalen di titik pusat sumbu koordinat O. Gunakan program ini
untuk menyelesaikan (a) Soal 4.20, (b) Soal 4.21, (c) Soal 4.79.

4.C2 Tulislah sebuah program komputer yang dapat digunakan


untuk menghitung/menentukan besar dan letak titik kerja resultan
gaya-gaya vertikal PI , P2 , , Pn yang bekerja di titik A 1, A2 ,
An yang terletak di bidang xz. Gunakan program ini untuk
menyelesaikan (a) Contoh Soal 4.4, (b) Soal 4.3 1, (c) Soal 4.32.
4C3 Sebuah derick (alai pengangkat) seperti terlihat pada gambar
memikul beban 2000 kg. Alat ini ditumpu oleh sebuah bola dan
soket di A dan oleh dua buah kabel yang dihubungkan di D dan E.
Diketahui derick tersebut berdiri dengan posisi pada bidang
vertikal yang membuat sudut dengan bidang xz. Tuliskan suatu
program komputer dan gunakan program ini untuk menghitung
gaya tarik masing-masing kabel untuk harga berkisar dari 0
sampai 40 dengan interval 4

4.C4 Sebuah penutup dari atap terbuka (bukaan atap) berat 90 lb,
ditumpu oleh engsel pada pojok A dan B dan diatur pada posisi
yang dikehendaki oleh sebuah batang CD yang ditumpukan di
titik C. Sebuah ujung engsel (sendi) di D dari batang CD dapat
masuk ke dalam salah satu dari beberapa lubang yang dibor di
tepi penutup atap. Tuliskan suatu program komputer dan gunakan
program ini untuk menghitung besarnya gaya yang ditahan oleh
batang CD dan komponen reaksi di A dan B untuk harga dari 0
sampai dengan 90 dengan interval 5. Anggaplah bahwa engsel
B tidak akan terangkat (menahan gaya angkat).

lubang yang dibor di tepi penutup atap. Tuliskan suatu program


komputer dan gunakan program ini untuk menghitung besarnya
gaya yang ditahan oleh batang CD dan komponen reaksi di A dan
B untuk harga dari 0 sampai dengan 90 dengan interval 5.
Anggaplah bahwa sendi B tidak akan terangkat (menahan gaya
angkat).