Anda di halaman 1dari 25

BAB 2

TINJAUAN PUSTAKA
2.2 Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
2.2.1 Definisi Tumbuh Kembang
Istilah tumbuh kembang sebenarnya mencakup dua peristiwa yang
sifatnya

berbeda,

tetapi

saling

berkaitan

yaitu

pertumbuhan

dan

perkembangan. Sedangkan pengertian mengenai apa yang dimaksud


pertumbuhan dan perkembangan adalah sebagai berikut:
1.
Pertumbuhan (growth) adalah bertambahnya ukuran dan jumlah sel, serta
jaringan interseluler, yang berarti bertambahnya ukuran fisik dan struktur
tubuh dalam arti sebagian atau keseluruhan. Pertumbuhan bersifat
kuantitatif sehingga dapat diukur dengan menggunakan satuan panjang
2.

dan berat.2
Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemampuan struktur
dan fungsi tubuh yang lebih kompleks, sehingga bersifat kualitatif, yang
pengukurannya

jauh

lebih

sulit

dibanding

dengan

pengukuran

pertumbuhan.2 Disini menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel


tubuh, jaringan tubuh, organ-organ dan sistem organ yang berkembang
sedemikian rupa sehingga masing-masing dapat memenuhi fungsinya.
Termasuk juga perkembangan emosi, intelektual dan tingkah laku sebagai
hasil interaksi dengan lingkungannya.1
Sehingga dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan mempunyai dampak
aspek fisik, sedangkan perkembangan berkaitan dengan pematangan fungsi
organ/individu. Walaupun demikian, kedua peristiwa itu terjadi secara sinkron
pada setiap individu. Sedangkan untuk tercapainya tumbuh kembang yang
optimal tergantung pada potensi biologiknya.1
2.2.2

Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Tumbuh Kembang Anak


Secara umum terdapat dua faktor utama yang berpengaruh terhadap
tumbuh kembang anak, yaitu faktor genetik dan lingkungan.1 Dan dapat
diuraikan faktor pokok tersebut menjadi berbagai macam faktor yang secara
khusus langsung berpengaruh terhadap tumbuh kembang walau beberapa

faktor tersebut dapat tumpang tindih, faktor-faktor tersebut diantaranya;


pengaruh saraf, pengaruh hormon, pengaruh gizi, pengaruh sosial ekonomi,
pengaruh musim dan iklim, penyakit emosi dll.2
1. Faktor genetik (internal)
Faktor genetik merupakan modal dasar dalam mencapai hasil akhir
proses tumbuh kembang anak. Melalui instruksi genetik yang terkandung
di dalam sel telur yang telah dibuahi, dapat ditentukan kualitas dan
kuantitas pertumbuhan. Ditandai dengan intensitas dan kecepatan
pembelahan, derajat sensitivitas jaringan terhadap rangsangan, umur
pubertas dan berhentinya pertumbuhan tulang. Termasuk faktor genetik
antara lain adalah berbagai faktor bawaan yang normal dan patologik, jenis
kelamin, suku bangsa. Potensi genetik yang bermutu hendaknya
berinteraksi dengan lingkungan secara positif sehingga diperoleh hasil
akhir yang optimal. Gangguan pertumbuhan di negara maju lebih sering
diakibatkan oleh faktor genetik ini. Sedangkan di negara yang sedang
berkembang, gangguan pertumbuhan selain diakibatkan oleh faktor genetik
juga oleh faktor lingkungan yang kurang memadai untuk tumbuh kembang
anak yang optimal bahkan kedua faktor ini dapat menyebabkan kematian
anak-anak sebelum mencapai usia balita. Di samping itu banyak penyakit
keturunan yang disebabkan oleh kelainan kromosom seperti sindrom down,
sindrom turner dan lain-lain. 1
2. Faktor lingkungan (eksternal)
Lingkungan merupakan faktor yang sangat menentukan tercapai atau
tidaknya

potensi

bawaan.

Lingkungan

yang

cukup

baik

akan

memungkinkan tercapainya potensi bawaan, sedangkan yang kurang baik


akan menghambatnya. Lingkungan ini merupakan lingkungan bio-fisikopsiko-sosial yang mempengaruhi individu setiap hari, mulai dari konsepsi
sampai akhir hayat, diantaranya:
a. Gizi ibu pada waktu hamil
Gizi ibu yang jelek sebelum terjadinya kehamilan maupun pada
waktu sedang hamil, lebih sering menghasilkan bayi BBLR (berat badan

lahir rendah) atau lahir mati dan jarang menyebabkan cacat bawaan.
Disamping itu pula menyebabkan hambatan pertumbuhan otak janin,
anemia pada bayi baru lahir, bayi baru lahir mudah terkena infeksi,
abortus dan sebagainya.anak yang lahir dari ibu yang gizinya kurang dan
hidup di lingkungan miskin maka akan mengalami kurang gizi juga dan
mudah terkena infeksi selanjutnya akan menghasilkan wanita dewasa
yang berat dan tinggi badannya kurang pula.1
b. Mekanis
Trauma dan cairan ketuban yang kurang menyebabkan kelaianan
bawaan pada bayi yang dilahirkan.1
b. Infeksi
Infeksi yang sering menyebabkan cacat bawaan adalah TORCH
(Toxoplasmosis,

Rubella,

Cytomegalovirus,

Herpes

simplex).

Sedangkan infeksi lainnya yang juga menyebabkan penyakit pada janin


adalah varisela, Coxsackie, Echovirus, Malaria, lues, HIV, polio,
campak, listeriosis, leptospira, mikoplasma, virus influenza dan virus
hepatitis.1
c. Toksin/ zat kimia
Masa organogenesis adalah masa yang sangat peka terhadap
teratogen.

Misalnya

obat-obatan

seperti

thalidomide,

phenitoin,

methadion, obat-obat anti kanker dan lainnya. Demikian pula pada ibu
hamil perokok berat/peminum alkohol kronis sering melahirkan bayi
BBLR, lahir mati, cacat atau retardasi mental.1
d. Endokrin
Hormon-hormon yang mungkin berperan dalam pertumbuhan
janin adalah somatotropin, hormone plasenta, hormone tiroid, insulin
dan peptida-peptida lain dengan aktivitas mirip insulin (Insulin like
growth factors/IGFs).1
e. Imunitas
Rhesus atau ABO inkomtabilitas sering menyebabkan abortus,
hidrops fetalis, kern ikterus atau lahir mati.1
f. Stress
Stres yang dialami ibu pada waktu hamil dapat mempengaruhi tumbuh
kembang janin antara lain cacat bawaan,kelainan kejiwaan.1

g. Radiasi
Radiasi pada janin sebelum umur 18 minggu dapat menyebabkan
kematian janin, kerusakan otak, mikrosefali atau cacat bawaan lainnya.1
h. Anoksia embrio
Kebutuhan dasar anak untuk tumbuh kembang, secara umum dibagi
menjadi 3 kebutuhan dasar yaitu:1
1. Kebutuhan fisik-biomedis (ASUH)
a. pangan/gizi
b. perawatan kesehatan dasar: imunisasi, pemberian ASI, penimbangan
yang teratur, pengobatan
c. pemukiman yang layak- kebersihan perseorangan, sanitasi lingkungan
d. pakaian
e. rekreasi, kesegaran jasmani dll
2. Kebutuhan emosi/kasih sayang (ASIH)
Kasih sayang dari orang tua akan menciptakan ikatan yang erat dan
kepercayaan dasar untuk menjamin tumbuh kembang yang selaras baik fisik,
mental atau psikososial.
3. Kebutuhan akan stimulasi mental (ASAH)
Stimulasi mental mengembangkan perkembangan kecerdasan, kemandirian,
kreativitas, agama, kepribadian, moral-etika, produktivitas dan sebagainya
2.2.3

Tahap-Tahap Tumbuh Kembang


Anak yang mendapat ASUH, ASIH, dan ASAH yang memadai akan

mengalami tumbuh kembang yang optimal sesuai dengan potensi genetik yang
dimilikinya. Setiap anak akan melalui setiap tahapan tumbuh kembang yang
mempunyai ciri tersendiri, yaitu:
1. Masa prenatal
a) Masa mudigah/embrio: dari konsepsi sampai 8 minggu di dalam
kandungan.
b) Masa janin: mulai dari 9 minggu di dalam kandungan sampai lahir.
2. Masa bayi: usia 0 - 1 tahun
a) Masa neonatal dini: usia 0-7 hari
b) Masa nenonatal lanjut: usia 8-28 hari
c) Masa pasca neonatal: usia 29 hari sampai 1 tahun
3. Masa pra-sekolah: usia 1 6 tahun
4. Masa sekolah: usia 6 18/20 tahun
a) Masa pra-remaja: usia 6-10 tahun
4

b) Masa remaja dini: wanita usia 8-13 tahun, pria usia 10-15 tahun
c) Masa remaja lanjut: wanita usia 13-18 tahun, pria 15-20 tahun
2.2.4 Pertumbuhan Fisik
2.2.4.1 Pertumbuhan janin dalam kandungan
Pertumbuhan pada masa janin merupakan pertumbuhan yang paling pesat
yang dialami seseorang dalam hidupnya. Janin tumbuh dari berat 0,0000175 gram
menjadi 3700 gram, dan panjang badan dari 0,01 menjadi 50 cm.1
2.2.4.2 Pertumbuhan setelah lahir
Indikator pertumbuhan:1
a. Berat badan
Berat badan lahir rata-rata 3,4 kg (2,7-4,1 kg)
Bayi yang dilahirkan cukup bulan akan kehilangan berat badannya selama 3-4
hari pertama dan akan kembali sama dengan berat badan lahir pada hari ke 10.
Berat badan meningkat:
2x
lahir
5

1. Lahir
2. 3-12 bulan
3. 1-6 tahun
4. 6-12 tahun

3,25 kg

berat

Umur(bulan)+9

badan

3x

pada umur

Umur(tahun)x2+8

bulan,

Umur (tahun)x7-5

berat

badan

lahir

pada umur

1 tahun,
4 x berat badan lahir pada umur 2 tahun
Penambahan berat badan:
700-1000 gram/bulan pada triwulan I
500-600 gram/bulan pada triwulan II
350-450 gram/bulan pada triwulan III
250-350 gram/bulan pada triwulan IV

Tabel 1. Perkiraan berat badan dalam kilogram


(dikutip dari Behrman, 1992)

b. Tinggi Badan
Rata-rata tinggi (panjang) badan lahir + 50 cm
Panjang badan meningkat 1,5 x panjang badan pada umur 1 tahun
Penambahan panjang badan:
4 tahun 2x TB lahir
6 tahun 1,5x TB setahun
13 tahun 3x TB lahir
Dewasa 3,5x TB lahir (2 x TB 2 tahun)

1. Lahir
2. Umur 1 tahun
3. 2-12 tahun

50 cm
75 cm
Umur (tahun) x 6 +77

Tabel 2. Perkiraan tinggi badan dalam sentimeter


(dikutip dari Behrman, 1992)

Sedangkan rumus prediksi tinggi akhir anak sesuai dengan potensi genetik
berdasarkan data tinggi badan orangtua dengan asumsi bahwa semuanya
tumbuh optimal sesuai dengan potensinya, adalah sebagai beikut: 1
TB anak perempuan :

( TB ayah 13 cm ) + TB ibu

8,5 cm

( TB ibu + 13 cm) +TB ayah

TB anak laki-laki :

8,5 cm

2
( 13 adalah rata-rata selisih tinggi badan antara orang dewasa laki-laki dan
perempuan di Inggris dan 8,5 cm adalah nilai absolut tentang tinggi badan )
c. Lingkar Kepala
Rata-rata lingkar kepala lahir 34 cm, lingkar kepala ini lebih besar dari
lingkar dada. Pada anak umur 6 bulan lingkar kepala rata-ratanya adalah 44 cm,
umur 1 tahun 47 cm, umur 2 tahun 49 cm dan dewasa 54 cm. Jadi pertambahan
lingkar kepala pada 6 bulan pertama adalah 10 cm atau sekitar 50% dari
pertambahan lingkar kepala dari lahir sampai dewasa terjadi pada 6 bulan
pertama kehidupan.
d. Erupsi gigi
Gigi pertama tumbuh pada umur 5 9 bulan, pada umur 1 tahun
sebagian besar anak mempunyai 6-8 gigi susu. Pada umur 2,5 tahun sudah
terdapat 20 gigi susu. Erupsi gigi tetap sebagai berikut:
-

Molar pertama
Incisor
Premolar
Kanisius
Molar kedua
Molar ketiga

: 6-7 tahun
: 7-9 tahun
: 9-11 tahun
: 10-12 tahun
: 12-16 tahun
: 17-25 tahun

2.2.5 Pertumbuhan Anak


Tumbuh adalah bertambah besarnya ukuran sel atau organ tubuh
sedangkan

perkembangan

adalah

bertambahnya

fungsi

organ

tubuh.

Pertumbuhan dan perkembangan tidak dapat dipisahkan satu sama lain. Artinya
untuk perkembangan yang normal diperlukan pertumbuhan yang selalu
bersamaan dengan kematangan fungsi. Sebuah organ yang tumbuh atau menjadi
besar karena sel-sel jaringan yang mengalami proliferasi atau hiperplasia dan
hipertrofi. Pada awalnya organ ini masih sederhana dan fungsinya pun belum
sempurna. Dengan bertambahnya umur atau waktu, organ tersebut berikut
fungsinya akan tumbuh dan berkembang. Pertumbuhan seorang anak
memberikan gambaran tentang perkembangan keadaan keseimbangan antara
asupan dan kebutuhan zat gizi seorang anak untuk berbagai proses biologis
termasuk untuk tumbuh.
Periode pertumbuhan dan perkembangan anak mulai di dalam
kandungan ibu sampai umur 2 tahun disebut masa kritis tumbuh-kembang. Bila
anak gagal melalui periode kritis ini maka anak tersebut sudah terjebak dalam
kondisi point of no return, artinya walaupun anak dapat dipertahankan hidup
tetapi kapasitas tumbuh-kembangnya tidak bisa dikembalikan ke kondisi
potensialnya.6
Pada dasarnya pertumbuhan dibagi dua, yaitu; pertumbuhan yang
bersifat linier dan pertumbuhan massa jaringan. Dari sudut pandang
antropometri, kedua jenis pertumbuhan ini mempunyai arti yang berbeda.
Pertumbuhan linier menggambarkan status gizi yang dihubungkan pada saat
lampau, dan pertumbuhan massa jaringan menggambarkan status gizi yang
dihubungkan pada saat sekarang atau saat pengukuran.7

2.2.5.1 Pertumbuhan linier


Ukuran yang berhubungan dengan tinggi (panjang) atau stature dan
merefleksikan pertumbuhan skeletal. Contoh ukuran linier adalah panjang
badan, lingkar dada dan lingkar kepala. Ukuran linier yang rendah biasanya
menunjukkan keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein
yang diderita waktu lampau. Ukuran linier yang paling sering digunakan
adalah tinggi atau panjang badan.7
2.2.5.2 Pertumbuhan Massa Jaringan
Bentuk dan ukuran massa jaringan adalah massa tubuh. Contoh
ukuran massa tubuh adalah berat badan, lingkar lengan atas (LLA), dan
tebal lemak bawah kulit, apabila ukuran ini rendah atau kecil, menunjukkan
keadaan gizi kurang akibat kekurangan energi dan protein yang diderita
pada waktu pengukuran dilakukan. Ukuran massa jaringan yang sering
digunakan adalah berat badan.7
Tahap pertumbuhan anak
Tahap perkembangan anak berangsur-angsur mulai dari:6
1) Pertumbuhan yang cepat sekali dalam tahun pertama, yang kemudian
mengurang secara berangsur-angsur sampai umur 3-4 tahun.
2) Pertumbuhan yang berjalan lamban dan teratur sampai masa akil balik.
3) Pertumbuhan cepat pada masa akil balik (12-16 tahun).
4) Pertumbuhan kecepatannya mengurang berangsur-angsur sampai suatu
waktu (kira-kira umur 18 tahun) berhenti. Dalam tahun pertama panjang
badan bayi bertambah dengan 23 cm (di negera maju 25 cm), sehingga
anak pada umur 1 tahun panjangnya menjadi 71 cm (75 cm di negeri
maju).Kemudian kecepatan pertambahan panjang badan kira-kira 5 cm
per-tahun.
Ciri-ciri pertumbuhan
Terdapat 4 indikator perubahan, yaitu: 1, 2

1. Perubahan ukuran

Tampak jelas pada perubahan fisik, yang dengan bertambahnya umur


anak akan terjadi perubahan tinggi, berat badan, lingkar kepala, organ
tubuh sesuai kebutuhannya.
2. Perubahan proporsi
Perubahan proporsi tubuh dimulai dari usia kehamilan dua bulan sampai
dewasa, terlihat seperti gambar berikut.

Gambar 1. Menunjukan proporsi tubuh dari janin sampai dewasa (dikutip dari
Behrman 1992, gambar dikutip dari Markum AH 1991)
3. Hilangnya ciri-ciri lama
Menghilangnya kelenjar timus, lepasnya gigi susu, dan menghilangnya
refleks-refleks primitif.
4. Timbulnya ciri-ciri baru
Tumbuhnya cirri-ciri baru ini adalah akibat pematangan fungsi-fungsi
organ seperti munculnya gigi tetap, munculnya tanda-tanda seks
sekunder.

2.2.6 Perkembangan Anak


Perkembangan (development) adalah bertambahnya kemapuan (skill)
dalam struktur dan fungsi tubuh yang lebih kompleks dalam pola yang teratur
dan dapat diramalkan, sebagai hasil dari proses pematangan.
10

Disini

menyangkut adanya proses diferensiasi dari sel-sel tubuh, jaringan tubuh,


organ-organ dan sistem organ yang berkembang sedemikian rupa sehingga
masing-masing dapat memenuhi fungsinya.1
Perkembangan merupakan suatu perubahan, dan perubahan ini tidak
bersifat kuntitatif, melainkan kualitatif. Jadi perkembangan itu adalah proses
terjadinya perubahan pada manusia baik secara fisik maupun secara mental
sejak berada di dalam kandungan sampai manusia tersebut meninggal. Proses
perkembangan pada manusia terjadi dikarenakan manusia mengalami
kematangan dan proses belajar dari waktu ke waktu. Kematangan adalah
perubahan yang terjadi pada individu dikarenakan adanya perkembangan dan
pertumbuhan fisik dan biologis, misalnya seorang anak yang beranjak menjadi
dewasa akan mengalami perubahan pada fisik dan mentalnya.
Perkembangan Anak (Perkembangan Fisik, Perkembangan Motorik,
Perkembangan Kognitif, Perkembangan Psikososial) Periode ini merupakan
kelanjutan dari masa bayi (lahir usia 4 th) yang ditandai dengan terjadinya
perkembangan fisik, motorik dan kognitif (perubahan dalam sikap, nilai, dan
perilaku), psikosial serta diikuti oleh perubahan perubahan yang lain.
Deteksi dini perkembangan anak dilakukan dengan cara pemeriksaan
perkembangan secara berkala, apakah sesuai dengan umur atau telah terjadi
penyimpangan dari perkembangan normal. Empat parameter yang dipakai
dalam menilai perkembangan anak adalah:
1. Gerakan motorik kasar (pergerakan dan sikap tubuh).
2. Gerakan motorik halus (menggambar, memegang suatu benda dll).
3. Bahasa (kemampuan merespon suara, mengikuti perintah, berbicara
spontan).
4. Kepribadian/tingkah

laku

(bersosialisasi

lingkungannya).
2.2.6.1 Jenis jenis Perkembangan
1) Perkembangan Fisik

11

dan

berinteraksi

dengan

Pertumbuhan fisik pada masa ini lambat dan relatif seimbang.


Peningkatan berat badan anak lebih banyak dari pada panjang badannya.
Peningkatan berat badan anak terjadi terutama karena bertambahnya
ukuran sistem rangka, otot dan ukuran beberapa organ tubuh lainnya.
2) Perkembangan Motorik Kasar
a) Perkembangan Motorik Kasar
Gerak kasar atau motorik kasar adalah aspek yang
berhubungan dengan kemampuan anak melakukan pergerakan dan
sikap tubuh yang melibatkan otot-otot besar seperti duduk, berdiri,
dan sebagainya. Perkembangan motorik pada usia ini menjadi lebih
halus dan lebih terkoordinasi dibandingkan dengan masa bayi. Anak
anak terlihat lebih cepat dalam berlari dan pandai meloncat serta
mampu menjaga keseimbangan badannya.
b) Perkembangan Motorik Halus
Untuk memperhalus ketrampilan ketrampilan motorik,
anak anak terus melakukan berbagai aktivitas fisik yang terkadang
bersifat informal dalam bentuk permainan. Gerak halus atau motorik
halus adalah aspek yang berhubungan dengan kemampuan anak
melakukan gerakan yang melibatkan bagian-bagian tubuh tertentu
dan dilakukan oleh otot-otot kecil, tetapi memerlukan koordinasi
yang cermat seperti mengamati sesuatu, menjimpit, menulis, dan
sebagainya. Disamping itu, anak anak juga melibatkan diri dalam
aktivitas permainan olahraga yang bersifat formal, seperti senam,
berenang, dll.
c) Tahap Perkembangan Motorik
Berikut tahapan-tahapan perkembangannya:
Usia 1-2 tahun
Motorik Kasar

Motorik Halus

12

Merangkak
berdiri dan berjalan beberapa

mengambil benda kecil dengan ibu


jari atau telunjuk
membuka 2-3 halaman buku secara

langkah
berjalan cepat
cepat-cepat duduk agar tidak
jatuh
merangkak di tangga
berdiri di kursi tanpa pegangan
menarik dan mendorong bendabenda berat
melempar bola

bersamaan
menyusun menara dari balok
memindahkan air dari gelas ke
gelas lain
belajar memakai kaus kaki sendiri
menyalakan TV dan bermain
remote
belajar mengupas pisang

Usia 2-3 tahun


Motorik Kasar
melompat-lompat
berjalan mundur dan jinjit
menendang bola
memanjat meja atau tempat tidur
naik tangga dan lompat di anak

Motorik Halus
mencoret-coret dengan 1 tangan
menggambar
garis
tak

tangga terakhir
berdiri dengan 1 kaki

beraturan
memegang pensil
belajar menggunting
mengancingkan baju
memakai baju sendiri

Usia 3-4 tahun

Motorik Kasar
melompat dengan 1 kaki
berjalan menyusuri papan
menangkap bola besar
mengendarai sepeda
berdiri dengan 1 kaki

Motorik Halus
menggambar manusia
mencuci tangan sendiri
membentuk benda dari plastisin
membuat garis lurus dan lingkaran
cukup rapi

Usia 4-5 tahun

Motorik Kasar
menuruni tangga dengan cepat
seimbang saat berjalan mundur
melompati rintangan
melempar dan menangkap bola
melambungkan bola

13

Motorik Halus
menggunting dengan cukup baik
melipat amplop
membawa gelas tanpa
menumpahkan isinya
memasikkan benang ke lubang

besar
d) Fungsi Perkembangan Motorik
Perkembangan motorik merupakan salah satu faktor yang
sangat penting dalam perkembangan individu secara keseluruhan.
Beberapa pengaruh perkembangan motorik terhadap konstelasi
perkembangan individu dipaparkan oleh Hurlock (1996) sebagai
berikut:8
1. Melalui keterampilan motorik, anak dapat menghibur dirinya dan
memperoleh perasaan senang. Seperti anak merasa senang
dengan memiliki keterampilan memainkan boneka, melempar
dan menangkap bola atau memainkan alat-alat mainan.
2. Melalui keterampilan motorik, anak dapat beranjak dari kondisi
tidak berdaya pada bulan-bulan pertama dalam kehidupannya, ke
kondisi yang independent. Anak dapat bergerak dari satu tempat
ke tempat lainnya dan dapat berbuat sendiri untuk dirinya.
Kondisi ini akan menunjang perkembangan rasa percaya diri.
3. Melalui perkembangan motorik, anak dapat menyesuaikan
dirinya dengan lingkungan sekolah. Pada usia prasekolah atau
usia kelas-kelas awal Sekolah Dasar, anak sudah dapat dilatih
menulis, menggambar, melukis, dan barisberbaris.
4. Melalui perkembangan motorik yang normal memungkinkan
anak dapat bermain atau bergaul dengan teman sebayannya,
sedangkan yang tidak normal akan menghambat anak untuk dapat
bergaul dengan teman sebayanya bahkan dia akan terkucilkankan
atau menjadi anak yang fringer (terpinggirkan).
5. Perkembangan keterampilan motorik sangat penting bagi
perkembangan selfconcept atau kepribadian anak.

e) Uji Perkembangan Motorik

14

Berikut adalah beberapa tes perkembangan motorik yang


sering digunakan dalam menilai perkembangan anak, yaitu:2
1. Brazelton Newborn Behaviour Assessment Scale, berfungsi
menaksir kondisi bayi, refleks dan interaksi. Skala ini digunakan
untuk anak umur neonatus
2. Uzgiris-Hunt Ordinal Scale, berfungsi menaksir stadium
sensorimotor menurut Piaget, yang digunakan pada anak umur 02 tahun.
3. Gesell Infant Scale dan Catell Infant Scale, berfungsi terutama
menaksir perkembangan motorik pada tahun pertama dengan
beberapa perkembangan sosial dan bahasa, digunakan pada umur
4 minggu-3,5/6 tahun.
4. Bayley Infant Scale of Development, berfungsi menaksir
perkembangan motorik dan sosial, digunakan pada usia 8
minggu 2,5 tahun.
5. The Denver Developmental Screening Test, berfungsi menaksir
perkembangan personal sosial, motorik halus, bahasa dan
motorik kasar pada usia 1 bulan 6 tahun.
6. Yale

Revised

Development

Test,

berfungsi

menaksir

perkembangan motorik kasar, motorik halus, adaptif, perilaku


sosial dan bahasa, diguanakn pada usia 4 minggu 6 tahun
7. Geometric Forms Test, berfungsi menaksir perkembangan
motorik halus dan intelektual.
8. Motor Milestone Development
Kartu perkembangan motorik anak merupakan kartu yang
digunakan Depkes dan dokter anak. Kurva perkembangan
anaknya hanya mencantumkan satu titik kemampuan gerak
anak yang merupakan hasil perhitungan modus sejumlah
anak pada umur tertentu pada studi perkembangan anak di
luar

negeri.

Secara

15

alamiah

setiap

anak

dalam

perkembangannya

memiliki

variasi

kemampuan

gerak

(motorik milestone) pada umur yang dicapai.


Pusat Penelitian dan pengembangan Gizi dan. Makanan
Bogor

pada

pertengahan

tahun

2003; telah

melakukan

penelitian studi motorik milestone untuk pembuatan KMS


perkembangan anak. Penelitian ini adalah untuk memperoleh
jawaban

karena menurut

milestone

kronologis

serta variasinya menurut

kemampuan motorik
umur anak,

sehingga

mendapatkan suatu kurva perkembangan anak yang sesuai


dan relevan dengan program nasional gizi dan kesehatan.
Hasil

penelitiannya

menghasilkan

sutau kurva

perkembangan anak yang merupakan cikal bakal untuk kurva


perkembangan

anak.

Kurva perkembangan

anak

yang

terbentuk ini merupakan gambaran dari perkembangan anak


sehat Indonesia, Berikut ini, antropometri yang digunakan untuk
mengukur motorik bayi dengan mengggunakan Milestone
Perkembangan Motorik
Pengukuran

Milestone

Perkembangan

Motorik

dikembangkan oleh Depkes.

Gambar 2. Pengukuran Milestone Perkembangan Motorik

16

yang

Gambar 3. Tahap perkembangan anak

17

2.2.6.2 Ciri-Ciri Perkembangan


Perkembangan memiliki karakteristik yang dapat diramalkan dan
memiliki ciri-ciri sehingga dapat diperhitungkan. Ciri-ciri tersebut, sebagai
berikut:1
1. Perkembangan memiliki tahap yang berurutan, Perkembangan adalah
proses yang kontinue dari konsepsi sampai maturasi. Perkembangan sudah
terjadi sejak didalam kandungan, dan setelah kelahiran merupakan suatu
masa dimana perkembangan dapat dengan mudah diamati.
2. Dalam priode tertentu ada masa percepatan dan ada masa perlambatan.
Terdapat 3 (tiga) periode pertumbuhan cepat adalah pada masa janin, masa
bayi 0 1 tahun, dan masa pubertas.
3. Perkembangan memiliki pola yang sama pada setiap anak, tetapi
kecepatannya berbeda.
4. Perkembangan dipengaruhi oleh maturasi system saraf pusat. Bayi akan
menggerakkan seluruh tubuhnya, tangan dan kakinya.
5. Refleks primitif seperti refleks memegang dan berjalan akan menghilang
sebelum gerakan volunter tercapai.
2.2.6.3 Status Gizi
Status gizi adalah keadaan tubuh sebagai akibat konsusmsi makanan
dan penggunaan zat-zat gizi. Dibedakan antara status gizi buruk, gizi kurang
dan gizi lebih.7
Keadaan

gizi

seseorang

mempengaruhi

pertumbuhan

dan

perkembangannya, serta ketahanan tubuh terhadap penyakit. Penilaian gizi


adalah

proses

yang

digunakan

untuk

mengevaluasi

status

gizi,

mengidentifikasi malnutrisi, dan menentukan individu mana yang sangat


membutuhkan bantuan gizi.9
Penilaian status gizi dapat dilakukan melalui 2 cara yaitu penilaian
status gizi secara langsung dan penilaian status gizi secara tidak langsung.

18

Penilaian status gizi secara langsung dapat dibagi menjadi 4 penilaian yaitu :
antropometri, klinis, biokimia dan biofisik.
1. Pengukuran Anthropometri
Pengertian istilah nutritional anthropometry mula-mula muncul
dalam Body measurements and Human Nutrition yang ditulis oleh
Brozek pada tahun 1966 yang telah didefinisikan oleh Jelliffe (1966)
sebagai, pengukuran pada variasi dimensi fisik dan komposisi besaran
tubuh manusia pada tingkat usia dan derajat nutrisi yang berbeda.2
a.

Jenis parameter
Antropometri sebagai indikator status gizi dapat dilakukan
dengan mengukur beberapa parameter. Parameter adalah ukuran tunggal
dari tubuh manusia, antara lain : umur, berat badan dan tinggi badan.
1) Umur
Umur sangat memegang peranan dalam penentuan status gizi,
kesalahan penentuan akan menyebabkan interpretasi status gizi yang
salah. Hasil penimbangan berat badan maupun tinggi badan yang
akurat, menjadi tidak berarti bila tidak disertai dengan penentuan
umur yang tepat. Jadi perhitungan umur adalah dalam bulan penuh,
artinya sisa umur dalam hari tidak diperhitungkan.10
2) Berat Badan
Berat badan merupakan salah satu ukuran yang memberikan
gambaran massa jaringan, termasuk cairan tubuh. Berat badan sangat
peka terhadap perubahan yang mendadak baik karena penyakit
infeksi maupun konsumsi makanan yang menurun. Berat badan ini
dinyatakan dalam bentuk indeks BB/U (Berat Badan menurut Umur)
atau melakukan penilaian dengam melihat perubahan berat badan
pada saat pengukuran dilakukan, yang dalam penggunaannya
memberikan gambaran keadaan kini. Berat badan paling banyak
digunakan karena hanya memerlukan satu pengukuran, hanya saja

19

tergantung pada ketetapan umur, tetapi kurang dapat menggambarkan


kecenderungan perubahan situasi gizi dari waktu ke waktu.2

3) Tinggi Badan
Tinggi badan memberikan gambaran fungsi pertumbuhan
yang dilihat dari keadaan kurus kering dan kecil pendek. Tinggi
badan sangat baik untuk melihat keadaan gizi masa lalu terutama
yang berkaitan dengan keadaan berat badan lahir rendah dan kurang
gizi pada masa balita. Tinggi badan dinyatakan dalam bentuk
Indeks TB/U (Tinggi Badan menurut Umur), atau juga indeks
BB/TB (Berat Badan menurut Tinggi Badan) jarang dilakukan
karena perubahan tinggi badan yang lambat dan biasanya hanya
dilakukan setahun sekali.10
b.

Syarat Pengukuran Antropometri:2


1) Pengukuran antropometri sesuai dengan cara-cara yang baku,
beberapa kali secara berkala misalnya berat badan anak diukur tanpa
baju, mengukur panjang bayi dilakukan oleh 2 orang pemeriksa pada
papan pengukur (infantometer), tinggi badan anak diatas 2 tahun
dengan berdiri diukur dengan stadiometer.
2) Baku yang dianjurkan adalah buku NCHS secara Internasional untuk
anak usia 0-18 tahun yang dibedakan menurut jender laki-laki dan
wanita.
3) Tebal kulit di ukur dengan alat Skinfold caliper pada kulit lengan,
subskapula dan daerah pinggul., penting untuk menilai kegemukan.
Memerlukan latihan karena sukar melakukannya dan alatnya pun
mahal (Harpenden Caliper). Penggunaan dan interpretasinya yang
terlebih penting.
4) Body Mass Index (BMI) adalah Quetelets index, yang telah dipakai
secara luas, yaitu berat badan (kg) dibagi kuadrat tinggi badan (m 2).
BMI mulai disosialisasikan untuk penilaian obesitas pada anak dalam
kurva persentil juga.

20

c.

Indeks Antropometri
Parameter antropometri merupakan dasar dari penilaian status
gizi. Kombinasi antara beberapa parameter disebut indeks antropometri.
Di Indonesia ukuran baku hasil pengukuran dalam negeri belum ada,
maka untuk berat badan (BB) dan tinggi badan (TB) digunakan baku
HARVARD.
Beberapa indeks antropometri yang sering digunakan yaitu berat
badan dan menurut umur (BB/U), tinggi badan menurut umur (TB/U),
dan berat badan menurut tinggi badan (BB/TB).
1) Berat Badan menurut Umur
Berat badan adalah salah satu parameter yang memberikan
gambaran massa tubuh. Massa tubuh sangat sensitif terhadap
perubahan-perubahan yang mendadak. Berat badan adalah parameter
antropometri yang sangat labil. Dalam keadaan normal, berat badan
berkembang mengikuti pertambahan umur. Sebaliknya dalam
keadaan abnormal, terdapat 2 kemungkinan yaitu dapat berkembang
cepat atau lebih lambat dari keadaan normal. Berdasarkan
karakteristik berat badan maka indeks berat badan/umur digunakan
sebagai salah satu cara mengukur status gizi. Mengingat karakteristik
berat badan yang labil maka berat badan/umur lebih menggambarkan
status gizi seseorang. BB/U dapat dipakai pada setiap kesempatan
memeriksa kesehatan anak pada semua kelompok umur. BB sensitif
terhadap perubahan-perubahan kecil, dapat digunakan timbangan apa
saja yang relatif murah, mudah dan tidak memerlukan banyak waktu
dan tenaga.7

2) Tinggi Badan menurut Umur


Tinggi badan merupakan antropometri yang menggambarkan
keadaan pertumbuhan skeletal. Pada keadaan normal, tinggi badan

21

tubuh seiring dengan pertambahan umur. Pertumbuhan tinggi badan


tidak seperti berat badan, relative kurang sensitif terhadap masalah
kekurangan gizi dalam waktu yang pendek. Pengaruh definisi gizi
terhadap tinggi badan akan nampak dalam waktu yang relatif lama.7
3) Berat Badan menurut Tinggi Badan
Berat badan memiliki hubungan yang linear dengan tinggi
badan. Dalam keadaan normal, perkembangan berat badan akan
searah dengan pertumbuhan tinggi badan dengan kecapatan tertentu.
indeks BB/TB merupakan indikator yang baik untuk menilai status
gizi saat kini (sekarang).7

22

Gambar 4. Kurva Pertumbuhan Intrauterin menurut panjang, lingkar kepala, dan berat
lahir bayi tunggal
Sumber: Lubchenco L, Hansman C, Boyd E
Cara Klasifikasi :1
1. Berat badan terhadap umur BB/U:
a. Menurut Gomez :
- Baku Boston
- Cara % dari median
- Klasifikasi :
>90%
: normal
90-75%
: malnutrisi ringan (grade 1)
75-61%
: malnutrisi sedang (grade 2)
61%
: malnutrisi berat (grade 3)
b. Menurut Jelliefe :
- Baku Boston
- Cara % dari median
- Klasifikasi :
110-90% : normal
90-81%
: malnutrisi ringan (grade 1)
80-61%
: malnutrisi sedang (grade 2 dan 3)
61%
: malnutrisi berat (grade 4)
2. Tinggi badan terhadap umur TB/U :
a.Kanawati dan McLaren :
- Baku
: Boston
- Cara
: % dari median

23

- Klasifikasi
95%
95-90%
90-85%
<85%

:
: normal
: malnutrisi ringan
: malnutrisi sedang
: malnutrisi berat

b.
WHO/CDC
- Baku
: NCHS
- Cara
: % dari median
- Klasifikasi :
90%
: normal
< 90%
: stunted/malnutrisi kronis

DAFTAR PUSTAKA
1. Soetjiningsih, 1995, Tumbuh Kembang Anak, Jakarta: Penerbit
2. Narendra MB, Sularyo TS, Soetjiningsih, dkk, penyunting. Buku ajar 1:
tumbuh kembang anak dan remaja. Edisi pertama. Jakarta: Sagung Seto,
IDAI; 2002.
3. Irwanto, dkk. 2006. Penyimpangan tumbuh kembang anak. Surabaya: Bagian
Ilmu Kesehatan Anak FKUNAIR/RS Dr. Soetomo.
4. WHO. Child Growth Standards. 2006. Diunduh tanggal 25 Desember 2012;
tersedia di: http://www.who.int/childgrowth/standards/Technical_report.pdf
5. Chamidah Nur Atien. Deteksi dini gangguan pertumbuhan dan perkembangan
anak. 2009. Yogyakarta. FKUNY. Diunduh tanggal 25 Desember 2012;
tersedia

di:

http://www.eprints.uny.ac.id/878/2/deteksi_dini_gangguan

_tumbang.pdf
6. Matondang CS, Wahidiyat I, Sastroasmoro S, penyunting. Diagnosis fisis
pada anak. Edisi kedua. Jakarta: Sagung Seto; 2003.

24

7. Supariasa. 2002. Penilaian Status Gizi. Jakarta: Buku Kedokteran EGC


8. Hurlock, EB. 2005. Perkembangan anak. Jilid 1. Jakarta : Erlangga
9. Moore, M C .1997. Terapi Diet dan Nutrisi Edisi II, Hipokrates, Jakarta
10. Depkes RI. 2004. Pedoman deteksi tumbuh kembang balita. Depkes RI.
Jakarta

25