Anda di halaman 1dari 7

Pengertian & Kegunaan Gas Sulphur Hexaflorida (SF6)

Gas SF6 adalah unsur campuran gas yang tidak beracun, tidak berbau, tidak berwarna, dan tidak
mudah terbakar. Sampai temperatur 500OC, gas ini mempunyai susunan molekul yang sangat
stabil mendekati sifat gas mulia, tidak akan terurai dan tidak terjadi reaksi kimia dengan bahan
lain. Dibandingkan dengan udara, gas SF6 memiliki massa 5 kali lebih berat dengan sifat
elektronegatif pada gas ini, serta energi ikat yang tinggi, gas SF6 memiliki kekuatan dielektrik 2
sampai 3 kali dibanding udara. Stabilitas gas SF6 begitu baik sehingga tidak menimbulkan
adanya perubahan kimia pada temperatur tinggi. Pada media pengisolasi lain seperti minyak,
mulai beroksidasi dan rusak. Keunggulan kemampuan gas SF6 dalam memadamkan busur api
oleh karena sifat elektro negatifnya artinya molekul-molekulnya dengan mudah dan cepat
menyerap elektron bebas pada lintasan busur api yang timbul diantara kontak pemutus tenaga
( Circuit Breaker ) untuk membentuk lon negatif.

Gambar Tabung yang berisi gas SF6


Gas SF6 merupakan salah satu media isolasi yang baik, dapat berfungsi sebagai penyekat antara
bagian bertegangan dengan ground hanya dengan jarak yang sangat pendek jika di bandingkan
dengan isolasi udara. Selain itu jika terjadi percikan api / busur api pada peralatan yang di isolasi
gas SF6, maka gas tersebut akan berfungsi sebagai pemadam busur api, sehingga tidak terjadi
kerusakan yang lebih parah pada peralatan tersebut.

Gambar SF6 Circuit Breaker


Sebagai isolasi, gas SF6 mempunyai kekuatan dielektrik yang lebih tinggi dibandingkan dengan
udara dan kekuatan dielektrik ini bertambah seiring dengan pertambahan tekanan. Umumnya
PMT jenis ini merupakan tipe tekanan tunggal (single pressure type), dimana selama operasi
membuka atau menutup PMT, gas SF6 ditekan ke dalam suatu tabung/silinder yang menempel
pada kontak bergerak. Pada waktu pemutusan, gas SF6 ditekan melalui nozzle dan tiupan ini
yang mematikan busur api. Sakelar PMT SF6 dapat digunakan untuk memutus arus sampai 40
kA dan pada rangkaian bertegangan sampai 765kV.
Oleh karena kelebihan-kelebihan yang dimilikinya tersebut maka gas SF6 banyak dipakai dalam
bidang teknik elektro seperti pada switch gear tegangan tinggi, kabel tegangan tinggi dan seluruh
transmisi serta pada trafo daya.

Gambar Gardu induk yang menggunakan gas SF6 sebagai media isolasi

Sifat-sifat Gas SF6


SF6 ini digunakan pada switchgear dan sakelar PMT/CB Gas SF6 (SF6 Circuit Breaker)
a. Sifat Fisik
- Tidak mudah terbakar
- Tidak berwarna
- Tidak berbau
- Tidak beracun
- Merupakan gas berat. Pada tekanan 1 atm suhu 200C kerapatan gas 4,7 kali
- udara
- Pada suhu dan tekanan normal berbentuk gas
b. Sifat Listrik
Gas SF6 murni ( pada tekanan absolut = 1013 mbar dan temperatur = 200 C ) tidak
berwarna, tidak berbau / beracun dengan berat isi 6,14 kg / m3 dan sifat lainnya adalah
mempunyai berat molekul 146,7 g, temperatur kritis 45,550 C dan tekanan absolut kritis
37,59 bar. Pada tekanan 1 Bar, Gas SF6 dapat mengisolasi sampai dengan 20 kV di
bandingkan dengan udara biasa hanya 10 kV, pada gas SF6 terlihat perubahan
kemampuan isolasi yang signifikan pada tekanan 6 Bar. Oleh karena itu Gas SF6 sangat
baik di gunakan untuk media isolasi pada GIS (Gas Insulated Switchgear).
c. Sifat Kimia
Sifat kimiawi gas SF6 sangat stabil, pada ambient temperatur dapat berupa gas netral dan
juga sifat pemanasannya sangat stabil. Pada temperatur diatas 150o C mempunyai sifat
tidak merusak metal, plastik dan bermacam-macam bahan yang umunya digunakan
dalam pemutus tenaga tegangan tinggi.
Sifat dari SF6 sebagai media pemadam busur api dan relevansinya pada sakelar pemutus
beban (PMT) / Circuit breaker (CB) adalah :
a. Hanya memerlukan energi yang rendah untuk mengoperasikan mekanismenya.
Pada prinsipnya, SF6 sebagai pemadam busur api adalah tanpa memerlukan
energi untuk mengkompresikannya, namun semata-mata karena pengaruh panas
busur api yang terjadi.
b. Tekanan SF6 sebagai pemadam busur api maupun sebagai pengisolasi dapat
dengan mudah dideteksi
c. Penguraian pada waktu memadamkan busur api maupun pembentukannya
kembali setelah pemadaman adalah menyeluruh
d. Relatif mudah terionisasi sehingga plasmanya pada CB konduktivitas tetap rendah
dibandingkan pada keadaan dingin. Hal ini mengurangi kemungkinan busur api

tidak stabil dengan demikian ada pemotongan arus dan menimbulkan tegangan
antar kontak.
e. Karakteristik gas SF6 adalah elektro negatif sehingga penguraiannya menjadikan
dielektriknya naik secara bertahap
f. Transien frekuensi yang tinggi akan naik selama operasi pemutusan dan dengan
adanya hal ini busur api akan dipadamkan pada saat nilai arusnya rendah.
Kualitas Gas SF6
Sampai dengan saat ini , kualitas gas sf6 yang dapat terukur oleh alat ukur dan uji yang tersedia
yaitu antara lain : purity , dew point , ( moisture content , dan decomposition product ).
-

Purity ( kemurnian )
Purity di nyatakan dengan presentase jumlah gas Sf6 murni dalam suatu kompartment
GIS .semakin tinggi prosentase ini maka semakin sedikit Zat lain dalam isolasi gas
Sf6.untuk gas Sf6 baru nilai kemurniannya yang di syaratkan adalah > 99,9 % ( IEC

standard 60376).
Dew Point ( titik embun )
Dew Point menunjukan titik di mana gas berubah menjadi air.hal ini terkait dengan
tingkat kelembaban gas Sf6,yaitu berapa banyak partikel air yang terkandung dalam
isolasi gas Sf6.Nilai titik embun ini sangat di pengaruhi oleh kondisi lingkungan terutama
suhu.semakin tinggi suhu maka semakin tinggi kandungan uap air yang berada di

dalamnya (CIGRE 15/23-1 Diagnostic Methods For GIS Insulating System,1992).


Decomposition Product ( Produk hasil dekomposisi )
Decomposition Product terjadi karena ketidak sempurnaan pembentukan kembali gas
Sf6.hal ini dapat terjadi karena adanya pemanasan yang berlebih,percikan listrik serta
busur api daya. ( IEE STD C37.122.1-1993 IEEE guide for gas insulated substation ).Jika
Decomposition Product ini terjadi dalam jumlah yang besar ,maka kekuatan Dielektrik
dari isolasi gas Sf6 akanmmengalami penurunan.Beberapa Decomposition Product yang
terjadi pada gas Sf6 serta sumber penyebabnya dapat di lihat pada tabel berikut :

Partial Discharge
Partial Discharge adalah Peluahan elektrik pada medium isolasi yang terdapat di antara
dua elektroda berbeda tegangan,di mana peluahan tersebut tidak sampai menghubungkan
kedua elekteroda secara sempurna.peroistiwa semacam ini dapat terjadi pada bahan
isolasi yang padat.sedangkan pda bahan isolasi gas,partial discharge terjadi di sekitar
elektroda yang runcing.partial discharge di sekitar suatu elektroda dalam gas biasanya di
sebut korona. Adanya aktifitas partial discharge di dalam komparmen menandakan
adanya defect dalam kompartmen.sumber partial discharge tersebut dapat di sebabkan

oleh beberapa hal ,antara lain :


Partikel bebas
Partikel bebas yang menempel pada permukaan
Tonjolan atau ketidakrataan permukaan ( protrusion )
Elektroda yang mengambang (floating electrode )
Gelembung udara ( void )
Suhu
Suhu memiliki kaitan yang erat dengan dew point.untuk lingkungan dengan suhu yang
tinggi maka kandungan uap air yang adapun akan menjadi tinggi.hal ini akan membuat

kemungkinan untuk terjadinya intrusi uap air ke dalam gas Sf6 menjadi lebih tinggi.
Korona
Korona merupakan partial discharge yang bercaha di sebabkan ionisasi
udara.bertambahnya ionisasi yang timbul hanya jika elektron bergerak cukup kuat
misalnya jika medan listrik melebihi nilai kritisnya. Faktor faktor yang mempengaruhi
pelepasan korona yaitu tekanan udara,kelembaban,dan suhu .dengan berkurangnya
tekanan udara maka akan mengurangi nilai kritis sehingga mengakibatkan korona
bertambah.Dengan

bertambahnya

kelembaban

akan

membantu

terjadinya

pelepasankorona.sedangkan dengan meningkatnya suhu maka akan menurunkan tekanan


udara sehingga nilai kritis berkurang dan pada akhirnya korona bertambah. Oleh karena
hal tersebut maka diperlukan penyaringan Gas SF6 untuk memperbaiki kualitas
kemurnian Gas SF6, jika sudah di lakukan penyaringan pada gas SF6, maka gas tersebut
dapat digunakan kembali untuk mengisolasi peralatan.
Dampak Gas SF6
Terhadap Manusia

- Pencemaran Gas SF6 adalah mengandung racun yang berakibat pada kulit,mata dan
dapat merusak selaput lendir dan bila terpegang lama akan menggangu pangkal
tenggorokan dan gangguan paru-paru ,hati dan peredaran napas terhenti seperti
pingsan.
- Dengan suatu konsentrasi SF6 melebihi 35% volume dalam udara itu berbahaya dan
dapat berakibat mati lemas kekurangan Oxigen
Terhadap Peralatan
- Dalam kurun waktu yang tertentu akan terjadi pengapuran pada Kontak-kontak
metalik dan terjadi pegumpalan berupa serbuk.
Keunggulan dan Kelemahan Gas SF6
Keunggulan-keunggulan dari gas SF6 sebagai medium isolasi dibandingkan dengan gas- gas
lainnya adalah:
-

Pengurangan sejumlah pemutus dalam hubungan seri per phasa pada rating tegangan

yang digunakan.
Karena waktu durasi yang pendek dari busur api, maka bunga api kontak yang terjadi

dibatasi meskipun untuk arus hubung singkat yang sangat tinggi.


Hasil busur api yang kebanyakan terdiri dari serbuk dengan sifat isolasi yang baik

dapat dipindahkan saat perbaikan.


Gas blast tidak di-discharge (pelepasan muatan) ke atmosfir sehingga saat bekerja

akan lebih tenang jika dibandingkan dengan Air Blast Breaker.


Memiliki sifat kimia yang lamban, stabil, tidak mudah terbakar dan tidak beracun. 6.
Pemutus dari gas SF6 mempunyai dimensi yang lebih jika dibandingkan dengan Air
Blast Breaker.

Kelemahan-kelemahan dari gas SF6 adalah:


-

Relatif lebih mahal dari segi pembiayaan.


Walaupun dalam jumlah yang kecil, apabila terjadi kerusakan maka membutuhkan

waktu yang lama untuk perbaikan.


Gas SF6 harus dipompa ke dalam tabung penyimpan apabila ada penelitian dan
maintenance.

Karena titik lelehnya sangat rendah yaitu 100 Celcius dan tekanan 1,520 kN/m2,

maka perlu dipakai alat pengukur suhu untuk pengontrolan.


Sekalipun SF6 mempunyai kemampuan listrik dan mematikan busur api yang lebih
baik dari udara, tetapi gas ini tidak dapat dioperasikan padan tekanan sangat tinggi.

https://www.scribd.com/doc/282128101/Sulphur-Hexaflorida-SF6-Sebagai-BahanPenyekat-Gas