Anda di halaman 1dari 34

STRUKTUR ATOM

GARIS BESAR PEMBAHASAN

Teori Atom klasik


Teori Atom modern
Percobaan Rutherford
Model atom Bohr
Teori kuantum dari atom
TEORI ATOM KLASIK

Teori materi pertama kali diberikan


oleh Leucippus, seorang philosop
Yunani, yang pada saat itu dia
mempelajari dari apa sebenarnya
materi itu disusun.
Menurut Leucippus, sesungguhnya
bila suatu materi dibelah secara terus
menerus akan ada bagian terkecil dari
materi tersebut yang tidak bisa dibelah
Leucippus yang dinamakan atomos yang berarti
tidak bisa dibelah
LANJUTAN TEORI ATOM KLASIK
Teori atom Leucippus dilanjutkan oleh
Democritus.
Democritus menerangkan bahwa semua
benda tersusun dari bagian bagian kecil
yang tidak tampak yang merupakan
partikel-partikel yang tidak bisa
dimusnahkan.
Atom-atom semuanya terbuat dari material
dasar yang sama, tetapi atom-atom dari
elemen yang berbeda mempunyai ukuran
dan bentuk yang berbeda.
Democritus Ukuran, bentuk dan susunan atom material
menentukan sifat-sifat material.
Dia percaya ada 4 elemen yang mana semua
benda itu dibuat darinya: tanah, udara, api
dan air.
TEORI ATOM MODERN
Pada teori atom klasik para scientists tidak mempunyai metoda atau
teknologi untuk mengetes kebenaran teori struktur dasar dari
materi,sehingga pandangan tentang teori tadi dapat diterima orang.

Dalam abad ke 19 John Dalton membuat


pernyataan bgm atom-atom terikat dengan
perbandingan tertentu. Dalton juga menyatakan
bahwa atom dari element yang berbeda
bergabung dengan perbandingan yang tetap

Teori tersebut dan empat teori yang lain kemudian


dinamakan dengan Teori Atom Modern. Dalam
teori tersebut dinyatakan: atom tidak dapat
John Dalton dibelah dan dihancurkan, element yang berbeda
mengadung sifat kimia yang berbeda dan atom-
atom dari elemen yang sama mengandung sifat
kimia yang sama
Perkembangan Teori Atom
Modern
J.J. Thompson adalah seseorang yang dikenal sebagai
penemu elektron. Thompson membuat tabung sinar
katoda yang terdiri bagian anodanya bermuatan
positif pada salah satu sisi tabung dan sisi lainnya
adalah bagian katoda yang bermuatan negatif.
Thompson menggunakan magnet untuk di tengah
tabung. Ternyata ada pancaran muatan-muatan
J.J. Thompson negatif dari katoda ke anoda yang kmd diberi nama
ELEKTRON

Thompson kemudian
menggambarkan model atom seperti
Plum Pudding, dimana elektron dan
proton tersebar secara random dalam
sistem atom. The Plum Pudding
Electrons

J.J. Thomson determined the


charge-to-mass ratio of an
electron using a cathode ray
tube.
Sir Joseph John Thomson (1856-1940)

The charge-to-mass (Z/m) ratio of an electron is 1.759 x 108


C/g
Electrons
Robert Millikan measured the charge
of an electron enabling scientists to
calculate the mass of an electron.

Robert Andrews Millikan (1868-1953)


Electrons

Robert Millikan measured the charge


of an electron enabling scientists to
calculate the mass of an electron.

Robert Andrews Millikan (1868-1953)

Electron Charge: -1.602 x 10-19 C


Electron Mass: 9.109 x 10-28 g
Protons : Subatomic particles with a unit of positive charge
(+1).
The first experimental evidence of protons came from the
study of canal rays observed in special cathode ray tube
with a perforated anode.

Proton Charge: +1.602 x 10-19 C


Proton Mass: 1.673 x 10-24 g
Neutrons : Subatomic particles with no charge (0).

Since atoms have a neutral charge, the number of protons


is equal to the number of electrons in an atom.
Most atoms have masses greater than what would be
predicted based on the mass of protons and electrons.
Earnest Rutherford suggested that atoms must contain
relatively massive particles with no electric charge to
account for the high mass.
Rutherfords student, James Chadwick later found
evidence for the existence of neutrons in 1932.
Neutron mass: 1.675 x 10-24 g
Eksperimen Rutherford
Pada tahun 1911 scientis Inggris Ernest
Rutherford mengetes model atom yang
diberikan oleh Thomson dengan
menggunakan partikel alfa
Partikel alfa adalah partikel berat dengan
dua muatan positif dari proton yang
sekarang dikenal sebagai inti helium yang
mengandung 2 proton dan 2 neutron.
Eksperimen Ernest Rutherford dilakukan
dengan menembakkan pertikel alfa ke
Ernest Rutherford lembaran emas tipis. Rutherford
mendapatkan bahwa partikel alfa tersebut
sebagian besar diteruskan, sebagian
dibelokkan dan sebagian kecil dipantulkan
kembali.
Percobaan Rutherford
Percobaan Rutherford
Rutherford mengamati bahwa banyak partikel alfa yang melalui foil.
Sebagian dibelokkan melalui sudut kecil dan sebagian kecil sekali
dipantulkan kembali.

Rutherford kemudian menteorikan tentang atom yang menyatakan


bahwa dalam atom terdapat inti atom yang mengandung partikel
bermuatan positif dan masif dengan densitas yang tinggi.
Menurut Rutherford, sebagian atom terdiri atas ruangan kosong.
Model Bohr
Danish Niels Bohr menggunakan pengetahuan baru
mengenai pancaran radiasi dari atom-atom untuk
mengembangkan model atom yang secara
signifikan berbeda dari model Rutherford.

Niels Bohr Scientists pada abad ke-19 telah menemukan


bahwa bila muatan listrik dilewatkan melalui gas
dalam suatu tabung gelas , atom-atom gas akan
memancarkan cahaya radiasi. Radiation ini hanya
terjadi pada panjang gelombang deskrit dan untuk
elemen dan senyawa yang berbeda memancarkan
panjang gelombang yang berbeda.
Bohr mengembangkan theory dengan panjang gelombang yang sama
dengan yang diprediksi para Scientis sebelumnya dan mengukur
radiasi dari atom dengan elektron tunggal. Ia menyimpulkan karena
atom memancarkan cahaya pada panjang gelombang yang deskrit,
maka elektron hanya dapat berada pada orbit tertentu dan cahaya
hanya bisa dihasilkan bila elektron berpindah dari orbit ke orbit lainnya
yang energinya lebih rendah.
Spektrum Garis dari Atom

Kontribusi Bohr : model


atom sederhana.
Dasar model : Spektrum
garis yang tajam dari atom-
atom tereksitasi

Niels Bohr (1885-1962)


(Nobel, 1922)
16
Spektrum Garis dari Atom-atom
Tereksitasi
Atom-atom tereksitasi akan memancarkan radiasi pada
panjang gelombang tertentu
Panjang gelombang radiasi tergantung pada jenis unsur .

Hg

Ne

17
Spektra atom
dan model Bohr
Model atom awal abad 20: suatu elektron
mengelilingi inti dalam suatu orbit
Electron
+ orbit
1. Karena orbit yang mungkin
tidak terhingga, energi elektron
juga tidak terhingga: tidak mungkin
2. Pergerakan partikel dalam medan
listrik akan memancarkan energi. Elektron
akan terus menerus kehilangan energi:
Akhir pergerakan elektron,
kehancuran atom!
18
Spektra atom dan model Bohr (2)
Bohr mengatakan bahwa teori klasik adalah salah.
Teori baru: QUANTUM atau WAVE MECHANICS.
e- hanya dapat berada pada orbit-orbit yang diskrit
disebut sebagai keadaan stasioner.
e- dipisahkan oleh keadaan-keadaan yang energinya
terkuantisasi.

Energi suatu keadaan = - C/n2 dimana


C adalah konstanta
n = bilangan kuantum, n = 1, 2, 3, 4, ....

19
Spektra atom dan model Bohr (3)

Energi keadaan terkuantisasi = - C/n2

n = bilangan bulat
jari-jari orbital yang diperbolehkan
= n2 x (0.0529 nm)
teori ini dapat menjelaskan
spektra atomik

20
Spektra atom dan model Bohr (4)

Karena elektron-elektron berada H atom


dalam keadaan terkuantisasi, maka
E dari setiap perubahan keadaan
hanya dapat memiliki harga-harga
tertentu. Inilah yang menjelaskan
garis-garis tegas dalam spektra atom.
n=2
E = -C /2 2
07m07an1.mov

E = -C /12 n=1
21
Spektra atom dan
model Bohr (5) n=2

Energy
Hitung E untuk e-dalam H jatuh dari
n = 2 ke n = 1 (energi tinggi ke rendah) .
n=1
E = Eakhir - Eawal = -C[(1/12) - (1/2)2] = -(3/4)C

E negatif: emisi; E positif: absorpsi


Karena energi cahaya hanya bernilai positif,
E = Etinggi - Erendah
C dikenal dengan R, konstanta Rydberg.
R = 1312 kJ/mol or 3.29 x 1015 Hz
maka, E cahaya yang dipancarkan = (3/4)R = 2.47 x 1015 Hz
dan l = c/n = 121.6 nm (daerah ULTRAVIOLET)

Hasil ini sangat cocok dengan eksperimen! 22


Spektra atom H

Garis-garis pada
frekuensi sinar tampak
disebut deret
BALMER.
6
5
4
3
Energy

1
En = -1312 Ultra Violet
Lyman
Visible
Balmer
Infrared
Paschen n
n2 23
Dari Model Bohr ke Mekanika
Kuantum
Bohr mengubah secara radikal pandangan kita
terhadap materi
Problema teori model Bohr
tidak berhasil untuk atom berelektron banyak.
ide-ide kuantum diperkenalkan secara paksa.
Perbaikan model Bohr:
KUANTUM atau MEKANIKA GELOMBANG

24
Mekanika Kuantum atau Gelombang
Cahaya: partikel dan gelombang
Usulan de Broglie (1924): Setiap materi
bergerak memiliki sifat gelombang
Untuk cahaya: E = h = hc /
Untuk partikel: E = mc2 (Einstein)

L. de Broglie maka, mc = h /
(1892-1987)
untuk partikel

mv=h/

untuk partikel disebut panjang gelombang de Broglie


25
Mekanika Kuantum atau Gelombang

Schrodinger : elektron yang bergerak


mengelilingi inti juga berperilaku seperti
gelombang
Penyelesaian PERSAMAAN
GELOMBANG menghasilkan sederet
rumus matematik yang disebut Fungsi
gelombang,
E. Schrodinger Setiap fungsi gelombang
1887-1961 menggambarkan energi yang
diperbolehkan untuk sebuah elektron
Kuantisasi akan terjadi dengan
sendirinya.
26
FUNGSI GELOMBANG,

adalah fungsi jarak dan sudut.


Untuk satu elektron, menyangkut
sebuah ORBITAL daerah dalam ruang
tempat ditemukannya sebuah elektron
tidak menggambarkan kedudukan
elektron dengan tepat
Harga 2 menunjukkan probabilitas
menemukan sebuah elektron pada titik
tertentu

27
Azas ketidakpastian
Hakekat elektron dalam atom: teori
W. Heisenberg.
Posisi dan momentum (p = mv)
sebuah elektron tidak dapat
ditentukan secara tepat sekaligus.
Kesalahan posisi dan momentum
ditunjukkan dengan hubungan
x. p = h
Posisi dan kecepatan sebuah
W. Heisenberg
elektron dapat digambarkan dengan :
1901-1976
DISTRIBUSI PROBABILITAS 2)

28
Bilangan kuantum orbital

Suatu orbital atom didefenisikan oleh


3 bilangan kuantum :
n bilangan kuantum utama
l bilangan kuantum angular
ml bilangan kuantum magnetik

29
Bilangan kuantum

Simbol Harga Arti fisik


n (utama) 1, 2, 3, .. Ukuran orbital dan
energi = -R(1/n2)

l (sudut) 0, 1, 2, .. n-1 Bentuk orbital

ml (magnetik) -l..0..+l Orientasi orbital

30
Orbital atom berelektron tunggal

1. Untuk n = 1, l = 0 dan ml = 0:
orbital 1s
2. Untuk n = 2, l = 0,1
l = 0, ml = 0, orbital 2s
l = 1, ml = -1, 0, +1, orbital
2px , 2py ,2pz
(degenerasi)

3. Untuk n = 3, l = 0,1,2orbital, 3s, 3 orbital p


dan lima orbital 3d 31
Orbital-orbital s
Seluruh orbital berbentuk sferis

32
Orbital-orbital p
pz
Ciriorbitalp

px
90 o
py

planarnode

Bila l = 1, akan ada simpul


PLANAR yang melalui inti atom.
33
26

Atom Berelektron Banyak

Perbedaan dengan atom berelektron tunggal:


Dua elektron pada orbital yang sama tidak dapat
dibedakan satu sama lain.
Pauli : bilangan kuantum spin, ms = -1/2, +1/2
Larangan Pauli : Dua elektron tidak boleh memiliki
keempat bilangan kuantum yang sama
Adanya tolakan antar elektron
Berkurangnya pengaruh inti akibat adanya tumpukan
elektron pada kulit yang lebih rendah

34