Anda di halaman 1dari 2

DETEKSI GEN KRAS PADA EKSON 1 DARI JARINGAN DALAM

FIKSATIF FORMALIN: STUDI PADA TIKUS (RATTUS NORVEGICUS)


GALUR WISTAR YANG DIPAPAR ASAP KRETEK

Mohammad Benni Kadapih1, Dody Novrial2, Daniel Joko Wahyono3


1
Fakultas Kedokteran Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
2
Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, Indonesia
Email: benni_mohammad@yahoo.com

ABSTRAK

Latar Belakang : Polymerase Chain Reaction telah digunakan secara luas


sebagai salah satu penemuan paling penting abad ke-20 dalam biologi
molekular. PCR telah dipakai untuk mengidentifikasi dan memanipulasi
DNA, mendeteksi infeksi organism (HIV, hepatitis, TBC, HIN5, H1N1),
mendeteksi variasi genetik (SSR, RAPD, AFLP) dan lainnya. Merokok
merupakan salah satu bagian dari gaya hidup masa kini. Hampir sepertiga
penduduk Indonesia yang berjumlah 237,56 juta jiwa merupakan perokok
aktif. Asap kretek dapat menyebabkan perubahan gen DNA atau urutan rantai
basa yang akan berpengaruh pada pertumbuhan sel-sel kanker, mempercepat
keganasan, dan membantu metastasis.

Tujuan : Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui positivitas gen
KRAS pada jaringan dalam fiksatif formalin dengan menggunakan metode
PCR , sehingga diharapkan metode PCR dapat digunakan sebagai deteksi
molekular yang dapat membantu dalam diagnosis kanker.

Metode Penelitian : Penelitian dilakukan menggunakan metode deskriptif


dengan pendekatan potong lintang (cross sectional). Peneliti melakukan
isolasi DNA dan deteksi gen KRAS menggunakan metode PCR pada 20
sampel jaringan tikus (Rattus Norvegicus) dalam larutan formalin, terdiri dari
10 jaringan kontrol dan 10 jaringan yang yang dipapar asap kretek (5 jaringan
terminasi sampai minggu ke-14 dan jaringan terminasi sampai minggu ke 28
untuk masing-masing kelompok)

Hasil : Deteksi gen KRAS ditemukan positif pada 15 dari 20 sampel.

Kesimpulan : Positivitas metode PCR adalah sekitar 75% untuk mendeteksi


gen KRAS dari jaringan fiksatif formalin.

Kata kunci: Deteksi gen KRAS, Asap Kretek, PCR, Rattus Norvegicus,
Fiksasi Formalin
KRAS GENE DETECTION AT EXON 1 IN FORMALIN FIXATED
TISSUE : STUDY OF RAT (Rattus norvegicus) WISTAR STRAIN
AFFECTED KRETEK SMOKEEXPOSURE

Mohammad Benni Kadapih1, Dody Novrial2, Daniel Joko Wahyono3


1
Medical Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia
2
Biology Faculty of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, Indonesia
Email: benni_mohammad@yahoo.com

ABSTRACT

Background: Polymerase Chain Reaction has been widely used as one of the
most important invention of the 20th century in molecular biology. PCR has been
used to identify and manipulate DNA, detecting the organism infections (HIV,
hepatitis, tuberculosis, HIN5, H1N1), detecting genetic variation (SSR, RAPD,
AFLP) and others. Smoking is one part of lifestyle. Nearly a third of Indonesia's
population amounted to 237.56 million people were active smokers. Smoke
cigarettes was caused in gene or sequence of DNA bases chain that will affect the
growth of cancer cells, accelerate malignancy, and help metastasis.

Objective: The aim of this study was to determine the positivity of KRAS gene in
colorectal tissue in formalin fixative using the PCR method, which is expected
PCR method can help as a molecular detection in the diagnosis of cancer.

Methods: The study was conducted using a descriptive cross sectional (cross-
sectional). Researchers conducted DNA isolation and detection of KRAS gene
using the PCR method in 20 tissue samples of rat (Rattus norvegicus) in
formaldehyde, consisting of 10 control tissue and 10 tissue are exposed smoke
kretek (5 tissue termination until the 14th week and the 5 tissue termination until
28 th week for each group)

Results: Detection of KRAS gene was found positive in 15 of 20 samples.

Conclusions: PCR positivity is about 75% for the detection of KRAS gene from
formalin fixative tissue.

Keywords: Detection of KRAS gene, Smoke Cigarettes, PCR, Rattus norvegicus,


Formalin Fixated