Dokumen - Tips - Makalah Geologi Pak Sugeng

Anda mungkin juga menyukai

Anda di halaman 1dari 24

BAB I

PENDAHULUAN

Transport dan pengendapan sedimen dari sumber ke daerah pengendapannya


selalu merupakan suatu sistem dari berbagai mekanisme, bahkan bukan hanya bersifat
mekanis, tetapi juga bersifat kimiawi (Koesoemadinata, 1981). Beberapa sistem
transport dan sedimentasi :

1. Sistem arus traksi dan suspensi.

2. Sistem arus turbid dan pekat (density current).

3. Sistem suspensi dan kimiawi.

Cara pengendapannya sendiri menurut Rubey (1935), pertikel mengendap dari suatu
aliran berdasarkan dua hukum, yaitu :

Hukum Stokes : Berat efektif suatu pola, hal ini berlaku untuk material halus.

Hukum Impact : Reaksi benturan terhadap medium, hal ini berlaku untuk

material kasar.

Lebih kasar besar butir yang dimiliki maka hukum Impact yang berlaku begitu pun
sebaliknya makin halus besar butir yang ada maka hukum Stokes yang akan berlaku.

Sifat sifat transport dan pengendapan lainnya akan mengalami perubahan


perubahan, seperti :

Gerakan partikel/butir.

Konsentrasi sedimen transport.

Kecepatan aliran dekat dasar.


Koefisien kekasaran (maningsin).

Struktur sedimrn yang dibangun.

Kedalaman air.

Sifat permukaan air.

Turbulensi.

Startigrafi analisis berasal dari kata stratigrafi dan analisis. Startigrafi


merupakan ilmu mengenai strata atau urutan batuan berlapis dalam hal ini batuan
sedimen, mengenai pengelompokan dan pengurutan kelompok atau tubuh batuan.
Sehingga stratigrafi analisis adalah ilmu yang fokus mempelajari pada aspek karakter
dan atribut suatu batuan yang kemudian dianalisis dan diinterpretasi sehingga dapat
sampai pada bagaimana origin dan sejarah geologi pembentukan batuan tersebut.
Karakter meliputi tekstur dan komposisi batuan, sedangkan atribut meliputi struktur
sedimen dan fosil. Untuk dapat menganalisis diperlukan suatu konsep stratigrafi yaitu
urutan dari batuan yang tertua sampai batuan yang termuda dan bagaimana hubungan
stratigrafinya. Prinsip dasar yang digunakan adalah hukum superposisi, horisontalitas,
cross cutting relationship, dan petrogenesis.
BAB II

DEFINISI-DEFINISI

Batuan Beku : granit, basalt, diorit, andesit, gabro dll

Batuan Sedimen : batupasir, batugamping, batulempung breksi, dll

Batuan Metamorf : marmer, sekis, genes, kuarsit, dll

Batuan Vulkanik : aglomerat, breksi, tufa, dll

Buckling (melipat) : Disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya sejajar dengan arah
permukaan lempeng.

Bending (pelengkungan) : Disebabkan oleh gaya tekan yang arahnya tegak lurus
dengan permukaan lempeng.

Delta Front merupakan bagian dari delta dengan energi yang tinggi dan sedimen
secara tetap dipengaruhi oleh adanya proses pasang-surut, arus pantai dan gelombang.

Delta Plain merupakan bagian dataran dari delta yang terdiri dari endapan sungai
yang lebih dominan daripada endapan laut dan membentuk suatu dataran rawarawa.

Fosil merupakan benda alam yang berupa tubuh atau cangkang organisme, bekas,
jejak atau sisa kehidupannya, yang oleh proses alamiah terawetkan dan terekam
terutama dalam batuan sedimen terutama yang berbutir halus (Rahardjo, Wartono,
2008).

Geometri merupakan karakteristik fisik yang berhubungan dengan bentuk dan


ukuran dari suatu fasies batuan sedimen.
Geologi struktur merupakan studi mengenal unsur unsur struktur geologi, yaitu
studi tentang perlipatan, rekahan, sesar, dan sebagainya, yang terdapat didalam suatu
satuan tektonik.

Hidraulica lift yaitu pengangkatan yang disebabkan oleh perbedaan tekanan diatas
dan dibawah aliran, diukur oleh kecepatan radien dekat dasar aliran.

Kapasitas aliran (stream capacity) adalah muatan maksimal yang dapat diangkut
oleh aliran (Gilbert, 1914).

Kekar (joint) : yaitu rekahan rekahan dalam batuan yang terjadi karena tekanan
atau tarikan yang disebabkan oleh gaya yang bekerja dalam kerak bumi.

Ketidakselarasan (unconformity) : yaitu suatu bidang erosi yang memisahkan


antara batuan yang lebih muda dari yang lebih tua.

Kompetensi aliran (stream competence) adalah kemampuan aliran untuk


mentransport sedimen dalam pengertian dimensi partikel (Twenhofel, 1950).

Lipatan (fold) : yaitu penekukan pada batuan, baik dalam batuan sedimen atau
metamorf.

Litologi merupakan obyek utama yang diamati, diteliti dan direkam.

Lower delta plain merupakan bagian dominan serpih dan shale yang kaya material
organik sehingga memiliki potensi berkembangnya batubara.

Muatan adalah jumlah total sedimen yang diangkut oleh suatu aliran (Gilbert, 1914).

Pelapukan merupakan proses perubahan sifat fisika dan kimia batuan karena
interaksinya dengan atmosfer dan hidrosfer.

Petrologi Batuan Sedimen : ilmu yang mempelajari mengenai batuan sedimen


meliputi komposisinya, karakteristiknya, dan origin
dari material sedimennya.
Proses erosi merupakan proses pengikisan batuan oleh aktivitas air terutama air
permukaan dan atau angin.

Pro delta merupakan bagian dari delta yang berada di laur delta front.

Proses biogenik adalah aktifitas tumbuhan dan binatang di tempat dimana sedimen
tersebut diendapkan.

Proses kimia merupakan proses yang muncul akibat pelarutan-pelarutan dan reaksi
antar komponen penyusun batuan sedimen.

Rekaman stratigrafi merupakan suatu hasil pencatatan dan pemerian secara obyektif
dan lengkap suatu tubuh batuan terutama batuan sedimen serta korelasinya dengan
tubuh batuan yang lain baik secara vertikal maupun secara lateral.

Rayapan permukaan (surface creep) : menggelundung.

Ripple marks merupakan struktur sedimen yang menunjukkan kenampakan adanya


undulasi berjarak teratur pada permukaan pasir atau pada permukaan perlapisan
batupasir.

Saltasi (rolling, skipping) : meloncat dan meluncur.

Sedimentologi merupakan ilmu yang mempelajari batuan sedimen dan proses


pembentukannya, seperti klasifikasinya, originnya, dan interpretasinya.

Sedimen adalah endapan, tetapi dalam sedimentologi, sedimen merupakan material


lepas hasil rombakan batuan penyusun kerak bumi yang mengalami pengangkutan,
selanjutnya terkonsentrasi pada atau dekat permukaan bumi.

Sedimentasi : digunakan untuk menjelaskan tentang proses akumulasi material


sedimen

Sedimentografi : ilmu yang mempelajari tentang sedimen secara kuantutatif.


Sekuen stratigrafi merupakan urutan lapisan batuan yang relatif selaras, yang
berhubungan secara genetis, pada bagian atas dan bawah dibatasi oleh
ketidakselarasan atau keselarasan.

Sesar (fault) : adalah rekahan rekahan dalam kulit bumi, yang telah mengalami
pergeseran.

Startigrafi merupakan ilmu mengenai strata atau urutan batuan berlapis dalam hal ini
batuan sedimen, mengenai pengelompokan dan pengurutan kelompok atau tubuh
batuan.

Stratigrafi analisis adalah ilmu yang fokus mempelajari pada aspek karakter dan
atribut suatu batuan yang kemudian dianalisis dan diinterpretasi sehingga dapat
sampai pada bagaimana origin dan sejarah geologi pembentukan batuan tersebut.

Struktur sedimen merupakan kenampakan dalam tubuh batuan sedimen dan/atau


diantara perlapisan tubuh batuan sedimen yang terbentuk karena proses fisika,
kimiawi maupun biologis (Sugeng S.S dalam handout Sedimentologi : Struktur
Sedimen,2009).

Struktur geologi adalah bentuk arsitektur batuan akibat deformasi yang terjadi pada
kulit bumi.

Struktur sedimen adalah sebuah struktur dalam batuan sedimen, seperti cross
bedding, ripple marks, dan sandstone dikes, yang terbentuk bersama pada saat
deposisi berlangsung (struktur sedimen primer) atau sesaat setelah deposisi (struktur
sedimen sekunder) Sybill (1984).

Struktur geologi adalah bentuk arsitektur batuan akibat deformasi yang terjadi pada
kulit bumi.

Transportasi merupakan proses pengangkutan material hasil pengikisan batuan oleh


media air atau angin.
Suplai sedimen : ketersediaan atau banyak sedikitnya material sedimen yang
diendapkan, hasil dari proses erosi batuan yang ada sebelumnya, meliputi jumlah dan
ukuran butir dari material sedimen.

Eustasi : naik turunya muka air laut akibat glasiasi maupun regional (tektonik).
Deglasiasi menyebabkan naiknya muka air laut, garis pantai maju (trangresi)
mengakibatkan terjadinya pendalaman. Glasiasi menyebabkan turunnya muka air
laut, garis pantai mundur (regresi) mengakibatkan terjadinya pendangkalan.

Tektonik : berupa uplifting (pengangkatan) dan subsidence (penurunan), akan


berpengaruh pada besar kecilnya ruang akomodasi untuk menampung influks
sedimen. Dimana uplifting akan menyebabkan ruang akomodasi berkurang, dan
subsidence menyebabkan ruang akomodasi bertambah.

Iklim : tidak berpengaruh signifikan, akan berpengaruh pada batuan karbonat yang
membutuhkan kondisi lingkungan tertentu yaitu hangat, dangkal, dan jernih.

Proses fisik : pergerakan arus, transportasi, suplai sedimen, dan aliran


massa.

Proses kimia : pelarutan serta reaksi antar komponen batuan


sedimen.

Proses biogenic : aktivitas organisme.

Upper delta plain merupakan bagian dominan endapan sungai (braided dan
meandering) dengan adanya bidang erosi.
BAB III

INTI MAKALAH

Geologi struktur diartikan sebagai suatu ilmu yang membahas suatu bentuk
kerak bumi dan gejala gejala pembentukannya. Sehingga struktur geologi, termasuk
lipatan ini saling terkait dan saling mempengaruhi struktur geologi satu dengan yang
lainnya menyebabkan terjadinya struktur geologi yang lain, semisal sesar, khususnya
sesar turun. Kenampakan lipatan dapat juga digunakan untuk interpretasi lapangan
berupa mendeterminasi bentuk dan ukuran tubuh batuan dalam suatu daerah/wilayah,
dapat mendeterminasi proses proses fisik yang menghasilkan struktur geologi dan
mengetahui urut urutan kejadian geologi pada suatu daerah/wilayah.

Lipatan merupakan salah satu gejala struktur geologi yang amat penting yang
berpengaruh di daerah tersebut dan gejaIa struktur yang lain, misalnya sesar.

PROSES TERBENTUK

Mekanisme gaya yang menyebabkan terjadinya lipatan ada 2 macam, yaitu :

1. Buckling (melipat)

2. Bending (pelengkungan)

Pembentukan lipatan menurut Billings (1986), adanya bentukan lipatan pada


umumnya disebabkan karena proses tektonik dan non tektonik.

Tektonik

Proses tektonik ini disebabkan oleh gaya gaya dalam bumi. Gaya ini adalah gaya
tekan hortisontal karena sejajar dengan permukaan bumi. Penyebab utama
terbentuknya perlipatan oleh gaya tektonik atau gaya tekan mendatar karena adanya
teori teori sebagai berikut :
a. Teori kontraksi

b. Pengapungan Benua

c. Pergeseran karena Gaya Berat

Non tektonik

Proses ini sebagian besar dihasilkan oleh proses eksogenik, yang antara lain berupa
erosi dan deposisi. Proses non-tektonik ini terjadi karena penyebab penyebab antara
lain :

a. Perbedaan Kompaksi Sedimen

b. Proses Pelarutan

A. SISTEM ARUS TRAKSI STRUKTUR SEDIMEN

Mekanika transport dan pengendapan sendiri memuat beberapa bagian, antara lain
:

Muatan

Kapasitas aliran (stream capacity)

Kompetensi aliran (stream competence)

Traksi dipengaruhi oleh hidraulica lift

Berdasarkan cara/gaya mengangkut partikel ini maka transport sedimen secara


massal terdapat sebagai berikut (koesoemadinata, 1981) :

Rayapan permukaan (surface creep)


Saltasi (rolling, skipping)

Suspensi.

Dari segi muatan, maka ini dibagi menjadi :

Bed load (surface creep dan saltasi)

Suspended load (wash load)

Gambar 2.1 Struktur sedimen dan arus

B. STRUKTUR SEDIMEN YANG TERBENTUK DARI ARUS TRAKSI

Arus traksi yang berlangsung mengakibatkan terbentuknya struktur sediment.


Struktur sediment yang terbentuk sendiri terbagi menjadi dua, yaitu
(Koesoemadinata, 1981):

1. Rezim aliran bawah (lower flow regim), yaitu gaya tarikan lebih
berpengaruh

2. Rezim aliran tinggi.


Aplikasi Geologi Struktur Dalam Ilmu Geologi

Macam macam struktur sekunder :

Kekar (joint)

Sesar (fault)

Lipatan (fold)

Ketidakselarasan (unconformity)

Tujuan tujuan serta manfaat manfaat penerapan geologi struktur adalah


antara lain :

Memahami sejarah struktur pada suatu batuan yang terbentuk. Hal ini untuk
membantu penelitian petroleum, gas, atau mineral lain.

Dapat mendeterminasi bentuk dan ukuran tubuh batuan.

Dapat mendeterminasi proses proses fisik yang menghasilkan struktur


geologi tersebut.

Mengetahui urutan kejadian geologi memalui struktur geologi.

Mengetahui wujud/bentuk struktur pada suatu batuan, misal untuk mengetahui


batuan masih aktif atau tidak.

Dengan mengetahui jenis struktur yang ada, maka kita akan memahami
bentuk muka bumi dengan baik.

Membantu dalam mengetahui kestabilan suatu kawasan.

Bersama cabang ilmu lain yang bersangkutan, dapat meneliti penggunaan


tanah, eksplorasi air tanah, dan pengawasan alam sekitar.
Dapat mengetahui posisi stratigrafi suatu batuan dengan batuan yang lain.

Dalam aplikasinya dapat membantu dalam mencari minyak bumi, gas, geologi
teknik, dan geohidrologi.

Hubungan Dengan Ilmu Geologi Lain

Contoh contoh kaitannya dengan cabang ilmu geologi lain adalah :

Bersama stratigrafi, sedimentologi, dan paleontologi, mempelajari struktur tektonik.


Juga mempelajari tentang perlapisan batuan, mengenai penyebaran, komposisi,
ketebalan, umur, dan lainnya.

Bersama petrologi dan geokimia, mempelajari asal usul struktur dan metodenya.

Bersama geomorfologi, mempelajari aktivitas struktur geologi yang sedang terjadi.

Bersama geofisika, oseanografi, dan geologi bawah tanah, mempelajari struktur


bawah tanah dan struktur dasar laut.

Bersama geologi ekonomi, mempelajari hitungan nilai ekonomis mineral.

Bersama fisiografi, mempelajari bentuk batuan dan mineral beserta prosesnya.

Bersama geomedical, mempelajari kawasan bencana geologi untuk kesehatan


masyarakat.

Analisis Struktur Sedimen

Struktur sedimen sangat bermanfaat, antara lain untuk :

Berdasarkan genetiknya struktur sedimen dibedakan menjadi empat yaitu:

1. Struktur sedimen erosional

2. Struktur sedimen saat pengendapan (Depositional sedimentary structure)


3. Struktur sedimen yang terbentuk segera setelah/pasca pengendapan (Post
depositional sedimentary structure).

4. Struktur biogenik (Trace fossil)

Analisis Lingkungan Stratigrafi

Faktor faktor yang mempengaruhi dalam analisis lingkungan pengendapan


bermacam macam, antara lain adalah :

1. Faktor fisik.

Faktor fisik meliputi sifat sifat fisik dari lingkungan pengendapan. Hal ini
berdasarkan dari jenis batuan, tekstur, dan struktur batuan sedimen.

2. Faktor kimia.

Faktor kimia meliputi sedimen sedimen yang diendapkan dan proses


pengendapannya berdasarkan dari zat yang terlarut, gas yang terlarut, ion
ion yang terlarut, kadar garam, derajat keemasan, dan potensial reduksi
oksidasi.

3. Faktor biologi.

Faktor ini meliputi sifat sifat biologis lingkungan pengendapan yang


dicirikan oleh jenis jenis organisme yang ada pada lingkungan pengendapan.

Rekaman stratigrafi dan manfaatnya

Dalam stratigrafi analisis mengacu pada dua pokok bahasan utama yaitu lingkungan
pengendapan dan dinamika sedimentasi.

Dinamika sedimentasi dipengaruhi oleh tiga hal yaitu :


Suplai sedimen

Eustasi

Tektonik

Iklim

Data-data yang perlu direkam selama pengamatan dan penelitian adalah


sebagai berikut:

1) Geometri

Geometri dikontrol antara lain oleh keadaan geomorfologi dari lingkungan


pengendapan sedimen, serta proses geologi yang terjadi setelah pengendapan batuan
tersebut berlangsung, yang antara lain dapat berupa proses erosi serta deformasi
akibat proses tektonik.

2) Litologi

Data litologi yang dimaksud adalah deskripsi batuan (petrologis) terkait sifat
fisik dan kimia batuan antara lain : warna, geometri , tekstur, struktur dan komponen
penyusun batuan (mineral).

3) Struktur sedimen

Struktur sedimen merupakan kenampakan dalam tubuh batuan sedimen


dan/atau diantara perlapisan tubuh batuan sedimen yang terbentuk karena proses
fisika, kimiawi maupun biologis (Sugeng S.S dalam handout Sedimentologi : Struktur
Sedimen,2009). Struktur sedimen adalah sebuah kunci untuk interpretasi seting
pengendapan batuan sedimen. Menurut Tucker (1991), struktur sedimen dibagi
menjadi empat kelompok yakni :

a) Struktur erosi

b) Struktur pengendapan
c) Struktur pasca pengendapan

d) Struktur biogenic

Adapun kegunaan struktur sedimen adalah sebagai berikut:

Sebagai acuan dalam menginterpretasi lingkungan pengendapan yang meliputi


mekanisme transportasi, arah aliran arus, kedalaman air, kekuatan arus/angin dan
kecepatan relatif arus.

Mengetahui proses-proses yang membentuk struktur sedimen seperti :

Proses fisik: pergerakan arus, transportasi, suplai sedimen, dan aliran massa.

Proses kimia: pelarutan serta reaksi antar komponen batuan sedimen.

Proses biogenik: aktivitas organisme.

Untuk menentukan top dan bottom suatu lapisan batuan.

Untuk menentukan arah arus purba dan paleogeografi suatu daerah.

4) Fosil

5) Struktur geologi

Informasi Usaha pengolahan data tersebut dikenal dengan istilah analisis


struktur. Analisis struktur dibagi menjadi tiga yakni analisis deskriptif, analisis
kinematik dan analisis dinamik. Analisis ini menekankan pada pengenalan, pemerian
dan pengukuran orientasi (kedudukan struktur) di lapangan (Sudarno, dalam handout
Geologi Struktur, 1999). Analisis kinematik dan dinamik merupakan analisis tingkat
lanjutan yang dilakukan dalam pengolahan atau interpretasi data.

Analisis stratigrafi pada suatu daerah


Dari penjelasan singkat di atas, kegunaan rekaman stratigrafi untuk analisis geologi
suatu daerah sangatlah banyak. Beberapa di antaranya adalah :

Untuk menentukan lingkungan pengendapan maupun asal mula jadi dari batuan
sedimen yang dapat diinterpretasi dari litologi khas, kandungan mineral indeks,
struktur sedimen yang khas, dll.

Untuk menentukan pola morfologi dari suatu cekungan pengendapan, seperti


kelerengan dasar cekungan yang dapat diinterpretasi dari geometri.

Untuk menentukan paleobatimetri dari suatu daerah yang dapat diinterpretasi dari
kandungan fosil bentonik insitu.

Untuk menentukan perubahan pola garis pantai purba (daratan atau laut, regresi
atau transgresi) yang dapat diinterpretasi dari rekaman stratigrafi yang mempunyai
finning upward atau coarsening upward.

Untuk menentukan perubahan dari luas cekungan atau perubahan ruang


akomodasi di suatu wilayah dapat diinterpretasi dari rekaman stratigrafi yang berupa
depositional fasies (ruang akomodasi 0 atau positif) atau erosional surface (ruang
akomodasi menjadi negatif).

Untuk menentukan fluktuasi iklim purba di suatu wilayah dapat diinterpretasi dari
siklus atau perulangan litologi yang dijumpai di lapangan.

Untuk menentukan kecepatan arus purba di suatu daerah yang dapat diinterpretasi
dari ukuran butir dari suatu litologi yang kemudian di cocokkan dengan diagram
Hjulstrom.

Mengapa mempelajari Sedimentologi apa manfaatnya bagi geologi ?

Sekitar 75% permukaan bumi ditutupi oleh batuan sedimen dan kebutuhan hidup
manusia banyak berhubungan dengan batuan sedimen
Banyak mineral atau batuan yang bersifat ekonomis berasosiasi dengan batuan
sedimen.

Manfaatnya dapat menentukan paleogeografi, paleoklimatologi,


paleoenvironment

Pengembangan dalam ilmu pengetahuan Geologi

Dapat menghubungan Sedimentologi dengan cabang ilmu Geologi lainnya

Cabang-Cabang Ilmu Sedimentologi :

Ancient Sedimentology

Modern Sedimentology

Physical Sedimentology

Chemical Sedimentology

Coastal Sedimentology

Fluvial Sedimentology

Marine sedimentology

Proses Pembentukan Sedimen

BATUAN ASAL

proses pelapukan

erosi

transportasi

sedimentasi
Batuan Asal

Sumber material penyusun batuan sedimen. Batuan asal batuan sedimen dapat berasal
dari:

Batuan Beku : granit, basalt, diorit, andesit, gabro dll

Batuan Sedimen : batupasir, batugamping, batulempung breksi, dll

Batuan Metamorf : marmer, sekis, genes, kuarsit, dll

Batuan Vulkanik : aglomerat, breksi, tufa, dll

Pelapukan

Proses perubahan sifat fisika dan kimia batuan karena interaksinya dengan atmosfer
dan hidrosfer.

Ada dua macam proses pelapukan, yaitu:

Pelapukan fisika

Perubahan sifat fisika batuan yang menghasilkan material fragmental dengan


komposisi kimianya tetap.

Pelapukan Kimia

Perubahan sifat kimia batuan yang menghasikan material terlarut dan mineral
sekunder.

Sedimentasi

Material terangkut akan mengendap apabila terjadi penurunan kecepatan aliran.


Penurunan kecepatan aliran terjadi pada cekungan-cekungan di permukaan bumi.
Aplikasi sedimentologi Dalam ilmu geologi

1. Fossil fuel/oil and Gas industries

hampir semua minyak dan gas bumi serta batubara terbentuk pada batuan
sedimen.

2. Industri Mineral

Beberapa mineral bijih terbentuk pada endapan sedimen dengan kondisi


lingkungan tertentu.

3. Mineral Industri

Beberapa mineral industri yang penting terbentuk dari proses pembentukan


batuan sedimen, seperti mineral lempung ( kaolin, bentonit ), pasir kuarsa,
batugamping

4. Problem keteknikan, konstruksi bendungan, jalan raya, erosi pantai, sedimen


transport di kawasan pantai dan pekerjaan teknik lainnya.

5. Eksplorasi keberadaan air tanah

Struktur sedimen sangat bermanfaat, antara lain untuk :

Interpretasi lingkungan pengendapan yang mencakup mekanisme transportasi


sedimen, arah aliran arus, kedalaman air, kekuatan angin, dan kecepatan
relatif arus.

Menentukan bagian atas dan bawah pada lapisan yang sudah terdeformasi.

Menentukan pola arus purba dan paleogeografi suatu daerah.


Berdasarkan genetiknya struktur sedimen dibedakan menjadi empat yaitu:

Struktur sedimen erosional

Struktur sedimen saat pengendapan (Depositional sedimentary structure)

Struktur sedimen yang terbentuk segera setelah/pasca pengendapan (Post depositional


sedimentary structure).

Struktur biogenik (Trace fossil)

Ada beberapa parameter untuk memudahkan penentuan jenis ripple dan juga dapat
digunakan untuk interpretasi proses pembentukannya, material penyusunnya, dan
komponen-komponen serta media pembentuknya.
BAB IV

PENUTUP

Geologi struktur diartikan sebagai suatu ilmu yang membahas suatu bentuk
kerak bumi dan gejala gejala pembentukannya. Dengan demikian, inti geologi
struktur adalah deformasi pada kerak bumi, apa yang menyebabkannya, dan
bagaimana akibatnya. Geologi struktur ini merupakan studi mengenal unsur unsur
struktur geologi, yaitu studi tentang perlipatan, rekahan, sesar, dan sebagainya, yang
terdapat didalam suatu satuan tektonik. Sehingga struktur geologi, termasuk lipatan
ini saling terkait dan saling mempengaruhi struktur geologi satu dengan yang lainnya.
Oleh karena itu tidak menutup kemungkinan lipatan ini memyebabkan terjadinya
struktur geologi yang lain, semisal sesar, khususnya sesar turun. Kenampakan lipatan
dapat juga digunakan untuk interpretasi lapangan berupa mendeterminasi bentuk dan
ukuran tubuh batuan dalam suatu daerah/wilayah, dapat mendeterminasi proses
proses fisik yang menghasilkan struktur geologi tersebut, serta mengetahui urut
urutan kejadian geologi pada suatu daerah/wilayah.

Analisis stratigrafi pada suatu daerah

- Meliputi analisis pengamatan fasies pengendapan dan sekuen stratigrafi


(rekaman stratigrafi).

- Analisis fasies pengendapan dilakukan dengan pengamatan/observasi


geometri, litologi, struktur sedimen, arah arus purba, dan fosil; interpretasi
lingkungan pengendapan dan paleogeografi, serta prediksi dengan membuat model
fasies.
- Analisis sekuen stratigrafi untuk mengetahui bagaimana dinamika sedimentasi
terjadi, yang dikontrol oleh tiga hal utama yaitu suplai sedimen, eustasi, dan tektonik.

Kegunaan rekaman stratigrafi untuk analisis geologi suatu daerah

Dari penjelasan singkat di atas, kegunaan rekaman stratigrafi untuk analisis geologi
suatu daerah sangatlah banyak. Beberapa di antaranya adalah :

Untuk menentukan lingkungan pengendapan maupun asal mula jadi dari batuan
sedimen yang dapat diinterpretasi dari litologi khas, kandungan mineral indeks,
struktur sedimen yang khas, dll.

Untuk menentukan pola morfologi dari suatu cekungan pengendapan, seperti


kelerengan dasar cekungan yang dapat diinterpretasi dari geometri.

Untuk menentukan paleobatimetri dari suatu daerah yang dapat diinterpretasi dari
kandungan fosil bentonik insitu.

Untuk menentukan perubahan pola garis pantai purba (daratan atau laut, regresi
atau transgresi) yang dapat diinterpretasi dari rekaman stratigrafi yang mempunyai
finning upward atau coarsening upward.

Untuk menentukan perubahan dari luas cekungan atau perubahan ruang


akomodasi di suatu wilayah dapat diinterpretasi dari rekaman stratigrafi yang berupa
depositional fasies (ruang akomodasi 0 atau positif) atau erosional surface (ruang
akomodasi menjadi negatif).

Untuk menentukan fluktuasi iklim purba di suatu wilayah dapat diinterpretasi dari
siklus atau perulangan litologi yang dijumpai di lapangan.

Untuk menentukan kecepatan arus purba di suatu daerah yang dapat diinterpretasi
dari ukuran butir dari suatu litologi yang kemudian di cocokkan dengan diagram
Hjulstrom. Dan lain sebagainya.
DAFTAR PUSTAKA

http://debriadiharset.wordpress.com/category/artikel-geologi/page/2/

http://geodynamics.gc.itb.ac.id/index.php?
option=com_content&task=blogcategory&id=22&Itemid=74

http://littlegeoamber.blogspot.com/2011/10/rekaman-stratigrafi-dan-manfaatnya.html

http://www.masbied.com/2011/09/30/sedimentologi-aplikasi-sedimentologi/

Billings M. P., 1979, Structural Geology, Third Edition, Prentice Hall of India Privated
Limited, New Delhi.

Boggs, Sam. 2006. Principles of Sedimentology and Stratigraphy, Forth Edition.Pearson


Education, Inc. London.

Parker, Sybil P., 1984, McGraw Hill Dictionary of Earth Sciences, McGraw Hill Book
Company 1221 Avenue of the Americas, New York.

Surjono, S.S, Hendra Wijaya, Sarju Winardi. 2008. Panduan Praktikum Sedimentologi.
Jurusan Teknik Geologi - FT UGM. Yogyakarta.

Anda mungkin juga menyukai