Anda di halaman 1dari 3

PEMBAHASAN

Ulasan Perubahan Internal Organisasi PT. Astra Internasional Tbk

Grup Astra merupakan kelompok bisnis nasional yang memiliki sistem manajemen
termaju di Indonesia. Astra menyebut sistem manajemennya dengan nama Astra
Management System (AMS). Sistem manajemen ini menjadi roda penggerak
organisasi Astra untuk mewujudkan visi, misi, tujuan, moto, dan filosofi korporat
Astra. Kehadiran AMS menjadi cermin PT. Astra Internasional Tbk sebagai organisasi
yang tanggap terhadap perubahan dan seringkali menjadi motor perubahan dalam
konteks bisnis nasional.

Manajemen perubahan merupakan pendekatan terstruktur dalam rangka membawa


PT. Astra Internasional Tbk dari kondisi saat ini (current state) ke masa depan yang
diinginkan (desired future state) untuk mencapai kinerja yang lebih baik. Dalam
lingkungan PT. Astra Internasional Tbk, perubahan tersebut meliputi perubahan
didalam struktur organisasi, proses, tata laksana, sumber daya manusia, pola pikir
dan budaya kerja. Fokus utama dari dari manajemen perubahan adalah sumber
daya manusia yang pada akhirnya akan mengarah kepada pembelajaran organisasi
(Building Learning Organization).

Pembelajaran organisasi merupakan kegiatan organisasi ketika pemimpin dan


karyawan secara terus menerus meningkatkan kapasitas mereka untuk mencapai
tujuan, saat pola pikir baru dipelihara, aspirasi kolektif bebas, diutamakan dalam
rangka perbaikan dan orang-orangnya memiliki keinginan untuk belajar. Manajemen
perubahan selalu dibutuhkan oleh PT.Astra Internasional Tbk untuk menciptakan
tata kelola organisasi dan bisnis yang lebih efektif, produktif, efisian, kreatif, dan
mempunyai kinerja. Melalui perubahan yang jelas dan terbuka, PT.Astra
Internasional Tbk berpotensi untuk memperkuat dirinya melalui kinerja dan
komunikasi serta integrasi dalam kolaborasi yang menyatukan semua fakta
keunggulan di lingkungan PT.Astra Internasional Tbk secara profesional.
Manajemen perubahan PT.Astra Internasional Tbk harus memastikan bahwa setiap
kegiatan perubahan dilakukan secara terencana dan terukur, sehingga
keberhasilan penerimaan setiap orang terhadap perubahan yang diinginkan dapat
diwujudkan secara sempurna. Astra terus melakukan perubahan sejalan dengan
prinsip kaizen (continous improvement), yaitu :

1. Berfokus pada pelanggan


2. Mengadakan peningkatan secara terus menerus

3. Mengakui masalah secara terbuka; Membangun kultur yang tidak saling


menyalahkan.

4. Mempromosikan keterbukaan; Ilmu pengetahuan adalah untuk saling


dibagikan & hubungan-hubungan komunikasi yang mendukungnya merupakan
sumber efisiensi yang lebih besar

5. Menciptakan tim kerja; pertama, pengaruh antar sesama teman dan


kepemimpinan bisa memelihara disiplin untuk memastikan bahwa tidak ada
seorangpun dibiarkan mengganggu keseimbangan didalam tim dan keharmonisan
antar tim, kedua, setiap orang diberi semangat untuk memanfaatkan pendidikan
dan pelatihan guna memastikan bahwa kontribusi pribadi menambah nilai pada
hasil hasil tim.

6. Memanajemeni proyek melalui tim fungsional silang; menggunakan sumber daya


antar departemen bahkan dari luar perusahaan.

7. Memelihara proses hubungan yang benar; Mendesain dan memastikan proses


hubungan antar manusianya.

8. Mengembangkan disiplin pribadi; Melalui pendidikan, agama, dan norma


norma sosial untuk menjaga keutuhan

9. Memberikan informasi pada semua karyawan; Misi, nilai, produk, kinerja,


manusia dan rencana perusahaan dari tantangan perusahaan menjadi tantangan
pribadi.

10. Memberikan wewenang kepada setiap karyawan; Melalui pelatihan dalam


berbagai keahlian, dorongan semangat, tanggung jawab pengambilan keputusan,
akses pada sumber-sumber data dan anggaran, timbal balik, rotasi pekerjaan dan
penghargaan.

PT. Astra Internasional Tbk. melakukan perubahan organisasi dan menetapkan figur-
figur yang tepat untuk mengisi posisi yang ada berdasarkan kebutuhan organisasi
serta kompetensi baru yang dibutuhkan. Setiap perubahan memberikan dampak
yang kuat terhadap individu karena awalnya, setiap perubahaan mendatangkan
ketidakpastian.

Pada periode 1998-1999, Krisis ekonomi menyebabkan Astra harus melakukan


penjadwalan pembayaran utang dengan para kreditur. Astra terpaksa mem-PHK
20.000 karyawan tetap dan 5.000 pegawai kontrak sehingga jumlah karyawan Astra
tinggal sekitar 100.000 orang. Meski sering dikatakan lebih beruntung, karyawan
yang masih tinggal (tidak diPHK) sebetulnya tidak lebih baik ketimbang yang di
PHK. Mereka justru menghadapi berbagai persoalan, baik di dalam maupun diluar
pekerjaan. Persoalan ini muncul terutama karena privatisasi umumnya diikuti
dengan perubahan kebijakan perusahaan seperti perubahan struktur organisasi,
tujuan organisasi, teknologi dan sekaligus perubahan lingkungan kerjanya.
Perubahan-perubahan tersebut akan menyebabkan terjadinya perubahan kebijakan
Manajemen Sumber Daya Manusia (MSDM). Sebagai contoh, jika perusahaan
menerapkan kebijakan downsizing perusahaan tidak mengganti karyawan yang di
PHK, artinya karyawan yang bertahan harus mengerjakan pekerjaan-pekerjaan yang
semula ditangani mereka yang di PHK. Bagi karyawan yang masih bertahan
memiliki beban kerja bertambah dan tentunya menuntut mereka meluangkan lebih
banyak waktu, dan mengeluarkan lebih banyak energi.

PT.Astra Internasional Tbk. memberikan kesempatan karyawannya untuk mengikuti


training yang diselenggarakan oleh AMDI (Astra Management Development
Institute), lembaga khusus yang bertugas merekrut dan mengembangkan kualitas
pegawai PT.Astra Internasional Tbk. Proses perubahan di Astra selalu diikuti dengan
proses evaluasi secara berkala, di mana manajemen mengikuti setiap
perkembangan yang terjadi seperti melakukan training masif sampai pada setiap
akhir tahun, manajemen Astra mengadakan perayaan sebagai apresiasi terhadap
tim yang dinilai terbaik dalam melakukan improvement, baik teknik maupun non-
teknik. Pemenang ke-1 mendapat sepeda motor atau hadiah uang Rp 20 juta. Award
ini dimaksudkan agar seluruh perusahaan atau unit usaha Grup Astra berlomba
meraih yang terbaik dengan membangun winning team spirit, menghayati budaya
dan semangat strive for excellence.

Dalam merubah suatu organisasi dari bentuknya yang lama kearah yang lebih baru,
Astra perlu melakukan inovasi. Perubahan dapat dilakukan dengan mengubah
bidang-bidang inovasi, yaitu struktur, teknologi dan atau orang-orangnya. Sistem
administrasi back office seluruh cabang Astra diseragamkan dengan memakai
teknologi SAP. Selama ini, sistem administrasi setiap cabang berbeda-beda
sehingga masing-masing cabang membutuhkan tenaga akunting dan Administration
Dept. Head sendiri-sendiri. Kompilasi data juga menjadi lambat. Dewasa ini, proses
administrasi pemesanan mobil, pembayaran, dan berbagai hal lainnya seragam
serta online sehingga pengumpulan dan penyatuan data di akhir bulan bisa
dilaksanakan dengan cepat.

Hasil yang diperoleh dari perubahan tersebut adalah pada saat PT.Astra
Internasional Tbk berulang tahun yang ke-48, berhasil mencatat rekor laba bersih
Rp 5,4 triliun pada 2004, naik 22,3% dari 2003. Nilai hutang perusahaan pun
menurun tajam, bahkan per 31 Maret 2005 hutang Astra kepada 19 sindikasi bank
asing telah dibayar luas sehingga hutang Astra menjadi nol.