Anda di halaman 1dari 9

BAB 1

PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Dalam mencapai tujuan Nasional Bangsa Indonesia sesuai pembukaan
UUD 1989, yaitu melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah
darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdasakan
kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan
kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan social, maka pembangunan
kesehatan diarahkan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan, dan
kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat kesehatan
masyarkat yang setinggi-tinggnya dapat terwujud.

Pembangunan kesehatan yang dilaksanakan dalam dasawarsa terakhir


masih menghadapi berbagai masalah yang belum sepenuhnya dapat diatasi.
Untuk itu diperlukan pemantapan dan percepatan melalui Sistem Kesehatan
Nasional sebagai bentuk dan cara penyelenggaraan pembangunan kesehatan
yang disertai berbagai terobosan penting, seperti : pengembangan Desa Siaga,
Jaminan Kesehatan Masyarakat, Jaminan Persalinan serta Program
Perencanaan Persalinan dan Pencegahan Komplikasi (P4K).

Pembangunan kesehatan adalah upaya yang dilaksanakan oleh semua


komponen bangsa yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran, kemauan,
dan kemampuan hidup sehat bagi setiap orang agar peningkatan derajat
kesehatan masyarakat yang setinggi-tingginya dapat terwujud. Pambangunan
kesehatan diselenggarakan berdasarka kepada :

1. Prikemanusiaan
2. Pemberdayaan dan kemandirian
3. Adil dan merata
4. Pengutamaan dan manfaat.
Kabupaten Lombok Barat pada saat inimempunyai beberapa masalah
kesehatan utama diantaranya :
1. Tingginya angka kematian ibu.
2. Tingginya angka kematian bayi.
3. Masih tingginya prevalensi gizi buruk.
4. Tingginya kejadian penyakit menulan potensi wabah.

Adapun beberapa data tentang kondisi kesehatan di Kab.Lombok Barat :


Grafik. 1.1 Perbandingan Usia Harapan Hidup
PERBANDINGAN HARAPAN USIA HIDUP
KAB.LOBAR DAN PROV.NTB TAHUN 2009-2012
140

120 60.4

100
NTB
80 LOBAR

60 61.8

40

20
4.4 1.8
3.5 2.8
4.5
0 2.5
2009 2010 2011 2012

Grafik.1.2 Jumlah Kasus Kematian Ibu Kab.Lobar

JUMLAH KASUS KEMATIAN IBU KAB.LOBAR TAHIN 2010-2012


140
131.9
120

100

80 90.55

60
61.08
40

20

0
2010 2011 2012

Gambaran Keadaan Status Gizi Bumil 2009-2012


Indikator 2009 2010 2011
Bumil KEK ? ? ?
? ? ?

Anemia ? ? ?
? ? ?

Grafik.1.3 Jumlah Kasus Kematian Bayi Kab.Lobar


JUMLAH KASUS KEMATIAN BAYI KAB.LOBAR TAHUN 2010-2012
13

12.5
12.44
12

11.5

11
10.87
10.5 10.61

10

9.5
2010 2011 2012

Grafik.1.4 Jumlah Kasus Gizi Buruk Kab.Lobar

JUMLAH KASUS GIZI BURUK KAB.LOBAR TAHUN 2010-2012

20

4.5
3.5
2.5
2009 2010 2011 2012

Kondisi IPM Lombok Barat saat ini berada pada urutan 8 dari 9
kabupaten/kota di NTB.

Hasil Riskesdas tahun 2010, Lombok Barat berada pada urutan 412 dari
440 Kabupaten/Kota di Indonesia dari urutan 9 dari 9 kabupaten/kota di NTB.
Tantangan yang dihadapi Lombok barat sangat berat yaitu terbatasnya sumber
daya dan kegiatan harus dipacu lebih cepat untuk mengejar ketertinggalan dari
kabupaten lain. Sehingga Lombok Barat harus bekerja lebih keras dan cerdas
untuk bias mengatasi masalah kesehatan yang sangat kompleks, salah satunya
dengan menerpakan prinsip manajemen, puskesmas dengan baik di semua
puskesmas di wilayah Lombok Barat, agar tercapainya akselerasi pelayanan
kesehatan di Lombok Barat sesuai harapan , yaitu menuju Lombok Barat
Bangkit. Seiring dengan pelaksaan Sistem Informasi Kesehatan Daerah (SIKDA)
yang telah diuji cobakan di puskesmas Kediri sejak tahun 2008 maka
pengumpulan data untuk penyusunan profil kesehatan puskesmas Kediri tahun
2012 ini ini dilakukan melauli system pengilahan data oleh operator SIKDA
sumber data diperoleh dari hasil entry dari masing-masing unit pelayanan,
namun demikian hingga akhir 2012 proses entry data baru dilaksanakan untuk
kegiatan pelayanan dalam gedung yaitu pelayanan rawat jalan (puskesmas,
puskesmas pembantu dan poskesdes) dan rawat inap. Sedangkan pelayanan
luar gedung dan kegiatan program lainnya belum dioprasionalkan dengan
menggunakan SIKDA karena keterbatasan program pendukung seperti computer
dan software yang ada saat ini, sehingga sebagian pelaporan kegiatan program
masih dilakukan secara manual.

B. TUJUAN
1. Tujuan Umum
Tersedianya data pencapaian program puskesmas Kediri dalam bentuk profil
kesehatan tingkat puskesmas sebagai acuan dalam pengambilan kebijakan
program selanjutnya.

2. Tujuan Khusu
a. Tersedianya data puskemas Kediri yang meliputi : wilayah kerja,
ketenagaan puskesmas, sumber daya dan hasil pencapaian program
puskesmas.
b. Mengetahui dinamika pencapaian program puskesmas Kediri yang
disajikan dalam bentuk table dan grafik.
c. Sebagai bahan acuan penyusunan kebijakan program di tahun anggaran
selanjutnya.

C. VISI DAN MISI PUSKESMAS KEDIRI


Visi Puskesmas Kediri
Terwujudnya masyarakat Kediri yang mandiri untuk hidup sehat dengan dilandasi
nilai patut patuh patju.
Misi Puskesmas Kediri
Meningkatkan mutu pelayanan kesehatan ibu dan anak
Meningkatkan status gizi masyarakat
Pengendalian terhadap kejadian penyakit menular dan tidak menular
Membina kesadaran masyarakatakan pentingnya kesehatan secara mandiri
Meningkatkan pelayanan rawat inap

D. RUANG LINGKUP
Profil kesehatan puskesmas Kediri disusun berdasarkan data dasar yang
didapat selama kegiatan tahun 2012

1. Jenis Data
Data yang dikumpulkan untuk penyusunan profil kesehatan puskesmas
Kediri
tahun 2012 adalah :
a. Data umum yang meliputi data geogarfi, kependudukan dan sosial ekonomi.
b. Data derajat kesehatan yang meliputi data kematian, data kesakitan dan data
status gizi.
c. Data kesehatan lingkungan serta prilaku hidup bersih dan sehat masyarakat,
meliputi data air bersih, data rumah sehat, data tempat-tempat umum dan
data PHBS.
d. Data pelayanan kesehatan, data pencegahan dan pemberantasan penyakit,
data perbaikan data gizi masyarakat, data pelayanan kesehatan masyarakat
miskin, data penanggulangan KLB dan data pelayanan kesehatan lainnya.
e. Data sumber daya kesehatan yang meliputi data sarana kesehatan, data
tenaga kesehatan, data obat dan perbekalan kesehatan serta data
pembiayaan kesehatan.
f. Data dari lintas sektor terkait.

2. Sumber Data
Data yang digunakan sebagai dasar penyusunan profil kesehatan puskesmas
Kediri Tahun 2012 diperoleh dari :
Catatan kegiatan puskesmas baik untuk dalam gedung maupun luar
gedung.
Catatan kegiatan pelayanan kesehatan yang berada di wilayah kerja
puskesmas Kediri.
Catatan kegiatan yang dilaksanakan lansung oleh puskesmas termasuk
unit kerja yang ada didalamnya.
Dokumen kantor statistik kecamatan dan isntansi terkait di tingkat
kecamatan.
Dokumen hasil survey kecamatan, survey kabupaten atau survey
provinsi.

3. Periode Data
Periode data yang disajikan dalam profil kesehatan puskesmas Kediri
tahun 2012 adalah periode dari 01 januari sampai dengan 31 desember
tahun 2012.

BAB II
GAMBARAN UMUM
A. WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDIRI
Puskemas Kediri merupakan Puskesmas yang dilengkapi dengan Sarana Rawat
Inap yang berada dalam wilayah Kecamatan Kediri di Kabupaten Lombok Barat dengan
keadaan sebagai berikut :

1. Geografi
a. Batas Wilayah
Wilayah kerja Puskesmas Kediri yang termasuk dalam wilayah Kecamatan Kediri
berbatasan dengan :

Sebelah Utara : Kecamatan Labuapi

Sebelah Timur : Kecamatan Kuripan

Sebelah Barat : Kecamatan Gerung

Sebelah Selatan : Kecamatan Kuripan


b. Luas Wilayah Kerja
Puskesmas Kediri memiliki luas wilayah sebanyak 21.43 km yang terdiri dari 10
desa dan 72 dusun

Jumlah penduduk kecamatan Kediri tahun 2012 adalah 55.513 jiwa, sehingga
kepadatan penduduk rata-rata mencapai 2.523 jiwa/km. dan presentase penduduk
miskin mencapai 60,6 % atau 35.043 jiwa dari total jumlah penduduk.

Dilihat dari rasio penduduk yang dilayani oleh puskesmas Kediri adalah 55,513
jiwa, maka beban kerja puskesmas Kediri tergolong cukup tinggi karena rasio ideal
adalah 1 : 30.000 jiwa. Jika dilihat dari jumlah penduduk Kabupaten Lombok Barat
sudah membuat 2 puskesmas di lingkup wilayah kecamatan Kediri.

c. Kondisi Wilayah
Kondisi wilayah kerja Puskesmas Kediri merupakan wilayah dataran rendah
dengan jalur angkutan perhubungan antar desa sebagian besar merupakan sarana
jalan beraspal dan jalan tanah. Sarana transportasi lancar dengan fasilitas sarana
angkutan pedesaan, cidomo dan ojek.

2. Demografi
a. Jumlah Penduduk
Puskesmas Kediri menyediakan pelayanan kesehatan untuk 55.513 jiwa (jumlah
riil) yang tersebar di 10 (sepuluh) Desa di sebagian wilayah Kecamatan Kediri,
dengan rincian jumlah penduduk per desa adalah sebagai berikut :

Table .2.1 Jumlah Penduduk. Kepala Keluarga dan Kepadatan Penduduk Per Desa di Wilayah
Puskesmas Kediri Tahun 2012

N DESA LUAS JUMLAH JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPADATAN


O WILAYAH DUSUN PENDUDU RUMAH ANGGOTA PENDUDUK
(H.A) K TANGGA RUMAH (JIWA)
TANGGA
1 2 3 4 5 6 7 8
1 KEDIRI 2.24 8 9.871
2 KEDIRI SELATAN 2.48 6 5.906
3 MONTONG ARE 2.81 11 4.640
4 JAGARAGA INDAH 3.20 9 4.851
5 GELOGOR 1.68 7 6.834
6 RUMAK 3.23 4 5.231
7 OMBE BARU 1.79 5 4.935
8 BANYUMULEK 1.12 10 7.508
9 LELEDE 1.10 6 2.109
10 DASAN BARU 1.78 6 2.628
JUMLAH 21.43 72 55.513
Sumber : Data Demografi Kecamatan Kediri Tahun 2012

b. Mata Pencaharian
Penduduk di wilayah kerja Puskesmas Kediri sebagian besar adalah sebagai
petani, pedagang, Pegawai Negeri dan wiraswasta/pengusaha.
B. SUMBER DAYA
1. Sarana
a. Sarana Kesehatan
Puskesmas Kediri merupakan Puskesmas dengan Rawat Inap yang melayani
pasien Gakin dan umum dengan kapasitas 26 TT dengan rincian sebagai berikut : R.
Pria 5 TT, R. Wanita 3 TT, R. Anak 4 TT, R. Rehidrasi 4 TT,R.Nifas 3 TT dan
R.Bersalin 3 TT, disamping itu puskesmas menyediakan pelayanan rawat inap
mandiri dengan kapasitas 4 TT . selain itu terdapat ruang perawatan gizi buruk /
Therafeutic Feeding Cencter (TFC) dengan kafasitas 2 TT. Sarana lain yang berada
diwilayah Puskesmas Kediri adalah :

Tabel. 2.3 Jumlah Sarana Kesehatan

Per Desa di Wilayah Puskesmas Kediri Tahun 2012

Sarana Pelayanan Kesehatan Ket


No Desa Bidan
Poskesdes Pustu Posyandu
Desa
1 Kediri 1 1 7
2 Kediri selatan 1 1 5
3 Lelede 1 7
4 Montong Ara 1 1 7
5 Gelogor 1 1 5
6 Rumak 1 1 1 4
7 Ombe Baru 1 1 5
8 Banyu Mulek 1 2 1 8
9 Jagaraga Indah 1 1 4
10 D Dasan Baru 1 1 1 5
JUMLAH 9 11 3 57

Sumber: Profil UKBM Puskesmas Kediri 2012

Puskesmas Pembantu berjumlah 3 buah yang berada di Desa Rumak, Desa


Banyu Mulek dan Desa Dasan Baru seluruh desa di wilayah kerja puskesmas Kediri
( 10 Desa) telah memiliki bidan (11 bidan desa) tetapi bangunan poskesdes yang ada
sebanyak 9 unit. Hanya desa Lelede belum memiliki bangunan poskesdes. Seluruh
dusun ( 72 dusun ) telah mempunyai posyandu. Sedangkan praktek dokter diwilayah
kerja Puskesmas Kediri sebanyak 5 buah dan praktek dokter gigi sebanyak 1 buah.
Terdapat 1 buah klinik pratama.

b. Sarana Pendidikan
Sarana Pendidikan yang ada di wilayah kerja Puskesmas Kediri adalah
sebagai berikut : Sekolah Dasar sebanyak 26 Sekolah, MI 8 Sekolah, SLTP 2
Sekolah, MTs 14 Sekolah, SMU 2 Sekolah, MA 9 Sekolah, SPDT 2 Sekolah
MA 9 Sekolah, SMK 1 Sekolah dan 14 buah Pondok Pesantren.

c. Sarana Umum penunjang lainnya


Wilayah Kerja Puskesmas Kediri dilengkapi juga dengan sarana umum
penunjang seperti pasar 3 buah
2. Tenaga
a. Ketenagaan Puskesmas Kediri
Puskesmas Kediri termasuk Pustu dan Polindes didukung oleh (74)
petugas diantaranya (49) petugas PNS, (6) Pegawai Tidak Tetap (PTT), (2)
petugas Honor Daerah dan (14) petugas magang dan tenaga kontrak ( lain
lain ) 3 orang.

Tabel.2.3 Ketenagaan Puskesmas Kediri 2012

Status Kepegawaian Jumlah

No Jenis Tenaga PNS PTT HONDA MAGANG Lain2

I PUSKESMAS
1 Dokter Umum 3 3

2 Dokter Gigi 1 1

3 Sarjana Keperawatan 1 1

Sarjana Kesehatan 2 2
4 Masyarakat
5 Akademi Kebidanan 4 4

6 Bidan (P2B) 3 3

7 Akademi Perawat 7 8 1 16

Sekolah Perawat 3 3
8 Kesehatan
Akademi Kesehatan
9 Gigi
10 SPRG 2 2

11 Akademi Sanitasi 2 2

12 SPPH
13 Akademi Gizi 2 1 3

14 SPAG
Akademi Analis 3 3
15 Kesehatan
16 Analis Kesehatan
17 Asisten Apoteker 1 1

18 Tenaga Komputer 1

19 Administrasi/ SLTA 5 1 1 7

20 Administrasi/ SLTP 1 1

21 Juru Imunisasi 1 1

22 Sopir 2 2

23 Cleaning Service 2 1 3

24 Jaga Malam
25 Lain-lain 1

PUSKESMAS
II PEMBANTU
Sekolah Perawat 2 2
Kesehatan
D III Keperawatan 1 1

III POLINDES
Bidan Desa (P2B)
Bidana Desa (D III) 4 6 1 11

JUMLAH 49 6 2 14 3 74

Sumber : Kepegawaian Puskesmas Kediri 2012

Secara umum keadaan tenaga di puskesmas Kediri sudah mencakupi. Tetapi masih
ada tenaga fungsional yang masih kurang yaitu tenaga perawat, tenaga gizi dan
apoteker. Sedangkan tenaga non fungsional yang belum ada adalah tenaga
administrasi keuangan (sarjana ekonomi akuntansi), dan penjaga malam.

b. Tenaga bantuan masyarakat


Tenaga bantuan masayarakat dalam hal ini adalah kader kesehatan yang masih aktif
sebanyak 228 orang dari 258 orang kader yang ada. Sedangkan jumlah dukun
terlatih sebanyak 37 orang.

3.Pembiayaan
Pembiayaan kesehatan di Puskesmas Kediri tahun 2012 berasal dari

No Sumber Biaya Jumlah (Rp)


1 Pengembalian Retribusi Pasien Umum 224.267.250
2 Jamkesmas Pusat (UKP) 461.904.000
3 Jampersal (UKP) 344.250.000
4 Jamkesmas NTB (UKP) 14.118.750
5 Jamkesmas Lobar (UKP) 7.331.250
6 ASKES PNS 59.631.000
7 APBD/DAU 15.525.000
8 BOK 338.635.000
TOTAL 1.465.662.250