Anda di halaman 1dari 10

PENDAHULUAN

Dalam permesinan sangatlah dianjurkan untuk melakukan praktikum , hal ini


sangat di butuhkan bagi seorang enginer . Di dalam praktikum permesinan ada
banyak sekali coontoh pekerjaan praktikum . Contohnya seperti pompa sentrifugal .

Dalam pelaksanaan praktikum juga di anjurkan untuk mengikuti prosedur


prosedur yang di anjurkan , demi agar tidak tejadi hal-hal yang tidak di jalankan
seperti kerusakan benda kerja , kerusakan mesin , dan juga kecelakaan dalam
kerja .Maka dari itu seorang engineer harus memperhatikan semua hal sebelum
pelaksanaan praktikum ,agar praktikum bisa berjalan lancar
BAB 1

POMPA SENTRIFUGAL

I.TUJUAN

Tujuan percobaan ini adalah untuk mencari karakteristik dari pompa


sentrifugal antara lain : karakteristik output ,yaitu daya output pada tekanan air yang
berubah-ubah

II. DATA MESIN

Pompa sentrifugal yang kita pakai pada pengujian ini menggunakan


spesifikasi pompa sebagai berikut :

Frekwensi : 50 Hz
Tegangan : 220 Volt
Daya hisap P1 : -25
2
Daya buang P2 : 0,5 kg/ cm
Tingi air : 4 cm
Rpm : 2850
Arus : 2,9 A
3
Densitas : 1000 kg/ m
2
Gravitasi : 9,8 m/ s

POMPA SENTRIFUGAL

I. Dasar teori

Pompa adalah suatu alat yang digunakan untuk memindahkan cairan dari
suatu tempat ke tempat lainya (misalnya air dari aquifer bawah tanah ke tangki
penyimpanan air) dan mensirkulasikan cairan di sekitar sistem (misalnya air
pendingin atau pelumas yang melewati mesin-mesin dan peralatan).
Pompa sentrifugal

Pompa sentrifugal adalah salah satu jenis pompa pemindah non positif yang
prinsip kerjanya kinetis yang mengubah energi mekanik ke dalam energi hidrolik
melalui aktivitas sentrifugal, yaitu tekanan fluida yang sedang di pompa pompa
sentrifugal merupakan salah satu alat industri yang simpel, tetapi sangat di perlukan.

Prinsip kerja pompa sentrifugal

fluida yang akan dipompa masuk kedalam nozzel isap menuju eye of impeller
dan fluida tersebut terjebak diantara sudu-sudu dari impeller. Impeller tersebut
berputar dan fluida mengalir karena gaya sentrifugal melalui impeller yang
menyebabkan terjadinya peningkatan kecepatan fluida tersebut. Sesuai hukum
bernouli jika kecepatan meningkat maka tekanan akan menurun. Hal ini
menyebabkan terjadinya zona tekanan rendah (vakum) pada sisi isap pompa.
Selanjutnya fluida yang telah terisap terlempar keluar impeleer akibat gaya
sentrifugal yang dimiliki oleh fluida itu sendiri.dan selanjutnya di tampung oleh
casing (rumah pompa) sebelum di buang kesisi buang.. dalam hal ini di tinjau dari
perubahan energi yang terjadi yaitu : energi mekanis poros pompa diteruskan ke
sudu-sudu impeller, kemudian sudu tersebut memberikan gaya kinetik pada fluida .

akibatnya gaya sentrifugal yang besar, fluida terlempar keluar mengisi rumah
pompa dan di dalam rumah pompa inilah energi kinetik fluida sebagai besar di ubah
menjadi energi tekan. Arah fluida masuk kedalam pompa sentrifugal dalam arah
aksial dan keluar dalam arah radial.

II. Klasifikasi pompa sentrifugal


Di klasifikasikan berdasarkan :
1. Kapasitas
3
- kapasitas rndah < 20 m
3
- kapasitas menengah 20-60 m / jam
3
- kapasitas tinggi > 60 m / jam
2. Tekanan discharge
2
- tekanan rendah <5 kg/ c m
2
- tekanan menengah 5-50 kg/ cm
2
- tekanan tinggi >50 kg/ cm
3. Jumlah /susunan impeller dan tingkat
- Single stage : terdiri dari satu impeller dan satu casing
- Multi stage : terdiri dari beberapa impeller yang tersusun dalam satu casing
- Multi impeller : terdiri dari beberapa impeller yang tersusun pararel dalam
satu casing
- Multi impeller : kombinasi multi impeller dan multi stage
4. Posisi poros
- Poros tegak
- Poros mendatar
5. Jumlah suction
- Single suction
- double suction
6. Arah aliran keluar impeller
- Radial flow
- Axial flow
- Mixed flow

Bagian utama poros pompa sentrifugal

a. Stuffing box
Stuffing box berfungsi untuk mencegah kebocoran pada daerah dimana poros
pompa menembus casing.
b. Packing
Digunakan untuk mencegah dan mengurangi kebocoran cairan dari casing
pompa melalui poros. Biasanya terbuat dari asbes atau teflon.
c. Shaft (poros)
Poros berfungsi untuk meneruskan momen puntir dari penggerak selama
beroperasi dan tempat kedudukan impeller dan bagian-bagian berputar lainya.
d. Shaft sleeve
Shaft sleeve berfungsi untuk melindungi poros dari erosi, korosi dan keausan
pada soft box pada pompa multi stage dapat sebagai leakage joint, internal
bearing interstage atau distancce sleever.
e. Vane
Sudu dari impeller sebagai tempat berlalunya cairan pada impeller.
f. Casing
Merupakan bagian paling luar dari pompa yang berfungsi sebagai pelindung
elemen yang berputar, tempat kedudukan diffusor (gide vane), inlet dan
mengkonversikan energi kecepatan cairan menjadi energi dinamis (single
stage).
g. Eye of impeller
Bagian sisi masuk pada arah impeller
h. Impeller
Impeller berfungsi untuk mengubah energi mekanis dari pompa manjadi
energi kecepatan pada cairan yang dipompakan secara kontinue, sehingga
cairan pada sisi isap secara terus-menerus akan masuk mengisi kekosongan
akibat perpindahan dari cairan yang masuk sebelumnya.

i. Warning ring
Warning ring berfungsi untuk memperkecil kebocoran cairan yang melewati
bagian depan impeller maupun bagian blakang impeller, dengan cara
memperkecil celah antara casing dengan impeller.
j. Bearing
Bearing (bantalan) berfungsi untuk menumpu dan menahan beban dari poros
agar dapat berputar, baik berupa beban radial maupun beban aksial. Bearing
juga memungkinkan poros untuk dapat berputar dengan lancar dan tepat pada
tempatnya, sehingga kerugian gesek menjadi kecil.
III. Alat dan bahan
a. Alat uji pompa sentrifugal
b. Air

IV. Gambar mesin pengujian


V. Prosedur praktikum
a. Siapkan alat dan bahan pengujian pompa sentrifugal yang dekat dengan
sumber air dan saluran listrik.
b. Isi bak penuh daengan air, sampai pipa isap terbenam.
c. Hubungkan alat dengan sumber listrik, kemudian hidupkan. Bila pompa tidak
berputar, putar kipak pada bagian blakang pompa
d. Setelah pompa berhadil hidup, maka buka katup hingga bukaan penuh.
e. Kemudian baca dan catat penunjukan : tekanan hisap, tekanan discharge dan
tinggi air pada wear meter.
f. Ulangi langkah D dan F untuk posisi buka katup pada posisi buka penuh .
g. Setelah selesai matikan pompa dan bersihkan alat kemudian kembalikan alat
ketempat semula

VI. Perhitungan dan table

1. Perhitungan head total pompa


Untuk katup terbuka

Diket : P1 = 0,25

P2 = 0,5
= pxg
3 2
= 1000 kg/ m x 9,8 m/ s
2
= 9800 N/ m

Ditanya : H ?
P2 P 1 0,1(25).
Head total pompa (H) = = 9800

= 0.002561 m

2. Perhitungan debit air


Untuk katup terbuka
2
Diket : g = 9,8 m/ s

Hw = 4 cm = 0,04 m
Ditanya : Q ?
8
Debit aliran (Q) = 15 2. ( 9,8 ) . 0,04

3
= 0,472 m /s

3. Perhitungan daya hidrolis


Untuk katup terbuka
Diket : p x g = 9800

Q = 0,472 m3 / s

H = 0.002561 m
Ditanya : Nh ?
Daya hidrolis (Nh) = pxg.Q.H
= 9800 . 0,472 . 0.002561
=11, 846 watt

4. Perhitungan daya pompa


Untuk katup terbuka
Diket : V = 220 volt
A = 2,9 ampere
K = 1,2
Ditanya : Np ?
Daya pompa (Np) = V. A. K
= 220 . 2,9 . 1,2
= 765,6 watt

5. Perhitungan efisiensi pompa


Untuk katup terbuka
Diket : Nh = 11, 846 watt
Np = 765,6 watt

Ditanya : ?

Nh
Efesiensi pompa ( ) = Np x 100 %

11,846
= 765,6 x 100 %

= 1,55 %

TABEL PERHITUNGAN
F Katup P1 P2 I V Tinggi H Q Np Nh Efisiensi
(Hz (bar) 2(Ampere
(kg /cm ) (Volt) Air (m) ( (Watt) (Watt) (%)
) ) (cm) m3 /s
50 4/4 -25 0,25 2,9 220 4 0.002561 0,472 765,6 11, 1,55
846

VII. Analisa dan kesimpulan


1. Analisa
a. Pada katup 4/4 tekanan hisapnya makin lama makin besar, begitu pula
dengan tekanan dischrage nya.
b. Untuk tinggi air mengalami penurunan pada waktu katup terbuka total
hingga katup tertutup.

2. Kesimpulan

Semakin lebar katup atau kran terbuka, maka head pompa , debit air, daya
hidrolik pompa, daya pompa, dan efisiensi pompa akan mengalami kenaikan.

Hal ini di sebabkan oleh tekanan atau laju aliran air tersebut. Pada saat katup atau
kran di tutup tekanan dalam pipa akan semakin besar dan pada saat katup atau keran
dibuka tekanan akan berkurang.

KESIMPULAN
1. Percobaan yang di lakukan kurang mendalam terutama dalam pengamatan
gauge, ini bisa di lihat dari yang di dapat pada pengamatan dengan percobaan
pengamatan pipa kapiler 0,8 mm COP < 1
2. Selebihnya sesuai dengan teori bahwa COP adalah lebih dari 1, terbukti pada
percobaan dengan pembukaan kapiler 0,7 mm dan 1,07 mm
3. Semakin besar bukaan pipa kapiler semakin terasa efek pendinginannya.
DAFTAR PUSTAKA

Dandekar, M.M, 1991, Pembangkit Listrik Tenaga Air, Penerbit UI, Jakarta

url:http://pustaka. Ictsleman.net/dasar_mesin_pendingin

Panduan Praktikum Prestasi Mesin Lab Uji Mesin UNPAM