Anda di halaman 1dari 12

1

LAPORAN PRAKTIKUM FISIKA DASAR


Kecepatan dan Percepatan















Nama : Jennica Fidelia
Nim : 1401010031
Rekan Kerja : Jeremiah Irwan
Jessica Afianto




Nutrition and Food Technology Study Program
Faculty of Life Science
Surya University
2014
2

I. Tujuan Praktik
Tujuan pokok dari praktikum ini adalah untuk memhami lebih lanjut
hukum-hukum dasar yang berkaitan dengan materi-materi berikut, yaitu
gaya, kecepatan, dan percepatan titik materi dan energi dan membuktikan
hubungannya dengan hukum Newton I , II, dan III.

II. Pendahuluan
A. Prinsip Praktikum

Pada saat blower di hidupkan, maka udara akan mengalir dari
blower menuju perangkat air track, melalui pipa, dan udara akan
keluar melalui lubang-lubang kecil pada lintasan air track,
sehingga apabila kereta atau glyder diletakan diatas lintasan, maka
kereta akan berjalan secara perlahan menuju arah sebaliknya dari
arah kereta pertama kali diletakan. Karena ada udara yang keluar
melalui lubang-lubang kecil pada lintasan air track, maka saat ada
kereta diletakan, udara akan menahan kereta sehingga tidak
bersentuhan langsung dengan lintasan, jadi bisa dikatakan besar
gesekan antara kereta dan lintasan adalah 0 (nol).

Kecepatan kereta pada air track dapat diketahui dengan
persamaan:
=



x = jarak antara penghalang cahaya
=waktu yang diperlukan

Percepatan kereta dapat diktahui dengan persamaan :
=
21
12

3

V1 = kecepatan kereta pada gerbang ke-1
V2 = kecepatan kereta pada gerbang ke-2
1 2 = selisih antara 1 dan 2

B. Alat dan Bahan

Alat dan bahan yang digunakan pada percobaan ini adalah sebagi
berikut :
- 1 unit alat Linear Air Track Experiment yang terdiri
dari :
Air track
Kereta Air track
Alat Penyangga
Karet Gelang
Beban Tambahan
Tali
- Air Blower
- Neraca Lengan O Hauss
- Photodioda dan kabel-kabelnya
- Time counter atau Penghitung Waktu
- Jangka Sorong

C. Cara Kerja
Percobaan 1 Kecepatan Konstan
1. Merangkai alat-alat ada Air track sesuai petunjuk dan
arahan pembimbing
2. Menyalakan blower dan memasangkan karet gelang ada
3. Mengukur jarak antara penghalang gerbang cahaya
menggunakan jangka sorong
4

4. Memasangkan penghalang cahaya pada glyder
menggunakan sekrup yang terdapat dalam paket air track
5. Meletakan glyder pada lintasan air track, dengan kondisi
penghalang cahaya menghadap ke photodioda, lalu
memantulkan kereta ke arah karet gelang
6. Mencatat hasil waktu yang terdapat pada time counter dan
memasukkan ke dalam tabel
7. Mengulangi langkah 5 dan 6 sebanyak 4 kali

Percobaan 2 Kecepatan Konstan ditambah Massa
1. Menimbang beban menggunakan neraca o hauss dan
memasukkan data hasil penghitungan ke dalam tabel
2. Memasangkan penghalang cahaya pada glyder
menggunakan sekrup yang terdapat dalam paket air track
dengan menambahkan beban
3. Meletakan glyder pada lintasan air track, dengan kondisi
penghalang cahaya menghadap ke photodioda, lalu
mematulkan kereta kearah karet gelang
4. Mencatat hasil waktu yang terdapat pada time counter dan
memasukkan ke dalam tabel
5. Mengulangi langkah 2 sampai 4 dengan menambahkan
beban secara bertahap sampai 4 kali penambahan

Percobaan 3 Hukum Newton III
1. Mengukur tinggi penyangga tambahan menggunakan
jangka sorong lalu memasukkan hasil pengukuran ke
dalam tabel
2. Meletakkan penyangga tambahan di salah satu kaki
penyangga air track
5

3. Meletakan glyder berpenghalang cahaya pada lintasan air
track
4. Mencatat hasil waktu yang terhitung pada time counter
dan memasukkan ke dalam tabel
5. Mengulangi langkah 1-4 dengan menambahkan
penyangga tambahan secara bertahap sebanyak 4 kali

Percobaan 4 Kecepatan Konstan ditambah Massa Kereta
1. Menimbang massa beban lalu memasukkan hasil
penghitungan ke dalam tabel.
2. Memasangkan pengait pada kereta menggunakan sekrup,
lalu menghubungkan tali dengan beban, lalu meletakan
tali pada celah katrol.
3. Lalu meletakkan glyder pada lintasan dengan penghalang
menghadap pada photodioda.
4. Mencatat hasil waktu yang terhitung pada time counter
dan memasukkan hasil perhitungan ke dalam tabel.
5. Mengulangi langkah 1-5 dengan menambahkan beban
secara bertahap sebanyak 4 kali

III. Data Pengamatan

A. Percobaan 1

6

B. Percobaan 2

C. Percobaan 3

D. Percobaan 4
IV. Analisis Data

Pada percobaan pertama, kita mencari besar kecepatan dengan rumus :

=



7

Dengan x sebesar 0,01 meter dan t sesuai dengan angka yang tercatat oleh
time counter. Setelah melakukan percobaan sebanyak 5 kali diketahui data
yang diperoleh adalah sebagai berikut :

Setelah diketahui nilai V1 dan V2, maka dihitunglah Vrelatif untuk mengetahui
besarnya galat atau error pada penghitungan dalam mencari kecepatan,
dengan rumus:
=
|2 1|
2
100%

Ternyata hasil yang didapatkan dari ke-5 percobaan adalah sebesar 1, 195% ;
1,793% ; 2,332% ; 1,534% ; dan 1,136%. Setelah dirata-rata, nilai error-nya
adalah 1,598%.

Maka dapat disimpulkan, bahwa kecepatan pada saat t1 dan t2 adalah
konstan karena antara V1 dan V2 memililki perbedaan yang sangat kecil, yaitu
hanya 1,598% saja. Dan dengan standart deviasi sebesar 0,4892%.

Pada percobaan kedua, pada kereta atau glyder ditambahkan massa tambahan,
lalu percobaan dilakukan seperti pada percobaan 1, sebanyak 5 kali dengan
menggunakan massa yang berbeda-beda. Setelah 5 kali percobaan, diperoleh
data sebagai berikut :

8


Kemudian data dari percobaan ke-2 dihitung sama seperti pada percobaan
pertama, ternyata diperoleh Vrelatif sebesar,035% ; 0,9163% ; 2,561% ;
0,8863% ; dan 1,445%. Kemudian ke05 data tersebut dirata-rata dan
mendapatkan nilai rat-rata 1,3678%, dengan standart deviasi 0,7030%. Dari
data diatas dapat disimpulkan bahwa penambahan massa mempengaruhi
kecepatan pada kereta, karena kecepatan kereta bertambah jika dibandingkan
dengan kecepatan pada tabel percobaan pertama.
Jadi dapat disimpulkan bahwa penambahan massa beban pada kereta,
mempengaruhi kecepatan kereta.
Pada percobaan ke-3, pada salah satu ujung lintasan air track diberi penyangga
tambahan, sehingga posisi salah satu ujung air track lebih tinggi dari ujung
lainnya, dan terbentuklah sudut sebesar . Karena salah satu ujung dengan
posisi yang lebih tinggi , maka muncul percepatan ( ) , percepatan muncul
karena adanya perbedaan atau selisih waktu pada saat glyder melewati
gerbang cahaya. Percepatan ( ) dapat dicari dengan rumus :

=
2 1
1 2


Setelah dilakukan percobaan sebanyak 5 kali dengan penambahan penyangga
tambahan secara berkali hingga 4 kali, diperolehlah data sebagi berikut :

9


Kemudian dihitunglah besar Sin dengan menggunakan rumus phytagoras,
dengan acuan panjang sisi samping sebesar 0,861 meter. Setelah didapatkan
nilai Sin , kita dapat mencari besarnya gaya gravitasi, dengan rumus :

=




Kita mengetahui bahwa nilai gaya gravitasi yang diakui oleh dunia
internasional adalah sebesar 9,8 m/s
2
. Untuk mengukur ketepatan data
percobaan kita, maka perlu dihitung besarnya galat atau error, dengan rumus
sebagai berikut:

=
| 9,8|
9,8
100%

Dari perhitungan diatas, didapatkan bahwa besarnya grelatif adalah sebesar
9,499% ; 5,419% ; 3,807% ; 0,265% ; dan 0,801%, dengan besar grelatif rata-
rata adalah sebesar 3,958% dengan standart deviasi sebesar 3,757%.
Dari percobaan ke-3 ini, kita dapat mencari besarnya gaya gravitasi dan
membuktikan bahwa gaya gravitasi bumi adalah benar 9,8 m/s.
10

Pada percobaan ke-4, kereta atau glyder dihubungkan dengan seutas tali yang
diberi beban pemberat. Setelah dilakukan 5 kali percobaan dengan massa
beban yang berbeda, didapatkan hasil sebagai berikut :

Di percobaan ini, sama seperti percobaan-percobaan sebelumnya, nilai V1, V2
dan dihitung menggunakan rumus yang sudah ada sebelumnya. Sedangkan
untuk mtimbang didapatkan dari menimbang massa kereta menggunakan neraca
lengan o hauss yaitu sebesar 0,1099 kg. Untuk mencari massa kereta secara
teori, dapat dilakukan dengan rumus :

1 = 2(
9,8

1)

Setelah didapatkan nilai m1, maka dpat dicari besar galat atau error pada
massa kereta dengan rumus :

=
| 1|

100%

Dari perhitungan didapatkan error sebesar 12,87% ; 12,26% ; 12,74% ;
15,00% dan 15,17% dengan rata-rata kesalahan sebesar 13,61% dan standart
seviasi sebesar 1,369%.
Dari data diatas, dapat disimpulkan bahwa untuk mencari massa suatu benda
dapat dicari dmenggunakan rumus. Namun karena pada percobaan ke-4, galat
11

atau error melebihi 10%, maka dapat dipastikan terdapat kesalahan acak
maupun kesalahan sistematis dalam melakukan percobaan terakhir.

Setelah kami telusuri, ada beberapa kemungkinan kesalahan baik acak
maupun sistematis yang telah terjadi , diantaranya :
- Kesalahan saat melepaskan kereta sesaat sebelum
kereta meluncur
- Kesalahan saat memasang tali pada katrol
- Kesalahan dalam membaca angka pada time counter
- Kesalahan saat menimbang massa benda menggunakan
neraca lengan o hauss
- Dan kesalahan-kesalahan akibat humman error lainnya
V. Kesimpulan

Dari ke-4 percobaan diatas, dapat diambil kesimpulan sebagai berikut :

1. Kecepatan kereta pada lintasan air track pada percobaan pertama
adalah konstan.
2. Kecepatan kereta pada percobaan ke-2 setelah ditambah massa
mengalami perubahan, sehingga dapat disimpulkan bahwa
kecepatan kereta dipengaruhi oleh massa beban.
3. Pada percobaan ke 3 dapat dicari bahwa besarnya gravitasi bumi
mendekati 9,8 m/s
2
atau sesuai dengan besarnya gravitasi bumi
yang diakui oleh dunia ineternasional.
4. Massa suatu benda dapat dicari menggunakan rumus dengan
ketepatan mendekati angka yang ditunjukkan oleh neraca lengan
hauss.
5. Ketidaksesuaian hasil secara teori dengan hasil besaran asli dapat
disebabkan oleh kesalahan acak dan esalah sistematis saat
melakukan percobaan, sehingga hasil percobaan tidak dapat
12

sepenuhnya dijadikan acuan untuk mengukur, karena dapat
dipengaruhi oleh faktor eksternal.

VI. Saran

Semoga pada percobaan berikutnya, suasana kelas dapat lebih kondusif
lagi sehingga penjelasan mengenai praktikum oleh Bapak dosen maupun
Bapak asisten dosen dapat ditangkap dengan lebih baik oleh mahasiswa.

VII. Referensi
Modul Praktikum Lab Fisika Dasar Surya University