Anda di halaman 1dari 6

Yushini Ayu Laras Ratri

240210150051

IV. HASIL PENGAMATAN DAN PEMBAHASAN

Praktikum kali ini mengenai sifat optik pada bahan pangan. Karakteristik
optik bahan pangan menggambarkan respon bahan pangan terhadap paparan
radiasi elektromagnetik dan khususnya untuk cahaya tampak. Karakteristik optik
dapat memnentukan tigkat kematangan dan kualitas suatu bahan pangan.
Pengujian sifat optik menggunakan refraktometer untuk melihat indeks bias dan
o
Brix. Alat yang digunakan adalah Refraktometer Abbe.
Prinsip kerja refraktometer adalah pembiasan, dasar pembiasan adalah
penyinaran yang menembus dua macam media dengan kerapatan yang berbeda
karena perbedaan kerapatan tersebut akan terjadi perubahan arah sinar. Pringsip
pengukuran dengan sinar yang ditransmisikan sinar kasa/sumber sinar prisma
sampel telescope. Pringsip kerja refraktometer terdapat 3 bagian yaitu : Sampel,
Prisma dan Papan Skala. Refractive index prisma jauh lebih besar dibandingkan
dengan sample. Jika sampel adalah larutan berkonsentrasi rendah, maka sudut
refraksi akan lebar sehingga di papan skala sinar a akan jatuh pada skala rendah.
Jika larutan sampel pekat, maka sudut refraksi akan kecil sehingga di papan skala
sinar b jatuh pada skala besar.
Brix adalah nilai yang menyatakan jumlah zat terlarut pada suatu larutan.
Brix biasanya digunakan untuk menentukan suatu konsentrasi larutan. Peningkatan
konsentrasi ditandai dengan kenaikan Brix pada larutan. Sebagai contoh pada
pengolahan gula merah karena proses evaporasi terjadi peningkatan Brix dari 15-
18 brix menjadi 70 brix. Indeks bias merupakan salah satu dari beberapa sifat
optis yang penting dari medium. Indeks bias memainkan peran yang cukup penting
di dalam beberapa bidang diantaranya adalah dalam teknologi film tipis dan fiber
optik (Sapkota et al, 2009). Berikut hasil pengamatan pengujian sifat optik pada
berbagai sampel.
Yushini Ayu Laras Ratri
240210150051

Tabel 3. Hasil Pengamatan Sifat Optik


Kelompo o
Sampel Indeks Bias Brix Suhu (oC)
k
1 Madurasa Sachet 1,490 79,7 24,7
2 Madurasa Botol 1,487 78,6 24,8
3 Buavita Brokoli 1,305 11,90 24,4
4 Buavita Apel 1,349 11,00 24,2
5 Jeruk 1,356 15,05 24,2
6 Mentimun 1,377 2,50 25,0
(Sumber: Dokumentasi Pribadi, 2017)

Berdasarkan hasil pengamatan, nilai indeks bias tertinggi terdapat pada


sampel madurasa sachet, nilai oBrix tertinggi pada sampel jeruk, dan suhu
tertinggi pada sampel mentimun. Hal ini tidak sesuai dengan literatur. Derajat brix
dan indeks bias dapat mempengaruhi suhu. Suhu akan naik seiringnya dengan
kenaikan derajat brix maupun indeks bias. Madurasa sachet memiliki oBrix lebih
tinggi dibandingkan dengan oBrix madurasa botol. Hasil ini tidak sesuai dengan
literatur yang ada karena semakin pekat suatu larutan maka padatan terlarut dalam
larutan tersebut juga akan semakin tinggi. Madurasa botol memiliki derajat brix
dan indeks bias tinggi dikarenakan konsentrasi air dalam madurasa botol rendah
yang menyebabkan konsentrasi larutan madurasa botol tinggi dan pekat.
Nilai oBrix buahvita brokoli lebih tinggi dibandingkan dengan buahvita
apel, sedangkan Nilai oBrix jeruk lebih tinggi dibandingkan dengan mentimun.
o
Timun memiliki Brix dan indeks bias terendah karena timun memiliki
konsentrasi air yang tinggi yang menyebabkan konsentrasi timun yang telah
dihancurkan rendah dan encer. Suhu akan turun seiring dengan turunnya oBrix dan
indeks bias.
Indeks bias suatu larutan gula mempunyai hubungan yang erat dengan
brix, artinya bahwa jika indeks bias gula bisa diukur, maka brix gula dapat
dihitung berdasarkan indeks bias tersebut (Zemansky, 1987).
Selain menggunakan refraktometer, untuk mengukur konsentrasi larutan
dapat menggunakan Portable Brixmeter. Portable Brixmeter adalah alat untuk
mengukur besar konsentrasi larutan yang terkandung di dalam larutan. Satuan
skala pembacaan alat ini adalah Brix (Tiffany, Eko. 2015).
Fungsi mengetahui Brix bahan pangan adalah kita dapat mengetahui
kadar gula pada suatu bahan, yang nantinya akan berpengaruh pada suatu proses
Yushini Ayu Laras Ratri
240210150051

pengolahan seperti suhu pemanasan, penambahan bahan tambahan, alat yang


digunakan yang tentunya harus disesuaikan dengan deratat brix atau kadar gula
bahan tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan, suhu madurasa sachet 24,7 oC, madurasa
botol 24,8 oC, buavita brokoli 24,4 oC, buavita apel 24,2 oC, jeruk 24,2 oC, dan
timun 25,0 oC. Suhu dapat dipengaruhi kondisi bahan pangan, komponen yang
terkandung pada bahan, lingkungan sekitar, dan lain-lain.
Pengaruh temperatur terhadap indeks bias gelas adalah sangat kecil, tetapi
cukup besar terhadap cairan dan terhadap kebanyakan bahan plastik yang perlu
diketahui indeksnya. Karena pada suhu tinggi kerapatan optik suatu zat itu
berkurang, indeks biasnya akan berkurang. Perubahan per oC berkisar antara 5.10-
5 sampai 5.10-4. Pengukuran yang seksama sampai desimal yang ke-4 hanya
berarti apabila suhu diketahui dengan seksama pula (Mulyono, 1997).
Yushini Ayu Laras Ratri
240210150051

V. KESIMPULAN
o
1. Brix dari tertinggi hingga terendah adalah madu rasa botol (murni), madu
rasa sachet, jeruk, buavita brokoli, buavita apel, dan mentimun.
2. Indeks bias madurasa sachet adalah 1,490, madurasa botol 1,487, buavita
brokoli 1,305, buavita apel 1,349, jeruk 1,356, dan timun 1,377.
3. Suhu madurasa sachet 24,7 oC madurasa botol 24,8 oC, buavita brokoli
24,4 oC, buavita apel 24,2 oC, jeruk 24,2 oC, dan timun 25,0 oC.
Yushini Ayu Laras Ratri
240210150051

DAFTAR PUSTAKA

Mulyono. 1997. Kamus Pintar Kimia. Erlangga, Jakarta.

Sapkota, I., D. Pandit dan R. Prajapati. 2009. Study of Concentration Dependence


of Refractive Index of liquids Using a Minimum Deviation Method. ST.
Xaviers Journal of Science. Vol. 1.

Tiffany, Rahma., Eko Hidayanto. 2015. Penentuan Indeks Bias dari Konsentrasi
Sukrosa (C12H22O11) pada Beberapa Sari Buah menggunakan Portable
Brixmeter. Youngster Physics Journal. Vol 4 No2 April 2015 hal 173-180.

Zemansky, Sears. 1987. Fisika untuk Universitas. Binacitra, Jakarta.


Yushini Ayu Laras Ratri
240210150051

LAMPIRAN

JAWABAN PERTANYAAN
1. Faktor-faktor apa saja yang dapat mempengaruhi karakteristik optik bahan
pangan ?
Jawab :
Tingkat keenceran dari bahan pangan, kekeruhan, suhu, penambahan pelarut
lain atau modifikasi pelarut.

2. Apa saja metode yang dapat digunakan untuk menentukan indeks bias zat
cair? Dan jelaskan prinsip masing-masing metode?
Jawab:
Metode Portable Brix Meter yang merupakan alat yang dapat digunakan
dengan prinsip mengukur besarnya konsentrasi larutan yang terkandung di
dalam suatu larutan. Satuan skala pembacaan Portable Brix Meter adalah
nilai Brix.

3. Bagaimana prinsip kerja dari Refraktometer ABBE?


Jawab :
Prinsip Refraktometer ABBE yaitu menentukan jumlah zat terlarut dalam
larutan dengan melewatkan cahaya ke dalamnya. Sumber cahaya
ditransmisikan oleh serat optic ke dalam salah satu sisi prisma dan secara
internal akan dipantulkan ke interface prisma dan sampel larutan. Bagian
cahaya ini akan dipantulkan kembali ke sisi yang berlawanan pada sudut
tertentu yang tergantung dari indeks bias larutannya.