Anda di halaman 1dari 618

2016 LAPORAN TAHUNAN

MENGOPTIMALKAN SINERGI MENUJU KINERJA YANG BERKELANJUTAN


PT Pupuk Indonesia (Persero) www.pupuk-indonesia.com
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

2 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

MENGOPTIMALKAN
SINERGI, MENUJU KINERJA
YANG BERKELANJUTAN

Kondisi Industri pupuk Nasional di tahun 2016 diwaranai oleh berbagai tantangan. Harga
gas bumi masih tinggi sehingga melemahkan daya saing industri pupuk. Supply urea dunia
yang sudah mencapai tingkat berlebih sehingga menurunkan harga urea. Serta kondisi
pabrik yang sudah tua sehingga membutuhkan konsumsi gas yang tinggi. Hal tersebut
membawa dampak signifikan bagi kegiatan operasional dan Pengembangan usaha Pupuk
Indonesia sebagai Holding Company BUMN Pupuk di Indonesia.

Menyikapi kondisi tersebut, Perseroan mengambil langkah-langkah untuk memperkuat


fundamental kinerja melalui melalui penguatan Corporate Culture dan Corporate Image
serta diiringi oleh program revitalisasi untuk meningkatkan efisiensi dan menghasilkan
produk turunan yang memiliki nilai tambah tinggi. Perseroan juga terus memperkuat
sinergi dengan seluruh anak perusahaan serta mendorong langkah-langkah inovasi baik
pengembangan produk baru maupun memperkuat portfolio produk eksisting Perseroan.

Beberapa proyek andalan yang berhasil diimplementasikan tahun 2016, antara lain
proyek Amurea II di PT Petrokimia Gresik, Proyek Pusri IIB di Palembang, proyek UBS di
Bontang, serta penjajakan untuk pengembangan industri petrokimia di Bintuni.

Keberhasilan eksekusi proyek-proyek tersebut menjadi bukti bahwa penguatan


sinergi yang dilakukan selama tahun 2016, baik secara internal maupun dengan Anak
Perusahaan, berhasil membawa Perseroan mengatasi setiap tantangan di menghadirkan
prospek kinerja yang berkelanjutan di masa yang akan datang.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 1
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Daftar Isi

Laporan Kepada
Pemangku Kepentingan [31]
32 Laporan Dewan Komisaris

40 Laporan Direksi

52 Surat Pernyataan Anggota Direksi & Dewan Komisaris Tentang


Tanggung Jawab atas Laporan Tahunan Tahun 2016

Profil Perusahan [55]


56 Identitas Perusahaan 87 Entitas Anak Perusahaan/
Entitas Asosiasi dan
58 Sejarah Singkat Perusahaan
Struktur Grup Perusahaan
62 Jejak Langkah Perusahaan
92 Struktur Grup Perusahaan
64 Visi, Misi dan Nilai-nilai
93 Kronologis Pencatatan
Perusahaan
Saham
66 Bidang Usaha Perusahaan
93 Tindakan Korporasi &
67 Produk Pupuk Indonesia Pencatatan Obligasi
Group
Tema & Navigasi
94 Kronologis Pencatatan
71 Penghargaan Obligasi

72 Struktur Organisasi 95 Lembaga Profesi


1 Penjelasan Tema Perusahaan Penunjang Perusahaan

2 Daftar Isi 74 Profil Dewan Komisaris 96 Informasi pada Website


Perusahaan
80 Profil Direksi
4 Referensi Penyusunan
98 Wilayah Kerja Perusahaan
Laporan 85 Komposisi Pemegang
Saham

Ikhtisar [13]
Sumber Daya Manusia [101]
14 Kesinambungan Tema
103 Pengelolaan SDM 112 Rekrutmen SDM
16 Ikhtisar Kinerja 2016
104 Rencana & Strategi SDM 113 Pengembangan
18 Ikhtisar Keuangan 2016
Kompetensi Karyawan
106 Pencapaian Kinerja SDM
20 Ikhtisar Operasional
2016 117 Realisasi Pencapaian
2016
Mandays
107 Profil SDM
21 Ikhtisar Obligasi 2016
117 Penilaian Produktivitas
112 Struktur Pengelola SDM
22 Peristiwa Penting 2016 Kerja

2 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Tata Kelola Perusahaan [221]


Pembahasan
Manajemen [119]
223 Komitmen Terhadap 332 Penilaian Kinerja Dewan
Penerapan GCG Secara Komisaris tahun 2016
Berkelanjutan 342 Organ Penunjang Direksi
121 Kondisi Perekonomian 223 Kebijakan GCG 342 Sekretaris Perusahaan
Dunia dan Indonesia
225 Penanggungjawab 350 Satuan Pengawas Intern
126 Tinjauan Usaha Implementasi GCG
361 Audit Eksternal
148 Kebijakan Teknologi 229 Kinerja Penerapan GCG
PI Grup 365 Manajemen Risiko
Informasi
243 Struktur Organ GCG 372 Perkara Penting Yang
153 Tinjauan Kinerja Sedang Dihadapi
Perusahaan
Keuangan Perusahaan, Entitas
245 Rapat Umum Pemegang Anak, Anggota Dewan
160 Analisa Posisi Keuangan Saham Komisaris Dan Direksi
191 Investasi Barang Modal 251 Dewan Komisaris Yang Masih Menjabat
194 Ikatan Material untuk 279 Komisaris Independen 377 Akses Informasi Dan
Investasi Barang Modal 285 Komite-komite di Bawah Data Perusahaan

193 Perbandingan antara Dewan Komisaris 388 Pedoman Etika


Target pada Awal Tahun 285 Komite Audit Perusahaan
Buku dengan Realisasi, 396 Sistem Pelaporan
294 Komite GCG & Pemantau
dan Proyek yang Ingin Pelanggaran
Manajemen Risiko
Dicapai untuk Satu
303 Fungsi Nominasi dan/ 405 Kepatuhan Pelaporan
Tahun Mendatang
atau Remunerasi LHKPN & Kebijakan
205 Informasi Transaksi Anti-Gratifikasi Pupuk
306 Direksi Indonesia
Material yang
Mengandung Benturan 323 Kebijakan Remunerasi
Kepentingan atau Dewan Komisaris & Direksi
Transaksi dengan Pihak
Afiliasi

214 Perubahan Peraturan


Tanggung Jawab Sosial Perusahaan [410]
dan Dampaknya
Terhadap Perusahaan 412 Pendahuluan 434 Tanggung jawab Terhadap
216 Informasi Kelangsungan Pengembangan Sosial dan
418 Tanggung Jawab Terhadap Kemasyarakatan
Usaha
Lingkungan Hidup
445 Tanggung jawab Terhadap
217 Roadmap
426 Tanggung jawab Terhadap Pelanggan
Pengembangan Usaha
Ketenagakerjaan,
Kesehatan dan
Keselamatan Kerja (K3)

Laporan Keuangan Audit [459]

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 3
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Referensi Penyusunan Laporan Tahunan

Kriteria Penjelasan Hlm.

I. Umum
1. Laporan tahunan disajikan dalam bahasa
Indonesia yang baik dan benar dan
4
dianjurkan menyajikan juga dalam bahasa
Inggris.
2. Laporan tahunan dicetak dengan kualitas
yang baik dan menggunakan jenis dan 4
ukuran huruf yang mudah dibaca.
3. Laporan tahunan mencantumkan identitas Nama perusahaan dan tahun Annual Report ditampilkan di:
perusahaan dengan jelas. 1. Sampul muka;
2. Samping; 4
3. Sampul belakang; dan
4. Setiap halaman.
4. Laporan tahunan ditampilkan di website Mencakup laporan tahunan terkini dan tahun-tahun sebelumnya.
4
perusahaan.
II. Ikhtisar Data Keuangan Penting
1. Informasi hasil usaha perusahaan dalam Informasi memuat antara lain:
bentuk perbandingan selama 3 (tiga) tahun 1. Penjualan/pendapatan usaha;
buku atau sejak memulai usahanya jika 2. Laba (rugi):
perusahaan tersebut menjalankan kegiatan a. Distribusikan kepada pemilik entitas induk; dan
usahanya selama kurang dari 3 (tiga) tahun. b. Distribusikan kepada kepentingan nonpengendali;
3. Penghasilan komprehensif periode berjalan; 19
a. Distribusikan kepada pemilik entitas induk; dan
b. Distribusikan kepada kepentingan nonpengendali; dan
4. Laba (rugi) per saham.
Catatan: Apabila perusahaan tidak memiliki entitas anak, perusahaan menyajikan laba (rugi) dan
penghasilan komprehensif periode berjalan secara total.
2. Informasi posisi keuangan perusahaan Informasi memuat antara lain:
dalam bentuk perbandingan selama 3 (tiga) 1. Jumlah investasi pada entitas asosiasi;
tahun buku atau sejak memulai usahanya 2. Jumlah aset;
18
jika perusahaan tersebut menjalankan 3. Jumlah liabilitas; dan
kegiatan usahanya selama kurang dari 3 4. Jumlah ekuitas.
(tiga) tahun.
3. Rasio keuangan dalam bentuk perbandingan Informasi memuat 5 (lima) rasio keuangan yang umum dan relevan dengan industri perusahaan.
selama 3 (tiga) tahun buku atau sejak
memulai usahanya jika perusahaan tersebut 18
menjalankan kegiatan usahanya selama
kurang dari 3 (tiga) tahun.
4. Informasi harga saham dalam bentuk tabel 1. Jumlah saham yang beredar;
dan grafik. 2. Informasi dalam bentuk tabel yang memuat:
a. Kapitalisasi pasar berdasarkan harga pada Bursa Efek tempat saham dicatatkan;
b. Harga saham tertinggi, terendah, dan penutupan berdasarkan harga pada Bursa Efek tempat
saham dicatatkan; dan
N/A
c. Volume perdagangan saham pada Bursa Efek tempat saham dicatatkan.
3. Informasi dalam bentuk grafik yang memuat paling kurang:
a. Harga penutupan berdasarkan harga pada Bursa Efek tempat saham dicatatkan; dan
b. Volume perdagangan saham pada Bursa Efek tempat saham dicatatkan.
Untuk setiap masa triwulan dalam 2 (dua) tahun buku terakhir.
5. Informasi mengenai obligasi, sukuk atau Informasi memuat:
obligasi konversi yang masih beredar dalam 1. Jumlah obligasi/sukuk/obligasi konversi yang beredar (outstanding);
2 (dua) tahun buku terakhir. 2. Tingkat bunga/imbalan;
21
3. Tanggal jatuh tempo; dan
4. Peringkat obligasi/sukuk tahun 2015 dan 2016.
Catatan: apabila perusahaan tidak memiliki obligasi/sukuk/obligasi konversi, agar diungkapkan.
III. Laporan Dewan Komisaris & Direksi
1. Laporan Dewan Komisaris. Memuat hal-hal sebagai berikut:
1. Penilaian atas kinerja Direksi mengenai pengelolaan perusahaan dan dasar
penilaiannya;
2. Pandangan atas prospek usaha perusahaan yang disusun oleh Direksi dan dasar
32
pertimbangannya;
3. Pandangan atas penerapan/pengelolaan whistleblowing system (WBS) di perusahaan dan peran
Dewan Komisaris dalam WBS tersebut; dan
4. Perubahan komposisi Dewan Komisaris (jika ada) dan alasan perubahannya.

4 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kriteria Penjelasan Hlm.

2. Laporan Direksi. Memuat hal-hal sebagai berikut:


1. Analisis atas kinerja perusahaan, yang mencakup antara lain:
a. kebijakan strategis;
b. perbandingan antara hasil yang dicapai dengan yang ditargetkan; dan
40
c. kendala-kendala yang dihadapi perusahaan dan langkah-langkah penyelesaiannya;
2. Analisis tentang prospek usaha;
3. Perkembangan penerapan tata kelola perusahaan pada tahun buku; dan
4. Perubahan komposisi anggota Direksi (jika ada) dan alasan perubahannya.
3. Tanda tangan anggota Dewan Komisaris Memuat hal-hal sebagai berikut:
dan anggota Direksi 1. Tanda tangan dituangkan pada lembaran tersendiri;
2. Pernyataan bahwa Dewan Komisaris dan Direksi bertanggung jawab penuh atas kebenaran isi
laporan tahunan;
3. Ditandatangani seluruh anggota Dewan Komisaris dan anggota Direksi dengan menyebutkan
52
nama dan jabatannya; dan
4. Penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari yang bersangkutan dalam hal terdapat anggota
Dewan Komisaris atau anggota Direksi yang tidak menandatangani laporan tahunan, atau
penjelasan tertulis dalam surat tersendiri dari anggota yang lain dalam hal tidak terdapat penjelasan
tertulis dari yang bersangkutan.
IV. Profil Perusahaan
1. Nama dan alamat lengkap perusahaan. Informasi memuat antara lain: nama & alamat, kode pos, no.telp, no.fax, email, dan website. 56
2. Riwayat singkat perusahaan. Mencakup antara lain: tanggal/tahun pendirian, nama, dan perubahan nama perusahaan 58
3. Bidang usaha. Uraian mengenai antara lain:
1. Kegiatan usaha perusahaan menurut anggaran dasar terakhir;
66
2. Kegiatan usaha yang dijalankan; dan
3. Produk dan/atau jasa yang dihasilkan.
4. Struktur organisasi. Dalam bentuk bagan, meliputi nama dan jabatan paling kurang sampai dengan struktur satu tingkat di
72
bawah direksi.
5. Visi, Misi, dan Budaya Perusahaan. Mencakup:
1. Visi perusahaan;
2. Misi perusahaan;
64
3. Keterangan bahwa visi dan misi tersebut telah direviu dan disetujui oleh Direksi/Dewan Komisaris
pada tahun buku; dan
4. Pernyataan mengenai budaya perusahaan (corporate culture) yang dimiliki perusahaan.
6. Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Informasi memuat antara lain:
Dewan Komisaris. 1. Nama;
2. Jabatan dan periode jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain);
3. Umur;
4. Domisili; 74
5. Pendidikan (Bidang Studi dan Lembaga Pendidikan);
6. Pengalaman kerja (Jabatan, Instansi & Periode Menjabat); dan
7. Riwayat penunjukkan (periode dan jabatan) sebagai anggota Dewan Komisaris di Perusahaan
sejak pertama kali ditunjuk.
7. Identitas dan riwayat hidup singkat anggota Informasi memuat antara lain:
Direksi. 1. Nama;
2. Jabatan dan periode jabatan (termasuk jabatan pada perusahaan atau lembaga lain);
3. Umur;
4. Domisili; 80
5. Pendidikan (Bidang Studi dan Lembaga Pendidikan);
6. Pengalaman kerja (Jabatan, Instansi & Periode Menjabat); dan
7. Riwayat penunjukkan (periode dan jabatan) sebagai anggota Dewan Komisaris di Perusahaan
sejak pertama kali ditunjuk.
8. Jumlah karyawan (komparatif 2 tahun) dan Informasi memuat antara lain:
data pengembangan kompetensi karyawan 1. Jumlah karyawan untuk masing-masing level organisasi;
yang mencerminkan adanya kesempatan 2. Jumlah karyawan untuk masing-masing tingkat pendidikan;
untuk masing-masing level organisasi 3. Jumlah karyawan berdasarkan status kepegawaian; 101
4. Data pengembangan kompetensi karyawan yang telah dilakukan pada tahun buku yang terdiri dari
pihak (level jabatan) yang mengikuti pelatihan, jenis pelatihan, dan tujuan pelatihan; dan
5. Biaya pengembangan kompetensi karyawan yang telah dikeluarkan pada tahun buku.
9. Komposisi pemegang saham. Mencakup antara lain:
1. Rincian nama pemegang saham yang meliputi 20 pemegang saham terbesar dan persentase
kepemilikannya;
2. Rincian pemegang saham dan persentase kepemilikannya meliputi:
a. Nama pemegang saham yang memiliki 5% atau lebih saham; dan
86
b. Kelompok pemegang saham masyarakat dengan kepemilikan saham masing-masing kurang dari 5%.
3. Nama Direktur dan Komisaris serta persentase kepemilikan sahamnya secara langsung dan tidak
langsung.
Catatan: apabila Direktur dan Komisaris tidak memiliki saham langsung dan tidak langsung, agar
.diungkapkan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 5
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Kriteria Penjelasan Hlm.

10. Daftar entitas anak dan/atau entitas Dalam bentuk tabel memuat informasi antara lain:
asosiasi. 1. Nama entitas anak dan/atau asosiasi;
2. Persentase kepemilikan saham;
87
3. Keterangan tentang bidang usaha entitas anak dan/atau entitas asosiasi; dan
4. Keterangan status operasi entitas anak dan/atau entitas asosiasi (telah beroperasi atau belum
beroperasi).
11. Struktur Grup Perusahaan. Struktur grup perusahaan dalam bentuk bagan yang menggambarkan entitas anak, entitas asosiasi,
92
joint venture, dan special purpose vehicle (SPV).
12. Kronologis pencatatan saham. Mencakup antara lain:
1. Tahun penerbitan saham, jumlah saham, nilai nominal saham, dan harga penawaran saham untuk
masing-masing tindakan korporasi (corporate action);
93
2. Jumlah saham tercatat setelah masing-masing tindakan korporasi (corporate action); dan
3. Nama bursa di mana saham perusahaan dicatatkan.
Catatan: apabila perusahaan tidak memiliki kronologi pencatatan saham, agar diungkapkan.
13. Kronologi penerbitan dan/atau pencatatan Mencakup antara lain:
efek lainnya dari awal penerbitan sampai 1. Nama efek lainnya, tahun penerbitan efek lainnya, tingkat bunga/imbalan efek lainnya, dan tanggal
dengan akhir tahun buku jatuh tempo efek lainnya;
2. Nilai penawaran efek lainnya;
93
3. Nama bursa di mana efek lainnya dicatatkan; dan
4. Peringkat efek.
Catatan: apabila perusahaan tidak memiliki kronologi penerbitan dan pencatatan efek lainnya, agar
diungkapkan.
14. Nama dan alamat lembaga dan/atau profesi Informasi memuat antara lain:
penunjang 1. Nama dan alamat BAE/pihak yang mengadministrasikan saham perusahaan;
95
2. Nama dan alamat Kantor Akuntan Publik; dan
3. Nama dan alamat perusahaan pemeringkat efek

15. Penghargaan yang diterima dalam tahun Penghargaan yang diterima dalam tahun buku terakhir dan/atau sertifikasi yang masih berlaku
buku terakhir dan/atau sertifikasi yang dalam tahun buku terakhir baik yang berskala nasional maupun internasional.
masih berlaku dalam tahun buku terakhir 71
baik yang berskala nasional maupun
internasional
16. Nama dan alamat entitas anak dan/atau Memuat informasi antara lain:
kantor cabang atau kantor perwakilan (jika 1. Nama dan alamat entitas anak; dan
ada). 2. Nama dan alamat kantor cabang/perwakilan. 87
Catatan: apabila perusahaan tidak memiliki entitas anak, kantor cabang, dan kantor perwakilan,
agar diungkapkan.
17. Informasi pada Website Perusahaan. Meliputi paling kurang:
1. Informasi pemegang saham sampai dengan pemilik akhir individu;
2. Isi Kode Etik;
3. Informasi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) paling kurang meliputi bahan mata acara
yang dibahas dalam RUPS, ringkasan risalah RUPS, dan informasi tanggal penting yaitu tanggal
96
pengumuman RUPS, tanggal pemanggilan RUPS, tanggal RUPS, tanggal ringkasan risalah RUPS
diumumkan;
4. Laporan keuangan tahunan terpisah (5 tahun terakhir);
5. Profil Dewan Komisaris dan Direksi; dan
6. Piagam/Charter Dewan Komisaris, Direksi, Komite-komite, dan Unit Audit Internal.
18 Pendidikan dan/atau pelatihan Dewan Meliputi paling kurang informasi (jenis dan pihak yang relevan dalam mengikuti):
Komisaris, Direksi, Komite-komite, Sekretaris 1. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Dewan Komisaris;
Perusahaan, dan Unit Audit Internal 2. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Direksi;
3. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Komite Audit;
4. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Komite Nominasi dan Remunerasi;
5. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Komite Lainnya;
6. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Sekretaris Perusahaan; dan
7. Pendidikan dan/atau pelatihan untuk Unit Audit Internal.
yang diikuti pada tahun buku.
Catatan: apabila tidak terdapat pendidikan dan/atau pelatihan pada tahun buku, agar diungkapkan.
V. Analisa & Pembahasan Manajemen Atas Kinerja Perusahaan
1. Tinjauan operasi per segmen usaha. Memuat uraian mengenai:
1. Penjelasan masing-masing segmen usaha.
2. Kinerja per segmen usaha, antara lain:
a. Produksi; 126
b. Peningkatan/penurunan kapasitas produksi;
c. Penjualan/pendapatan usaha; dan
d. Profitabilitas.
2. Uraian atas kinerja keuangan perusahaan. Analisis kinerja keuangan yang mencakup perbandingan antara kinerja keuangan tahun yang
bersangkutan dengan tahun sebelumnya dan penyebab kenaikan/penurunan suatu akun (dalam
bentuk narasi dan tabel), antara lain mengenai:
1. Aset lancar, aset tidak lancar, dan total aset;
2. Liabilitas jangka pendek, liabilitas jangka panjang dan total liabilitas; 153
3. Ekuitas;
4. Penjualan/pendapatan usaha, beban, laba (rugi), penghasilan komprehensif lain & penghasilan
komprehensif periode berjalan; dan
5. Arus kas.

6 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kriteria Penjelasan Hlm.

3. Bahasan dan analisis tentang kemampuan Penjelasan tentang :


membayar utang dan tingkat kolektibilitas 1. Kemampuan membayar hutang, baik jangka pendek maupun jangka panjang; dan
piutang perusahaan, dengan menyajikan 2. Tingkat kolektibilitas piutang. 183
perhitungan rasio yang relevan sesuai
dengan jenis industri perusahaan.
4. Bahasan tentang struktur modal (capital Penjelasan atas:
structure), dan kebijakan manajemen atas 1. Rincian struktur modal (capital structure) yang terdiri dari utang berbasis bunga/sukuk dan
struktur modal (capital structure policy). ekuitas; dan 189
2. Kebijakan manajemen atas struktur modal (capital structure policies); dan
3. Dasar pemilihan kebijakan manajemen atas struktur modal.
5. Bahasan mengenai ikatan yang material Penjelasan tentang:
untuk investasi barang modal pada tahun 1. Nama pihak yang melakukan ikatan;
buku terakhir. 2. Tujuan dari ikatan tersebut;
3. Sumber dana yang diharapkan untuk memenuhi ikatan-ikatan tersebut;
4. Mata uang yang menjadi denominasi; dan 192
5. Langkah-langkah yang direncanakan perusahaan untuk melindungi risiko dari posisi mata uang
asing yang terkait.
Catatan: apabila perusahaan tidak mempunyai ikatan terkait investasi barang modal pada tahun
buku terakhir agar diungkapkan.
6. Bahasan mengenai investasi barang modal Penjelasan tentang:
yang direalisasikan pada tahun buku 1. Jenis investasi barang modal;
terakhir. 2. Tujuan investasi barang modal; dan 191
3. Nilai investasi barang modal yang dikeluarkan pada tahun buku terakhir.
Catatan: apabila tidak terdapat realisasi investasi barang modal, agar diungkapkan.
7. Informasi perbandingan antara target pada Informasi memuat antara lain:
awal tahun buku dengan hasil yang dicapai 1. Perbandingan antara target pada awal tahun buku dengan hasil yang dicapai (realisasi);
(realisasi), dan target atau proyeksi yang 2. Target atau proyeksi yang ingin dicapai dalam 1 (satu) tahun mendatang.
ingin dicapai untuk satu tahun mendatang 193
mengenai pendapatan, laba, struktur
permodalan, atau lainnya yang dianggap
penting bagi perusahaan.
8. Informasi dan fakta material yang terjadi Uraian kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan termasuk dampaknya terhadap kinerja
setelah tanggal laporan akuntan. dan risiko usaha di masa mendatang. 199
Catatan: apabila tidak ada kejadian penting setelah tanggal laporan akuntan, agar diungkapkan.
9. Uraian tentang Prospek Usaha Perusahaan. Uraian mengenai prospek perusahaan dikaitkan dengan industri dan ekonomi secara umum
217
disertai data pendukung kuantitatif dari sumber data yang layak dipercaya.
10. Uraian tentang aspek pemasaran. Uraian tentang aspek pemasaran atas produk dan/atau jasa perusahaan, antara lain strategi
131
pemasaran dan pangsa pasar.
11. Uraian mengenai kebijakan dividen dan Memuat uraian mengenai:
jumlah dividen kas per saham dan jumlah 1. Kebijakan pembagian dividen;
dividen per tahun yang diumumkan atau 2. Total dividen yang dibagikan;
dibayar selama 2 (dua) tahun buku terakhir. 3. Jumlah dividen kas per saham; 200
4. Payout ratio; dan
5. Tanggal pengumuman dan pembayaran dividen kas untuk masing-masing tahun.
Catatan: apabila tidak ada pembagian dividen, agar diungkapkan alasannya.
12. Program kepemilikan saham oleh karyawan Memuat uraian mengenai:
dan/atau manajemen yang dilaksanakan 1. Jumlah saham ESOP/MSOP dan realisasinya;
perusahaan (ESOP/MSOP). 2. Jangka waktu;
203
3. Persyaratan karyawan dan/atau manajemen yang berhak;
4. Harga exercise.
Catatan: apabila tidak memiliki program dimaksud, agar diungkapkan.
13 Realisasi penggunaan dana hasil penawaran Memuat uraian mengenai:
umum (dalam hal perusahaan masih 1. Total perolehan dana;
diwajibkan menyampaikan laporan realisasi 2. Rencana penggunaan dana;
penggunaan dana). 3. Rincian penggunaan dana;
203
4. Saldo dana; dan
5. Tanggal persetujuan RUPS/RUPO atas perubahan penggunaan dana (jika ada).
Catatan: apabila tidak memiliki informasi realisasi penggunaan dana hasil penawaran umum, agar
diungkapkan.
14. Informasi transaksi material yang Memuat uraian mengenai:
mengandung benturan kepentingan dan/ 1. Nama pihak yang bertransaksi dan sifat hubungan afiliasi;
atau transaksi dengan pihak afiliasi 2. Penjelasan mengenai kewajaran transaksi;
3. Alasan dilakukannya transaksi;
205
4. Realisasi transaksi pada periode tahun buku terakhir;
5. Kebijakan perusahaan terkait dengan mekanisme review atas transaksi; dan
6. Pemenuhan peraturan dan ketentuan terkait.
Catatan: apabila tidak mempunyai transaksi dimaksud, agar diungkapkan.
15. Uraian mengenai perubahan peraturan Uraian memuat antara lain:
perundang-undangan terhadap 1. Nama peraturan perundang-undangan yang mengalami perubahan; dan
perusahaan pada tahun buku terakhir 2. Dampaknya (kuantitatif dan/atau kualitatif) terhadap perusahaan (jika signifikan) atau pernyataan 214
bahwa dampaknya tidak signifikan.
Catatan: apabila tidak terdapat perubahan peraturan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 7
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Kriteria Penjelasan Hlm.

16. Uraian mengenai perubahan kebijakan Uraian memuat antara lain:


akuntansi yang diterapkan perusahaan 1. Perubahan kebijakan akuntansi;
pada tahun buku terakhir. 2. Alasan perubahan kebijakan akuntansi; dan
214
3. Dampaknya secara kuantitatif terhadap laporan keuangan.
Catatan: apabila tidak terdapat perubahan kebijakan akuntansi pada tahun buku terakhir, agar
diungkapkan.
17. Informasi kelangsungan usaha Pengungkapan informasi mengenai:
1. Hal-hal yang berpotensi berpengaruh signifikan terhadap kelangsungan usaha perusahaan pada
tahun buku terakhir;
2. Assessment manajemen atas hal-hal pada angka 1; dan
3. Asumsi yang digunakan manajemen dalam melakukan assessment. 216
Catatan: apabila tidak terdapat hal-hal yang berpotensi berpengaruh signifikan terhadap
kelangsungan usaha perusahaan pada tahun buku terakhir, agar diungkapkan asumsi yang
mendasari manajemen dalam meyakini bahwa tidak terdapat hal-hal yang berpotensi berpengaruh
signifikan terhadap kelangsungan usaha perusahaan pada tahun buku terakhir.
VI. Tata Kelola Perusahaan
1. Uraian Dewan Komisaris. Uraian memuat antara lain:
1. Uraian tanggung jawab Dewan Komisaris;
2. Penilaian atas kinerja masing-masing komite yang berada di bawah Dewan Komisaris dan dasar 251
penilaiannya; dan
3. Pengungkapan mengenai Board Charter (pedoman dan tata tertib kerja Dewan Komisaris).
2. Komisaris Independen (jumlahnya minimal Meliputi antara lain:
30% dari total Dewan Komisaris) 1. Kriteria penentuan Komisaris Independen; dan 279
2. Pernyataan tentang independensi masing-masing Komisaris Independen.
3. Uraian Direksi. Uraian memuat antara lain:
1. Ruang lingkup pekerjaan dan tanggung jawab masing-masing anggota Direksi;
306
2. Penilaian atas kinerja komite-komite yang berada di bawah Direksi (jika ada); dan
3. Pengungkapan mengenai Board Charter (pedoman dan tata tertib kerja Direksi).
4. Penilaian Penerapan GCG untuk tahun Memuat uraian mengenai:
buku 2015 yang meliputi paling kurang 1. Kriteria yang digunakan dalam penilaian;
aspek Dewan Komisaris dan Direksi 2. Pihak yang melakukan penilaian;
3. Skor penilaian masing-masing kriteria; 230
4. Rekomendasi hasil penilaian; dan
5. Alasan belum/tidak diterapkannya rekomendasi.
Catatan: apabila tidak ada penilaian penerapan GCG untuk tahun buku 2015, agar diungkapkan.
5. Uraian mengenai kebijakan remunerasi bagi Mencakup antara lain:
Dewan Komisaris dan Direksi. 1. Pengungkapan prosedur pengusulan sampai dengan penetapan remunerasi Dewan Komisaris;
2. Pengungkapan prosedur pengusulan sampai dengan penetapan remunerasi Direksi;
3. Struktur remunerasi yang menunjukkan komponen remunerasi dan jumlah nominal per
komponen untuk setiap anggota Dewan Komisaris;
4. Struktur remunerasi yang menunjukkan komponen remunerasi dan jumlah nominal per
323
komponen untuk setiap anggota Direksi;
5. Pengungkapan indikator untuk penetapan remunerasi Direksi; dan
6. Pengungkapan bonus kinerja, bonus non kinerja, dan/atau opsi saham yang diterima setiap
anggota Dewan Komisaris dan Direksi (jika ada).
Catatan: apabila tidak terdapat bonus kinerja, bonus non kinerja, dan opsi saham yang diterima
setiap anggota Dewan Komisaris dan Direksi, agar diungkapkan.
6. Frekuensi dan Tingkat Kehadiran Rapat Informasi memuat antara lain:
yang dihadiri mayoritas anggota pada rapat 1. Tanggal Rapat;
Dewan Komisaris (minimal 1 kali dalam 2 2. Peserta Rapat; dan
bulan), Rapat Direksi (minimal 1 kali dalam 3. Agenda Rapat. 319
1 bulan), dan Rapat Gabungan Dewan untuk masing-masing rapat Dewan Komisaris, Direksi, dan rapat gabungan.
Komisaris dengan Direksi (minimal 1 kali
dalam 4 bulan)
7. Informasi mengenai pemegang saham Dalam bentuk skema atau diagram yang memisahkan pemegang saham utama dengan pemegang
utama dan pengendali, baik langsung saham pengendali.
maupun tidak langsung, sampai kepada Catatan: yang dimaksud pemegang saham utama adalah pihak yang, baik secara langsung maupun
86
pemilik individu. tidak langsung, memiliki sekurang-kurangnya 20% (dua puluh perseratus) hak suara dari seluruh
saham yang mempunyai hak suara yang dikeluarkan oleh suatu Perseroan, tetapi bukan pemegang
saham pengendali.
8. Pengungkapan hubungan afiliasi antara Mencakup antara lain:
anggota Direksi, Dewan Komisaris, dan 1. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan anggota Direksi lainnya;
Pemegang Saham Utama dan/atau 2. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dan anggota Dewan Komisaris;
pengendali. 3. Hubungan afiliasi antara anggota Direksi dengan Pemegang Saham Utama dan/atau Pengendali;
330
4. Hubungan afiliasi antara anggota Dewan Komisaris dengan anggota Komisaris lainnya;
5. Hubungan afiliasi antara anggota Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham Utama dan/atau
Pengendali.
Catatan: apabila tidak mempunyai hubungan afiliasi dimaksud, agar diungkapkan.

8 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kriteria Penjelasan Hlm.

9. Komite Audit. Mencakup antara lain:


1. Nama, jabatan, dan periode jabatan anggota komite audit;
2. Riwayat pendidikan (Bidang Studi dan Lembaga Pendidikan) dan pengalaman kerja (Jabatan,
Instansi, dan Periode Menjabat) anggota komite audit;
285
3. Independensi anggota komite audit;
4. Uraian tugas dan tanggung jawab;
5. Uraian pelaksanaan kegiatan komite audit pada tahun buku; dan
6. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite audit.
10. Komite Nominasi dan Remunerasi Mencakup antara lain:
1. Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota komite nominasi dan/atau remunerasi;
2. Independensi komite nominasi dan/atau remunerasi;
3. Uraian tugas dan tanggung jawab;
303
4. Uraian pelaksanaan kegiatan komite nominasi dan/atau remunerasi pada tahun buku;
5. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite nominasi dan/atau remunerasi;
6. Pernyataan adanya pedoman komite nominasi dan/atau remunerasi; dan
7. Kebijakan mengenai suksesi direksi.
11. Komite-komite lain di bawah Dewan Mencakup antara lain:
Komisaris yang dimiliki oleh perusahaan. 1. Nama, jabatan, dan riwayat hidup singkat anggota komite lain;
2. Independensi komite lain;
294
3. Uraian tugas dan tanggung jawab;
4. Uraian pelaksanaan kegiatan komite lain pada tahun buku; dan
5. Frekuensi pertemuan dan tingkat kehadiran komite lain.
12. Uraian tugas dan fungsi Sekretaris Mencakup antara lain:
Perusahaan. 1. Nama, dan riwayat jabatan singkat sekretaris perusahaan;
2. Domisili; 342
3. Uraian tugas dan tanggung jawab; dan
4. Uraian pelaksanaan tugas sekretaris perusahaan pada tahun buku.
13. Uraian mengenai unit audit internal Mencakup antara lain:
1. Nama ketua unit audit internal;
2. Jumlah pegawai (auditor internal) pada unit audit internal;
3. Sertifikasi sebagai profesi audit internal; 350
4. Kedudukan unit audit internal dalam struktur perusahaan;
5. Uraian pelaksanaan kegiatan unit audit internal pada tahun buku; dan
6. Pihak yang mengangkat dan memberhentikan ketua unit audit internal.
14. Akuntan Publik Informasi memuat antara lain:
1. Nama dan tahun akuntan publik yang melakukan audit laporan keuangan tahunan selama 5
tahun terakhir;
2. Nama dan tahun Kantor Akuntan Publik yang melakukan audit laporan keuangan tahunan selama
5 tahun terakhir;
361
3. Besarnya fee untuk masing-masing jenis jasa yang diberikan oleh Kantor Akuntan Publik pada
tahun buku terakhir; dan
4. Jasa lain yang diberikan Kantor Akuntan Publik dan akuntan publik selain jasa audit laporan
keuangan tahunan pada tahun buku terakhir.
Catatan: apabila tidak ada jasa lain dimaksud, agar diungkapkan.
15. Uraian mengenai manajemen risiko Mencakup antara lain:
perusahaan 1. Penjelasan mengenai sistem manajemen risiko yang diterapkan perusahaan;
2. Penjelasan mengenai hasil reviu yang dilakukan atas sistem manajemen risiko pada tahun buku; 365
3. Penjelasan mengenai risiko-risiko yang dihadapi perusahaan; dan
4. Upaya untuk mengelola risiko tersebut.
16. Uraian mengenai sistem pengendalian Mencakup antara lain:
intern 1. Penjelasan singkat mengenai sistem pengendalian internal, antara lain mencakup pengendalian
keuangan dan operasional;
2. Penjelasan kesesuaian sistem pengendalian intern dengan kerangka yang diakui secara
internasional (COSO internal control framework); dan
3. Penjelasan mengenai hasil reviu yang dilakukan atas pelaksanaan sistem pengendalian internal
pada tahun buku.
17. Uraian mengenai corporate social Mencakup antara lain informasi tentang:
responsibility yang terkait dengan 1. Target/rencana kegiatan pada tahun 2016 yang ditetapkan manajemen;
lingkungan hidup 2. Kegiatan yang dilakukan dan dampak kuantitatif atas kegiatan tersebut; dan terkait program
lingkungan hidup yang berhubungan dengan kegiatan operasional perusahaan, seperti
418
penggunaan material dan energi yang ramah lingkungan dan dapat didaur ulang, sistem
pengolahan limbah perusahaan, mekanisme pengaduan masalah lingkungan, pertimbangan
aspek lingkungan dalam pemberian kredit kepada nasabah, dan lain-lain.
3. Sertifikasi di bidang lingkungan yang dimiliki.
18. Uraian mengenai corporate social Mencakup antara lain informasi tentang:
responsibility yang terkait dengan 1. Target/rencana kegiatan pada tahun 2016 yang ditetapkan manajemen; dan
ketenagakerjaan, kesehatan dan 2. Kegiatan yang dilakukan dan dampak kuantitatif atas kegiatan tersebut terkait praktik
426
keselamatan kerja ketenagakerjaan, kesehatan, dan keselamatan kerja, seperti kesetaraan gender dan
kesempatan kerja, sarana dan keselamatan kerja, tingkat turnover karyawan, tingkat
kecelakaan kerja, remunerasi, mekanisme pengaduan masalah ketenagakerjaan, dan lain-lain.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 9
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Kriteria Penjelasan Hlm.

19. Uraian mengenai corporate social Mencakup antara lain informasi tentang:
responsibility yang terkait dengan 1. Target/rencana kegiatan pada tahun 2016 yang ditetapkan manajemen;
pengembangan sosial dan kemasyarakatan 2. Kegiatan yang dilakukan dan dampak atas kegiatan tersebut; dan
3. Biaya yang dikeluarkan
434
Terkait pengembangan sosial dan kemasyarakatan, seperti penggunaan tenaga kerja lokal,
pemberdayaan masyarakat sekitar perusahaan, perbaikan sarana dan prasarana sosial, bentuk
donasi lainnya, komunikasi mengenai kebijakan dan prosedur anti korupsi, pelatihan mengenai
anti korupsi, dan lain-lain.
20. Uraian mengenai corporate social Mencakup antara lain:
responsibility yang terkait dengan tanggung 1. Target/rencana kegiatan yang pada tahun 2016 ditetapkan manajemen; dan
jawab kepada konsumen 2. Kegiatan yang dilakukan dan dampak atas kegiatan tersebut 445
Terkait tanggung jawab produk, seperti kesehatan dan keselamatan konsumen, informasi produk,
sarana, jumlah dan penanggulangan atas pengaduan konsumen, dan lain-lain.
21. Perkara penting yang sedang dihadapi oleh Mencakup antara lain:
perusahaan, entitas anak, anggota Direksi 1. Pokok perkara/gugatan;
dan/atau anggota Dewan Komisaris yang 2. Status penyelesaian perkara/gugatan;
menjabat pada periode laporan tahunan 3. Risiko yang dihadapi perusahaan dan nilai nominal tuntutan/gugatan; dan
4. Sanksi administrasi yang dikenakan kepada perusahaan, anggota Dewan Komisaris dan Direksi, 372
oleh otoritas terkait (pasar modal, perbankan dan lainnya) pada tahun buku terakhir (atau
terdapat pernyataan bahwa tidak dikenakan sanksi administrasi).
Catatan: dalam hal perusahaan, entitas anak, anggota Dewan Komisaris, dan anggota Direksi tidak
memiliki perkara penting, agar diungkapkan.
22. Akses informasi dan data perusahaan Uraian mengenai tersedianya akses informasi dan data perusahaan kepada publik, misalnya melalui
website (dalam bahasa Indonesia dan bahasa Inggris), media massa, mailing list, buletin, pertemuan 377
dengan analis, dan sebagainya.
23. Bahasan mengenai kode etik Memuat uraian antara lain:
1. Pokok-pokok kode etik;
2. Pengungkapan bahwa kode etik berlaku bagi seluruh level organisasi;
3. Penyebarluasan kode etik; 388
4. Sanksi untuk masing-masing jenis pelanggaran yang diatur dalam kode etik (normatif);
5. Jumlah pelanggaran kode etik beserta sanksi yang diberikan pada tahun buku terakhir.
Catatan: apabila tidak terdapat pelanggaran kode etik pada tahun buku terakhir, agar diungkapkan.
24. Pengungkapan mengenai whistleblowing Memuat uraian tentang mekanisme whistleblowing system antara lain:
system 1. Penyampaian laporan pelanggaran;
2. Perlindungan bagi whistleblower;
3. Penanganan pengaduan;
4. Pihak yang mengelola pengaduan; dan 396
5. Jumlah pengaduan yang masuk dan diproses pada tahun buku terakhir;
6. Sanksi/tindak lanjut atas pengaduan yang telah selesai diproses pada tahun buku.
Catatan: apabila tidak terdapat pengaduan yang masuk dan telah selesai diproses pada tahun buku
terakhir, agar diungkapkan.
25. Kebijakan mengenai keberagaman Uraian kebijakan tertulis Perusahaan mengenai keberagaman komposisi Dewan Komisaris dan
komposisi Dewan Komisaris dan Direksi Direksi dalam pendidikan (bidang studi), pengalaman kerja, usia, dan jenis kelamin.
Catatan: apabila tidak ada kebijakan dimaksud, agar diungkapkan alasan dan pertimbangannya.
VII. Informasi Keuangan
1. Surat pernyataan Direksi dan/atau Dewan Kesesuaian dengan peraturan terkait tentang Tanggung Jawab atas Laporan Keuangan.
Komisaris tentang tanggung jawab atas
Laporan Keuangan.
2. Opini auditor independen atas laporan
keuangan.
3. Deskripsi Auditor Independen di Opini. Deskripsi memuat tentang:
1. Nama & tanda tangan;
2. Tanggal Laporan Audit; dan
3. Nomor ijin KAP dan nomor ijin Akuntan Publik.
4. Laporan keuangan yang lengkap. Memuat secara lengkap unsur-unsur laporan keuangan:
1. Laporan posisi keuangan (neraca);
2. Laporan laba rugi komprehensif;
3. Laporan perubahan ekuitas;
4. Laporan arus kas;
5. Catatan atas laporan keuangan; dan
6. Laporan komparatif mengenai periode sebelumnya; dan
7. Laporan posisi keuangan pada awal periode sebelumnya ketika entitas menerapkan suatu kebijakan
akuntansi secara retrospektif atau membuat penyajian kembali pos-pos laporan keungan, atau
ketika entitas mereklasifikasi pos-pos dalam laporan keungannya (jika relevan).
5. Perbandingan tingkat profitabilitas. Perbandingan kinerja/laba (rugi) tahun berjalan dengan tahun sebelumnya.
6. Laporan Arus Kas. Memenuhi ketentuan sebagai berikut:
1. Pengelompokan dalam tiga kategori aktivitas: operasi, investasi, dan pendanaan;
2. Penggunaan metode langsung (direct method) untuk melaporkan arus kas dari aktivitas operasi;
3. Pemisahan penyajian antara penerimaan kas dan/atau pengeluaran kas selama tahun berjalan pada
aktivitas operasi, investasi dan pendanaan
4. Pengungkapan transaksi non kas harus dicantumkan dalam catatan atas laporan keuangan

10 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kriteria Penjelasan Hlm.

7. Ikhtisar kebijakan akuntansi. Meliputi sekurang-kurangnya:


1. Pernyataan kepatuhan terhadap SAK;
2. Dasar pengukuran dan penyusunan laporan keuangan;
3. Pajak penghasilan;
4. Imbalan kerja; dan
5. Instrumen Keuangan.
8. Pengungkapan transaksi pihak berelasi. Hal-hal yang diungkapkan antara lain:
1. Nama pihak berelasi, serta sifat dan hubungan dengan pihak berelasi;
2. Nilai transaksi beserta persentasenya terhadap total pendapatan dan beban terkait; dan
3. Jumlah saldo beserta persentasenya terhadap total aset atau liabilitas terkait.
9. Pengungkapan yang berhubungan dengan Hal-hal yang harus diungkapkan:
perpajakan. 1. Rekonsiliasi fiskal dan perhitungan beban pajak kini;
2. Penjelasan hubungan antara beban (penghasilan) pajak dan laba akuntansi;
3. Pernyataan bahwa Laba Kena Pajak (LKP) hasil rekonsiliasi dijadikan dasar dalam pengisian SPT
Tahunan PPh Badan;
4. Rincian aset dan liabilitas pajak tangguhan yang diakui pada laporan posisi keuangan untuk setiap
periode penyajian, dan jumlah beban (penghasilan) pajak tangguhan yang diakui pada laporan
laba rugi apabila jumlah tersebut tidak terlihat dari jumlah aset atau liabilitas pajak tangguhan yang
diakui pada laporan posisi keuangan; dan
5. Pengungkapan ada atau tidak ada sengketa pajak.
10. Pengungkapan yang berhubungan dengan Hal-hal yang harus diungkapkan:
aset tetap. 1. Metode penyusutan yang digunakan;
2. Uraian mengenai kebijakan akuntansi yang dipilih antara model revaluasi dan model biaya;
3. Metode dan asumsi signifikan yang digunakan dalam meng-estimasi nilai wajar aset tetap (untuk
model revaluasi) atau pengungkapan nilai wajar aset tetap (untuk model biaya);
4. Rekonsiliasi jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan aset tetap pada awal dan akhir
periode dengan menunjukkan: penambahan, pengurangan dan reklasifikasi.
11. Pengungkapan yang berhubungan dengan Hal-hal yang harus diungkapkan:
segmen operasi. 1. Informasi umum meliputi faktor-faktor yang digunakan untuk mengidentifikasi segmen yang
dilaporkan;
2. Informasi tentang laba rugi, aset, dan liabilitas segmen yang dilaporkan;
3. Rekonsiliasi dari total pendapatan segmen, laba rugi segmen yang dilaporkan, aset segmen,
liabilitas segmen, dan unsur material segmen lainnya terhadap jumlah terkait dalam entitas; dan
4. Pengungkapan pada level entitas, yang meliputi informasi tentang produk dan/atau jasa, wilayah
geografis dan pelanggan utama.
12. Pengungkapan yang berhubungan dengan Hal-hal yang harus diungkapkan:
Instrumen Keuangan. 1. Rincian instrumen keuangan yang dimiliki berdasarkan klasifikasinya;
2. Nilai wajar dan hirarkinya untuk setiap kelompok instrumen keuangan;
3. Kebijakan manajemen risiko;
4. Penjelasan risiko yang terkait dengan instrumen keuangan: risiko pasar, risiko kredit dan risiko
likuiditas; dan
5. Analisis risiko yang terkait dengan instrumen keuangan secara kuantitatif.
13. Penerbitan Laporan Keuangan. Hal-hal yang diungkapkan antara lain:
1. Tanggal laporan keuangan diotorisasi untuk terbit; dan
2. Pihak yang bertanggung jawab mengotorisasi laporan keuangan.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 11
12 PT Pupuk Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan 2016
IKHTISAR 2016
14 Kesinambungan Tema

16 Ikhtisar Kinerja 2016

18 Ikhtisar Keuangan 2016

20 Ikhtisar Operasional
2016

21 Ikhtisar Obligasi 2016

22 Peristiwa Penting 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 13
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

Kesinambungan Tema

2013 2014

Integrasi dan Sinergi Memperkuat Sinergi


Pengembangan Untuk Bisnis untuk Pertumbuhan
Pertumbuhan Berkelanjutan Berkelanjutan

Pupuk Indonesia berkomitmen untuk maju dan menjadi Sebagai perusahaan investment dan strategic holding,
Perusahaan Pupuk berkelas dunia, oleh karenanya pada tahun 2014 Pupuk Indonesia melanjutkan
Pupuk Indonesia mengambil berbagai inisiatif strategis program revitalisasi untuk memperkuat core business,
sepanjang 2013 untuk memperkokoh fundamental meningkatkan efisiensi dan sinergi. Disamping itu pula,
bisnis Perusahaan dalam jangka panjang. Pupuk Pupuk Indonesia mengembangkan supporting bisnis
Indonesia terus fokus memperkuat landasan untuk dalam rangka memperkuat landasan pertumbuhan
tumbuh dalam mendorong pertumbuhan kinerja berkelanjutan. Peningkatan sinergi bisnis pada
dimasa depan, melakukan pengembangan usaha industri pupuk, kimia, energi dan pangan yang telah
dan ekspansi yang agresif, mengimplementasikan terintegrasi dari hulu ke hilir telah memberikan
tata kelola Perusahaan yang baik dengan melakukan perubahan positif baik dari sisi kinerja operasional
penyempurnaan proses bisnis, penyesuaian sistem maupun kinerja keuangan.
dan operasional agar semakin efektif dan handal serta
memperkuat skill dan Kompetensi SDM.

14 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

2015 2016

Memperkokoh Sinergi Mengoptimalkan Sinergi, Menuju


Menjawab Tantangan Global Kinerja Yang Berkelanjutan

Meskipun tahun 2015 menjadi tahun yang penuh Menghadapi tahun yang sulit, Perusahaan
tantangan untuk Pupuk Indonesia, sejumlah program menerapkan sejumlah strategi agar bisa tetap
strategis Perusahaan tetap berjalan. Termasuk bertahan dan berkembang menghadapi persaingan
penyelesaian proyek-proyek besar, seperti Kaltim-5, bisnis. Salah satu upayanya adalah meningkatkan
revamping Pabrik Asam Fosfat dan lain sebagainya. efisiensi dan daya saing melalui sinergi anggota
Perusahaan juga tetap dapat menjalankan fungsi PSO holding.
dengan baik, dimana tidak terjadi gejolak kelangkaan
Pupuk selama tahun 2015. Dalam mengarungi Sinergi bukan hanya memperkuat posisi Perusahaan
gelombang tantangan tersebut, Perusahaan tapi juga mampu menjaga kinerja yang berkelanjutan
menerapkan sejumlah strategi, terutama efisiensi untuk pengembangan Perusahaan di masa
biaya, penetrasi pasar yang lebih baik, dan terutama mendatang.
memperkuat sinergi dengan Anggota Holding lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 15
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

Ikhtisar Kinerja 2016

Pendapatan di tahun 2016 9,18


meningkat menjadi juta ton
Rp64,16 triliun Penyaluran
PSO

2,91 Total PRODUKSI pupuk tahun


juta ton 2016 meningkat menjadi
PENJUALAN 10,46 juta ton
NON SUBSIDI

Total Aset di tahun 2016


meningkat menjadi 524,75
Rp127,10 triliun Skor KPKU
2016

16 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Total Produksi Non Pupuk 87,94


Tahun 2016 Skor GCG
6,71 juta ton Kategori
sangat baik

89,75 LABA TAHUN BERJALAN di tahun


2016 meningkat menjadi
Skor Tingkat
Kesehatan Rp3,53 triliun
SEHAT"AA"

Pendapatan Jasa
Konstruksi Non Pupuk

Rp7,44 triliun

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 17
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

Ikhtisar Keuangan 2016


Posisi Keuangan 2012 - 2016 (Rp triliun)
160
140
127,10
120
100 91,84 2016
80 67,67 76,53 2015
63,09 66,19 60,91
60 51,90 49,26
43,64 2014
40 28,34
23,55 24,03 27,27 28,75 22,61 20,87 2013
19,72
20 16,12 7,05

0 2012

Jumlah Aset Jumlah Liabilitas Jumlah Ekuitas Modal Kerja Bersih

Ikhtisar Keuangan 2016


Dalam jutaan Rupiah

Keterangan 2016 2015 2014 2013 2012


Posisi Keuangan
ASET
Aset Lancar 49.575.126 49.771.980 44.175.609 43.797.384 35.530.679
Aset Tidak Lancar 77.521.839 42.069.086 32.356.283 23.871.903 16.366.201
Jumlah Aset 127.096.965 91.841.066 76.531.892 67.669.287 51.896.880
Investasi Pada Entitas Asosiasi dan 635.366 821.065 760.723 802.528 652.797
Pengendalian Bersama

Total Liabilitas jangka Pendek 42.525.709 33.648.317 24.457.129 22.926.333 12.918.590


Total Liabilitas jangka Panjang 23.664.470 29.446.092 24.801.941 20.708.955 15.423.721
Total Liabilitas 66.190.179 63.094.409 49.259.070 43.635.288 28.342.311

Modal Kerja Bersih 7.049.417 16.123.663 19.718.480 20.871.051 22.612.089


Total Ekuitas 60.906.786 28.746.657 27.272.822 24.033.999 23.554.569
Total Liabilitas dan Ekuitas 127.096.965 91.841.066 76.531.892 67.669.287 51.896.880
Saldo Laba 18.427.887 16.385.858 15.302.590 11.869.259 11.154.976

RASIO KEUANGAN
Rasio Lancar 116,58 147,92 180,62 191,04 275,04
Rasio Hutang Terhadap Modal Sendiri (%) 108,67 219,48 180,62 181,56 120,33
Rasio Modal Terhadap Aktiva (%) 47,92 31,30 35,64 35,52 45,39
Pendapatan dari Investasi (ROI) (%) 9,34 11,41 16,39 14,86 18,90
Pendapatan dari Modal (ROE) (%) 5,80 11,88 19,77 15,69 21,64
Rasio Laba Bersih (%) 5,50 5,13 8,28 6,65 9,87
Rasio Laba terhadap Aset (%) 2,81 3,70 6,93 5,52 9,69
Rasio Laba terhadap Ekuitas (%) 5,87 11,89 19,60 15,67 21,51
Rasio Laba terhadap Pendapatan (%) 5,56 5,13 8,21 6,64 9,81
Rasio Liabilitas terhadap Aset (%) 52,08 68,70 64,36 64,48 54,61
Rasio Liabilitas terhadap Ekuitas (%) 108,91 220,88 182,10 182,89 121,24

18 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kinerja 2012 - 2016 (Rp triliun)

80 35 33,69
70 64,62 66,23 64,16 30
60 56,32 25
51,26 2016
50
20
40 2015
15
30 2014
20 10
6,80 5,20 6,94 5,13 2013
4,95 4,84 5,06 5,35 5,11
10 5 3,74 3,39 3,53 3,50 3,61
2012
0 0
Pendapatan Laba Sebelum Pajak Laba Tahun Berjalan Laba Komprehensif

Ikhtisar Keuangan 2016


Dalam jutaan Rupiah

Keterangan 2016 2015 2014 2013 2012


KINERJA 76.50 84.75 94.00 94.00 98.20
Kinerja A AA AA AA AAA
Pendapatan 64.164.003 66.230.955 64.617.200 56.320.230 51.261.674
Beban Pokok Penjualan 51.972.207 54.156.783 51.382.525 42.694.678 37.376.302
Laba Bruto 12.191.796 12.074.172 13.234.675 13.625.552 13.885.372
Laba Sebelum Pajak Penghasilan 4.844.643 4.953.770 6.939.949 5.202.816 6.797.262
Laba Tahun Berjalan 3.525.940 3.394.560 5.349.335 3.743.397 5.058.780
Laba Komprehensif Tahun Berjalan 33.691.692 3.613.141 5.107.839 3.497.368 5.125.699
Laba tahun berjalan yang dapat
diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 3.569.579 3.395.259 5.302.347 3.738.033 5.029.080
Kepentingan nonpengendali (43.639) (699) 46.988 5.364 29.700
Laba komprehensif tahun berjalan yang
dapat diatribusikan kepada:
Pemilik entitas induk 33.735.331 3.613.840 5.060.851 3.492.004 5.095.999
Kepentingan nonpengendali (43.639) (699) 46.988 5.364 29.700
Laba per Saham yang Dapat Diatribusikan 276.714 263.200 411.038 289.772 420.912
pada Entitas Induk
*Disajikan kembali

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 19
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

Ikhtisar Operasional 2016


Operasional 2012 - 2016

14
13 11,93 12,23 12,10
11,73 12,01 11,76
12 11,44
11 10,68 10,90 10,46
10
9
8
7 6,71 6,76 2016
6 5,87
5,39 5,42 2015
5
4 2014
3
2 1,09
1,44 2013
0,75 1,22
1 0,49
2012
0
Produksi Pupuk Produksi Non Pupuk Penjualan Pupuk Penjualan Non Pupuk
(dalam ton) (dalam ton) (dalam Rupiah) (dalam Rupiah)

Ikhtisar Operasional 2016


Dalam Ton

Keterangan 2016 2015 2014 2013 2012


PRODUKSI
Pupuk 10.458.617 10.901.929 10.683.374 11.439.125 11.926.412
Non Pupuk
Amoniak 5.239.154 5.524.682 5.058.182 4.588.800 4.560.720
Asam Sulfat 1.160.531 922.173 572.212 592.485 589.121
Asam Fosfat 312.588 223.596 205.218 209.727 206.491
Alumminium Fluorida 10.764 10.054 9.026 8.225 7.150
Lain-lain 32.768 25.915 25.668 25.492 24.623
Total Non Pupuk 6.755.804 6.706.420 5.870.306 5.424.728 5.388.105

Penjualan
Penjualan Pupuk 12.095.312 11.762.918 12.228.567 12.012.733 11.732.881
Penjualan Non Pupuk 1.443.439 1.224.353 1.092.751 745.224 490.584

Nilai Penjualan Pupuk


Dalam juta Rupiah

Keterangan 2016 2015 2014 2013 2012


Pendapatan Penjualan Pupuk 22.827.261 23.667.556 25.832.039 25.078.918 24.852.276
Pendapatan Subsidi 26.780.881 25.798.060 23.064.308 21.001.775 18.723.283
Nilai Penjualan Non Pupuk & Jasa 14.555.862 16.765.339 15.720.854 10.239.537 7.686.115

20 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Ikhtisar Obligasi

Ikhtisar Obligasi 2016

Tanggal Masa
Tingkat Tanggal Lembaga
Jenis Efek Nilai (Rp) Jatuh Peringkat Berlaku
Bunga Penerbitan Pemeringkat
Tempo Peringkat
Obligasi
Pupuk 10 Juli PT Fitch
9.63%
Indonesia 568.000.000.000 10 Juli 2014 8 Juli 2017 (id) AAA 2014 - 8 Ratings
(fixed rate)
Tahun 2014 Juli 2017 Indonesia
Seri A
Obligasi
Pupuk 10 Juli PT Fitch
9.95%
Indonesia 1.131.000.000.000 10 Juli 2014 8 Juli 2017 (id) AAA 2014 s.d 8 Ratings
(fixed rate)
Tahun 2014 Juli 2019 Indonesia
Seri B

Komposisi Pemegang Obligasi

Keterangan Obligasi PIHC Seri A Obligasi PIHC Seri B


Asuransi 17,86% 2,33%
Dana Pensiun 10,71% 51,16%
Reksadana 25,00% 23,26%
Bank 21,43% 2,33%
Lainnya 25,00% 20,93%
Total 100,00% 100,00%

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 21
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

Peristiwa Penting 2016

4 Januari 2016 15 Januari 2016

Penandatangan Kontrak Pengadaan Barang dan Jasa Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS
Tahun Anggaran 2016 dihadiri oleh Menteri Pertanian LB) pergantian Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero),
Bapak Amran Sulaiman Bapak Nugraha Budi Eka Irianto digantikan oleh Bapak
Achmad Tossin Sutawikara

31 Maret 2016 5 April 2016

Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPS Syukuran Hari Ulang Tahun PT Pupuk Indonesia
LB) pergantian Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) di Kantor PT Pupuk Indonesia (Persero)
(Persero), Bapak Achmad Suryana digantikan oleh dihadiri Jajaran Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero)
Bapak Ony Suprihartono beserta seluruh Karyawan

22 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

19 Februari 2016 26 Maret 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan Penanaman pohon bersama Ibu Rini M. Soemarno
sebagai Penyelenggara Terbaik dalam program BUMN Menteri BUMN dan Ibu Siti Nurbaya Bakar Menteri
Hadir Untuk Negeri 70 tahun Indonesia Merdeka di LHK di jalan tol KM59 Jakarta-Cikampek
Provinsi Jawa Timur, penghargaan diberikan langsung
oleh Menteri BUMN RI Rini M. Soemarno kepada di
Bandung.

5 April 2016 26 April 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero) mendapatkan Apresiasi PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Petrokimia
dan Penghargaan Wajib Pajak yang diserahkan Gresik melakukan Panen Raya 1,5 ton per hektar Di
langsung oleh Menteri Keuangan Bapak Bambang Desa Numirejo, Kecamatan Lendah, Kabupaten Kulon
Brodjonegoro di Jakarta. Progo, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) turut
dihadiri Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubuwono X
dan Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Herman Khaeron
serta Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 23
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

19 Mei 2016

Rapat Kerja Pupuk Indonesia Group di Hotel Alana, Yogyakarta dihadiri Dewan Komisaris dan Jajaran Direksi
Pupuk Indonesia Group

7 September 2016 14 September 2016

Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT


Indonesia (Persero) dengan PT Rajawali Nusantara Pupuk Indonesia (Persero) dengan Pemerintah Kota
Indonesia tentang Sinergi Bisnis Pemasaran Produk Balikpapan tentang Pengolahan Sampah menjadi
dihadiri Jajaran Direks Pupuk Indonesia Group dan Pupuk Organik dihadiri Direktur Utama PT Pupuk
Jajaran Direksi Rajawali Nusantara Indonesia Indonesia (Persero), Walikota Balikpapan Rizal
Effendi, disaksikan Komisaris Utama Pupuk Indonesia
Bungaran Saragih.

24 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

17 Agustus 2016 6 September 2016

Pelaksanaan Kegiatan BUMN Hadir Untuk Negeri PT Pupuk Indonesia (Persero) bersama Pupuk
Prov Kalimantan Timur di PT Pupuk Kaltim, Bontang Sriwidjaja Palembang melakukan Panen Raya di
dihadiri oleh Pejabat Kementerian BUMN, Direksi Desa Karang Rejo, Kecamatan Metro Utara Provinsi
Anggota Holding PT Pupuk Indonesia (Persero) serta Lampung turut dihadiri Direktur Pemasaran PT Pupuk
Direksi PT Hutama Karya Indonesia Koeshartono (kiri), Wali Kota Metro A Pairin,
Wakil Wali Kota Metro Djohan, Direktur Utama PT
Pusri Mulyono Prawiro, Direktur Komersil PT Pusri
M Romli HM, Direktur Utama PT Pusri Agro Lestari
Firdaus Roshad.

14 September 2016 20 September 2016


Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk
Indonesia (Persero) dengan PT Bank Mandiri tentang Indonesia (Persero) dengan Universitas Gadjah Mada
Notional Pooling Pupuk Indonesia Group. tentang Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian dihadiri
Direktur Investasi PT Pupuk Indonesia (Persero) Bapak
Gusrizal.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 25
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

22 September 2016 27 September 2016

Panen Tanaman Padi Unggul Proyek Riset PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan
Ekstensifikasi Pertanian di Kabuparen Kapuas, Annual Report Award Kategori BUMN Non Keuangan
Kalimantan Tengah dihadiri Direktur Investasi Listed tahun buku 2015 di Jakarta.
PT Pupuk Indonesia (Persero) Bapak Gusrizal.

1 Desember 2016 2 Desember 2016

Penandatanganan Kesepakatan Bersama PT Pupuk Seminar Pupuk Indonesia dan APPI dengan tema
Indonesia (Persero) dan Jaksa Agung Muda Bidang Industri Pupuk Mendukung Ketahanan Pangan
Perdata dan Tata Usaha serta Antara Anak Perusahaan yang Berkelanjutan di Auditorium Binakarna, Hotel
Pupuk Indonesia Di Hotel Mahakam. Bidakara Jakarta.

26 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

29 September 2016 7 Oktober 2016

Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk
Indonesia (Persero) dengan PT Jiwasraya untuk Indonesia (Persero) dengan Bank Sumitomo tentang
penyediaan layanan asuransi jiwa dari PT Asuransi Peminjaman Bersama dihadiri Direktur Keuangan
Jiwasraya kepada karyawan PT Pupuk Indonesia Tbk PT Pupuk Indonesia beserta jajaran Direksi Pupuk
(Persero) disaksikan oleh Menteri BUMN Ibu Rini M Indonesia Group.
Soemarno.

14 Desember 2016 15 Desember 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero) meraih penghargaan PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar acara Pupuk
Sustainability Report Award 2016 dihadiri oleh Direktur Indonesia Excellence Award 2016 di Kantor Pupuk
Teknologi Bapak Djohan Safri di Hotel Fairmont Jakarta, Indonesia pada tanggal 14-15 Desember 2016. Acara
pada ajang 12 Sustainability Reporting Award 2016.
th
ini bertujuan untuk mengakomodasi inovasi-inovasi
Pupuk Indonesia meraih penghargaan Sustainability yang sudah dilakukan oleh seluruh karyawan baik
Report Category Manufacturers. induk maupun anak perusahaan Pupuk Indonesia.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 27
Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikhtisar 2016

20 Desember 2016 23 Desember 2016

PT Pupuk Indonesia meraih penghargaan sebagai Penandatangan Nota Kesepahaman antara


runner up untuk kategori Public Risk dalam ERMA PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan Pemerintah
Singapore yang diselenggarakan oleh Asean Risk Kota Palemb ang tentang Pengelolaan Sampah
Award. menjadi Pupuk Organik.

29 Desember 2016

Penandatangan Nota Kesepahaman antara PT Pupuk


Indonesia (Persero) dengan Koperasi Kawan Tani
Sejati tentang Peningkatan Produktivitas Pertanian
di Kabupaten Merauke.

28 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 29
30 PT Pupuk Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan 2016
LAPORAN KEPADA
PEMANGKU
KEPENTINGAN
32 Laporan Dewan Komisaris

40 Laporan Direksi

52 Surat Pernyataan Anggota Direksi & Dewan


Komisaris Tentang Tanggung Jawab atas
Laporan Tahunan Tahun 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 31
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Laporan Dewan Komisaris

Bungaran Saragih
Komisaris Utama

Ditengah kondisi penurunan harga pupuk


internasional terutama pada pertengahan
sampai dengan akhir tahun 2016, Perseroan
meraih pendapatan usaha sebesar Rp64,2
triliun atau 94,6% dari target yang telah
ditetapkan sebesar Rp67.8 triliun.

32 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Dengan memanjatkan syukur ke hadirat Tuhan Yang Maha Esa, bersama ini kami
sampaikan kepada pemangku kepentingan PT Pupuk Indonesia (Persero), laporan
atas perkembangan dan pengelolaan Perseroan sepanjang tahun 2016.

Sesuai dengan peran dan fungsinya, Dewan Komisaris melakukan pengawasan


terhadap jalannya perusahaan, untuk memastikan Pupuk Indonesia terus
berusaha menjawab tantangan, kebutuhan dan harapan dari para pelanggan
untuk menghasilkan produk yang berkualitas tinggi. Selain itu, Dewan Komisaris
juga mendorong Direksi untuk terus menerus melakukan inovasi guna memastikan
tercapainya program kerja beserta target kinerja yang telah ditetapkan.

Penilaian Atas Kinerja Direksi

Secara keseluruhan, Dewan Komisaris menilai bahwa kinerja seluruh jajaran Direksi
di tahun 2016 telah berjalan dengan baik. Ditengah kondisi penurunan harga
pupuk internasional terutama pada pertengahan sampai dengan akhir tahun 2016,
Perseroan meraih pendapatan usaha sebesar Rp64,2 triliun atau 94,6% dari target
yang telah ditetapkan sebesar Rp67.8 triliun. Kemudian kami melihat bahwa Pupuk
Indonesia telah menunjukkan kinerja operasional yang cukup baik sepanjang tahun
2016 dengan pencapaian indikator kinerja produksi hingga 96,4% dari RKAP atau
sebesar 10.549.617 ton, tidak tercapainya target tersebut antara lain karena belum
optimalnya produksi urea di pabrik Pusri 2B dan beberapa kendala di beberapa
pabrik lainnya. Dari sisi tingkat kesehatan perusahaan, pada tahun 2016 tingkat
kesehatan Perseroan mencapai nilai 89,75 masuk pada golongan BUMN yang
sehat dengan kategori AA. Atas pencapaian kinerja tersebut, Dewan Komisaris
memberikan apresiasi yang tinggi kepada Direksi beserta seluruh jajaran karyawan
dan akan terus mendorong Direksi agar berkomitmen penuh terhadap peningkatan
kinerja di masa depan.

Penilaian Atas Prospek Usaha yang Disusun Direksi

Menyikapi kondisi harga pupuk yang mengalami sedikit perbaikan pada akhir tahun
2016, serta adanya rencana perubahan kebijakan pemerintah terkait mekanisme
pemberian subsidi pupuk, hal ini memberikan tantangan yang lebih besar terhadap

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 33
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

perusahaan untuk dapat lebih meningkatkan kinerja terutama untuk kinerja


penjualan komersial. Namun demikian, celah bagi Pupuk Indonesia masih terbuka
lebar mengingat komitmen yang sangat tinggi dari Pemerintah untuk merealisasikan
swasembada pangan nasional.

Dalam hal ini Direksi telah menetapkan berbagai kebijakan yang kami pandang
mampu menjawab tantangan tersebut. Strategi Holding yang di terapkan
perseroan antara lain melanjutkan program revitalisasi industri pupuk untuk
peningkatan efisiensi energi dan pengembangan investasi pada core business, serta
menyesuaikan struktur organisasi yang ada saat ini, melaksanakan kegiatan Cost
Reduction Program terhadap biaya tetap, tetap melaksanakan prinsip-prinsip GCG
dalam pelaksanaan aktivitas bisnis perusahaan sehari-hari, menerapkan sistem
dan prosedur yang baku dalam rangka perbaikan proses usaha yang berkelanjutan,
menerapkan prinsip-prinsip manajemen risiko. Sedangkan dalam strategi bisnis,
Perseroan akan menyalurkan pupuk bersubsidi sesuai penugasan dari Pemerintah
(PSO) dengan mengacu kepada prinsip enam (6) tepat, kemudian menguasai pangsa
pasar pupuk sektor komersil dalam negeri, meningkatkan entry ke pasar-pasar luar
negeri terutama regional dalam rangka meningkatkan market share, menjagatingkat
keandalan fasilitas produksi dan distribusi, memanfaatan perangkat ERP dalam
mendukung kegiatan usaha, melakukan penyempurnaan Struktur Organisasi
di Holding dan Anak Perusahaan, sinergi utilisasi aset sesama Anggota Holding
dalam rangka optimalisasi pendapatan serta melakukan koordinasi pendanaan
melalui Holding untuk menurunkan tingkat suku bunga pinjaman. Dewan Komisaris
menilai bahwa strategi yang disusun dan dikembangkan Direksi dipandang dapat
menciptakan sustainable value bagi perkembangan kinerja Perseroan maupun bagi
pemegang saham dan para pemangku kepentingan lainnya. Namun demikian,
Manajemen Pupuk Indonesia perlu terus melakukan penyempurnaan di segala
lini baik dari sisi proses bisnis, strategi maupun operasional, sehingga dapat
terus tumbuh di tahun tahun mendatang dengan menghadapi tantangan dan
memanfaatkan peluang yang ada.

Tata Kelola Perusahaan dan Penilaian atas Kinerja


Komite-komite

Kesungguhan Perseroan dalam membangun inisiatif strategis dan kebijakan


mengenai fungsi, pelaksanaan, dan pertanggung jawaban organ dan jajaran
manajemen dalam mengelola Perseroan serta mengendalikan risiko, merupakan
upaya dalam mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik agar dapat tumbuh
secara berkelanjutan di masa mendatang. Dewan Komisaris menilai, secara garis

34 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kesungguhan Perseroan dalam membangun inisiatif strategis dan kebijakan


mengenai fungsi, pelaksanaan, dan pertanggung jawaban organ dan jajaran
manajemen dalam mengelola Perseroan serta mengendalikan risiko,
merupakan upaya dalam mewujudkan Tata Kelola Perusahaan yang Baik agar
dapat tumbuh secara berkelanjutan di masa mendatang.

besar Perseroan telah berusaha menjaga komitmennya dalam menjunjung tinggi


nilai-nilai integritas dan menerapkan prinsip-prinsip GCG dalam menjalankan
setiap aktivitas usaha. Untuk mendukung pelaksanaan GCG tersebut, Organ Dewan
Komisaris di lengkapi dengan Komite Pembantu Dewan Komisaris yang terdiri dari
Komite Audit serta Komite GCG dan Pemantau Manajemen Risiko. Keberadaan
Komite Audit sebagai organ pendukung Dewan Komisaris selain memberikan
masukan dan rekomendasi atas hasil audit yang dilakukan oleh Satuan Pengawas
Internal, juga melakukan identifikasi hal-hal yang memerlukan perhatian Dewan
Komisaris khususnya dalam hal pengawasan umum dan ketaatan perusahaan pada
ketentuan dan peraturan perundang-undangan yang berlaku Komite Audit telah
membantu Dewan Komisaris dalam melaksanakan pengawasan dan pemberian
nasehat atas keandalan (reliability) dari Laporan dan informasi keuangan Perseroan
serta Efektivitas Pengendalian internal Perseroan. Hasil evaluasi yang dijalankan
komite telah memberikan peningkatan efektivitas pengendalian internal Perseroan
yang cukup baik dan terus ditingkatkan kesempurnaannya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 35
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Komite GCG dan Pemantau Manajemen Risiko telah membantu Dewan Komisaris
dalam melaksanakan pengawasan atas semua kegiatan Perseroan yang memilki
potensi risiko dan mengawasi pengembangan implementasi pengelolaan risiko
perseroan serta melakukan penelaahan atas sistem organisasi sesuai dengan
komitmen Perseroan dan membantu Dewan Komisaris dalam hal pemantauan
pelaksanaan GCG di lingkungan Perseroan. Dewan Komisaris menilai bahwa
kinerja komite-komite tersebut telah sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
yang di bebankan berdasarkan ketentuan yang berlaku. Laporan mengenai
tugas pengawasan dan kegiatan Komite Audit serta Komite GCG dan Pemantau
Manajemen Risiko secara lebih terperinci kami jabarkan pada bab Tata Kelola
Perusahaan pada laporan tahunan ini.

Tanggung Jawab Sosial

Tujuan perusahaan yang baik tentunya bukan hanya untuk keuntungan shareholder
maupun stakeholder internal semata, tetapi juga harus memberikan kontribusi yang
positif bagi lingkungan sekitarnya. Sehingga lingkungan sekitar dapat merasakan
dampak dari apa yang telah diperoleh perusahaan dalam menjalankan usahanya.
Pupuk Indonesia sebagai BUMN, memiliki tanggungjawab untuk memberikan
kontribusi yang positif dilingkungan sekitarnya. Selain itu memiliki kewajiban atas
pembinaan lingkungannya sehingga dapat memberikan dampak positif dan dapat
memberikan multiplier effect terhadap lingkungan sekitarnya.

Perubahan Susunan Dewan Komisaris

Selama tahun 2016, terjadi dinamika perubahan komposisi Dewan Komisaris. Pada
awal tahun 2016 Dewan Komisaris Pupuk Indonesia berjumlah 5 orang dengan
komposisi sebagai berikut:
Bungaran Saragih sebagai Komisaris Utama
Megananda Daryono sebagai Komisaris Independen
Achmad Suryana sebagai Anggota Komisaris
Yanuar Rizky sebagai Komisaris Independen
Sukriansyah S. Latief sebagai Anggota Komisaris

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri BUMN Nomor: SK-70/MBU/03/2016


tanggal 29 Maret 2016 tentang Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris Perusahaan
Perseroan (Persero) PT Pupuk Indonesia dan Nomor: SK-160/MBU/07/2016 tanggal

36 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

26 Juli 2016 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota Dewan Komisaris


Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Indonesia, terdapat perubahan
komposisi Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) menjadi sebagai berikut:
Bungaran Saragih sebagai Komisaris Utama
Megananda Daryono sebagai Komisaris Independen
Yanuar Rizky sebagai Komisaris Independen
Sukriansyah S. Latief sebagai Anggota Komisaris
Ony Suprihartono sebagai Anggota Komisaris
Widharma Raya Dipodiputro sebagai Anggota Komisaris

Walaupun selama tahun 2016 terjadi perubahan komposisi Dewan Komisaris, soliditas
Dewan Komisaris tetap terjaga terutama dalam menjalankan fungsi pengawasan dan
penasehatan sejalan dengan prinsip-prinsip tata kelola perusahaan yang baik.

Atas nama Dewan Komisaris, kami mengucapkan terimakasih atas sumbangsih


tenaga dan pikirannya selama menjalankan tugas kepada saudara-saudara yang
telah mengakhiri masa tugasnya. Selanjutnya kami mengucapkan selamat
bergabung kepada saudara-saudara Komisaris yang baru disertai keyakinan bahwa
saudara akan mampu memberikan sumbangsih tenaga dan pikiran terbaik demi
kemajuan Perseroan.

Penutup

Akhir kata, Dewan Komisaris juga mengucapkan terimakasih kepada Pemegang


Saham Perseroan atas kepercayaan yang telah diberikan guna mengembankan
tugas dan fungsi melakukan pengawasan terhadap jalannya Perseroan sehingga
kami dapat mengoptimalkan investasi yang telah diberikan oleh Pemegang Saham
untuk membangun dan mengembangkan

Jakarta, 29 April 2017

Atas Nama Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero)

Bungaran Saragih
Komisaris Utama

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 37
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Dewan Komisaris

Dari kiri ke kanan:


Ony Suprihartono Komisaris
Bungaran Saragih Komisaris Utama
Sukriansyah S. Latief Komisaris

38 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Dari kiri ke kanan:


Megananda Daryono Komisaris Independen
Widharma Raya Dipodiputro Komisaris
Yanuar Rizky Komisaris Independen

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 39
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Laporan Direksi

Aas Asikin Idat


Direktur Utama

Secara keseluruhan Perseroan menunjukan


kinerja yang cukup baik mengingat berbagai
kondisi eksternal dan uncontrollable yang
mempengaruhi kondisi bisnis pupuk. Pada tahun
2016, Perseroan mencatat total produksi pupuk
sejumlah 10.458.617 ton, atau 96,4% dari target
yang ditetapkan Pemegang Saham sebesar
10.849.000 ton.

40 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Pemegang Saham yang terhormat,

Seiring dengan berbagai dinamika bisnis di tahun 2016, Perseroan melakukan


sejumlah langkah dan penyesuaian strategi bisnis guna mensiasati berbagai
tantangan dan kendala yang muncul. Pada tahun 2016, Perseroan tetap berkomitmen
menjalankan tugas mengamankan program ketahanan pangan nasional melalui
tugas PSO untuk pemenuhan kebutuhan pupuk dalam negeri, baik untuk sektor
tanaman pangan maupun perkebunan, dan tetap memperhatikan aspek bisnis dan
komersil dengan bertahan sebagai salah satu pemain di pasar internasional.

Tahun 2016 dapat dikatakan sebagai tahun yang cukup berat bagi industri pupuk,
namun dengan strategi-strategi yang telah diterapkan, Perseroan dapat tetap bertahan
dan bahkan menunjukan kinerja yang positif dibandingkan tahun sebelumnya. Kami
memandang bahwa meskipun diterpa berbagai kendala, bisnis pupuk masih tetap
menjanjikan di masa mendatang. Produk urea masih menjadi sumber pendapatan
terbesar bagi Perseroan, baik dari sektor subsidi maupun komersil namun pupuk
NPK, baik untuk sektor tanaman pangan maupun perkebunan, menunjukan potensi
dan prospek yang menjanjikan untuk pengembangan produk Perseroan ke depan.

Strategi dan Kebijakan Strategis 2016

Di tahun 2016, Manajemen menerapkan sejumlah kebijakan strategis guna menjaga


kinerja dan daya saing Perseroan, yaitu :

1. Meningkatkan efisiensi, terutama efisiensi penggunaan bahan baku gas,


melalui sejumlah langkah, antara lain dengan meningkatkan kehandalan
pabrik guna menekan konsumsi gas, mematikan pabrik yang sudah tua dan
boros konsumsi gasnya secara selektif, serta melanjutkan program revitalisasi
pabrik pupuk. Program efisiensi lain yang berdampak signifikan adalah melalui
Cost Reduction Program untuk biaya-biaya non gas.
2. Meningkatkan sinergi di dalam kelompok usaha Pupuk Indonesia. Dengan
meningkatkan sinergi antar anak perusahaan dapat berujung pada efisiensi,
peningkatan daya tawar di bidang keuangan serta mempercepat proses bisnis
dan meningkatkan kinerja secara keseluruhan.
3. Meningkatkan penetrasi pasar, dengan mencari ceruk pasar baru,
meningkatkan pelayanan untuk memperkuat loyalitas pelanggan, serta

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 41
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

melakukan konversi urea ke amoniak secara selektif guna mengoptimalkan


kondisi harga pasar terbaik.
4. Melakukan penyesuaian arah pengembangan Perseroan, pengembangan
bisnis Perseroan ke depan akan difokuskan pada upaya meningkatkan
efisiensi dan pengembangan ke produk-produk non urea, baik itu pupuk NPK
maupun produk petrokimia lainnya. Pembangunan pabrik-pabrik urea baru
akan diprioritaskan pada upaya meningkatkan efisiensi konsumsi bahan baku
dan bukan penambahan kapasitas produksi.

Analisis Kinerja 2016 dan Perbandingan


Terhadap Target

Secara keseluruhan Perseroan menunjukan kinerja yang cukup baik mengingat


berbagai kondisi eksternal dan uncontrollable yang mempengaruhi kondisi bisnis
pupuk. Pada tahun 2016, Perseroan mencatat total produksi pupuk sejumlah
10.458.617 ton, atau 96,4% dari target yang ditetapkan Pemegang Saham sebesar
10.849.000 ton. Tidak tercapainya angka produksi ini disebabkan oleh masih
belum berproduksinya Pabrik Pusri 2B karena masih dalam tahap penyelesaian,
sedangkan proyeksi produksinya sudah dimasukkan ke dalam target dari
Pemegang Saham. Untuk produksi non pupuk, Perseroan berhasil mencapai
total produksi sejumlah 6.755.804 ton, atau 98,81% dari target RKAP sebesar
6.836.834 ton. Penyebab belum tercapainya produksi non pupuk adalah karena
unit amoniak Pusri 2B belum berproduksi secara optimal karena masih dalam
tahap penyelesaian proyek.

Untuk menjaga kinerja pabrik, Kami telah menerapkan Plant Integrity Management
System (PIMS) dan Sistem Manajemen Produksi (SIMPRO) serta melakukan tindakan
preventife, predictive dan corrective maintenance sehingga pabrik tetap handal dan
efisien.

Dari penjualan untuk sektor PSO, Perseroan berhasil mencatat penjualan pupuk
bersubsidi sebesar 9.181.396 ton, atau 96,14% dari target Pemegang Saham
sebesar 9.550.000 ton. Hal ini disebabkan oleh sejumlah faktor eksternal, antara
lain adanya perubahan iklim dan fenomena el nino yang mengakibatkan pergeseran
musim tanam sehingga pola penyerapan pupuk oleh petani berubah dari tahun-
tahun sebelumnya. Penyebab lainnya adalah belum optimalnya penyerapan pupuk
organik bersubsidi oleh petani.

42 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Perseroan menyadari bahwa kinerja perusahaan sangat


bergantung pada kehandalan sumber daya manusia (SDM),
oleh karena itu Kami menaruh perhatian besar terhadap
pengembangan dan kesejahteraan seluruh karyawan di
lingkungan Pupuk Indonesia.

Untuk sektor non PSO, Perseroan mencatat total penjualan pupuk sebesar
1.540.589 ton, atau 88,59% dari target RKAP sebesar 1.941.521 ton. Hal ini
disebabkan terutama oleh faktor harga yang kurang bersaing. Faktor harga gas
yang tinggi sehingga berpengaruh terhadap biaya produksi merupakan salah satu
penyebab utama menurunnya daya saing produk Perseroan di pasar non subsidi.
Penyebab lainnya adalah meningkatnya penugasan PSO untuk produk NPK sehingga
Perseroan lebih mengutamakan pemenuhan kebutuhan untuk sektor tanaman
pangan yang berdampak pada penjualan NPK di sektor non PSO.

Penjualan ekspor di tahun 2016 mencapai 1.373.327 ton atau 115,99% dari target
Pemegang Saham sebesar 1.1180.000 ton. Tingginya angka penjualan ekspor
didorong oleh rendahnya harga urea internasional dan masih tingginya permintaan
dari konsumen di luar negeri.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 43
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Dibidang pemasaran dan penjualan, Perseroan telah menerapkan sejumlah


kebijakan untuk mengamankan distribusi, terutama pupuk bersubsidi, dengan
membentuk distribution center, membuat sistem monitoring online yang bisa
diakses melalui website www.pupuk-indonesia.com. Kami juga berusaha untuk
tetap dapat bersaing di tengah situasi yang kurang menguntungkan dengan
meningkatkan penetrasi pasar ke sektor non subsidi.

Selain membawahi lima produsen pupuk, Pupuk Indonesia juga memiliki lima anak
perusahaan yang bergerak dibidang EPC, perdagangan, logistik, energi dan pangan.
Total pendapatan yang diperoleh dari bidang jasa ini mencapai Rp10.081.405 atau
104,6% dari target RKAP. Beberapa proyek besar yang dikerjakan oleh PT Rekayasa
Industri, antara lain pabrik amonia dan urea di Sabah, pabrik gula Glenmore di
Banyuwangi, Jatim, PPGM Donggi dan lain sebagainya. Rekayasa Industri juga
berhasil memenangkan tender pengerjaan SPL Balongan. Sedangkan untuk bidang
jasa lainnya berasal dari jasa logistik, jasa perdagangan, kemudian jasa penyediaan
listrik, dan lain sebagainya.

Perseroan berhasil memperoleh pendapatan sebesar total Rp64, 164 triliun di


tahun 2016. Angka ini mencapai 94,5% dari target RKAP. Pendapatan lebih rendah
dibandingkan target karena faktor-faktor jatuhnya harga komoditi urea dan amoniak
hingga jauh dibawah asumsi-asumsi yang ditetapkan di RKAP. Meskipun demikian,
berkat efisiensi yang dilakukan melalui cost reduction program, Perseroan berhasil
memperoleh laba Rp3,525 triliun atau 102,5% dari target yang ditetapkan Pemegang
Saham. Laba ini juga lebih tinggi jika dibandingkan laba tahun 2015 sebesar Rp3,394
triliun. Aset Perseroan juga mengalami peningkatan dari Rp91,8 triliun di tahun 2015
menjadi Rp127,096 triliun di tahun 2016 atau 124% dari target RKAP.

Perseroan menyadari bahwa kinerja perusahaan sangat bergantung pada


kehandalan sumber daya manusia (SDM), oleh karena itu Kami menaruh perhatian
besar terhadap pengembangan dan kesejahteraan seluruh karyawan di lingkungan
Pupuk Indonesia. Selama tahun 2016 kami telah melaksanakan program tugas
belajar di dalam negeri bagi 43 karyawan dan program belajar di luar negeri untuk
25 karyawan. Perseroan juga rutin melaksanakan pelatihan bagi seluruh grade
karyawan, termasuk diantaranya pelatihan leadership, change management hingga
program sertifikasi untuk operator. Pupuk Indonesia sendiri saat ini telah memiliki
Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) sendiri. Untuk lebih meningkatkan sinergi dan
keselarasan sistem di Perseroan, kami juga telah melakukan harmonisasi soft
competency SDM dan harmonisasi organisasi dengan para anggota holding.

Perseroan juga telah menerapkan sistem Enterprise Resource Planning (ERP) untuk
mengintegrasikan sistem-sistem di seluruh kelompok usaha. Hasilnya adalah

44 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

EXPORT 2016
1.373.327 ton

proses bisnis yang harmonis, standar, terintegrasi dan terotomasi, kemudian juga
meningkatkan sinergi usaha, meningkatkan fungsi kontrol serta mempercepat
proses bisnis secara keseluruhan dan memudahkan proses konsolidasi pelaporan.
Di tahun 2017, kami akan terus membenahi sistem baru ini sehingga lebih handal
dan stabil.

Guna menghadapi perkembangan dunia usaha, Perseroan juga terus


mengembangkan diri dengan melaksanakan berbagai proyek pengembangan.
Beberapa diantaranya adalah pembangunan pabrik Pusri 2B di Palembang, pabrik
Amurea 2 di Gresik, yang merupakan bagian dari program revitalisasi industri pupuk
nasional. Kami juga tengah berencana melakukan pengembangan kapasitas pabrik
NPK di Kaltim, serta melakukan studi untuk pengembangan proyek petrokimia di
Bintuni.

KPI Tercapai

Berkat pencapaian-pencapaian sepanjang tahun 2016, Perseroan juga berhasil


memenuhi key performance indicator (KPI) yang ditetapkan Pemegang Saham.
Berdasarkan lima perspektif KPI yang ditentukan oleh Pemegang Saham, yaitu
Perspektif Keuangan dan Pasar, Perspektif Fokus Pelanggan, Perspektif Efektivitas
Produk dan Proses, Perspektif Fokus Tenaga Kerja dan Perspektif Kepemimpinan,

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 45
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Tata Kelola dan Tanggung jawab Kemasyarakatan, Perseroan berhasil memperoleh


angka 97,97% atau kategori Sukses. Untuk tingkat kesehatan, Perseroan berhasil
memperoleh peringkat AA atau sangat sehat.

Perseroan juga sangat memperhatikan faktor lingkungan dalam menjalankan


operasional perusahaan. Pengelolaan lingkungan dan limbah industri sangat kami
perhatikan, dan terbukti di tahun 2016 tiga anak perusahaan kami berhasil meraih
predikat PROPER Hijau dari Kementerian Lingkungah Hidup. Kegiatan Corporate
Social Responsibility juga sangat kami perhatikan, baik itu melalui program CSR
perusahaan maupun melalui Program Kemitraan dan Bina Lingkungan. Beberapa
program andalan kami adalah pembinaan masyarakat pesisir, pengembangan
hutan kota, pembinaan pengusaha kecil serta pembinaan generasi muda melalui
program bantuan pendidikan dan beasiswa.

Komitmen Penerapan GCG

Perseroan memiliki komitmen untuk mengimplementasikan tata kelola yang baik


dalam setiap aspek kegiatan Perseroan. Pada tahun 2016 kami telah melakukan self
assesment GCG dengan capaian skor 87,94 dengan predikat sangat baik. Capaian
ini meningkat 4,3 poin dibandingkan asesmen tahun sebelumnya. Asesmen GCG
ini juga dilakukan diseluruh anggota holding Pupuk Indonesia dimana 6 perusahaan
berhasil mencatat predikat Sangat Baik.

Pupuk Indonesia juga telah memiliki Whistleblowing System, Komitmen Pakta


Integritas serta sistem Pengandalian Gratifikasi. Para pejabat Perseroan juga telah
mengumpulkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN). Kebijakan
ini juga telah diberlakukan di seluruh anggota holding.

Selain melakukan asesmen GCG, sebagai wujud upaya perbaikan secara


berkelanjutan, Perseroan juga mengikuti asesmen Kriteria Penilaian Kinerja Unggul
atau KPKU dari Kementerian BUMN. Pada tahun 2016, Pupuk Indonesia berhasil
mencatat skor 524,75 dan masuk kedalam kategori Good Performance.

Perseroan juga telah memiliki sistem Manajemen Risiko yang telah diterapkan di
seluruh anak perusahaan. Pada tahun 2016, Perseroan mencatat 2720 risiko di
seluruh lingkungan Pupuk Indonesia. Jumlah risiko tersebut mengalami penurunan
sebanyak 91 risiko dibandingkan periode tahun 2015.

46 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kendala yang Dihadapi Perseroan

Kendala utama yang dihadapi oleh Perseroan di tahun 2016 adalah penurunan
daya saing yang disebabkan oleh faktor-faktor eksternal dan uncontrollable. Faktor
tersebut, terutama adalah tingginya harga gas bagi produsen pupuk di Indonesia
jika dibandingkan dengan harga gas di negara lain. Harga gas rata-rata di Indonesia
adalah USD6,27 per MMBTU, sedangkan rata-rata harga gas di negara pesaing
adalah sekitar UDS 2-4 per MMBTU. Dampak harga gas yang tinggi ini adalah
tingginya biaya produksi sehingga produk Pupuk Indonesia kurang dapat bersaing
di pasar internasional.

Kendala lainnya adalah jatuhnya harga komoditi urea dan amoniak di pasar
internasional. Harga rata-rata urea di tahun 2016 mencapai titik USD200, dimana
tahun-tahun sebelumnya berada pada kisaran USD300. Penyebab jatuhnya harga
ini adalah turunnya harga energi dunia, termasuk harga gas alam sehingga harga
produk pun menjadi rendah, serta terjadi oversupply atau kelebihan pasokan urea
di pasar internasional. Majalah Fertecon mencatat bahwa pasokan urea dunia saat
ini mencapai 240 juta ton sedangkan kebutuhannya hanya sekitar 170 juta ton per
tahun.

Perseroan juga dihadapkan pada kondisi pabrik yang mayoritas sudah berusia tua
dan boros konsumsi bahan bakunya. Hal ini membuat biaya produksi menjadi lebih
tinggi dan produk yang dihasilkan menjadi kurang kompetitif.

Guna mengatasi kendala tingginya harga gas, Perseroan menerapkan kebijakan


efisiensi dan cost reduction program. Program efisiensi terutama diimplementasikan
dalam pengoperasian pabrik dalam artian setiap pabrik harus dijalankan dan dikelola
dengan baik sehingga tidak terjadi unscheduled shutdown yang dapat berujung pada
pemborosan energi. Sedangkan untuk cost reduction program, dilakukan secara
menyeluruh terhadap biaya-biaya non gas.

Perseroan juga melakukan lobi kepada Pemerintah, khususnya Kementerian


ESDM, dengan didukung oleh Kementerian BUMN dan Kementerian Perindustrian,
untuk menurunkan harga gas untuk sektor industri pupuk. Dan upaya tersebut
membuahkan hasil dengan terbitnya Perpres No. 40 tahun 2016 yaitu mengenai
penetapan harga gas untuk sektor industri.

Guna mensiasati jatuhnya harga komoditi, Perseroan memaksimalkan penjualan


pupuk non subsidi dengan memanfaatkan produk dari pabrik yang masih

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 47
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

memberikan margin yang positif, serta melakukan konversi dari urea dan amoniak
secara selektif guna memaksimalkan kondisi harga di pasar internasional. Perseroan
juga meningkatkan penetrasi pasar guna menjaga loyalitas konsumen dan mencegah
masuknya produk impor.

Perseroan melakukan revitalisasi terhadap pabrik-pabrik yang sudah tua, salah


satunya melalui pembangunan Pabrik Kaltim-5 yang sudah beroperasi di tahun
2015 dan Pusri 2B yang sedang dalam tahap akhir penyelesaian proyek. Pabrik-
pabrik baru ini akan menggantikan pabrik yang sudah tua dan boros.

Prospek Usaha Perseroan

Meskipun didera kondisi yang cukup sulit, kami yakin bahwa bisnis industri pupuk
masih menjanjikan prospek yang sangat baik. Kami akan mempertahankan rasio
kapasitas produksi urea untuk menyesuaikan dengan kebutuhan domestik dan
meningkatkan kapasitas produksi NPK mengingat kebutuhan NPK dalam negeri
masih cukup tinggi jika dibandingkan kapasitas yang ada saat ini. Kebutuhan nasional
NPK untuk pasar komersil diproyeksikan mencapai 5 juta ton per tahunnya, masih
jauh di atas kapasitas saat ini sebesar 3,1 juta ton per tahun.

Kebutuhan pupuk untuk sektor pangan juga masih sangat tinggi, dimana menurut
data Kementerian Pertanian, kebutuhan pupuk untuk sektor tanaman pangan total
mencapai lebih dari 14 juta ton per tahun, sedangkan saat ini baru terpenuhi sekitar
9,5 juta ton per tahun.

Perseroan juga akan mengembangkan bisnis ke produk turunan urea dan amoniak,
seperti NPK dan amonium nitrat, dimana kebutuhan nasional saat ini masih dipenuhi
melalui impor. Kami juga akan mengembangkan produk-produk petrokimia non
pupuk seperti polyethylene, ethylene dan lain sebagainya, dimana kebutuhan
domestik saat ini juga masih dipenuhi oleh produk impor.

Pergantian Direksi

Pada tahun 2016, juga telah dilakukan pergantian Direksi. Achmad Tossin Sutawikara
menggantikan Nugraha Budi Eka yang mendapat tugas lain sebagai Direktur Utama
PT Pupuk Kujang. Dengan demikian, komposisi Direksi di tahun 2016 adalah sebagai
berikut :

48 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Direktur Utama : Aas Asikin Idat


Direktur Teknologi : M Djohan Syafri
Direktur Investasi : Gusrizal
Direktur Keuangan : Indarto Pamungkas
Direktur SDM & Tata Kelola : Achmad Tossin Sutawikara
Direktur Pemasaran : Koeshartono

Penutup

Dengan kekompakan dan semangat kerja yang tinggi, serta upaya transformasi bisnis
yang tepat, kami yakin Pupuk Indonesia akan dapat menjaga keberlangsungannya
dan terus berkembang di masa mendatang. Kami menyampaikan apresiasi setinggi-
tingginya terhadap jajaran manajemen dan karyawan sehingga Perseroan dapat
menjaga kinerja yang baik di tengah kondisi yang sulit. Kami juga menghaturkan
apresiasi kepada Dewan Komisaris yang telah menjalankan fungsi pengawasan dan
bimbingannya untuk mendorong terlaksananya tata kelola perusahaan yang baik.

Tak lupa, terima kasih juga kami sampaikan kepada Pemegang Saham atas bimbingan
dan arahannya sehingga Perseroan dapat berjalan menuju arah yang lebih baik,
guna menunjang program-program Pemerintah serta memberikan manfaat bagi
para stakeholdernya.

Semoga Tuhan memberikan karunianya bagi kita semua.

Jakarta, 29 April 2017

Atas Nama Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero)

Aas Asikin Idat


Direktur Utama

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 49
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Direksi

Dari kiri ke kanan:

Koeshartono
Direktur Pemasaran

Gusrizal
Direktur Investasi
Indarto Pamoengkas
Direktur Keuangan

Aas Asikin Idat


Direktur Utama

M. Djohan Safri
Direktur Teknologi

Achmad Tossin Sutawikara


Direktur SDM & Tata Kelola

50 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 51
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

Surat pernyataan Anggota direksi & Dewan


Komisaris Tentang tanggung jawab atas
laporan tahunan tahun 2016
Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam laporan tahunan
PT Pupuk Indonesia (Persero) tahun 2016 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas
kebenaran isi laporan tahunan perusahaan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, April 2017

DEWAN KOMISARIS

Bungaran Saragih
Komisaris Utama

Ony Suprihartono Sukriansyah S. Latief


Komisaris Komisaris

Widharma Raya Dipodiputro


Komisaris

Megananda Daryono Yanuar Rizky


Komisaris Independen Komisaris Independen

52 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kami yang bertanda tangan dibawah ini menyatakan bahwa semua informasi dalam laporan tahunan
PT Pupuk Indonesia (Persero) tahun 2016 telah dimuat secara lengkap dan bertanggung jawab penuh atas
kebenaran isi laporan tahunan perusahaan.

Demikian pernyataan ini dibuat dengan sebenarnya.

Jakarta, April 2017

DIREKSI

Aas Asikin Idat


Direktur Utama

M. Djohan Safri Gusrizal


Direktur Teknologi Direktur Investasi

Indarto Pamoengkas Achmad Tossin Sutawikara


Direktur Keuangan Direktur SDM & Tata Kelola

Koeshartono
Direktur Pemasaran

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 53
Ikhtisar 2016 Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Kepada Pemangku Kepentingan

54 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

PROFIL PERUSAHAAN
56 Identitas Perusahaan 85 Komposisi Pemegang
Saham
58 Sejarah Singkat Perusahaan
87 Entitas Anak Perusahaan/
62 Jejak Langkah Perusahaan
Entitas Asosiasi dan
64 Visi, Misi dan Nilai-nilai Struktur Grup Perusahaan
Perusahaan
92 Struktur Grup Perusahaan
66 Bidang Usaha Perusahaan
93 Kronologis Pencatatan
67 Produk Pupuk Indonesia Saham
Group
93 Tindakan Korporasi &
71 Penghargaan Pencatatan Obligasi

72 Struktur Organisasi 94 Kronologis Pencatatan


Perusahaan Obligasi

74 Profil Dewan Komisaris 95 Lembaga Profesi


Penunjang Perusahaan
80 Profil Direksi
96 Informasi pada Website
Perusahaan

98 Wilayah Kerja Perusahaan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 55
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Identitas Perusahaan

Bidang Usaha
Pengelolaan (management) perusahaan dan jasa konsultasi management,
perdagangan dan jasa di bidang industri pupuk, petrokimia, agrokimia dan kimia
lainnya, agroindustri, serta jasa lainnya (melaksanakan studi penelitian, pendidikan,
pengembangan, desain engineering, pengantongan, konstruksi manajemen,
Nama Perusahaan pengoperasian pabrik, perbaikan, pemeliharaan, konsultasi dan jasa teknis
Perusahaan Perseroan lainnya dalam sektor industri pupuk, petrokimia, industri kimia lainnya serta jasa
(Persero) PT Pupuk dalam bidang pertanian dan perkebunan), pengangkutan, serta melaksanakan
Indonesia penugasan Pemerintah sesuai dengan prinsip-prinsip pengelolaan perusahaan
dan peraturan perundang-undangan
Nama Panggilan
PT Pupuk Indonesia Dasar Hukum Pendirian
(Persero) Akta Nomor 4 tanggal 3 Januari 1970 tentang Pendirian PT Pupuk Sriwidjaja
(Persero) yang dibuat di hadapan Soeleman Ardjasasmita,SH., Notaris di Jakarta;
Kepemilikan Saham Peraturan Pemerintah No. 28 tahun 1997 jo Peraturan Pemerintah Nomor
100% dimiliki oleh 34 tanggal 28 Februari 1998 tahun tentang Penambahan Penyertaan Modal
Pemerintah Republik Negara RI ke dalam Modal Saham Perusahaan;
Indonesia Akta Nomor 56 tanggal 24 Desember 2010 tentang Pemisahan Sebagian Aktiva
dan Pasiva (spin-off) PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) kepada PT Pupuk Sriwidjaja
Status Perusahaan Palembang, yang dibuat di hadapan Fathiah Helmi, SH, Notaris di Jakarta;
Badan Usaha Milik Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH, M.Kn, No. 03 tanggal 3 April 2012, disahkan
Negara (BUMN) oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tanggal 5 April 2012 dengan Surat
Keputusan No. AHU-17695. AH.01.02;
Tanggal Pendirian
Akta Notaris Nanda Fauz Iwan, SH, M.Kn No. 14 tanggal 26 April 2013
3 Januari 1970
yang pemberitahuannya telah diterima dan dicatat oleh Menteri Hukum dan
Jumlah karyawan Hak Asasi Manusia No. AHU-AH.01.10-17728 tanggal 7 Mei 2013.
10.439 Karyawan
Modal dasar Rp40.000.000.000.000,- (Empat puluh triliun rupiah)
Jaringan kantor
Modal ditempatkan dan disetor penuh
Memiliki 10 Anak
Rp12.899.908.000.000,- (Dua Belas Triliun Delapan Ratus Sembilan Puluh
Perusahaan, dan
Sembilan Milliar Sembilan Ratus Delapan Juta Rupiah)
jaringan distribusi
di seluruh wilayah Produk Terdiri dari
Indonesia 1. Pupuk. Produk utama perusahaan meliputi jenis Urea, ZA, Fosfat,Phonska, NPK,
ZK, dan Pupuk Organik
2. Produk Samping. Jenisnya meliputi Cement Retarder, Aluminium Fluorida,
danproduk lainnya seperti Gypsum, CO2 Cair, dan Asam Klorida
3. Bahan Kimia Dasar. Jenisnya meliputi Amoniak, Asam Sulfat, dan Asam Fosfat

Kantor Pusat Jl. Taman Anggrek, Kemanggisan Jaya, Jakarta 11480, Indonesia

Tel. +62-21-5482767 Fax. +62-21-5480607

website http://www.pupuk-indonesia.com Email info@pupuk-indonesia.com

Layanan Informasi Bebas Pulsa 0800-1-008001 (Toll Free)

Layanan Keluhan Pelanggan poskopupuk@pupuk-indonesia.com info@pupuk-indonesia.com

56 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

LOGO PERUSAHAAN
Konsep

Bentuk Dasar logo terinspirasi dari hal-hal yang menjadi dasar usaha PUPUK
INDONESIA yaitu molekul atom yang terkandung di dalam senyawa pupuk,
petrochemical dan energy.

Logo

1. Besaran lingkaran yang ada melambangkan main business dan sub bisnis.
Lingkaran kosong melambangkan bisnis yang akan terus berekembang, terus
berkarya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat.

2. Huruf yang digunakan adalah huruf tanpa serif yang memberikan kesan
modern, dinamis dan professional.

3. Warna logo diilhami dari main bisnis PUPUK INDONESIA dan filosofi yang
terkandung di dalamnya, yaitu:
a. Hijau, mewakili main bisnis PUPUK INDONESIA yang bergerak di bidang
agrokimia dan juga melambangkan pembaharuan.
b. Kuning, mewakili padi yang menguning dan juga melambangkan
kesuburan.
c. Orange, mewakili sumber daya alam, energy dan hasil bumi yang diolah
PUPUK INDONESIA untuk memenuhi kebutuhan masyarakat Indonesia
dan dapat diartikan juga sebagai kesuksesan dan pencapaian bisnis.
d. Biru Muda, mewakili keselarasan dan keseimbangan alam
e. Biru Tua, mewakili sifat dan sikap professional yang diusung PUPUK
INDONESIA dan juga kepercayaan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 57
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Sejarah Singkat Perusahaan

Sejarah awal PT Pupuk Indonesia (Persero) bermula


dari didirikannya suatu perusahaan yang diberi nama
PT Pupuk Sriwidjaja berdasarkan Akta No. 177 tanggal
24 Desember 1959 yang dibuat dihadapan Notaris Eliza
Pondaang dan telah diumumkan dalam Berita Negara
Republik Indonesia No. 46 tanggal 7 Juni 1960.

Dalam perjalanannya terjadi beberapa kali perubahan bentuk badan hukum, yaitu
sebagai berikut:

1. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1964, dilakukan perubahan


bentuk badan hukum dari Perseroan Terbatas (PT) menjadi Perusahaan
Negara (PN).
2. Berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 20 tahun 1969, kembali dilakukan
perubahan bentuk badan hukum dari Perusahaan Negara (PN) menjadi
Perseroan Terbatas (PT).

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) didirikan berdasarkan Akta No. 4 tanggal 3 Januari


1970 yang dibuat dihadapan Notaris Soeleman Ardjasasmita. Perubahan nama
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) menjadi PT Pupuk Indonesia (Persero) tercantum
dalam Akta No. 3 Tanggal 3 April 2012 yang dibuat dihadapan Nanda Fauz Iwan, S.H.,
M.Kn., Notaris di Jakarta Selatan, yang telah memperoleh persetujuan dari Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Keputusan Menteri
Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor : AHU-17695.AH.01.02.
Tahun 2012 tanggal 5 April 2012, Daftar Perseroan Nomor : AHU-0029508.AH.01.09.

58 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tahun 2012 tanggal 5 April 2012. Perubahan terakhir atas anggaran dasar PT Pupuk
Indonesia (Persero) tercantum dalam Akta No. 14 tanggal 26 April 2013, yang dibuat
dihadapan Notaris Nanda Fauz Iwan, SH, M.Kn, dan telah memperoleh persetujuan
dari Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia tanggal 7 Mei 2013 berdasarkan Surat
Keputusan No. AHU- AH.01.10.17728 dan telah didaftarkan dalam Daftar Perseroan
No.AHU- 0042454.AH.01.09. Tahun 2012 tanggal 7 Mei 2013.

1959

PT Pupuk Sriwidjaja didirikan pada tanggal 24 Desember 1959 berdasarkan Akta


No. 177 tanggal 24 Desember 1959 yang dibuat dihadapan Notaris Eliza Pondaang
dan telah diumumkan dalam Berita Negara Republik Indonesia No. 46 tanggal 7 Juni
1960.

1979 - 1980

Dalam rangka kerjasama dengan negara-negara ASEAN dibentuk perusahaan


patungan yang bergerak dalam industri pupuk, yaitu:

1. PT Asean Aceh Fertilizer (AAF) Didirikan pada tanggal 12 April 1979 dengan
kepemilikan saham PT Pupuk Indonesia (Persero) sebanyak 60%. Karena
keterbatasan gas, maka pada 5 Agustus 2003 pabrik berhenti beroperasi dan
saat ini dalam proses likuidasi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 59
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

2. Asean Bintulu Fertilizer (ABF) Sdn.Bhd. Didirikan pada tanggal 6 Oktober 1980
dengan kepemilikan saham Pemerintah Indonesia sebanyak 13%. Pemerintah
menugaskan PT Pupuk Indonesia (Persero) untuk mewakili pemerintah di
dalam pengawasan kinerja perusahaan.

1997 - 1998

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) menjadi Perusahaan Induk (Operating Holding) yang


membawahi 5 (lima) perusahaan (PT Pupuk Kalimantan Timur, PT Petrokimia Gresik,
PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Mega Eltra), berdasarkan PP No.28
Tahun 1997 dan PP No 34 Tahun 1998.

2010

Berdasarkan Akta No. 56 tanggal 24 Desember 2010, yang dibuat dihadapan Fathiah
Helmi, Notaris di Jakarta, aktiva dan pasiva PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) melalui
mekanisme spin-off kepada anak perusahaan baru bernama PT Pupuk Sriwidjaja
Palembang yang didirikan pada 12 November 2010. Dengan demikian status
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berubah dari operating holding menjadi Strategic
and Investment Holding yang berjalan efektif mulai 1 Januari 2011. Manfaat yang
diharapkan dengan dilakukannya Pemisahan (Spin-off) tersebut adalah sebagai
berikut:

1. Manfaat untuk Pemerintah di antaranya adalah adanya peningkatan nilai


tambah perusahaan tanpa membebani Pemerintah:

Adanya peningkatan modal saham Pemerintah dalam perusahaan


dari sebesar Rp4,289 triliun ke Rp10,610 triliun melalui kapitalisasi
laba ditahan perusahaan sebesar Rp6,071 triliun yang telah disetujui
Kementerian Negara BUMN pada tanggal 31 Desember 2010 dan
pooling of fund sebesar Rp250 miliar. Kementerian Negara BUMN juga
menyetujui peningkatan modal dasar perusahaan dari Rp10 triliun
menjadi Rp40 triliun.
Lebih terjaminnya ketersediaan produk-produk pupuk untuk menunjang
program ketahanan pangan jangka panjang.
Meningkatnya proyeksi Pajak Penghasilan yang dibayarkan kepada
Pemerintah

60 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

2. Manfaat untuk Perusahaan

Penggabungan dan sentralisasi fungsi-fungsi organisasi dan kebijakan


yang bersifat strategis untuk meningkatkan nilai perusahaan.
Menciptakan mekanisme pengendalian yang lebih efektif oleh
Perusahaan sebagai Induk Perusahaan terhadap Anak-anak Perusahaan.
Memperbaiki penerapan prinsip-prinsip Good Corporate Governance
(GCG).
Dengan perubahan bentuk operating holding menjadi Strategic
and Investment Holding maka Perusahaan akan lebih fokus dalam
pengelolaan sinergi operasional korporasi di antara sesama Anak
Perusahaan, terutama dalam bidang produksi, pemasaran serta teknik
dan pengembangan.

2012

PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) berganti nama menjadi PT Pupuk Indonesia (Persero)


pada tanggal 3 April 2012. Perubahan nama PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) menjadi
PT Pupuk Indonesia (Persero) tercantum dalam berdasarkan Akta No. 3 tanggal 3
April 2012, yang dibuat dihadapan Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn, Notaris di Jakarta
Selatan, yang disahkan dalam Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia, berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia Nomor: AHU-17695.AH.01.02.Tahun 2012, Daftar Perseroan
Nomor AHU-0029508.AH.01.09.Tahun 2012 tanggal 5 April 2012.

Peresmian penggantian logo dan nama perusahaan dilakukan Menteri BUMN pada
tanggal 18 April 2012 di Jakarta. Dengan nama dan logo baru, nama merek pupuk
urea bersubsidi menjadi PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak lagi menggunakan
nama masing-masing perusahaan pupuk yang berada di bawah Perusahaan.

2013 dan 2014

Melakukan Revitalisasi Pabrik Pupuk, konversi bahan baku gas ke batu bara dan
sinergi pengembangan bisnis melalui diversifi asi ke arah hilir dengan mendirikan
anak perusahaan baru, seperti PT Pupuk Indonesia logistik pada tanggal 23
Desember 2013. Selanjutnya pada tanggal 18 Agustus 2014 mendirikan anak
perusahaan baru bernama PT Pupuk Indonesia Energi yang bergerak di usaha
industri, pembangunan, perdagangan dan jasa di bidang energi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 61
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Jejak Langkah Perusahaan

1979 - 1980 2010


Dalam rangka kerjasama dengan Pada akhir bulan Desember 2010,
negara-negara ASEAN dibentuk PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)
perusahaan patungan yang bergerak berubah dari Operating Holding
dalam industri pupuk, yaitu: PT Asean menjadi Strategic and Investment
Aceh Fertilizer (AAF) dan Asean Holding.
Bintulu Fertilizer (ABF) Sdn.Bhd.

1959 1980 1998 2010

1959 1998
PT Pupuk Sriwidjaja berdiri PT Pupuk Sriwidjaja (Persero)
sebagai perusahaan BUMN sebagai Perusahaan Induk
yang bergerak di industri (Operating Holding) yang
pupuk. membawahi 6 (enam)
perusahaan sejak tahun 1997.

62 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

2013 2015
Pada tanggal 23 Desember Pada tanggal 30 April
2013, PT Pupuk Indonesia 2015, PT Pupuk Indonesia
(Persero) mendirikan anak (Persero) mendirikan anak
perusahaan bernama PT perusahaan bernama PT
Pupuk Indonesia Logistik. Pupuk Indonesia Pangan.

2012 2013 2014 2015

2012 2014
Pada tanggal 3 April 2012 Pada tanggal 18 Agustus 2014,
PT Pupuk Sriwidjaja (Persero) PT Pupuk Indonesia (Persero)
berganti nama menjadi mendirikan anak perusahaan
PT Pupuk Indonesia (Persero) bernama PT Pupuk Indonesia
tanggal tesebut selanjutnya Energi.
ditetapkan sebagai hari jadi
PT Pupuk Indonesia (Persero).

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 63
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Visi, Misi dan Nilai-nilai Perusahaan

Visi Misi Perusahaan telah mendapatkan persetujuan oleh Dewan Komisaris dan
Direksi sebagaimana tertuang dalam Rencana Jangka Panjang Perusahaan PT Pupuk
Indonesia (Persero) tahun 2013-2017.

Visi
Menjadi perusahaan agrokimia dan
pangan yang terintegrasi, berkelanjutan
dan berkelas dunia.

Misi
1. Mengembangkan bisnis utama di bidang pupuk, kimia dan energi beserta
infrastrukturnya
2. Mengembangkan usaha yang mendukung ketahanan pangan
3. Mengembangkan portofolio investasi untuk meningkatkan nilai tambah
Perusahaan
4. Menghasilkan produk dan jasa yang berkualitas dan berdaya saing

Nilai Perusahaan
1. Stakeholder Satisfaction
Berorientasi pada kepentingan pemangku kepentingan dan berkomitmen
untuk memberikan pelayanan yang terbaik kepada pelanggan.
2. Innovation and Total Value Added
Selalu berinovasi menciptakan produk dan ide baru dengan mengembangkan
kompetensi dan teknologi, serta melakukan terobosan dalam proses kerja
agar menjadi lebih efektif dan efisien.
3. Integrity and Ethics
Dapat dipercaya, sehingga selalu bersifat terbuka dan menjunjung nilai-nilai:
Jujur, Adil, Bertanggung Jawab, dan Disiplin
4. Teamwork and Synergy
Bekerja sama untuk mencapai tujuan perusahaan melalui sinergi berdasarkan
prinsip saling percaya dan berbagi pengetahuan.
5. Environmentally Friendly
Menjalankan bisnis dengan tetap berorientasi pada upaya pelestarian lingkungan

64 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 65
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Bidang Usaha Perusahaan

Sesuai Anggaran Dasar PT Pupuk Indonesia (Persero), melaksanakan kegiatan usaha


utama sebagai berikut:

1. Perdagangan
Menyelenggarakan kegiatan distribusi dan perdagangan pada umumnya,
termasuk ekspor, impor, lokal dan interinsulair, bahan baku, bahan penolong/
pembantu, peralatan produksi di bidang perpupukan, petrokimia, agrokimia,
agro industry dan kimia lainnya.

2. Jasa Pengelolaan Perusahaan dan Jasa Konsultasi Manajemen.

3. Jasa lainnya Melaksanakan studi penelitian, pendidikan, pengembangan,


desain engineering, pengantongan (bagging station), konstruksi manajemen,
pengoperasian pabrik, perbaikan, reparasi, pemeliharaan, konsultasi (kecuali
konsultasi bidang hukum) dan jasa teknis lainnya dalam sektor industri pupuk,
petrokimia, industri kimia lainnya serta jasa dalam bidang pertanian dan
perkebunan.

KEGIATAN USAHA

Selain kegiatan usaha utama sebagaimana tersebut, PT Pupuk


Indonesia (Persero) dapat melakukan kegiatan usaha:

a. Kegiatan Penunjang Kegiatan Utama berupa: Pengangkutan,


menjalankan kegiatan-kegiatan usaha dalam bidang
angkutan, ekspedisi dan pergudangan serta kegiatan lainnya
yang merupakan sarana perlengkapan guna melancarkan
dan melaksanakan kegiatan- kegiatan usaha tersebut.

b. Melaksanakan penugasan Pemerintah sesuai dengan prinsip-


prinsip pengelolaan perusahaan dan peraturan perundang-
undangan.

66 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Produk Pupuk Indonesia Group

PT Pupuk Indonesia (Persero) merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang
memiliki 10 (sepuluh) Anak Perusahaan yang tersebar di seluruh Indonesia. Bidang
Usaha Pupuk Indonesia Group terbagi menjadi 2 (dua) yaitu:

a. Bidang Pupuk
Memproduksi & Memasarkan Pupuk Urea, ZA, SP-36/18, Phonska, DAP, NPK, ZK
& Industri Kimia lainnya serta Pupuk Organik

PUPUK UREA Spesifikasi:


SUBSIDI Mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi
Berbentuk butir-butir Kristal berwarna pink
Memiliki rumus kimia NH2 CONH2
Mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah
menghisap air (higroskopis)
Mengandung unsur hara N sebesar 46%
Berwarna merah jambu (Pink)

PUPUK UREA Spesifikasi:


NON SUBSIDI Mengandung Nitrogen (N) berkadar tinggi
Berbentuk butir-butir Kristal berwarna putih
Memiliki rumus kimia NH2 CONH2
Mudah larut dalam air dan sifatnya sangat mudah
menghisap air (higroskopis)
Mengandung unsur hara N sebesar 46%
Berwarna putih

PUPUK NPK Spesifikasi:


SUBSIDI & NON SUBSIDI Mengandung Nitrogen (N), Fosfat (P2O5), Kalium
(K2O) dan Sulfur (S)
Berbentuk Granul
Berwarna merah muda (pink)
Mudah larut dalam air dan sifatnya sangat
mudah menghisap air (higroskopis)

ORGANIK Spesifikasi:
SUBSIDI & NON SUBSIDI Mengandung C Organik dan Kadar air
Berbentuk Granul
Berwarna keabu-abuan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 67
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

ZA Spesifikasi:
SUBSIDI Mengandung Nitrogen (N) dan Sulfur (S)
Berbentuk butir-butir kristal
Berwarna orange
Mudah larut dalam air dan sifatnya tidak
higroskopis

ZA Spesifikasi:
NON SUBSIDI Mengandung Nitrogen (N) dan Sulfur (S)
Berbentuk butir-butir kristal
Berwarna Putih
Mudah larut dalam air dan sifatnya tidak
higroskopis

SP 36 Spesifikasi:
SUBSIDI & NON SUBSIDI Mengandung Fosfat (P2O5) dan Sulfur (S)
Berbentuk butiran
Berwana abu-abu
Mudah larut dalam air dan sifatnya tidak
higroskopis

Kantong Pupuk Subsidi Satu Merk

68 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Dalam rangka memaksimalkan pelayanan kepada petani dan menjamin


kualitas yang baik, menghilangkan fanatisme terhadap produk pabrik tertentu
pada suatu daerah serta mempermudah pengawasan maka Pupuk Indonesia
menerapkan kebijakan penggunaan kantong bersama untuk produk pupuk
Urea Bersubsidi. Penggunaan kantong bersama tersebut sesuai dengan arahan
Menteri Pertanian dalam Rapim bulan Desember 2011.

Penggunaan kantong Urea Bersubsidi satu merk (logo baru) dimulai


pendistribusiannya ke gudang lini III di Kabupaten terhitung mulai tanggal 1 Mei
2012, dimana pada kantong tersebut dicantumkan bag code agar produk yang
didistribusikan mudah ditelusuri bila terjadi penyimpangan.

b. Bidang Non Pupuk

Menyediakan jasa engineering


procurement construction
commissioning (EPCC)

Perdagangan Umum

Logistik

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 69
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Steam & Listrik

Pangan & Sarana Produksi Pertanian

70 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Penghargaan

27 September 2016 14 Desember 2016

Juara ke-2 Annual Report Award Kategori Runner Up ke-1 Sustainability Award
BUMN Listed Non Keuangan Kategori Manufaktur
Diberikan oleh: Otorita Jasa Keuangan Diberikan oleh: National Center for
Sustainability Reporting (NCSR)

20 Oktober 2016 5 April 2016

Predikat Sangat Baik Infobank BUMN Apresiasi dan Penghargaan dari Direktorat
Award Jenderal Pajak atas Kontribusi terhadap
Diberikan oleh: Majalah Infobank Penerimaan Pajak Tahun 2015
Diberikan oleh: Direktorat Jendral Pajak

Penghargaan Kategori Public Risk dalam


ajang dalam ajang ASEAN Risk Awards 2016
Diberikan oleh: Enterprise Risk Management
Academy Singapore

20 Desember 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 71
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur Organisasi Pupuk Indonesia disusun


berdasarkan Keputusan Direksi
No. SK/DIR/45A/2015 Tentang Struktur Organisasi
PT Pupuk Indonesia (Persero). DIREKTUR
UTAMA
Aas Asikin Idat

DIREKTUR
KEUANGAN DIREKTUR
Indarto INVESTASI
Pamoengkas Gusrizal

Corporate Sekretaris Kepala Satuan SVP SVP Kinerja SVP SVP Riset SVP SVP
Communication Perusahaan Pengawas Keuangan & Korporat Akuntansi Korporat Perencanaan Pengembangan
Internal Perbendaharaan Korporat Korporat
Wijaya Budi Asikin Budi Rahayu Rochan B. Agus Joko Triyani Digna Budiarto
Laksana Syamsul Nugroho Jati Supriyanto Utaminingsih Jatiningsih

VP Internal VP VP VP Pelaporan
Communication VP Hukum Pengawasan Perbankan & & Analisa VP Akuntansi Riset Produk VP Evaluasi
& Corp. Support Operasional Perbendaharaan Kinerja Biaya & KPI VP Program Proyek
Erry Surahmad Korporat
M. Tony Friedayanti Achmad N Hardoyo Esa Adhi Sara Dewi WW Rafik Ahmad
Houston Romdhoni Atmaji Pradana

VP External VP VP Akuntansi Riset VP


Communication VP Pengawasan VP Asuransi VP Anggaran Umum Teknologi Perencanaan VP Proyek Gas
& Media Kesekretariatan Keuangan & Perpajakan
Rusriyanto Bagus Josua Strategis Brimadiyanto
Relation Parwani Achmad N Maslani Panuntun Decardo Toto Laksono
M Radityo Romdhoni

VP VP VP Portofolio
Pengawasan VP Verifikasi VP Pengelolaan
& Penagihan Pengelolaan Korporat
Perencanaan Risiko Finansial Aset
Rahmat Herdijanto Fandy Wijaya
Achmad N Ariyo W Jinca Utomo
Romdhoni Budiono

72 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

DIREKTUR
SDM & TATA
DIREKTUR KELOLA DIREKTUR
PEMASARAN Achmad Tossin TEKNOLOGI
Koeshartono Sutawikara M Djohan Safri

SVP Niaga SVP Kepala Pusat SVP Sumber SVP Umum SVP Tata SVP Teknologi SVP Teknologi SVP
Distribusi Pelatihan Daya Manusia Kelola Manufaktur Informasi Pengadaan
Korporasi
Asep Sukma Jajat Alos Agus Didik Doni Abdullah Patria Setyo
Ibrada Sudrajat Meiyanta Subekti Avianto Muhardiansyah Sugeng Margono

VP VP Pengadaan
VP Logistik VP
VP Rendal PSO Pengelolaan VP Umum VP Manajemen VP Sinerji & Pengendalian
Pemasaran Pengembangan VP Operasi TI
Benny Pelatihan Rachmad Risiko Operasi Barang
M. Dradjad SDM Mardiyanto
Frengky S Dwi Fatan Widodo Destiningsih Guntur P Budi M
Asmara Anggraeni AB
Lilyana Hasibuan

VP VP VP
VP Rendal VP PKBL Pengembangan VP Pengadaan
Non PSO Pengelolaan Pengelolaan VP Tata Kelola VP Sinerji
Wahyu Sistem Jasa
Distribusi SDM & Kepatuhan K3LH
Kartina Supriyanto Yetty Boycke
Wahyu W M. Dradjad Caca R. Eric Juliana Hut Yuli
(plt) Endarwati Garda
Asmara Muhyidin *)

VP Sinerji
VP Pelayanan VP Sistem Pemeliharaan
Pelanggan Manajemen
Samsudin
A. Yudhi K Asep Hidayat Anggari

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 73
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Profil Dewan Komisaris

Bungaran Saragih
Komisaris Utama
Usia 71 tahun
Tempat, Tanggal Pematang Siantar, 17 April 1945
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Diangkat sebagai Komisaris Utama
Penunjukan & PT Pupuk Indonesia (Persero) dalam
Periode Jabatan RUPS Luar Biasa Tahun Buku 2015
berdasarkan Surat Keputusan Menteri
BUMN Nomor SK-83/MBU/06/2015
tanggal 4 Juni 2015.
Riwayat Jurusan Sosial Ekonomi - Fakultas
Pendidikan Ekonomi - Institut Pertanian Bogor
(1964-1971)
Magister Ekonomi Statistik-North
Carolina State University, AS (1975-
1977)
Doktor Ekonomi Sosiologi- North
Carolina State University, AS (1977-
1980)
Riwayat Jabatan Menteri Pertanian pada Kabinet
Persatuan (2000-2001)
Menteri Pertanian pada Kabinet
Gotong Royong (2001-2004)
Komisaris Utama-PT Pupuk
Indonesia (Persero) (2015-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

74 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Yanuar Rizky
Komisaris Independen
Usia 44 tahun
Tempat, Tanggal Bandung, 22 Januari 1973
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk
Penunjukan & Indonesia (Persero) dalam RUPS Luar
Periode Jabatan Biasa Tahun Buku 2015 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri BUMN
Nomor SK-83/MBU/06/2015 tanggal 4
Juni 2015.
Riwayat Jurusan Akuntansi - Fakultas
Pendidikan Ekonomi dari Universitas Gadjah
Mada pada (1992-1997)
Magister bidang Hukum Ekonomi
dari Universitas Indonesia (2004-
2006)
Profesi Akuntan Register Negara
Riwayat Jabatan Anggota Komite Kebijakan Publik,
Kementerian BUMN (2014-sekarang)
Pendiri BIG (Bejana Investidata
Globalindo) (2012-sekarang)
Managing Partner AIR (Aspirasi
Indonesia Research) Institute
(2005-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 75
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Sukriansyah S. Latief
Komisaris
Usia 47 tahun
Tempat, Tanggal Ujung Pandang, 30 Agustus 1969
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk
Penunjukan & Indonesia (Persero) dalam RUPS Luar
Periode Jabatan Biasa Tahun Buku 2015 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri BUMN
Nomor SK-83/MBU/06/2015 tanggal 4
Juni 2015.
Riwayat Fakultas Hukum - Universitas
Pendidikan Hasanuddin, Makassar (1998)
Magister bidang Hukum - Universitas
Hasanuddin, Makassar
Doktor Hukum, Universitas
Hasanuddin, Makassar
Riwayat Jabatan Staf Khusus Menteri Pertanian
Bidang Kebijakan, Kabinet Kerja
(2014-sekarang)
Direktur PT Media Fajar Holding,
Makassar
Pengajar di Program Pascasarjana
Univ. Hasanuddin Makassar
Komisaris PT Pupuk Indonesia
(2015-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

76 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Megananda Daryono
Komisaris Independen
Usia 65 tahun
Tempat, Tanggal Bukittinggi, 20 Januari 1952
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk
Penunjukan & Indonesia (Persero) dalam RUPS Luar
Periode Jabatan Biasa Tahun Buku 2015 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri BUMN
Nomor SK-238/MBU/2013 tanggal
7 Mei 2013 dan dikukuhkan sebagai
Komisaris Independen sesuai Surat
Keputusan Menteri BUMN No. SK-83/
MBU/06/2015 tanggal 4 Juni 2015.
Riwayat Fakultas Ekonomi dari Universitas
Pendidikan Padjajaran (1971-1980)
Fakultas Ekonomi dari San Diego
State University, San Diego (1986-
1986)
Magister Bisnis Administrasi dari
Pace University, New York (1987-
1988)
Doktor Administrasi Bisnis dari
Universitas Brawijaya (2011-2015).
Riwayat Jabatan Asdep Bidang Usaha Perkebunan
Kementrian BUMN (2003-2010)
Direktur Keuangan PTPN III (1996-
1998)
Direktur Pemasaran PTPN III (1998-
2003)
Direktur Utama PTPN III (2001-2003),
Deputi Bidang Usaha Industri Primer
(2010-2012)
Direktur Utama PTPN III (2012-2013)
Komisaris PT Pupuk Indonesia
(2013-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 77
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Ony Suprihartono
Komisaris
Usia 47 tahun
Tempat, Tanggal Jakarta, 31 Desember 1969
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk
Penunjukan & Indonesia (Persero) dalam RUPS Luar
Periode Jabatan Biasa Tahun Buku 2015 berdasarkan
Surat Keputusan Menteri BUMN
Nomor SK-70/MBU/03/2016 tanggal
29 Maret 2016.
Riwayat Jurusan Akuntansi - Fakultas
Pendidikan Ekonomi dari Universitas Jendral
Sudirman (1989-1995)
Magister Manajemen dari
Universitas Gadjah Mada (2000-
2002)
Riwayat Jabatan Direktur Keuangan PT Pengusahaan
Daerah Industri Pulau Batam (2010-
2012),
Kabag. Perencanaan Kementerian
BUMN (2012-2013)
Dewan Pengawas Perum Jamkrindo
(2013-2016)
Kepala Biro Perencanaan, SDM dan
Organisasi Kementerian BUMN
Komisaris PT Pupuk Indonesia
(2016-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

78 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Widharma Raya Dipodiputro


Komisaris
Usia 63 tahun
Tempat, Tanggal Singaraja, 1953
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Diangkat sebagai Komisaris PT Pupuk
Penunjukan & Indonesia (Persero) berdasarkan Surat
Periode Jabatan Keputusan Menteri BUMN Nomor
SK-160/MBU/07/2016 tanggal 26 Juli
2016.
Riwayat Jurusan Manajemen Produksi -
Pendidikan Fakultas Ekonomi, Universitas
Trisakti (1983)
Master Kebijakan Bisnis, Universitas
Indonesia (2001)
Master in Public Administration,
John. F. Kennedy School of
Government, Harvard University
(1999)
Riwayat Jabatan Komisaris Utama PT Bhanda Ghara
Reksa (2009-2016)
Kepala Biro Protokol dan
Persidangan, Deputi Sekretaris Wakil
Presiden Bidang Administrasi (2005-
2006)
Staf Ahli Menteri Perdagangan
Bidang Ilmu Usaha Perdagangan
(2008-sekarang)
Komisaris PT Pupuk Indonesia
(2016-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 79
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Profil Direksi

Aas Asikin Idat


Direktur Utama
Usia 60 tahun
Tempat, Tanggal Bandung, 25 Juni 1956
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Berdasarkan RUPS Tahunan, Tahun
Penunjukan & Buku 2015 tanggal 4 Desember 2015
Periode Jabatan
Riwayat Jurusan Akuntansi, Fakultas
Pendidikan Ekonomi-Universitas Padjadjaran,
Bandung (1977-1981)
Magister Manajemen-Sekolah Tinggi
Manajemen Prasetya Mulya, Jakarta
(1995- 1997)
Riwayat Jabatan Direktur Keuangan & Komersil-PT
Pupuk Kujang (2001-2004)
Direktur Utama-PT Pupuk Kujang
(2004-2006)
Direktur Utama-PT Pupuk Kujang
(Persero) (2006-2010)
Direktur Utama-PT Pupuk
Kalimantan Timur (2010-2015)
Direktur Utama-PT Pupuk Indonesia
(Persero) (2015-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

80 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

M. Djohan Safri
Direktur Teknologi
Usia 53 tahun
Tempat, Tanggal Surabaya, 22 Mei 1963
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Berdasarkan RUPS Tahunan, Tahun
Penunjukan & Buku 2015 tanggal 4 Desember 2015
Periode Jabatan
Riwayat Jurusan Teknik Kimia-Institut
Pendidikan Teknologi Surabaya, Surabaya (1983-
1987)
Magister Manajemen-Universitas
Sriwijaya, Palembang (1999-2001)
Riwayat Jabatan General Manager-Perkapalan (2008-
2010)
Direktur Produksi-PT Pupuk
Sriwidjaja Palembang (2010-2015)
Direktur Teknologi & Manufacturing-
PT Pupuk Indonesia (Persero)
(2015-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 81
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Gusrizal
Direktur Investasi
Usia 53 tahun
Tempat, Tanggal Padang, 20 Januari 1964
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Berdasarkan RUPS Tahunan, Tahun
Penunjukan & Buku 2015 tanggal 4 Desember 2015
Periode Jabatan
Riwayat Jurusan Teknik Mesin-Institut
Pendidikan Teknologi Bandung, Bandung
(1985-1989)
Master Manajemen Logistik
dan Perkapalan-World Maritime
University, Swedia (1996-1998)
Riwayat Jabatan Senior Vice President Shipping-
Pertamina (2008-2009)
Senior Vice President Distribusi-
Pertamina (2009-2009)
Senior Vice President Corporate
Planning-Pertamina (2009-2010)
Senior Vice President Corporate
Investment and Business
Development-Pertamina (2010-
2013)
President Director, PT Donggi
Senoro LNG (2013-2015)
Direktur Investasi dan
Pengembangan-PT Pupuk Indonesia
(Persero) (2015-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

82 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Indarto Pamoengkas
Direktur Keuangan
Usia 51 tahun
Tempat, Tanggal Madiun, 7 November 1965
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Berdasarkan RUPS Tahunan, Tahun
Penunjukan & Buku 2015 tanggal 4 Desember 2015
Periode Jabatan
Riwayat Jurusan Ekonomi - Fakultas
Pendidikan Akuntansi-Universitas Airlangga,
Surabaya (1985-1989)
Magister Manajemen Akuntansi-
Universitas Indonesia, Jakarta
(1998-2000)
Riwayat Jabatan Senior Vice President-Bank Mandiri
(1999-2015)
Direktur Keuangan-PT Pupuk
Indonesia (Persero) (2015-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 83
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Achmad Tossin Sutawikara


Direktur SDM dan Tata Kelola
Usia 58 tahun
Tempat, Tanggal Bandung, 1 Mei 1958
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Berdasarkan RUPS Tahunan, Tahun
Penunjukan & Buku 2016 tanggal 1 Januari 2016
Periode Jabatan
Riwayat Jurusan Akuntansi, Fakultas
Pendidikan Ekonomi-Universitas Padjadjaran,
Bandung (1976)
Magister Manajemen Pemasaran-
Universitas ST PPM, Jakarta (1993-
1995)
Riwayat Jabatan Direktur Keuangan & Komersil-PT
Pupuk Kujang (2001-2004)
Direktur Utama-PT Pupuk Kujang
(2010-2012)
Komisaris-PT Pupuk Sriwidjaja
Palembang (2012-sekarang)
Direktur SDM dan Tata Kelola
- PT Pupuk Indonesia (Persero)
(2016-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

84 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Koeshartono
Direktur Pemasaran
Usia 58 tahun
Tempat, Tanggal Mojokerto, 3 April 1958
Lahir
Kewarganegaraan Indonesia
Dasar Hukum Berdasarkan RUPS Tahunan, Tahun
Penunjukan & Buku 2012 tanggal 29 Agustus 2012
Periode Jabatan
Riwayat Fakultas Pertanian-Institut Pertanian
Pendidikan Bogor, Bogor (1977-1981)
Magister Manajemen Bisnis
Administrasi Institut Teknologi
Bandung, Bandung (2001-2003)
Riwayat Jabatan Direktur Utama-PT Gresik Cipta
Sejahtera
Direktur SDM dan Umum-PT
Petrokimia Gresik (2010-2012)
Direktur Pemasaran-PT Pupuk
Indonesia (Persero) (2012-sekarang)
Hubungan Afiliasi Beliau tidak memiliki hubungan afiliasi
dengan anggota Dewan Komisaris dan
Direksi lainnya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 85
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Komposisi Pemegang Saham

Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) tidak ada yang dimiliki oleh Dewan Komisaris
dan Direksi maupun masyarakat karena seluruh saham perusahaan dimiliki oleh
Pemerintah Republik Indonesia dengan Modal Dasar sebesar Rp40.000.000.000.000,-
(empat puluh triliun rupiah), terbagi atas 40.000.000,- (empat puluh juta) saham,
masing-masing saham dengan nilai nominal sebesar Rp1.000.000,- (satu juta rupiah)

Dari Modal dasar tersebut telah ditempatkan dan diambil bagian oleh Negara
Republik Indonesia sebanyak 12.899.908,- (dua belas juta delapan ratus Sembilan
puluh Sembilan ribu Sembilan ratus delapan) saham atau seluruhnya sebesar
Rp12.899.908.000.000,- (dua belas triliun delapan ratus Sembilan puluh miliar
Sembilan ratus delapan juta rupiah)

NIlai Nominal setiap saham ditempatkan tersebut 100% (seratus persen) berjumlah
Rp12.899.908.000.000,- (dua belas triliun delapan ratus Sembilan puluh miliar
Sembilan ratus delapan juta rupiah) telah disetor penuh oleh Negara Republik
Indonesia (pemegang saham) dengan cara sebagai berikut:
a. Sebesar Rp11.948.054.000.000,- (sebelas triliun Sembilan ratus empat puluh
delapan miliar lima puluh empat juta rupiah), merupakan modal disetor
lama sesuai dengan akta Nomor 11 tanggal 19-01-2012 (Sembilan belas
januari dua ribu dua belas) yang dibuat dihadapan Notaris Lumassia, Sarjana
Hukum, yang pemberithuan perubahan Anggaran Dasarnya telah diterima
oleh Menteri Hukum dan Hak Asasi manusia Republik Indonesia Nomor AHU-
AH.01.10-08848 tanggal13-03-2012 (tiga belas maret dua ribu dua belas);
b. Sebesar Rp206.347.095.491,- (dua ratus enam miliar tiga ratus empat puluh
tujuh juta Sembilan puluh lima ribu empat ratus Sembilan puluh satu rupiah)
berasal dari Cadangan Pooling of Fund per tanggal 30-11-2012 (tiga puluh
nopember dua ribu dua belas) sebagaimana tercantum dalam audit kantor
Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto Nomor:R/111.AGA/
rhp.1/2013 tanggal 25-02-2013 (dua puluh lima februari dua ribu tiga belas);
c. Sebesar Rp745.506.756.923,- (tujuh ratus empat puluh lima miliar lima ratus
enam juta tujuh ratus lima puluh enam ribu Sembilan ratus dua puluh tiga rupiah)
yang berasal dari berasal dari Cadangan Pooling of Fund per tanggal 30-11-2012
(tiga puluh nopember dua ribu dua belas) sebagaimana tercantum dalam audit
kantor Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto Nomor:R/111.
AGA/rhp.1/2013 tanggal 25-02-2013 (dua puluh lima februari dua ribu tiga belas);
d. Sebesar Rp147.586,- (seratus empat puluh tujuh ribu kima ratus delapan puluh
enam rupiah) yang berasal dari cadangan Perseroan (saldo laba yang telah
ditentukan penggunaannya) sebagaimana tercantum dalam hasil audit Kantor
Akuntan Publik (KAP) Aryanto, Amir Jusuf, Mawar & Saptoto Nomor: R/195.AGA/
rhp/2013 tanggal 28-03-2013 (dua puluh delapan maret dua ribu tiga belas).

86 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Entitas Anak Perusahaan/Entitas Asosiasi dan


Struktur Grup Perusahaan

Penyertaan Entitas Anak Perusahaan

Perusahaan memiliki penyertaan langsung maupun tidak langsung dengan


persentase kepemilikan lebih dari 50% sebagai berikut:

Penyertaan Langsung
Struktur Organisasi Penyertaan Langsung Entitas Anak dengan persentase
kepemilikan adalah sebagai berikut:

1. PT PETROKIMIA GRESIK

Didirikan 31 Mei 1975


Lokasi Gresik, Jawa Timur
Bidang Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk Serta Bahan Kimia Lain
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (99,9%) Yayasan Petrokimia Gresik (0,1%)

Status Operasi Telah beroperasi

Dewan Komisaris M. Djohan Safri (Komisaris Utama) Hari Priyono (Komisaris)


Andy Muawiyah Ramly (Komisaris) Yoke C. Katon (Komisaris)
Mahmud Nurwindu (Komisaris)) Heriyono Harsoyo (Komisaris
Dewan Direksi Nugroho Christijanto (Direktur Utama) Pardiman (Direktur Keuangan)
I Ketut Rusnaya (Direktur Produksi) Rahmad Pribadi (Direktur SDM dan Umum)
Arif Fauzan (Direktur Teknik dan Meinu Sadariyo (Direktur Pemasaran)
Pengembangan)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 87
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

2. PT Pupuk Kujang

Didirikan 9 Juni 1975


Lokasi Cikampek, Jawa Barat
Bidang Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk Serta Bahan Kimia Lain
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (99,9%) dan Yayasan Kesejahteraan Warga PT Pupuk Kujang (0,1%)
Status Operasi Telah beroperasi
Dewan Komisaris Gusrizal (Komisaris Utama) Ammarsjah (Komisaris)
Winarno Tohir (Komisaris) Maulana Yusuf Singedekane (Komisaris)
Paurluhutan Hutahaean (Komisaris)
Dewan Direksi Nugraha Budi Eka Irianto (Direktur Utama) Rita Widayati (Direktur Komersil)
Maryono (Direktur Produksi) Indra Armansyah (Direktur SDM dan Umum)
Hanggara Patrianta (Direktur Teknik dan
Pengembangan)

3. PT Pupuk Kalimantan Timur

Didirikan 7 Desember 1977


Lokasi Bontang, Kalimantan Timur
Bidang Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk Serta Bahan Kimia Lain
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (99,9%) dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT Pupuk
Kalimantan Timur (0,1%)
Status Operasi Telah beroperasi
Dewan Komisaris Koeshartono (Komisaris Utama) Zulkifli Arman (Komisaris)
Ade Rahardja (Komisaris) Sumardjo Gatot Irianto (Komisaris)
Bambang Supriyambodo (Komisaris)
Dewan Direksi A. Bakir Pasaman (Direktur Utama) Gatoet Gembiro Noegroho (Direktur
Bagya Sugihartana (Direktur Produksi) Komersil)
Satriyo Nugroho (Direktur Teknik dan Meizar Effendi (Direktur SDM dan Umum)
Pengembangan)

88 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

4. PT PUPUK ISKANDAR MUDA

Didirikan 4 Februari 1982


Lokasi Lhokseumawe, Nangroe Aceh Darussalam
Bidang Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk Serta Bahan Kimia Lain
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (99,9%) dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT Pupuk
Iskandar Muda (0,1%)
Status Operasi Telah beroperasi
Dewan Komisaris Musthofa (Komisaris Utama) M. Ali Arief (Komisaris)
Husain Abdullah (Komisaris) Fitriani (Komisaris)
Dewan Direksi Achmad Fadhiel (Direktur Utama) Husni Achmad Zaki (Direktur Komersil)
Dwi Satriyo Annurogo (Direktur Produksi, Usni Syafrizal (Direktur SDM dan Umum)
Teknik dan Pengembangan)

5. PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG

Didirikan 24 Desember 2010


Lokasi Palembang, Sumatera Selatan
Bidang Usaha Produksi dan Pemasaran Pupuk Serta Bahan Kimia Lain
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (99,9%) dan Yayasan Kesejahteraan Karyawan PT Pusri
Palembang (0,1%)
Status Operasi Telah beroperasi
Dewan Komisaris Achmad Tossin Sutawikara Hilman Taufik (Komisaris)
(Komisaris Utama) Mustoha Iskandar (Komisaris)
Najib Matjan (Komisaris)
Spudnik Sujono Kamino (Komisaris)
Dewan Direksi Mulyono Prawiro (Direktur Utama) Muhammad Romli HM (Direktur Komersil)
Ir. Filius Yuliandi (Direktur Produksi) Bob Indiarto (Direktur SDM dan Umum)
Listyawan Adi Pratisto (Direktur Teknik
dan Pengembangan)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 89
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

6. PT REKAYASA INDUSTRI

Didirikan 12 Agustus 1981


Lokasi DKI Jakarta
Bidang Usaha Rancang Bangun dan Perekayasaan Serta Jasa Konstruksi
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (90,06%), Pemerintah RI (4,97%) dan PT Pupuk Kalimantan Timur
(4,97%)
Status Operasi Telah beroperasi
Dewan Komisaris Indarto Pamoengkas (Komisaris Utama) Muchlis Moechtar (Komisaris)
Anang Sundana (Komisaris) Rahmat Hidayat Pulungan (Komisaris)
Putu Surya Wirawan (Komisaris)
Dewan Direksi Jobi Triananda Hasjim (Direktur Utama) Doddy Sulasmono Diniawan (Direktur
Yanuar Budinorman (Direktur Pemasaran) Keuangan dan SDM)
Qomaruzzaman (Direktur Usaha) Jakub Tarigan (Direktur Operasi)

7. PT MEGA ELTRA

Didirikan 28 Desember 1970


Lokasi DKI Jakarta
Bidang Usaha Perdagangan dan Jasa Konstruksi
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (98,72%) dan PT Rekayasa Industri (1,27%)
Status Operasi Telah beroperasi
Dewan Komisaris Baran Wirawan (Komisaris Utama)
Yusni Emilia Harahap (Komisaris)
Wahyu Setyawan (Komisaris)
Dewan Direksi Kotot Wasisto (Direktur Utama)
Dwi Atmaji Yuwianto (Direktur Keuangan)
Joko Utomo (Direktur Operasi)

90 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

8. PT Pupuk Indonesia Logistik

Didirikan 23 Desember 2013 Bidang Usaha Pelayaran dan Jasa Angkutan Laut
Lokasi DKI Jakarta Status Operasi Telah beroperasi
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (97%) dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (3%)
Dewan Komisaris Bambang Lesmoko (Komisaris Utama) Asep Syaifullah (Komisaris)
Dewan Direksi Ahmadi Hasan (Direktur Utama) Darwisi Kemis (Direktur Keuangan & Administrasi)

9. PT Pupuk Indonesia Energi

Didirikan 18 Agustus 2014 Bidang Usaha Industri, Pembangunan,


Perdagangan, dan Jasa Bidang Energi
Lokasi DKI Jakarta Status Operasi Telah beroperasi
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (50%), PT Petrokimia Gresik (10%), PT Pupuk Kujang (5%), PT Pupuk
Kalimantan Timur (10%), PT Pupuk Iskandar Muda (5%), PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (10%) dan
PT Rekayasa Industri (10%)
Dewan Komisaris Dana Sudjana (Komisaris)
Dewan Direksi Tenta Minarto Tri Februartono (Direktur Utama)
Kuntari Laksmitadewi Wahyuningdyah (Direktur Operasi)

10. PT Pupuk Indonesia Pangan

Didirikan 30 April 2015 Bidang Usaha Perindustrian dan Perdagangan di


Bidang Pertanian
Lokasi DKI Jakarta Status Operasi Telah beroperasi
Kepemilikan Saham PT Pupuk Indonesia (Persero) (90%), PT Petrokimia Gresik (2,5%), PT Pupuk Kujang (2,5%),
PT Pupuk Kalimantan Timur (2,5%), dan PT Pupuk Sriwidjaja Palembang (2,5%)
Dewan Komisaris Subhan (Komisaris Utama) Hilman Manan (Komisaris)
Dewan Direksi Mamat Ahmad Sowi (Direktur Utama) Baja Lhodrakentjana (Direktur Keuangan)
Arief Prapsoedi (Direktur Operasi)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 91
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Struktur Grup Perusahaan

Government of Indonesia
100%

PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Sriwidjaja Energi PT Hengam Petrochemical
PT Petrokimia Gresik Company in Iran
99,99%
Palembang 50,00%
99,99% 5,21%

PT Pupuk Kujang PT Pupuk Iskandar PT Pupuk indonesia PT Asean Aceh Fertilizer


Muda Logistics (in liquidation)
99,99%
99,99% 97,00% 60,00%

PT Pupuk Kalimantan PT Pupuk Indonesia


PT Mega Eltra Pangan
Timur
99,99% 98,73% 50,99%

PT Rekayasa Industri
90,00%

92 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Kronologis Pencatatan Saham


Sampai dengan tahun 2016, Pupuk Indonesia belum pernah mencatatkan saham
di Bursa Saham. Sehingga tidak ada informasi terkait kronologis pencatatan, jenis
tindakan korporasi, perubahan jumlah saham, maupun nama bursa.

Tindakan Korporasi & Pencatatan Obligasi


Obligasi PIHC01A dan PIHC01B perseroan telah dicatatkan di Bursa Efek Indonesia
sejak tanggal 10 Juli 2014. Tidak ada tindakan korporasi yang terkait dengan
perubahan jumlah obligasi, sehingga tidak ada perubahan jumlah obligasi yang
beredar dari tangga awal pencatatan hingga jatuh tempo.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 93
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Kronologis Pencatatan Obligasi

Obligasi Pupuk Indonesia Tahun 2014 Seri A


(PIHC01A) dan Seri B (PIHC01B)

Obligasi Pupuk Indonesia tahun 2014 Seri A diterbitkan tanggal 10 Juli 2014 dengan
nilai pokok obligasi sebesar Rp568 Miliar dengan tingkat bunga tetap 9,63% dan
jatuh tempo tanggal 8 Juli 2017, sedangkan Obligasi Pupuk Indonesia tahun 2014
Seri B diterbitkan tanggal 10 Juli 2014 dengan nilai pokok obligasi sebesar Rp1,131
Miliar dengan tingkat bunga tetap 9,95% dan jatuh tempo tanggal 8 Juli 2019. Pada
saat emisi, PT Fitch Ratings Indonesia memberikan peringkat (id) AAA atas obligasi
tersebut dan dicatatkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Juli 2014.

Penggunaan dana dari penawaran umum obligasi adalah 42% untuk refinancing
pinjaman perbankan kepada PT Pupuk Iskandar muda, 27% untuk belanja modal PT
Pupuk Kalimantan Timur, 12% untuk entitas yang dibentuk oleh Perseroan dimana
entitas tersebut berencana mengembangkan usaha dalam bidang Energi, dan 9%
untuk Pengembangan bisnis logistik dan niaga kepada PT Pupuk Indonesia Logistik.
Kronologis Pencatatan Obligasi PIHC01A dan PIHC01B adalah sebagai berikut:

Kronologis Pencatatan Obligasi PIHC01A dan PIHC01B

kejadian tanggal
Ijin Publikasi 13 Juni 2014

Penerbitan Prospektus Ringkas 16 Juni 2014

Book Building 16 Juni 2014

Pelaksanaan Public Expose 17 Juni 2014q

Pernyataan Efektif dari Telah beroperasi

BAPEPAM/OJK 30 Juni 2014

Masa Penawaran 2- 3 Juli 2014

Penjatahan 4 Juli 2014

Penerimaan Dana 8 Juli 2014

Pencatatan di Bursa Efek Indonesia 10 Juli 2014

94 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Lembaga Profesi Penunjang Perusahaan

Lembaga Profesi Penunjang Perusahaan

Lembaga Nama Lengkap Alamat


Kantor Akuntan Publik Kantor Akuntan Publik Tanudiredja, Plaza 89 Jl. HR. Rasuna Said Kav X-7 No.6
Wibisana, Rintis & Rekan Jakarta 12940

Konsultan Hukum Prof. Erman Rajagukguk S.H., LLM,. Ph.D. Fakultas Hukum Unversitas Indonesia
Gedung IASTH Lt. 2. Jl. Salemba 4 Jakarta

Maulana and Partners Law Firm Mayapada Tower 5th Floor


Jl. Jend. Sudirman Kav. 28. Jakarta 12920

Handra Darwin & Rekan Jl. Jend. A. Yani Kav. 66-67


Dwima Plaza I Lt.4 Suite 407 Cempaka Putih
Timur, Cempaka Putih Jakarta 10510

Sani Aminoeddin and Partner Mayapada Tower Lt 19.


Jl. Jend Sudirman Kav 28
Jakarta 1920

Lubis Santosa and Maramis Law firm Equity Tower Lt12 SCBD Lot 9
Jl Jend. Sudirman Kav 52-55. Jakarta 12190

Hanafiah Ponggawa & Partners Wisma 46 Kota BNI 32nd, 41st Fl.
(main reception)
Jl Jend. Sudirman Kav 1 . Jakarta 10220

Notaris Nanda FauzIwan, SH, M.Kn Royal Palace Block C/16.Jl. Prof. DR.
Soepomo,
SH No. 178 A Jakarta Selatan 12870

Lumassia, SH Jl. Danau Poso E-II No. 83/84 Pejompongan


Bendungan Hilir Jakarta Pusat 10210

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 95
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Informasi pada Website Perusahaan

Pupuk Indonesia senantiasa memastikan kepatuhan terhadap ketentuan


keterbukaan informasi kepada khalayak eksternal, sebagaimana disebutkan
Peraturan OJK Nomor 8/POJK.04/2015 tentang website perusahaan yang tercatat
di Bursa Efek indonesia. Pupuk Indonesia menggunakan media website untuk
memberikan kemudahan dalam mengakses informasi bagi para pemangku
kepentingan. Kepatuhan terhadap hal ini, khususnya dalam penyampaian sejumlah
laporan dan informasi penting lainnya yang harus dimuat dalam website Pupuk
Indonesia dengan alamat:

www.pupuk-indonesia.com

Adapun laporan maupun informasi lainnya yang wajibdisampaikan dalam website,


adalah sebagai berikut:

Informasi pemegang saham sampai dengan pemilik akhir individu.

96 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Informasi Analisis Kinerja dan Laporan Keuangan Tahunan

Informasi Profil Dewan Komisaris dan Direksi

Penyajian dalam Bahasa Indonesia dan Bahasa Asing

Informasi umum terkait perusahaan


Informasi bagi investor
Informasi tata kelola perusahaan
Informasi tanggung jawab sosial perusahaan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 97
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Sumber Daya Manusia

Profil Perusahaan

Wilayah Kerja Perusahaan

PT PUPUK ISKANDAR MUDA PT PUPUK SRIWIDJAJA PALEMBANG


LHOKSEUMAWE PALEMBANG
Jalan Raya Medan - Banda Aceh, KruengGeukeuh, Jalan Mayor Zen, Palembang 30118
Lhokseumawe 24310 Nanggroe Aceh Darussalam Phone : (62-711) 712111, 712222
Phone : (62-645) 56222 Fax : (62-645) 56096 Fax : (62-711) 712100, 712020
E-mail : info@pim.co.id E-mail : info@pusri.co.id/humas@pusri.co.id Web-
Website : http://www.pim.co.id site : http:/www.pusri.co.id
1 (satu) Pabrik Urea Prill - 570 ribu ton 5 (lima) Pabrik Urea Prill - 1 (satu) pabrik NPK granu-
1 (satu) Pabrik Urea Granule - 570 ribu ton lar 100ribu ton

PT PUPUK KUJANG
KARAWANG
Jalan Jenderal A. Yani No. 39,
Cikampek, Karawang 41373, Jawa Barat
Phone : (62-264) 314336-340, 313451-452,
316123, 316141
Fax : (62-264) 314235, 314335,
E-mail : info@pupuk-kujang.co.id
Website : http://www.pupuk-kujang.co.id
2 (dua) Pabrik Urea Prill - 1.140 ribu ton
2 (dua) Pabrik NPK Granular - 200 ribu ton

PT REKAYASA INDUSTRI PT MEGA ELTRA PT Pupuk Indonesia


JAKARTA JAKARTA LOGISTIK
Jalan KalibataTimur I No. 36 Jalan Menteng Raya No. 27, JAKARTA
Kalibata, Jakarta Selatan 12740 Jakarta Pusat 10340
Gedung Pusri 101, lantai 2 & 3
Phone : (62-21) 7988700, 7988707 Phone : (62-21) 3909018 (Hunting), 3909437
Jl. Letjend S. Parman Kav 101,
Fax : (62-21) 7988701, 7988702 Fax : (62-21) 3909326, 3102937
Jakarta Barat 11440
E-mail : corpsec@rekayasa.co.id E-mail : pr@megaeltra.com
Phone : (62-21) 2263 1881 - 83
Website : http://www.rekayasa.co.id Website : http://www.megaeltra.com
Fax : (62-21) 2256 1904
E-mail : info@pi-logistik.com
Website : www.pi-logistik.com

98 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

PT PUPUK KALIMANTAN TIMUR Keterangan:


BONTANG
Jalan James Simandjuntak No. 1 Pupuk Non Urea (ZA, SP-36, NPK) Bersubsidi
Bontang 75313, Kalimantan Timur diseluruh Indonesia merupakan wilayah kerja PT
Phone : (62-548) 41204, 41202, 41203,
Fax : (62-548) 41616, 41626 Petrokimia Gresik.
E-mail : corsec@pupukkaltim.com, Rayon Urea Bersubsidi sesuai surat Direktur Utama
Website :http://www.pupukkaltim.com
PT Pupuk Indonesia U-1797/A00000.UM/2015
2 (dua) Pabrik Urea Prill - 1.140 ribu ton
3 (tiga) Pabrik Granule - 2.290 ribu ton beserta perubahanya tanggal 3 Desember 2015
2 (dua) Pabrik NPK Granular 200 ribu tentang Penugasan Wilayah Tanggung jawab
Pengadaan & Penyaluran Pupuk Bersubsidi untuk
Sektor Pertanian

PT PETROKIMIA GRESIK
GRESIK
Jalan Jend. A. Yani, Gresik 61119, JawaTimur
Phone : (62-31) 3981811, 3981814, 3982100,
3982200
Fax : (62-31) 3981722, 3892272
PT Pupuk Indonesia PT Pupuk Indonesia E-mail : pkg@petrokimia-gresik.com
Website : http://www.petrokimia-gresik.com
ENERGI PANGAN 1 (satu) Pabrik Urea Prill - 460 ribu ton
JAKARTA JAKARTA
3 (tiga) Pabrik ZA - 750 ribu ton
Gedung Petrokimia Gresik Gedung Petrokimia Gresik 1 (satu) Pabrik SP-36 - 500 ribu ton
Jl. Tanah Abang III No.16 Jakarta 10160 Jl. Tanah Abang III No.16 Jakarta 10160 9 (sembilan) Pabrik NPK - 350 ribu ton
Phone : (62-21) 3446678 Phone : (62-21) 3446460
E-mail : info@pi-energi.com E-mail : info@pi-pangan.com
Website : http://www.pi-energi.com Website : http://pi-pangan.com

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 99
100 PT Pupuk Indonesia (Persero)
Laporan Tahunan 2016
SUMBER DAYA
MANUSIA

103 Pengelolaan SDM 112 Rekrutmen SDM

104 Rencana & Strategi SDM 113 Pengembangan


Kompetensi Karyawan
106 Pencapaian Kinerja SDM
2016 117 Realisasi Pencapaian
Mandays
107 Profil SDM
117 Penilaian Produktivitas
112 Struktur Pengelola SDM
Kerja

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 101
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Pupuk Indonesia memberikan perilaku yang sama


kepada seluruh pegawai tanpa membedakan
jenis kelamin. Pupuk Indonesia mengapresiasi
karyawan berdasarkan tanggung jawab,
kompetensi, dan kinerja masing-masing pegawai

102 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Pengelolaan Sumber Daya Manusia (SDM)

Aspek Sumber Daya Manusia merupakan elemen terpenting dalam pertumbuhan


Perseroan. Sebagai Perusahaan Induk (Holding Company) BUMN Pupuk, pengelolaan
SDM di Perseroan berfokus pada pengembangan profesionalisme kerja serta
peningkatan keunggulan kompetitif SDM sebagai pendorong utama pertumbuhan
perusahaan di seluruh Holding Grup. Pada tahun 2016, Perseroan didukung oleh
total 10.439 karyawan yang dikelola dalam suatu Sistem Manajemen SDM berbasis
kompetensi mulai dari tahap rekrutmen hingga evaluasi kinerja pegawai.

Sistem Manajemen SDM di Perseroan berlandaskan pada pemenuhan kompetensi


dan kebutuhan personil di seluruh unit kerja. Untuk memenuhi kebutuhan tersebut,
Pupuk Indonesia telah merancang dan menetapkan kebijakan standar Passing Grade
penerimaan pegawai di seluruh Holding Group, agar tersedia pegawai yang memiliki
kompetensi memadai untuk mendukung kinerja Pupuk Indonesia. Selanjutnya,
guna memastikan tercapainya pemenuhan profil kompetensi yang diharapkan,
Perseroan merancang program pengembangan kompetensi dan keahlian melalui
berbagai program pelatihan internal dan eksternal baik di tingkat domestik maupun
internasional.

Di sisi lain, sebagai bagian dari Holding Grup, Sistem Human Capital Management
(HCMS) di seluruh Anak Perusahaan juga mengadaptasi Sistem Manajemen SDM
berbasis kinerja meliputi Organization Development, HR Planning, Knowledge
Management, Remunerasi berbasis Kompetensi & Kinerja, Talent Management
& Career Planning, Integrasi sistem SDM Holding Grup dan Enterprise Resource
Planning (ERP) bidang SDM. Seluruh program tersebut diarahkan untuk menciptakan
SDM yang berkualitas sesuai dengan kebutuhan bisnis Perusahaan. Secara jangka
panjang, implementasi program Manajemen SDM tersebut mengarah pada
terciptanya human capital excellence di Perseroan.

Selain program pengembangan, Perseroan juga menempatkan perhatian pada


aspek kesejahteraan karyawan dengan menyediakan paket kesejahteraan karyawan
yang kompetitif. Komitmen tersebut direalisasikan melalui fasiltias kesehatan
untuk pegawai dan keluarga serta program paska kerja yang dapat memberikan
ketenangan di masa pensiun. Pupuk Indonesia juga memberikan kesempatan dan
kebebasan bagi pegawai untuk menyuarakan aspirasi melalui mekanisme yang
disediakan ataupun pembinan hubungan industrial yang harmonis dengan Federasi
Serikat Pekerja Pupuk Indonesia sebagai perwakilan dari aspirasi seluruh pegawai.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 103
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Rencana & Strategi SDM

Pupuk Indonesia merancang rencana dan strategi SDM


dalam bentuk Human Capital Milestone sebagai tahapan
program SDM di Perseroan. Strategi SDM ini memberikan
arah secara keseluruhan mengenai bagaimana kegiatan
SDM akan dikembangkan dan dikelola. Strategi SDM
yang diterapkan di Pupuk Indonesia adalah dengan
mendayagunakan SDM yang dimiliki sebagai upaya
meningkatkan kemampuan prima Perusahaan, sehingga
mampu memenangkan dan menguasai pasar.

104 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Dalam rangka meningkatkan profesionalisme dan kinerja usaha secara


berkelanjutan, telah dicanangkan strategi program pengembangan kualitas SDM
profesional secara konsisten melalui sistem pengelolaan SDM secara terpadu.

Untuk tahapan tahun 2016 sd. 2020, sasaran SDM diarahkan pada upaya mewujudkan
integrasi system SDM dan mendorong sinergi antar unit kerja (Integrasi dan Sinergi) :

Sasaran
Sasaran & dukungan SDM: Mewujudkan integrasi sistem keHRDan dan
mendorong sinergi antar unit kerja (Integritasi dan Sinergi)

DAMPAK
1. Menyusun PIHRMS dan audit perbaikan SDM berkelanjutan
2. Pemenuhan aspek legal & sertifikasi kelembagaan
3. Pengembangan organisasi & manajemen kerja

INISIATIF
1. Desain & pengembangan organisasi: Menyusun PIHRMS dan audit
untuk perbaikan implementasinya serta melakukan audit PIHRMS untuk
perbaikan SDM berkelanjutan. Memperkuat fungsi pendukung organisasi
publik: Corcom, SPI, pemasaran.
2. Performance Mgt: monitoring & evaluasi kinerja individual
3. Pengembangan karyawan: Peningkatan kompetensi karyawan untuk
memastikan kesiapan research centre, shared service centre, kehandalan
aset dan hilirisasi agrokimia serta pengembangan petrokimia
4. Compensation Benefit: sistem kompensasi yang menarik
5. Budaya Kerja: Membangun identitas organisasi
6. Knowledge Mgt.: Standarisasi kebijakan & praktek pengembangan SDM
(basis Corporate University)
7. HRIS: Sistem informasi karyawan yang terintegrasi

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 105
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Pencapaian Kinerja SDM 2016

Dalam rangka peningkatan kompetensi pegawai dan menindaklanjuti


penyempurnaan penerapan Human Capital Management serta Harmonisasi Sistem
SDM di seluruh Anak Perusahaan, maka selama tahun 2016 telah dilaksanakan
beberapa kegiatan, antara lain:

1. Peningkatan kompetensi Sumber Daya Manusia dengan melaksanakan


program peningkatan pengetahuan dan ketrampilan Sumber Daya Manusia
meliputi in house training, outplant training, pelatihan sertifikasi.
2. Implementasi Change Management (ERP) di mana pada tahun 2016, seluruh
karyawan telah menggunakan ERP SAP dalam menjalankan proses bisnis
sesuai jadwal Go Live masing-masing. ERP SAP telah diterapkan di seluruh
Holding Grup dalam beberapa fase yaitu Fase pertama tanggal 4 Januari
2016 di PIHC, PKC dan PKT. Fase kedua tanggal 4 April 2016 di PKG, PIM dan
PSP. Fase 2B tanggal 5 September 206 di REKIND dan ME.
3. Pelatihan Management Trainee Pupuk Indonesia Grup selama 9 (sembilan)
bulan masa pelatihan dan 3 (tiga) bulan masa percobaan yang berlangsung
mulai bulan Maret 2016 dan berakhir pada bulan Februari 2017.
4. Program sertifikasi melalui Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk
Indonesia (LSP IPI), pada tahun 2016 telah dilakukan sertifikasi sejumlah
1471 dengan jumlah asesor sertifikasi sejumlah 343 orang.
5. Penetapan Kamus Soft Competency Pupuk Indonesia Grup yang terdiri dari
Core Competency, Role Competency Struktural, Role Competency Fungsional dan
Kompetensi Pendukung.
6. Pelaksanaan Manajemen Kinerja dengan menggunakan penilaian Soft-
Competency 360 dan penilaian KPI Individu (untuk mengukur kinerja
individu).
7. Implementasi Remunerasi dengan melakukan kenaikan gaji pokok
berdasarkan Cost of Leaving Adjustmen (COLA) dan Merit Increase
8. Proses penyiapan implementasi sistem e learning
9. Penyiapan Portal SDM yang memuat informasi dan program SDM bagi
karyawan.

106 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Profil SDM

Untuk mendukung pertumbuhan perusahaan yang berkelanjutan, saat ini Pupuk


Indonesia Group berusaha mengoptimalisasi pendayagunaan SDM yang ada.
Jumlah Karyawan Tetap pada tahun 2016 mencapai 10.439 orang, turun 2,79%
dibandingkan dengan tahun 2015 yang mencapai 10.739 orang. Jumlah ini juga
semakin menurun jika dibandingkan dengan jumlah Karyawan Tetap di tahun 2014
yang mencapai 11.098 orang, 2013 mencapai 11.256 orang, dan tahun 2012 yang
mencapai 11.601 orang.

Jumlah Karyawan Tetap 2012-2016

12.000 11.601 11.256


11.098 10.739 10.439
11.000
10.000
9.000
8.000
7.000
6.000
5.000
4.000
3.000
2.000
1.000
0
2012 2013 2014 2015 2016

Jumlah Karyawan Tetap 2015 2016

Keterangan Karyawan Tetap


2012 2013 2014 2015 2016

PT PI 76 79 89 104 186
PT PKG 3.339 3.270 3.251 3.198 3.129
PT PKC 1.209 1.190 1.183 1.175 1.154
PT PKT 2.543 2.498 2.447 2.375 2.150
PT PIM 1.108 995 972 675 656
PT PSP 2.695 2.589 2.435 2.434 2.364
PT REKIND 455 478 526 546 538
PT ME 176 157 195 192 199
PT PILOG* 0 0 0 22 24
PT PIE** 0 0 0 18 24
PT PIP*** 0 0 0 0 15
TOTAL 11.601 11.256 11.098 10.739 10.439

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 107
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Jumlah karyawan tersebut dapat dirinci berdasarkan tingkat pendidikan, usia, dan
grade jabatan sebagai berikut:

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan 2015-2016

7.000 6.587
6.500 6.211
6.000
5.500
5.000
4.500
4.000
3.500
3.000 2.772 2.797
2.500
2.000
1.500
1.000
958 1.000 2016
500 422 431
0 2015
SLTA D3 S1 S2/S3

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Tingkat Pendidikan

KET. S2/S3 S1 D3 SLTA JUMLAH


2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 2016

PT PI 31 54 68 119 5 10 0 3 104 186


PT PKG 99 87 573 541 44 69 2.487 2.432 3.198 3.129
PT PKC 23 25 168 286 114 130 750 713 1.175 1.154
PT PKT 89 76 474 424 213 208 1.599 1.442 2.375 2.150
PT PIM 24 23 168 169 114 112 369 352 675 656
PT PSP 81 87 687 700 352 380 1.314 1.197 2.434 2.364
PT REKIND 58 56 412 413 76 69 0 0 546 538
PT ME 9 10 98 101 18 19 67 69 195 199
PT PILOG 3 3 17 18 1 2 1 1 22 24
PT PIE 10 8 7 14 1 1 0 1 18 24
PT PIP 0 2 0 12 0 0 0 1 0 15
TOTAL 422 431 2.772 2.797 958 1.000 6.587 6.211 10.739 10.439

Seiring dengan upaya Pupuk Indonesia untuk meningkatkan kualitas SDM, pada
tahun 2016, peningkatan jumlah SDM Pupuk Indonesia terjadi pada jenjang D3
dari 958 orang menjadi 1.000 orang, jenjang S1 dari 2.772 orang menjadi 2.797
orang dan S2/S3 dari 422 orang menjadi 431 orang. Hal ini sejalan dengan program
peningkatan kompetensi Pupuk Indonesia yaitu melalui program tugas belajar serta
pengisian formasi jabatan melalui standarisasi rekrutmen dan program rekrutmen
bersama.

108 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Untuk jumlah SDM dengan tingkat pendidikan SLTA yang mengalami penurunan dari
6.587 orang menjadi 6.211 orang. Hal ini disebabkan adanya jumlah pensiun yang
cukup besar pada level tersebut. Secara Keseluruhan terdapat penurunan jumlah
pegawai dari 10.739 orang pada tahun 2015 menjadi 10.439 orang pada tahun 2016.

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Level Usia 2015-2016


4.500
4.000 3.718
3.500
3.000 3.601

2.500
2.071 2.183
2.000 1.746
1.569
1.500 1.368
1.079 1.111
1.000
615 580 680 2016
500 434 423
0 2015
>50 >45-50 >40-45 >35-40 >30-35 >25-30 s/d 25

Karyawan Pupuk Indonesia terdiri dari berbagai jenjang usia mulai dari tingkat
umur <25, umur 25-30, umur 30-40, umur 40-45, umur 45-50, dan umur >50.
Terjadi penurunan usia di tahun 2016 jika dibandingkan dengan tahun 2015, hal ini
disebabkan adanya pensiun dalam jumlah besar.

Peningkatan usia 25 35 merupakan indicator profil pegawai di level usia produktif.

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Level Usia


Dalam Ton

KET. > 50 > 45 - 50 > 40 - 45 > 35 - 40 > 30 - 35 > 25 - 30 s/d 25 JUMLAH


2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 20156 2015 2016 2015 2016 2015 2016

PT PI 15 26 8 16 6 21 10 27 12 39 14 47 39 10 104 186
PT PKG 1.816 1823 366 105 36 10 10 15 39 120 480 589 451 467 3.198 3.129
PT PKC 86 69 64 66 62 66 93 106 329 353 337 323 204 171 1.175 1.154
PT PKT 844 824 372 192 63 74 127 140 168 231 350 416 451 273 2.375 2.154
PT PIM 279 279 33 22 15 13 45 60 141 147 150 123 12 12 675 656
PT PSP 599 440 96 81 92 89 194 221 305 333 571 590 577 610 2.434 2.364
PT REKIND 40 88 110 104 106 93 63 69 85 117 142 67 - 0 546 538
PT ME 38 40 24 25 46 50 31 33 25 20 17 17 11 14 192 199
PT PILOG - 2 3 2 5 5 6 6 3 5 5 4 - 0 22 24
PT PIE 1 4 3 1 3 2 1 2 4 3 5 4 1 8 18 24
PT PIP - 6 - 1 - 0 - 1 - 0 - 3 - 4 - 15
TOTAL 3.718 3.601 1.079 615 434 423 580 680 1.111 1.368 2.071 2.183 1.746 1.569 10.739 10.439

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 109
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Grade Jabatan 2015-2016

7.000 6.480
5.907
6.000

5.000

4.000

3.000 2.868
2.490
2.000
1.140 986 2016
1.000
480 501
149 177
0 2015
Grade I Grade II Grade III Grade IV Grade V - VII

Berdasarkan Grade Jabatan, terjadi peningkatan dari tahun 2015 ke 2016 untuk
Grade 1 , grade 2 serta grade 4 disebabkan adanya pergerakan jabatan berupa
promosi Pegawai. Penurunan untuk Grade 3 dan 5 7 dikarenakan adanya
pergerakan jabatan berupa promosi Pegawai dan pensiun di grade tersebut.

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Grade Jabatan

KET. Grade I Grade II Grade III Grade IV Grade V-VII JUMLAH


2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 2016 2015 2016

PT PI 12 28 23 47 12 22 13 41 44 48 104 186
PT PKG 26 30 70 77 210 205 674 792 2.218 2.025 3.198 3.129
PT PKC 16 17 51 54 139 147 314 303 655 633 1.175 1.154
PT PKT 46 39 124 120 312 285 715 646 1.178 1.060 2.375 2.150
PT PIM 6 13 32 30 71 67 331 275 235 271 675 656
PT PSP 19 24 103 95 350 210 226 583 1.736 1.452 2.434 2.364
PT REKIND 13 13 33 32 23 22 163 162 314 309 546 538
PT ME 7 7 33 33 17 17 45 46 90 96 192 199
PT PILOG 2 0 6 7 4 5 5 8 5 4 22 24
PT PIE 2 2 5 5 2 3 4 6 5 8 18 24
PT PIP 0 4 0 1 0 3 0 6 0 1 0 15
TOTAL 149 177 480 501 1.140 986 2.490 2.868 6.480 5.907 10.739 10.439

110 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Status


Kepegawaian 2015-2016
12.000
11.000 10.739 10.439
10.000
9.000
8.000
7.000
6.000
5.000
4.000
3.010
3.000 2.952
2.000 2016
1.000
2015
0
Pegawai Tetap Kontrak

Komposisi Karyawan Tetap Berdasarkan Status Kepegawaian 2015-2016

KET. Pegawai Tetap KONTRAK JUMLAH


2015 2016 2015 2016 2015 2016

PT PI 104 186 30 30 134 216


PT PKG 3.198 2.364 653 637 3.851 3.001
PT PKC 1.175 2.150 181 168 1.356 2.318
PT PKT 2.375 3.129 862 862 3.237 3.991
PT PIM 675 1.154 403 403 1.078 1.557
PT PSP 2.434 656 561 649 2.995 1.305
PT REKIND 546 538 182 182 728 720
PT ME 192 199 71 61 263 260
PT PILOG 22 24 5 9 27 33
PT PIE 18 24 4 5 22 29
PT PIP 0 15 0 4 0 19
TOTAL 10.739 10.439 2.952 3.010 13.691 13.449

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 111
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Struktur Pengelola SDM

Secara singkat, struktur pengelola SDM Pupuk Indonesia disajikan dalam gambar
berikut:

Direktur SDM
dan Tata Kelola

KELOMPOK SVP SDM


FUNGSIONAL

VP UMUM VP PKBL

STAF UMUM STAF PKBL

Rekrutmen SDM
Rekrutmen didefinisikan sebagai pelaksanaan atau aktivitas organisasi dengan tujuan
untuk mengidentifikasi dan mencari tenaga kerja yang potensial. Pada proses rekrutmen
inilah Perusahaan bisa mencari SDM yang sesuai dengan kebutuhan Perusahaan, baik
dari Job Description maupun dari Job Specification. Oleh karena itu, Pupuk Indonesia
memerlukan prosedur perekrutan dan seleksi yang objektif dan terpercaya.

Sebagai upaya manajemen Pupuk Indonesia untuk menghasilkan kinerja dan


produktivitas yang tinggi, Pupuk Indonesia melaksanakan serangkaian proses perekrutan
SDM. Dimulai proses perencanaan, rekrut, pendidikan dan pelatihan hingga pemberian
reward guna meningkatkan semangat kerja SDM Pupuk Indonesia. Proses rekrutmen
dilakukan secara terbuka untuk tujuan pemerataan dan keterbukaan.

Untuk menjaga independensi penerimaan pegawai baru, di tahun 2016 penerimaan


karyawan dibantu oleh pihak ketiga.

112 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Pengembangan Kompetensi Karyawan

Sebagai upaya Pengembangan Kompetensi Karyawan Pupuk Indonesia


mengadakan pendidikan dan pelatihan. Pendidikan dan Pelatihan bagi Karyawan
dilakukan dengan berbasis kompetensi yang merupakan prinsip dalam pengelolaan
SDM, sehingga diharapkan Karyawan yang memiliki kompetensi tinggi mampu
memberikan konstribusi kepada Pupuk Indonesia melalui kinerja yang produktif.

Peningkatan kompetensi dilakukan melalui metode pembelajaran yang meliputi


On The Job Trainee, Coaching dan Counseling, penyertaan dalam Seminar, Pelatihan,
Lokakarya, Workshop, Program sertifikasi serta Pendidikan/ Tugas Belajar.

Dalam rangka meningkatkan kompetensi Sumber Daya Manusia di lingkungan


Pupuk Indonesia, telah dilaksanakan program-program peningkatan pengetahuan
dan keterampilan Sumber Daya Manusia, sebagai berikut:

Tugas belajar/beasiswa baik di dalam negeri dan luar negeri yang ditujukan untuk
meningkatkan keterampilan dan pengetahuan bagi karyawan. Jumlah karyawan
yang mengikuti program tugas belajar sejumlah 68 orang, Dalam Negeri 43
orang dan Luar Negeri 25 Orang. Rincian realisasi Tugas Belajar sebagai berikut:

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 113
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

Jumlah Karyawan PI Yang Mengikuti Program Tugas Belajar


PERUSAHAAN TUGAS BELAJAR TOTAL

Dalam Negeri Luar Negeri

PT PKG 25 7 32
PT PKC 4 1 5
PT PKT 6 6 12
PT PIM 0 1 1
PT PSP 5 1 6
PT REKIND 3 9 12
TOTAL 43 25 68

Program pelatihan yang diadakan meliputi inhouse training, outplant training, dan
pelatihan sertifikasi. Dengan pencapaian Mandays pelatihan sampai dengan
bulan Desember 2016 sejumlah 238.791 dengan rincian sebagai berikut:

Mandays Pelatihan 2016


dalam hari

PERUSAHAAN Target 2016 Realisasi s/d Desember 2016 % dari target


PT PI 2.000 5.242 262,1
PT PKG 120.000 160.159 133,5
PT PKC 7.200 7.644 106,2
PT PKT 32.263 40.478 125,5
PT PIM 4.370 6.775 155,0
PT PSP 45.012 14.734 32,7
PT REKIND 7.350 3.764 51,2
PT ME 641 113 17,6
PT PILOG 123 5 4,1
PT PIE 65 57 87,7
PT PIP 65 0 0
TOTAL 219.089 238.971 109,1

Realisasi Biaya Diklat

Realisasi penggunaan dana pada tahun 2016 adalah sebesar Rp88,8 miliar atau
meningkat dari realisasi biaya diklat tahun 2015 sebesar Rp85,4 miliar. Penggunaan dana
pengembangan adalah untuk pendidikan dan pelatihan di lingkungan Pupuk Indonesia.
Secara lebih lengkap realisai biaya diklat tahun 2016 dijelaskan dalam tabel berikut:

114 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Biaya Pengembangan SDM Tahun 2015 dan 2016


dalam miliar Rupiah

KETERANGAN 2015 2016

Realisasi Pengembangan Pegawai 85,4 88,8

Management Trainee Pupuk Indonesia Grup

Sebagai bagian dari program pengembangan SDM, Perseroan telah melaksanakan


Management Trainee pada tahun 2016, dengan rincian kegiatan sebagai berikut:
a. Pembukaan Management Trainee Angkatan III tanggal 27 April 2016, dan
pelaksanaan in class tanggal 28 April 2016 bertempat di Learning Center PKC
dihadiri oleh 52 peserta hasil rekrutmen bersama dan 10 peserta rekrutmen PSP.
b. Pembinaan Mental Fisik Disiplin bekerja sama dengan Rindam 3 Siliwangi yang
berlangsung selama 10 hari.
c. Pelatihan In class berlangsung 2 bulan di Learning Center Cikampek.
d. OJT Tahap 1 dilaksanakan sejak 12 Juli 2016 11 September 2016.
e. OJT Tahap 2 dilaksanakan pada tanggal 13 September 2016 sd.13 November 2016.
f. OJT Tahap 3 dilaksanakan di perusahaan lokasi penempatan.

Lembaga Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia


(LSP PI)

Pupuk Indonesia juga telah melaksanakan program kerja di bawah Lembaga


Sertifikasi Profesi Industri Pupuk Indonesia (LSP PI) yang bergerak dalam 5 (lima)
bidang kerja utama, dengan penjelasan sebagai berikut:
1. Bidang Standarisasi Kompetensi
a. Mengidentifikasi kebutuhan jenis kompetensi tenaga dari industri pupuk
b. Memfasilitasi kegiatan pengembangan standar kompetensi
c. Memfasilitasi pengusulan standar kompetensi baru
2. Bidang Skema
a. Mengidentifikasi kebutuhan skema sertifikasi sesuai pekerjaan pekerjaan di
Industri Pupuk
b. Mengembangkan dan pemeliharaan skema sertifikasi untuk setiap jenis
sertifikasi yang diterapkan
c. Mengkaji ulang skema sertifikasi sesuai kebutuhan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 115
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan

Sumber Daya Manusia

3. Bidang Mutu
a. Mengembangkan & menerapkan sistem manajemen mutu LSP IPI sesuai
Pedoman BNSP 201
b. Memelihara berlangsungnya sistem manajemen mutu agar tetap sesuai
dengan standar dan pedoman yang menjadi acuan.
c. Melakukan audit internal dan kaji ulang manajemen LSP IPI
4. Bidang Sertifikasi
a. Memfasilitasi penyusunan Materi Uji Kompetensi
b. Melaksanakan kegiatan uji/asesmen kompetensi
c. Melaksanakan verifikasi TUK
d. Melakukan rekruitmen, pengembangan dan pemeliharaan asesor
kompetensi
5. Bidang Administrasi Umum
a. Memfasilitasi bidang bidang kerja pada organisasi LSP IPI guna
terselenggaranya program sertifikasi kompetensi
b. Melaksanakan tugas-tugas administrasi umum/ ketatausahaan organisasi
LSP IPI

116 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Realisasi Pencapaian Mandays

Pada tahun 2016, pelaksanaan pendidikan dan pelatihan berdasarkan pencapaian


mandays dijelaskan sebagai berikut:

Capaian Mandays Pelatihan 2016


dalam hari

MANDAYS TARGET 2016 REALISASI s.d. % dari rkap


Desember 2016

PIHC & Anper 219.089 238.971 109,1%

Penilaian Produktivitas Kerja

Pengelolaan kinerja dilaksanakan dengan menggunakan dua macam penilaian


yaitu penilaian kinerja dengan menggunakan penilaian Key Performance Indicator
(KPI) hingga ke tingkat individu yang disusun berdasarkan hasil turunan dari KPI
Perusahaan dan penilaian soft competensi 360 derajat.

Hasil penilaian kinerja digunakan sebagai dasar untuk memberikan umpan balik
bagi pengembangan diri dan pengembangan karir Karyawan. Selain itu, hasil
penilaian juga digunakan sebagai dasar program pendidikan dan pengembangan
berbasis kompetensi bagi Pegawai, penentuan perhitungan "merit increase'' serta
sebagai dasar pertimbangan Rotasi, Mutasi dan Promosi (RMP).

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 117
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

118 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

ANALISA &
PEMBAHASAN
MANAJEMEN
121 Kondisi Perekonomian 205 Informasi Transaksi
Dunia dan Indonesia Material yang
Mengandung Benturan
126 Tinjauan Usaha
Kepentingan atau
148 Kebijakan Teknologi Transaksi dengan Pihak
Informasi Afiliasi

153 Tinjauan Kinerja 214 Perubahan Peraturan


Keuangan dan Dampaknya
Terhadap Perusahaan
160 Analisa Posisi Keuangan
216 Informasi Kelangsungan
191 Investasi Barang Modal
Usaha
194 Ikatan Material untuk
217 Roadmap
Investasi Barang Modal
Pengembangan Usaha
193 Perbandingan antara
Target pada Awal Tahun
Buku dengan Realisasi,
dan Proyek yang Ingin
Dicapai untuk Satu
Tahun Mendatang

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 119
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Bisnis pupuk dunia pada tahun 2016 menghadapi sejumlah

gejolak yang berpengaruh cukup signifikan. Mulai awal

tahun, terjadi penurunan harga komoditi yang cukup

tajam dimana harga urea di pasar internasional turun

hingga ke level USD 200 per ton. Penyebab utama jatuhnya

harga urea ini adalah tingginya suplai urea dunia yang

tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan.

120 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Kondisi Perekonomian Dunia dan Indonesia

Perekonomian dunia pada umumnya di tahun 2016 masih mengalami sejumlah


gejolak yang berkibat pada perlambatan pertumbuhan ekonomi dunia. Menurut
laporan OJK, perekonomian dunia di triwulan 4 masih diliputi ketidakpastian yang
ditunjukan dengan membaiknya perekonomian Amerika Serikat yang semakin solid
sehingga mendorong kenaikan Fed Funds Rate (FFR). Perekonomian zona Eropa
mengalami pemulihan yang tercermin dari peningkatan inflasi yang mengarah ke
target inflasi sebesar 2%, penurunan tingkat pengangguran, serta keputusan Bank
Sentral Eropa untuk memperpanjang program stimulus. Di Jepang, perbaikan
ekonomi juga terus berlanjut, terlihat dari tingkat inflasi yang memasuki zona positif
serta mulai berkembangnya lagi sektor manufaktur. Sedangkan perekonomian
neggara-negara emerging market seperti Tiongkok dan India juga terus membaik
seiring dengan perbaikan harga komoditi yang sempat anjlok pada awal-awal tahun
2016. (sumber: Laporan Trilwulan IV, OJK 2016).

Menurut IMF, sejumlah gejolak perekonomian global yang terjadi di tahun 2016
disebabkan oleh sejumlah faktor, diantaranya :
1. Adanya rebalancing ekonomi Tiongkok, dimana negara tersebut mulai
mengalihkan fokus motor pertumbuhan ekonomi ke sektor jasa,
menggantikan sektor industri. Tiongkok juga mengubah visi industri dari
semula berorientasi ekspor menjadi fokus kepada pasar domestik. Tiongkok
juga akan fokus kepada upaya menggenjot konsumsi ketimbang investasi.
2. Harga komoditas yang anjlok dalam 18 bulan terakhir.
3. Kebijakan moneter yang tidak sinkron antar negara sehingga memicu migrasi
dana dari negara berkembang ke Amerika Serikat. Hal ini menimbulkan
depresiasi mata uang negara-negara berkembang.
4. Tidak semua pasar negara berkembang bisa menikmati pertumbuhan
ekonomi yang tinggi, seperti misanya Brazil dan Rusia.
(sumber : Laporan Perekonomian Indonesia 2016, BPS)

Sedangkan di Indonesia, Biro Pusat Statistik (BPS) juga mencatat pertumbuhan


Indonesia di tahun 2016 secara kumulatif adalah 5,02%. Angka ini menunjukan
adanya perbaikan jika dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 4,88%.
Pertumbuhan produk domestik bruto (PDB) tertinggi menurut lapangan usaha pada
triwulan IV 2016 terjadi pada jasa pendidikan yang tumbuh 10,74 persen, diikuti jasa
kesehatan dan kegiatan sosial yang tumbuh 6,91 persen. Namun, jika dilihat secara
keseluruhan, pertumbuhan PDB tertinggi menurut lapangan usaha selama tahun
2016 terjadi pada informasi dan komunikasi yang mencapai 9,57 persen, diikuti
transportasi dan pergudangan sebesar 7,85 persen serta jasa lain 7,69 persen.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 121
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Di tengah ketidakpastian kebijakan global, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada


tahun 2016 menguat didukung oleh pertumbuhan konsumsi swasta yang lebih
tinggi. Hal ini disebabkan karena perkiraan kondisi perekonomian tetap positif dan
didukung oleh proyeksi peningkatan perekonomian global dan pemulihan harga
komoditas. Hal ini pun yang menyebabkan nilai investasi dan ekspor meningkat.
Keadaan ini turut mendorong membaiknya fundamental ekonomi Indonesia di
tengah harga komoditas yang masih belum sepenuhnya membaik. Tingkat inflasi
juga terkendali dan berada pada level 3,02% yang merupakan tingkat inflasi terendah
sejak tahun 2009.

Analisa Pasar Internasional

Bisnis pupuk dunia pada tahun 2016 menghadapi sejumlah gejolak yang
berpengaruh cukup signifikan. Mulai awal tahun, terjadi penurunan harga komoditi
yang cukup tajam dimana harga urea di pasar internasional turun hingga ke level
USD 200 per ton. Penyebab utama jatuhnya harga urea ini adalah tingginya suplai
urea dunia yang tidak dibarengi dengan peningkatan permintaan. Saat ini, total
kapasitas produksi urea dunia mencapai 230 juta ton per tahun, sedangkan angka
kebutuhan dunia masih berkisar pada sekitar 170 juta ton per tahun.

Harga Urea dan Amoniak Dunia


800
HARGA (USD/TON)

750 416
700 748 220
650
600
550
500
450
400
350
300
250
200 522
150 402
100
50 196
0
3
5
7
9
5
7
9
11
Jan 2015
3
5
7
9
11
Jan 2016
7
9
11
Jan 2013
3
5
7
9
11
Jan 2014
3
Jan 2011
3
5
7
9
11
Jan 2012
3
5

Urea Granular FOB China (Dollars/Ton) Amoniak FOB SEA (DOllars/Ton)

122 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Kondisi ini diperkirakan akan terus berlanjut di tahun 2017 sehubungan dengan
berdirinya pabrik-pabrik baru di sejumlah negara seperti di Malaysia, Amerika
Serikat dan termasuk juga di Indonesia, yaitu pabrik Pusri 2B. Majalah Fertecon
memproyeksikan mulai tahun 2017 hingga 2025 akan terjadi penambahan kapasitas
produksi urea hingga 5 juta ton per tahun. Hal ini akan terus menekan harga urea
hingga tahun 2019. Fertecon juga mencatat konsumsi urea dunia di tahun 2016
mencapai 175 juta ton, angka diperkirakan akan meningkat hingga 185 juta ton
di tahun 2020 dan 192 juta ton di tahun 2025. Angka konsumsi ini jauh dibawah
kapasitas produksi dunia yang mencapai 230 juta ton dan akan meningkat hingga
247 juta ton di tahun 2020.

Turunnya harga urea ini juga diikuti oleh produk-produk pupuk lainnya, seperti
fosfat dan potash. Menurunnya volume ekspor dari China juga semakin menunjukan
lesunya bisnis urea di tahun 2016.

Rendahnya harga urea internasional ini juga berimbas pada jatuhnya harga amoniak.
Bahkan pada tahun 2016, harga amoniak turun hingga rata-rata USD 170 per ton.
Untuk pertamakalinya sejak tahun 2012 tercatat harga amoniak berada di bawah
harga urea.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 123
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Faktor lain yang menyebabkan turunnya harga komoditi urea dan amoniak adalah
jatuhnya harga minyak dan energi dunia. Hal ini menyebabkan harga gas alam
sebagai bahan baku utama pembuatan pupuk juga turun sehingga biaya produksi
menjadi lebih rendah. Bagi produsen urea dan amoniak di negara lain, khususnya
di Timur Tengah, rendahnya harga komidit urea masih dapat ditolerir karena biaya
bahan baku mereka juga mengalami penurunan. Rata-rata negara Eropa juga
menggunakan sistem formula untuk penetapan harga gasnya, berbeda dengan
Indonesia yang menetapkan fixed price dengan eskalasi harga setiap tahunnya.

Kondisi Industri Pupuk di Indonesia

Pada tahun 2016, industri pupuk nasional, khususnya urea, mengalami penurunan
daya saing. Hal ini terutama disebabkan oleh tingginya harga bahan baku gas yang
sangat tinggi bila dibandingkan negara pesaing. Harga gas di Indonesia rata-rata
mencapai USD 6,2 per MMBTU, sedangkan negara produsen pupuk lainnya berada
di kisaran USD 2-4 per MMBTU. Hal ini menyebabkan biaya produksi yang tinggi
sehingga harga produk menjadi tidak kompetitif. Meskipun demikian, menjelang
akhir 2016 Pemerintah telah menerbitkan Perpres No. 40 tahun 2016 yang cukup
membantu industri pupuk, yaitu penetapan harga gas untuk industri pupuk sebesar
maksimal USD6 per MMBTU. Walaupun harga tersebut masih belum ideal, tapi
cukup berperan menurunkan biaya produksi urea, mengingat harga gas mencakup
70% dari total biaya produksi urea.

Perbandingan Harga Gas Indonesia dengan Negara Produsen Pupuk Lain


0 1 2 3 4 5 6 7 8 9
Brazil 8
Argentina 7,5
Spain 7
West Europe TTH Hub 6,5
Indonesia 6,26
Mexico 5
Belarus 4,89
Uzbekistan 4,6
Egypt 4,2
India 4,2
Australia (Eastern) 4
Malaysia 4
Algeria 4
Pakistan 4
Venezuela 4
Qatar 4
Turkmenistan 4
Australia (Western) 3,5
Bangladesh 3,4
Canada 3,2
Oman 3
Azerbaijan (SOCAR) 2,9
USA 2,7
Iran 2,6
U.A.E 2,5
Bahrain 2,25
Russia 2,2
Nigeria 1,5
Gabon 1,5
Libya 1
Venezuela 1
Kuwait 0,8
Saudi Arabia 0,75

124 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Kendala lain yang dihadapi oleh industri pupuk adalah jatuhnya harga komoditi
urea internasional yang disebabkan oversupply urea di dunia dan jatuhnya harga
minyak dunia yang berpengaruh terhadap rendahnya biaya produksi di negara-
negara lain yang penetapan harga gas-nya menggunakan system formula. Faktor
lain yang mempengaruhi daya saing industri pupuk nasional adalah rata-rata pabrik
yang sudah berusia di atas 20 tahun, dan masih menggunakan teknologi lama dan
boros konsumsi bahan bakunya. Hal ini berpengaruh terhadap biaya produksi urea
nasional sehingga menjadi lebih tinggi dan tidak kompetitif.

Penurunan daya saing, khususnya untuk produk urea, juga berpengaruh terhadap
pangsa pasar dalam negeri. Data dari Kementerian Perindustrian mengungkapkan
bahwa jumlah pupuk impor yang masuk ke Indonesia meningkat hampir 6 kali lipat
dibandingkan tahun 2015. Dari sebesar 145 ribu ton pada 2015 menjadi 625 ribu
ton di tahun 2016. Oleh Karena itu industri pupuk nasional juga perlu menetapkan
strategi-strategi baru di bidang pemasaran sehingga tidak kalah oleh produk impor.
Meskipun diwarnai oleh berbagai tantangan, prospek bisnis pupuk domestik masih
tetap menjanjikan. Potensi pasar urea dalam negeri untuk sektor komersil mencapai
5,4 juta ton per tahun. Sedangkan untuk pupuk NPK kebutuhan juga masih cukup
tinggi, dimana terdapat potensi pasar sebesar 2,18 juta ton per tahun. Jumlah
tersebut terutama didapat dari sektor perkebunan di Sumatera dan Kalimantan.
Potensi ini sejalan dengan kebijakan industri pupuk Indonesia yang tengah
melakukan revitalisasi pabrik-pabrik ureanya serta melakukan pengembangan
kapasitas produksi NPK.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 125
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Tinjauan Usaha

Pada tahun 2016, Pupuk Indonesia menghadapi


sejumlah tantangan yang berpengaruh signifikan
terhadap kinerja dan kebijakan Perusahaan. Tantangan
tersebut merupakan imbas dari kondisi perekonomian
global pada umumnya, dan juga kondisi pasar pupuk
internasional pada khususnya. Kondisi-kondisi eksternal
tersebut berimbas terhadap daya saing Perseroan,
khususnya untuk pasar komersil, baik domestik maupun
internasional. Beberapa permasalahan yang dihadapi
adalah tingginya harga gas dibandingkan industri pupuk
di negara pesaing.

126 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Tinjauan Operasional

Perseroan menghadapi berbagai tantangan, terutama tantangan eksternal, yang


cukup mempengaruhi kinerja secara keseluruhan di tahun 2016. Tantangan tersebut
antara lain jatuhnya harga komoditi urea dan amoniak di pasar internasional akibat
tingginya pasokan urea dunia yang jauh melebihi kebutuhan, tingginya harga gas jika
dibandingkan negara produsen pupuk lainnya, serta kondisi pabrik yang rata-rata
sudah berusia tua dan tidak efisien.

Oleh karena itu, fokus utama manajemen di tahun 2016 adalah bagaimana
mempertahankan dan meningkatkan daya saing, khususnya untuk sektor pupuk
non subsidi, sehingga Perseroan dapat menjaga kinerjanya di tengah masa-masa
yang cukup sulit.

Program dan Strategi Bidang Produksi

Program dan strategi utama yang diterapkan dibidang produksi adalah


meningkatkan produktifitas dengan menjaga kinerja pabrik melalui predictive dan
preventive maintenance, menekan terjadinya unscheduled shutdown serta menjaga
tingkat konsumsi gas dengan mengoptimalkan kinerja pabrik sesuai kapasitasnya.
Strategi lainnya adalah dengan meningkatkan kualitas SDM melalui berbagai
program pelatihan dan sertifikasi operator serta meningkatkan budaya Kesehatan
dan Keselamatan Kerja, terutama untuk lingkungan pabrik.

Adapun target total produksi yang ditetapkan Pemegang Saham untuk tahun 2016
adalah 10.849.000 ton, yang terdiri dari 6.820.00 ton urea, 2.785.000 ton NPK,
770.000 ribu ton ZA dan 460.000 ton SP-36 serta 14.00 ton ZK. Sedangkan untuk
produksi non pupuk, target dari Pemegang Saham adalah 6.793.700 ton yang terdiri
dari produk dasar amoniak, asam sulfat dan asam fosfat.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 127
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Kinerja Produksi Pupuk

Total produksi pupuk di tahun 2016 mencapai 10.458.617 ton atau 96,4% terhadap
pencapaian produksi tahun 2015. Rincian produksi tersebut terdiri dari 6.462.938
ton urea, 2.764.687 ton NPK, 464.982 ton SP-36 serta 755.330 ton produksi ZA.

Produksi urea tahun 2016, sebesar 6.462.938 ton mencapai 93,4% dibandingkan
produksi tahun 2015. Pada umumnya pencapaian produksi ini cukup berhasil
mendekati target-target RKAP, namun karena sejumlah faktor serta karena alasan
strategi bisnis, maka angka total produksi menjadi lebih rendah dibandingkan tahun
sebelumnya. Faktor tersebut, antara lain, adalah masih belum beroperasinya Pabrik
Pusri 2B di Palembang yang masih dalam tahap penyelesaian konstruksi sehingga
produksinya belum optimal. Faktor lainnya adalah penyesuaian produksi urea dan
amoniak untuk menyesuaikan dengan stok dan permintaan pasar serta konversi
produksi dari urea ke amoniak untuk mengikuti dinamika harga komoditi di pasar
internasional.

Produksi NPK di tahun 2016, mencapai angka 2.764.687 ton atau 92,11%
dibandingkan pencapaian produksi tahun sebelumnya. Pencapaian produksi
NPK cukup terganggu dengan adanya beberapa kendala teknis di pabrik, seperti
kerusakan conveyor di Pusri Palembang dan Pupuk Kujang.

Untuk produksi SP36 tahun 2016, yaitu sebesar 464.982 ton mengalami peningkatan
sebesar 65,13% dibandingkan tahun 2015. Sedangkan produksi ZA mencapai
755.330 ton atau naik 8,5% dibandingkan tahun sebelumnya. Produksi ZK juga
mengalami peningkatan dari tahun 2015, yaitu menjadi sebesar 10.681 ton atau
naik 36,19%.

128 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Produksi Pupuk

TAHUN %
Keterangan SATUAN
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013 3:4 3:5 3;6 3:7
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

Pupuk
Urea Ton 6.462.938 6.820.000 6.916.564 6.742.366 6.698.349 95 93 96 96
Non Urea Ton
SP-36 Ton 464.982 460.000 281.579 400.508 517.757 101 165 116 90
ZA Ton 755.330 770.000 694.570 816.001 827.225 98 109 93 91
NPK Ton 2.764.687 2.785.000 3.001.373 2.716.098 2.528.347 99 92 102 109
ZK Ton 10.681 14.000 7.842 8.326 8.440 76 136 128 127
Lain-lain* Ton - - - 526 71.491 - - - -
Non Urea Ton 3.995.679 4.029.000 3.985.365 3.941.459 3.953.259 99 100 101 101
Total Produksi
Ton 10.458.617 10.849.000 10.901.928 10.683.825 10.651.608 96 96 98 98
Pupuk
*) Terdiri dari DAP
Total produksi diatas diluar pupuk organik yang diproduksi oleh mitra.

Produksi Pupuk
10.000.000
9.000.000
8.000.000
6.742.366 6.916.564
7.000.000 6.698.349 6.820.000
6.462.938
6.000.000
5.000.000
3.941.459 3.985.365 4.029.000 3.995.679
4.000.000 3.953.259

3.000.000
2.000.000
1.000.000
0
2013 2014 2015 RKAP 2016 2016
Urea Non Urea

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 129
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Kinerja Produksi Non Pupuk

Produk non pupuk yang dihasilkan oleh kelompok usaha Pupuk Indonesia terdiri dari
amoniak, asam fosfat dan asam sulfat. Total produksi amoniak tahun 2016 mencapai
5.239.154 ton, atau 94,83% dari produksi tahun sebelumnya. Menurunnya produksi
ini diakibatkan antara lain Karena belum optimalnya produksi Pusri 2B Karena
proyek masih dalam tahap penyelesaian, serta terjadinya unscheduled shutdown di
Pupuk Kujang untuk menurunkan rate produksi guna menyesuaikan dengan kondisi
stok urea yang menumpuk dan masih tingginya level ammonia storage.

Produksi asam sulfat tahun 2016 mencapai 1.160.531 ton, meningkat 25,8%
dibandingkan produksi tahun sebelumnya. Sedangkan produksi asam fosfat adalah
sebesar 312.588 ton atau meningkat 39,8% dari tahun sebelumnya. Sedangkan
untuk produk sampingan berupa gypsum, sebesar 850.203 ton atau 88,34%
dibandingkan tahun 2015.

Produksi Non Pupuk


TAHUN %
Keterangan SATUAN
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013 3:4 3:5 3;6 3:7
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11

NON PUPUK
Amoniak Ton 5.239.154 5.298.700 5.524.682 5.058.182 4.588.800 99 95 104 114
Non Amoniak Ton
Asam Sulfat Ton 1.160.531 1.170.000 922.173 572.212 592.485 99 126 203 196
Asam Fosfat Ton 312.588 325.000 223.596 205.218 209.727 96 140 152 149
Alumunium
Ton 10.764 12.600 10.054 9.026 8.225 85 107 119 131
Fluorida
Lain-lain Ton 32.768 30.534 25.915 25.668 25.492 107 126 128 129
Sub Total Non
Ton 1.516.651 1.538.134 1.181.738 812.124 835.928 99 128 187 181
Amoniak
TOTAL PRODUKSI
Ton 6.755.804 6.836.834 6.706.420 5.870.306 5.424.728 99 101 115 125
NON PUPUK
*) Terdiri dari 1. CO2 Cair dan 2. HCl

130 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Produk Non Pupuk


8.000.000

7.000.000 6.706.420 6.836.834 6.755.804

6.000.000 5.424.728
5.870.306 5.524.682
5.058/182 5.298.700 5.239.154
5.000.000 4.588.800

4.000.000

3.000.000

2.000.000

1.000.000

0
2013 2014 2015 RKAP 2016 2016
Amoniak Non Amoniak

Peningkatan/Penurunan Kapasitas Produksi per


Segmen Usaha

Perseroan masih dalam tahap penyelesaian proyek Pusri 2B di Pusri Palembang


dan Amurea 2 di Petrokimia Gresik. Bila sudah beroperasi penuh, Pusri 2B akan
memiliki kapasitas produksi 907 ribu ton urea per tahun dan 660 ribu ton amoniak
per tahun. Selain itu proyek Amurea 2 di Gresik juga akan menambah kapasitas
produksi urea sebesar 570 ribu ton per tahun dan amoniak sebesar 660 ribu ton
per tahun.

Program Pemasaran dan Target Penjualan Tahun 2016

Dalam melakukan kegiatan penjualan khususnya untuk sektor pupuk bersubsidi


hal utama yang dilakukan adalah menjamin ketersediaan stok pupuk bersubsidi di
pengecer, menyalurkan pupuk bersubsidi dengan prinsip 6T (Tepat Waktu, Tepat
Jenis, Tepat Harga, Tepat Mutu, Tepat Jumlah, Tepat Tempat), dan mencegah
terjadinya kelangkaan pupuk yakni dengan melakukan building stok di gudang-
gudang lini III sesuai dengan ketentuan stok. Sedangkan dalam penjualan pupuk
non subsidi lebih meningkatkan penetrasi pasar baik ke sektor perkebunan maupun
ekspor.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 131
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Strategi yang diterapkan di bidang penjualan subsidi antara lain adalah lebih aktif
dalam kegiatan promosi dan sosialisasi kepada petani, melakukan pembenahan
distributor dan pengecer, serta melengkapi sarana gudang dan distribusi sehingga
dapat menunjang pencapaian target penjualan. Sedangkan untuk sektor non
subsidi dan ekspor, strategi yang dilakukan adalah melakukan penjualan dengan
skema CFR ataupun Franco gudang user baik dalam negeri ataupun ekspor,
melakukan LTC (Long Term Contract) untuk konsumen luar negeri, serta membuka
jaringan pemasaran di negara-negara potensial seperti Filipina, Myanmar, Thailand,
Kamboja, Australia dan Selandia Baru.

Target penjualan yang ditetapkan untuk tahun 2016 adalah 6.772.585 ton urea,
969.750 ton amoniak, 2.935.000 ton NPK, 852.737 ton SP-36, 1.080.000 ton ZA,
10.000 ton ZK, 1.008.000 ton pupuk organik, 15.000 ton KCL, 2.200 ton lain-lain
serta 30.555 ton untuk produk sampingan lainnya.

Penjualan Pupuk Sektor Subsidi

Dalam melakukan penjualan pupuk bersubsidi, perseroan melakukan kegiatan


promosi yakni bagaimana melakukan pemupukan berimbang misalnya melalui
demplot 2:3:5 yakni menggunakan 200 kg/ha Urea, 300 kg/ha NPK dan 500 kg/ha
Organik, selain itu dalam upaya pengamanan penyaluran pupuk bersubsidi untuk
sektor tanaman pangan, Perseroan melakukan sejumlah langkah, diantaranya
menyediakan stok pupuk sesuai dengan ketentuan stok, melakukan monitoring
stok pupuk secara online, penyediaan gudang pada daerah-daerah remote ataupun
melakukan pengiriman langsung ke daerah remote.

Total realisasi penjualan pupuk bersubsidi di tahun 2016 adalah 9.181.396 ton,
dengan rincian 4.007.463 ton urea, 2.643.082 ton NPK, 859.766 ton SP-36, 1.001.443
ton ZA dan 669.643 ton pupuk organik. Total penjualan ini meningkat 3,38%
dibandingkan tahun 2015, namun masih berada dibawah alokasi dari Pemerintah
sebesar 9,55 juta ton. Hal ini disebabkan terjadinya perubahan musim tanam dan
disebabkan oleh curah hujan yang tinggi pada akhir tahun sehingga menyebabkan
petani menunda untuk melakukan penanaman.

Pada tahun 2016, terjadi perubahan alokasi pupuk bersubsidi melalui Permentan
Nomor: 59/Permentan/SR.310.12/2016 yakni 4.140.472 ton Urea, 880.000 ton SP-
36, 1.050.000 ZA, 2.700.000 ton NPK, 779.528 ton Organik sehingga penyaluran
pupuk bersubsidi tidak melampaui alokasi awal yang ditetapkan pemerintah melalui
Permentan 60/Permentan/SR.310/12/2015.

132 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Penjualan PSO

Tahun %
KET. SATUAN
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013
3 4 5 6 7 8 =3:4 9=3:5 10=3:6 9=3:5

Urea Ton 4.007.463 4.100.000 3.795.272 4.001.225 3.893.004 98 106 100 103
SP-36 Ton 859.766 850.000 825.142 796.006 823.629 101 104 108 104
ZA Ton 1.001.443 1.050.000 978.585 972.410 1.070.118 95 102 103 94
NPK Ton 2.643.082 2.550.000 2.488.475 2.374.267 2.278.443 104 106 111 116
Organik Ton 69.643 1.000.000 793.610 753.740 766.616 67 84 89 87
TOTAL Ton 9.181.396 9.550.000 8.881.084 8.897.649 8.831.811 96 103 103 104

Penjualan Sektor PSO


10.000.000 9.550.000
9.181.396
9.000.000 8.831.811 8.897.649 8.881.084

8.000.000

7.000.000

6.000.000

5.000.000

4.000.000

3.000.000

2.000.000

1.000.000

0
2013 2014 2015 RKAP 2016 2016

Program Gerakan Peningkatan Produksi Pangan


berbasis Korporasi (GP3K)

Sebagai wujud nyata upaya Perseroan dalam mendukung program ketahanan


pangan nasional dan sebagai upaya untuk meningkatkan produksi pangan, Pupuk
Indonesia melalui anak perusahaannya melaksanakan program GP3K. Pada tahun
2016, Pupuk Indonesia merencanakan pelaksanaan program GP3K seluas 1.380.000
ha yang dalam pelaksanannya menugaskan anak perusahaan produsen pupuk.
Tujuan GP3K sendiri adalah meningkatkan produktivitas tanaman pangan melalui
pendampingan kepada petani dengan mempercepat penerapan teknologi produksi
pertanian melalui penyediaan paket teknologi, modal dan sarana produksi padi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 133
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Realisasi tanam program GP3K pada tahun 2016 mencapai 1.038.442 ha atau
mencapai 75,2% dari target pelaksanaan. Rata-rata produktivitas padi pada tahun
2016 mengalami peningkatan sebesar 1,13 ton per hektar atau 20% dibandingkan
musim tanam sebelumnya.

Program GP3K juga dilakukan dengan memanfaatkan kegiatan Program Kemitraan


dan Bina Lingkungan (PKBL) sebagai wujud implementasi kegiatan CSR Perseroan.
Kegiatan tersebut meliputi pemberian bimbingan teknis, bantuan permodalan,
bantuan sarana produksi dan lain sebagainya.

Realisasi Program GP3K Tahun 2016

Pupuk
Keterangan Iskandar Pusri Petrokimia Pupuk Pupuk Jumlah
Palembang Gresik Kujang Kaltim
Muda

Penugasan (Ha/ Tahun) 110.000 400.000 400.000 170.000 300.000 1.380.000


Area (RDKK/CPCL) 55.328 303.632 444.199 170.810 67.814 1.041.693
Realisasi Tanam 55.238 302.115 444.199 170.810 66.080 1.038.442
% Realisasi Covering Area
50,2% 75,9% 111% 100,5% 22,6% 75,5%
(RDKK/CPCL)
% Realisasi Tanam 50,2% 75,5% 111% 100,5% 22% 75,2%
Realisasi Panen (Ha) 55.238 301.747 444.199 170.810 65.531 1.037.525
% Realisasi Panen 100% 99,9% 100% 100,0% 99,2% 99,9%
Produksi GKP (Ton) 414.238 1.854.542 3.143.081 1.185.237 392.869 6.989.968
Produktivitas (Ton/Ha) 7,5 6,15 7,08 6,94 6,00 6,74
Produktivitas Sebelum
6,34 4,97 5,68 6,28 5,72 5,61
(Ton/Ha)
Peningkatan Produktivitas
18 24 24 10 5 20
(%)

Penjualan Pupuk Sektor Non Subsidi

Penjualan pupuk ke sektor non subsidi pada tahun 2016 secara keseluruhan
mengalami peningkatan mencapai 101,16% jika dibandingkan penjualan tahun
sebelumnya. Penjualan ke sektor non subsidi meliputi penjualan ke sektor
perkebunan, industri dan ekspor.

Realisasi penjualan pupuk ke sektor non subsidi pada tahun 2016 mencapai
2.913.916 ton atau naik 1,16% dibandingkan tahun 2015. Total penjualan tersebut
terdiri dari 1.540.589 ton Di sektor sektor perkebunan dan industri atau 75,68%

134 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

dibandingkan tahun 2015 dan penjualan ekspor di tahun 2016 adalah sebesar
1.373.327 ton, pencapaian ini merupakan peningkatan dibandingkan tahun
sebelumnya, yaitu 162,58 % dibandingkan penjualan ekspor tahun sebelumnya.

Penjualan Non PSO

TAHUN %
KET. SATUAN
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013
3 4 5 6 7 8 =3:4 9=3:5 10=3:6 9=3:5

KOMERSIL DALAM NEGRI


Urea Ton 1.322.254 1.492.585 1.693.919 1.588.259 1.323.792 89 78 83 100
SP-36 Ton 5.668 2.737 3.992 2.810 8.015 207 142 202 71
ZA Ton 20.062 30.000 18.060 38.731 36.244 67 111 52 55
NPK Ton 173.522 385.000 204.431 308.749 165.023 45 85 56 105
KCI Ton 3.891 15.000 109.878 101.699 14.493 26 4 4 27
Organik Ton 9.348 8.000 863 21 75 117 1.083 44.075 12.474
Lain-lain *) Ton 5.844 8.200 4.637 38.824 43.228 71 126 15 14
Subtotal Ton 1.540.589 1.941521 2.035.781 2.070.092 1.590.870 79 126 15 14
EKSPOR
Urea Ton 1.253.200 1.180.000 831.894 1.107.880 1.359.109 106 151 113 92
ZK Ton 3.015 4.000 760 4.685 3.648 75 397 64 83
NPK Ton 117.112 - 12.051 138.263 227.139 - 972 85 52
Organik Ton - - - 1.000 2 - - - -
Subtotal Ton 1.373.327 1.184.000 844.705 1.251.827 1.589.898 116 163 110 86
Total Ton 2.913.916 3.125.521 2.880.486 3.330.919 3.180.767 93 101 87 92

Produk Non PSO


2.200.000 2.079.092 2.035.781
2.000.000 1.941.521

1.800.000
1.590.870 1.589.898
1.600.000 1.540.589
1.400.000 1.373.327
1.251.827
1.200.000 1.184.000

1.000.000
844.705
800.000
600.000
400.000
200.000
0
2013 2014 2015 RKAP 2016 2016

Komersil Dalam Negeri Ekspor

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 135
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Penjualan urea sektor non subsidi dalam negeri mencapai 75,68% dibandingkan
periode sebelumnya. Penurunan ini dipengaruhi oleh turunnya harga urea
internasional hingga dibawah HPP Pupuk Indonesia Grup dan penurunan harga
komoditi perkebunan sehingga beberapa anak perusahaan menjual secara selektif
untuk mendapatkan harga yang optimal yang mana deviasinya terhadap target
terakumulasi hingga periode s.d Desember 2016, dan terjadi penundaan pembelian
pupuk oleh konsumen.

Penjualan NPK mencapai 173.522 ton atau 84,88% jika dibandingkan tahun 2015.
Capaian ini dipengaruhi oleh stok yang ada difokuskan untuk pemenuhan subsidi,
dan adanya penundaan pengadaan atau pengiriman pupuk yang disebabkan harga
komoditas perkebunan. Penjualan KCl sebesar 3.891 ton mengalami penurunan
sebesar 96,46% dibandingkan tahun 2015 karena adanya harga jual produk yang
tidak kompetitif serta harga minyak dunia yang belum naik secara signifikan,
maka banyak industri drilling yang menghentikan operasinya. Dampaknya adalah
permintaan dari sektor tersebut juga belum ada.

Untuk penjualan pupuk lainnya di tahun 2016 mencapai 276% dibandingkan tahun
sebelumnya. Realisasi ini terutama adanya penjualan organik adalah sebesar 9.348
ton atau 1.082,87% dibandingkan tahun 2015.

Penjualan Ekspor

Selain memenuhi pasar domestik baik untuk sektor subsidi maupun non subsidi,
Pupuk Indonesia juga melakukan penjualan produk pupuk dan non pupuk keluar
negeri. Negara-negara yang menjadi tujuan ekspor adalah negara di kawasan Asia,
Amerika, Oceania, dan sebagian kecil Afrika. Sejumlah faktor turut mempengaruhi
kinerja ekspor di tahun 2016, seperti turunnya harga komoditi urea dan amoniak
dunia, semakin besarnya pasokan urea internasional seiring dengan berdirinya
pabrik-pabrik baru di luar negeri.

136 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Pada tahun 2016 total penjualan ekspor pupuk Perseroan adalah 1.373.327 ton, atau
mencapai 162,58% bila dibandingkan tahun sebelumnya. Jumlah tersebut terdiri dari
ekspor urea sebesar 1.253.200 ton, ZK 3.015 ton dan NPK 117.112 ton. Penjualan
ekspor urea tahun 2016 mencapai 1.253.200 ton atau 150,64% dibandingkan
periode sebelumnya. Hal ini karena ketersediaan stok pupuk yang tinggi dan adanya
permintaan dari konsumen meskipun harga jual rendah. Realisasi penjualan ZK
mencapai 3.105 ton, atau 396,71% dibandingkan tahun 2015, dan penjualan ekspor
NPK mencapai 117.112 Ton atau 971,77% dibanidngkan tahun 2015.

Penjualan Pupuk Ekspor


TAHUN %
KET. SATUAN
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013
3 4 5 6 7 8 =3:4 9=3:5 10=3:6 9=3:5

EKSPOR
Urea
- PSP Ton 35.141 50.000 76.225 106.142 194.628 70 46 33 18
- PKG Ton 9.004 - - 99 29.900 - - 9.129 30
- PKC Ton 53.972 50.000 40.875 45.835 66.648 108 132 118 81
- PKT Ton 1.155.082 1.080.000 714.794 955.804 1.067.933 107 162 121 108
Subtotal
Ton 1.253.200 1.180.000 831.894 1.107.880 1.359.109 106 151 113 92
Urea
ZK Ton 3.015 4.000 760 4.685 3.648 75 397 64 83
NPK Ton 117.112 - 12.051 138.263 227.139 - 972 85 52
Organik Ton - - - 1.000 2 - - - -
Subtotal Ton 1.373.327 1.184.000 844.705 1.251.827 1.589.898 116 163 110 86

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 137
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ekspor
1.359.109
1.400.000
1.300.000 1.253.200
1.200.000 1.180.000
1.107.880
1.100.000
1.000.000
900.000
831.894
800.000
700.000
600.000
500.000
400.000
300.000 230.789
200.000 120.127 143.948
100.000 12.811
4.000
0
2013 2014 2015 RKAP 2016 2016

UREA ZK, NPK, ORGANIK

Penjualan Produk Non Pupuk

Selain memproduksi dan memasarkan produk-produk pupuk, Pupuk Indonesia


juga memproduksi sejumlah produk petrokimia non pupuk, seperti amoniak, asam
sulfat, asam fosfat, Aluminium Fluorida dan lain sebagainya.

Penjualan Amoniak
TAHUN
KET. SATUAN % % % %
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013
3 4 5 6 7 8=3:4 9=3:5 10=3:6 11=3:7

A. DALAM NEGERI
- PSP Ton 96.055 127.200 31.396 54.214 48.572 76 306 177 198
- PKG Ton 67.492 100.000 81.233 92.961 61.611 67 83 73 110
- PKC Ton 52.639 66.911 53.282 65.015 66.955 79 99 81 79
- PKT Ton 399.390 341.240 476.082 379.765 237.766 117 84 105 168
- PIM Ton 7.383 37.950 6.497 36.408 52.745 19 114 20 14
Total Ton 622.960 673.301 648.491 628.364 467.649 93 96 99 133
Eliminasi* Ton (272.151) (208.900) (416.661) (384.071) (305.482) 130 65 71 89
Konsolidasi Ton 350.809 464.401 231.830 244.292 162.167 76 151 144 216
B. LUAR NEGERI
- PSP Ton 82.087 82.800 79.917 36.827 8.324 99 103 223 986
- PKG Ton - - - - - - - - -
- PKC Ton 875 1.739 1.092 722 - 50 80 121 -
- PKT Ton 522.767 397.260 490.634 343.931 233.648 132 107 152 224
- PIM Ton 49.236 23.549 75.638 2.791 29.299 209 65 1.764 168
Konsolidasi Ton 654.965 505.348 647.282 384.270 271.271 130 101 170 241
TOTAL Ton 1.005.774 969.749 879.111 628.563 433.438 104 114 160 232

138 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Realisasi penjualan amoniak pada tahun 2016 adalah sebesar 1.005.774 ton. Angka
ini mencapai 114,41% dibandingkan penjualan tahun sebelumnya. Penjualan
amoniak dalam negeri adalah sebesar 350.809 ton atau 151,32% dibandingkan
tahun 2015, dan penjualan amoniak ekspor mencapai 654.965 ton atau 101,19%
dari pencapaian tahun sebelumnya.

Peningkatan penjualan amoniak merupakan bagian dari strategi Perseroan untuk


meningkatkan laba, yaitu dengan memanfaatkan ekses amoniak untuk dijual dan
tidak dikonversi menjadi urea. Hal ini karena harga komoditas amoniak internasional
rata-rata masih lebih baik dibandingkan harga urea.

Total penjualan produk-produk non pupuk lainnya di tahun 2016 adalah sebesar
437.664 ton. Realisasi ini mencapai 126,77% dibandingkan tahun 2015. Rincian
penjualan produk non pupuk dapat dilihat pada table berikut :

Penjualan Non Pupuk Lainnya


TAHUN
KET. SATUAN % % % %
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013
3 4 5 6 7 8=3:4 9=3:5 10=3:6 11=3:7

Asam Sulfat Ton 322.002 240.000 222.386 157.262 140.640 134 145 205 229
Asam Fosfat Ton 16.929 32.500 32.371 38.691 33.097 52 52 44 51
Alumunium Ton 12.950 11.000 6.550 8.338 7.769 118 198 155 167
Florida
Semen dan
Peralatan Ton 24.931 64.000 51.071 40.239 56.329 39 49 62 44
Teknik
Kimia Argo Ton 116 906 178 165 311 13 65 70 37
Cat Sigma Ton 2.165 2.121 3.461 1.777 3.991 102 63 122 54
Lain-lain*) Ton 58.572 51.261 29.224 217.715 69.650 114 200 27 84
Total Ton 437.664 401.788 345.242 464.187 311.787 109 127 94 140

Penjualan Asam Sulfat terdapat realisasi 322.002 Ton atau 144,79% dibandingkan
pencapaian 2015 peningkatan permintaan Asam Sulfat terkait adanya kewajiban
menggunakan produk SNI sehingga konsumen lokal tidak dapat menggunakan
produk impor. Realisasi penjualan Asam Fosfat sebesar 16.929 Ton atau 52,30%
dari realisasi tahun lalu akibat adanya shortage asam fosfat, selain itu berkurangnya
serapan PT Petrocentral karena masih rendahnya penjualan STTP yang disebabkan
tidak dapat bersaing dengan produk ex-China yang harganya lebih murah. Selain
itu, PT Petrocentral melakukan emergency shutdown selama bulan November akibat
kerusakan peralatan pabrik.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 139
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Realisasi penjualan Aluminium Fluorida tahun 2015 adalah 12.950 Ton atau 197,71%
dibandingkan pencapaian 2015. Realisasi penjualan semen mencapai 24.931
Ton atau 48,82% dari tahun sebelumnya, hal ini disebabkan oleh berkurangnya
pasokan dari produsen. Penjualan kimia agro mencapai 116 ton atau 65,13% dari
tahun sebelumnya hal ini dipengaruhi oleh adanya kebijakan dari manajemen untuk
menghentikan penjualan Herbisida merk Metra Up untuk menghindari piutang macet.

Penjualan cat sigma mencapai 2.165 Ton atau mencapai 62,55% dari tahun
sebelumnya, hal ini disebabkan kesempatan untuk project maintenance relative
tidak ada dan market juga tidak ada.

Penjualan Jasa
Tahun
KET SATUAN
2016 RKAP 2016 2015 2014 2013 3:4 3:5 3:6 3:7
3 4 5 6 7 8 9 10 11

A. Rekayasa Industri
Refinery &
Rp juta 2.987.596 4.578.434 2.242.120 2.620.463 1.145.102 65 133 114 261
Petrochemical
Gas Rp juta 2.612.059 1.584.181 3.547.431 4.758.795 2.830.770 165 74 55 92
Mineral, Env &
Rp juta 124.832 163.074 1.082.387 775.694 283.425 77 12 16 44
Infrastructure
Geothermal Rp juta 847.078 811.435 1.273.910 592.619 640.568 104 66 143 132
Anak Perusahaan
Rp juta 930.838 1.006.364 1.874.332 2.493.775 245.884 92 50 37 379
Rekind
Sub Total Rp juta 7.502.403 8.143.488 10.020.180 11.241.346 5.145.750 92 75 67 146
B. Mega Eltra
Jasa Perdagangan Rp juta 547.410 153.013 895.387 895.387 672.948 358 61 58 81
Jasa Konstruksi Rp juta 136.251 144.264 135.854 135.854 126.849 94 100 99 107
Penjualan Cat Sigma Rp juta 64.828 90.847 85.440 85.440 93.763 71 76 82 69
Sub Total Rp juta 748.489 388.124 1.116.681 1.116.681 893.560 193 67 64 84
Total Rp juta 10.081.406 9.638.347 11.136.861 11.136.861 6.039.309 97 74 67 137

Pendapatan Jasa PT Rekayasa Industri mencapai Rp7,50 triliun atau 92,31%


terhadap RKAP tahun 2016 dan mencapai 74,87% bila dibandingkan realisasi tahun
2015. Nilai pendapatan jasa tersebut terdiri dari Refinery & Petrochemical Rp2,99
triliun, gas Rp2,61 triliun, mineral, Env & Infrastructure Rp124,83 miliar, geothermal
Rp847,08 miliar, anak perusahaan Rekind Rp930,84 miliar. Hal ini dikarenakan
pendapatan dari SBU yang ada, SBU Mineral, Environment & Infrastructure yang
realisasinya dibawah anggaran.

Pendapatan Jasa PT Mega Eltra tahun 2015 mencapai Rp748,49 miliar yang terdiri
dari jasa perdagangan Rp547,41 miliar, jasa konstruksi Rp136,25 miliar, dan
penjualan cat sigma Rp64,83 miliar. Nilai tersebut tercapai 192,85% secara total

140 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

jika dibandingkan dengan RKAP 2016, hal ini disebabkan tingginya capaian jasa
perdagangan yang mencapai 357,76% dari rencana meskipun pada penjualan cat
tidak tercapai karena penyesuain permintaan pasar dan jasa konstruksi yang hanya
mencapai 94,45% karena keterbatasan modal kerja dan masih mengerjakan proyek
yang carry over.

Di bidang logistik, melalui PT Pupuk Indonesia Logistik (Pilog), Perseroan


memperoleh pendapatan di tahun 2016 sebesar Rp 354,87 Milyar atau 52,09%
terhadap RKAP. Hal ini disebabkan tidak beroperasinya kapal KM Otong Kosasih
dan belum terealisasinya pengadaan kapal KM Self Propelled Urea Barge (SPUB) dan
kapal General Cargo.

Perseroan juga memperoleh pendapatan senilai Rp 409,17 Milyar dibidang energi


melalui PT Pupuk Indonesia Energi (PIE) yang merupakan kontribusi dari PT Kaltim
Daya Mandiri yang baru diakuisisi di tahun 2016. Sedangan dari bidang pangan,
Perseroan memperoleh pendapatan senilai Rp55,3 miliar dari PT Pupuk Indonesia
Pangan yang merupakan hasil dari penjualan beras dan pupuk.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 141
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Pendapatan dan Profitabilitas


Pendapatan & Profitabilitas 31 Desember/December 2016
Pupuk & Jasa
Keterangan Lain-lain Eliminasi Jumlah
Amoniak Konstruksi

Pendapatan

Penjualan eksternal 56.097.651 7.314.641 751.711 - 64.164.003

Penjualan antar segmen 327.330 198.558 412.287 (938.175) -

Jumlah pendapatan 56.424.981 7.513.199 1.163.998 (938.175) 64.164.003

Hasil

Hasil segmen 12.999.693 766.280 272.172 (1.846.349) 12.191.796

Beban penjualan (1.341.097)

Beban umum dan administrasi (3.330.135)

Beban lain-lain 144.829

Laba usaha 7.665.393

Pendapatan keuangan 169.092

Beban keuangan (2.819.325)

Bagian atas rugi neto entitas (170.517)


asosiasi dan ventura bersama

Laba sebelum pajak 4.844.643


penghasilan

Beban pajak penghasilan (1.318.703)

Laba tahun berjalan 3.525.940

Selisih translasi penjabaran


laporan keuangan. setelah (1.628)
pajak

(262.761)

Pengukuran kembali liabilitas 30.430.141


pasca kerja setelah pajak

Jumlah laba komprehensif 33.691.692


tahun berjalan

142 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Secara keseluruhan Penerimaan Perseroan tahun 2016 adalah Rp64,16 triliun,


turun 3,12% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp66,23 triliun. Realisasi capaian
Perseroan tersebut antara lain dipengaruhi adalah Jatuhnya harga komoditas
urea di pasar internasional, sebagai dampak penurunan pemakaian urea di
beberapa negara dan adanya pembangunan pabrik baru dengan harga gas yang
kompetitif, yang mempengaruhi supply dan demand pupuk internasional, juga turut
mempengaruhi penerimaan Perusahaan.

Profitabilitas Segmen Pupuk dan Amoniak

Profitabilitas Segmen Pupuk dan Amoniak (Rp Juta)


Kenaikan/ Penurunan
Segmen Pupuk & Amoniak 2016 2015
SELISIH %

Pendapatan 56.424.981 57.307.808 (890.643) (1,55)


Beban Pokok Pendapatan (43.425.288) (39.734.046) (919.819) 2,16
Hasil Segmen 12.999.693 17.573.762 (1.810.462) (12,22)

Pendapatan usaha segmen ini pada tahun 2016 adalah sebesar Rp56.424.981
juta, turun sebesar Rp890.643 juta atau 1,55% dari tahun sebelumnya sebesar
Rp57.315.624 juta, dan beban pokok mengalami peningkatan sebesar Rp919.819 juta
atau 2,16% menjadi Rp43.425.288 juta. Sehingga, segmen ini menghasilkan laba bruto
pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp12.999.693 juta, turun sebesar Rp1.810.462
juta atau 12,22% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp14.810.462 juta. Hal
ini terutama disebabkan oleh adanya penurunan harga komoditi pupuk urea dan
amoniak dunia yang mempengaruhi harga jual sedangkan beban pokok meningkat
terutama disebabkan oleh kenaikan harga gas yang sejalan dengan kontrak gas
existing di mayoritas produsen dengan eskalasi 2,5-3% per tahun.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 143
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Profitabilitas Segmen Jasa Konstruksi

Profitabilitas Segmen Jasa Konstruksi (Rp Juta)


Kenaikan/ Penurunan
Segmen Pupuk & Amoniak 2016 2015
SELISIH %

Pendapatan 7.513.199 57.307.808 (2.690.082) (26,36)


Beban Pokok Pendapatan (6.746.919) (39.734.046) 3.242.370 (32,46)
Hasil Segmen 766.280 17.573.762 552.288 258,09

Pendapatan usaha segmen ini pada tahun 2016 adalah sebesar Rp7.513.199
juta, turun sebesar Rp2.690.082 juta atau 26,36% dari tahun sebelumnya sebesar
Rp10.203.281 juta, dan beban pokok mengalami penurunan sebesar Rp3.242.370
juta atau 32,46% menjadi Rp6.989.289 juta. Sehingga, segmen ini menghasilkan
laba bruto pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp766.280 juta, naik sebesar
Rp552.288 juta atau 258,09% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp213.992
juta. Capaian kinerja ini terutama dipengaruhi oleh progress pelaksanaan project
yang diperoleh serta perolehan proyek baru yang dikerjakan.

Profitabilitas Segmen Lain-lain

Profitabilitas Segmen Lain-lain (Rp Juta)


Kenaikan/ Penurunan
Segmen Pupuk & Amoniak 2016 2015
SELISIH %

Pendapatan 1.163.998 57.307.808 (2.974.629) (71,87)


Beban Pokok Pendapatan (891.826) (39.734.046) 3.112.762 (77,73)
Hasil Segmen 272.172 17.573.762 138.11 103,05

Pendapatan usaha segmen ini pada tahun 2016 adalah sebesar Rp1.163.998
juta, turun sebesar Rp2.974.629 juta atau 71,87% dari tahun sebelumnya sebesar
Rp4.138.627 juta, dan beban pokok mengalami penurunan sebesar Rp3.112.762
juta atau 77,73% menjadi Rp891.826 juta. Sehingga, segmen ini menghasilkan laba
bruto pada tahun 2016 meningkat menjadi Rp138.133 juta, naik sebesar Rp138.133
juta atau 103,05% dibandingkan dengan tahun 2015 sebesar Rp134.039 juta.

144 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Riset dan Pengembangan

Guna menjaga keberlangsungan dan meningkatkan daya saing serta


mengembangkan portofolio bisnis Perseroan, Pupuk Indonesia secara konsisten
melakukan berbagai riset dan proyek untuk mengembangkan perusahaan.
Beberapa proyek pengembangan yang sedang dilaksanakan di lingkungan anak
perusahaan Pupuk Indonesia, antara lain :

1. Proyek Pusri 2B dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang dengan desain


kapasitas produksi 660 ribu ton amoniak dan 907,5 ribu ton urea per
tahun. Pabrik yang berlokasi di Palembang, Sumatera Selatan ini mulai
dibangun tahun 2013 dan direncanakan beroperasi komersil pada
tahun 2017.

2. Proyek Urea Bulk Storage (UBS) dan Conveyor System (CS) Pusri 2B dari
PT Pupuk Sriwidjaja Palembang bekerja sama dengan PT Adhi karya. UBS
ini memiliki desain kapasitas 70 ribu ton yang berlokasi di Palembang,
Sumatera Selatan dan merupakan sarana pendukung dari proyek Pusri
2B. Proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan beroperasi
pada tahun 2017.

3. Proyek STG Boiler Batubara & Conveyor System dari PT Pupuk Sriwidjaja
Palembang bekerja sama dengan PT Rekayasa Industri. Proyek ini
memiliki desain kapasitas Boiler terpasang 2 x 240 TPH dan Power 23
MW. Proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan direncanakan beroperasi
pada tahun 2017.

4. Proyek Jetty dan Coal Handling Storage PT Pupuk Sriwidjaja Palembang


bekerja sama dengan PT Adhi karya ini memiliki desain jetty 10.000
DWT dan kapasitas coal storage 30.000 Ton. Proyek ini berlokasi di
Palembang, Sumatera Selatan. Proyek ini dimulai pada tahun 2013 dan
sudah diserahterimakan pada Oktober 2016.

5. Proyek NPK Fused I dari PT Pupuk Sriwidjaja Palembang bekerja sama


dengan PT Timas Suplindo. Pabrik NPK yang terletak di Palembang,
Sumatera Selatan ini memiliki desain kapasitas produksi terpasang
sebesar 100 ribu TPY. Proyek ini dimulai pada tahun 2014 dan beroperasi
secara komersil pada tahun 2016.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 145
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

6. Proyek Ammonia-Urea II (Ammurea II) dari PT Petrokimia Gresik bekerja


sama dengan konsorsium Wuhuan Engineering Corporation dan PT Adhi
Karya. Pabrik ini memiliki desain kapasitas produksi sebesar 660 ribu ton
Ammonia dan 570 ribu ton Urea per Tahun. Pabrik yang berlokasi di
Gresik, Jawa Timur ini dimulai pada tahun 2014 dan direncanakan
beroperasi komersil pada tahun 2018.

7. Proyek IPA Gunungsari dari PT Petrokimia Gresik bekerja sama dengan


PT Aneka Jasa Grahadika ini membangun unit Installasi Pengolahan Air
yang memiliki kapasitas 3.000 m3 per jam dan pekerjaan pipa sepanjang
27 km serta Tangki Air kapasita 22.000 m3. Pabrik yang terletak di
Gresik, Jawa Timur ini dimulai pembangunannya pada tahun 2014 dan
direncanakan selesai pada tahun 2017.

8. Proyek Tanggul Pengaman Tahap III & IV dari PT Petrokimia Gresik


bekerja sama dengan PT Gresik Cipta Sejahtera. Proyek ini bertujuan
untuk menyediakan lahan baru berlokasi di Gresik, Jawa Timur. Proyek
ini dimulai pada tahun 2015 dan direncanakan selesai pada tahun 2018.

9. Proyek Gresik Gas Cogeneration Plant milik PT Pupuk Indonesia Energi


ini bekerjasama dengan PT PP (Persero) yang memiliki kapasitas produksi
steam sebesar 160 TPH dan kapasitas produksi tenaga listrik sebesar
22 MW. Proyek yang terletak di Gresik, Jawa Timur ini pembangunannya
dimulai pada tahun 2015 dan direncanakan selesai pada tahun 2017.

10. Proyek Urea Bulk Storage (UBS) 6 dan Conveyor System PT Pupuk
Kalimantan Timur bekerjasama dengan PT Krakatau Engineering.
UBS ini memiliki desain kapasitas 100 ribu ton yang berlokasi di
Bontang, Kalimantan Timur. Proyek ini mulai dibangun tahun 2013 dan
direncanakan selesai pada tahun 2017.

11. Proyek Independent Power Producer (IPP) PT Rekind Daya Mamuju yang
merupakan anak usaha PT Rekayasa Industri yang bekerjasama dengan
China Huadian Engineering Corporation (CHEC) dan PT Rekadaya
Elektrika (RE). Proyek ini memiliki kapasitas produksi steam sebesar 2 x
150 TPH dan kapasitas produksi tenaga listrik sebesar 2 x 25 MW. Proyek
yang terletak di Mamuju, Sulawesi Tengah ini pembangunannya dimulai
pada tahun 2015 dan direncanakan selesai pada tahun 2017.

146 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

12. Proyek Amonium Nitrat. Proyek Amonium Nitrat kerjasama antara Pupuk
Kaltim dengan PT Dahana, dengan desain kapasitas terpasang 150 ribu
ton per tahun. Proyek ini menurut rencana akan mulai dijalankan pada
tahun 2017.

13. Pengembangan Lahan Pertanian di Merauke. Proyek riset untuk


pengembangan lahan pertanian di daerah Merauke seluas 250 Ha.
Untuk tahap awal, proyek dilakukan dalam skala riset di atas lahan seluas
50 Ha.

14. Pengembangan Kawasan Petrokimia di Bintuni


Perseroan berencana mengembangkan pabrik-pabrik petrokimia di
Bintuni. Untuk langkah awal, Pupuk Indonesia telah memperoleh alokasi
gas sebesar 130 MMSCFD. Proyek yang akan dibangun antara lain
pabrik methanol, etilene, polyethylene, propilen dan polipropilen. Saat
ini proyek masih dalam tahap studi kelayakan dan penjajakan kerjasama
dengan mitra-mitra strategis.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 147
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Kebijakan Teknologi Informasi

Seiring dengan peningkatan kompleksitas dan kebutuhan bisnis Perseroan,


Pupuk Indonesia terus memperbaiki sistem Teknologi Informasi yang diterapkan
di Perseroan sebagai kelanjutan dari Information and Communication Technology
Master Plan (ICTMP) yang telah dicanangkan.

Salah satu implementasi ICTMP, Perseroan sedang melakukan persiapan implementasi


Enterprise Resources Planning (ERP) terpusat dengan tujuan, sebagai berikut:

Mendukung transformasi perusahaan untuk merealisasikan model bisnis yang


tepat (core and supporting) melalui analisa data yang akurat dan lebih transparan.
Menyediakan data secara terintegrasi dengan integritas yang tinggi dan
tepat waktu.
Menciptakan sinergi antar anak perusahaan.
Melakukan otomatisasi yang berbasis bisnis proses yang seragam.

Untuk mendukung implementasi ERP, Perseroan melakukan penataan ulang Data


Center (DC)/ Disaster Recovery Center (DRC) dan infrastruktur lainnya sehingga layanan
teknologi informasi menjadi lebih handal. Dengan implementasi ERP, layanan
teknologi informasi tidak hanya berubah menjadi business enabler bahkan menjadi
business driver. Perubahan layanan ini didukung juga dengan penerapan tata kelola
teknologi informasi berbasis COBIT.

Fokus Bidang Teknologi Informasi di tahun 2016 adalah menjalankan implementasi


ERP, menyusun tata kelola teknologi informasi, serta perencanaan organisasi TI
dan desain arsitektur TI. Implementasi ERP meliputi pengesahan Final Blueprint,
persiapan Go Live fase 1, serta Go Live ERP Pupuk Indonesia.

Oleh karena itu, Divisi TI PIHC Group memiliki kebijakan TI yang mencakup prinsip-
prinsip, pokok aturan dan arahan sebagai dasar dan pedoman dalam pelaksanaan
tata kelola TI. Kebijakan TI tersebut terdiri dari:

a. Kebijakan Penetapan peran TI


b. Kebijakan Perencanaan TI
c. Kebijakan Kerangka Kerja Proses dan Organisasi TI
d. Kebijakan Pengelolaan Investasi TI
e. Kebijakan Pengelolaan Proyek TI
f. Kebijakan Pengembangan Solusi TI
g. Kebijakan Pengelolaan Sumber Daya TI

148 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

h. Kebijakan Pengelolaan Risiko TI


i. Kebijakan Pengelolaan Operasi dan Layanan TI
j. Kebijakan Pengelolaan Kelangsungan Layanan TI
k. Kebijakan Pengelolaan Keamanan TI
l. Kebijakan Pengelolaan Layanan Pihak Ketiga
m. Kebijakan Monitor dan Evaluasi Kinerja TI
n. Kebijakan Monitor dan Evaluasi Pengendalian Internal TI
o. Kebijakan Pengelolaan Compliance Kepada Regulasi dan Standar.

Komitmen Teknologi Informasi

Di bidang Teknologi Informasi Pupuk Indonesia telah memiliki komitmen untuk:


a. Memanfaatkan TI secara optimal guna membantu mewujudkan visi dan misi
Perusahaan serta membantu kelancaran pelaksanaan tata kelola Perusahaan
yang baik.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 149
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

b. Mengimplementasikan aplikasi dan infrastruktur TI secara tepat untuk


meningkatkan kecepatan dan efisiensi proses bisnis, produktifitas karyawan,
serta daya saing Perusahaan.
c. Menjalankan prinsip pengelolaan TI yang comply terhadap aturan tata kelola
TI untuk menjamin pengembangan TI selaras dengan bisnis Perusahaan,
untuk menjamin kesuksesan fungsi TI, serta untuk meminimalkan risiko
kegagalan implementasi TI.

Aktivitas dan Pengembangan Teknologi 2016

Beberapa pengembangan teknologi dan informasi yang telah dilakukan selama


tahun 2016 adalah sebagai berikut :

1. Pengoperasioan pabrik secara maksimal dan efisien dengan tetap


mengutamakan faktor (keselamatan dan lingkungan yang dilaksanakan sesuai
standard ISO 9001, ISO:14001 dan SMK3 dan Process Safety Management
(PSM).
2. Meningkatkan Kehandalan Pabrik melalui penrapan Plant Integrity Management
System (PIMS), Sistem Manajemen Produksi (SIMPRO) dan Manufex.
3. Meningkatkan efisiensi pemakaian listrik dan gas melalui operasionalisasi
boiler dan package boiler (PB) secara optimal dengan tercapainya target
efisiensi selama tahun 2016.
4. Menyusun rencana kebutuhan dan pembelian spare-parts baik untuk rutin,
investasi, TA dan insurance dengan lebih cermat.
5. Pemeliharaan pabrik secara terencana dengan melakukan tindakan
pemeliharaan preventive, predictive, corrective, dan Turn Around serta
monitoring terhadap peralatan kritis, baik rotating equipment maupun static
equipment untuk menurunkan angka unscheduled shutdown.

Investasi Teknologi Informasi 2016

Melakukan investasi teknologi informasi bagi Perusahaan saat ini telah menjadi
kebutuhan yang wajib untuk dilakukan. Banyak proses yang memerlukan dukungan
teknologi. Asumsi dasar dengan penerapan teknologi informasi adalah bahwa

150 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Perusahaan dapat melakukan proses bisnis lebih cepat, lebih akurat, pembuatan
laporan yang lebih baik, peningkatan produktivitas karyawan, dan sebagainya.
Investasi Teknologi Informasi di tahun 2016 mencapai Rp. 390.466.897,00.

Implementasi ERP SAP Modul utama FI (Finacial/Keuangan), CO (Controling/


Akuntansi), FM (Fund Management/Anggaran), MM (Material Management/
Pengelolaan Material & Pengadaan), PP (Production Planning/Produksi), PM (Plant
Maintenance/Pemeliharaan), SD (Sales Distribution/Pemasaran), HCM (Human
Capital Management/Personalia), BPC (Business Planning & Consolidation/
Pelaporan Konsolidasi), PS (Project System/Manajemen Proyek) dan Aplikasi Non
SAP Web Uang Muka, Web Pergudangan, Web Pemasaran, Electronic Procuremen
(e-proc), electronic Auction (e-auction), Distributor Financing Host to Host, telah
berhasil dilakukan di PI Group dengan melakukan Golive melalui Cut Over Strategy

1. Golive Fase-1 PT Pupuk Indonesia, PT Pupuk Kujang, PT Pupuk Kalimantan


Timur pada tanggal 4 Januari 2016
2. Golive Fase-2A PT Petrokimia Gresik, PT Pupuk Iskandar Muda, PT Pupuk
Sriwidjaja Pelembang pada tanggal 4 April 2016
3. Golive Fase-2B PT Rekayasa Industri PT Mega Eltra pada tanggal 5 September
2016

Guna mendukung Implementasi SAP juga telah berhasil di integrasikan seluruh


Jaringan komunikasi data di PI Group dan penyediaan Server Data Center yang
ditempatkan di Data Colocation Sentul bekerjasama dengan PT Telkom Indonesia.

Pengembangan SDM di Bidang Teknologi Informasi

Kompetensi SDM TI berkaitan erat dengan inovasi teknologi. Beberapa indikator


yang didorong dalam pengembangan kemampuan daya saing SDM dibidang TI
adalah kemampuan transfer pengetahuan serta tingkat aktivitas pengelolaan
teknologi yang dapat dilakukan.

Sistem Informasi Teknologi yang handal sangat memerlukan sumber daya manusia
yang juga handal dan tanggap. Oleh karenanya, untuk meningkatkan perkembangan
teknologi informasi di internal Perusahaan, Perusahaan melakukan pengembangan
sumber daya manusia di bidang TI.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 151
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Rencana Pengembangan 2017

1. Sentralisasi BASIS
2. Penyediaan DRC Managed Service
3. Optimalisasi dan Kolaborasi Sistim Komunikasi PI Group
4. Review Kapasitas Infrastruktur Data Center dan Disaster Recovery Center
5. Cost Reduction Program ( Aplikasi Office non Windows, Antivirus, Hardware)
6. Support Operasioanal Implementasi SAP & Non SAP melalui helpdesk sistem
7. Pengembangan SAP & Non SAP di PILog, PIE, PIP
8. Review Implementasi HCM Strategic
9. Pengembangan Sistem Informasi Niaga ( PoS, Distro, Pintar)
10. Penyusunan Dokumen Tata Kelola di Bidang IT
11. Pengembangan SDM IT

152 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Tinjauan Kinerja Keuangan

Laporan keuangan Pupuk Indonesia untuk tahun yang berakhir tanggal 31 Desember
2016 dan 2015 telah diaudit oleh auditor independen KAP Tanudireja, Wibisana, Rintis
& Rekan (Member of PWC Global Network) dan memperoleh opini wajar dalam semua
hal yang material sesuai dengan Standar Akuntansi Keuangan Indonesia.

LAPORAN LABA RUGI KOMPREHENSIF


Laba tahun berjalan Pupuk Indonesia mengalami peningkatan Rp131,38 miliar atau
tumbuh sebesar 3,87% dari Rp3,39 triliun di tahun 2015 menjadi Rp3,53 triliun di
tahun 2016. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh harga jual pupuk urea
dan amoniak yang cukup tinggi pada periode Semester I tahun 2016 dan adanya
laba selisih kurs sebesar Rp 171,58 miliar serta dilaksanakannya program efisiensi
cost reduction program.

Pada tahun 2016, perusahaan membukukan pendapatan dan beban komprehensif


sebesar Rp 30,16 triliun terutama akibat adanya pencatatan selisih penilaian kembali
aset tetap untuk kelompok aset tanah sebesar Rp 30,65 triliun dan kerugian atas
pengukuran kembali liabilitas imbalan pasca kerja sebesar (Rp 350,35 miliar).

Laporan Laba Rugi Komprehensif (Rp triliun)


80 8,0
70 64,62 66,23 64.16 7,0
60 6,0
51,38 54,16 51,97 5,35
50 5,0
40 4,0 3,56 3,33
3,29 3,39 3,53
30 3,0
2016
20 2,0 1,55 1,59 1,56
1,13 1,34 1,32 2015
10 1,0
0 0 2014
Pendapatan Beban Pokok Beban Beban Umum & Pajak Laba Tahun
Pendapatan Penjualan Administrasi Penghasilan Berjalan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 153
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Laba Rugi Komprehensif


Perubahan
LABA RUGI 2016 2015 2014
Rp %

Pendapatan 64.164.003 66.230.955 64.617.200 (2.066.952) (3,12)


Beban Pokok Pendapatan (51.972.207 ) (54.156.783) (51.382.525) (2.184.576) (4,03)
Laba Bruto 12.191.796 12.074.172 13.234.675 117.624 0,97
Beban Penjualan (1.341.097 ) (1.134.966) (1.555.664) (206.131 ) 18,16
Beban Umum dan Administrasi (3.330.135) (3.557.195) (3.295.704) 227.060 (6,38)
Keuntungan atas penyelesaian Perjanjian - - 515.054 - -
Kerjasama
Pendapatan/(beban) lain-lain. bersih 144.829 -756.390 (713.985) 901.219 (119,15)
Laba usaha 7.665.393 6.625.621 8.184.376 1.039.772 15,69
Pendapatan Keuangan 169.092 289.725 568.604 (120.633) (41,64)
Biaya keuangan (2.819.325) (1.909.271) (1.801.532) 910.054 47,66
Bagian atas rugi bersih entitas asosiasi (170.517) (52.305) (11.499) (118.212) 226,01
dan ventura bersama
Laba sebelum pajak penghasilan 4.844.643 4.953.770 6.939.949 (109.127) (2,20)
Beban Pajak Penghasilan (1.318.703) (1.559.210) (1.590.614) 240.507 (15,42)
Laba Tahun Berjalan 3.525.940 3.394.560 5.349.335 131.380 3,87
Laba/(rugi) komprehensif lain tahun
berjalan
Pos yang tidak akan direklasifikasi ke
laba rugi:
Pengukuran kembali liabilitas imbalan (350.348) 191.958 (308.960) (542.306) (282,51)
pasca kerja
Cadangan revaluasi tetap 30.654.811 - - - -
Beban pajak terkait (137.083) (47.990) 77.240 (89.093) 185,65
30.167.380 143.968 (231.720) 30.023.412 20.854,23
Pos yang akan direklasifikasi ke laba
rugi:
Selisih translasi penjabaran laporan (1.628) 74.613 (9.776) (76.241) (102.18)
keuangan. setelah pajak
Jumlah laba/(rugi) komprehensif lain 30.165.752 218.581 (241.496) 29.947.171 13.700,72
tahun berjalan. setelah pajak
Jumlah Laba Komprehensif Tahun 33.691.692 3.613.141 5.107.839 30.078.551 832,48
Berjalan
Laba Tahun Berjalan Yang Dapat
Diatribusikan Kepada:
Pemilik Entitas Induk 3.569.579 3.395.259 5.302.347 174.320 5,13
Kepentingan Non Pengendali (43.639) (699) 46.988 -42.940 6.143,06
Laba tahun berjalan 3.525.940 3.394.560 5.349.335 131.380 3,87
Jumlah laba komprehensif tahun
berjalan yang Dapat Diatribusikan
Kepada:
Pemilik Entitas Induk 33.735.331 3.613.840 5.060.851 30.121.491 833,50
Kepentingan Non Pengendali (43.639 ) (699) 46.988 (42.940) 6.143,06
Jumlah laba komprehensif tahun 33.691.692 3.613.141 5.107.839 30.078.551 832,48
berjalan
Laba per saham Dasar dan dilusian 276.714 263.200 411.038 13.514 5,13

154 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Pendapatan

Pendapatan Pupuk Indonesia diperoleh dari penjualan pupuk, non pupuk serta
pendapatan jasa dan perdagangan. Pendapatan Pupuk Indonesia tahun 2016
sebesar Rp64,16 triliun, menurun 3,12% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp66,23
triliun. Penurunan tersebut terutama disebabkan rendahnya harga jual komoditi
pupuk urea dan amoniak dunia, disamping itu pendapatan jasa konstruksi yang
lebih rendah akibat PT Rekayasa Industri lebih selektif dalam memilih proyek.

Pendapatan
Perubahan
PENDAPATAN 2016 2015 2014
Rp %
PENJUALAN PUPUK
Subsidi
Subsidi Pemerintah 26.846.484 25.394.319 23.064.308 1.452.165 5.41
Non urea Sektor Pangan 7.660.642 7.091.946 6.620.673 568.696 7.42
Urea Sektor Pangan 5.501.935 5.330.221 6.132.754 171.714 3.12
Penyesuaian Piutang Subsidi ke -78.011 403.741 185.716 (481.752) 617.54
Pemerintah yang belum ditagih, bersih
setelah penyesuaian tahun sebelumnya
39.931.050 38.220.227 36.003.451 1.710.823 4.28
Non subsidi
Urea Sektor Perkebunan 6.457.374 3.432.345 3.681.984 3.025.029 46.85
Non urea Sektor Perkebunan 1.518.940 4.551.061 5.689.777 (3.032.121) (199.62)
Urea Sektor Industri 1.178.675 2.646.641 2.390.076 (1.467.966) (124.54)
9.154.989 10.630.047 11.761.837 (1.475.058) (16.11)
PENJUALAN NON PUPUK
Amoniak 3.947.501 4.505.222 4.048.157 (557.721) (14.13)
Lain-Lain 778200 937.702 874.262 (159.502) (20.50)
4.725.701 5.442.924 4.922.419 (717.223) (15.18)
PENDAPATAN JASA DAN PERDAGANGAN
Jasa konstruksi 7.440.095 8.306.197 8.227.535 (866.102) (11.64)
Pupuk dan agrokimia 1.696.502 2.073.174 2.227.734 (376.672) (22.20)
Lain-Lain 1.215.666 1.558.386 1.474.224 (342.720) (28.19)
10.352.263 11.937.757 11.929.493 (1.585.494) (15.32)
Jumlah 64.164.003 66.230.955 64.617.200 (2.066.952) (3.22)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 155
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Beban Pokok Pendapatan

Beban pokok pendapatan terdiri dari biaya produksi, persediaan barang jadi,
barang dalam proses, dan beban non manufaktur. Pada tahun 2016, beban
pokok pendapatan sebesar Rp51,97 triliun, menurun 4,03% dibandingkan tahun
2015 sebesar Rp54,16 triliun. Penurunan ini terutama dipengaruhi oleh adanya
penurunan beban non manufaktur khususnya di jasa konstruksi yang disebabkan
oleh manajemen PT Rekayasa Industri selaku anak perusahaan PT Pupuk Indonesia
(Persero) lebih berhati-hati dalam menjalankan bisnis EPC dimana proyek baru yang
diambil lebih selektif serta fokus pada penyelesaian proyek yang sedang dikerjakan.

Beban Pokok Pendapatan


Perubahan
Beban Pokok PENDAPATAN 2016 2015 2014
Rp %

Beban Manufaktur
Bahan baku yang digunakan 34.112.981 43.242.284 36.620.281 (9.129.303) (26,76)
Penyusutan 36.620.281 1.101.991 1.199.335 35.518.290 96,99
Biaya tenaga kerja langsung 2.043.078 1.906.543 1.963.271 136.535 6,68
Perbaikan dan pemeliharaan 801.179 448.447 219.029 352.732 44,03
Biaya overhead lainnya 2.116.934 2.098.805 1.520.325 18.129 0,86
Jumlah biaya produksi 41.135.717 48.798.070 41.522.241 (7.662.353) (18,63)
Persediaan barang jadi dan barang
dalam proses
Awal tahun 9.393.107 4.829.557 5.725.123 4.563.550 48,58
Akhir tahun -6.101.042 -9.393.107 -4.829.557 3.292.065 (53,96)
Jumlah Beban Manufaktur 44.427.782 44.234.520 42.417.807 193.262 0,44
Beban non manufaktur
Jasa konstruksi 6.267.983 8.482.260 7.748.854 (2.214.277) (35,33)
Perdagangan 636540 485.681 585.568 150.859 23,70
Properti dan jasa kawasan industri 358.645 388.031 235.233 (29.386) (8,19)
Listrik. steam dan utilitas 256006 518823 357411
Jasa keamanan 25.251 47.468 37.652 (22.217) (87,98)
Jumlah Beban Non Manufaktur 7.544.425 9.922.263 8.964.718 (2.377.838) (31,52)
Jumlah 51.972.207 54.156.783 51.382.525 (2.184.576) (4,20)

156 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Beban Penjualan

Beban penjualan terdiri dari beban gaji, beban promosi dan pemasaran, beban
gudang, beban penyusutan, serta beban lainnya. Beban penjualan tahun 2016
sebesar Rp1,34 triliun, meningkat 18,16% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp1,13
triliun. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh adanya kenaikan gaji tenaga
pemasaran dimana menyesuaikan dengan kebijakan kenaikan UMR di masing-
masing daerah pemasaran, disamping itu adanya kenaikan biaya promosi dan
pemasaran yang disesuaikan dengan upaya promosi produk non subsidi dan ritel
dalam rangka persiapan perubahan kebijakan subsidi pupuk.

Beban Penjualan
Perubahan
Beban PENJUALAN 2016 2015 2014
Rp %

Beban Gaji 491.431 383.352 444.346 108.079 21,99


Beban promosi dan pemasaran 204.731 138.695 159.578 66.036 32,26
Beban Gudang 147.515 224.046 216.257 (76.531) (51,88)
Beban Penyusutan 32.921 10.553 11.176 22.368 67,94
Beban Lainnya 464.499 378.320 724.307 86.179 18,55
Jumlah 1.341.097 1.134.966 1.555.664 206.131 15,37

Beban Umum dan Administrasi

Beban Umum dan Administrasi tahun 2016 sebesar Rp3,33 triliun, menurun 6,38%
dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp3,56 triliun. Penurunan ini disebabkan oleh
adanya upaya penghematan biaya dengan kebijakan cost reduction program untuk
biaya-biaya yang bersifat overhead dan tidak berkaitan langsung dengan proses
produksi

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 157
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Beban Administrasi dan Umum


Perubahan
Beban Umum dan Administrasi 2016 2015 2014
Rp %

Gaji, Upah, dan Kesejahteraan 1.501.557 1.448.455 1.318.960 53.102 3,54


Beban Pajak Dan Asuransi 296.388 448.346 493.438 (151.958) (51,27)
Beban Jasa 268912 387227 344087 (118.315) (44,00)
Beban Pemeliharaan 205.343 148.327 185.597 57.016 27,77
Beban Penyusutan 137905 150.737 138.832 (12.832) (9,30)
Beban Umum 130.072 255.206 336.114 (125.134) (96,20)
Beban Transportasi, Perjalanan Dinas 103787 81873 142312 21.914 21,11
dan Komunikasi
Beban Unit Pelayanan Dan Utilitas 95.762 114.567 72.015 (18.805) (19,64)
Beban Lainnya 590.409 522.457 264.349 67.952 11,51
Jumlah 3.330.135 3.557.195 3.295.704 (227.060) (6,82)

Pendapatan/(Beban) Lain-lain, Bersih

Jumlah pendapatan/(beban) lain-lain bersih tahun 2016 sebesar Rp144,83


miliar, meningkat 119,15% dibandingkan tahun 2015 sebesar (Rp756,39) miliar.
Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh turunnya rugi selisih kurs selama tahun
2016 dan penerapan hedging di lingkungan holding yang berdampak terhadap
pembukuan kerugian yang lebih rendah.

Pendapatan/ (Beban) Lain-lain, Bersih

pendapatan/ (beban) lain-lain, Perubahan


2016 2015 2014
bersih % %

Pendapatan/(Beban) Lain-lain, Bersih 158.550 (199.041) (37.873) 357.591 225,54


Rugi selisih kurs, bersih (13.721) (557.349) (676.112) 543.628 (3.962,01)
Jumlah 144.829 (756.390) (713.985) 901.219 622,26

158 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Biaya Keuangan

Biaya keuangan tahun 2016 sebesar Rp2,82 triliun, meningkat 47,66% dibandingkan
tahun 2015 sebesar Rp1,91 triliun. Peningkatan ini terutama dipengaruhi dari
tingginya piutang subsidi yang masih belum dibayar berdampak pada peningkatan
penarikan pinjaman untuk kebutuhan modal kerja serta adanya penarikan pinjaman
untuk kebutuhan investasi.

Beban Pajak Penghasilan

Beban pajak penghasilan perusahaan terdiri dari pajak kini, pajak tangguhan, dan
penyesuaian beban pajak tahun sebelumnya. Jumlah pajak yang dibebankan kepada
Pupuk Indonesia untuk tahun 2016 menurun 15,42% menjadi Rp1,32 triliun dari
Rp1,56 triliun di tahun 2015. Penurunan ini disebabkan oleh adanya penurunan
penghasilan yang telah dikenakan pajak final yang salah satunya merupakan
penghasilan jasa EPC Rekind akibat kebijakan manajemen yang berhati-hati dalam
mengambil proyek baru dan fokus menyelesaikan pekerjaan proyek yang sudah
ada.

Beban Pajak Penghasilan


Perubahan
Beban pajak penghasilan 2016 2015 2014
Rp %

Pajak Kini 1.107.478 1.380.552 1.652.650 (273.074) (24,66)


Pajak Tangguhan 163.270 131.613 (62.036) 31.657 19,39
Penyesuaian beban pajak tahun 47.955 47.045 - 910 1,90
sebelumnya
Jumlah 1.318.703 1.559.210 1.590.614 (240.507) (1,24)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 159
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Analisa Posisi Keuangan

Posisi keuangan Pupuk Indonesia tahun 2016 menunjukan kinerja yang baik. Hal
ini tercermin dari total aset perusahaan tahun 2016 tercatat sebesar Rp127,10
triliun, tumbuh 38,39% dari tahun 2015. Pencapaian tersebut terutama disebabkan
karena peningkatan yang cukup signifikan dari aset tidak lancar sebesar 84,27%.
Peningkatan aset tidak lancar ini karena adanya penilaian kembali (revaluasi) atas
aset tanah dengan nilai net revaluasi sebesar Rp 30,43 triliun.

Seiring dengan perkembangan bisnis Pupuk Indonesia, liabilitas tercatat Rp66,19


triliun, meningkat 4,91% dibandingkan tahun 2015 karena terdapat peningkatan
pada liabilitas jangka pendek sebesar 26,38%. Untuk nilai ekuitas Perusahaan
tercatat Rp60,91 triliun, meningkat 111,86% dari tahun 2015. Peningkatan ekuitas
ini juga disebabkan oleh adanya kenaikan laba komprehensif lainnya yang berasal
dari hasil revaluasi aset tetap tanah.

Posisi Keuangan (Rp triliun)


160
140 127,10
120
100 91,84
80 76,53 60,91
63,09 66,19
60 49,26
2016
40 27,27 28,75
2015
20
0 2014
Aset Liabilitas Ekuitas

160 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Aset
Aset Perusahaan terdiri dari Aset Lancar dan Aset Tidak Lancar. Jumlah Aset Pupuk
Indonesia tahun 2016 sebesar Rp127,10 triliun, meningkat 38,39% dari tahun 2015
yaitu Rp91,84 triliun. Peningkatan tersebut terutama dipengaruhi oleh peningkatan
aset tidak lancar Pupuk Indonesia sebesar 84,27%, sejalan dengan adanya
peningkatan aset tetap akibat revaluasi aset tanah.

Aset
Perubahan
ASET 2016 2015 2014
Rp %

Aset Lancar 49.575.126 49.771.980 44.175.609 (196.854) (0,40)


Aset Tidak Lancar 77.521.839 42.069.086 32.356.283 35.452.753 45,73
Total Aset 127.096.965 91.841.066 76.531.892 35.255.899 27,74

Aset Lancar

Aset lancar terdiri dari kas dan setara kas, piutang usaha, piutang subsidi kepada
pemerintah indonesia, piutang retensi, pekerjaan dalam penyelesaian kontrak
konstruksi - tagihan kepada pemberi kerja, persediaan, uang muka dan beban
dibayar dimuka, pajak dibayar dimuka, serta aset keuangan lancar lainnya. Pupuk
Indonesia mencatat jumlah aset lancar tahun 2016 sebesar Rp49,58 triliun,
menurun 0,40% dari tahun 2015 yang berjumlah Rp49,77 triliun.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 161
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Aset Lancar (Rp triliun)


55 16
50 49,77 49,56
14 13,70
45 44,18
40 12
9,99
35 10 9,08
30 8,54 8,25
8 7,85
25
20 6 5,36
4,39 4,44 2016
15 4
10 2015
2 0,95
5 0,49 0,64
0 0 2014
Aset Lancar Kas dan Setara Piutang Usaha Persediaan Uang Muka &
Kas Beban Dibayar
Dimuka

Aset Lancar
Perubahan
ASET LANCAR 2016 2015 2014
Rp %

Kas dan Setara Kas 9.075.415 8.249.735 8.539.348 825.680 9,10


Piutang Usaha
- Pihak Ketiga 3.813.362 2.952.161 2.852.481 861.201 22,58
- Pihak Berelasi 1.546.355 1.483.763 1.536.540 62.592 4,05
Piutang Subsidi kepada Pemerintah 16.366.666 13.628.325 17.603.170 2.738.341 16,73
Indonesia
Piutang Retensi 55.642 51.360 117.973 4.282 7,70
Pekerjaan dalam penyelesaian 2.660.945 4.412.568 2.640.777 (1.751.623) (65,83)
kontrak konstruksi - tagihan kepada
pemberi kerja
Persediaan 9.988.430 13.695.505 7.845.759 (3.707.075) (37,11)
Uang muka dan beban dibayar 951.330 643.653 494.905 307.677 32,34
dimuka
Pajak dibayar dimuka:
- Pajak penghasilan 918.439 685.172 604.070 233.267 25,40
- Pajak lainnya 3.556.448 3.053.453 1.527.922 502.995 14,14
Aset keuangan lancar lainnya 642.094 916.285 412.664 (274.191) (42,70)
Jumlah Aset Lancar 49.575.126 49.771.980 44.175.609 (196.854) (0,40)

162 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Kas dan Setara Kas


Perusahaan mencatat jumlah Kas dan Setara Kas tahun 2016 sebesar Rp9,08 triliun,
meningkat 10,01% dari tahun 2015 yang berjumlah Rp8,25 triliun. Peningkatan
tersebut terutama dipengaruhi oleh transaksi operasional perusahaan.

Kas dan Setara Kas


Perubahan
KAS dan setara kas 2016 2015 2014
Rp %

Kas 6.638 7.887 8.256 (1.249) (18,82)


Bank 4.730.054 5.681.030 4.192.945 (950.976) (20,10)
Deposito 4.338.723 2.560.818 4.338.147 1.777.905 40,98
Total 9.075.415 8.249.735 8.539.348 825.680 9,10

Piutang Usaha
Piutang Usaha terjadi akibat transaksi dengan pihak ketiga dan berelasi. Jumlah
Piutang Usaha Perusahaan tahun 2016 sebesar Rp5,36 triliun, meningkat 20,83%
dari tahun 2015 yaitu sebesar Rp4,44 triliun. Peningkatan ini dipengaruhi oleh
peningkatan piutang pihak ketiga sebesar 29,17%.

Provisi penurunan nilai ditentukan secara individual dan kolektif berdasarkan umur
piutang dan historikal pembayaran dari pelanggan. Manajemen berpendapat
bahwa provisi penurunan nilai atas piutang usaha sebesar Rp795,68 miliar cukup
untuk menutupi kerugian yang mungkin timbul dari tidak dapat tertagihnya piutang
usaha tersebut.

Piutang Usaha
Perubahan
Piutang Usaha 2016 2015 2014
Rp %

Pihak Ketiga 3.813.362 2.952.161 2.852.481 861.201 22,58


Pihak Berelasi 1.546.355 1.483.763 1.536.540 62.592 4,05
Jumlah 5.359.717 4.435.924 4.389.021 923.793 17,24

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 163
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Piutang Subsidi Kepada Pemerintah


Piutang subsidi merupakan saldo piutang subsidi kepada Pemerintah Republik
Indonesia atas penyaluran pupuk urea, NPK, SP36, ZA, dan pupuk organik yang
bersubsidi. Piutang Subsidi Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp16,37 triliun,
meningkat 20,09% dari tahun 2015 sebesar Rp13,63 triliun, peningkatan tersebut
disebabkan karena adanya estimasi tambahan piutang subsidi di tahun 2016
sebesar Rp 3,01 triliun (Exclude PPN).

Piutang Subsidi
Perubahan
Piutang Subsidi 2016 2015 2014
Rp %

Saldo awal 14.991.158 19.363.483 14.860.298 (4.372.325) (29,17)


Penyesuaian 96.317 (251.572) 341.993 347.889 361,19
Subsidi Pemerintah 26.846.484 25.394.319 23.064.308 1.452.165 5,41
PPN atas Pendapatan 2.684.648 2.539.432 2.306.430 145.216 5,41
Penerimaan dari Pemerintah (24.412.054) (29.140.459) (19.281.402) 4.728.405 (19,37)
PPN atas Penerimaan (2.441.206) (2.914.045) (1.928.140) 472.839 (19,37)
Saldo akhir 17.765.347 14.991.158 19.363.487 2.774.189 15,62
Dikurangi:
Utang PPN Keluaran atas subsidi (1.636.667) (1.362.833) (1.760.317) (273.834) 16,73
yang belum dibayarkan
Utang subsidi kepada Pemerintah 237.986 - - 237.986 100,00
Indonesia
Jumlah 16.366.666 13.628.325 17.603.170 2.738.341 16,73

Piutang Retensi
Piutang retensi Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp55,64 miliar, meningkat
8,33% dari tahun 2015 sebesar Rp51,36 miliar. Peningkatan tersebut disebabkan
adanya beberapa proyek yang dilaksanakan oleh PT Rekayasa Industri masih
menunggu pemenuhan kondisi yang telah ditentukan dalam kontrak.

Pekerjaan Dalam Penyelesaian Kontrak Konstruksi -


Tagihan Kepada Pemberi Kerja
Pekerjaan Dalam Penyelesaian Kontrak Konstruksi - Tagihan Kepada Pemberi Kerja
adalah piutang Perusahaan yang berasal dari pekerjaan kontrak kontruksi yang
dilakukan, namun pekerjaan masih dalam pelaksanaan. Total Pekerjaan Dalam
Penyelesaian Kontrak Konstruksi - Tagihan Kepada Pemberi Kerja Pupuk Indonesia
tahun 2016 sebesar Rp2,55 triliun, menurun 41,87% dari tahun 2015 sebesar
Rp4,39 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh adanya penyelesaian administrasi
atas penagihan kontrak-kontrak yang sedang berjalan dan yang sudah selesai, serta
selektif dalam pemilihan proyek-proyek baru.

164 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Pekerjaan Dalam Penyelesaian Kontrak Konstruksi - Tagihan Kepada Pemberi Kerja


Pekerjaan Dalam Penyelesaian Perubahan
Kontrak Konstruksi - Tagihan 2016 2015 2016
Kepada Pemberi Kerja Rp %

Tagihan bruto kepada pemberi kerja


Pihak Ketiga 1.778.108 2.175.724 1.496.114 (397.616) (22,36)
Pihak Berelasi 882.837 2.236.844 1.144.663 (1.354.007) (153,37)
Jumlah 2.660.945 4.412.568 2.640.777 (1.751.623) (65,83)
Utang bruto dari pemberi kerja (110.065) (24.227) (91.016) (85.838) 77,99
Tagihan bruto kepada pemberi kerja. 2.550.880 4.388.341 2.549.761 (1.837.461) (72,03)
bersih

Persediaan
Persediaan tahun 2016 sebesar Rp9,99 triliun, menurun 27,07% dari tahun 2015
sebesar Rp13,70 triliun. Penurunan ini dipengaruhi oleh adanya pengurangan
rate produksi pupuk serta adanya kebijakan manajemen terkait konversi urea ke
amoniak sehingga mengurangi jumlah persediaan pupuk yang ada.

Manajemen telah melakukan penyisihan nilai sebesar Rp137,88 miliar yang dianggap
cukup untuk menutup kemungkinan kerugian karena penurunan nilai persediaan.
Pada tanggal 31 Desember 2016, persediaan barang jadi diasuransikan terhadap
risiko kerugian, gempa bumi, kebakaran dan risiko lainnya (all risk) dengan nilai
pertanggungan sebesar Rp6.995.957 dan US$2.500.000 (2015: Rp5.800.783 dan
US$2.500.000; 2014: Rp4.175.573 dan US$2.500.000).

Persediaan
Perubahan
PERSEDIAAN 2016 2015 2014
Rp %

Persediaan barang jadi 5.936.107 9.306.754 4.660.100 (3.370.647) (56,78)


Persediaan bahan baku 2.027.907 2.208.457 1.451.204 (180.550) (8,90)
Persediaan suku cadang dan bahan 1.888.495 1.685.874 1.374.302 202.621 10,73
pembantu
Persediaan barang dalam proses 164.935 86.353 169.457 78.582 47,64
Persediaan dalam perjalanan 108.864 437.416 219.872 (328.552) (301,80)
Persediaan lain-lain - 12.917 - (12.917) -
10.126.308 13.737.771 7.874.935 (3.611.463) (35,66)
Provisi penurunan nilai (137.878) (42.266) (29.176) (95.612) 69,35
Jumlah 9.988.430 13.695.505 7.845.759 (3.707.075) (37,11)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 165
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Uang muka dan Beban dibayar di muka


Jumlah Uang Muka dan Beban Dibayar Dimuka Pupuk Indonesia tahun 2016
sebesar Rp951,33 miliar, meningkat 47,80% dari tahun 2015 sebesar Rp643,65
miliar. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan uang muka pembelian yang
merupakan uang muka yang dibayarkan ke pemasok berkaitan dengan pembelian
persediaan bahan baku dan suku cadang.

Uang Muka dan Beban Dibayar Di Muka

Uang Muka dan Beban Dibayar Perubahan


2016 2015 2016
Di Muka Rp %

Uang Muka
Uang Muka Pembelian 389.518 99.494 59.532 290.024 74,46
Uang Muka Proyek 174.617 10.959 20.044 163.658 93,72
Uang Muka Operasional 77.811 64.550 44.225 13.261 17,04
Uang Muka Non Operasional 21.321 - 95 21.321 100,00
Uang Muka Kepada Pihak Ketiga Lainnya - - 111.475 - -
663.267 175.003 235.371 488.264 73,61
Beban Dibayar Di Muka
Sewa 102.143 57.850 76.150 44.293 43,36
Asuransi 61.344 43.268 30.843 18.076 29,47
Lain-lain 124.576 367.532 152.541 (242.956) (195,03)
288.063 468.650 259.534 (180.587) (62,69)
Jumlah Uang Muka dan Beban Dibayar 951.330 643.653 494.905 307.677 32,34
Di Muka

Pajak dibayar dimuka


Jumlah Pajak Dibayar Dimuka Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp4,47
triliun, meningkat 19,69% dari tahun 2015 sebesar Rp3,74 triliun. Peningkatan ini
dipengaruhi oleh kenaikan signifikan pada setoran Pajak Pertambahan Nilai (PPN)
mencapai 24,81%.

166 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Pajak Dibayar Di Muka


Perubahan
Pajak Dibayar Di Muka 2016 2015 2016
Rp %

Pajak Penghasilan Badan:


Pasal 28A 918.439 685.172 604.070 233.267 25,40
Pajak Lain-lain:
PPN 3.536.840 2.833.679 1.527.922 703.161 19,88
Revaluasi aset - 194.313 - (194.313) -
Pajak lainnya 19.608 25.461 - (5.853) (29,85)
Jumlah Pajak Lain-lain 3.556.448 3.053.453 1.527.922 502.995 14,14
Jumlah Pajak Dibayar Dimuka 4.474.887 3.738.625 2.131.992 736.262 16,45

Aset Keuangan Lancar Lainnya


Jumlah aset keuangan lancar lainnya Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp642,09
miliar, menurun 29,92% dari tahun 2015 sebesar Rp916,29 miliar. Peningkatan ini
dipengaruhi oleh penurunan piutang lain-lain menjadi sebesar Rp 379,99 miliar atau
53,68% dari 820,28 miliar.

Aset Keuangan Lancar Lainnya


Perubahan
Aset Keuangan Lancar Lainnya 2016 2015 2014
Rp %

Piutang Lain-Lain. bersih 379.990 820.276 251.820 (440.286) (115,87)


Kas yang dibatasi penggunaannya 224.166 85.000 - 139.166 62,08
Pendapatan Yang Masih Harus Diterima 30.284 3.907 10.159 26.377 87,10
Uang jaminan 5.154 6.312 - (1.158) (22,47)
Investasi Jangka Pendek 2.500 790 150.685 1.710 68,40
Jumlah Aset Keuangan Lancar Lainnya 642.094 916.285 412.664 (274.191) (42,70)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 167
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Aset Tidak Lancar

Aset Tidak lancar Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp77,52 triliun, meningkat
84,27% dari tahun 2015 sebesar Rp42,07 triliun. Peningkatan ini terutama
dipengaruhi oleh peningkatan Aset Tetap sebesar 94,03% akibat revaluasi aset
tetap tanah.

Aset Tidak Lancar


Perubahan
ASET TIDAK LANCAR 2016 2015 2016
Rp %

Piutang Jangka Panjang 196.687 219.207 189.030 (22.520) (11,45)


Investasi Pada Entitas Asosiasi Dan 635.366 821.065 760.723 (185.699) (29,23)
Ventura Bersama
Aset Keuangan Tidak Lancar Lainnya 96.497 100.036 107.076 (3.539) (3,67)
Aset Keuangan dari jasa konsesi 849.193 133.738 - 715.455 84,25
Properti Investasi 219.833 214.556 172.080 5.277 2,40
Aset Tetap 72.620.564 37.427.720 28.957.888 35.192.844 48,46
Aset Pajak Tangguhan 565.651 541.037 674.729 24.614 4,35
Aset Imbalan Pasca Kerja 1.634.309 1.418.895 1.116.894 215.414 13,18
Aset Tidak Lancar Lainnya 703.739 1.192.832 377.863 (489.093) (69,50)
Jumlah Aset Tidak Lancar 77.521.839 42.069.086 32.356.283 35.452.753 45,73

Aset Tidak Lancar (Rp triliun)


110 80 1,8 1,63
72,62
100 1,6
70
90 1,42
60 1,4
80 77,52
1,2 1,12
70 50
60 1,0
40 37,43
50 0,8
42,07 30 28,96
40 0,6
32,36 2016
30 20 0,4
20
10 0,2 0,21 0,22 2015
0,17
10
0 0 2014
0
Aset Tidak Aset Tetap Properti Aset Imbalan
Lancar Investasi Pasca Kerja

168 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Piutang jangka Panjang


Piutang jangka panjang tahun 2016 sebesar Rp196,69 miliar, menurun 11,45% dari
tahun 2015 sebesar Rp219,21 miliar.

Investasi pada entitas asosiasi dan Pengendalian


entitas Bersama
Pada tanggal 31 Desember 2016, 2015 dan 2014, entitas asosiasi dan ventura
bersama yang dimiliki oleh Grup adalah sebagai berikut:

Investasi pada Entitas Asosiasi dan Pengendalian Entitas Bersama Tahun 2016
Nilai Bagian atas
Penambahan/ Akhir Tahun
Nama Perusahaan Tercatat Laba (Rugi) Dividen
(Pengurangan) 2016
awal Tahun Bersih

PJA Gresik 50% 233.289 390.377 348.674


PT Multi Nitrotama Kimia Cikampek 25% 82.167 106.157 124.639
Entitas Asosiasi Lainnya Indonesia 20% - 45% 224.915 224.845 215.528
Ventura Bersama Lainnya Indonesia 49% - 60% 95.395 100.086 81.255
635.766 821.465 770.096
Provisi Penurunan Nilai (400) (400) (9.373)
Jumlah 635.366 821.065 760.723

Entitas asosiasi dan ventura bersama di atas mempunyai modal saham yang terdiri
atas saham biasa, yang dimiliki secara langsung oleh Grup. Negara tempat pendirian
atau pendaftaran merupakan lokasi bisnis yang utama. Entitas asosiasi dan ventura
bersama di atas bukan merupakan perusahaan yang terdapat di bursa dan tidak
terdapat harga pasar yang dikutip yang tersedia.

Tidak ada pembatasan signifikan dan liabilitas kontinjensi dalam entitas asosiasi dan
ventura bersama yang dimiliki secara langsung oleh Grup. Manajemen berpendapat
bahwa provisi penurunan nilai investasi adalah cukup untuk menutupi kerugian
yang mungkin timbul atas penurunan nilai investasi tersebut.

Perubahan
Aset Keuangan Lancar Lainnya 2016 2015 2014
Rp %

Investasi pada entitas asosiasi 307.082 331.002 340.167 (23.920) (7,79)


Investasi pada ventura bersama 328.684 490.463 429.929 (161.779) (49,22)
635.766 821.465 770.096 (185.699) (29,21)

Provisi penurunan nilai (400) (400) (9.373) - -


Jumlah 635.366 821.065 760.723 (185.699) (29,23)

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 169
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Properti Investasi
Properti Investasi tahun 2016 sebesar Rp219,83 miliar, meningkat 2,46% dari tahun
2015 sebesar Rp214,56 miliar. Grup menggunakan model biaya untuk pengukuran
setelah pengakuan awal properti investasi. Umur manfaat properti investasi adalah
5 - 40 tahun. Tidak ada perbedaan yang signifikan antara nilai wajar dan nilai tercatat
properti investasi selain tanah. Nilai wajar tanah berdasarkan hirarki nilai wajar
Tingkat 2 (transaksi pasar yang dapat diobservasi) pada tanggal 31 Desember 2016
adalah sebesar Rp1.110.341 (2015: Rp1.138.800 dan 2014: Rp935.902). Penilaian
atas nilai wajar tanah berdasarkan Nilai Jual Objek Pajak setempat untuk objek yang
sejenis. Untuk tahun yang berakhir pada tanggal 31 Desember 2016, 2015 dan
2014, tidak terdapat perubahan hirarki nilai wajar.

Aset Tetap
Aset Tetap terdiri dari Tanah; Bangunan dan Prasarana; Pabrik dan Peralatan; Mesin
Bengkel Kerja; Kendaraan dan Alat Berat; Perlengkapan Kantor dan Rumah; Kapal,
Lokomotif, dan Gerbong; serta Aset penyangga. Aset Tetap dihitung berdasarkan
harga perolehannya dan dikurangi dengan akumulasi penyusutan.

Aset Tetap tahun 2016 sebesar Rp72,62 triliun, meningkat 94,03% dari tahun 2015
sebesar Rp37,43 triliun. Peningkatan tersebut terutama disebabkan oleh adanya
revaluasi aset tetap tanah.

Pada tahun 2016, aset tetap Grup telah diasuransikan terhadap risiko gempa bumi,
kebakaran dan risiko lainnya (semua risiko) dengan nilai pertanggungan sebesar
Rp74.765.571 dan US$671.929.858 (2015: Rp67.591.006 dan US$1.111.653.501;
2014: Rp48.063.970 dan US$994.630.406). Manajemen berpendapat bahwa nilai
pertanggungan tersebut cukup untuk menutupi kemungkinan kerugian atas aset
yang dipertanggungkan.

170 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Aset Tetap
Perubahan
ASET TETAP 2016 2015 2014
Rp %

Biaya Perolehan
Pemilikan langsung:
Tanah 31.307.447 647.602 619.785 30.659.845 97,93
Bangunan dan prasarana 4.586.053 4.222.083 3.747.364 363.970 7,94
Pabrik dan peralatan 30.626.798 30.174.723 20.240.967 452.075 1,48
Mesin bengkel kerja 160.574 135.759 81.843 24.815 15,45
Kendaraan dan alat berat 374.099 330.751 308.204 43.348 11,59
Perlengkapan kantor dan rumah 664.258 614.894 591.473 49.364 7,43
Kapal. Iokomotif dan gerbong 257.916 244.020 193.126 13.896 5,39
Aset penyangga 597.157 538.743 288.685 58.414 9,78
68.574.302 36.908.575 26.071.447 31.665.727 46,18
Aset sewa pembiayaan
Bangunan dan prasarana - - 86.362 - -

Aset dalam penyelesaian:


Bangunan dan mesin 19.700.487 14.041.472 15.138.408 5.659.015 28,73
88.274.789 50.950.047 41.296.217 37.324.742 42,28
Akumulasi penyusutan:
Pemilikan langsung:
Bangunan dan prasarana (1.967.864) (1.735.679) (1.540.952) (232.185) 11,80
Pabrik dan peralatan (12.554.704) (10.796.899) (9.870.510) (1.757.805) 14,00
Mesin bengkel kerja (117.888) (99.079) (58.820) (18.809) 15,95
Kendaraan dan alat berat (233.399) (226.297) (223.235) (7.102) 3,04
Perlengkapan kantor dan rumah (488.425) (433.079) (410.490) (55.346) 11,33
Kapal. Iokomotif dan gerbong (51.967) (17.446) (4.746) (34.521) 66,43
Aset penyangga (239.978) (213.848) (183.074) (26.130) 10,89
(15.654.225) (13.522.327) (12.291.827) (2.131.898) 13,62
Aset sewa pembiayaan:
Bangunan dan prasarana - - (46.502) - -
(15.654.225) (13.522.327) (12.338.329) (2.131.898) 13,62
Nilai buku bersih 72.620.564 37.427.720 28.957.888 35.192.844 48,46

Aset Pajak Tangguhan


Aset Pajak Tangguhan tahun 2016 sebesar Rp565,65 miliar, meningkat 4,55%
dari tahun 2015 sebesar Rp541,04 miliar. Peningkatan tersebut salah satunya
disebabkan adanya pembebanan selisih nilai buku bersih aset tetap komersil dan
fiskal.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 171
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Aset Imbalan Pasca Kerja


Aset imbalan pasca kerja tahun 2016 sebesar Rp1,63 triliun, meningkat 15,18% dari
tahun 2015 sebesar Rp1,42 triliun.

Aset Tidak Lancar Lainnya


Aset Tidak Lancar Lainnya terdiri dari Perbaikan tahunan pabrik dan Kapal;
Persediaan tidak bergerak; Bahan kimia dan katalis; Sewa tanah, jaminan, dan lain-
lain; Deposito; Aset non operasional; Aset tidak berwujud; Material dan suku cadang;
Suku cadang gudang; serta Lainnya. Aset Tidak Lancar Lainnya tahun 2016 sebesar
Rp703,74 miliar, menurun 41% dari tahun 2015 sebesar Rp1,19 triliun. Penurunan
tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan suku cadang gudang, dan
dipengaruhi oleh uang muka yang dibayarkan terkait dengan pembangunan proyek-
proyek investasi.

Aset Tidak Lancar Lainnya


Perubahan
ASET TIDAK LANCAR 2016 2015 2016
Rp %

Aset tidak berwujud 259.850 48.589 14.519 211.261 81,30


Uang muka pembelian aset tetap 231.203 624.244 36.130 (393.041) (170,00)
Deposito 44.598 34.938 36.058 9.660 21,66
Suku cadang gudang 9.664 217.159 175.652 (207.495) (2.147,09)
Lain-lain 158.424 267.902 115.504 (109.478) (69,10)
Jumlah 703.739 1.192.832 377.863 (489.093) (69,50)

172 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

LIABILITAS
Liabilitas Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp66,19 triliun meningkat 4,91% dari
tahun 2015 sebesar Rp63,09 triliun. Peningkatan terutama dikarenakan peningkatan
liabilitas jangka pendek sebesar 26,38%.

Liabilitas (Rp triliun)


45 42,53
40
35 33,65
30 29,45

25 24,46 24,80 23,66

20
15 2016
10
2015
5
0 2014
Liabilitas Jangka Liabilitas Jangka
Pendek Panjang

Liabilitas
Perubahan
LIABILITAS 2016 2015
Rp %

Liabilitas Jangka Pendek 42.525.709 33.648.317 8.877.392 26,38


Liabilitas Jangka Panjang 23.664.470 29.446.092 (5.781.622) (19,63)
Jumlah 66.190.179 63.094.409 3.095.770 4,91

Liabilitas Jangka Pendek

Liabilitas Jangka Pendek Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp42,53 triliun,
meningkat 26,38% dari tahun 2015 sebesar Rp33,65 triliun. Peningkatan terutama
disebabkan peningkatan pinjaman bank jangka pendek sebesar 59,73%.

Komposisi liabilitas jangka pendek tahun 2016 terdiri dari pinjaman bank jangka
pendek 65,82%, utang usaha 6,18%, utang subsidi ke pemerintah Indonesia 0,56%,

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 173
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

utang bruto dari pemberi kerja untuk pekerjaan kontrak 0,26%, utang lain-lain
3,79%, utang pajak 1,66%, beban akrual 12,32%, pendapatan diterima dimuka
0,21%, liabilitas imbalan kerja jangka pendek 2,94%, dan bagian lancar atas pinjaman
jangka panjang 6,26%.

Liabilitas Jangka Pendek


Perubahan
LIABILITAS JANGKA PENDEK 2016 2015 2014
Rp %

Pinjaman bank Jangka Pendek 27.990.811 17.524.348 11.281.910 10.466.463 59,73


Utang Usaha 2.627.043 3.190.179 3.548.076 (563.136) (17,65)
Utang Subsidi kepada Pemerintah 237.986 - - 237.986 -
Indonesia
Utang bruto dari pemberi kerja untuk 110.065 24.227 91.016 85.838 354,31
pekerjaan kontrak
Utang Lain-lain 1.612.954 2.250.024 1.423.540 (637.070) (28,31)
Utang Pajak
- Pajak penghasilan 117.888 171.202 559.283 (53.314) (31,14)
- Pajak lainnya 589.626 611.002 827.822 (21.376) (3,50)
Beban Akrual 5.238.781 6.717.854 3.844.759 (1.479.073) (22,02)
Pendapatan diterima dimuka 87.819 161.398 139.062 (73.579) (45,59)
Liabilitas imbalan kerja jangka pendek 1.250.420 1.124.103 1.217.214 126.317 11,24
Bagian Lancar Atas Pinjaman Jangka
Panjang
Pinjaman bank dan lain-lain 2.094.691 1.873.980 1.524.447 220.711 11,78
Utang obligasi 567.625 - - 567.625 -
Liabilitas Jangka Pendek 42.525.709 33.648.317 24.457.129 8.877.392 26,38

Pinjaman Bank jangka Pendek


Pada tahun 2016, pinjaman bank jangka pendek sebesar Rp27,99 triliun, meningkat
59,73% dibandingkan tahun 2015. Peningkatan ini dipengaruhi oleh penarikan
dana pinjaman Kredit Modal Kerja untuk kebutuhan operasional perusahaan akibat
masih tingginya outstanding piutang subsidi.

Utang Usaha
pada tahun 2016, utang usaha sebesar rp2,63 triliun, menurun 17,65% dibandingkan
tahun 2015. saldo utang usaha merupakan utang atas pembelian bahan baku,
bahan penolong, suku cadang dan jasa.

174 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Utang Subsidi Kepada Pemerintah Indonesia


Pada tahun 2016, utang subsidi kepada pemerintah Indonesia sebesar Rp237,99
miliar, meningkat 100% dibandingkan tahun 2015. Dipengaruhi oleh hasil perhitungan
penyaluran pupuk bersubsidi tahun 2016.

Utang Bruto Dari Pemberi Kerja Untuk Pekerjaan Kontrak


Pada tahun 2016, utang bruto dari pemberi kerja untuk pekerjaan kontrak sebesar
Rp110,07 miliar, meningkat 354,31% dibandingkan tahun 2015. Peningkatan ini
dipengaruhi oleh pelaksanaan proyek yang sedang dilaksanakan oleh PT Rekayasa
Industri.

Utang lain-lain
Utang Lain-lain tahun 2016 sebesar Rp1,61 triliun, menurun 28,31% dibandingkan
tahun 2015. Saldo utang lain-lain merupakan uang muka kontrak penjualan, utang
iuran, utang retensi.

Utang Pajak
Pada tahun 2016, Utang Pajak sebesar Rp707,51 miliar, menurun 9,55%
dibandingkan tahun 2015.

Beban Akrual
Beban Akrual tahun 2016 sebesar Rp5,24 triliun, menurun 22,02% dibandingkan
tahun 2015. Penurunan ini dipengaruhi oleh penurunan biaya proyek dan biaya
bahan bakar dan gas alam.

Pendapatan Diterima Dimuka


Pendapatan diterima dimuka tahun 2016 sebesar Rp87,82 miliar, menurun 45,59%
dibandingkan tahun 2015.

Liabilitas Imbalan Kerja jangka Pendek


Liabilitas Imbalan Kerja Jangka Pendek tahun 2016 sebesar Rp1,25 triliun, meningkat
11,24% dibandingkan tahun 2015.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 175
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Bagian Lancar Atas Pinjaman jangka Panjang


Bagian Lancar Atas Pinjaman Jangka Panjang terdiri dari pinjaman bank dan
lain-lain serta Utang Obligasi. Pada tahun 2016, pinjaman bank dan lain-lain sebesar
Rp2,09 triliun, meningkat 11,78% dibandingkan tahun 2015. Transaksi utang obligasi
tahun 2016 sebesar Rp567,63 miliar, meningkat 100% yang merupakan obligasi
yang jatuh tempo pada tahun 2017.

Liabilitas Jangka Panjang

Liabilitas Jangka Panjang Perusahaan tahun 2016 sebesar Rp23,66 triliun, menurun
19,63% dari tahun 2015 sebesar Rp29,45 triliun. Peningkatan ini dipengaruhi oleh
peningkatan liabilitas imbalan pasca kerja sebesar 17,56% dan liabilitas pajak
tangguhan sebesar 34,89%.

Komposisi liabilitas jangka panjang tahun 2016 terdiri dari pinjaman jangka panjang
81,57%, liabilitas keuangan jangka panjang 0,0005%, liabilitas imbalan pasca kerja
15,77%, liabilitas pajak tangguhan 1,64%, dan liabilitas tidak lancar lainnya 1,02%.

Liabilitas Jangka Panjang


Perubahan
LIABILITAS JANGKA PANJANG 2016 2015 2014
Rp %

Pinjaman Jangka Panjang - setelah


dikurangi bagian yang jatuh tempo dalam
satu tahun:
Pinjaman bank dan lain-lain 18.172.974 23.787.135 18.710.087 (5.614.161) (23,60)
Utang obligasi 1.129.472 1.696.143 1.695.277 (566.671) (33,41)
Liabilitas Keuangan Jangka Panjang 110 455 42.100 (345) (75,82)
Liabilitas imbalan pasca kerja 3.732.976 3.175.434 3.817.639 557.542 (17,56)
Liabilitas Pajak Tangguhan 387.751 287.454 217.821 100.297 (34,89)
Liabilitas tidak lancar lainnya 241.187 499.471 319.017 (258.284) (51,71)
Total Liabilitas Jangka Panjang 23.664.470 29.446.092 24.801.941 (5.781.622) (19,63)

Pinjaman Jangka Panjang


Pinjaman Jangka Panjang terdiri dari pinjaman bank dan lain-lain serta utang obligasi.
Pada tahun 2016, Pinjaman Jangka Panjang berupa pinjaman bank dan lain-lain
sebesar Rp18,17 triliun, menurun 23,60% dibandingkan tahun 2015. Selanjutnya,
Utang Obligasi sebesar Rp1,13 triliun, menurun 33,41% dibandingkan tahun 2015.

176 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Liabilitas Keuangan Jangka Panjang


Liabilitas Keuangan Jangka Panjang tahun 2016 mengalami penurunan 75,82% dari
Rp455 juta pada tahun 2015 menjadi Rp110 juta pada tahun 2016.

Liabilitas Imbalan Pasca Kerja


Pada tahun 2016, Liabilitas Imbalan Pasca Kerja sebesar Rp3,73 triliun, meningkat
17,56% dibandingkan tahun 2015. Peningkatan dipengaruhi oleh Program Pensiun
Manfaat Pasti (PPMP).

Liabilitas Pajak Tangguhan


Liabilitas Pajak Tangguhan tahun 2016 sebesar Rp387,75 miliar, meningkat 34,89%
dibandingkan tahun 2015. Peningkatan ini terutama dipengaruhi oleh beda temporer
liabilitas imbalan kerja dan selisih nilai buku bersih aset tetap komersial dengan fiskal.

Liabilitas Tidak lancar lainnya


Liabilitas Tidak Lancar Lainnya tahun 2016 sebesar Rp241,19 miliar, menurun
51,71% dibandingkan tahun 2015.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 177
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

EKUITAS
Ekuitas Pupuk Indonesia tahun 2016 sebesar Rp28,75 triliun, meningkat 5,40% dari
tahun 2015 sebesar Rp27,27 triliun. Peningkatan ini dipengaruhi oleh peningkatan
saldo laba dan Rugi Komprehensif Lainnya.

Ekuitas
Perubahan
ekuitas 2016 2015 2014
Rp %

Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada


Pemilik Entitas Induk
Modal saham - modal dasar 40 .000.000 12.899.908 12.899.908 12.899.908 - 0,00
lembar; ditempatkan dan disetor penuh
12.899.908 lembar dengan nilai nominal
Rp1.000.000 per saham
Saldo Laba 18.427.887 16.385.858 15.302.590 2.042.029 12,46
Laba/(rugi) komprehensif lainnya 29.445.053 (720.699) (1.151.271) 30.165.752 4.185,62
Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan 60.772.848 28.565.067 27.051.227 32.207.781 112,75
kepada Entitas Induk
Kepentingan Nonpengendali 133.938 181.590 221.595 -47.652 (26,24)
Jumlah Ekuitas 60.906.786 28.746.657 27.272.822 32.160.129 111,87

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh

Modal Ditempatkan dan Disetor Penuh tahun 2016 dan 2015 sebesar Rp12,90 triliun
dan merupakan setoran modal dari Pemegang saham yaitu Pemerintah Indonesia.

Saldo Laba

Saldo laba tahun 2016 sebesar Rp18,43 triliun, meningkat 12,46% dibandingkan
tahun 2015. Pada tanggal 9 November 2015, Menteri BUMN memberikan surat
No.S-759/MBU/11/2015 tentang Penetapan Penggunaan Laba Bersih PTPI, di
mana dividen ditetapkan sebesar Rp2.100.000. Dividen sebesar Rp2.100.000 telah
dibayarkan pada tanggal 8 Desember 2015.

178 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Laba/(Rugi) Komprehensif Lainnya

Laba/(rugi) komprehensif lainnya tahun 2016 sebesar Rp29,45 triliun, meningkat


4.185,62% dibandingkan tahun 2015.

Jumlah Ekuitas yang Dapat Diatribusikan Kepada


Pemilik Entitas Induk

Pada tahun 2016, jumlah ekuitas yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas
induk sebesar Rp60,77 triliun, meningkat 112,75% dibandingkan tahun 2015.

Kepentingan Nonpengendali

Pada tahun 2016, Kepentingan Nonpengendali sebesar Rp133,94 miliar, menurun


26,24% dibandingkan tahun 2015.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 179
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

ARUS KAS
Kas merupakan aset yang paling likuid, sehingga menentukan kelancaran keuangan
perusahaan. Laporan Arus kas berisi pengaruh kas dari kegiatan operasi, investasi
dan pendanaan serta kenaikan atau penurunan kas bersih suatu perusahaan
selama satu periode. Kas dan setara kas akhir tahun 2016 sebesar Rp9,08 triliun,
naik 10,01% dibandingakan tahun 2015 sebesar Rp8,25 triliun.

Arus Kas (Rp triliun)


10
9,08
9 8,54 8,51
8,25
8
7
6
5
3,89 3,70
4 3,30 2016
2,92
3 Arus Kas Bersih
2015
2 Digunakan
untuk Aktivitas 2014
1
Investasi
0
1 Kas dan Setara (0,07) Arus Kas Bersih
2 Kas Diperoleh
Arus Kas Bersih dari Aktivitas
3 Diperoleh dari Pendanaan
4 Aktivitas Operasi
5
6 (5,73)
7 (6,99)
8
9
(8,95)

Arus Kas
Perubahan
Arus Kas 2016 2015 2014
Rp %

Arus Kas Bersih yang Diperoleh Dari/(Digunakan 3.699.558 (73.136) 3.894.207 3.772.694 (5.158,46)
untuk) Aktivitas Operasi
Arus Kas Bersih yang Digunakan Untuk Aktivitas (5.729.014) (8.950.363) (6.996.864) (3.221.349) (35.9)
Investasi
Arus Kas Bersih yang Diperoleh Dari Aktivitas 2.915.052 8.510.514 3.298.120 5.595.462 (65,75)
Pendanaan
Kenaikan/(Penurunan) Bersih Kas Dan 885.596 (512.985) 195.463 1.398.581 (272,64)
Setara Kas
Efek Perubahan Nilai Kurs Pada Kas Dan Setara Kas (59.916) 223.372 40.273 283.288 (126,82)
Kas Dan Setara Kas Pada Awal Tahun 8.249.735 8.539.348 8.303.612 289.613 (3,39)
Kas Dan Setara Kas Pada Akhir Tahun 9.075.415 8.249.735 8.539.348 825.680 10,01

180 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Arus Kas Dari Aktivitas Operasi

Arus kas bersih yang diperoleh dari/(digunakan untuk) aktivitas operasi tahun
2016 sebesar Rp3,70 miliar, naik 5.158,46% dibandingkan tahun 2015 sebesar
(Rp73,14) triliun. Kenaikan tersebut terutama disebabkan oleh adanya penurunan
pembayaran kepada pemasok yang antara lain disebabkan oleh adanya penurunan
harga bahan baku khususnya harga gas di PT Pupuk Kalimantan Timur yang dalam
kontraknya menggunakan kontrak formula yang cukup terpengaruh terhadap
penurunan harga amoniak, urea dan minyak dunia.

Arus Kas dari Aktivitas Operasi


Perubahan
Arus Kas dari Aktivitas Operasi 2016 2015 2014
Rp %

Penerimaan dari pelanggan 35.172.594 44.600.250 39.679.677 (9.427.656) (21,14)


Penerimaan Subsidi Pupuk dari Pemerintah 24.412.054 29.140.459 19.281.402 (4.728.405) (16,23)
Republik Indonesia
Penerimaan Pendapatan Bunga 169.092 289.725 568.604 (120.633 ) (41,64)
Penerimaan Restitusi Pajak 728.985 265.720 1.196.618 463.265 174,34
Pembayaran Kepada Pemasok (49.127.611) (66.607.652) (48.944.035) (17.480.041) (26,24)
Pembayaran Beban Bunga (2.186.846) (1.823.840) (1.829.036) 363.006 19,90
Pembayaran kepada karyawan (3.917.969) (4.430.738) (4.497.422) (512.769) (11,57)
Pembayaran pajak penghasilan (1.550.741) (1.507.060) (1.561.601) 43.681 2,90
Arus Kas Bersih yang Diperoleh Dari/ 3.699.558 (73.136) 3.894.207 3.772.694 (5.158,46)
(Digunakan untuk) Aktivitas Operasi

Arus Kas Dari Aktivitas Investasi

Arus kas bersih yang digunakan untuk aktivitas investasi tahun 2016 sebesar Rp5,73
triliun turun 35,99% dibandingkan tahun 2015 sebesar Rp8,95 triliun. Penurunan ini
terutama disebabkan oleh penurunan perolehan aset tetap dari Rp8,87 triliun pada
tahun 2015 turun 34,89% menjadi Rp5,77 triliun pada tahun 2016.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 181
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Arus Kas dari Aktivitas Investasi


Perubahan
Arus Kas dari Aktivitas Investasi 2016 2015 2014
Rp %

Penerimaan dividen dari entitas asosiasi 6.034 9.089 14.412 (3.055 ) (33,61)
Pembayaran akuisisi bisnis - - (1.203.779) - -
Pembelian aset tetap (5.773.842) (8.867.290) (5.683.758) (3.093.448) (34,89)
Pembelian Properti Investasi (12.389) (806) (12.541) 11.583 1.437,10
Penambahan kepemilikan pada entitas (590) (22.652) - -22.062 100,00
asosiasi dan ventura bersama
Hasil Penjualan Investasi pada entitas asosiasi - - 9.460 - -
dan ventura bersama
Hasil Penjualan aset tetap 29.253 3.098 - 26.155 100,00
Pembayaran atas Aktivitas Investasi Lainnya 22.520 (71.802) (120.658) (94.322) (131,36)
Arus Kas Bersih yang Digunakan untuk (5.729.014) (8.950.363) (6.996.864) (3.221.349) (35,99)
Aktivitas Investasi

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan

Arus kas bersih yang diperoleh dari aktivitas pendanaan tahun 2016 sebesar Rp2,92
triliun, turun 65,75% dibandingkan tahun tahun 2015 sebesar Rp8,51 triliun.

Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan


Perubahan
Arus Kas Dari Aktivitas Pendanaan 2016 2015 2014
Rp %

Penerimaan pinjaman jangka pendek 62.091.582 43.930.511 25.888.161 18.161.071 41,34


Pembayaran pinjaman jangka pendek (51.625.119) (37.688.073) (24.278.628) (13.937.046) 36,98
Penerimaan pinjaman jangka panjang 4.186.670 67.009.616 39.640.353 (62.822.946) (93,75)
Pembayaran pinjaman jangka panjang (10.206.518) (62.602.234) (36.990.750) 52.395.716 (83,70)
Pembayaran dividen anak perusahaan kepada - (74.836) - 74.836 (100,00)
kepentingan nonpengendali
Transaksi dengan kepentingan nonpengendali (4.013) 35.530 - (39.543) (111,29)
Penerimaan dari penerbitan obligasi - - 1.699.000 - -
Pembayaran obligasi dan sukuk ijarah - - (791.000) - -
Pembayaran dividen kepada pemegang (1.527.550) (2.100.000) (1.869.016) 572.450 (27,26)
saham Perusahaan
Arus Kas Bersih yang Diperoleh dari Aktivitas 2.915.052 8.510.514 3.298.120 (5.595.462) (65,75)
Pendanaan

182 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

KEMAMPUAN PERUSAHAAN MEMBAYAR


HUTANG JANGKA PENDEK
Pengukuran kemampuan perusahaan dalam membayar kewajiban jangka pendek
yang akan jatuh tempo dapat dilihat dari nilai rasio kas, rasio cepat dan rasio
lancar. Semakin tinggi nilai dari rasio-rasio tersebut, maka mengindikasikan bahwa
perusahaan mampu memenuhi kewajiban-kewajiban jangka pendeknya yang akan
jatuh tempo.

Kemampuan Membayar Utang (Rp triliun)


300 275,04

250
203,09 191,04 180,62
200 2016
153,40
150 148,55 147,92 2015
116,58
107,22 93,09
100 2014
61,86
50 2013
36,22 34,92 24,52
21,34
2012
0
Rasio Kas Rasio Cepat Rasio Lancar

Kemampuan Membayar Hutang


Rasio Keuangan 2016 2015 2014 2013 2012
terkait dengan:

Rasio Kas 21,34 24,52 34,92 36,22 61,86


Rasio Cepat 93,09 107,22 148,55 153,40 203,09
Rasio Lancar 116,58 147,92 180,62 191,04 275,04

Rasio Kas

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan kas perusahaan


untuk menutupi semua utang lancar atau liabilitas jangka pendek perusahaan. Pada
tahun 2016, rasio kas perusahaan sebesar 21,34%, hal ini menunjukkan bahwa
kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya dengan
menggunakan kas dan surat berharga yang dimiliki lebih rendah dibandingkan tahun
2015 sebesar 23,56%. Penurunan tersebut disebabkan oleh adanya peningkatan
pinjaman jangka pendek yang mayoritas digunakan untuk kebutuhan Kredit Modal
Kerja Operasional dan Investasi. Peningkatan pinjaman jangka pendek ini salah

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 183
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

satunya disebabkan masih belum dibayarnya piutang subsidi oleh pemerintah yang
cukup tinggi dan berdampak pada terhambatnya penerimaan kas perusahaan.

Rasio Cepat

Merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan suatu perusahaan


dalam menggunakan aset lancar diluar persediaan untuk menutupi utang
lancarnya. Pada tahun 2016, rasio cepat sebesar 93,09%, hal ini menunjukkan
bahwa kemampuan perusahaan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya
dengan menggunakan aset lancar (tanpa memperhitungkan nilai persediaan) yang
lebih rendah dibandingkan tahun 2015 sebesar 108,38%. Penurunan tersebut
disebabkan oleh adanya peningkatan pinjaman jangka pendek yang mayoritas
digunakan untuk kebutuhan Kredit Modal Kerja Operasional dan Investasi.
Peningkatan pinjaman jangka pendek ini salah satunya disebabkan masih belum
dibayarnya piutang subsidi oleh pemerintah yang cukup tinggi yang berdampak pada
terhambatnya penerimaan kas perusahaan dan juga adanya dampak penurunan
harga jual amoniak dan urea dibanding tahun 2015.

Rasio Lancar

Merupakan Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam


membayar kewajiban jangka pendeknya dengan menggunakan aset lancar yang
dimiliki. Pada tahun 2016, rasio lancar sebesar 116,58%, hal ini menunjukkan bahwa
kemampuan Perusahan dalam menyelesaikan kewajiban jangka pendeknya dengan
menggunakan seluruh aset lancar lebih rendah dibandingkan tahun 2015 sebesar
146,40%. Penurunan tersebut secara umum disebabkan oleh masih tertahannya
kas perusahaan dalam persediaan barang yang belum dijual yang salah satunya
disebabkan oleh harga jual komoditi pupuk yang cenderung turun sehingga
berdampak pada kemampuan perusahaan dalam menjaga liabilitas jangka pendek
dan juga nilai piutang khususnya piutang subsidi yang masih cukup besar, hal
tersebut berdampak pada penambahan penarikan pinjaman modal kerja.

184 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

SOLVABILITAS
Solvabilitas merupakan ukuran kemampuan perusahaan dalam membayar seluruh
utang yang dimilikinya menggunakan seluruh aset atau modal perusahaan. Pada
tahun 2016, kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban-kewajibannya
ditunjukkan dengan tingkat rasio utang terhadap modal sendiri pada level 108%
atau menurun 50,69% dibandingkan tahun sebelumnya. Hal ini merupakan dampak
adanya revaluasi aset tanah yang berakibat pada kenaikan laba komprehensif yang
mempengaruhi nilai ekuitas perusahaan.

Rasio Hutang Terhadap Modal Sendiri (Rp triliun)


250
224,18
200
181,55 187,07
2016
150
120,32 2015
108,91
100
2014
50 2013

0 2012

Rasio Kas

Solvabilitas
Rasio Keuangan 2016 2015 2014 2013 2012
terkait dengan:

Rasio Hutang Terhadap


108,91 224,18 187,07 181,55 120,32
Modal Sendiri

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 185
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

KEMAMPUAN PERUSAHAAN DALAM


KOLEKTIBILITAS PIUTANG
Kemampuan perusahaan untuk menagih piutang-piutang yang dimiliki tercermin
pada Tingkat Kolektibiltas Piutang (Collection Period). Nilai collection period semakin
kecil maka semakin baik, artinya kemampuan perusahaan dalam menagih piutang-
piutangnya semakin cepat.

Kolektibilitas Piutang

Pada tahun 2016, tingkat kolektibilitas perusahaan adalah selama 51,60 hari, lebih
lambat dibandingkan dengan tahun 2015 yaitu 39,50 hari. Nilai collection period
meningkat disebabkan nilai piutang pada akhir tahun 2016 mengalami peningkatan
khususnya piutang subsidi oleh pemerintah yang belum dibayar.

Tingkat Kolektibilitas Piutang Tahun 2012-2016 (hari)


Keterangan 2016 2015 2014 2013 2012

Tingkat Kolektibilitas Piutang 51,60 39,50 38,20 45,07 44,34

Perusahaan dan Entitas Anak memiliki kebijakan kredit untuk menetapkan batas
kredit pelanggan dan memantau saldonya secara berkelanjutan. Kualitas kredit dinilai
setelah mempertimbangkan posisi keuangan dan pengalaman masa lalu pelanggan.

Rincian umur piutang usaha dihitung sejak tanggal Faktur


Keterangan 2016 2015 2014

Lancar 3.637.914 2.948.416 3.953.100


Jatuh tempo kurang dari 6 bulan 722.914 998.405 187.169
Jatuh tempo 6 12 bulan 561.522 382.988 134.802
Jatuh tempo lebih dari 12 bulan 1.233.042 80.592 712.329
Provisi penurunan nilai (795.675) (700.477) (598.379)
Jumlah 5.359.717 3.709.924 4.389.021

Pada tahun 2016, jumlah Piutang menurut umur piutang yang bersifat lancar adalah
sebesar Rp3,64 triliun lebih tinggi dibandingkan dengan tahun 2015. Piutang yang
jatuh tempo kurang dari 6 bulan sebesar Rp722,91 miliar lebih rendah dari tahun
2015. Piutang yang jatuh tempo 6 12 bulan adalah sebesar Rp561,52 miliar lebih
tinggi dari tahun 2015. Piutang yang jatuh tempo lebih dari 12 bulan sebesar Rp1,23
triliun miliar lebih tinggi dibandingkan tahun 2014.

186 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

KEMAMPUAN PERUSAHAAN MENGHASILKAN


LABA
Kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba dapat diukur dengan
menggunakan rasio profitabilitas yaitu melalui rasio Operating Profit Margin (OPM),
Net Profit Margin (NPM), Return on Equity (ROE) dan Return on Investment (ROI).

Rasio Profitabilitas Tahun 2012-2016 (%)


2016 2015 2014 2013 2012

Operating Margin 11,72 11,15 12,97 13,37 14,80


Net Profit Margin 5,50 5,13 8,28 6,65 9,87
Return on Equity (ROE) 5,78 11,88 17,83 15,69 21,64
Return on Investment (ROI) 9,34 11,41 16,39 14,86 18,90

Operating Margin

Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan untuk


mengendalikan biaya operasional dalam hubungannya dengan penjualan. Pada
tahun 2016, nilai operating margin mencapai 11,72% lebih rendah dari tahun 2015.
Penurunan tersebut dikarenakan nilai penjualan yang kurang baik akibat rendahnya
harga jual produk urea dan amoniak.

Net Profit Margin (NPM)

Rasio yang digunakan untuk mengukur besar persentase keuntungan bersih yang
diperoleh perusahaan dari hasil penjualan. Pada tahun 2016, nilai net profit margin
mencapai 5,50% lebih tinggi dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 5,13%.
Peningkatan ini disebabkan oleh adanya rugi selisih kurs yang lebih rendah akibat
volatilitas kurs di tahun 2016 yang tidak terlalu tinggi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 187
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Return On Equity (ROE)

Rasio yang digunakan untuk mengukur penghasilan atau income yang tersedia bagi
pemilik perusahaan atas modal yang diinvestasikan di dalam perusahaan. Pada
tahun 2016, nilai ROE mencapai 5,78% lebih rendah dibandingkan tahun 2015 yang
mencapai 11,88%. Penurunan ini dipengaruhi adanya revaluasi aset tetap tanah
yang berdampak pada kenaikan ekuitas pada pos pendapatan komprehensif .

Return On Investment (ROI)

Rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dengan


keseluruhan dana yang ditanamkan dalam aktiva yang digunakan untuk operasi
perusahaan dalam menghasilkan keuntungan. Pada tahun 2016, nilai ROI mencapai
9,34% lebih rendah dibandingkan tahun 2015 yang mencapai 11,41%. Penurunan
pencapaian tersebut dipengaruhi oleh adanya aset proyek pengembangan terkait
revitalisasi pabrik Pupuk dan pengembangan lainnya yang belum selesai dan
berkontribusi dalam menghasilkan laba.

TINGKAT PERPUTARAN/AKTIVITAS
Tingkat perputaran atau rasio aktivitas adalah indikator untuk mengukur seberapa
efektif perusahaan dalam memanfaatkan sumber daya yang tersedia didalam
perusahaan. Rasio aktivitas yang akan diuraikan adalah Days Sales Of Inventory dan
Total Asset Turn Over (TATO). Pada tahun 2016, nilai Days Sales of Inventory sebesar
69,19 hari, lebih cepat dibandingkan dengan nilai tahun 2015 sebesar 91,04 hari.
Capaian ini dipengaruhi oleh upaya manajemen dalam mengelola stok akhir tahun
2015 yang tinggi serta adanya pengurangan produksi di tahun 2016.

Tingkat Perputaran Aktivitas


2016 2015 2014 2013 2012

Days Sales of Inventory (Hari) 69,19 91,04 54,97 72,76 89,52


Total Asset Turn Over (TATO) (%) 50,48 72,11 84,43 83,23 98,78

188 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

KUALITAS KREDIT ASET KEUANGAN


Pupuk Indonesia dan entitas anak mengelola risiko kredit yang terkait dengan
simpanan di bank dan piutang derivatif dengan memonitor reputasi, peringkat
kredit, dan membatasi risiko agregat dari masing-masing pihak dalam kontrak.
Untuk bank, hanya pihak-pihak independen dengan predikat baik yang diterima.

Pupuk Indonesia akan membentuk suatu penyisihan yang merupakan estimasi


kerugian yang terjadi dalam akun piutang usaha dan piutang lain-lain. Penyisihan
digunakan untuk mencatat kerugian atas penurunan nilai suatu akun kecuali, jika
Pupuk Indonesia merasa yakin bahwa tidak ada pemulihan yang mungkin terjadi
terhadap tagihan tersebut. Pada saat itu, aset keuangan dianggap tidak tertagih dan
beban penyisihannya dihapuskan atas nilai tercatat dari aset keuangan.

STRUKTUR MODAL
Kebijakan struktur modal berkaitan dengan pemilihan sumber dana, baik berasal
dari dalam maupun dari luar yang sangat mempengaruhi nilai Perusahaan. Pupuk
Indonesia menyadari bahwa struktur modal Perusahaaan harus berada pada
keseimbangan antara risiko dan pengembalian yang memaksimumkan harga
saham. Pupuk Indonesia menetapkan struktur modal dengan pertimbangan yang
sangat matang.

Pada tahun 2016, Aset Perusahaan dibiayai oleh 52,08% dari Liabilitas dan 47,92% dari
Ekuitas. Secara lebih jelas, berikut disajikan tabel struktur modal dari tahun ketahun.

Struktur Modal Tahun 2012-2016 (%)


2016 2015 2014 2013 2012

Liabilitas 52,08 68,70 65,36 64,48 54.61


Ekuitas 47,92 66,30 34,64 35,52 45.39
Aset 100,00 100,00 100,00 100,00 100,00

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 189
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

KEBIJAKAN MANAJEMEN ATAS STRUKTUR


MODAL
Pupuk Indonesia Grup bertujuan mencapai struktur modal yang optimal untuk
memenuhi tujuan usaha, diantaranya dengan mempertahankan rasio modal yang
sehat, pemeringkat pinjaman yang kuat, dan maksimalisasi nilai pemegang saham.

Beberapa instrumen utang Pupuk Indonesia Grup memiliki rasio keuangan yang
mensyaratkan rasio leverage maksimum. Selain itu pemeringkatan pinjaman
perusahaan yang dilakukan oleh badan pemeringkat pinjaman didasarkan pada
kemampuan Perusahaan mempertahankan rasio leverage tertentu. Pupuk
Indonesia Grup telah memenuhi semua persyaratan modal yang ditetapkan oleh
pihak luar. Manajemen memantau modal dengan menggunakan beberapa ukuran
leverage keuangan seperti rasio pinjaman terhadap ekuitas pada tahun 2016 adalah
sebesar 0,78.

Manajemen Permodalan Pupuk Indonesia tahun 2012-2016


2016 2015 2014 2013 2012

Pinjaman jangka pendek 27.990.811 17,524,348 11,281,910 9,836,347 4,432,049


Pinjaman jangka panjang 19.302.446 25,483,278 20,405,364 16,649,038 15,439,119
dan hutang obligasi setelah
dikurangi bagian yang jatuh
tempo dalam satu tahun
Jumlah pinjaman 47.293.257- 43,007,626 31,687,274 26,485,385 19,871,168
Jumlah Ekuitas yang dapat 60,772,848 28,565,067 27,051,227 23,859,392 23,376,267
didistribusikan kepada
pemilik entitas induk

Rasio pinjaman terhadap 77.82 150.56 117.14 111.01 80.08


Ekuitas

190 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Investasi Barang Modal

Investasi berupa Barang Modal (Capital Expenditure) merupakan aktivitas pengeluaran


dana yang digunakan untuk membeli sejumlah Aset tetap atau untuk menambah
nilai aset tetap yang diharapkan dapat memberikan nilai manfaat dimasa depan.

Pupuk Indonesia melakukan investasi belanja modal bertujuan untuk meningkatkan


produksi, penjualan dan pelayanan. Sebagai bentuk komitmen Pupuk Indonesia
dalam investasi belanja barang modal dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.

Investasi Barang Modal per 31 Desember 2016


Saldo
Jenis Investasi Penambahan Pengurangan Reklasifikasi Revaluasi Saldo akhir Keterangan
awal

Biaya Perolehan: Tujuan


Investasi:
Pemilikan Langsung: Mendukung
Kinerja
Tanah 647.602 6.189 (1.851) 696 30.654.811 31.307.447 Operasional
Bangunan dan 4.222.083 54.273 (28.291) 337.988 - 4.586.053 Sumber
prasarana Dana:
Anggaran
Pabrik dan peralatan 30.174.723 71.341 (25.960) 406.694 - 30.626.798 Investasi
Mata Uang:
Mesin bengkel kerja 135.759 25.388 (573) - - 160.574 Rupiah
Langkah
Kendaraan dan alat 330.751 60.043 (16.695) - - 374.099 Perlindungan
berat Risiko:
Perlengkapan kantor 614.894 50.019 (3.246) 2.591 - 664.258 Pemeliharaan
dan rumah sesuai
prosedur
Kapal, Iokomotif dan 244.020 38.972 (25.076) - - 257.916
gerbong
Aset penyangga 538.743 10.825 (1.921) 49.510 - 597.157
36.908.575 317.050 (103.613) 797.479 30.654.811 68.574.302
Aset dalam
penyelesaian:
Bangunan dan 14.041.472 6.468.798 (12.304) (797.479) - 19.700.487
mesin
50.950.047 6.785.848 (115.917) - 30.654.811 88.274.789
Akumulasi 13.522.327 2.232.371 (100.473_ - - 15.654.225
penyusutan
Nilai buku bersih 37.427.720 72.620.564

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 191
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Ikatan Material untuk Investasi Barang Modal

Pengadaan Gas Bumi


Jumlah gas yang akan
Pemasok Pabrik Masa Kontrak dipasok selama masa
kontrak

PT Pertamina EP Pusri-IB, III 1 Jan 13 s.d 31 Dec 17 166 MMSCFD


PT Pertagas Niaga Pusri-IB, III 1 Jan 13 s.d 31 Dec 17 8 MMSCFD
Medco E&P Indonesia Pusri II / IIB 1 Jan 08 s.d. 31 Dec 18 45 BBTUD
PT Pertamina EP Pusri-IIB 30 Oct 15 s.d. 31 Dec 17 17 MMSCFD
PT Pertamina (Persero) Kaltim - 2 1 Jan 04 s.d. 31 Dec 18 90.41 BBTUD
East Kal Kaltim - 3 1 Jan 08 s.d. 31 Dec 17 45.120 BBTUD
PT Pertamina (Persero) Kaltim - 4 1 Jan 03 s.d. 31 Dec 22 49.726 BBTUD
Konsorsium Kontraktor Kontrak Kaltim - 5 1 Jan 12 s.d. 31 Dec 21 84.8 BBTUD
Kerja Sama (KKKS) terdiri dari/
consist of: Pearl Oil (Sebuku), Ltd.,
Total E&P Sebuku, Inpex South
Makasar, Ltd., Total E&P Indonesie
dan/and Inpex Corporation
PT Pertamina Hulu Energi NSB & PIM 1 dan PIM 2 Nov 14 s.d Oct 18 55 MMSCFD
NSO
Kangean Energy Amurea 1 26 Mei 12 s.d 11 Feb 20 65 MMSCFD
PT Pertamina Hulu Energi ONWJ Kujang 1A 1 Nov 07 s.d 31 Des 16 60 BBTUD
PT Pertamina EP Kujang 1B 1 Jan 12 s.d. 31 Des 16 39 MMSCFD

192 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Perbandingan Antara Target Pada Awal Tahun


Buku dengan Realisasi, dan Proyeksi yang Ingin
Dicapai untuk Satu Tahun Mendatang

KINERJA OPERASIONAL

Produksi

Perbandingan Realisasi Produksi Pupuk Tahun 2016 dengan Target 2016


dan Proyeksi Tahun 2017 (Ton)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017
Pupuk Urea 6.462.938 6.820.000 94,76% 7.911.000
Pupuk Non Urea* 3.995.680 4.029.000 99,17% 4.204.000

Jumlah Produksi 10.458.618 10.849.000 96,40% 12.115.000

*Untuk produk organik termasuk produksi mitra

Pada tahun 2016 realisasi produksi pupuk sebesar 10.458.618 ton dengan
pencapaian 96,40% dari target RKAP 2016. Pencapaian ini terutama disebabkan
oleh kurang optimalnya produksi urea akibat kendala peralatan pabrik dan adanya
program konversi urea ke amoniak sedangkan untuk non urea disebabkan oleh
keterbatasan bahan baku seperti amoniak, asam sulfat dan asam fosfat. Proyeksi
produksi pupuk untuk tahun 2017 sebesar 12.115.000 ton. Proyeksi tersebut
berdasarkan adanya tambahan produksi dari pabrik baru Pusri IIB.

Perbandingan Realisasi Produksi Produk Samping Tahun 2016 dengan Target 2016
dan Proyeksi Tahun 2017
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017
Alumunium Florida 10.764 12.600 85,43 12.600
Lain-Lain* 32,768 30.534 104,32 34.640
Jumlah Produksi Produk
43.532 43.134 100,92 47.240
Samping

*) terdiri dari: CO2 cair, Dry Ice, dan HCI

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 193
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Pada tahun 2016 realisasi produksi produk samping sebesar 43.532 ton dengan
pencapaian 100,92% dari target RKAP 2016. Pencapaian ini terutama disebabkan
oleh produksi aluminium fluorida karena adanya gangguan operasional pabrik.

Perbandingan Realisasi Produksi Produk Bahan Kimia Dasar Tahun 2016 dengan Target 2016
dan Proyeksi Tahun 2017 (Ton)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017
Amoniak 5.239.154 5.298.700 98,88 6.099.000
Asam Sulfat 1.160.531 1.170.000 99,19 1.170.000
Asam Fosfat 312.588 325.000 96,18 360.000
Jumlah Produksi Produk
6.712.273 6.793.700 98,80 7.629.000
Bahan Kimia Dasar

Pada tahun 2016 realisasi produksi produk bahan kimia dasar sebesar 6.712.272
ton dengan pencapaian 98,80% dari target RKAP 2016. Pencapaian ini terutama
disebabkan oleh penurunan produksi amoniak ini antara lain disebabkan oleh
adanya gangguan peralatan pada pabrik antara lain kompresor 103-J dan ID Fan
101-BJ2T di Pusri dan adanya unscheduled shutdown selama 49,15 hari di bulan
November Desember 2016 yang merupakan kebijakan manajemen PKC untuk
menonaktifkan 1 unit pabrik untuk mengatasi penumpukan stok urea dan level
amoniak storage.

Penjualan

Perbandingan Realisasi Penjualan Pupuk Tahun 2016 dengan Target 2016 dan Proyeksi Tahun 2017
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017
Pupuk Urea 6.582.916 6.772.585 97,20 7.669.342
Pupuk Non Urea 5.512.396 5.902.937 93,38 5.842.593

Jumlah Penjualan 12.095.312 12.675.521 95,42 13.511.935

Pada tahun 2016 realisasi penjualan pupuk sebesar 12.095.312 ton dengan
pencapaian 95,42% dari target RKAP 2016. Pencapaian ini antara lain disebabkan oleh
kurang optimalnya serapan pupuk PSO akibat adanya faktor iklim yang berdampak
pada pergeseran musim tanam dan musim kemarau yang lebih panjang, disamping
itu adanya faktor penurunan harga jual komoditi pupuk juga berdampak pada

194 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

capaian realisasi penjualan pupuk yang lebih rendah dari target. Proyeksi penjualan
pupuk untuk tahun 2016 sebesar 13.511.176 ton. Proyeksi tersebut berdasarkan
adanya tambahan produksi dari pabrik baru seperti Pusri IIB, balansitas atas stok
pupuk yang tersedia untuk dijual, dan mengacu pada Peraturan Menteri Pertanian
No.60/Permentan/SR.310/12/2015 tentang Kebutuhan dan Harga Eceran Tertinggi
Pupuk Bersubsidi untuk Sektor Pertanian Tahun Anggaran 2016.

Perbandingan Realisasi Penjualan Produk Samping Tahun 2016 dengan Target 2016
dan Proyeksi Tahun 2017 (Ton)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017

Alumunium Florida 12.950 11.000 117,73 12.000


Lain-Lain* 26.494 30.555 86,71 31.180
Jumlah 39.444 41.555 94,92 43.180

*) terdiri dari: CO2 cair, Dry Ice, dan HCI

Pada tahun 2016 realisasi penjualan produk samping sebesar 39.444 ton dengan
pencapaian 94,92% dari target RKAP 2016. Pencapaian ini terutama disebabkan
capaian ini diperngaruhi oleh ketersediaan produk yang dipengaruhi oleh
operasional. Proyeksi penjualan produk samping untuk tahun 2017 sebesar 143.180
ton. Proyeksi tersebut berdasarkan ketersediaan produk samping yang mayoritas
dihasilkan di PT Petrokimia Gresik.

Perbandingan Realisasi Penjualan Produk Bahan Kimia Dasar Tahun 2016 dengan Target 2016 dan
Proyeksi Tahun 2017 (Ton)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017
Amoniak 1.005.774 969.750 103,71 928.840
Asam Sulfat 322.002 240.000 134,17 350.000

Asam Fosfat 16.929 32.500 52,09 95.000


Jumlah 1.344.705 1.242.250 108,25 1.373.840

Pada tahun 2015, realisasi penjualan produk bahan kimia dasar sebesar 1.344.705
ton dengan pencapaian 108% dari target RKAP 2016. Pencapaian ini dipengaruhi oleh
ketersediaan produk dasar yang tidak digunakan sebagai bahan baku pupuk dan adanya
kebijakan manajemen yang tidak mengkonversi amoniak ke urea dengan pertimbangan
harga yang lebih menguntungkan. Proyeksi penjualan bahan kimia dasar untuk tahun
2017 sebesar 1.373.840 ton. Proyeksi tersebut berdasarkan tambahan atas produk
amoniak yang berasal dari pabrik baru Pusri IIB.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 195
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Perbandingan Realisasi Penjualan Jasa Engineering, Procurement, and Construction Tahun 2016
dengan Target 2016 dan Proyeksi Tahun 2017 (Rp juta)

Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017

Jumlah 7.502.402 8.499.460 88,27 4.602.144

Pada tahun 2016, realisasi penjualan Jasa Engineering, Procurement, and Construction
dari PT Rekayasa Industri sebesar Rp7,50 triliun dengan pencapaian 88,27%
dari target RKAP 2016. Pencapaian ini dipengaruhi oleh pelaksanaan proyek-
proyek yang sedang dikerjakan dan yang baru diperoleh. Proyeksi penjualan Jasa
Engineering, Procurement, and Construction untuk tahun 2017 sebesar Rp4,60 triliun.
Proyeksi tersebut berdasarkan progres proyek yang sudah ada maupun rencana
perolehan proyek baru dimana manajemen lebih fokus dalam penyelesaian proyek
yang sedang berlangsung dan mengurangi rencana perolehan proyek baru dengan
menyesuaikan kemampuan operasional perusahaan.

Perbandingan Realisasi Penjualan Jasa & Perdagangan Pupuk Tahun 2016 dengan Target 2016 dan
Proyeksi Tahun 2017 (Rp juta)

Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017

Jumlah 748.489 1.088.252 68,78 1.792.079

Pada tahun 2016 realisasi penjualan Jasa & Perdagangan Pupuk yang berasal dari
PT Mega Eltra sebesar Rp748,49 miliar dengan pencapaian 68,78% dari target
RKAP 2016. Pencapaian ini terutama disebabkan kurang optimalnya perdagangan
akibat kendala kemampuan keuangan perusahaan untuk operasional perdagangan.
Proyeksi penjualan Jasa Distribusi & Perdagangan Pupuk tahun 2017 sebesar
Rp1,79 triliun. Proyeksi tersebut berdasarkan rencana penjualan produk yang
dilakukan perusahaan yang meliputi perdagangan pupuk dan non pupuk yang
meliputi cat, kimia agro, dan sebagainya.

196 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

KINERJA KEUANGAN

Perbandingan Realisasi Laporan Laba Rugi Tahun 2016 dengan Target RKAP 2016 dan Proyeksi Tahun
2017 (Rp juta)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017

Pendapatan 64.164.003 67.855.486 94,56 66.356.910


Beban Pokok Pendapatan (51.972.207) 53.608.538 (96,95) (53.111.884)
Laba Bruto 12.191.796 14.246.948 85,57 13.245.026
Laba Usaha 7.665.393 7.496.937 102,25 6.456.885
Laba Sebelum Pajak
4.844.643 4.819.670 100,52 2.988.061
Penghasilan
Beban Pajak Penghasilan (1.318.703) 1.379.860 (95,57) (940.608)
Laba Tahun Berjalan 3.525.940 3.439.810 102,50 2.038.709
Laba Komprehensif Tahun
33.691.692 4.428.124 760,86 2.038.709
Berjalan

Pada tahun 2016, realisasi Pendapatan sebesar Rp64,16 triliun, dengan pencapaian
sebesar 94,56% dari target RKAP 2016 sebesar Rp67,86 triliun. Pencapaian yang
lebih rendah ini disebabkan tidak tercapainya target volume penjualan akibat
pengaruh musim yang berdampak pada serapan pupuk PSO, disamping itu adanya
penurunan harga jual amoniak dan urea internasional juga mempengaruhi capaian
penjualan pupuk.

Pada tahun 2016 realisasi Beban Pokok Pendapatan sebesar Rp51,97 triliun,
dengan pencapaian sebesar 96,95% dari target RKAP 2016 sebesar Rp53,61 triliun.
Pencapaian ini terutama disebabkan karena sejalan dengan relisasi volume penjualan
produk baik pupuk dan non pupuk pada tahun 2016. PI memproyeksikan Beban
Pokok Pendapatan tahun 2016 sebesar Rp53,11 triliun turun 2,19% dibandingkan
dengan realisasi tahun 2016. Proyeksi tersebut antara lain disebabkan oleh rencana
penjualan yang akan dilakukan di 2017 serta adanya penurunan pendapatan EPC
karena fokus pada pelaksanaan proyek yang ada dengan memperhatikan kondisi
perusahaan.

Pada tahun 2016 realisasi Laba Usaha sebesar Rp7,52 triliun, dengan pencapaian
sebesar 100,32% dari target RKAP 2016 sebesar Rp7,50 triliun. Pencapaian ini
dipengaruhi oleh operasional perusahaan. PI memproyeksikan Laba Usaha tahun
2017 sebesar Rp6,46 triliun atau mencapai 85,86% dibandingkan dengan realisasi
tahun 2016.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 197
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Pada tahun 2016, realisasi Laba Tahun Berjalan sebesar Rp3,53 triliun, dengan
pencapaian sebesar 102,50% dari target RKAP 2016 sebesar Rp3,44 triliun.
Pencapaian ini terutama disebabkan oleh adanya rugi selisih kurs yang lebih rendah
dari tahun lalu akibat volatilitas kurs yang relatif lebih stabil. Laba Komprehensif
Tahun Berjalan tahun 2016 sebesar Rp33,69 triliun atau 760,86% dibandingkan
dengan RKAP tahun 2016, akibat dipengaruhi oleh adanya revaluasi aset tetap
tanah.

Perbandingan Realisasi Posisi Keuangan Tahun 2016 dengan Target RKAP 2016
Serta Proyeksi Tahun 2017 (Rp juta)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017

Aset Tidak Lancar 77.521.839 52.132.201 148,70 55.011.673


Aset Lancar 49.575.126 50.320.676 98,52 47.067.566

Jumlah Aset 127.096.965 102.452.877 124,05 102.079.239


Liabilitas Jangka Panjang 23.664.470 44.677.627 52,97 43.225.423
Liabilitas Jangka Pendek 42.525.709 24.411.564 174,20 25.640.402
Jumlah Liabilitas 66.190.179 69.089.191 95,80 68.865.825
Jumlah Ekuitas 60.906.786 33.363.686 182,55 33.213.414

Pada tahun 2016 realisasi Aset sebesar Rp127,10 triliun, dengan pencapaian
124,05% dari target RKAP 2016 sebesar Rp102,45 triliun. Pencapaian ini terutama
disebabkan oleh adanya revaluasi atas aset tetap tanah.

Pada tahun 2016 realisasi Liabilitas sebesar Rp66,19 triliun, dengan pencapaian
95,80% dari target RKAP 2016 sebesar Rp69,08 triliun. Pencapaian ini terutama
disebabkan oleh adanya peningkatan pinjaman jangka pendek yang diperlukan
untuk kebutuhan kredit modal kerja mengingat piutang subsidi yang masih belum
tertagih nilainya cukup besar dan kenaikan pinjaman jangka panjang yang
sebagian besar merupakan kredit investasi untuk proyek pengembangan. PI
memproyeksikan Liabilitas Perusahaan pada tahun 2017 sebesar Rp68,87 triliun
atau 104,04% dibandingkan dengan realisasi tahun 2015 dengan menyesuaikan
dengan kebutuhan dana pinjaman untuk modal kerja maupun investasi, waktu jatuh
tempo pinjaman, dan ketersediaan dana pinjaman.

Pada tahun 2016 realisasi Ekuitas sebesar Rp60,91 triliun, dengan pencapaian
182,55% dari target RKAP 2016 sebesar Rp33,36 triliun yang merupakan dampak
pendapatan komprehensif atas revaluasi aset tetap tanah, dan Pupuk Indonesia
memproyeksikan Ekuitas Perusahaan pada tahun 2017 sebesar Rp33,21 triliun.

198 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Perbandingan Realisasi Struktur Modal Tahun 2016 dengan Target RKAP 2016
dan Proyeksi Tahun 2017 (Rp juta)
Realisasi 2016 Target RKAP 2016 Pencapaian (%) Proyeksi 2017

Liabilitas 66.190.179 69.089.191 95,80 68.865.825


Ekuitas 60.906.786 33.363.686 182,55 33.213.414
Aset 127.096.965 102.452.877 124,05 102.079.239

Pada tahun 2016 porsi Aset yang dibiayai oleh Liabilitas sebesar 52,07%, dimana
hal ini berarti lebih tinggi dari target RKAP 2016 sebesar 95,80%. Sementara itu,
porsi aset yang dibiayai oleh Ekuitas sebesar 47,93%, dimana hal ini lebih tinggi dari
target RKAP 2016 sebesar 182,55%. PI memproyeksikan perbandingan Liabilitas
dan Ekuitas terhadap Aset tahun 2017 sebesar 67,46% dan 32,54%.

INFORMASI DAN FAKTA MATERIAL SETELAH


TANGGAL LAPORAN AKUNTAN
Pada tahun 2016, tidak terjadi peristiwa penting setelah tanggal laporan akuntan
yang berdampak terhadap kinerja dan risiko usaha di masa mendatang, sehingga
tidak terdapat informasi tentang peristiwa penting beserta dampaknya terhadap
kinerja dan risiko usaha Perusahaan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 199
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

KEBIJAKAN DIVIDEN
Sebagaimana telah diputuskan dalam Rapat Umum Tahunan Pemegang Saham
(RUPS) Pupuk Indonesia mengenai pengesahan laporan keuangan per 31 Desember
2014, 2013 dan 2012, laba bersih Perusahaan dialokasikan untuk pembagian
dividen, pooling of fund, dana program kemitraan dan bina lingkungan, serta
cadangan umum.

Manajemen mengusulkan dividen berdasarkan kinerja Perusahaan selama periode


tertentu kepada pemegang saham. Dividen hanya dapat dibagikan jika Perusahaan
memiliki saldo laba ditahan yang positif. Kebijakan Dividen Perusahaan telah
mempertimbangkan peraturan yang berlaku seperti persyaratan modal jangka
panjang dan jangka pendek serta ekspektasi perkembangan laba dan kondisi
pasar. Perusahaan membagikan dividen kepada para pemegang saham. Untuk
tahun finansial yang berakhir pada tahun 2011 dibayarkan tahun 2012, tahun 2012
dibayarkan tahun 2013 dan untuk tahun 2013 dibayarkan tahun 2014.

Berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S-47/MK.2/ 2014 tanggal 29 April 2014,
perihal Penetapan Jatuh Tempo Pembayaran Dividen PT Pupuk Indonesia (Persero)
Tahun Buku 2013, maka pembayaran dividen Perusahaan kepada Pemerintah
sebesar Rp1.495.214.000.000,- adalah sebagai berikut, tahap pertama pada
tanggal 9 Mei 2014 sebesar Rp750.000.000.000,- dan tahap kedua pada tanggal 11
Juni 2014 sebesar Rp745.214.000.000,-.

Selanjutnya pada tanggal 23 Desember 2014, Menteri BUMN menyampaikan surat


No. S-804MBU/12/2014 tentang Tambahan Setoran Dividen BUMN Tahun Buku
2013, dimana dividen sebelumnya ditetap- kan sebesar Rp1.495.214.000.000,-
menjadi sebesar Rp1.869.016.000.000,-. Perusahaan diminta untuk menyetorkan
tambahan dividen sebesar Rp373.802.000.000,- ke Rekening Bendahara Umum
Negara.

Berdasarkan surat Menteri BUMN menyampaikan surat No. S-759/MBU/11/2015


tanggal 9 November 2015, perihal Penetapan Penggunaan Laba Bersih PT Pupuk
Indonesia (Persero) Tahun Buku 2014, maka pembayaran dividen Perusahaan
kepada Pemerintah sebesar Rp2.100.000.000.000,- dibayar sekaligus pada tanggal
8 Desember 2015.

200 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Berdasarkan surat Menteri Keuangan No. S-108/MK.2/ 2016 tanggal 30 Juni 2016,
perihal Penetapan Jatuh Tempo Pembayaran Dividen PT Pupuk Indonesia (Persero)
Tahun Buku 2015, ditetapkan pembayaran dividen Perusahaan kepada Pemerintah
sebesar Rp.1.527.550.000.000,- yang dibayarkan dalam 3 (tiga) tahap, yaitu tahap
pertama pada tanggal 13 Juli 2016 sebesar Rp.381.887.500.000,-, tahap kedua
tanggal 12 Agustus 2016 sebesar Rp.572.831.250.000,-, dan tahap ketiga tanggal 14
September 2016 dengan nominal sebesar Rp.572.831.250.000,-.

Pembagian Laba Perusahaan 2012-2015 (Rp Juta)

2015 2014 2013 2012


Jumlah Laba Bersih 3.394.560 4.774.121 3.738.033 5.029.080
Jumlah Dividen 1.527.550 2.100.000 1.869.016 1.724.887

Jumlah Dividen Per Saham 118.416 162.792 144.886 144.366


Payout Ratio 44:56:00 50:50:00 34:66
Tanggal Pengumuman 30 Juni 2016 9-Nov-14 29-Apr-14 15 Mei 2013
Tanggal Pembayaran 08 Desember 2015 09 Mei 2014 24 Mei 2013
Tanggal Pembayaran
Tahap 1 13 Juli 2016 08 Desember 2015 09 Mei 2014 24 Mei 2013
Tahap 2 12 Agustus 2016 - 11 Juni 2014 26 Juni 2013
Tahap 3 14 September 2016 - - 26 Juli 2013
Tahap 4 - - 26 Agustus 2013
Tambahan - 29 Desember 2014 20 Desember 2013

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 201
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

KONTRIBUSI KEPADA NEGARA


Pupuk Indonesia Group senantiasa berkomitmen kepada Negara dalam pemenuhan
kewajiban perusahaan sebagai wajib pajak dan sebagai pemotong pajak, serta
Kontribusi Perusahaan kepada negara dari tahun ke tahun menunjukkan
peningkatan. Sebagai Wajib Pajak, kontribusi terbesar Pupuk Indonesia Group
adalah memenuhi kewajiban pembayaran Pajak.

Kontribusi Pupuk Indonesia Group dalam hal ini terus meningkat seiring dengan
pertumbuhan bisnisnya. Adapun jumlah setoran Pajak tahun 2016 sebesar Rp3,15
triliun, menurun sebanyak 28,02% dibandingkan tahun 2015. Pembayaran Pajak
yang dilakukan Pupuk Indonesia Group selama dua tahun terakhir ditunjukkan
dalam tabel di bawah ini:

Pembayaran PPh Badan Tahun 2014-2016 (Rp Juta)

2016 2015 2014


PPh Badan 3.154.220 4.382.133 3.239.613

Selama tahun 2016 Perusahaan telah menyampaikan dokumen kewajiban


perpajakan (SPT tahunan maupun bulanan) tepat waktu, begitu juga pembayaran
kewajiban pajak dilakukan secara tepat waktu baik PPh Wajib Potong/Pungut, PPN
Masa dan Pajak Daerah. Penyampaian dokumen kewajiban pada lembaga regulator
juga telah dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

202 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

PROGRAM KEPEMILIKAN SAHAM OLEH


KARYAWAN DAN MANAJEMEN
Pada tahun 2016, Pupuk Indonesia merupakan perusahaan go-public dan telah
melakukan penawaran umum, tetapi tidak terdapat program kepemilikan saham
oleh karyawan dan/atau manajemen.

REALISASI PENGGUNAAN DANA HASIL


PENAWARAN UMUM
Pada tahun 2014 Pupuk Indonesia telah menjadi perusahaan terbuka dan telah
melakukan Penawaran Umum di Bursa Efek Indonesia dengan menerbitkan
obligasi. Uraian mengenai total perolahan dana, rencana penggunaan dana,
rincian penggunaan dana dan saldo dana dijelaskan dalam tabel berikut:

1. Pinjaman kepada PT Pupuk Iskandar Muda (PIM) yang akan digunakan untuk
melunasi pinjaman bank,
2. Pinjaman kepada PT Pupuk Kalimantan yang akan digunakan untuk belanja
modal dan modal kerja operasional
3. Pinjaman kepada PT Pupuk Indonesia Logistik (PILOG) yang akan digunakan
untuk pengembangan bisnis logistik dan niaga,
4. Pinjaman kepada PT Pupuk Indonesia Energi (PIE) entitas yang akan digunakan
untuk pengembangan usaha di bidang Energi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 203
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Laporan Realisasi Penggunaan Dana


Realisasi Hasil Penawaran Umum rencana Penggunaan Dana
Jenis
Tanggal Jenis Biaya
Penawaran Hasil Pinjaman Pinjaman Pinjaman Pinjaman JUMLAH
efektif Penawaran Penawaran
Umum Bersih 1) 2) 3) 4)
Umum Umum

Penawaran 30 Juni
1.699.000 - 1.699.000 711.000 632.000 158.000 198.000 1.699.000
Umum 2014 2014

Penawaran
Umum - - - - - - - - -
Lanjutan

Penawaran
Umum
Dengan Hak
- - - - - - - - -
Memesan
Efek Terlebih
Dahulu

Jumlah - 1.699.000 - 1.699.000 711.000 632.000 158.000 198.000 1.699.000

realisasi Penggunaan Dana


Sisa Dana Hasil
Jenis Penawaran Umum Pinjaman Pinjaman Pinjaman Pinjaman
Jumlah Penawaran Umum
1) 2) 3) 4)

Penawaran Umum 2014 711.000 632.000 158.000 198.000 1.699.000 -

Penawaran Umum Lanjutan - - - - - -

Penawaran Umum Dengan Hak - - - - - -


Memesan Efek Terlebih Dahulu

Jumlah 711.000 632.000 158.000 198.000 1.699.000 -

204 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Informasi Transaksi Material yang Mengandung


Benturan Kepentingan atau Transaksi dengan
Pihak Afiliasi
Pupuk Indonesia dan entitas anak melakukan transaksi dengan pihak-pihak
berelasi yang berhubungan dengan transaksi penjualan pupuk urea dan amoniak,
pemberian jasa dan utilitas, pemakaian jasa tenaga kerja dan kontraktor serta
transaksi keuangan lainnya. Piutang atas transaksi usaha pokok disajikan dalam
piutang usaha, sedangkan piutang atas transaksi di luar usaha pokok disajikan
dalam piutang lain-lain dan dipisahkan antara piutang kepada pihak berelasi dengan
transaksi pihak ketiga di neraca konsolidasian. Utang atas transaksi usaha pokok
disajikan sebagai utang usaha, sedangkan utang atas transaksi di luar usaha pokok
disajikan sebagai utang lain-lain dan dipisahkan antara utang kepada pihak berelasi
dengan transaksi pihak ketiga di laporan posisi keuangan konsolidasian.

Hubungan dan sifat saldo akun/transaksi dengan pihak yang berelasi ditunjukkan
dalam tabel di bawah ini:

Hubungan Pihak afiliasi


Pemegang Saham Pemerintah Republik Indonesia
Entitas Asosiasi Comspain XXI S. A.

Hotel Bintang Sintuk

PT Asean Aceh Fertilizer

PT Bakrie Rekind Bio Energi

PT Bhakti Usaha Menanam Hijau Lestari

PT Clariant Kujang Catalysts

PT Gresik Cipta Sejahtera

PT Aneka Jasa Grhadika

PT Kawasan Industri Gresik

PT Kaltim Amonium Nitrat

PT Kujang Sud Chemie Catalysts

PT Kujang Amanah Tani

PT Kujang Tatar Persada

PT Kujang Tirta Sarana

PT Multi Nitrotama Kimia

PT Peroksida Indonesia Pratama

PT Petrokopinda Cipta Selaras

PT Petronika

PT Petrocentral

PT Sri Melamin Rejeki

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 205
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Hubungan Pihak afiliasi


Ventura bersama JO Rekind Worley

PJA

PT Kalimantan Agro Nusa

PT Pupuk Agro Nusantara

PT Kaltim Jordan Abadi

Rekind Joint Kellog Brown Joint Venture

Entitas yang berelasi dengan Pemerintah PT Pertamina (Persero) dan entitas anak

PT Perta Arun Gas

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero)

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk.

PT Perkebunan Nusantara (Persero) dan entitas anak

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk. dan entitas anak

PT Perum Perhutani

PT Adhi Karya (Persero) Tbk.

PT Bukit Asam (Persero) Tbk.

PT Indonesia Eximbank

PT Iglas (Persero)

PT Wijaya Karya (Persero) Tbk.

PT Waskita Karya (Persero) Tbk.

PT Bhanda Graha Reksa (Persero)

PT Graha Sarana Gresik

PT Petro Graha Medika

PT Kertas Leces (Persero)

BRI

Bank Mandiri

BNI

PT Bank DKI

Bank BJB

Bank Sumsel Babel

PT Pertani (Persero)

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero)

PT Petrocentral

PT Bank Agroniaga Tbk.

PT BRI Syariah

PT Indonesia Asahan Alumunium (Persero)

Syariah Mandiri

206 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Hubungan Pihak afiliasi


PT Asuransi Jiwasraya (Persero)

BTN

PT Industri Gula Glenmore


PT Krakatau Engineering
Dinas Pertanian dan perkebunan daerah
Perusahaan Badan Usaha Milik Negara ("BUMN") lainnya
Perusahaan Badan Usaha Milik Daerah ("BUMD") lainnya
Personil manajemen kunci Dewan Direksi
Dewan Komisaris
Program imbalan pascakerja Dana Pensiun Pupuk Kaltim
Dana Pensiun Pusri
Dana Pensiun Kujang
Dana Pensiun Pupuk Kaltim Grup

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 207
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Transaksi Pihak Berelasi 2016 2015


Piutang Usaha PT Pertamina (Persero) dan entitas anak 362.776 373.062

PJA 404.192 254.778

PT Gresik Cipta Sejahtera 117.890 147.749

PT Multi Nitrotama Kimia 137.632 101.555

PT Perkebunan Nusantara IV 14.311 94.979

PT Industri Gula Glenmore 3.602 82.029

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 55.530 77.232

PT Perta Arun Gas 83.443 75.182

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 67.535 35.694

PT Perkebunan Nusantara VII 70.759 61.876

PT Bukit Asam (Persero) Tbk - 36.575

PT Semen Indonesia (Persero) Tbk dan entitas anak 33.883 34.065

PT Perkebunan Nusantara V 26.465 31.691

PT Perkebunan Nusantara VI 22.739 -

PT Perkebunan Nusantara VIII 36.053 20.489

PT Sri Melamin Rezeki 13.324 14.380

PT Kawasan Industri Gresik 617 13.246

PT Perum Perhutani (Persero) 17.990 5.645

JO Rekind Worley - -

PT Kertas Leces (Persero) - -

PT Perkebunan Nusantara III 15.129 -

PT Petrocentral - -

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000) 115.371 74.054

Sub Total 1.599.241 1.534.281

Penyisihan penurunan nilai (52.886) (50.518)

Total 1.546.355 1.483.763

Persentase terhadap total aset 1,22% 1,62%

Piutang Retensi PT Pertamina (Persero) dan entitas anak - 37.922

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 24.065 3.962

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 17.661 -

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000) 13.916 9.476

Sub Total 55.642 51.360

Penyisihan penurunan nilai - -

Total 55.642 51.360

Persentase terhadap total aset 0,04% 0,06%

208 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Transaksi Pihak Berelasi 2016 2015


Tagihan bruto kepada PT Pertamina (Persero) dan entitas anak 493.674 1.407.339
pemberi kerja
PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 248.342 376.690

PT Industri Gula Glenmore 124.852 140.029

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 411 109.883

PT Bukit Asam (Persero) Tbk - -

PT Perum Perhutani (Persero) - 13.503

PT Perkebunan Nusantara XIII - -

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000) 15.558 189.400

Total 882.837 2.236.844

Persentase terhadap total aset 0,69% 2,40%

Aset keuangan lancar PT Pertamina (Persero) dan entitas anak 8.457 151.911
lainnya
Bank Mandiri 84.566 -

PT Sri Melamin Rejeki 89.839 103.826

BRI 139.609 85.000

PT Iglas (Persero) 39.724 39.724

PT Petro Jordan Abadi 22.793 -

PT Kertas Leces (Persero) 20.842 -

Rekind Joint Kellog Brown Joint Venture - 37.497

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 64 30.444

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 11.769 28.195

PT Asean Aceh Fertilizer 4.045 20.558

JO Rekind Worley - 19.839

PT Kalimantan Agro Nusantara 18.073 16.726

PT Kawasan Industri Gresik 16.148 -

PT Asuransi Jiwasraya 14.790 -

Pemerintah Indonesia 14.483 14.483

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000) 173.563 122.844

Sub Total 658.765 671.047

Provisi penurunan nilai (189.960) (256.005)

Total 468.805 415.042

Persentase terhadap total aset 0,37% 0,45%

Piutang jangka panjang PT Asean Aceh Fertilizer 191.594 212.125

Bakrie Rekind Bio Energy - 13.157

Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000) - 34.294

Sub Total 191.594 259.576

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 209
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Transaksi Pihak Berelasi 2016 2015


Provisi penurunan nilai - (40.369)

Total 191.594 219.207

Persentase terhadap total aset 0,15% 0,24%

Aset keuangan dari jasa PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 849.193 133.738
konsesi
Lain-lain (masing-masing dibawah Rp10.000) - -

Total 849.193 133.738

Persentase terhadap total aset 0,67% 0,15%

Utang usaha PT Pertamina (Persero) dan entitas anak 294.307 253.696

PT Adhi Karya (Persero) Tbk 25.863 147.436

PJA 36.260 28.596

Kantor Pajak Pembantu Wajib Pajak Besar Tiga 31.151 -

PT Asuransi Jiwasraya 26.147 4.360

PT Krakatau Engineering 2.653 53.862

PT Aneka Jasa Grhadika - 2.913

PT Petrokopindo Cipta Selaras 37.331 5.791

PT Gresik Cipta Sejahtera 1.291 23.289

PT Bhanda Graha Reksa 10.265 20.383

PT Waskita Karya 205 17.469

PT Clariant Kujang Catalysts - -


Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000) 90.357 320.085

Total 555.830 877.880

Persentase terhadap total liabilitas 0,84% 1,39%

Utang lain-lain PT Adhi Karya (Persero) Tbk - 6.702

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk 57.065 -

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 12.754 -

PT Waskita Karya (Persero) 12.037 -

Bank Mandiri - -

Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000) 50.948 63.722

Total 132.804 70.424

Persentase terhadap total liabilitas 0,20% 0,11%

Utang bruto dari PT Pertamina (Persero) dan entitas anak


pemberi kerja
Persentase terhadap total liabilitas

Pendapatan Pemerintah Indonesia 26.768.473 25.798.060

PT Pertamina (Persero) dan entitas anak 967.801 2.811.965

PT Gresik Cipta Sejahtera 558.191 706.727

210 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Transaksi Pihak Berelasi 2016 2015


Dinas Pertanian dan Perkebunan Daerah - 488.913

PT Perkebunan Nusantara (Persero) 529.420 466.471

PT Pertani (Persero) 455.404 333.236

PT Perusahaan Perdagangan Indonesia (Persero) 323.825 225.261

PT Petrocentral 85.289 213.264

MNK 155.595 188.243

PJA 265.042 178.275

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 169.038 132.426

PT Indonesia Asahan aluminium (Persero) 70.422 -

K3PG 26.320 -

Lainnya (masing-masing dibawah Rp10.000) 145.115 92.602

Total 30.519.935 31.635.443

Persentase terhadap total pendapatan 45,57% 47,77%

Pembelian PT Pertamina (Persero) dan entitas anak 12.093.448 11.523.012

PJA 1.054.094 1.078.264

PT Adhi Karya (Persero) Tbk 424.670 -

PT Aneka Jasa Grhadika 96.410 433.830

PT Petrokopindo Cipta Selaras 342.608 388.636

PT Gresik Cipta Sejahtera 160.086 148.333

PT Graha Sarana Gresik 125.167 110.312

PT Petro Graha Medika 50.078 34.712

PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) 41.247 25.230

Lainnya (masing-masing dibawah rp10.000) 8.160 4.479

Total 14.395.968 13.746.808

Persentase terhadap total beban 27,70% 25,38%

Kewajaran Transaksi

Pupuk Indonesia menggunakan beberapa teknik penilaian yang digunakan


secara umum untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan dengan
tingkat kompleksitas yang rendah. Input yang digunakan dalam teknik penilaian
untuk instrumen keuangan adalah data pasar yang dapat diobservasi. Nilai wajar
instrumen keuangan yang tidak diperdagangkan di pasar aktif ditentukan dengan
menggunakan teknik penilaian.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 211
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Pupuk Indonesia menggunakan metode diskonto arus kas dengan menggunakan


asumsi-asumsi yang didasarkan pada kondisi pasar pada tanggal posisi keuangan
yang kemudian digunakan untuk menentukan nilai wajar dari instrumen keuangan.

Kebijakan Pupuk Indonesia Terkait dengan


Mekanisme Review atas Transaksi

Pupuk Indonesia dan Entitas Anak telah melakukan evaluasi terhadap hubungan
pihak-pihak berelasi dan memastikan laporan keuangan konsolidasian telah disusun
menggunakan persyaratan pengungkapan yang telah direvisi.

Orang atau anggota keluarga terdekat mempunyai relasi dengan entitas pelapor
jika orang tersebut: memiliki pengendalian atau pengendalian bersama atas entitas
pelapor; memiliki pengaruh signifikan atas entitas pelapor; atau personil manajemen
kunci entitas pelapor atau entitas induk entitas pelapor

Satu entitas berelasi dengan entitas pelapor jika memenuhi salah satu hal berikut:
1. Entitas dan entitas pelapor adalah anggota dari kelompok usaha yang sama
(artinya entitas induk. entitas anak. dan entitas anak berikutnya terkait dengan
entitas lain).
2. Satu entitas adalah entitas asosiasi atau ventura bersama dari entitas lain
(atau entitas asosiasi atau ventura bersama yang merupakan anggota suatu
kelompok usaha. yang mana entitas lain tersebut adalah anggotanya).
3. Kedua entitas tersebut adalah ventura bersama dari pihak ketiga yang sama.
4. Satu entitas adalah ventura bersama dari entitas ketiga dan entitas yang lain
adalah entitas asosiasi dari entitas ketiga.
5. Entitas tersebut adalah suatu program imbalan pasca kerja untuk imbalan
kerja dari salah satu entitas pelapor atau entitas yang terkait dengan entitas
pelapor. Jika entitas pelapor adalah entitas yang menyelenggarakan program
tersebut maka entitas sponsor juga berelasi dengan entitas pelapor.
6. Entitas yang dikendalikan atau dikendalikan bersama oleh orang yang
diidentifikasi dalam huruf (a).
7. Orang yang diidentifikasi dalam huruf (a) (i) memiliki pengaruh signifikan atas
entitas atau personil manajemen kunci entitas (atau entitas induk dari entitas).

Entitas Berelasi dengan Pemerintah adalah entitas yang dikendalikan, dikendalikan


bersama, atau dipengaruhi secara signifikan oleh Pemerintah. Pemerintah dalam
hal ini didefinisikan dalam ruang lingkup Kementerian Keuangan atau Pemerintah
Daerah yang merupakan pemegang saham dari entitas.

212 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Pemenuhan Peraturan dan Ketentuan Terkait

PSAK 7 (Revisi 2010): Pengungkapan Pihak-pihak Berelasi. PSAK ini mengubah


istilah Pihak Yang Mempunyai Hubungan Istimewa menjadi Pihak Berelasi.
selain itu PSAK ini memperjelas definisi pihak-pihak berelasi dan mensyaratkan
beberapa tambahan pengungkapan atas pihak-pihak berelasi. Penerapan PSAK
ini mengakibatkan penambahan pengungkapan dalam Laporan keuangan
konsolidasian Pupuk Indonesia.

Pupuk Indonesia dan Entitas Anak menerapkan PSAK 7 (revisi 2010): Pengungkapan
Pihak-Pihak Berelasi. Standar ini menyempurnakan panduan untuk pengungkapan
hubungan pihak-pihak berelasi. transaksi dan saldo termasuk komitmen. Standar
juga memberikan penjelasan bahwa anggota personil manajemen kunci adalah
pihak berelasi. Sehingga mengharuskan pengungkapan atas kompensasi personil
manajemen kunci untuk masing-masing kategori.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 213
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Perubahan Peraturan dan Dampaknya Terhadap


Perusahaan

Beberapa peraturan telah dikeluarkan atau diubah selama tahun 2015 oleh
berbagai badan regulasi yang mempengaruhi operasi Pupuk Indonesia secara
signifikan.

Perubahan Peraturan dan Dampaknya Terhadap Perusahaan

Peraturan keterangan perubahan Pengaruh Terhadap Perusahaan

Peraturan Menteri Tentang perubahan atas Peraturan Menteri Alokasi Pupuk Bersubsidi untuk
Pertanian NO.103/ Pertanian No.122/PERMENTAN/sr.130/11/2013 sektor pertanian diperbesar sehingga
PERMENTAN/ tentang kebutuhan dan harga eceran tertinggi distribusi pupuk kepada petani oleh
SR.130/8/2014 pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian tahun produsen semakin diperbesar.
anggaran 2014

Perubahan Kebijakan Akuntansi

Laporan keuangan konsolidasian Perusahaan telah disusun berdasarkan Standar


Akuntansi Keuangan di Indonesia dan Keputusan Ketua Bapepam-LK No.KEP-347/
BL/2012 tanggal 25 Juni 2012 tentang Penyajian dan Pengungkapan Laporan
Keuangan Emiten atau Perusahaan Publik.

Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian, Ikatan


Akuntan Indonesia telah menerbitkan revisi Pernyataan Standar Akuntansi
Keuangan (PSAK) dan Interprestasi Standar Akuntansi Keuangan (ISAK) serta
mencabut beberapa PSAK tertentu.

Standar dan Interprestasi Standar Akuntansi Baru


Beserta Revisi

Penerapan dari amandemen dan penyesuaian standar akuntansi dan interpretasi


standar akuntansi baru berikut tidak menyebabkan perubahan signifikan atas
kebijakan akuntansi Perusahaan dan tidak memberikan dampak yang material
terhadap jumlah yang dilaporkan di laporan keuangan pada tahun berjalan.

214 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Amandemen dan penyesuaian standar akuntansi dan interpretasi standar akuntansi


baru berikut telah diterbitkan dan bersifat wajib bagi laporan keuangan konsolidasian
Perusahaan untuk periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2016:

Peraturan Keterangan
ISAK 30 Pungutan

PSAK 4 Laporan keuangan tersendiri

PSAK 15 Investasi pada entitas asosiasi dan ventura bersama

PSAK 16 Aset tetap

PSAK 24 Imbalan kerja

PSAK 19 Aset takberwujud

PSAK 65 Laporan keuangan konsolidasian

PSAK 66 Pengaturan bersama

PSAK 67 Pengungkapan kepentingan dalam entitas lain

PSAK 70 Akuntansi aset dan liabilitas pengampunan pajak

PSAK 5 Segmen operasi

PSAK 7 Pengungkapan pihak-pihak berelasi

PSAK 13 Investasi properti

PSAK 22 Kombinasi bisnis

PSAK 25 Kebijakan akuntansi, perubahan estimasi akuntansi dan kesalahan

PSAK 53 Pembayaran berbasis saham

Berdasarkan Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) No. 6/POJK.04/2017 tanggal


1 Maret 2017 tentang Perlakuan Akuntansi atas Transaksi Berdasarkan Perjanjian
Jual Beli Tenaga Listrik, transaksi berdasarkan perjanjian jual beli tenaga listrik
diperlakukan sebagai transaksi jual beli. Peraturan tersebut bersifat wajib bagi
perusahaan publik dan berlaku secara prospektif untuk laporan keuangan periode
yang dimulai pada atau setelah tanggal 1 Januari 2017. Penerapan dini atas peraturan
tersebut untuk laporan keuangan periode yang dimulai pada atau setelah tanggal 1
Januari 2016 diperkenankan. Manajemen berpendapat bahwa peraturan tersebut
tidak berdampak terhadap laporan keuangan sebelum 1 Januari 2016.

Pada saat penerbitan laporan keuangan konsolidasian, manajemen masih


mempelajari dampak yang mungkin timbul dari penerapan standar dan interpretasi
baru dan revisi tersebut.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 215
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Informasi Kelangsungan Usaha

Pupuk Indonesia melihat tidak terdapat hal-hal yang berpotensi berpengaruh


signifikan terhadap kelangsungan usaha pada tahun buku terakhir. Hal ini didasari
oleh prospek pertumbuhan pasar dalam negeri yang terus mengalami kenaikan
dalam beberapa tahun terakhir serta adanya kebijakan pembangunan Indonesia
dalam beberapa tahun ke depan melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) yang berkaitan dengan industri Pupuk dan Pertanian.

Assessment Manajemen atas Hal-hal yang


Berpengaruh Signifikan terhadap Kelangsungan Usaha

Menurut catatan atas laporan keuangan auditan 2016, Pupuk Indonesia telah
melakukan penilaian atas kemampuan Perseroan untuk melanjutkan kelangsungan
usahanya dan berkeyakinan bahwa Pupuk Indonesia memilki sumber daya untuk
melanjutkan usaha di masa mendatang.

Asumsi yang Digunakan Manajemen dalam Melakukan


Assessment

Manajemen menggunakan asumsi-asumsi dari berbagai sumber baik internal


maupun eksternal yang dianataranya adalah indikator-indikator ekonomi.

Sebagai bentuk komitmen akan keberlanjutan usaha, Pupuk Indonesia menganalisis


posisi Perseroan dan melakukan upaya-upaya perbaikan dengan mempertimbangkan
faktor lingkungan bisnis. Untuk itu, Pupuk Indonesia telah mempersiapkan roadmap
pengembangan usaha sebagai komitmen keberlangsungan usaha perseroan.

216 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

Roadmap Pengembangan Usaha

Sejalan dengan visi Pupuk Indonesia Menjadi perusahaan agrokimia dan petrokimia
kelas dunia yang berdaya saing tinggi dan berkelanjutan serta berkontribusi
terhadap ketahanan pangan nasional dan kebutuhan dunia, maka disusun road
map pengembangan usaha Pupuk Indonesia ke depan adalah sebagai berikut:

HOLDING COMPANY YANG MENERAPKAN


BEST PRACTICE MANAGEMENT:

Kepemimpinan; Perencanaan Strategik; Fokus Pelanggan dan Pasar; Pengukuran,


Analisis dan Manajemen Pengetahuan; Fokus Sumber Daya Manusia, Manajemen
Proses, dan Hasil Kinerja Bisnis/Organisasi

PORTOFOLIO BISNIS PUPUK BISNIS NON - PUPUK

DOMESTIK Bidang Pupuk Bidang Perdagangan


Bidang EPC

Bidang Petrokimia Bidang Aset & Kawasan


Bidang
Pengelolaan Aset
Bidang Logistik
Bidang Pangan

Bidang Pemeliharaan
OVERSEAS
Bidang Pupuk Bidang Energi

Bidang Petrokimia Bidang Alsintan

Bidang Agrokimia

Bidang Pemeliharaan

Selain itu secara jangka panjang Pupuk Indonesia berkomitmen mewujudkan


manajemen perusahaan yang berstandar internasional & menjunjung tinggi nilai-nilai
perusahaan, mensinergikan unit-unit usaha untuk meningkatkan nilai tambah yang
berkesinambungan, meningkatkan daya saing di pasar dalam negeri & internasional,
meningkatkan hasil usaha untuk mengembangkan perusahaan, serta mendukung
program Pemerintah dalam rangka meningkatkan ketahanan pangan nasional.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 217
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Sejalan dengan visi Pupuk Indonesia, maka Pupuk Indonesia mulai melakukan
penjajakan untuk ekspansi internasional. Kajian dan penjajakan kerjasama mulai
dilakukan dengan negara-negara penghasil gas bumi dengan harga yang kompetitif di
daerah Afrika maupun Middle East.

Kondisi bisnis urea internasional menurun tajam dibandingkan tahun 2015. Hal
tersebut disebabkan oleh harga komoditas energi dunia yang cenderung rendah
selama tahun 2016. Harga komoditas hasil perkebunan juga cenderung rendah
sehingga pertanian dan perkebunan membatasi penggunaan pupuk. Walaupun
saat ini bisnis urea mengalami oversupply, namun beberapa negara tetap melakukan
pembangunan pabrik urea baru sehingga menambah pasokan dunia dan persaingan
semakin ketat. Kebijakan Pemerintah negara pengekspor urea seperti China maupun
pengimpor urea seperti India juga turut mempengaruh kondisi bisnis urea dunia.

Pupuk Indonesia akan melakukan penjajakan terobosan bisnis baru yang tidak terkait
dengan produk utama seperti produk petrokimia berupa methanol dan turunannya.
Sebagai langkah awal penjajakan terhadap bisnis petrokimia, pada akhir tahun 2015
PT Pupuk Indonesia mulai bekerja sama dengan pihak-pihak yang memiliki teknologi
dan lisensi untuk membuat kajian bisnis petrokimia dan turunannya di daerah Bintuni,
Papua Barat.

Bisnis urea dan amoniak akan difokuskan untuk kebutuhan dalam negeri, sedangkan
pengembangan lainnya akan difokuskan kepada produk turunan amoniak-urea dan
gas bumi lainnya yang prospektif. Salah satunya pengembangan pupuk difokuskan
kepada produk NPK.

Selain dari bisnis baru dan bisnis inti, pengembangan bisnis pendukung di PT Pupuk
Indonesia (Persero) yaitu utilitas, logistik, perdagangan, pangan, dan aset akan
dikembangkan baik di internal PI Group maupun dengan pihak eksternal. Sinergi
antar anak perusahaan juga akan semakin ditingkatkan guna mendapatkan leveling
bisnis yang lebih kuat.

Selain organic growth, PT Pupuk Indonesia (Persero) juga merencanakan merger


dan akuisisi di lingkungan PI Group sesuai core bussiness masing-masing serta
membentuk anak perusahaan baru di bidang agrokimia, kawasan dan aset, alsintan,
dan pemeliharaan.

218 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Tata Kelola Perusahaan Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Analisa & Pembahasan Manajemen

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 219
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

220 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

TATA KELOLA
PERUSAHAAN
223 Komitmen Terhadap 332 Penilaian Kinerja Dewan
Penerapan GCG Secara Komisaris tahun 2016
Berkelanjutan 342 Organ Penunjang Direksi
223 Kebijakan GCG 342 Sekretaris Perusahaan
225 Penanggungjawab 350 Satuan Pengawas Intern
Implementasi GCG
361 Audit Eksternal
229 Kinerja Penerapan GCG
PI Grup 365 Manajemen Risiko

243 Struktur Organ GCG 372 Perkara Penting Yang


Perusahaan Sedang Dihadapi
Perusahaan, Entitas
245 Rapat Umum Pemegang Anak, Anggota Dewan
Saham Komisaris Dan Direksi
251 Dewan Komisaris Yang Masih Menjabat
279 Komisaris Independen 377 Akses Informasi Dan
285 Komite-komite di Bawah Data Perusahaan
Dewan Komisaris 388 Pedoman Etika
285 Komite Audit Perusahaan

294 Komite GCG & Pemantau 396 Sistem Pelaporan


Manajemen Risiko Pelanggaran

303 Fungsi Nominasi dan/ 405 Kepatuhan Pelaporan


atau Remunerasi LHKPN & Kebijakan
Anti-Gratifikasi Pupuk
306 Direksi Indonesia
323 Kebijakan Remunerasi
Dewan Komisaris & Direksi

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 221
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Dalam mewujudkan perusahaan yang berdaya saing


tinggi dan terus tumbuh berkembang, PI telah dan
terus mengembangkan struktur dan sistem tata kelola
Perusahaan (Good Corporate Governance/GCG) yang
mengacu pada prinsip-prinsip GCG sesuai ketentuan dan
peraturan serta best practice dalam menjalankan setiap
aktivitas usahanya.

Seluruh jajaran Perusahaan meyakini bahwa pemenuhan aspek-aspek GCG dapat


mendukung tujuan Perusahaan baik dalam mencapai kinerja dan profitabilitas serta
nilai tambah terbaik bagi seluruh pemangku kepentingan, serta keberlangsungan
usaha jangka panjang dengan mengadopsi standar ketentuan BUMN.

222 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Komitmen Terhadap Penerapan GCG


Secara Berkelanjutan

Bagi PI, penerapan GCG bukan sekedar memenuhi peraturan perundang-


undangan. Melainkan elemen fundamental yang melandasi setiap aktivitas dalam
Perusahaan. Wujud komitmen termasuk perubahan organisasi penganggung
jawab GCG, penerapan pakta integritas dalam setiap pengambilan keputusan,
pengembangan pengetahuan bagi Direksi dan Dewan Komisaris terkait doktrin-
doktrin GCG, pelaksanaan assessment dan evaluasi hasil assessment GCG.

Kebijakan GCG
Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of CG)

PI telah memiliki Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance)


yang telah disahkan sejak tanggal 5 November 2012 oleh Komisaris Utama dan
Direktur Utama. Pedoman tersebut telah mengacu pada Pedoman GCG Indonesia
tahun 2006 yang diterbitkan oleh Komite Nasional Kebijakan Governance (KNKG) dan
Peraturan Menteri Negara BUMN Nomor: PER-01/MBU/2011 tentang Penerapan
GCG Pada BUMN. Mengingat PI merupakan perusahaan BUMN, maka pemenuhan
terhadap ketentuan tersebut menjadi keharusan. Saat ini pedoman tersebut dalam
tahap revisi (pemukhtahiran) untuk menyesuaikan dengan kondisi terkini dan
mengikuti perkembangan perusahaan.

Pedoman Perilaku (Code of Conduct)

PI telah memiliki Pedoman Perilaku (Code of Conduct) yang telah ditetapkan sejak
tanggal 5 November 2012 dan ditandatangani oleh Komisaris Utama dan Direktur
Utama PI. Aspek yang diatur dalam Code of Conduct antara lain: Visi dan Misi
Perusahaan, Komitmen Perusahaan, serta Etika Bisnis Perusahaan. Di dalam
Pedoman ini juga dijabarkan Nilai-Nilai Perusahaan, Standar Etika, Etos Kerja,
Perilaku Jajaran Perusahaan, dan Perilaku Korporasi. Bahasan lebih lengkap tentang
Pedoman Perilaku diuraikan di bagian terpisah di dalam Laporan Tahunan ini. Saat
ini pedoman tersebut dalam tahap revisi (pemukhtahiran) untuk menyesuaikan
dengan kondisi terkini dan mengikuti perkembangan perusahaan.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 223
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board


Manual)

Pedoman Kerja bagi Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) ditetapkan pada
tanggal 05 November 2012 dan telah ditandatangani oleh seluruh jajaran Dewan
Komisaris dan Direksi PI. Pedoman ini merupakan panduan bagi Dewan Komisaris
dan Direksi dalam menjalankan fungsi dan peran jabatannya sebagai pengemban
amanah Perusahaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Pedoman ini terdiri dari prinsip-prinsip umum, struktur organisasi Perusahaan,
Direksi, Dewan Komisaris, Manajemen Holding, serta Penggunaan Waktu, Sarana
dan Fasilitas. Saat ini pedoman tersebut dalam tahap revisi (pemukhtahiran) untuk
menyesuaikan dengan kondisi terkini dan mengikuti perkembangan perusahaan.

Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi

Agar aktifitas Perusahaan dapat berjalan dengan baik, maka pelaksanaan GCG
mengikuti pola, sistem, hubungan dan proses sebagaimana terlihat dalam gambar
diatas. Pola mekanisme tersebut juga digunakan untuk memastikan efektivitas
proses implementasi GCG yang didukung oleh kecukupan struktur dan infrastruktur
GCG. Melalui mekanisme tersebut, diharapkan pemberian nilai tambah kepada
pemegang saham secara berkesinambungan dalam jangka panjang dapat dicapai.

Perangkat GCG Pupuk Indonesia lainnya adalah sebagai berikut :


1. Internal Audit Charter (Piagam Audit Internal)
2. Audit Committee Charter (Piagam Komite Audit)
3. Enterprise Risk Management Committee Charter (Piagam Komite Kebijakan Risiko)
4. Kebijakan Kepatuhan Hukum dan Peraturan Perundang-undangan
5. Kebijakan Benturan Kepentingan (Conflict of Interest)
6. Kebijakan Larangan Pemberian dan Penerimaan Hadiah atau Suap (gratifikasi)
7. Penerapan Prinsip dan Praktek Good Corporate Governance tentang
Mekanisme Pelaporan Penyimpangan atau Pelanggaran (Whistleblowing
System)
8. Code of Conduct
9. Pedoman Pelaporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN)

224 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Penanggungjawab Implementasi GCG

Surat Keputusan Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero) No. SK/DIR/012/2013


Tentang Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance) di
Lingkungan PT Pupuk Indonesia (Persero), menetapkan Susunan Tim Implementasi
GCG PT Pupuk Indonesia (Persero) dengan penanggung jawab implementasi GCG
PT Pupuk Indonesia (Persero) adalah Direktur Utama. Pelaksanaan penerapan
dan pengawasan kepatuhan atas prinsip-prinsip tersebut dibantu oleh Sekretaris
Perusahaan sebagai Ketuadan Kepala SPI sebagai Wakil Ketua.

Pembentukan tim Implementasi GCG ini merupakan wujud komitmen Perusahaan


untuk mendorong percepatan implementasi GCG. Salah satu tugas dan fungsi
Kompartemen ini adalah bertanggung jawab dalam penerapan dan pemantauan
GCG di Perusahaan yang sebelumnya menjadi tugas yang bersifat adhoc oleh Tim
Implementasi GCG.

Komitmen Pupuk Indonesia dalam menerapkan GCG diwujudkan dalam berbagai


macam bentuk, termasuk penandatanganan Pakta Integritas oleh Direksi, Dewan
Komisaris dan seluruh karyawan; menyempurnakan soft structure GCG meliputi
Pedoman Tata Kelola Perusahaan (Code of Corporate Governance), Pedoman Perilaku
(Code of Conduct), Pedoman Kerja Dewan Komisaris dan Direksi (Board Manual) dan
Kebijakan Tata Kelola Hubungan Induk dan Anak Perusahaan (Subsidiary Governance);
pencegahan terhadap tindakan fraud termasuk korupsi melalui penetapan dan
pengembangan Kebijakan Pengendalian Gratifikasi, pelaporan whistleblowing (WBS),
termasuk Pembangunan WBS-Pupuk Indonesia berbasis teknologi informasi;
peningkatan transparansi melalui penetapan Kebijakan Wajib Lapor LHKPN bagi
Dewan Komisaris, Direksi dan seluruh pejabat struktural sampai dengan setingkat
manajer; pengukuran kinerja GCG melalui assessment dan evaluasi penerapan
GCG secara berkala; penerapan Manajemen Risiko secara konsisten dan melakukan
penilaian maturitas penerapannya; pembangunan sistem pengendalian internal;
pembangunan tata kelola pengelolaan sistem Informasi melalui pembangunan ERP;
dan pemuktahiran berbagai kebijakan dan pedoman kerja operasional.

Seluruh kebijakan tersebut telah dikomunikasikan dan disosialisasikan kepada


seluruh pihak yang berkepentingan, mulai dari Dewan Komisaris dan organ
pendukungnya, Direksi dan seluruh pegawai Pupuk Indonesia. Sosialisasi mengenai
kebijakan Pengendalian Gratifikasi, WBS dan Code of Conduct juga antara lain
dilakukan kepada mitra kerja sebagai stakeholder eksternal.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 225
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Selain itu, dalam meningkatkan komitmen terhadap penerapan Code of Conduct


secara berkala, Pupuk Indonesia melaksanakan kegiatan sebagai berikut:
Menjadikan Code of Conduct sebagai materi dalam induction program bagi
pegawai baru.
Seluruh anggota Direksi, Dewan Komisaris dan pegawai telah menandatangani
komitmen kepatuhan terhadap Code of Conduct yang termuat dalam Pakta
Integritas.

Laporan penerapan GCG disusun oleh Kompartemen Tata Kelola, Risiko dan
Kepatuhan untuk selanjutnya disampaikan kepada Dewan Komisaris dan RUPS
melalui Laporan Pelaksanaan Penerapan GCG, Laporan Manajemen dan Laporan
Tahunan Perusahaan.

Konsistensi Pelaksanaan GCG Pupuk Indonesia

Pupuk Indonesia secara konsisten menerapkan implementasi Tata Kelola


Perusahaan pada setiap tingkatan organisasi dan pada setiap aktivitas Perseroan.
Perwujudan penerapan Tata Kelola Perusahaan termasuk diantaranya pemenuhan
kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku dan perilaku
usaha yang mengedepankan penegakan etika bisnis.

Selain itu penerapan Tata Kelola Perusahaan juga dilakukan melalui pengenalan
dan penerapan nilai- nilai budaya Perseroan kepada pengurus dan seluruh
karyawan. Pelaksanaan nilai-nilai tersebut diharapkan dapat menjadi budaya bagi
pengurus dan seluruh karyawan dalam setiap tindakan dan perbuatannya dalam
melaksanakan tugas. Pupuk Indonesia telah melakukan pergeeran implementasi
GCG dari Shareholder Concept menuju Stakeholder Concept

Stakeholders Concept yang diterapkan Pupuk Indonesia melaksanakan fokus


pelaksanaan GCG pada keseimbangan kepentingan seluruh stakeholder melalui
aktivitas dan proses bisnis yang bertanggungjawab, transparan, fair dan berorientasi
bisnis jangka panjang (sustainable operation) serta berupaya untuk menjadi good
coporate citizen.

Konsep tersebut di implementasikan Pupuk Indonesia melalui pelaksanaan Prinsip-


prinsip GCG diantaranya :
1. Prinsip Responsibilitas
a. Patuh terhadap hukum dan peraturan yang berlaku termasuk yang berkaitan
dengan masalah pajak, hubungan industrial, perlindungan lingkungan hidup,

226 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

kesehatan/keselamatan kerja, standar penggajian, dan persaingan yang sehat.


b. Korporasi harus menyadari bahwa dalam aktivitas operasionalnya seringkali
menghasilkan eksternalitas negatif yang harus ditanggung masyarakat.
c. Membantu peran Pemerintah dalam mengurangi kesenjangan pendapatan
dan kesempatan kerja pada segmen masyarakat yang belum mendapatkan
manfaat dari mekanisme pasar.

Implementasi
1. Pupuk Indonesia mengembangkan kepedulian terhadap tanggung jawab sosial
2. Menghindari penyalahgunaan kekuasaan
3. Mengembangkan profesionalisme dan budaya etis
4. Mengembangkan lingkungan bisnis yang sehat

2. Prinsip Akuntabiltas
a. Untuk menghindari Agency Problem karena adanya perbedaan kepentingan
Pemegang Saham dan Direksi.
b. Kejelasan fungsi, hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab masing-
masing antara Pemegang Saham Dewan Komisaris dan Direksi.
c. Implementasi yang terkait dengan prinsip ini antara lain:
Kejelasan fungsi, hak, kewajiban, wewenang dan tanggung jawab dalam
Anggaran Dasar korporasi dan Statement of Corporate Intent
Pembentukan Komite Audit
Praktek audit internal yang efektif
Pengangkatan Komisaris Independen

Implementasi
1. Mengembangkan Komite Audit, pengawasan implementasi GCG dan
Pengendalian Resiko untuk meningkatkan fungsi pengawasan Dewan Komisaris
2. Mengembangkan peran dan fungsi Internal Audit sebagai mitra bisnis
strategis.
3. Mengembangkan sistem pengukuran kinerja melalui sistem akuntansi dan
manajemen informasi yang wajar
4. Menegakkan aturan dengan menerapkan stick and carrot system serta
menerapkan mekanisme pelaporan pelanggaran
5. Mengembangkan manajemen kontrak dan penanganan perselisihan
6. Penggunaan jasa akuntan publik yang profesional

3. Prinsip Kewajaran
a. Adanya Jaminan bahwa asset perusahaan akan dikelola secara prudent.
b. Perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham secara fair

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 227
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

c. Perlindungan terhadap terjadinya praktik korporasi yang merugikan seperti


fraud, dilusi, dan insider trading.
d. Setiap contractual relationship harus dapat dilaksanakan secara efektif.
e. Korporasi berfungsi dalam suatu sistem yang bebas dari KKN.

Implementasi
1. Kembangkan peraturan perusahaan untuk melindungi kepentingan
pemegang saham minoritas
2. Kembangkan kebijakan perusahaan untuk menghindari tindakan
penyimpangan orang dalam, self dealing dan benturan kepentingan
3. Mengembangkan pedoman perusahaan yang mengatur mengenai hak,
kewajiban dan tanggung jawab dari BOD, BOC dan komite-komite.
4. Mengembangkan sistem keterbukaan terhadap informasi yang material dan
relevan

4. Prinsip Transparan
a. Efisiensi pasar dipengaruhi oleh pengungkapan informasi yang terkait
dengan kinerja Pupuk Indonesia secara akurat, tepat waktu, jelas, konsisten,
dan comparable.
b. Menggunakan prinsip-prinsip akuntansi yang lazim digunakan dan diterima
secara luas.
c. Mempublikasikan info keuangan dan info lain yang material yang berdampak
signifikan pada kinerja korporasi secara akurat dan tepat waktu (No Surprise
Policy)
d. Investor harus dapat mengakses informasi penting Pupuk Indonesia secara
mudah pada saat dibutuhkan.
e. Prinsip ini memungkinkan dihindarkannya benturan kepentingan (conflict of
interest).

Implementasi
1. Mengembangkan sistem akuntansi berdasarkan standar akuntansi dan
praktek-praktek yang lazim untuk menjamin kualitas laporan keuangan dan
keterbukaan
2. Mengembangkan teknologi informasi dan MIS untuk menjamin pengukuran
kinerja dan proses pengambilan keputusan yang efektif oleh BOD dan manajemen
3. Mengembangkan pengendalian resiko perusahaan untuk menjamin
teridentifikasinya semua resiko yang signifikan serta cara pengukurannya,
sehingga resiko tersebut terkendali pada level toleransi yang telah ditetapkan

228 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Kinerja Penerapan GCG PI Group

PI dan Anak Perusahaan (PI Group) selalu melakukan pengukuran/assessment atas


penerapan GCG secara berkala. Pada tahun 2016, PI Group telah melakukan evaluasi
terhadap hasil assessment GCG tahun sebelumnya melalui metode self assessment
dengan mengacu pada Surat Keputusan Sekretaris Kementerian BUMN No.SK-16/S.
MBU/2012 tentang indikator parameter penilaian dan evaluasi atas penerapan tata
kelola Perusahaan yang baik (Good Corporate Governance) pada Badan Usaha Milik
Negara.

Penilaian atas implementasi GCG terdiri dari 6 (enam) aspek diantaranya: Komitmen
Terhadap Penerapan Tata Kelola Perusahaan yang Baik secara Berkelanjutan,
Pemegang Saham dan RUPS/Pemilik Modal, Dewan Komisaris/Dewan Pengawas,
Direksi, Pengungkapan Informasi dan Transparansi serta Aspek Lainnya. Dari ke 6
(enam) aspek pokok tersebut, hasil self assessment yang diperoleh PI pada tahun 2016
adalah 87,94 dengan kategori Sangat Baik. Adapun hasil penilaian selengkapnya
sebagai berikut:

Hasil Self Assessment Pupuk Indonesia Tahun 2016

ASPEK Bobot CAPAIAN % KETERANGAN


Komitmen terhadap penerapan GCG 7,00 6,41 91,57 SANGAT BAIK
Pemegang saham dan RUPS 9,00 8,18 90,87 SANGAT BAIK
Dewan Komisaris atau Dewan Pengawas 35,00 31,62 90,34 SANGAT BAIK
Direksi 35,00 31,03 88,67 SANGAT BAIK
Pengungkapan informasi dan
9,00 8,83 98,09 SANGAT BAIK
transparansi
SUB TOTAL - 86,07 - -
Aspek lainnya 5,00 1,87 - -
TOTAL - 87,94 SANGAT BAIK

Keterangan:
Nilai diatas 85 = Sangat Baik
75 < Nilai 85 = Baik
60 < Nilai 75 = Cukup Baik
50 < Nilai 60 = Kurang Baik
Nilai 50 = Tidak Baik

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 229
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Peningkatan nilai skor assessment terhadap penerapan GCG merupakan bukti


komitmen PI dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan yang baik di seluruh
sendi kegiatan Perusahaan, baik oleh Pemegang Saham, Dewan Komisaris maupun
Direksi dan jajaran di bawahnya. PI telah melaksanakan beberapa peningkatan
operasional untuk mendukung pengelolaan Perusahaan yang sesuai dengan Tata
Kelola Perusahaan yang Baik. Adapun hasil lengkap assessment GCG dalam 3 tahun
terakhir di PI Group dapat dilihat dalam tabel berikut:

Hasil Assessment GCG Pupuk Indonesia Tahun 2014 - 2016

PERUSAHAAN 2014 2015 2016


PT PUPUK INDONESIA (PERSERO) 80.54 83.61 87.94
PT PETROKIMIA GRESIK 82.67 91.86 92.03
PT PUPUK KUJANG 92.43 90.50 90.74
PT PUPUK KALTIM 92.45 92.61 92.94
PT PUPUK SRWIDJAJA PALEMBANG 88.74 83.06 85.84
PT PUPUK ISKANDAR MUDA 76.27 82.74 85.71
PT REKAYASA INDUSTRI 81.48 79.27 79.47
PT MEGA ELTRA 77.10 71.90 74.55
PT PUPUK INDONESIA LOGISTIK 41.97* 60.01 65.04
PT PUPUK INDONESIA ENERGI - - 55.19*
PT PUPUK INDONESIA PANGAN - - 47.98*
*) Diagnostik

Peningkatan nilai skor asesmen terhadap penerap-an GCG Perseroan merupakan


bukti komitmen Pupuk Indonesia dalam menerapkan Tata Kelola Perusahaan
yang baik di seluruh sendi kegiatan Perusahaan, baik oleh Pemegang Saham,
Dewan Komisaris maupun Direksi dan jajaran di bawahnya. Pupuk Indonesia telah
melaksanakan beberapa peningkatan operasional untuk mendukung pengelolaan
Perusahaan yang sesuai dengan Tata Kelola Perusahaan yang Baik. Adapun hasil
lengkap assessment GCG dalam 3 tahun terakhir di Pupuk Indonesia Group dapat
dilihat dalam tabel berikut:

Rekomendasi Hasil Asesmen GCG Tahun 2015

Aspek Komitmen terhadap Penerapan Tata Kelola secara Berkelanjutan,


yang masih memerlukan perbaikan:
1. Perusahaan agar segera mengesahkan draft Pedoman Tata Kelola Perusahaan

230 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

yang Baik (GCG Code)


2. Perusahaan agar segera mengesahkan draft Pemutakhiran pedoman Perilaku
(Code of Conducts) dan Board Manual.
3. Perusahaan agar meningkatkan pemahaman Dewan Komisaris dan Organ
Pendukungnya, serta Direksi dan karyawan terhadap Pedoman Tata Kelola
Perusahaan yang Baik dan Pedoman Perilaku.
4. Perusahaan agar meningkatkan tingkat kepatuhan terhadap pelaporan LHKPN,
sehingga tepat waktu sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku.
5. Perusahaan agar melaksanakan komunikasi dan sosialisasi Pengendalian
Gratifikasi kepada Dewan Komisaris/Dewan Pengawas, Direksi dan Karyawan
Perusahaan.
6. Perusahaan agar meningkatkan pemahaman Dewan Komisaris/Dewan
Pengawas, Direksi dan karyawan yang memadai terhadap kebijakan
Pengendalian Gratifikasi.

Aspek Pemegang Saham, yang masih memerlukan perbaikan:


1. Pemegang Saham/RUPS/Pemilik Modal agar menetapkan pedoman
penyusunan RJPP.
2. Pemegang Saham/RUPS/Pemilik Modal agar memberikan pengesahan/
persetujuan terhadap rancangan RJPP atau Revisi RJPP.
3. Pengesahan/persetujuan rancangan RJPP atau revisi RJPP agar dilaksanakan
tepat waktu.
4. Pemegang Saham/RUPS/Pemilik Modal melaksanakan penilaian secara
individual terkait kinerja Direksi kolegial berdasarkan laporan kinerja Direksi
dan mempertimbangkan tanggapan Dewan Komisaris dan kinerja Direksi.
5. Pemegang saham diberikan kesempatan untuk mengajukan usul mata acara
RUPS sesuai dengan peraturan perundang-undangan .
6. Dalam hal anggaran dasar dan atau peraturan perundang-undangan
mengharuskan adanya keputusan RUPS tentang hal-hal yang berkaitan
dengan usaha Perusahaan, keputusan yang diambil harus memperhatikan
kepentingan wajar para Pemangku Kepentingan.

Aspek Dewan Komisaris, yang masih memerlukan perbaikan:


1. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan tingkat kehadiran/
keaktifan anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dalam mengikuti
program pengenalan Perusahaan.
2. Pembagian tugas Anggota Dewan Komisaris agar mencakup seluruh bidang
tugas Direksi.
3. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas arahan
tentang peningkatan efektivitas Sistem Pengendalian Intern.
4. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas arahan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 231
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

tentang Manajemen Risiko Perusahaan.


5. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas arahan
tentang Sistem Teknologi Informasi Perusahaan dan Pelaksanaannya.
6. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas arahan
tentang kebijakan suksesi manajemen dan pelaksanaannya.
7. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas saran atas
kebijakan akuntansi dan penysunan laporan keuangan beserta penerapannya.
8. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas saran
mengenai kebijakan pengadaan dan pelaksanannya.
9. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas meningkatkan kualitas saran mengenai
kebijakan mutu dan pelayanan beserta pelaksanaannya.
10. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar membahas kepatuhan Direksi
terhadap peraturan perundang-undangan dan perjanjian dengan pihak ketiga.
11. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar melaporkan hasil evaluasi/
pembahasan kepatuhan Direksi terhadap peraturan perundang-undangan
dan perjanjian dengan pihak ketiga, kepada RUPS/Pemilik Modal dalam
laporan tugas pengawasan yang dilaksanakan oleh Dewan Komisaris/Dewan
Pengawas semesteran dan tahunan.
12. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas atas evaluasi
kepatuhan Direksi dalam menjalankan Perusahaan dan kesesuaian dengan
RKAP dan/atau RJPP.
13. Seluruh perangkat Dewan Komisaris/Dewan Pengawas (Komite Dewan
Komisaris/Dewan Pengawas) agar dilibatkan dalam proses evaluasi yang
dilakukan oleh Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
14. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas pengawasan
atas kepatuhan Direksi terhadap Anggaran Dasar dan peraturan perundang-
undangan serta perjanjian dengan pihak ketiga.
15. Komisaris Utama/Ketua Dewan Pengawas agar menandatangani Laporan
Manajemen Triwulanan I s.d. Triwulanan III, serta seluruh anggota Dewan
Komisaris/Dewan Pengawas menandatangani Laporan Manajemen Tahunan,
setelah dievaluasi/dibahas bersama Dewan Komisaris/Dewan Pengawas dan
Direksi.
16. Dewan Komisaris agar mendorong komite Dewan Komisaris dalam pengawasan
efektivitas pelaksanaan audit eksternal, audit internal serta pelaksanaan telaah
atas pengaduan yang berkaitan dengan BUMN yang diterima oleh Dewan
Komisaris.
17. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas atas arahan
langkah-langkah perbaikan yang disampaikan Direksi.
18. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar meningkatkan kualitas atas hasil
evaluasi terhadap kebijakan dan pengelolaan Anak Perusahaan.
19. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar menuusun Ketetapan tertulis

232 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

terhadap proses pengangkatan Direksi dan Dewan Komisaris Anak Perusahaan/


Perusahaan Patungan paling lambat 15 hari kalender terhitung sejak tanggal
diterimanya calon Direksi dan Dewan Komisaris anak Perusahaan/Perusahaan
Patungan.
20. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar menyusun rencana mengenai
pemantauan kinerja Direksi dan pelaporan kepada Pemegang Saham/Pemilik
Modal.
21. Dewan Komisaris agar mendorong Komite Dewan Komisaris untuk berperan
aktif dalam menelaah kriteria, target dan indikator kinerja utama yang
tercakup dalam Kontrak Manajemen Direksi secara kolegial dengan realisasi
pencapaiannya.
22. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar menyusun kebijakan mengenai
(potensi) benturan kepentingan yang dapat mengganggu pelaksanaan tugas
Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
23. Anggota Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar menghadiri rapat-rapat
Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
24. Dewan Komisaris/Dewan Pengawas agar menyusun surat kuasa terkait
Dewan Komisaris/Dewan Pengawas yang berhalangan hadir di dalam rapat
Komisaris/Pengawas serta penjelasan ketidakhadiran dalam rapat tersebut,
yang dituangkan dalam Risalah Rapat.
25. Komite Dewan Komisaris agar menyusun laporan kepada Dewan Komisaris/
Dewan Pengawas atas setiap pelakasnaan penugasan

Aspek Direksi, yang masih memerlukan perbaikan:


1. Direksi agar menyusun ketentuan tentang kesegeraan untuk
mengkomunikasikan kepada tingkatan organisasi di bawah Direksi yang
terkait dengan pengambilan keputusan melalui rapat Direksi; pengambilan
keputusan di luar rapat (melalui sirkuler dan lain-lain) maksimal 7 hari sejak
disahkan/ditandatangani.
2. Direksi agar menyampaikan rancangan RJPP kepada RUPS/Menteri/Pemilik
Modal dan/atau Dewan Komisaris/Dewan Pengawas tepat waktu atau sesuai
jadwal waktu ditentukan.
3. Direksi agar menyosialisasikan RJPP kepada seluruh karyawan Perusahaan.
4. Direksi agar menyampaikan rancangan RJPP kepada RUPS/Menteri/Pemilik
Modal dan/atau Dewan Komisaris/Dewan Pengawas tepat waktu atau sesuai
jadwal waktu ditentukan.
5. Direksi agar menyosialisasikan RKAP kepada seluruh karyawan Perusahaan.
6. Perusahaan agar menemaptkan karyawan pada setiap level dalam organisasi
sesuai dengan spesifikasi jabatan dan dilakukan secara objektif dan transparan.
7. Perusahaan agar dalam perencanaan promosi dan mutasi satu level jabatan
di bawah Direksi dibahas secara intens dalam Rapat Direksi dan disampaikan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 233
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

kepada Dewan Komisaris/Dewan Pengawas untuk kesempatan pemebrian


arahan terhadap rencana promosi dan mutasi tersebut.
8. Perusahaan agar meningkatkan obyektivitas dan transparansi yang memadai
adlam penemaptak karyawan pada setiap level jabatan.
9. Perusahaan agar menyusun mekanisme bagi Direksi untuk sewaktu-waktu
segera membahas isu-isu terkini mengenai perubahan lingkungan bisnis dan
permaslahan yang berdampak besar pada usaha Perusahaan dan kinerja
Perusahaan.
10. Direksi agar meningkatkan tingkat pencapaian target kinerja anggota Direksi
(individu).
11. Peusahaan agar menyusun usulan insentif kinerja Direksi mencerminkan
kesesuaian dengan kinerja yang dicapai (KPI).
12. Perusahaan agar melengkapi TI terkait dengan: Kebijakan Pengelolaan Data,
Prosedur Pengelolaan Data dan Pelaporan TI.
13. Penerapan TI di Perusahaan agar sesuai dengan Master Paln disertai dengan
perencanaan TI yang matang mencakup sumber daya manusia, struktur
organisasi pengelolaan dan tingkat layanan yang diberikan TI.
14. Perusahaan agar melaksanakan audit atas TI.
15. Perusahaan agar meningkatkan kesesuaian penerapan TI saat ini dengan
kebutuhan Perusahaan.
16. Perusahaan agar meningkatkan kualitas yang memadai mengenai kemudahan
layanan dan fairness.
17. Perusahaan agar meningkatkan transparansi dalam pengadaan barang dan
jasa.
18. Perusahaan agar melakasnakan evaluasi pasca pendidikan dan pelatihan.
19. Perusahaan agar meningkatkan tingkat keadilan yang memadai atas
kesempatan pendidikan dan pelatihan Karyawan.
20. Perusahaan agar menyusun indikator kinerja individu dan target yang
ditetapkan oleh atasan langsung.
21. Perusahaan agar meningkatkan tingkat keadilan dan tingkat kompetitif skema
remunerasi yang diberlakukan Perusahaan.
22. Perusahaan agar mensosialisasikan Kebijakan Reward dan Punishment kepada
seluruh Karyawan.
23. Perusahaan agar membuat media komunikasi atau sistem informasi yang
menyediakan kebijakan perusahaan serta dapat daikses oleh seluruh
Karyawan.
24. Perusahaan agar mensosialisasikan kebijakan manajemen risiko kepada
seluruh karyawan.
25. Perusahaan agar melakukan evaluasi/penilaian atas efektivitas pengendalian
intern pada: tingakt entitas dan tingkat korporat.
26. Perusahaan agar menyusun progres (tingkat penyelesaian) pelaksanaan

234 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

tindak lanjut dari rekomendasi SPI pada tahun yang bersangkutan dan auditor
eksternal.
27. Perusahaan agar meningkatkan kmitmen Direksi dalam menindaklanjuti
rekmendasi/temuan audit SPI dan eksternal auditor.
28. Perusahaan agar Pengukruan Kepuasan pemasok.
29. Perusahaan agar kebijakan mengenai hak-hak dan kewajiban Perusahaan
kepada kreditur.
30. Perusahaan agar mampu memenuhi harapan pemegang Shaam melalui
pencapaian target-target yang telah disepakati.
31. Perusahaan agar melaksanakan sosialisasi kebijakan tentang mekanisme
untuk mencegah pengambilan keuntungan pribadi bagi Direksi dan pejabat
structural Perusahaan.
32. Perusahaan agar melakukan pencatatan dalam Daftar Khusus terkait
penyampaian laporan kepemilikan saham pada Perusahaan dan Perusahaan
lainnya kepada Perusahaan (Sekretaris Perusahaan).
33. Direksi agar menyampaikan laporan manajemen triwulanan dan tahunan
serta laporan tahunan kepada Dewan Komisaris/Dewan Pengawas sebelum
disampaikan kepada Pemegang Saham.
34. Perusahaan agar menyampaikan laporan manajemen (triwulanan dan
tahunan) dan laporan tahunan kepada Dewan Komisaris/Dewan Pengawas
tepat waktu, yakni sebelum batas waktu penyampaian kepada Pemegang
Saham/Pemilik Modal.
35. Perusahaan agar menaympaikan laporan manajemen tepat waktu (triwulanan
1 bulan setelah triwulanan ybs dan laporan manajemen tahunan 2 bulan
setelah berakhirnya tahun buku) kepada Pemegang Saham; dan penyampaian
laporan tahunan kepada Pemegang Saham paling lambat 5 (lima) bulan setelah
tahun buku berakhir.
36. Pedoman/Tata Tertib Rapat Direksi agar memuat Etika Rapat, Tata Penyusunan
Risalah Rapat, Pelaksanaan Evaluasi Tindak Lanjut hasil rapat sebelumnya, serta
pembahasan/telaah atas arahan/usulan dan/atau tindak lanjut pelaksanaan atas
keputusan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas terkait dengan usulan Direksi.
37. Perusahaan agar meningkatkan tingkat kehadiran anggota Direksi dalam
Rapat dengan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
38. Perusahaan agar mengingatkan tingakt kehadiran anggota Direksi dalam
Rapat dengan Dewan Komisaris/Dewan Pengawas.
39. Perusahaan agar menyesuaikan jumlah personil yang ditugaskan di SPI sesuai
dengan kebutuhan untuk pelaksanaan tugas SPI.
40. SPI agar menyusun pedoman audit, mekanisme kerja dan supervise di dalam
organisasi SPI, dan penilaian program jaminan dan peningkatan kualitas.
41. Perusahaan agar meningkatkan penerapan dan perbaikan kegiatan
operasional unit kerja berdasarkan rekomendasi yang disampaikan oleh SPI.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 235
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

42. Sekretaris Perusahaan agar meningkatkan capaian program kerja pelaksanaan


tuga Sekretaris Perusahaan.
43. Direksi agar menyelenggarakan RUPS sesuai dengan prosedur pemanggilan
RUPS.
44. Direksi agar menyelengarakan RUPS sesuai ketepatan waktu pelaksanaan
RUPS.
45. Perusahaan agar meningkatkan informasi mengenai rincian rencana kerja dan
anggaran perusahaan dan hal-hal lain yang direncanakan untuk dilaksanakan
oleh Perseroan, khusus untuk RUPS Rencana Jangka Panjang (RJP) dan Rencana
Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP).

Aspek Pengungkapan Informasi dan Transparansi, yang masih


memerlukan perbaikan:
1. Perusahaan agar meningkatkan kepatuhan Perusahaan terhadap kebijakan
pengendalian informasi Perusahaan.
2. Perusahaan agar melakukan pembahasan tentang dampak perubahan harga
terhadap penjualan atau pendapatan bersih Perusahaan serta laba operasi
Perusahaan selama 2 (dua) tahun atau sejak perusahaan memulai usahanya,
jika baru memulai usahanya kurang dari 2 (dua) tahun.
3. Perusahaan agar menguraikan aktivitas dan biaya yang dikeluarkan berkaitan
dengan tanggung jawab sosial Perusahaan terutama mengenai community
development program yang telah dilakukan, mencakup antara lain informasi
tentang (1) Mitra Usaha binaan Perusahaan; 92) Program pengembangan
pendidikan; (3) Progarm perbaikan kesehatan; (4) Progarm pengemabngan
seni budaya; (5) Biaya yang telah dikeluarkan.
4. Perusahaan agar menguraikan mengenai aktivitas dan biaya yang dikeluarkan
berkaitan dengan tanggung jawab sosial Perusahaan terutama aktivitas
lingkungan, mencakup antara lain informasi tentang (1) Aktivitas pelestarian
lingkungan; (2) Aktivitas pengelolaan lingkungan, (3) Sertifikasi atas pengelolaan
lingkungan; (4) Biaya yang telah dikeluarkan.

236 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Realisasi Rekomendasi Pada Tahun 2015

Dari seluruh Rekomendasi diatas, yang telah dilakukan pada tahun 2016 oleh
perseroan adalah :

Realisasi Rekomendasi Pada Tahun 2016

REKOMENDASI STATUS TINDAK LANJUT KET.


Pemegang Saham agar menetapkan Pemegang Saham telah melakukan Pembidangan tugas Direksi Selesai
pembidangan tugas masing-masing yang ditetapkan melalui SK Meneteri BUMN selaku RUPS PT
Direksi dalam Berita Acara RUPS Pupuk Indonesia (Persero) Nomor: SK-243/MBU/12/2015 tentang
Pelantikan Direksi Pemberhentian, Perubahan Nomenklatur, dan Pengangkatan
Anggota-Anggota Direksi PT Pupuk Indonesia (Persero)

Pemegang Saham agar menetapkan Pemegang Saham telah memberikan penilaian Kinerja Selesai
pedoman dan mekanisme penilaian Direksi kolegial berdasarkan laporan kinerja Direksi dan
kinerja Direksi secara individu dan mempertimbangkan tanggapan Dewan Komisaris atas kinerja
menerapkannya dalam penilaian Direksi Direksi, namun belum secara individual

Pemegang Saham agar melengkapi Telah terdapat Pedoman untuk Penyusunan Laporan Tahunan Selesai
pedoman penyusunan Laporan Tugas dan laporan tugas pengawasan Dekom yang ditetapkan oleh
Pengawasan Dekom dengan format Pemegang Saham, sesuai dengan Anggadar Dasar Perseroan.
dan muatan laporan yang harus Selain itu pendokumentasian penilaian atas laporan tugas
dipenuhi dan mendokumentasikan pengawasan Dekom tertuang di dalam Risalah RUPS Kinerja 2016
penilaian/evaluasi laporan Tugas
Pengawasan Dekom
Pemegang Saham agar segera Pemegang Saham sedang melakukan pembahasan/pengkajian Selesai
mengesahkan rancangan RJPP 2013-2017 terhadap rancangan RJPP PI yang baru untuk periode 2017-2021

Pemegang Saham agar meminta Pemegang Saham telah meminta pelaksanaan RUPS dan Selesai
pelaksanaan RUPS dan mengesahkan mengesahkan RKAP 2016 secara tepat waktu yaitu paling lambat
RKAP secara tepat waktu yaitu pada 31 Desember sebelum tahun RKAP berjalan
sebelum tahun anggaran berjalan
Dewan Komisaris agar menetapkan Dewan Komisaris sudah menetapkan Keputusan mengenai Selesai
pembagian tugas diantara anggota pembagian tugas masing-masing anggota Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris yang mencakup Namun mengingat kinerja perusahaan sangat dipengaruhi oleh
seluruh bidang tugas Direksi kinerja anak perusahaan, maka Dewan Komisaris melakukan
pembagian tugas Dewan Komisaris berdasarkan anak
perusahaan. Kebijakan Dewan Komisaris mengenai Pengawasan
terhadap Pengelolaan Anak Perusahaan tertuang di dalam SK No:
05/Kep.Kom/V/2016 tentang Pembagian Tugas Dewan Komisaris
Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero).

Dewan Komisaris agar melaksanakan Dewan Komisaris telah melaksanakan pengawasan dan Selesai
pengawasan dan memberikan saran/ memberikan saran/arahan terhadap aspek pengelolaan
arahan terhadap aspek pengelolaan perusahaan oleh Direksi sebagaimana diatur dalam SK-16/S.
perusahaan oleh Direksi sebagaimana MBU/2012, termasuk terkait dengan sistem Teknologi Informasi.
diatur dalam SK-16/S.MBU/2012, Adapun mekanisme pemberian saran/arahan melalui: surat resmi
termasuk terkait dengan sistem Dewan Komisaris yang disampaikan ke Direksi, Rapat Gabungan
Teknologi Informasi Direksi & Dekom, dan juga bisa dilakukan langsung melalui
kunjungan lapangan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 237
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Realisasi Rekomendasi Pada Tahun 2016

REKOMENDASI STATUS TINDAK LANJUT KET.


Dewan Komisaris agar melakukan 1) Dewan Komisaris telah mengusulkan calon-calon Direksi yang Selesai
pengawasan dan memberikan baru kepada RUPS berdasarkan surat penyampaian Dewan
arahan/tanggapan kepada Direksi Komisaris kepada Pemegang Saham berupa Hasil Assessment
dalam proses pengangkatan Direksi Direksi, Pejabat 1 tingkat dibawah Direksi dan Direksi Anak
PI dan Anak Perusahaan dan Perusahaan PI, sesuai surat No : 34/Kom-VI/2015 tanggal 23
menyampaikannya ke Pemegang Juni 2015.
Saham 2) Sesuai AD Perusahaan pasal 11 ayat 8, pengangkatan Direksi
& Dekom anak Perusahaan mutlak kewenangan Direksi PI.
Namun Dewan Komisaris telah melakukan pembahasan
dengan Direksi melalui mekanisme rapat gabungan Dewan
Komisaris dan Direksi
Dewan Komisaris agar melaksanakan Terdapat penilaian kinerja Direksi berdasarkan telaahan Dalam
penilaian kinerja Direksi secara kriteria, target dan indikator kinerja utama yang tercakup dalam Proses
individu, serta melaporkan hasilnya Kontrak Manajemen Direksi secara kolegial dengan realisasi
kepada Pemegang Saham pencapaiannya melalui Rapat Internal Dewan Komisaris, Rapat
Komite Audit dan Rapat Komite GCG & Manajemen Risiko.
namun Belum Terdapat penilaian kinerja Direksi berdasarkan
telaahan kriteria, target dan indikator kinerja utama yang
tercakup dalam Kontrak Manajemen Direksi secara individu
dengan realisasi pencapaian masing-masing karena Tools untuk
melakukan penilaian secara individu belum tersedia.
Dewan Komisaris agar meminta Dewan Komisaris telah melakukan telaah terhadap usulan Selesai
Direksi untuk menyampaikan usulan remunerasi Direksi melalui Rapat Internal Dewan Komisaris.
remunerasi dan insentif kinerja Selain itu, Dewan Komisaris telah memberikan usulan atas
Direksi dan Dewan Komisaris, tantiem/insentif kinerja tersebut dengan mempertimbangkan
serta memberikan rekomendasi/ hasil penilaian kinerja Direksi (KPI) dan pencapaian tingkat
pertimbangan kepada RUPS kesehatan perusahaan sesuai Surat Tanggal 10 Juni 2016.
Dewan Komisaris agar memastikan Di dalam risalah rapat gabungan Dekom dan Direksi selama Selesai
bahwa risalah rapat gabungan Dewan periode tahun 2016 telah memuat penjelasan/alasan
Komisaris dan Direksi memuat ketidakhadiran Direksi maupun Dekom dalam rapat
penjelasan/alasan ketidakhadiran
Direksi dalam rapat
Dewan Komisaris agar memastikan Komite Audit dan Komite GCG & PMR secara rutin telah Selesai
bahwa Komite Komisaris melakukan melakukan rapat-rapat pembahasan materi sesuai program kerja
pertemuan secara berkala dan dan kegiatan lain sesuai penugasan Dekom
membahas materi sesuai program
kerja tahunan dan kegiatan lain yang
ditugaskan Dewan Komisaris
Dewan Komisaris agar memastikan Komite Audit maupun Komite GCG & PMR secara rutin menyusun Selesai
bahwa Komite Komisaris membuat risalah rapat setiap kali dilakukan rapat pembahasan sesuai
risalah rapat yang memuat analisis, program kerjanya, dan kemudian risalah rapat tersebut disimpan
telaahan, dan evaluasi atas hasil rapat dan di arsipkan di Sekretariat Dewan Komisaris
sebelumnya serta menyampaikan
risalah asli kepada Sekretaris
Dewan Komisaris untuk disimpan di
perusahaan
Direksi agar melakukan pemuktahiran Pedoman GCG dan Pedoman Perilaku PI telah direvisi/ Dalam
pedoman GCG dan Pedoman Perilaku dimuktahirkan sesuai ketentuan yang ada (best practice), dan saat Proses
dengan best practice ini dalam proses persetujuan/pengesahan
Direksi agar mengingatkan kembali Langkah-langkah untuk mengingatkan dan meningkatkan Pejabat Dalam
pejabat yang belum menyampaikan Wajib Lapor LHKPN telah dilakukan, salah satunya melalui Proses
LHKPN dan memberikan sanksi sesuai APP LHKPN yang dilaksanakan pada tanggal 07 Spetember
kebijakan persuahaan 2016 bersama KPK RI. Selain itu surat pemberitahuan sebagai
reminder juga secara rutin disampaikan setiap triwulan. namun
belum ada pemberian sanksi terhadap Wajib Lapor yang belum
menyampaikan LHKPN

238 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Realisasi Rekomendasi Pada Tahun 2016

REKOMENDASI STATUS TINDAK LANJUT KET.


Direksi agar membuat perencanaan Kompartemen Tata Kelola Korporasi sebagai penanggung Selesai
pengendalian gratifikasi tahunan jawab GCG di PI telah membuat program terkait pengendalian
yang antara lain memuat rencana Gratifikasi setiap tahun yang memuat rencana untuk melakukan
untuk melakukan sosialisasi kebijakan sosialisasi kebijakan pengendalian gratifikasi guna meningkatkan
pengendalian gratifikasi guna pemahaman Dewan Komisaris, Direksi, dan Karyawan terhadap
meningkatkan pemahaman Dewan kebijakan tersebut
Komisaris, Direksi, dan Karyawan
terhadap kebijakan tersebut
Direksi agar membuat laporan tentang Kompartemen Pusat Pelatihan secara rutin telah membuat Selesai
pelatihan yang telah diikuti Direksi laporan tentang pelatihan yang telah diikuti Direksi

Direksi agar menyampaikan rancangan Direksi telah menyampaikan rancangan RJPP 2017-2021 kepada Selesai
RJPP kepada RUPS dan/atau Dewan RUPS dan/atau Dewan Komisaris secara tepat waktu sesuai
Komisaris tepat waktu sesuai ketentuan
ketentuan
Direksi agar menyampaikan Direksi telah menyampaikan rancangan RKAP kepada Dewan Selesai
rancangan RKAP kepada Dewan Komisaris untuk memperoleh arahan/tanggapan Dewan
Komisaris untuk memperoleh arahan/ Komisaris sebelum menyampaikan kepada RUPS secara tepat
tanggapan Dewan Komisaris sebelum waktu sesuai ketentuan
menyampaikan kepada RUPS dengan
tepat waktu sesuai ketentuan
Direksi agar menetapkan mekanisme/ Direksi telah memiliki mekanisme dalam merespon isu eksternal Selesai
kebijakan yang jelas dalam merespon yang berpengaruh terhadap kinerja perusahaan yaitu melalui
isu eksternal yang berpengaruh rapat internal Direksi dan rapat kordinasi Direksi dengan
terhadap kinerja perusahaan struktural di bawahnya. Contoh dilaksanakan rapat koordinasi
antara GM inbang, Direktur inbang untuk membahas proyek
IPP (independent power producer) yang merupakan cikal bakal
terbentuknya PT PI Energi
Direksi agar melakukan sosialisasi dan Pada awal bulan Januari 2017, Direksi telah melakukan sosialisasi Selesai
memberikan pemahaman atas RKAP dan memberikan pemahaman atas RKAP, RJPP, dan blue print PI
tahunan dan RJPP yang telah disahkan kepada seluruh karyawan
kepada seluruh karyawan
Perusahaan agar segera mengisi Perusahaan telah melakukan proses seleksi (Interview user dan Dalam
jabatan kosong pada setiap level asesmen potensi) Untuk pengisian jabatan kosong pada setiap Proses
organisasi dan melakukan proses level jabatan yang ada
penempatannya secara objektif dan
transparan
Direksi agar menyampaikan kepada Rencana Promosi dan Mutasi untuk Jabatan Grade 1 dibahas Dalam
Dewan Komisaris untuk setiap dalam rapat Komite SDM Utama kemudian Rencana promosi dan Proses
rencana/usulan promosi & mutasi satu mutasi satu level jabatan di bawah Direksi dibahas secara intens
level jabatan di bawah Direksi dalam Rapat Direksi dan disampaikan kepada Dewan Komisaris
untuk kesempatan pemberian arahan terhadap rencana promosi
dan mutasi tersebut.
Direksi agar menetapkan tata Tata waktu/ketentuan batas waktu untuk menetapkan suatu Selesai
waktu/ketentuan batas waktu untuk keputusan dan mengkomunikasikan keputusan Direksi kepada
menetapkan suatu keputusan dan Pejabat di bawahnya termuat dalam Pedoman Dewan Komisaris
mengkomunikasikan keputusan dan Direksi ("Board Manual") halaman 17 (F. Rapat Direksi dan
tersebut kepada Pejabat di bawahnya Mekanisme Pengambilan Keputusan) & Code of Corporate
sesuai ketentuan Governance ("CoCG") halaman 24 (3.6. Pengambilan Keputusan
dalam Rapat)
Direksi agar menetapkan target kinerja Perusahaan telah memiliki standar penilaian kinerja berupa: Selesai
unit kerja sebagai penjabaran dari Penilaian Soft Competency 360 Derajat dan Penilaian Kinerja
RKAP, dan memantau capaian kontrak Individu (KPI). Indikator kinerja untuk setiap jabatan dalam
kinerja setiap struktur jabatan struktur organisasi sesuai dengan ruang lingkup tugas dan peran
unit dan jabatan (struktural) dalam organisasi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 239
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Realisasi Rekomendasi Pada Tahun 2016

REKOMENDASI STATUS TINDAK LANJUT KET.


Direksi agar menyampaikan Laporan Direksi telah menyampaikan Laporan Manajemen Tahunan Dalam
Manajemen Tahunan (unaidited) (unaidited) secara tepat waktu, yaitu dua bulan setelah tahun Proses
secara tepat waktu, yaitu dua bulan buku berakhir namun belum memuat pencapaian kinerja anggota
setelah tahun buku berakhir dan Direksi secara individu
melengkapi muatannya dengan
pencapaian kinerja anggota Direksi
secara individu
Direksi agar menyampaikan usulan Direksi telah menyampaikan usulan remunerasi dan insentif Selesai
remunerasi dan insentif kinerja kinerja Direksi dan Dewan Komisaris kepada Dewan Komsaris
Direksi dan Dewan Komisaris kepada dan telah memperoleh tanggapan dan persetujuan dari Dekom
Dewan Komsaris untuk memperoleh melalui surat Dekom tgl 10 Juni 2016
tanggapan dan persetujuan sebelum
disampaikan kepada RUPS
Direksi agar melengkapi struktur Perusahaan telah melengkapi struktur organisasi Unit TI melalui Selesai
organisasi Unit TI dengan Kuantitas penambahan Kuantitas dan Kualitas SDM yang memadai
dan Kualitas SDM yang memadai
Direksi agar melaksanakan evaluasi Telah dilakukan audit terkait Teknologi Informasi di perusahaan Selesai
atas capaian tingkat layanan TI pada tahun 2016 dan 2017 dan secara reguler akan terus
yang ditetapkan dan audit TI untuk dilakukan untuk memastikan penerapan Teknologi Informasi
mendapat masukan danperbaikan di perusahaan sesuai dengan rencana yang sudah disepakati
atas kehandalan sistem informasi dalam Master Plan ICT Pupuk Indonesia. Selain itu telah
perusahaan dilaksanakan audit kesesuaian penerapan TI dengan hasil audit
diserahkan kepada Unit Kerja TI untuk direview dan dilaksanakan
rekomendasi audit tersebut
Direksi agar segera menerapkan Perusahaan telah mendukung transparansi dalam pengadaan Dalam
sistem pengadaan barang dan barang dan jasa dan akan segera menerapkan sistem pengadaan Proses
jasa melalui e-procurement untuk barang dan jasa melalui e-procurement
mendukung transparansi dalam
pengadaan barang dan jasa
Direksi agar mengusulkan kepada Perusahaan telah melakukan revisi dan pemuktahiran atas Dalam
RUPS Anak Perusahaan agar pedoman kebijakan pengelolaan Anak Perusahaan (Subsidiary Governance) Proses
pengelolaan anak perusahaan yang dan saat ini dalam proses persetujuan/pengesahan
sudah dikembangkan dapat disahkan
Direksi agar menyelenggarakan RUPS Direksi telah menyelenggarakan RUPS tepat waktu, hal tersebut Selesai
tepat waktu, dengan memperhatikan dengan memperhatikan prosedur pemanggilan RUPS yang diatur
prosedur pemanggilan RUPS yang dalam Anggaran Dasar Perusahaan
diatur dalam Anggaran Dasar
Direksi agar segera menyelesaikan Perusahaan terus melakukan perbaikan atas pengembangan Selesai
pengembangan sistem informasi sistem informasi perusahaan khususnya terkait sistem ERP
perusahaan sehingga kebijakan
pengendalian informasi perusahaan
dapat dijalankan secara memadai
Direksi agar melengkapi kebijakan Kebijakan pengendalian informasi perusahaan telah dilengkapi Dalam
pengendalian informasi perusahaan dengan kebijakan informasi publik sesuai Surat Edaran ("SE") Proses
dengan kebijakan informasi publik PIHC Nomor SE-04/VIII/2014 tanggal 27 Agustus 2014 perihal
Kewajiban Penyampaian Laporan Keterbukaan Informasi dan/
atau Penyampaian Fakta Penting Anggota Holding kepada OJK
melalui PIHC. Sesuai SE tersebut, ada 14 informasi publik yang
wajib disediakan oleh Perusahaan. namun Draft prosedur
keterbukaan informasi publik dalah tahap penyelesaian
Direksi agar menetapkan kebijakan Direksi telah menetapkan kebijakan pengelolaan dan Selesai
pengelolaan dan pemuktahiran pemuktahiran website melalui Surat Keputusan Direksi Nomor
website secara lengkap SK/DIR/034/2014 tentang Tim Situs Web (Website).

240 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Realisasi Rekomendasi Pada Tahun 2016

REKOMENDASI STATUS TINDAK LANJUT KET.


Laporan Tahunan (annual report) Telah terdapat dalam Annual report PI 2015 hal 82 dan 83 Selesai
perusahaan agar dilengkapi dengan:
a) jenis tindakan perusahaan
(corporate actiaon) yang menyebabkan
perubahan jumlah efek lainnya dari
awal pencatatan s.d akhir tahun buku,
nama bursa efek dimanaefek lainnya
perusahaan dicatatkan, dan peringkat
efek
b) Nama dan alamat Biro Administrasi
Efek, serta nama dan alamat
perusahaan pemeringkat efek
c) Bahasan tentang dampak
perubahan harga terhadap penjualan
atau pendapatan bersih perusahaan
serta laba operasi perusahaan selama
dua tahun
Sekretaris perusahaan agar Di dalam risalah rapat gabungan Dekom dan Direksi selama Selesai
memastikan bahwa alasan periode tahun 2016 telah memuat penjelasan/alasan
ketidakhadiran dalam rapat gabungan ketidakhadiran Direksi maupun Dekom dalam rapat
Direksi dan Dewan Komisaris
dituangkan dalam setiap risalah rapat
Direksi agar melaksanakan rapat Direksi telah melaksanakan rapat gabungan dengan Dewan Selesai
gabungan dengan Dewan Komisaris Komisaris yang minimal satu bulan sekali dan telah dibuatkan
minimal satu bulan sekali dan risalah rapatnya
memastikan bahwa atas setiap rapat
segera dibuatkan risalah rapatnya
Kepala SPI agar memastikan bahwa Kepala SPI telah memastikan bahwa penilaian terhadap Selesai
penilaian terhadap pelaksanaan pelaksanaan fungsi audit internal dilakukan secara berkala yaitu
fungsi audit internal dilakukan secara melalui Rapat Komite Audit dan Kompartemen SPI
berkala, baik dilakukan secara internal
maupun oleh konsultan independen,
sebagaimana diatur dalam standar
profesional audit intern
Sekretaris Perusahaan agar Di dalam risalah rapat Direksi telah memuat pembahasan Selesai
mendokumentasikan pembahasan (dinamika rapat) dan perbedaan pendapat (dissenting opinions)
(dinamika rapat) dan perbedaan
pendapat (dissenting opinions) dalam
risalah rapat secara baik
Direksi agar melaksanakan evaluasi Direksi telah melaksanakan evaluasi atas kualitas fungsi Selesai
atas kualitas fungsi Sekretaris Sekretaris Perusahaan dengan mengukur capaian program kerja/
Perusahaan dengan mengukur pelaksanaan tugas Sekretaris Perusahaan melalui KPI Individu
capaian program kerja/pelaksanaan Sekretaris Perusahaan
tugas Sekretaris Perusahaan

Rekomendasi yang Belum Terlaksana

Seluruh Hasil Rekomendasi Hasil Asesmen GCG Tahun 2015 telah dilaksanakan
pada tahun 2016.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 241
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Skor Pupuk Indonesia Grup dalam 4 (empat) tahun terakhir

Eksternal Eksternal
Self Assessment Self Assessment
Perusahaan Assessment Assessment
(Holding Group) (Holding Group)
(BPKP) BPKP
2013 Kategori 2014 Kategori 2015 Kategori 2016 Kategori

Sangat
PT Pupuk Indonesia (Persero) 76.47 Baik 80,54 Baik 83.61 Baik 87,94
Baik
Sangat Sangat
PT Petrokimia Gresik 80.71 Baik 82,67 Baik 91.86 92,03
Baik Baik
Sangat Sangat Sangat
PT Pupuk Kaltim 83.15 Baik 92.45 92.61 92,94
baik Baik Baik
Sangat Sangat Sangat Sangat
PT Pupuk Kujang 90.36 92.43 90.50 90,74
Baik baik Baik Baik
Sangat Sangat
PT Pupuk Sriwidjaja 84.04 Baik 88,74 83.06 Baik 85,84
baik Baik
Cukup Sangat
PT Pupuk Iskandar Muda 71.40 76,27 Baik 82.74 Baik 85,71
Baik Baik

PT Rekayasa Industri 78.20 Baik 81,48 Baik 79,27 Baik 79,47 Baik

Cukup Cukup Cukup


PT Mega Eltra 70.86 77,10 baik 71.90 74,55
Baik baik Baik
Cukup Cukup
PT Pupuk Indonesia Logistik - - 41,97* - 60.01 65,04
baik Baik

242 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Struktur Organ GCG Perusahaan

Sejalan dengan Undang-undang Republik Indonesia No.40 tahun 2007 tentang


Perseroan Terbatas, Pupuk Indonesia telah memiliki struktur Governance yang terdiri
terdiri dari Organ Utama dan Organ Pendukung Perusahaan. Organ Utama Perusahaan
meliputi Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS), Dewan Komisaris dan Direksi. Adapun
Organ Pendukung Perusahaan antara lain adalah Komite Audit, Komite GCG &
Pemantau Manajemen Risiko, Sekretaris Dewan Komisaris, Satuan Pengawas Internal,
Kompartemen Tata Kelola Korporat & Manajemen Risiko, serta Sekretaris Perusahaan

Rapat Umum Pemegang


Saham (RUPS)

Dewan Komisaris Direksi

Satuan Pengawas
Komite Audit
Internal

Komite GCG & Kompartemen Tata


Pemantau Kelola, Risiko dan
Manajemen Risiko Kepatuhan

Sekretaris Dewan Sekretaris


Komisaris Perusahaan

: garis koordinasi
: garis komando

Pemegang Saham

Pupuk Indonesia merupakan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang kepemilikan
saham seluruhnya dimiliki oleh Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dalam
hal ini diwakili oleh Pemerintah. Hal ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah No.
41 Tahun 2003 tentang Pelimpahan Kedudukan, Tugas dan Kewenangan Menteri
Keuangan pada Perusahaan Persero (Persero), Perusahaan Umum (PERUM) dan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 243
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Perusahaan Jawatan (PERJAN) kepada Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara,
dan Undang-undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara beserta
Lembaran Negara Republik Indonesia; Kuasa Pemegang Saham Perusahaan adalah
Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Ketentuan mengenai Rapat Umum Pemegang Saham mengacu pada peraturan


Perundang-undangan yang berlaku dan ketentuan yang dikeluarkan oleh
Kementerian BUMN. Namun demikian, Pemegang Saham juga senantiasa
memperhatikan persyaratan kemampuan dan kepatutan bagi Pemegang Saham
yang berlaku di Bidang perasuransian.

Hak Pemegang Saham

Perlindungan terhadap hak Pemegang Saham dilakukan berdasarkan prosedur yang


benar dan sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar Perusahaan serta peraturan
Perundang-undangan. Adapun hak-hak Pemegang Saham meliputi namun tidak
terbatas kepada:
Hak untuk menghadiri dan memberikan suara dalam RUPS, berdasarkan
ketentuan satu saham memberikan hak kepada pemegangnya untuk
mengeluarkan satu suara.
Hak untuk memperoleh informasi material secara tepat waktu dan teratur,
agar memungkinkan bagi Pemegang Saham untuk membuat keputusan.
Hak untuk menerima sebagian dari laba yang diperuntukkan bagi Pemegang
Saham, sebanding dengan jumlah saham yang dimilikinya.
Hak lainnya berdasarkan anggaran dasar dan peraturan perundang-
undangan.

Kewajiban Pemegang Saham:


Mematuhi ketentuan Anggaran Dasar dan peraturan Perundang-undangan.
Tidak melakukan kegiatan pengawasan dan pengurusan Perusahaan yang
dilakukan oleh Dewan Komisaris dan Direksi.
Tidak memanfaatkan Perusahaan untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau
kelompok usahanya dengan semangat dan cara yang bertentangan dengan
peraturan Perundang-undangan
Melakukan evaluasi kinerja Dewan Komisaris dan Direksi melalui mekanisme
RUPS.

244 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Rapat Umum Pemegang Saham

Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) mempunyai wewenang yang tidak diberikan
kepada Dewan Komisaris atau Direksi dalam batas yang ditentukan dalam Anggaran
Dasar dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Wewenang tersebut
mencakup meminta pertanggungjawaban Dewan Komisaris dan Direksi terkait
dengan pengelolaan Perseroan, mengubah Anggaran Dasar, mengangkat dan
memberhentikan Direksi dan anggota Dewan Komisaris, memutuskan pembagian
tugas dan wewenang pengurusan di antara Direksi dan lain-lain.

Pelaksanaan RUPS Pupuk Indonesia berdasarkan kebijakan, peraturan, Surat


Keputusan, serta Anggaran Dasar Perusahaan yang diuraikan sebagai berikut:

a. Undang-Undang No. 19 Tahun 2003 tentang Badan Usaha Milik Negara;


b. Undang-Undang No. 40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas;
c. Peraturan Pemerintah No.45 Tahun 2005 tentang Pendirian, Pengurusan,
Pengawasan dan Pem- bubaran Badan Usaha Milik Negara;
d. Keputusan Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara No.KEP-236/MBU/2011
tanggal 15 November 2011 tentang Pendelegasian Sebagian Kewenangan dan/
atau Pemberian Kuasa Menteri Negara BUMN Sebagai Wakil Pemerintah Selaku
Pemegang Saham/RUPS Pada Perusahaan Perseroan (Persero) dan Perseroan
Terbatas Serta Pemilik Modal Pada Perusahaan Umum (Perum) Kepada Direksi,
Dewan Komisaris dan Pejabat Eselon I di Lingkungan Kementrian BUMN
(Lampiran II butir 1 dan 2);
e. Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwidjaja yang
didirikan berdasarkan Akta No.4 tanggal 3 Januari 1970, tentang Pendirian PT
Pupuk Sriwidjaja (Persero) yang dibuat di hadapan Soeleman Ardjasasmita, SH.,
Notaris di Jakarta sebagaimana yang telah beberapa kali diubah, dan terakhir
dengan Akta No. 03 tanggal 3 April 2012 tentang Perubahan Nama dan
Anggaran Dasar Perusahaan Perseroan (Persero) PT Pupuk Sriwijaja (Persero)
dan dan Akta No.14 tanggal 26 April 2013 tentang Berita Acara Rapat Umum
Pemegang Saham Luar Biasa Perusahaan Perseroan (Persero) Pupuk Indonesia,
keduanya dibuat dihadapan Nanda Fauz Iwan, S.H., M.Kn., Notaris di Jakarta,
yang telah mendapatkan persetujuan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia
Republik Indonesia melalui Keputusan No. AHU-17695.AH.01.02 Tahun 2012
tanggal 5 April 2012 serta pemberitahuannya telah diterima dan dicatat oleh
Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia berdasarkan Surat
No.AHU-AH.0 1.10-17728 tanggal 7 Mei 2013.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 245
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Mengacu kepada Anggaran Dasar Pupuk Indonesia, terdapat dua jenis RUPS, yaitu:
RUPS Tahunan (RUPST).
Diselenggarakan setiap tahun, selambat-lambatnya pada bulan Juni setelah tutup
buku Perusahaan. Dalam RUPS Tahunan dibahas laporan Direksi mengenai
perhitungan tahunan, Laporan Tahunan tentang keadaan dan jalannya
Perusahaan, rencana penggunaan laba dan besarnya dividen yang dibayarkan,
permintaan penunjukkan Akuntan Publik serta hal lainnya demi kepentingan
Perusahaan.

RUPS Luar Biasa (RUPSLB)


Diselenggarakan bila dianggap perlu oleh Direksi dan/atau Dewan Komisaris dan/
atau Pemegang Saham. Pemanggilan dan penyelenggaraan RUPSLB dilakukan
melalui undangan tertulis dengan menginformasikan agenda pembahasannya.
Sepanjang Tahun 2016, perusahaan telah melaksanakan 2 (dua) kali RUPS, yaitu
RUPS Laporan Pertanggungjawaban Keuangan Tahun Buku 2015 dan RUPS
Pengesahan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan untuk Tahun 2017.

Realisasi Rups Tahun 2016

Sepanjang Tahun 2016, Pupuk Indonesia telah menyelenggarakan 1 kali RUPS


Tahunan,

Pelaksanaan RUPS Pupuk Indonesia Tahun 2016

JADWAL RUPS AGENDA Realisasi, Tindak Lanjut & Keterangan


Persetujuan Laporan Tahunan mengenai keadaan dan jalannya
Perseroan selama Tahun Buku 2015 dan Laporan Tugas
Pengawasan Dewan Komisaris selama Tahun Buku 2015 serta
Pengesahan Laporan Keuangan Perseroan Tahun Buku 2015
Pengesahan Laporan Tahunan termasuk Laporan Keuangan
Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) Tahun 2015
RUPS Kinerja 2015
Selasa, 14 Juni 2016 PT Pupuk Indonesia Penetapan penggunaan Laba Bersih Perseroan untuk Tahun Buku
(Persero) 2015
Persetujuan Restatement atas Laporan Keuangan yang berakhir
pada tanggal 31 Desember 2014
Penetapan Tantiem untuk Tahun Buku 2015 dan Gaji/
Honorarium, Tunjangan, dan Fasilitas Lainnya bagi Direksi dan
Dewan Komisaris Perseroan untuk Tahun Buku 2016.

246 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Realisasi Rups Setelah Tahun Buku 2016

Setelah periode tahun buku 2016, Pupuk Indonesia telah menyelenggarakan RUPS
sebagai berikut:

Pelaksanaan RUPS Pupuk Indonesia Setelah Tahun Buku 2016

JADWAL RUPS AGENDA Realisasi, Tindak Lanjut & Keterangan


Pengesahan Buku Rencana Kerja Anggaran Perusahaan (RKAP)
Tahun 2017
Pengesahan Rencana Kerja Anggaran Program Kemitraan & Bina
Lingkungkan (PKBL) Tahun 2017
RUPS RKAP 2017 Penetapan Indikator Aspek Operasional untuk perhitungan
Selasa, 3 Januari 2017 PT Pupuk Indonesia Tingkat Kesehatan pada RKAP Tahun 2017
(Persero)
Penetapan Key Performance Indicator (KPI) yang tertuang dalam
kontrak manajemen tahun 2017 antara Direksi dan Dewan
Komisaris dengan Pemegang Saham
Penetapan Key Performance Indicator (KPI) Dewan Komisaris tahun
2017

Arahan RUPS

Pemegang Saham memiliki peran yang besar dalam RUPS khususnya untuk
mendorong Perusahaan agar lebih maju. Peran Pemegang Saham diantaranya
memberikan arahan kepada Dewan Komisaris dan Direksi beserta jajaranya didalam
RUPS terkait pengelolaan Perusahaan kedepan. Arahan Pemegang Saham selama
tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Arahan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Dan


Rencana Kerja Anggaran Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (RKA-PKBL) Tahun 2016

No Arahan

RKAP yang disahkan ini merupakan pedoman bagi Direksi dalam menjalankan kegiatan usaha tahun 2016,
dan Dewan Komisaris diminta untuk melakukan evaluasi dan pengawasan atas pelaksanaan RKAP dengan
1
selalu berpegang pada prinsip disiplin anggaran dan melaporkannya secara berkala kepada Pemegang
Saham

Buku RKAP, RKA PKBL, tanggapan tertulis Dewan Komisaris, Key Performance Indicators (KPI) yang tertuang
2 dalam Kontrak Manajemen dan KPI Dewan Komisaris merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Risalah
RUPS ini

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 247
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Arahan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Dan


Rencana Kerja Anggaran Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (RKA-PKBL) Tahun 2016

No Arahan

Penetapan target RKAP 2016 didasarkan atas realisasi/capaian dalam prognosa tahun 2015. Dalam hal setelah
3 terbitnya laporan tahun buku 2015 (audited) terdapat deviasi yang material ( lebih dari 10%) antara nilai audited
dan prognosa, maka RKAP 2016 dan Kontrak Manajemen tahun 2016 dapat diminta untuk direvisi

RKAP 2016 harus selaras dengan target dalam RJPP. Oleh karenanya apabila RJPP yang ada saat ini dinilai
4 sudah tidak relevan (deviasi salah satu dari total aset, pendapatan, atau laba yang material 20%), maka agar
dilakukan adjustment RJPP

Sebagai tindak lanjut Kontrak Manajemen yang di dalamnya terdapat Key Performance Indicators (KPI) dan
5
telah disepakati, agar disusun KPI secara berjenjang untuk setiap level manajemen dan anak perusahaan

Direksi diminta agar mengupayakan sinergi antara BUMN dengan mengacu pada Instruksi Menteri
BUMN nomor: KEP-109/MBU/2002 Tentang Sinergi Antar BUMN dan Peraturan Menteri BUMN nomor:
6
PER-15/MBU/2012 tentang Pedoman Umum Pelaksanaan Pengadaan Barang dan Jasa BUMN, dengan
pelaksanaannya tetap memperhatikan tata kelola perusahaan yang balk

Direksi diminta memperhatikan Road Map BUMN di bidang Ketahanan Pangan sebagai acuan kebijakan
7
pengembangan perusahaan dalam meningkatkan kontribusi perusahaan di sektor Ketahanan Pangan

Direksi diminta menindaklanjuti dan menyelesaikan temuan-temuan dan rekomendasi BPK tahun-tahun
8
sebelumnya

Direksi agar menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2015 yang telah diaudit oleh Kantor Alcuntan
9
Publik selambat-lambatnya pada alchir bulan Februari 2016

Dalam rangka menindaklanjuti peraturan Menteri BUMN Nomor: PER- 18/MBU/2014 tanggal 16 Oktober
2014 tentang penyampaian Data, Laporan, Dokumen BUMN secara elektronik (e-reporting), maka untuk
10 mendukung pelaksanaan tugas dan meningkatkan kualitas pengawasan serta pernbinaan BUMN, Direksi
agar melakukan monitoring dan updating data pada 5 (lima) portal BUMN, yakni Portal Financial Information
System, Portal Aset, Portal SDM, Portal PKBL, dan Portal Publik

Direksi agar melakukan penetrasi pasar dalam rangka meningkatkan pangsa pasar komersil khususnya di
dalam negeri dengan menjajagi penjualan langsung pada sektor perkebunan balk kepada BUMN Perkebunan
11
maupun kepada perusahaan perkebunan swasta. Untuk itu, Direksi agar terus melakukan efisiensi dan
perbaikan proses bisnis guna memperbaiki struktur harga pokok pupuk sehingga lebih kompetitif

Direksi agar melakukan review secara berkala atas kondisi seluruh peralatan produksi dan melakukan
12 prefentive maintenance secara terencana, tepat waktu dan terukur untuk meminimalisasi terjadinya down
time yang terjadi di luar rencana guna menjaga kehandalan dan kelancaran proses produksi

Mengingat pentingnya investasi pengembangan dan/atau revitalisasi bagi peningkatan kinerja dan
keberlangsungan perusahaan ke depan, Direksi agar mengawal penyelesaian proyek-proyek yang telah
13
direncanakan agar dapat diselesaikan secara tepat waktu, tepat spesifikasi dan tepat kualitas serta
menghindari terjadinya cost overrun

Direksi agar tetap fokus pada core business dengan meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan
14 operasional. Adapun investasi pengembangan perusahaan, agar diarahkan pada pengembangan produk hilir
yang sejalan dengan core business perusahaan

Direksi agar melakukan benchmarking dengan perusahaan lain dalam industri sejenis di dalam maupun luar
15 negeri, untuk mengetahui posisi perusahaan dalam industri tersebut, sebagai acuan dalam peningkatan
kinerja dan daya saing perusahaan

Direksi agar berupaya meningkatkan penagihan dan pencairan piutang baik di induk maupun anak
perusahaan dalam rangka meningkatkan likuiditas serta mengurangi jumlah pinjaman modal kerja dan biaya
16
bunga. Direksi juga diminta mengevaluasi kondisi masing-masing piutang guna menekan terjadinya piutang
bermasalah

248 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Arahan Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Dan


Rencana Kerja Anggaran Program Kemitraan Dan Bina Lingkungan (RKA-PKBL) Tahun 2016

No Arahan

Dalam rangka optimalisasi aset idle perusahaan, Direksi agar terlebih dahulu mengkaji secara menyeluruh
dan detil untuk menentukan bentuk optimalisasi/kerjasama yang tepat, balk dengan menggunakan jasa
17
konsultan independen maupun kajian internal untuk mengoptimalkan benefit bagi perusahaan dan
menghindari timbulnya masalah di kemudian hari

Direksi ditninta untuk membantu restrukturisasi/penyehatan PT Sang Hyang Seri (Persero) dan PT Pertani
18 (Persero) dengan menyusun action plan dan melakukan langkah-langkah yang diperlukan dalam rangka
meningkatkan kinerja kedua perusahaan dimaksud

Arahan RUPS KinerjaTahun Buku 2015

No Arahan
Direksi diminta untuk menindaklanjuti dan menyelesaikan secara tuntas terhadap temuan, catatan dan
saran Auditor pada tahun buku 2015 termasuk tahun-tahun sebelumnya yang belum selesai ditindaklanjuti.
1
Progres tindak lanjut atas temuan tersebut agar dibahas bersama Dewan Komisaris dan disampaikan
kepada Menteri BUMN secara berkala

Direksi dan Dewan Komisaris diminta untuk tetap mematuhi clan melaksanakan ketentuan, prosedur
2 hukum, dan Anggaran Dasar Perusahaan dan manajemen risiko secara sungguh-sungguh dalam setiap
kegiatan perusahaan berdasarkan prinsip-prinsip Good Corporate Governance (GCG)

Direksi perlu segera melakukan langkah-langkah strategis untuk dapat segera menangani permasalahan
persediaan pupuk mengingat nilai persediaan pupuk yang cukup besar dan dalam rangka pemenuhan
3 kebutuhan modal kerja perusahaan serta mengingat bahwa stok pupuk tersebut juga memiliki risiko
yang cukup besar baik kerusakan, susut atau hilang sehingga memerlukan upaya dan biaya ekstra dalam
menanganinya

Direksi diminta untuk menerapkan manajemen piutang secara lebih balk dan upaya-upaya penagihan yang
lebih intensif untuk meningkatkan kemampuan cash flow perusahaan, sehingga untuk memenuhi kebutuhan
4 modal kerja, perusahaan harus menambah pinjaman jangka pendek yang berakibat pada meningkatnya cost
of fund. Sementara, di sisi lain terdapat pembebanan provisi penurunan nilai dan kerugian piutang tidak
tertagih yang cukup besar dan masih ada kemungkinan tetjadi hal yang sama di tahun 2016

Direksi diminta melakukan efisiensi guna menahan laju HPP dan biaya usaha serta menjaga kehandalan
pabrik dan fasilitas lainnya agar kontinuitas produksi dan pemasaran tidak terganggu dalam rangka
5
menghadapi penurunan harga urea dan kondisi harga gas yang relatif tinggi, maka untuk mempertahankan
daya saing tidak ada jalan lain yang dapat ditempuh oleh manajemen selain menahan laju HPP

Direksi diminta untuk melakukan upaya peningkatan kinerja anak perusahaan secara optimal untuk
beberapa anak perusahaan seperti PT Rekayasa Industri, PT Mega Eltra dan PT PI Pangan yang bahkan
6
mengalami rugi, dengan mengatasi akar permasalahan yang menjadi penyebab utama kerugian Kinerja anak
perusahaan tersebut

Direksi diminta meningkatkan penjualan di luar PSO dalam rangka mengantisipasi kemungkinan perubahan
kebijakan tentang subsidi pupuk, khususnya pasar komersial dalam negeri dengan mengoptimalkan
pemasaran ke sektor perkebunan, kehutanan dan perikanan yang selama ini belum digarap dengan
7
maksimal, antara lain melalui pemanfaatan sinergi antar BUMN. Disamping itu, untuk meningkatkan
pendapatan perusahaan perlu segera dilakukan pengembangan produk-produk turunan/diversifikasi yang
memiliki nilai tambah tinggi

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 249
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Arahan RUPS KinerjaTahun Buku 2015

No Arahan
Direksi agar segera mengimplementasikan penerapan Enterprise Resource Planning (ERP) yang terintegrasi
8
antara PT PI dan anak perusahaan untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi dalam proses bisnis perusahaan

Direksi agar menyampaikan laporan keuangan tahun buku 2016 yang telah diaudit oleh Kantor Akuntan
9
Publik paling lambat akhir Februari 2017

Direksi diminta untuk lebih mengintensifkan pengawasan dan pembinaan terhadap distributor untuk
mengamankan ketersediaan pupuk khususnya pupuk bersubsidi, terkait dengan masih adanya temuan
10
auditor terkait dengan kinerja dan kecukupan stok distributor yang berpotensi menimbulkan permasalahan
tidak terpenuhinya kebutuhan pupuk di wilayah kerja distributor dimaksud

Direksi agar melakukan review alas rencana investasi pengembangan perusahaan dan revitalisasi terkait
11 dengan ketersediaan gas dan harga gas yang relatif tinggi serta pertimbangan supply dan demand baik
dalam negeri maupun internasional

Direksi dengan Pengawasan Dewan Komisaris diminta terus meningkatkan compliance pemenuhan portal
Financial Information System (FIS) portal aset, portal SDM, portal PKBL, dan portal Publik. Sehubungan
12 peningkatan kualitas pengawasan dan pembinaan Perseroan kami minta agar pemutakhiran data, ketepatan
dan kelengkapan pengisian portal tersebut menjadi perhatian utama Dewan Komisaris, Direksi, dan
Manajemen

Laporan Keuangan, Laporan Pelaksanaan PKBL, Laporan Evaluasi Kinerja, Laporan Kepatuhan Terhadap
Perundang-undangan dan Pengendalian Internal, Laporan Penilaian Key Performance Indicators (KPI) yang
telah diaudit oleh LAP Tanudiredja, Wibisana, Rintis & Rekan, dan Risalah Rapat Pembahasan Laporan
13
Pertanggungjawaban Program Kemitraan dan Bina Lingkurtgan Tahun 2015 PT Pupuk Indonesia (Persero)
serta tanggapan dan saran Dewan Komisaris sesuai Surat Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Petsero)
Nomor : 21/Kom-V/2016 tanggal 10 Mei 2016 adalah bagian yang tidak terpisahkan dari Risalah rapat ini

Informasi Rapat Umum Pemegang Saham Tahun 2016


Dan Realisasi

Proses pengumuman dan pemanggilan RUPS dilakukan sesuai dengan ketentuan


yang berlaku, baik RUPS Tahunan maupun RUPS Sirkuler. Adapun proses
penyelenggaraan RUPS selama tahun 2016 dapat dilihat dalam tabel sebagai berikut:

Pelaksanaan RUPS tahun 2015

Realisasi, Tindak Lanjut &


TANGGAL AGENDA Keputusan
Keterangan

14 Juni 2016 5 (Lima Agenda) 5 (Lima) Keputusan Terealisasi 100%

250 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Dewan Komisaris

Tugas Dewan Komisaris secara kolektif adalah melakukan pengawasan terhadap


kinerja Pupuk Indonesia yang dilakukan Direksi serta memberikan nasihat berkenaan
dengan kebijakan Direksi terkait rencana pengembangan Perusahaan, rencana kerja
dan anggaran tahunan, pelaksanaan ketentuan-ketentuan Anggaran Dasar dan
keputusan RUPS, serta semua peraturan perundang-undangan yang berlaku dan
relevan. Di samping itu, Dewan Komisaris juga memantau dan melakukan evaluasi
terhadap penerapan GCG, meneliti dan menelaah laporan tahunan yang disiapkan
Direksi, serta menandatangani laporan tersebut sepanjang Dewan Komisaris setuju
dengan isi materi laporan tahunan.

Dewan Komisaris secara terus-menerus memantau efektivitas kebijakan Pupuk


Indonesia, kinerja, dan proses pengambilan keputusan oleh Direksi, termasuk
pelaksanaan strategi untuk memenuhi harapan para pemegang saham dan
pemangku kepentingan lainnya. Hasil pengawasan disertai kajian dan pendapat
Dewan Komisaris disampaikan pada RUPS sebagai bagian dari penilaian kinerja
Direksi. Dewan Komisaris juga mengevaluasi dan menyetujui RKAP yang disusun
Direksi setiap tahunnya.

Pengangkatan dan Pemberhentian Dewan Komisaris

Anggota Dewan Komisaris diangkat dan diberhentikan oleh RUPS melalui proses
yang transparan. Pengangkatan Dewan Komisaris diatur dalam ketentuan Anggaran
Dasar, Undang-undang Nomor 40 tahun 2007 tentang Perseroran Terbatas,
Undang- undang No.19 tahun 2003 tentang BUMN, Peraturan Menteri BUMN
Nomor PER-02/MBU/02/2015 Tentang Persyaratan dan Tata Cara Pengangkatan
dan Pemberhentian Dewan Komisaris dan Dewan Pengawas Badan Usaha Milik
Negara dan berdasarkan pada prinsip-prinsip profesionalisme dan Tata Kelola
Perusahaan yang Baik (Good Corporate Governance). Anggota Dewan Komisaris
Pupuk Indonesia wajib memenuhi persyaratan, kemampuan dan kepatutan
sebagai mana diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan. Persyaratan kemampuan
mencakup memahami masalah manajemen yang berkaitan dengan fungsi salah satu
manajemen, mempunyai pengetahuan yang memadai dibidang usaha Perusahaan,
serta memiliki waktu yang cukup dalam menjalankan tugas. Pengangkatan Anggota
Dewan Komisaris mulai berlaku efektif terhitung sejak tanggal pelantikan atau
tanggal yang ditetapkan dalam Keputusan RUPS. Calon Anggota Dewan Komisaris
terpilih menandatangani surat pernyataan/pakta integritas yang berisi kesanggupan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 251
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

untuk menjalankan tugas dengan baik dan bersedia diberhentikan sewaktuwaktu


berdasarkan alasan apapun yang dinilai tepat oleh RUPS, dan tidak menggugat atau
mengajukan proses hukum sehubungan dengan pemberhentian tersebut.

Anggota Dewan Komisaris Pupuk Indonesia dapat diberhentikan sewaktu-waktu


berdasarkan RUPS dengan menyebutkan alasannya. Pemberhentian sewaktu- waktu
dilakukan apabila Anggota Dewan Komisaris yang bersangkutan, antara lain: tidak/
kurang dapat memenuhi kewajibannya yang telah disepakati dengan Pemegang Saham,
tidak dapat menjalankan tugasnya dengan baik, melanggar ketentuan Anggaran Dasar
dan/atau peraturan perundang-undangan, terlibat dalam tindakan yang merugikan
Perusahaan dan/atau Negara, melakukan tindakan yang melanggar etika dan/atau
kepatutan yang seharusnya dihormati sebagai Anggota Dewan Komisaris, dinyatakan
bersalah dengan keputusan pengadilan yang mempunyai kekuatan hukum yang
tetap, dan mengundurkan diri. Di samping alasan pemberhentian tersebut, Anggota
Dewan Komisaris Pupuk Indonesia dapat diberhentikan oleh RUPS berdasarkan
alasan lainnya yang dinilai tepat oleh RUPS demi kepentingan dan tujuan Perusahaan,
antara lain karena terjadinya ketidakharmonisan antar Anggota Dewan Komisaris.
Keputusan pemberhentian diambil setelah yang bersangkutan diberi kesempatan
membela diri. Penetapan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dapat dilakukan
dengan keputusan RUPS secara fisik dan keputusan seluruh Pemegang Saham di
luar RUPS (Sirkuler).

Keputusan pemberhentian diambil setelah yang bersangkutan diberi kesempatan


membela diri. Penetapan pemberhentian Anggota Dewan Komisaris dapat dilakukan
dengan keputusan RUPS secara fisik dan keputusan seluruh Pemegang Saham di
luar RUPS (Sirkuler).

Persyaratan Dewan Komisaris

Sebelum diangkat sebagai Komisaris, calon Komisaris Pupuk Indonesia telah


dinyatakan lulus Uji Kemampuan dan Kepatutan (Fit and Proper Test). Dengan
demikian seluruh Komisaris Pupuk Indonesia dapat dipastikan memiliki integritas,
kompetensi, reputasi dan pengalaman serta keahlian yang dibutuhkan dalam
menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.
Yang dapat diangkat menjadi Anggota Dewan Komisaris adalah:

a. Warga Negara Indonesia yang bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
b. Tidak terlibat secara langsung maupun tidak langsung dalam kegiatan
pengkhianatan kepada negara;

252 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

c. Sehat jasmani dan rohani;


d. Tidak pernah melakukan kegiatan yang merugikan negara;
e. Tidak dicabut hak pilihnya berdasarkan putusan pengadilan;
f. Orang perseorangan yang cakap melakukan perbuatan hukum, kecuali dalam
waktu 5 (lima) tahun sebelum pengangkatannya pernah:
Dinyatakan pailit;
Menjadi Anggota Direksi atau Anggota Dewan Komisaris yang dinyatakan
bersalah menyebabkan suatu Perusahaan dinyatakan pailit; atau
Dihukum karena melakukan tindak pidana yang merugikan keuangan
negara dan/atau yang berkaitan dengan sektor keuangan.
g. Mempunyai integritas dan kemampuan sehingga dapat menjalankan
fungsinya dengan baik termasuk memastikan bahwa Direksi telah
memperhatikan kepentingan semua pemangku kepentingan;
h. Dewan Komisaris harus terdiri dari anggota-anggota yang secara keseluruhan
mempunyai latar belakang dan/atau pengetahuan sekurang-kurangnya di
bidang akuntansi dan keuangan.

Prosedur Pengangkatan Dewan Komisaris

Calon anggota Dewan Komisaris wajib lulus fit & proper test dan memperoleh
persetujuan dari Pemegang Saham sebelum diangkat menjadi Dewan Komisaris
Pupuk Indonesia untuk menjalankan tugas dan fungsi dalam jabatannya. Semua
anggota Dewan Komisaris Pupuk Indonesia dipandang telah memenuhi persyaratan
formal, memiliki pengalaman, keahlian, integritas, kompetensi, reputasi serta
keahlian yang dibutuhkan dalam menjalankan fungsi dan tugasnya masing-masing.

Status Uji Kemampuan dan Kepatutan Dewan Komisaris yang Menjabat Pada Tahun 2016

Fit & Proper Penyelengara Uji Kemampuan dan


Nama Name
Test Kepatutan

Prof. Dr. Ir. Bungaran Saragih, M.Ec Pass Kementerian BUMN Ministry of SOE

Dr. Megananda Daryono, MBA Pass Kementerian BUMN Ministry of SOE

Prof. Dr. Ir. Achmad Suryana, MS Pass Kementerian BUMN Ministry of SOE

Dr. Sukriansyah S. Latief, SH, MH Pass Kementerian BUMN Ministry of SOE

Yanuar Rizky, SE. Ak, MH. Pass Kementerian BUMN Ministry of SOE

Widharma Raya Dipodiputro Pass Kementerian BUMN Ministry of SOE

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 253
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Seluruh anggota Dewan Komisaris Pupuk Indonesia telah dinyatakan lulus Uji
Kemampuan dan Kepatutan (fit and proper test) serta dinyatakan lulus oleh Pemegang
Saham sesuai dengan peraturan Menteri Badan usaha Milik Negara Nomor PER-02/
MBU/02/2015.

Calon Anggota Dewan Komisaris melalui beberapa tahapan seleksi sebelum


diusulkan oleh Pemegang Saham yang memiliki wewenang untuk mengusulkan
Dewan Komisaris dalam RUPS. Proses seleksi calon Anggota Dewan Komisaris
Pupuk Indonesia dijabarkan sebagai berikut :
1. Penjaringan oleh Kementrian BUMN (Menteri, Sekretaris, Deputi Teknis)
2. Evaluasi persyaratan formal oleh Deputi Teknis
3. Penilaian pemenuhan persyaratan materil oleh tim yang dibentuk Kementrian
BUMN
4. Uji kelayakan dan kepatutan oleh lembaga professional yang ditunjuk
pemegang saham
5. Penetapan berdasarkan Keputusan Menteri BUMN
6. Keputusan RUPS

Penjaringan oleh Kementrian BUMN


(Menteri, Sekretaris, Deputi Teknis)

Evaluasi persyaratan formal


oleh Deputi Teknis

Penilaian pemenuhan persyaratan materil


oleh tim yang dibentuk Kementrian BUMN

Uji Kelayakan & Kepatuhan


oleh lembaga proffesional yang ditunjuk
Pemegang Saham

Penetapan Berdasarkan Keputusan Menteri


BUMN

KEPUTUSAN RUPS

254 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Komposisi dan Pembagian Tugas Dewan Komisaris

Komposisi Dewan Komisaris disesuaikan dengan kompleksitas Perusahaan dengan


tetap memperhatikan efektivitas dalam pengambilan keputusan. Selama Tahun
2015 terdapat perubahan komposisi Dewan Komisaris dan sampai dengan 31
Desember 2015 komposisi anggota Dewan Komisaris Pupuk Indonesia berjumlah
5 (Lima) orang, termasuk Komisaris Utama yang diangkat berdasarkan Akta
Pernyataan Keputusan Pemegang Saham Perusahaan Perseroan (Persero) di luar
Rapat Umum Pemegang Saham No.01 tanggal 7 Mei 2013, yang dibuat di hadapan
Nanda Fauz Iwan SH, M.Kn, Notaris di Jakarta. berdasarkan akta tersebut, Susunan
Anggota Dewan Komisaris Pupuk Indonesia ditetapkan sebagai berikut:

Komposisi Dewan Komisaris Pupuk Indonesia 2016

Nama JABATAN Afiliasi Dasar Pengangkatan

Komisaris Representasi Pemegang Surat Keputusan Pemegang


Bungaran Saragih
Utama Saham Kementerian BUMN Saham No.SK-83/MBU/06/2015
Komisaris Surat Keputusan Pemegang
Megananda Daryono Independen
Independen Saham No.Kep-156/MBU/2011
Representasi Pemegang Surat Keputusan Pemegang
Sukriansyah S. Latief Komisaris
Saham Kementerian BUMN Saham No.SK-83/MBU/06/2015
Komisaris Surat Keputusan Pemegang
Yanuar Rizky Independen
Independen Saham No.SK-83/MBU/06/2015
Representasi Pemegang Surat Keputusan Pemegang
Ony Suprihartono Komisaris
Saham Kementerian BUMN Saham No.SK-70/MBU/03/2016
Representasi Pemegang Surat Keputusan Pemegang
Widharma Raya Dipodiputro Komisaris
Saham Kementerian BUMN Saham No.SK-160/MBU/07/2016

Sesuai Anggaran Dasar PT Pupuk Indonesia (Persero) dan berdasarkan Keputusan


Menteri Negara BUMN masing-masing No. KEP-156/MBU/2011 tanggal 7 Juli 2011,
SK- 238/MBU/2013 tanggal 7 Mei 2013 dan SK-83/MBU/06/2015 tanggal 4 Juni
2015 maka dalam rangka meningkatkan efektifitas fungsi pengawasan yang lebih
baik, disepakati pembagian tugas Dewan Komisaris sesuai Surat Keputusan Dewan
Komisaris No. 06/KEP.KOM/IX/2015 tanggal 1 September 2015 sebagai berikut:

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 255
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Nama JABATAN TUGAS

Komisaris Melakukan koordinasi seluruh pelaksanaan tugas Dewan


Bungaran Saragih
Utama Komisaris.
Ketua Komite Audit
Melakukan pengawasan serta memberikan saran dan
Komisaris
Megananda Daryono rekomendasi konsolidasian PT Pupuk Indonesia (Persero)
Independen
dan terhadap 2 (dua) anak perusahaan yaitu: PT Pupuk
Kalimantan Timur dan PT Pupuk Indonesia Energi
Anggota Komite GCG dan Pemantau Manajemen Risiko
Melakukan pengawasan serta memberikan saran dan
Sukriansyah S. Latief Komisaris rekomendasi konsolidasian PT Pupuk Indonesia (Persero)
dan terhadap 2 (dua) anak perusahaan yaitu: PT Pupuk
Iskandar Muda dan PT Rekayasa Industri.
Anggota Komite GCG dan Pemantau Manajemen Risiko
Melakukan pengawasan serta memberikan saran dan
Komisaris
Yanuar Rizky rekomendasi konsolidasian PT Pupuk Indonesia (Persero)
Independen
dan terhadap 2 (dua) anak perusahaan yaitu: PT
Petrokimia Gresik dan PT Mega Eltra.
Melakukan pengawasan serta memberikan saran dan
rekomendasi konsolidasian Pupuk Indonesia dan terhadap
Ony Suprihartono Komisaris
2 (dua) anak perusahaan yaitu : PT Pupuk Petrokimia Gresik
dan PT Pupuk Indonesia Logistik
Anggota Komite Audit
Melakukan pengawasan serta memberikan saran dan
Widharma Raya Dipodiputro Komisaris rekomendasi konsolidasian PT PI dan terhadap 2 (dua)
anak perusahaan yaitu : PT Pupuk Kujang Cikampek dan
PT Pupuk Indonesia Pangan

Hal tersebut dilakukan agar masing-masing anggota Dewan Komisaris dapat lebih
mendalam mengetahui kinerja dari masing-masing anak perusahaan yang secara
tidak langsung akan mempengaruhi kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) secara
konsolidasi

Tugas Dan Kewajiban Dewan Komisaris

Dalam melaksanakan tugas, Dewan Komisaris Pupuk Indonesia bertanggung jawab


kepada RUPS. Pertanggung jawaban Dewan Komisaris kepada RUPS merupakan
perwujudan akuntabilitas pengawasan atas pengelolaan perusahaan dalam rangka
pelaksanaan prinsip-prinsip GCG.

256 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Kegiatan pengawasan dan pemberian nasihat oleh Dewan Komisaris dilaksanakan


dengan prinsip-prinsip:

Setiap anggota Komisaris wajib menaati seluruh peraturan dan perundang-


undangan yang berlaku serta wajib mentaati setiap aturan yang ada di dalam
Anggaran Dasar perusahaan dan code of conduct serta code of corporate
governance serta keputusan yang telah disepakati bersama. Setiap Anggota
Dewan Komisaris diwajibkan menjadi penegak internal perusahaan.
Setiap pengambilan keputusan atas suatu masalah oleh Dewan Komisaris wajib
mempertimbangkan dengan seksama berbagai aspek yang berkaitan dengan
amanah yang dipercayakan oleh Pemegang Saham, pilihan yang terbaik untuk
kepentingan Perusahaan serta informasi yang memadai sebagai landasan
pengambilan keputusan.
Setiap Anggota Dewan Komisaris harus mampu menggalang kerja sama tim
secara solid dan saling mendukung dalam rangka mencapai visi, misi dan
tujuan usaha, baik jangka pendek maupun jangka panjang, sebagaimana yang
telah ditetapkan dalam RUPS dan Dewan Komisaris.
Dewan Komisaris sebagai Organ Perusahaan bukanlah merupakan suatu
jabatan yang melekat secara individual pada pemegang jabatan tersebut
melainkan merupakan jabatan yang bersifat kolektif, dalam arti bahwa setiap
Komisaris merepresentasikan dirinya sebagai pemegang amanah perusahaan
dalam mengawasi Perusahaan sehingga segala sesuatu tindakan, perlakuan
dan kebijakan sebagai Dewan Komisaris Pupuk Indonesia wajib dikonsultasikan
secara bersama dalam Rapat Komisaris yang diagendakan untuk itu (sesuai
pasal 108 ayat 4 UU No.40 Tahun 2007 tentang Perseroan Terbatas)
Setiap anggota Dewan Komisaris wajib memiliki komitmen dan kesungguhan
di dalam menjalankan tugas dan mempergunakan kewenangan pengawas- an
yang ada padanya sejalan dengan tujuan Perusahaan.
Setiap anggota Dewan Komisaris diwajibkan menjauhi tindakan-tindakan individu
yang dapat merusak hubungan kerja antar sesama anggota, mencampuri tugas
kewenangan Direksi dan memaksakan kehendaknya untuk suatu tujuan yang
bertentangan dengan tujuan Perusahaan.
Setiap anggota Dewan Komisaris harus mampu menjadikan dirinya sebagai suri
tauladan yang baik bagi segenap anggota Direksi dan karyawan, baik dari segi
integritas moral maupun kecakapan teknis dan operasional organisasi.
Di dalam menjalankan peran dan tugasnya sehari- hari, setiap anggota Dewan
Komisaris wajib menghormati hak, tugas dan wewenang Direksi, dan sedapat
mungkin tidak mencampuri atau mengintervensi tugas dan kewenangan di luar
batas kewenangan yang dimilikinya.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 257
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Hak dan Kewajiban Komisaris

Tugas, Kewajiban dan Wewenang Dewan Komisaris dapat digolongkan menjadi


sebagai berikut:
1. Umum
1. Mematuhi ketentuan perundang-undangan dan/atau Anggaran Dasar
2. Memiliki itikad baik, penuh kehati-hatian dan tanggung jawab menjalankan
tugas untuk kepentingan dan usaha perusahaan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang- undangan.
3. Melakukan pengawasan terhadap kebijakan pengurusan perusahaan yang
dilakukan Direksi serta memberi nasihat kepada Direksi termasuk mengenai
Rencana Pengembangan Perusahaan, Rencana Jangka Panjang Perusahaan,
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan, pelaksanaan ketentuan-
ketentuan Anggaran Dasar dan keputusan Pemegang Saham dan peraturan
perundangan yang berlaku.
4. Melakukan tindakan pengurusan perusahaan dalam keadaan tertentu untuk
jangka waktu tertentu.
5. Memantau dan memastikan bahwa praktik GCG telah diterapkan secara efektif
dan berkelanjutan antara lain dengan mengadakan pertemuan berkala antara
Dewan Komisaris dengan Direksi untuk membahas implementasi GCG.
6. Menyusun rencana kerja Dewan Komisaris untuk periode tahun berikutnya.
7. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugas- nya kepada Menteri BUMN.

2. Pengawasan
Pengawasan oleh Dewan Komisaris dilakukan dengan cara:
1. Meminta keterangan secara tertulis kepada Direksi tentang suatu
permasalahan di Perusahaan.
2. Memberikan tanggapan atas laporan berkala dari Direksi.
3. Menugaskan Komite Audit dan Komite GCG & Pemantau Manajemen Risiko
untuk melakukan tugas-tugas pengawasan.

3. Pelaksanaan tugas berkaitan dengan Pemegang Saham


Dalam hubungannya dengan Pemegang Saham, Dewan Komisaris bertugas
dan berkewajiban untuk:
1. Memberikan pendapat dan saran kepada Pemegang Saham mengenai
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan serta perubahannya dan
penambahannya.
2. Mengikuti perkembangan kegiatan Perusahaan, memberikan pendapat
dan saran kepada Pemilik Modal mengenai setiap masalah yang dianggap
penting bagi kepengurusan Perusahaan.

258 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

3. Melaporkan dengan segera kepada Pemegang Saham apabila terjadi gejala


menurunnya kinerja perusahaan dengan disertai saran mengenai langkah
perbaikan yang harus ditempuh.
4. Meneliti dan menelaah serta menandatangani Laporan Tahunan yang
disusun dan disampaikan oleh Direksi.
5. Melakukan tugas-tugas pengawasan lainnya yang ditentukan oleh Pemegang
Saham.
6. Mempertanggungjawabkan pelaksanaan tugasnya kepada Pemegang Saham.
7. Mengajukan calon auditor eksternal kepada Menteri BUMN yang dilengkapi
dengan alasan pencalonan dan besarnya biaya.

4. Pengelolaan Manajemen Risiko


Dewan Komisaris mempunyai kewajiban mengawasi dan memberikan nasihat
kepada Direksi secara berkala mengenai efektivitas penerapan manajemen risiko.

5. Sistem Pengendalian Internal


Dewan Komisaris mempunyai kewajiban untuk mengawasi dan memberikan nasihat
kepada Direksi agar menetapkan sistem pengendalian internal yang efektif.

6. Keterbukaan dan Kerahasiaan Informasi


1. Dewan Komisaris mengawasi agar Direksi mengungkapkan informasi penting
dalam Laporan Tahunan dan Laporan Keuangan Perusahaan kepada
Pemegang Saham dan instansi pemerintah yang terkait sesuai dengan
peraturan perundang-undangan yang berlaku secara tepat waktu, akurat,
jelas dan obyektif.
2. Dewan Komisaris mengawasi agar Direksi mengambil inisiatif untuk
mengungkapkan tidak hanya masalah yang disyaratkan oleh peraturan
perundang-undangan namun juga informasi penting yang diperlukan oleh
Pemangku Kepentingan.
3. Dewan Komisaris mengawasi agar Direksi aktif mengungkapkan pelaksanaan
prinsip-prinsip GCG dan masalah material yang dihadapi.
4. Dewan Komisaris bertanggung jawab untuk menjaga kerahasiaan informasi
Perusahaan. Informasi rahasia yang diperoleh sewaktu menjabat sebagai
Dewan Komisaris harus tetap dirahasiakan sesuai dengan peraturan
perundangan yang berlaku.

7. Etika perusahaan dan anti korupsi. Dewan Komisaris tidak diperkenankan


memberikan atau menawarkan atau menerima sesuatu yang berharga kepada
atau dari setiap pihak yang berkepentingan untuk mempengaruhi atau sebagai
imbalan atas apa yang telah dilakukannya dan tindakan lainnya sesuai peraturan
perundangan yang berlaku.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 259
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Wewenang Dewan Komisaris

Sesuai Anggaran Dasar Perusahaan, wewenang Dewan Komisaris yaitu;


a. Perbuatan-perbuatan Direksi yang harus mendapat persetujuan tertulis Dewan
Komisaris, dan
b. Perbuatan-perbuatan Direksi yang hanya dapat dilakukan oleh Direksi
setelah mendapat persetujuan tertulis dari Dewan Komisaris dan persetujuan
Pemegang saham.

1) Dewan Komisaris Pupuk Indonesia berwenang untuk menyetujui atau


menolak secara tertulis rencana Direksi dalam hal:
Menggunakan aktiva tetap untuk penarikan kredit jangka pendek.
Mengadakan kerja sama lisensi, kontrak manajemen, menyewakan aset,
Kerja Sama Operasi (KSO) dan perjanjian kerja sama lainnya dengan nilai
atau jangka waktu tertentu atau yang ditetapkan oleh Menteri BUMN.
Menerima atau memberikan pinjaman jangka menengah/panjang kecuali
pinjaman yang diberikan kepada Anak Perusahaan dengan ketentuan
pinjaman kepada Anak Perusahaan dilaporkan kepada Dewan Komisaris.
Melepaskan dan menghapuskan aktiva bergerak dengan umur ekonomis
yang lazim berlaku dalam industri pada umumnya sampai dengan 5 (lima)
tahun
Menghapuskan piutang macet dan persediaan barang mati
Menetapkan struktur organisasi sampai dengan 1 (satu) tingkat di bawah
Direksi

2) Memasuki pekarangan, gedung dan kantor yang dipergunakan oleh


Perusahaan dan berhak melihat buku, surat serta dokumen lainnya,
memeriksa kas untuk keperluan verifikasi, memeriksa kekayaan Perusahaan;
meminta penjelasan Direksi dan/atau pejabat lainnya yang menyangkut
persoalan pengelolaan Perusahaan, mengetahui segala kebijakan dan
tindakan yang telah dan akan dijalankan Direksi dan meminta Direksi dan/
atau pejabat lainnya di bawah Direksi dengan sepengetahuan Direksi untuk
menghadiri rapat Dewan Komisaris.

3) Dewan Komisaris dapat memberhentikan anggota Direksi untuk sementara


waktu apabila anggota Direksi bertindak bertentangan dengan Anggaran
Dasar Perusahaan, terdapat indikasi melakukan kerugian Perusahaan,
melalaikan kewajibannya atau terdapat alasan mendesak bagi Perusahaan.

260 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Program Pengenalan Dewan Komisaris

Berdasarkan Code of Corporate Governance yang di tandatangani oleh Dewan


Komisaris dan Direksi pada tanggal 5 November 2012, anggota Dewan Komisaris
baru diharuskan untuk mengikuti program pengenalan Dewan Komisaris.

Kebijakan Dewan Komisaris terkait Program Pengenalan Dewan Komisaris adalah


sebagai berikut:

1. Kepada Anggota Dewan Komisaris yang diangkat untuk pertama kalinya


wajib diberikan Program Pengenalan mengenai Perusahaan.
2. Dewan Komisaris menyampaikan kepada Direksi untuk diadakan program
pengenalan bagi Anggota Dewan Komisaris
3. Tanggung jawab untuk mengadakan Program Pengenalan tersebut berada
pada Sekretaris Perusahaan atau siapapun yang menjalankan fungsi sebagai
Sekretaris Perusahaan

Dalam program pengenalan Dewan Komisaris terdapat materi-materi yang


disampaikan antara lain:

1. Pelaksanaan prinsip-prinsip GCG oleh Perusahaan;


2. Gambaran mengenai Perusahaan berkaitan dengan tujuan, sifat, dan lingkup
kegiatan, kinerja keuangan dan operasi, strategi, rencana usaha jangka
pendek dan jangka panjang, posisi kompetitif, risiko dan masalah-masalah
strategis lainnya;
3. Keterangan berkaitan dengan kewenangan yang didelegasikan, audit internal
dan eksternal, sistem dan kebijakan pengendalian internal, termasuk Komite
Audit;
4. Keterangan mengenai tugas dan tanggung jawab Dewan Komisaris dan
Direksi serta hal-hal yang tidak diperbolehkan.

Program Pengenalan Pupuk Indonesia berupa presentasi, pertemuan, kunjungan


ke Perusahaan dan pengkajian dokumen atau program lainnya yang sesuai dengan
Perusahaan dimana program tersebut dilaksanakan.

Seluruh Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) baik yang baru menjabat
atau pun yang sebelumnya sudah menjabat mengikuti program pengenalan
Dewan Komisaris. Program pengenalan perusahaan dilakukan dilakukan melalui
penyampaian paparan terkait perusahaan dan juga kunjungan kepada seluruh anak
perusahaan.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 261
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Pendalaman Pengetahuan Dewan Komisaris

Program pendalaman pengetahuan merupakan salah satu program penting agar


Dewan Komisaris dapat selalu menambah dan memutakhirkan pengetahuan
(Update Knowledge) tentang perkembangan terkini dari aktivitas bisnis Pupuk
Indonesia dan pengetahuan- pengetahuan lain yang terkait dengan pelaksanaan
tugas Dewan Komisaris.

Untuk memfasilitasi pelaksanaan Update Knowledge tersebut, maka Anggota Dewan


Komisaris perlu untuk mendapatkan pendidikan berkelanjutan, yang dikombinasikan
dalam self-study dan keikutsertaan pada pendidikan khusus, pelatihan, workshop,
seminar yang dapat bermanfaat dalam meningkatkan efektivitas fungsi Dewan
Komisaris. Berikut tabel workshop/ presentasi yang dihadiri oleh Dewan Komisaris
selama tahun 2016:

Program Pelatihan Dewan Komisaris Tahun 2016





Nama Jabatan Periode judul training

30-May-16 IFA - Moscow

Akuntasi & Pelaporan Keuangan (Penerapan PSAK 66,
30-Aug-16
ISAk 16 & ISAK 25
Bungaran Saragih Komisaris Utama
23-Aug-16 Sosialisasi pengisian LHKPN & Gratifikasi
25-Oct-16 IFA Crossroads Asia Pasific Conference, Singapura
3-Nov-16 Forum BUMN 2016
Megananda Daryono Komisaris 24-Feb-16 Peran & Tanggung Jawab serta Kewenangan Komisaris
Achmad Suryana Komisaris 24-Feb-16 Peran & Tanggung Jawab serta Kewenangan Komisaris
24-Feb-16 Peran & Tanggung Jawab serta Kewenangan Komisaris
Sukriansyah S Latief Komisaris 30-May-16 IFA - Moscow
23-Aug-16 Sosialisasi pengisian LHKPN & Gratifikasi
24-Feb-16 Peran & Tanggung Jawab serta Kewenangan Komisaris
30-May-16 IFA - Moscow
Yanuar Rizky Komisaris
23-Aug-16 Sosialisasi pengisian LHKPN & Gratifikasi
25-Oct-16 IFA Crossroads Asia Pasific Conference, Singapura
Ony Suprihartono Komisaris 25-Nov-16 IFA Strategic Forum Dubai

262 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Selain itu, untuk menunjang pelaksanaan tugasnya, selama tahun 2016 anggota
Dewan Komisaris mengadakan kunjungan kerja ke Anak Perusahaan sebagai salah
satu bentuk progam peningkatan kompetensi sekaligus untuk mengetahui kendala
dalam proses bisnis dan operasi Perusahaan.

Rekomendasi Dewan Komisaris Tahun 2016

Seluruh keputusan hasil Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi yang tertuang
dalam Notulen Rapat dimonitor tindak lanjut penyelesaiannya pada setiap Rapat
berikutnya. Selama tahun 2016, Dewan Komisaris Pupuk Indonesia telah memberikan
berbagai rekomendasi yang perlu menjadi perhatian Direksi antara lain:

1) Surat Nomor: 04/KOM-I/2016 tanggal 29 Januari 2016 tentang Tanggapan dan


Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d. bulan
Desember Tahun 2015
2) Surat Nomor: 05/KOM-II/2016 tanggal 16 Februari 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris atas informasi yang berkelanjutan dalam kegiatan
pemeriksaan Laporan Keuangan PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun Buku
2015 oleh KAP PWC
3) Surat Nomor: 06/KOM-II/2016 tanggal 29 Februari 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
bulan Januari Tahun 2016
4) Surat Nomor: 07/KOM-II/2016 tanggal 29 Februari 2016 tentang Tanggapan
Dewan Komisaris atas Perjanjian Lisensi Merek
5) Surat Nomor: 09/KOM-III/2016 tanggal 8 Maret 2016 tentang Tanggapan
Dewan Komisaris atas Pemberian Jaminan Pinjaman PT Sang Hyang Seri
(Persero)/PT SHS
6) Surat Nomor: 12/KOM-III/2016 tanggal 14 Maret 2016 tentang Tanggapan dan
Saran Dewan Komisaris atas Tindak lanjut penggunaan dana Obligasi
7) Surat Nomor: 14/KOM-III/2016 tanggal 29 Maret 2016 tentang Tanggapan dan
Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d. bulan
Februari Tahun 2016
8) Surat Nomor: 16/KOM-IV/2016 tanggal 15 April 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris terkait Perubahan Anggaran Dasar PT Pupuk
Indonesia (Persero)
9) Surat Nomor: 17/KOM-IV/2016 tanggal 27 April 2016 tentang Tanggapan dan
Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d. bulan
Maret Tahun 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 263
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

10) Surat Nomor: 21/KOM-V/2016 tanggal 10 Mei 2016 tentang Tanggapan dan
Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun Buku
2015 (Audited)
11) Surat Nomor: 23/KOM-V/2016 tanggal 27 Mei 2016 tentang Usulan Penetapan
Kantor Akuntan Publik dalam rangka Audit Laporan Keuangan Konsolidasian
Tahun Buku 2016
12) Surat Nomor: 24/KOM-V/2016 tanggal 27 Mei 2016 tentang Tanggapan dan
Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d. bulan
April Tahun 2016
13) Surat Nomor: 26/KOM-VI/2016 tanggal 10 Juni 2016 tentang Usulan
Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun
2016 dan Usulan Penetapan Tantiem Kinerja Usaha Tahun Buku 2015
14) Surat Nomor: 29/KOM-VI/2016 tanggal 29 Juni 2016 tentang Tanggapan dan
Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d. bulan
Mei Tahun 2016
15) Surat Nomor: 30/KOM-VII/2016 tanggal 11 Juli 2016 tentang Jawaban Dewan
Komisaris atas Usulan Direksi tentang Penerimaan Fasilitas Perbankan Jangka
Menengah
16) Surat Nomor: 32/KOM-VIII/2016 tanggal 1 Agustus 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
Semester I Tahun 2016
17) Surat Nomor: 33/KOM-VIII/2016 tanggal 8 Agustus 2016 tentang Jawaban
Dewan Komisaris atas Usulan Direksi tentang Permohonan Rekomendasi
Tertulis Pembangunan Gedung PI
18) Surat Nomor: 34/KOM-VIII/2016 tanggal 8 Agustus 2016 tentang Laporan
Pelaksanaan Tugas Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
Semester I Tahun 2016
19) Surat Nomor: 35/KOM-VIII/2016 tanggal 15 Agustus 2016 tentang Jawaban
Dewan Komisaris atas Usulan Direksi tentang Permohonan Tanggapan dan
Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Revisi Tahun
2016 PT Pupuk Indonesia (Persero)
20) Surat Nomor: 37/KOM-VIII/2016 tanggal 30 Agustus 2016 tentang Jawaban
Dewan Komisaris atas Usulan Direksi tentang Permohonan Tanggapan dan
Persetujuan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) Revisi Tahun
2016 PT Pupuk Indonesia (Persero)
21) Surat Nomor: 38/KOM-IX/2016 tanggal 15 September 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
bulan Juli Tahun 2016
22) Surat Nomor: 39/KOM-IX/2016 tanggal 15 September 2016 tentang Tanggapan
Dewan Komisaris atas Usulan Perubahan Rencana Kerja dan Anggaran
Perusahaan (RKAP) Tahun 2016 PT Pupuk Indonesia (Persero)

264 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

23) Surat Nomor: 46/KOM-X/2016 tanggal 24 Oktober 2016 tentang Tanggapan


dan Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
bulan September Tahun 2016
24) Surat Nomor: 48/KOM-X/2016 tanggal 31 Oktober 2016 tentang Catatan
Dewan Komisaris dalam rangka penandatangan Lembar Pengesahan RKAP
Tahun 2017 PT Pupuk Indonesia (Persero)
25) Surat Nomor: 53/KOM-XI/2016 tanggal 15 November 2016 tentang Jawaban Dewan
Komisaris atas Permohonan Rekomendasi Tertulis Pembangunan Gedung PI
26) Surat Nomor: 55/KOM-XI/2016 tanggal 24 November 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
Triwulan III Tahun 2016
27) Surat Nomor: 61/KOM-XII/2016 tanggal 16 Desember 2016 tentang
Tanggapan, Pendapat dan Saran Dewan Komisaris atas Usulan Rencana Kerja
dan Anggaran Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2017 serta
Usulan Indikator Aspek Operasional Tahun 2017
28) Surat Nomor: 62/KOM-XII/2016 tanggal 19 Desember 2016 tentang Tanggapan
dan Saran Dewan Komisaris atas Kinerja PT Pupuk Indonesia (Persero) s.d.
bulan Oktober Tahun 2016
29) Surat Nomor: 63/KOM-XII/2016 tanggal 29 Desember 2016 tentang
Rekomendasi Dewan Komisaris atas Penambahan Setoran Modal PT Pupuk
Indonesia (Persero) kepada PT Pupuk Indonesia Energi

Program Kerja dan Anggaran


Program Kerja Dewan Komisaris Pupuk Indonesia pada tahun 2016 dapat diuraikan
sebagai berikut:

a. Materi Pengawasan
Program Kerja Pengawasan Tahunan (PKPT) Dewan Komisaris tahun 2016
selain berdasarkan aturan perundangan yang berlaku sebagaimana telah
diuraikan diatas, juga secara khusus mengacu kepada sasaran korporasi, strategi
perusahaan, strategi bisnis, dan kebijakan perusahaan yang disajikan dalam
Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan Tahun 2016.

Dewan Komisaris dalam melakukan pengawasan pada hakekatnya adalah


melaksanakan amanat pemegang saham untuk mengawasi dan mengarahkan
pelaksanaan dan kebijakan Direksi dalam pelaksanaan Rencana Jangka Panjang
Perusahaan, Rencana Kerja dan Anggaran Perseroan, ketentuan Anggaran Dasar
dan keputusan Rapat Umum Pemegang Saham serta peraturan perundangan
yang berlaku, untuk kepentingan Perseroan dan sesuai dengan maksud dan
tujuan perseroan.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 265
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

b. Bidang Pengawasan
Untuk mewujudkan visi dan misi perusahaan serta sasaran umum yang
didasarkan kepada asumsi yang ditetapkan oleh Pemegang Saham, maka sektor
pengawasan yang dilakukan Dewan Komisaris meliputi :
a. Pengawasan di Bidang Keuangan dan Program Kemitraan dan Bina Lingkungan
1) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap posisi piutang perusahaan,
baik untuk PT Pupuk Indonesia (Persero) sendiri maupun untuk anak-
anak perusahaan.
2) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap biaya-biaya yang akan
dikeluarkan perusahaan yang berpotensi timbulnya ketidakefisienan
dalam penggunaan anggaran perusahaan.
3) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap cash flow perusahaan
dalam rangka mengawasi dan menjaga tingkat likuiditas perusahaan.
4) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sumber-sumber
pembiayaan perusahaan yang akan digunakan dalam membiayai rencana
investasi dan pengembangan/proyek-proyek dilingkungan perusahaan.
5) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap posisi utang perusahaan
dalam rangka mengurangi beban utang perusahaan.
6) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sumber-sumber
pendapatan perusahaan.
7) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap penerapan kebijakan
akuntansi perusahaan.
8) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap PKBL
9) Melakukan pengawasan atas kondisi umum kesehatan anak perurahaan
yang mempunyai kinerja keuangan belum baik dan anak perusahaan
dengan core bisnis non-pupuk.

b. Pengawasan di Bidang Produksi dan Teknik


1) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap produksi dan stock pupuk
di lapangan dalam rangka menjaga ketersediaan pupuk.
2) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap tingkat produksi pupuk
urea di pabrik dalam rangka komoditas supply pupuk.
3) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap rencana produksi bulanan
untuk pupuk urea dan amoniak.
4) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap efisiensi pemakaian bahan
baku gas bumi.
5) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap kebutuhan gas bumi untuk
produksi amoniak dan pupuk urea.
6) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap biaya produksi untuk amoniak
dan urea dalam rangka meningkatkan produktivitas di bidang produksi.
7) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sinkronisasi jadwal Turn

266 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Arround (TA) dan kualitas pelaksanaan TA Pabrik.


8) Melakukan penelaahan dan evaluasi atas kinerja bidang produksi dan
teknis pada anak anak perusahaan non pupuk.

c. Pengawasan di Bidang Investasi dan SDM


1) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap rencana investasi dan
pengembangan perusahaan.
2) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sinkronisasi rencana
investasi dan pengembangan antar anak perusahaan.
3) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap terjadinya gangguan pabrik
pupuk serta sarana produksi non pupuk dan shutdown pabrik di lapangan.
4) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap kebijakan pengadaan
perusahaan.
5) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap tenaga ahli di bidang
keteknikan.
6) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap efektivitas struktur
organisasi perusahaan.
7) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sistem remunerasi pegawai
di lingkungan perusahaan.
8) Melakukan telaahan/kajian atas usulan remunerasi yang disampaikan
Direksi kepada Pemegang Saham.
9) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sistem pembinaan dan
peningkatan kemampuan sumber daya manusia.

d. Pengawasan di Bidang Pemasaran


1) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sistem penyaluran pupuk
di lapangan.
2) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap pemasaran pupuk
bersubsidi dan non subsidi di lapangan.
3) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap posisi stock pupuk di
lapangan.
4) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap pengadaan pupuk non
urea di lapangan.
5) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap kebijakan pemasaran yang
diambil Direksi baik pemasaran dalam negeri maupun luar negeri.
6) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap timbulnya kelangkaan
pupuk di lapangan.
7) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap pelaksanaan program GP3K.
8) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap kebijakan dan pelaksanaan
pemasaran produk non pupuk dan jasa yang dihasilkan anak-anak
petusahaan.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 267
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

e. Pengawasan di Bidang Hukum, Hubungan Kerjasama dan GCG


1) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap permasalahan hukum
yang dihadapi perusahaan.
2) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap konsep perjanjian kerja
sama perusahaan dengan pihak ketiga.
3) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap sistem dan prosedur yang
berlaku di perusahaan.
4) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap praktek-praktek
pelaksanaan prinsip-prinsip GCG di lingkungan perusahaan.
5) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap program manajemen
risiko perusahaan.
6) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap pelaksanaan IT yang
terintegrasi di lingkungan perusahaan.
7) Melakukan penelaahan dan evaluasi terhadap kepatuhan Direksi terhadap
peraturan, perundang-undangan dan perjanjian dengan pihak ketiga.

Pengawasan Atas Pengelolaan Keuangan dan Akuntansi


Dalam melakukan pengawasan atas pengelolaan keuangan dan akuntansi setiap
Dewan Komisaris berkewajiban melakukan review atas laporan keuang- an
bulanan yang diterbitkan oleh Direksi, dan atau meminta bantuan Komite Audit
untuk me-review dan membuat catatan atau masukan atas laporan keuangan
bulanan tersebut. Setelah laporan keuangan direview dan adanya masukan dari
Komite Audit, Dewan Komisaris dapat mengusulkan rapat gabungan antara Dewan
Komisaris dan Direksi. Dalam rapat gabungan tersebut bila ada hal-hal yang sangat
perlu atau kritis yang dijumpai dalam laporan keuangan bulanan.

Rencana dan Target Kegiatan Dewan Komisaris Tahun


2016

Rencana dan target kegiatan Dewan Komisaris tahun 2016 sesuai dengan materi
pengawasan yang telah diuraikan di atas sebagai berikut:
Rapat Internal Dewan Komisaris.
Rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi.
Rapat bersama dengan Kementerian BUMN/ Pemegang Saham.
Penugasan kepada Komite Audit.
Penugasan kepada Komite GCG dan Pemantau Manajemen Risiko.
Saraseshan Dewan Komisaris PT Pupuk Indonesia (Persero) dan Dewan
Komsiaris Anak Perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero);
Perjalanan Dinas Dalam Negeri.

268 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Perjalanan Dinas Luar Negeri.


Pendidikan dan Pelatihan Dewan Komisaris.
Ikut serta dalam program Dukungan Peningkatan Image Peruashaan kepada
Pelanggan.
Program Seleksi Kandidat Calon Direksi Perseroan.

Mekanisme Kerja Dewan Komisaris 2016

Dewan Komisaris Pupuk Indonesia dalam melakukan pengawasannya telah memiliki


mekanisme kerja sebagaimana keputusan rapat internal Dewan Komisaris tanggal
9 Mei 2012 yaitu:

1. Penandatanganan surat-surat Dewan Komisaris:


a. Surat-surat yang bersifat penting, strategis maka ditandatangani oleh
seluruh Dewan Komisaris
b. Surat-surat yang sifatnya umum cukup ditandatangani oleh Komisaris
Utama

2. Pelaksanaan Rapat Dewan Komisaris


a. Rapat gabungan antara Dewan Komisaris dan Direksi diadakan paling
sedikit setiap 1 (satu) bulan sekali, sedangkan untuk rapat internal
disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi tertentu.
b. Undangan rapat ditandatangani oleh Komisaris Utama, namun dalam
kondisi tertentu Komisaris Utama dapat memberikan perintah kepada
Sekretaris Dewan Komisaris.

3. Alur surat masuk kepada Dewan Komisaris, dilakukan pencatatan


oleh Sekretaris Dewan Komisaris.

Pedoman Kerja Dewan Komisaris

Pengesahan Dewan Komisaris dan Direksi untuk Pedoman Kerja Dewan


Komisaris
Pedoman ini merupakan panduan bagi Dewan Komisaris dalam menjalankan fungsi
dan peran jabatannya sebagai pengemban amanah perusahaan sesuai ketentuan
peraturan perundang-undangan yang berlaku. Dalam melaksanakan fungsi dan

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 269
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

peran pengawasan dan kepenasihatan, Dewan Komisaris Pupuk Indonesia telah


dilengkapi Pedoman Kerja yang disebut dengan Board Manual yang ditanda tangani
pada tanggal 5 November 2012 oleh Dewan Komisaris dan Direksi Pupuk Indonesia.

Board Manual merupakan dokumen yang menjelaskan secara garis besar hak,
kewajiban, tugas dan wewenang Dewan Komisaris dan Direksi sebagai organ utama
Perusahaan serta proses hubungan dan fungsi antara kedua organ tersebut. Board
Manual disusun berdasarkan prinsip-prinsip hukum korporasi, ketentuan Anggaran
Dasar, peraturan dan ketentuan perundang-undangan yang berlaku, arahan
Pemegang Saham serta praktik-praktik terbaik (best practices) Good Corporate
Governance. Pengaturan dari Board Manual terkait Dewan Komisaris terdapat dalam
Bab II tentang Dewan Komisaris yang mengatur sebagai berikut :

Tugas, wewenang dan etika jabatan.


Hak dan Kewajiban Dewan Komisaris.
Pengawasan atas pengelolaan keuangan dan akuntansi.
Rapat Dewan Komisaris dan mekanisme pengambilan keputusan.
Hubungan kerja dengan Direksi.
Sekretaris Dewan Komisaris.
Komite-komite.

Hubungan Kerja Dengan Direksi 2016

Setiap hubungan kerja Dewan Komisaris dengan Direksi atau dengan masing-
masing organ Perusahaan dalam menjalankan tugas dan tanggung jawab masing-
masing dalam pengelolaan Perusahaan merupakan hubungan yang bersifat
formal yaitu dilandasi oleh suatu mekanisme atau korespondensi yang dapat
dipertanggungjawabkan.

Selain yang bersifat formal, hubungan yang bersifat informal dapat saja dilakukan
oleh masing-masing anggota Dewan Komisaris dan Direksi, namun tidak dapat
dipakai sebagai kebijakan formal sebelum melalui mekanisme atau korespondensi
yang dapat dipertanggungjawabkan. Setiap anggota Dewan Komisaris Pupuk
Indonesia senantiasa menghormati fungsi dan peranan Direksi dalam mengelola
Perusahaan sebagaimana telah diatur dalam Anggaran Dasar Perusahaan.

Berbagai hal yang menyangkut hubungan kerja sehari- hari antara Dewan Komisaris
dengan Direksi, yang belum diatur oleh peraturan dan perundangan yang berlaku
serta Anggaran Dasar Perusahaan, dokumen ini, Code of corporate governance dan

270 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Code of conduct, akan diatur kemudian sesuai kesepakatan bersama antara Dewan
Komisaris dan Direksi.

Sekretaris Perusahaan Pupuk Indonesia memberikan pembekalan (program


orientasi dan pelatihan) tentang aktivitas usaha kepada anggota Dewan Komisaris
yang baru diangkat sebagai Komisaris Perusahaan, baik secara sendiri-sendiri
maupun secara kelembagaan dapat memperoleh akses informasi berkenaan
dengan pengelolaan Perusahaan termasuk dan tidak terbatas kepada informasi
di Anak Perusahaan, sepanjang akses terhadap informasi tersebut diminta secara
tertulis berupa:

a. Dalam hal permintaan informasi oleh Dewan Komisaris tersebut menyangkut


pengelolaan Anak Perusahaan maka permintaan tersebut disalurkan melalui
kewenangan Direktur Utama sebagai yang mewakili Pemegang Saham pada
Anak Perusahaan.
b. Keputusan rapat, kesepakatan dan risalah rapat koordinasi antara Dewan
Komisaris dan Direksi merupakan suatu keputusan atau kesepakatan yang
mengikat bagi segenap anggota rapat.
c. Dewan Komisaris mengadakan rapat dengan Direksi paling sedikit setiap
sebulan sekali untuk membahas berbagai masalah yang menyangkut
pengelolaan Perusahaan dimana Komisaris Utama berperan sebagai
pimpinan rapat.
d. Dalam hal Komisaris Utama berhalangan hadir maka yang bersangkutan
dapat menunjuk anggota Dewan Komisaris lainnya sebagai orang yang
mewakilinya.

Independensi Dewan Komisaris

Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk menciptakan iklim yang


lebih objektif dan independen, dan juga untuk menjaga "fairness" serta mampu
memberikan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham mayoritas
dan perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham minoritas termasuk
pemegang saham publik dan pemangku kepentingan lainnya. Komisaris Independen
Pupuk Indonesia senantiasa melepaskan diri dari benturan kepentingan (conflict
of interest) serta bertindak Independen, dalam arti tidak mempunyai benturan
kepentingan yang dapat mengganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas
secara mandiri dan kritis, baik dalam hubungan satu sama lain maupun hubungan
terhadap Direksi.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 271
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Dalam SK pengangkatan tidak ditunjuk secara langsung posisi Dewan Komisaris


independen, namun demikian terdapat 2 (dua) anggota Dewan Komisaris yang
memenuhi kriteria Komisaris Independen yaitu:
1. Sdr. Megananda Daryono; dan
2. Sdr. Yanuar Rizky.

Rapat Dewan Komisaris

Dewan Komisaris mengadakan rapat paling sedikitnya setiap 1 (satu) bulan sekali atau
sesuai kebutuhan Perusahaan. Setiap rapat Dewan Komisaris, kecuali ditentukan
lain, harus dihadiri oleh Sekretaris Dewan Komisaris. Dalam hal Sekretaris Dewan
Komisaris berhalangan hadir, Komisaris Utama dapat menunjuk salah satu bawahan
Sekretaris Komisaris atau perorangan lainnya yang dianggap memadai, untuk hadir
dalam rapat Dewan Komisaris. Sekretaris Komisaris atau perorangan yang ditunjuk
oleh Dewan Komisaris Utama tersebut bertanggung jawab atas pembuatan,
pengadministrasian dan pendistribusian risalah rapat Dewan Komisaris.

Keputusan Rapat Dewan Komisaris diambil berdasarkan musyawarah untuk


mufakat. Dalam hal keputusan musyawarah mufakat tidak tercapai maka keputusan
diambil berdasarkan pemungutan suara setuju terbanyak. Dewan Komisaris dapat
juga mengambil keputusan yang sah dan mengikat tanpa mengadakan Rapat.
Jika karena satu dan lain hal musyawarah untuk mencapai mufakat tidak dapat
dilaksanakan maka keputusan diambil dengan suara terbanyak dengan prosedur
pemungutan suara sebagai berikut:

Sebelum pengambilan suara dilaksanakan Komisaris Utama atau pimpinan


rapat terlebih dahulu harus memastikan bahwa jumlah anggota Dewan
Komisaris yang hadir telah memenuhi quorum sebagaimana diatur dalam
Anggaran Dasar bahwa Rapat Dewan Komisaris adalah sah dan berhak
mengambil keputusan yang mengikat, apabila dihadiri oleh lebih dari satu
per dua jumlah anggota Dewan Komisaris.
Komisaris Utama atau pimpinan rapat terlebih dahulu membuat penjelasan
baik secara lisan maupun tertulis tentang agenda atau masalah yang akan
diputuskan melalui pengambilan suara. Penjelasan dimaksud harus
diupayakan sejelas mungkin sedemikan rupa sehingga tidak mengandung
penafsiran yang berbeda dan sedapat mungkin diarahkan untuk mengambil
sikap setuju atau tidak setuju dari para anggota Dewan Komisaris.
Komisaris Utama yaitu pimpinan rapat selanjutnya dapat menawarkan saran atau
koreksi bahkan tambahan atas penjelasan Komisaris Utama (pimpinan rapat).

272 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Pemungutan suara dilaksanakan secara terbuka terkecuali dinyatakan lain


oleh Rapat Dewan Komisaris.

Rapat Dewan Komisaris terdiri dari rapat internal dan rapat dengan mengundang
Direksi untuk membahas berbagai aspek operasional dan pengelolaan finansial
Pupuk Indonesia. Selama tahun 2016, Dewan Komisaris melaksanakan rapat
internal sebanyak 23 (dua puluh tiga) kali. Jumlah kehadiran para Anggota Dewan
Komisaris dalam Rapat Dewan Komisaris pada tahun 2016 adalah sebagai berikut:

Rapat Dewan Komisaris

Jumlah Rapat Dewan


Nama Kehadiran Persentase
Komisaris (23 kali)
Bungaran Saragih 23 22 96%
Achmad Suryana* 23 13 57%
Megananda Daryono 23 20 87%
Sukriansyah S. Latief 23 15 65%
Yanuar Rizky 23 23 100%
Ony Suprihartono** 23 8 35%
Widharma Raya Dipodiputro*** 23 6 26%

Keterangan:
*) Menjabat hingga Juli 2016
**) Menjabat sejak bulan April 2016

***) Menjabat dari bulan Agustus 2016

Agenda Rapat Dewan Komisaris Tahun 2016

TANGGAL RAPAT Agenda Rapat Internal Dewan Komisaris

18 Januari 2016 1. Diskusi Dewan Komisaris terkait materi Direksi tentang:


a. Antisipasi perubahan kebijakan subsidi pupuk;
b. Pengendalian unscheduled shutdown.
2. Diskusi Dewan Komisaris terkait TOR:
a. Pengembangan Unit Riset di PIHC;
b. Perubahan kebijakan subsidi pupuk;
c. Pengembangan SDM PIHC.
28 Januari 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Januari 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan Tahun 2015 audited;
3. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Januari 2016;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain
29 Februari 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Januari 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan Tahun 2015 audited;
3. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Januari 2016;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 273
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Agenda Rapat Dewan Komisaris Tahun 2016

TANGGAL RAPAT Agenda Rapat Internal Dewan Komisaris

04 Maret 2016 Tindaklanjut hasil rapat Dewan Komisaris yang menyertakan Direksi tanggal 29 Februari 2016
14 Maret 2016 Pembahasan Rencana Perubahan Anggaran PT Pupuk Indonesia (Persero).
29 Maret 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Februari 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan Tahun 2015 audited;
3. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Februari 2016;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain
15 April 2016 1. Persiapan pelaksanaan Rapat Kerja Grup PT Pupuk Indonesia
2. Pembahasan terkait Komite Dewan Komisaris
26 April 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Maret 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Maret 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
04 Mei 2016 1. Wawancara Calon Anggota Komite Audit PT Pupuk Indonesia (Persero)
2. Pembahasan Hasil Wawancara
3. Lain-lain
26 Mei 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan April 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. April 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
10 Juni 2016 Pembahasan usulan Direksi terkait Remunerasi Direksi dan Dewan Komisaris Tahun 2016.
14 Juni 2016 1. Pembahasan laporan pelaksanaan tugas Dewan Komisaris s.d. Triwulan I Tahun 2016
2. Lain-lain
23 Juni 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Mei 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Mei 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Juni 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Juni 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
25 Juli 2016
4. Pembahasan laporan hasil telaahan Komite Dewan Komisaris terkait rencana
Pembangunan Gedung PI
5. Lain-lain
12 Agustus 2016 Diskusi Internal Dewan Komisaris
1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Juli 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Juli 2016;
29 Agustus 2016
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Agustus 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Agustus 2016;
23 September 2016 3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Pembahasan Aspirasi Pemegang Saham untuk Persiapan Penyusunan RKAP 2017
5. Lain-lain
1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan September 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. September 2016;
31 Oktober 2016 3. Pembahasan RKAP PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2017;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain
1. Tindaklanjut pertemuan Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham
15 November 2016
2. Lain-lain
1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan Oktober 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Oktober 2016;
3. Penyampaian hasil review Komite Dewan Komisaris atas LHP BPK pada anak perusahaan
29 November 2016
PT Pupuk Indonesia (Persero)
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain

274 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Agenda Rapat Dewan Komisaris Tahun 2016

TANGGAL RAPAT Agenda Rapat Internal Dewan Komisaris

1. Pembahasan Usulan Perubahan Blue Print PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2016-2030
21 November 2016
2. Lain-lain
1. Pembahasan RKAP PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2017;
16 November 2016
2. Lain-lain
1. Tindaklanjut hasil rapat internal bulan November 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. November 2016;
22 Desember 2016
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain

Rapat Gabungan Dewan Komisaris Dan Direksi

Adapun agenda dan tingkat kehadiran anggota Dewan Komisaris dan Direksi dalam
Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi selama tahun 2016.

Rapat Gabungan Dewan Komisaris Dan Direksi

Jumlah Rapat Gabungan


Nama Kehadiran Persentase
(15 kali)
Dewan Komisaris
Bungaran Saragih 15 14 93%
Achmad Suryana* 15 9 60%
Megananda Daryono 15 13 87%
Sukriansyah S. Latief 15 12 80%
Yanuar Rizky 15 15 100%
Ony Suprihartono** 15 5 33%

Widharma Raya Dipodiputro*** 15 2 13%


Direksi
Aas Asikin Idat 15 11 73%
Koeshartono 15 13 87%
Achmad Tossin Sutawikara 15 12 80%
M. Djohan Safri 15 13 87%
Gusrizal 15 13 87%
Indarto Pamoengkas 15 13 87%

Keterangan:
*) Menjabat hingga Juli 2016
**) Menjabat sejak bulan April 2016
***) Menjabat dari bulan Agustus 2016

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 275
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Agenda Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2016

TANGGAL RAPAT Agenda Rapat

19 Januari 2016 1. Diskusi Dewan Komisaris terkait materi Direksi tentang:


a. Antisipasi perubahan kebijakan subsidi pupuk;
b. Pengendalian unscheduled shutdown.
2. Diskusi Dewan Komisaris terkait TOR:
a. Pengembangan Unit Riset di PIHC;
b. Perubahan kebijakan subsidi pupuk;
c. Pengembangan SDM PIHC
29 Januari 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Desember 2015;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Desember 2015;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
29 Februari 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Januari 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan Tahun 2015 audited;
3. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Januari 2016;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain
08 Maret 2016 Pembahasan Surat Direksi Nomor: U-0394/A00000.UM/2016 tanggal 2 Maret 2016 perihal
Permohonan Tanggapan dan Arahan atas Pemberian Jaminan Pinjaman PT Sang Hyang Seri
(Persero)
21 Maret 2016 Pembahasan Rencana Perubahan Anggaran PT Pupuk Indonesia (Persero)
29 Maret 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Februari 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan Tahun 2015 audited;
3. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Februari 2016;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain
27 April 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Maret 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Maret 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
26 Mei 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan April 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. April 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
28 Juni 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Mei 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Mei 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
25 Juli 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Juni 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Juni 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
30 Agustus 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Juli 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Juli 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
27 September 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Agustus 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Agustus 2016;
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Pembahasan Aspirasi Pemegang Saham untuk Persiapan Penyusunan RKAP 2017
5. Lain-lain
31 Oktober 2016 1. Tindaklanjut hasil rapat bulan September 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. September 2016;
3. Pembahasan RKAP PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2017;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain

276 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Agenda Rapat Gabungan Dewan Komisaris dan Direksi Tahun 2016

TANGGAL RAPAT Agenda Rapat

1. Tindaklanjut hasil rapat bulan Oktober 2016;


2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. Oktober 2016;
30 November 2016
3. Pembahasan isu-isu strategis;
4. Lain-lain
1. Tindaklanjut hasil rapat bulan November 2016;
2. Pembahasan kinerja Perusahaan s.d. November 2016;
23 Desember 2016 3. Pembahasan RKAP PT Pupuk Indonesia (Persero) Tahun 2017;
4. Pembahasan isu-isu strategis;
5. Lain-lain

Keputusan yang diambil dalam rapat Dewan Komisaris telah dicatat dan
didokumentasikan dengan baik dalam risalah rapat Dewan Komisaris. Risalah
rapat ditandatangani oleh ketua rapat dan didistribusikan kepada semua anggota
Dewan Komisaris yang menghadiri rapat maupun tidak. Perbedaan pendapat
(disenting opinion) yang terjadi dalam rapat akan dicantumkan dalam risalah rapat
disertai alasan mengenai perbedaan pendapat. Apabila Anggota Dewan Komisaris
berhalangan hadir maka anggota Dewan Komisaris memberitahukan secara tertulis
kepada Komisaris Utama atau anggota Dewan Komisaris yang menandatangani
rapat, selanjutnya yang bersangkutan dapat mewakilkan kehadirannya kepada
pihak lain sesuai dengan ketentuan Anggaran Dasar.

Keputusan-Keputusan Dewan Komisaris Tahun 2016

Dewan Komisaris Pupuk Indonesia berupaya untuk senantiasa memberikan


keputusan dalam kegiatan pengawasan dan penasehatan yang efektif dan sesuai
tata kelola yang baik guna mendorong peningkatan kinerja Perusahaan. Selama
tahun 2016, Dewan Komisaris telah mengeluarkan berbagai keputusan baik dalam
bentuk persetujuan maupun rekomendasi sebagai berikut:

Keberagaman Komposisi Dewan Komisaris


Pemegang Saham dalam menetapkan komposisi Dewan Komisaris sudah
memperhatikan unsur keberagaman, baik dari sisi pendidikan, pengalaman kerja,
usia dan jenis kelamin. Penetapan komposisi ini juga memperhatikan kebutuhan
Perusahaan.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 277
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Seluruh anggota Dewan Komisaris memiliki integritas, kompetensi dan reputasi


keuangan yang baik. Hal tersebut dibuktikan Penilaian Kemampuan dan Kepatutan
(Fit and Proper Test) bagi anggota Dewan Komisaris.

Unsur
Keterangan
Keberagaman
Dari 5 (lima) anggota Dewan Komisaris, Pupuk Indonesia memiliki 2 (dua) orang Komisaris
Independensi
independen
Jenjang pendidikan anggota Dewan Komisaris beragam, mulai dari sarjana, Magister dan
Keahlian/Pendidikan Doktoral dengan kompetensi bidang antara lain meliputi Ekonomi, Manajemen Keuangan,
Manajemen Bisnis dan akuntansi dan hukum serta Ekonomi Pertanian.
Keberagaman pengalaman kerja anggota Dewan Komisaris antara lain yaitu berasal dari
Pengalaman Kerja
professional pada berbagai bidang usaha.
Usia anggota Dewan Komisaris beragam pada kisaran usia yang produktif berkisar mulai dari
Usia
usia 42 hingga 70 tahun.

Komposisi Dewan Komisaris sebagaimana diatur dalam Board Manual Pupuk


Indonesia adalah berjumlah paling sedikit terdiri dari 3 (tiga) orang, seorang
diantaranya diangkat sebagai Komisaris Utama. Saat ini Perusahaan memiliki 5 orang
Komisaris yang terdiri dari Komisaris Utama, Komisaris Anggota, dan Komisaris
Independen.

278 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Komisaris Independen

Komisaris Independen merupakan Anggota Dewan Komisaris yang berasal dari luar
Perusahaan (tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Perusahaan) yang dipilih secara
transparan dan independen, memiliki integritas dan kompetensi yang memadai,
bebas dari pengaruh yang berhubungan dengan kepentingan pribadi atau pihak
lain, serta dapat bertindak secara objektif dan independen dengan berpedoman
pada prinsip-prinsip GCG.

Keberadaan Komisaris Independen dimaksudkan untuk menciptakan iklim yang


lebih objektif dan independen, dan juga untuk menjaga "fairness" serta mampu
memberikan keseimbangan antara kepentingan pemegang saham mayoritas
dan perlindungan terhadap kepentingan pemegang saham minoritas termasuk
pemegang saham publik dan pemangku kepentingan lainnya. Komisaris Independen
PI senantiasa melepaskan diri dari benturan kepentingan (conflict of interest) serta
bertindak Independen, dalam arti tidak mempunyai benturan kepentingan yang
dapat mengganggu kemampuannya untuk melaksanakan tugas secara mandiri dan
kritis, baik dalam hubungan satu sama lain maupun hubungan terhadap Direksi.

Sesuai dengan Surat Keputusan Menteri Badan Usaha Milik Negara Nomor: SK-
83/MBU/06/2015 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Anggota-Anggota
Dewan Komisaris serta Pengukuhan Komisaris Independen Perusahaan Perseroan
(Persero) PT Pupuk Indonesia, terdapat 2 (dua) anggota Dewan Komisaris yang
menjadi Komisaris Independen yaitu:

1. Megananda Daryono; dan


2. Yanuar Rizky.

Kriteria Komisaris Independen

Kriteria Komisaris Independen telah sesuai dengan defininisi POJK No. 33/
POJK.04/2014 tanggal 18 Desember 2014 tentang Direksi dan Dewan Komisaris
Emiten atau Perusahaan Publik pasal 21, sebagai berikut:

Bukan merupakan orang yang bekerja atau mempunyai tanggung jawab


untuk merencanakan, memimpin, mengendalikan, atau mengawasi kegiatan
perseroan dalam waktu 6 (enam) bulan terakhir.

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 279
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Tidak mempunyai saham baik langsung maupun tidak langsung pada


perseroan
Tidak mempunyai hubungan Afiliasi dengan perseroan anggota Dewan
Komisaris, anggota Direksi, atau Pemegang Saham Utama.
Tidak mempunyai hubungan usaha baik langsung maupun tidak langsung
yang berkaitan dengan kegiatan usaha perseroan

Pernyataan Tentang Independensi Komisaris


Independen

Seluruh Komisaris Independen perseroan telah memenuhi kriteria indepensi


sebagaimana disebutkan di atas dan telah dinyatakan oleh masing-masing Komisaris
Independen dengan menandatangani surat pernyataan yang diperbaharui setiap
tahun.

Pernyataan Tentang Independensi Komisaris Independen

Aspek Independensi Megananda Daryono Yanuar Rizky

Tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Direktur dan/


4 4
atau anggota Dewan Komisaris lain
Tidak menjabat sebagai Direksi di Perusahaan yang
4 4
terafiliasi dengan
Tidak bekerja pada lembaga pemerintahan dalam kurun
4 4
waktu tiga tahun terakhir
Tidak bekerja di Perseroan atau afiliasinya dalam kurun
4 4
waktu tiga tahun terakhir
Tidak mempunyai keterkaitan finansial, baik langsung
maupun tidak langsung dengan Perseroan atau
4 4
perusahaan lain yang menyediakan jasa dan produk
kepada Perseroan dan afiliasinya
Bebas dari kepentingan dan aktivitas bisnis atau
hubungan lain yang dapat menghalangi atau mengganggu
4 4
kemampuan Dewan Komisaris untuk bertindak atau
berpikir secara bebas di lingkup Perseroan

280 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris

Hubungan Afiliasi yang dimaksud disini adalah hubungan keuangan dan hubungan
keluarga antara masing-masing Dewan Komisaris, Dewan Komisaris dengan
Direksi, Dewan Komisaris dengan Pemegang Saham. Hubungan Keuangan adalah
hubungan keuangan: bentuk hubungan hutang-piutang, kerjasama bisnis, dan
sebagainya. Sedangkan Hubungan Keluarga adalah bentuk hubungan suami/istri/
anak/orangtua/saudara kandung/ipar, dsbnya.

Dewan Komisaris tidak memiliki hubungan afiliasi dengan Dewan Komisaris lainnya,
Direksi dan Pemegang Saham yang dapat mempengaruhi kemampuannya untuk
bertindak secara independen. Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris dapat dilihat
pada tabel sebagai berikut.

M. Djohan Safri Tidak Ada Tidak Ada


Gusrizal Tidak Ada Tidak Ada
Hubungan Afiliasi antar Dewan Komisaris
Indarto Pamoengkas Tidak Ada Tidak Ada

Megananda Achmad Bungaran Sukriansyah Yanuar


Aspek Independensi Daryono Suryana Saragih S. Latief Rizky
Hubungan Keuangan
dengan:

Megananda Daryono x Tidak Tidak Tidak Tidak

Achmad Suryana Tidak x Tidak Tidak Tidak

Bungaran Saragih Tidak Tidak x Tidak Tidak

Sukriansyah S. Latief Tidak Tidak Tidak x Tidak

Yanuar Rizky Tidak Tidak Tidak Tidak x

Hubungan Keluarga
dengan:

Megananda Daryono x Tidak Tidak Tidak Tidak

Achmad Suryana Tidak x Tidak Tidak Tidak

Bungaran Saragih Tidak Tidak x Tidak Tidak

Sukriansyah S. Latief Tidak Tidak Tidak x Tidak

Yanuar Rizky Tidak Tidak Tidak Tidak x

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 281
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Hubungan Afiliasi Antar Direksi

Achmad
Aas Asikin M. Djohan Indarto
NAMA Koeshartono Tossin Gusrizal
Idat Safri Pamoengkas
Sutawikara
Hubungan Keuangan
dengan:

Aas Asikin Idat x Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Koeshartono Tidak x Tidak Tidak Tidak Tidak

Achmad Tossin
Tidak Tidak x Tidak Tidak Tidak
Sutawikara

M. Djohan Safri Tidak Tidak Tidak x Tidak Tidak

Gusrizal Tidak Tidak Tidak Tidak x Tidak

Indarto Pamoengkas Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak x

Hubungan Keluarga
dengan:

Aas Asikin Idat x Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Koeshartono Tidak x Tidak Tidak Tidak Tidak

Achmad Tossin
Tidak Tidak x Tidak Tidak Tidak
Sutawikara

M. Djohan Safri Tidak Tidak Tidak x Tidak Tidak

Gusrizal Tidak Tidak Tidak Tidak x Tidak

Indarto Pamoengkas Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak x

282 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris dan Direksi

Megananda Achmad Bungaran Sukriansyah Yanuar


NAMA Daryono Suryana Saragih S. Latief Rizky
Hubungan Keuangan
dengan:

Aas Asikin Idat Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Koeshartono Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Achmad Tossin
Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Sutawikara

M. Djohan Safri Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Gusrizal Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Indarto Pamoengkas Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Hubungan Keluarga
dengan:

Aas Asikin Idat Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Koeshartono Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Achmad Tossin
Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak
Sutawikara

M. Djohan Safri Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Gusrizal Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

Indarto Pamoengkas Tidak Tidak Tidak Tidak Tidak

PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016 283
Ikhtisar 2016 Laporan Kepada Pemangku Kepentingan Profil Perusahaan Sumber Daya Manusia

Hubungan Afiliasi Dewan Komisaris dan Direksi dengan Pemegang Saham

Hubungan Keuangan Hubungan Keluarga


NAMA
dengan PEMEGANG SAHAM dengan PEMEGANG SAHAM

Dewan Komsiaris

Megananda Daryono Tidak Ada Tidak Ada

Achmad Suryana Tidak Ada Tidak Ada

Bungaran Saragih Tidak Ada Tidak Ada

Sukriansyah S. Latief Tidak Ada Tidak Ada

Yanuar Rizky Tidak Ada Tidak Ada

Direksi

Aas Asikin Idat Tidak Ada Tidak Ada

Koeshartono Tidak Ada Tidak Ada

Achmad Tossin Sutawikara Tidak Ada Tidak Ada

M. Djohan Safri Tidak Ada Tidak Ada

Gusrizal Tidak Ada Tidak Ada

Indarto Pamoengkas Tidak Ada Tidak Ada

284 PT Pupuk Indonesia (Persero)


Laporan Tahunan 2016
Analisa & Pembahasan Manajemen Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Laporan Keuangan Audit

Tata Kelola Perusahaan

Komite-komite di Bawah Dewan Komisaris

Dalam melakukan pemantauan efektifitas penerapan Tata Kelola Perusahaan yang


Baik pada Pupuk Indonesia; Dewan Komisaris dibantu oleh organ pendukung
Dewan Komisaris yang terdiri dari komite-komite. Pembentukan Komite di bawah
koordinasi Dewan Komisaris berdasarkan:

Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-01/MBU/2011 tanggal
1 Agustus 2011 tentang Penerapan Praktik GCG pada Badan Usaha Milik
Negara (BUMN).
Peraturan Menteri Badan Usaha Milik Negara No. PER-12/MBU/2012 tanggal
24 Agustus 2012 tentang Organ Pendukung Dewan Komisaris/Dewan
Pengawas Badan Usaha Milik Negara.

Maka Organ Pendukung Dewan Komisaris di Pupuk Indonesia terdiri dari :

1. Komite Audit,
2. Komite GCG dan Pemantau Manajemen Risiko

Seluruh Komite tersebut dibentuk dan dibubarkan oleh Dewan Komisaris dimana
prosedur dan mekanisme pembentukan dan pembubaran Komite diputuskan
melalui Rapat Dewan Komisaris sesuai dengan mekanisme yang berlaku menurut
ketentuan Anggaran Dasar.

Komite Audit
Komite Audit dibentuk dalam rangka membantu tugas Dewan Komisaris untuk
mendorong diterapkannya tata kelola perusahaan yang baik, terbentuknya struktur
pengendalian internal yang memadai, meningkatkan kualitas keterbukaan dan
pelaporan keuangan, serta mengkaji ruang lingkup, ketepatan, kemandirian dan
obyektifitas akuntan publik.

Tugas, kewajiban dan wewenang Komite Audit selanjutnya tertuang pada