Anda di halaman 1dari 2

BAB 1

PENDAHULUAN

Diabetes melitus (DM) adalah penyakit kronis, yang terjadi ketika

pankreas tidak menghasilkan insulin atau ketika tubuh tidak dapat secara efektif

menggunakan insulin yang dihasilkan sehingga menyebabkan peningkatan

konsentrasi glukosa dalam darah (hiperglikemia).1 World Health Organization

(WHO) melaporkan bahwa Indonesia berada di urutan keempat negara yang

jumlah penyandang DM terbanyak. Jumlah ini akan mencapai 21,3 juta pada

tahun 2030.2

Diabetes melitus merupakan suatu gangguan metabolik kompleks yang

mengenai pembuluh-pembuluh darah kecil dan sering menyebabkan kerusakan

jaringan yang luas termasuk mata. Komplikasi pada mata terjadi sekitar 20 tahun

setelah onset sekalipun diabetesnya tampak cukup terkontrol. Semakin

panjangnya masa hidup pasien diabetes menyebabkan peningkatan insidens

retinopati dan komplikasi mata lainnya secara mencolok.3

Retinopati adalah salah satu komplikasi mikrovaskular DM yang

merupakan penyebab utama kebutaan pada orang dewasa, umumnya pada usia 20-

74 tahun.2,3 Retinopati diabetik adalah kelainan retina, ditandai dengan

hilangnya kapiler retina karena iskemia progresif dan saat ini menjadi penyebab

hampir seperempat angka kebutaan di negara-negara barat.3,4 Penelitian

epidemiologis di Amerika, Australia, Eropa dan Asia melaporkan bahwa jumlah

penderita retinopati diabetik akan meningkat dari 100,8 juta pada tahun 2010

menjadi 154,9 juta pada tahun 2030 dengan 30% di antaranya terancam

1
2

mengalami kebutaan.2 The Diab Care Asia 2008 Study dengan melibatkan 1.785

penderita DM pada 18 pusat kesehatan primer dan sekunder di Indonesia

melaporkan bahwa 42% penderita DM akan mengalami komplikasi retinopati dan

6,4% diantaranya merupakan retinopati diabetik proliferatif.5

Kebutaan akibat retinopati diabetik menjadi masalah kesehatan yang

diwaspadai di dunia karena kebutaan akan menurunkan kualitas hidup dan

produktivitas penderita yang akhirnya menimbulkan beban sosial masyarakat.

Masalah utama dalam penanganan retinopati diabetik adalah keterlambatan

diagnosis karena sebagian besar penderita pada tahap awal tidak mengalami

gangguan penglihatan sehingga dibutuhkan peran optimal dari dokter dalam

deteksi dini hingga penatalaksanaan yang tepat pada penderita retinopati diabetik.2