Anda di halaman 1dari 2

Penyakit paru dapat menimbulkan tanda-tanda dan gejala umum maupun

tanda dan gejala pernapasan. Tanda dan gejala umum seperti sianosis, jari tabuh serta

manifestasi lainnya yang berkaitan dengan pertukaran gas yang tidak adekuat.

Sedangkan tanda dan gejala pernapasan mencakup batuk, sputum berlebihan atau

abnormal, hemoptisis, dispneu dan nyeri dada. (Lorraine M. Wilson dalam Sylvia

A. Price dan Lorraine M. Wilson,2012 Patofisiologi Konsep Klinis Proses-Proses

Penyakit Edisi 6 Volume 2 Bab 37 Hal: 773-774 Tanda dan Gejala Penting pada

Penyakit Pernapasan Penerbit Buku Kedokteran EGC)

Batuk merupakan refleks pertahanan yang timbul akibat iritasi percabangan

trakeobronkial. Kemampuan untuk batuk merupakan mekanisme yang penting untuk

membersihkan saluran napas bagian bawah dan banyak orang dewasa normal yang

batuk beberapa kali setelah bangun pagi hari untuk membersihkan trakea dan faring

dari sekret yang terkumpul selama tidur. Segala jenis batuk yang lebih dari tiga

minggu harus diselidiki untuk memastikan penyebabnya.

Rangsangan yang biasanya menimbulkan batuk adalah rangsangan mekanik,

kimia dan peradangan. Inhalasi asap, debu dan benda-benda asing kecil merupakan

penyebab batuk yang paling sering. Perokok seringkali menderita batuk kronis karena

terus menerus mengisap asap dan saluran napasnya sering mengalami peradangan

kronik. Rangsangan mekanik dari tumor (ekstrinsik dan intrinsik) terhadap saluran

napas merupakan penyebab lain yang dapat menimbulkan batuk (paling sering

karsinoma bronkogenik). Setiap proses peradangan dengan atau tanpa eksudat dapat

mengakibatkan batuk. Bronkitis kronik, asma, tuberkulosis dan pneumonia


merupakan penyebab penyakit yang secara tipikal memiliki batuk sebagai gejala yang

mencolok. Batuk dapat bersifat produktif, keras dan parau (seperti ada tekanan pada

trakea), sering, jarang atau paroksismal (serangan batuk yang intermiten).