Anda di halaman 1dari 10

e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha

Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

Analisis Manajemen Sumber Daya Manusia Strategik pada Dinas


Kebersihan dan Pertamanan

Wisnu Pramudia, Gede Putu Agus Jana Susila, I Wayan Bagia

Jurusan Manajemen
Universitas Pendidikan Ganesha
Singaraja, Indonesia

e-mail: wisnupramudia75@yahoo.com, janos_undiksha@yahoo.com,


bagiaundiksha@yahoo.com

ABSTRAK

Penelitian ini bertujuan adalah untuk memperoleh temuan deskriptif (1) kekuatan, kelemahan,
peluang dan ancaman; (2) formulasi manajemen sumber daya manusia strategik; (3) Implementasi
manajemen sumber daya manusia strategik; serta (4) evaluasi dan pengendalian kinerja manajemen
sumber daya manusia strategik pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng. Penelitian
ini merupakan jenis penelitian deskriptif kualitatif. Metode pengumpulan data menggunakan teknik
pencatatan dokumen, wawancara, dan observasi. Data dianalisis dengan menggunakan analisis
deskriptif kualitatif dan skala pengukuran likert. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa (1) kekuatan,
kelemahan, peluang dan ancaman (SWOT) telah dilakukan dengan cukup baik dan benar dengan
mempertimbangkan lingkungan internal namun harus lebih memperhatikan lingkungan eksternal
organisasi; (2) formulasikan MSDM strategik sudah sangat baik, diantaranya visi, misi, tujuan, sasaran
dan arah kebijakan yang akan diterapkan dalam mewujudkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kabupaten Buleleng yang mandiri, tangguh dan profesional yang mampu bersaing di pasar global; (3)
implementasi kinerja MSDM strategik sudah sangat baik karena telah sesuai dengan program, kegiatan,
indikator kinerja, target kinerja, dan anggaran yang telah ditetapkan; dan (4) evaluasi dan pengendalian
kinerja MSDM strategik pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng diperoleh hasil
kinerjanya berada pada kategori yang baik namun terdapat 2 kegiatan yang belum tercapai.

Kata kunci: manajemen sumberdaya manusia strategik

ABSTRACT

This research aimed to obtain descriptive finding about (1) strengths, weaknesses, opportunities
and threats; (2) the formulation of strategic human resource management; (3) Implementation of strategic
human resource management; and (4) the evaluation and control of the performance of strategic human
resource management at the Department of Cleanliness and Landscaping in Buleleng. This research is a
qualitative descriptive study. Methods of data collection using the technique of recording documents,
interviews, and observations. The data were analyzed using the descriptive qualitative analysis and
measurement likert scale. The results of research showed that (1) strengths, weaknesses, opportunities
and threats (SWOT) has done fairly well and properly taking into account the internal environment, but
should pay more attention to the external environment of the organization; (2) formulate strategic HRM
has been very good, including the vision, mission, goals, objectives and policy directions that will be
applied in realizing the department of Cleanliness and Landscaping in Buleleng independent, resilient
and professionals who are able to compete in the global market; (3) the implementation of strategic
HRM's performance has been very good because it has been in accordance with programs, activities,
performance indicators, performance targets, and a set budget; and (4) evaluation and control of strategic
HRM performance in the Department of Cleanliness and Landscaping in Buleleng obtained the results of
its performance in the category which is good but there are two activities that have not been reached.

Keywords: strategic human resource management


e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

dalam jangka pendek dan jangka panjang


PENDAHULUAN secara optimal. Perusahaan dapat
Perusahaan memiliki berbagai memaksimalkan keunggulan bersaingnya
sumber daya, namun sumber daya dengan berpusat pada SDM, melalui
manusia (SDM) menempati posisi efisiensi dari para karyawan.
strategis di antara sumber daya lainnya. Palinggi (2008: 109) menyatakan,
Tanpa SDM, sumber daya yang lain tidak Manajemen sumber daya manusia
bisa dimanfaatkan apalagi dikelola untuk merupakan kegiatan yang berkaitan
menghasilkan suatu produk. Banyak dengan perencanaan, pengambilan
perusahaan yang menganggap SDM keputusan, pengimplementasian, dan
adalah aset organisasi yang paling pengendalian sumber daya manusia yang
penting, karena SDM yang menggerakkan meliputi strategi, kiat, dan tindakan serta
dan membuat sumber daya lainnya penerapan dari keputusan-keputusan
bekerja. Menyadari pentingnya peran tersebut yang langsung menyangkut atau
SDM dalam kegiatan perusahaan, maka mempengaruhi sumber daya manusia
hendaknya perusahaan perlu mengelola yang bekerja di dalam perusahaan.
sumber daya manusia sebaik mungkin, Keputusan-keputusan manajemen
karena kunci sukses suatu perusahaan tersebut merupakan pelaksanaan fungsi
bukan hanya pada keunggulan teknologi sumber daya manusia.
dan tersedianya dana, tapi sektor Setiap organisasi tidak lepas dari
manusianya. Segala tindakan dan manajemen sumber daya manusia
keputusan yang dibuat dalam perusahaan (MSDM) Strategik karena MSDM Strategik
adalah semata-mata untuk mencapai dapat menjadi sebuah inovasi organisasi
tujuan perusahaan, untuk itu diperlukan untuk mencapai tujuan yang diinginkan
manusia-manusia yang handal yang organisasi. Untuk menghadapi
mampu menjalankan tindakan dan kemudi persaingan di masa kini, sangatlah
perusahaan agar dapat selalu survive. penting bagi seorang manajer untuk
Perencanaan dan pengelolaan yang berpikir strategi. MSDM Strategik
efektif atas sumber daya manusia yang merupakan serangkaian keputusan dan
ada pada perusahaan sangat diperlukan, tindakan yang digunakan untuk
sehingga segala keahlian dan tenaga merumuskan dan melaksanakan strategi,
yang diperlukan perusahaan dapat yang memungkinkan kesesuaian antara
digunakan sepenuhnya dengan hasil yang perusahaan dan lingkungannya sehingga
efektif dalam peranan tenaga kerja saat ini dapat mencapai tujuan organisasi.
dan dapat fleksibel terhadap tanggung Perumusan strategik mencakup
jawab yang lain di luar peran utama perencanaan, pengambilan keputusan
tenaga kerja tersebut dalam perusahaan. untuk mencapai tujuan perusahaan, dan
Pengelolaan SDM yang baik akan membuat rencana strategi spesifik.
sangat menguntungkan bagi perusahaan, Dalam perencanaan MSDM
karena akan menghemat biaya, Strategik perlu memperhatikan beberapa
memperbaiki kinerja, mempercepat langkah utama untuk mengembangkan
pencapaian tujuan, dan sekaligus akan suatu organsasi yang berkualitas, yaitu
menciptakan hubungan yang baik antara pernyataan misi yang baik sebagai tujuan
tenaga kerja dengan perusahaan. yang mendasar dan unik untuk dapat
Perusahaan untuk dapat mencapai membedakannya dengan organisasi lain.
keuntungan seperti di atas, maka harus MSDM Strategik juga harus menganalisis
ada hubungan timbal balik antara tenaga lingkungan internal dan eksternal yang
kerja dan perusahaan, hubungan itu dapat digunakan untuk mengetahui kekuatan,
berupa pemenuhan harapan dan kelemahan, peluang dan ancaman yang
kebutuhan tenaga kerja serta pemenuhan dimiliki oleh organisasi. Perumusan
standar kinerja yang diharapkan oleh MSDM Strategik bertujuan untuk
perusahaan. SDM perlu dikelola melalui mencapai visi melalui misi dan tujuan
strategi-strategi SDM yang tepat, agar yang diinginkan oleh organisasi dalam
perusahaan dapat memaksimalkan bersaing. Implementasi MSDM Strategik
pertumbuhannya dan mencapai tujuan bertujuan untuk mewujudkan strategi
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

dan kebijakan organisasi melalui pengelolaan sementara (TPS), sampai


pengembangan program dan prosedur dengan pengangkutan ke tempat
yang dimiliki organisasi. Evaluasi MSDM pengelolaan akhir (TPA), namun masih
Strategik bertujuan untuk mengawasi saja menyisakan sejumlah masalah. Dinas
strategi SDM yang ada. Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten
Menurut Wheelen dan Hunger Buleleng dalam mengimplementasikan
(20011: 4), Manajemen sumber daya perannya sebagai pelaksana
manusia strategik merupakan serangkaian pengelolaan kebersihan dan pertamanan
keputusan dan tindakan manajerial yang tidak terlepas dari adanya dukungan
menentukan kinerja perusahaan dalam dan sinergitas MSDM Strategik, sehingga
jangka panjang. Manajemen strategis dapat diwujudkan pelayanan
meliputi pengamatan lingkungan, pengelolaan kebersihan dan Pertamanan
perumusan strategi (perencanaan yang partisipatif, holistik dan
strategis atau perencanaan jangka berkelanjutan.
panjang), implementasi strategi, dan Dinas Kebersihan dan Pertamanan
evaluasi serta pengendalian). MSDM Kabupaten Buleleng menetapkan strategi
Strategik mempertimbangkan implikasi pembangunan dengan memfokuskan
strategi organisasi pada seluruh sistem upaya-upaya yang mampu meningkatkan
SDM dalam organisasi dengan cara kemakmuran rakyat sebagai upaya untuk
menerjemahkan tujuan-tujuan organisasi menciptakan keadaan Buleleng yang
kedalam sistem-sistem MSDM yang bersih, hijau, sejahtera, adil, dan lestari
spesifik. Keberhasilan MSDM sangat berdasarkan falsafah Tri Hita Karana.
ditentukan oleh dukungan yang jelas pada Sebagai satuan kerja yang memiliki
misi dan strategi organisasi. Saat ini tugas pokok melaksanakan kewenangan
sangat penting memahami SDM dalam otonomi daerah dalam rangka
menghadapi persaingan global. pelaksanaan tugas kebersihan dan
Manajemen organisasi atau yang baik pertamanan memiliki tantangan dan
harus mengetahui dengan pasti permasalahan pokok yang dihadapi dalam
bagaimana kinerja dapat ditingkatkan. pelaksanaan program kerja di Dinas
Banyak organisasi yang memformulasikan Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten
dan mengimplementasikan MSDM Buleleng. Kebersihan dan Pertamanan
Strategik, namun jarang sekali Kabupaten Buleleng merupakan
perusahaan melakukan evaluasi dan penjabaran lebih lanjut dan sistematis atas
pengendalian kinerja karyawannya. visi, misi dan program Dinas Kebersihan
Kabupaten Buleleng masih dan Pertamanan kedalam tujuan, strategi,
menghadapai masalah mengenai kebijakan dan program, kegiatan, alokasi
meningkatnya volume sampah yang dana indikatif dan sumber pendanaan
berdampak langsung terhadap daya yang dirumuskan dalam MSDM. Namun
tampung tempat pengelolaan sampah sampai saat ini MSDM Startegik pada
sementara yang tersedia, apabila tidak Dinas Kebersihan dan Pertamanan
dikelola dengan baik maka dapat Kabupaten Buleleng belum mengevaluasi
berdampak buruk terhadap keindahan dan kinerja SDM yang semestinya harus
sanitasi lingkungan di Buleleng. dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan
Pertumbuhan penduduk yang pesat dan Pertamanan Kabupaten Buleleng guna
penggunaan sumber daya alam untuk meningkatkan kinerja pada perusahaan.
pemenuhan kebutuhan hidup yang Menurut Wheelen dan Hunger (2001: 46),
cenderung eksploitatif merupakan Manajemen sumber daya manusia
tantangan terbesar bagi Buleleng yang strategik harus melakukan kontrol
sedang giat-giatnya melaksanakan (evaluasi) dan tindak lanjut agar
pembangunan dalam mejaga kelestarian organisasi selalu mengawasi strategi SDM
fungsi lingkungan hidup. Dalam upaya yang ada sehingga dapat bersaing.
pengelolaan lingkungan berbagai aktivitas Tujuan penelitian yang ingin dicapai
dilakukan oleh Dinas Kebersihan dan adalah untuk memperoleh temuan
Pertamanan Kabupaten Buleleng, mulai deskriptif sebagai berikut: (1) kekuatan,
dari penyediaan sarana prasarana tempat kelemahan, peluang dan ancaman pada
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

Dinas Kebersihan dan Pertamanan menyeluruh dengan mengkaitkan


Kabupaten Buleleng; (2) Formulasi hubungan pekerjaan dan kebijakan serta
manajemen sumber daya manusia pelaksanaan perekrutan, pelatihan,
strategik pada Dinas Kebersihan dan pengembangan, manajemen kinerja,
Pertamanan Kabupaten Buleleng; (3) imbalan dan hubungan karyawan untuk
Implementasi manajemen sumber daya mencapai tujuan strategis dalam rangka
manusia strategik pada Dinas Kebersihan memperbaiki kinerja organisasi.
dan Pertamanan Kabupaten Buleleng; dan Menurut Wheelen dan Hunger
(4) Evaluasi dan pengendalian kinerja (2001: 193), Analisis situasi merupakan
manajemen sumber daya manusia awal proses perumusan startegi. SWOT
strategik pada Dinas Kebersihan dan adalah akronim untuk kekuatan
Pertamanan Kabupaten Buleleng. Secara (strenghts), kelemahan (weakness),
teoritis hasil penelitian ini diharapkan peluang (opportunities), dan ancaman
dapat memberikan sumbangan untuk (threats) dari perusahaan yang semuanya
mengembangankan ilmu ekonomi merupakan faktor-faktor strategis. Selain
dibidang MSDM Strategik. Sedangkan itu menurut Tunggal (2001: 74), SWOT
secara praktis hasil penelitian ini adalah akronim untuk kekuatan
diharapkan dapat digunakan dalam (strenghts) dan kelemahan (weakness)
merumuskan formulasi dan implementasi internal suatu perusahaan dan peluang
serta mengevaluasi MSDM Strategik pada (opportunities) dan ancaman (threats)
Dinas Kebersihan dan Pertamanan lingkungan yang dihadapi perusahaan.
Kabupaten Buleleng. Analisa SWOT merupakan identifikasi
Menurut Mabey (1998: 112), yang sistematis dari faktor-faktor ini dan
Manajemen sumber daya manusia strategi yang menggambarkan pedoman
strategik merupakan proses pengelolaan yang terkait antara mereka.
sumber daya manusia organisasi dari sisi Perumusan MSDM Strategik
strategik organisasi yang mengaitkan seringkali ditunjukkan sebagai
pengelolaan sumber daya manusia perencanaan strategis atau jangka
dengan strategi organisasi. Selain itu panjang. Proses perumusan MSDM
menurut Dessler (2000: 123), Manajemen Strategik menjelaskan pengembangan
sumber daya manusia strategik visi, misi, tujuan, strategi dan kebijakan
menghubungkan manajemen sumber perusahaan. Agar ini tercapai, pembuatan
daya manusia dengan peran strategis, MSDM Strategik harus menganalisis
tujuan untuk meningkatkan kinerja bisnis faktor-faktor strategis perusahaan
dan mengembangkan budaya organisasi, (kekuatan, kelemahan, peluang dan
serta mendorong inovasi dan fleksibilitas. ancaman).
MSDM Strategik memerlukan Sedangkan menurut Jogiyanto
perhatian dan dukungan besar dari (2005: 46), SWOT digunakan untuk
seluruh SDM yang dimiliki organisasi menilai kekuatan-kekuatan dan
karena berkaitan dengan peran strategis kelemahan-kelemahan dari sumber-
sebagai upaya untuk meningkatkan sumber daya yang dimiliki perusahaan
kinerja SDM. Sedangkan Amstrong (2003: dan kesempatan-kesempatan eksternal
98) menyatakan, Manajemen sumber dan tantangan-tantangan yang dihadapi.
daya manusia strategik merupakan Selanjutnya Rangkuti (2006), Analisis
pendekatan untuk membuat keputusan SWOT adalah identifikasi berbagai faktor
pada skema dan rencana organisasi secara sistematis untuk merumuskan
berkaitan dengan hubungan pekerjaan strategi perusahaan. Analisa ini dilakukan
dan kebijakan serta pelaksanaan pada logika yang dapat memaksimalkan
perekrutan, pelatihan, pengembangan, kekuatan dan peluang secara bersamaan
manajemen kinerja, imbalan dan dapat meminimalkan kelemahan dan
hubungan karyawan. ancaman. Analisis SWOT merupakan
Berdasarkan definisi di atas dapat analisis terhadap empat elemen yaitu: (1)
disimpulkan bahwa MSDM Strategik kekuatan (strenght) merupakan
merupakan proses pengelolaan SDM karakteristik positif internal yang dapat
dalam suatu organisasi yang secara dieksploitasi organisasi unruk meraih
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

sasaran kinerja strategi; (2) kelemahan dilihat dengan mempertimbangkan


(weakness) merupakan karakteristik kekuatan dan kelemahan (SWOT)
internal yang dapat menghalagi atau perusahaan. Formulasi manajemen
melemahkan kinerja organisasi; (3) sumber daya manusia strategik meliputi
peluang (opportunity) merupakan penentuan misi perusahaan, menetapkan
karakteristik dari lingkunga eksternal yang tujuan-tujuan yang ingin dicapai,
memiliki potensi untuk membantu pengembangan strategi, dan pengaturan
organisasi meraih atau melampaui pedoman kebijakan.
sasaran strateginya; dan (4) ancaman Sedangkan menurut Dessler (2000:
(threat) merupakan karakteristik dari 133),) mengatakan, Formulasi manajemen
lingkungan eksternal yang dapat sumber daya manusia strategik
mencegah organisasi meraih sasaran merupakan proses penyusunan langkah-
strategi yang telah ditetapkan. langkah ke depan yang dimaksudkan
Menurut Wheelen dan Hunger untuk membangun visi dan misi
(2001), Matriks SWOT (dikenal juga organisasi, menetapkan tujuan strategis
dengan TOWS) menggambarkan dan keuangan perusahaan, serta
bagaimana manajemen dapat merancang strategi untuk mencapai tujuan
mencocokkan peluang dan ancaman tersebut dalam rangka menyediakan
eksternal yang dihadapi perusahaan dapat customer value terbaik. Formulasi MSDM
disesuaikan dengan kekuatan dan Strategik merupakan langkah pertama
kelemahan yang dimilikinya untuk pada MSDM Strategik yang meliputi
menghasilkan empat rangkaian altenatif penentuan misi perusahaan, menetapkan
strategis. Matriks TOWS digunakan tujuan-tujuan yang ingin dicapai,
untuk mengidentifikasi cara-cara pengembangan strategi, dan kebijakan
alternatif sehingga organisasi dapat perusahaan.
menggunakan kekuatan-kekuatan Formulasi MSDM Strategik menurut
khusus untuk menggunakan Robinson (2008), Tahap formulasi MSDM
kesempatan atas peluang atau untuk Strategik yaitu pembuatan pernyataan visi,
menghindari ancaman, dan mengatasi misi, dan tujuan, formulasi adalah bentuk
kelemahan. penyederhanaan situasi nyata menjadi
Selanjutnya menurut Rangkuti bentuk matematis, formulasi memiliki 5
(2006), alat yang dipakai untuk menyusun tahap implementasi sebagai berikut: (1)
faktor-faktor strategis perusahaan adalah Tahap 1 yaitu pengumpulan dan analisis
matriks SWOT. Matriks ini keterangan strategis adalah tugas para
menggambarkan bagaimana peluang dan eksekutif organisasi untuk dapat menilai
ancaman eksternal (EFAS) yang dihadapi kecenderungan-kecenderungan yang
perusahaan dapat disesuaikannya dengan terjasi pada saat ini dan yang akan datang
kekuatan dan kelemahan internal (IFAS) baik dari segi eksternalnya (pasar,
yang dimilikinya. Matriks ini dapat persaingan, teknologi, regulasi, dan
menghasilkan empat (4) set kemungkinan keadaan ekonomi) maupun segi
alternatif strategi. Cara membuat matriks internalnya (nilai organisasi, keunggulan
SWOT adalah dengan menggunakan dan kemampuan, hasil produkdan
faktor-faktor strategis eksternal maupun pasar,dan kebijakan strategis yang lalu);
internal sebagaimana telah dijelaskan (2) Tahap 2 yaitu formulasi strategi harus
dalam tabel EFAS dan IFAS, yaitu dengan memeriksa beberapa masa depan
mentransfer peluang dan ancaman dari alternatif dan menyeleksinya serta
tabel EFAS serta mentransfer kekuatan menciptakan profil atau visi strategis yang
dan kelemahan dari tabel IFAS kedalam berfokuskan pada ke sembilan pertanyaan
sel yang sesuai dalam matriks SWOT. tersebut. Kekuatan formulasi sangat
Wheelen dan Hunger (2001: 9) tergantung pada kekuatan proses yang
menyatakan Formulasi manajemen dilalui atau yang dialami oleh tim dalam
sumber daya manusia strategik adalah membuat keputusan; (3) Tahap 3 yaitu
pengembangkan rencana jangka panjang perencanaan proyek induk strategis
untuk mengelola secara efektif dari dengan menggunakan metode
kesempatan dan ancaman lingkungan, management proyek yang canggih dan
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

benar dimana rencana disusun, tindakan dan hasil dengan


dijelaskan, diprioritaskan, ditahap- memperkerjakan (memecat) karyawan,
tahapkan, dijadwalkan, disumberdayakan membangun (menutup pabrik), dan
dan diimplementasikan serta dipantau menambah (menghilangkan) produk dan
(diawasi), maka proyek-proyek tersebut jalur produk.
dapat dioptimalkan dalam suatu portofolio; Wheelen dan Hunger (2001: 19)
(4) Tahap 4 yaitu implementasi strategi menyatakan, Evaluasi dan pengendalian
adalah tahap pelaksanaan (implementasi) kinerja adalah proses yang melaluinya
yang mana kualitas suatu proyek sangat aktivitas-aktivitas perusahaan dan hasil
diharuskan. Untuk itu dibutuhkan suatu kerja dimonitor dan kinerja sesungguhnya
sistem komunikasi yang handal, cepat dan dibandingkan dengan kinerja yang
akurat yang dimulai dari tingkat rendah diinginkan. Sedangkan menurut Dessler
(lower management) hingga ke tingkat (2000), Pengendalian strategis
yang tinggi (top management); dan (5) berhubungan dengan arah strategis dasar
Tahap 5 yaitu pemantauan, peninjauan perusahaan didalam hubungannya
dan pembaharuan strategi membutuhkan dengan lingkungan perusahaan. Evaluasi
indikator internal (kemajuan dibidang dan pengendalian kinerja sangat
tujuan dan langkah strategis, kemajuan diperlukan sebab keberhasilan
proyek) maupun indikator eksternal perusahaan dewasa ini tidak menjadi
(validitas asumsi dasar yang menjadi jaminan keberhasilan perusahaan di masa
penciptaan visi). Umpan balik (feedback) yang akan datang.
dari berbagai sumber kegiatan baik untuk Nisjar (1997: 103) menyatakan,
jangka pendek, menengah maupun Tujuan evaluasi strategik dan kontrol
panjang harus dioptimalkan secara terus (pengawasan) bersifat kritikal bagi setiap
menerus. rencana. Andaikata hasil-hasil aktual tidak
Menurut Wheelen dan Hunger sesuai dengan hasil-hasil yang
(2001: 17), Implementasi manajemen direncanakan, maka perlu dilakukan
sumber daya manusia strategik adalah perubahan-perubahan. Menurut Robinson
proses dimana manajemen mewujudkan (2008), Evaluasi strategi adalah tahap
strateginya dalam bentuk program, akhir dalam manajemen strategis. Para
prosedur dan anggaran. Proses manajer sangat perlu mengetahui kapan
implementasi manajemen sumber daya strategi tertentu tidak berfungsi dengan
manusia strategik meliputi perubahan baik, evaluasi strategi berarti usaha untuk
budaya secara menyeluruh, struktur dan memperoleh informasi ini. Semua strategi
atau sistem manajemen dari organisasi dapat dimodifikasi di masa depan karena
secara keseluruhan. faktor-faktor eksternal dan internal selalu
Sejalan dengan pendapat di atas, berubah. Evaluasi dan pengawasan
Menurut Robinson (2008: 248), strategi merupakan tahap terakhir di
Implementasi manajemen sumber daya dalam proses strategi. Pada dasarnya
manusia strategik adalah rangkaian evaluasi strategi mencakup 3 hal, yaitu (a)
aktivitas dan pekerjaan yang dibutuhkan mereview faktor internal dan eksternal
untuk mengeksekusi perencanaan yang menjadi dasar bagi strategi yang
strategi. Artinya apa yang kita rumuskan sedang berlangsung; (b) mengukur kinerja
pada strategi dan kebijakan kita terapkan yang telah dilakukan; dan (c) mengambil
dalam berbegai program kerja, anggaran, berbagai tindakan perbaikan.
dan prosedur-prosedur. Rumusan strategi Menurut Wheelen dan Hunger
yang baik, tidak ada artinya bila tidak (2001), proses pengendalian
diterapkan dalam implementasi. Begitu membandingkan kinerja dengan hasil
pula implementasi tidak akan berkontribusi yang diinginkan dan memberikan umpan
baik pada perusahaan, jika rumusan balik yang diperlukan bagi pihak
strateginya tidak baik. manajemen untuk mengevaluasi hasil
Sedangkan menurut David (2001: yang telah dicapai. Pengukuran kinerja
79), Implementasi manajemen sumber pada dasarnya merupakan kegiatan
daya manusia strategik menerjemahkan manusia dalam mencapai tujuan
strategi sumber daya manusia menjadi organisasi. Evaluasi kinerja terdiri dari 5
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

bagian, yakni (1) menentukan apa yang kinerja, target kinerja dan anggaran; serta
akan diukur; (2) menetapkan standar (d) kondisi kinerja. Sedangkan data
kinerja; (3) mengukur kinerja aktual; (4) sekunder adalah data yang diperoleh
membandingkan kinerja aktual dengan dengan menelaah literatur lain yang
standar kinerja; dan (5) mengambil mendukung penelitian yang berupa buku-
tindakan perbaikan. buku. Pengumpulan data dalam penelitian
ini dilakukan dengan menggunakan teknik
METODE pencatatan dokumen, wawancara, dan
Penelitian ini merupakan penelitian observasi. Pada penelitian ini peneliti
deskriptif kualitatif. Subjek penelitian pada menganalisis MSDM Strategik
penelitian ini adalah MSDM startegik yakni menggunakan skala pengukuran likert
SWOT, formulasi MSDM strategik, yang dinilai oleh peneliti sendiri baik pada
implementasi MSDM strategik serta SWOT, formulasi MSDM strategik,
evaluasi dan pengendalian kinerja MSDM implementasi MSDM strategik, serta
strategik. Sedangkan objek penelitian ini evaluasi dan pengendalian MSDM
adalah Dinas Kebersihan dan Pertamanan Strategik.
Kabupaten Buleleng. Jenis data yang
digunakan dalam penelitian ini adalah HASIL DAN PEMBAHASAN
data kuantitatif dan kualitatif.
Sumber data dalam penelitian ini Hasil
adalah data primer dan data sekunder. Berdasarkan hasil penelitian yang
Data primer adalah data yang diperoleh dilakukan maka diperoleh data mengenai
secara langsung dari sumbernya yang kekuatan, kelemahan, peluang dan
dalam penelitian ini yang menjadi sumber ancaman (SWOT), formulasi MSDM
adalah manajer Dinas Kebersihan dan Strategik, implementasi MSDM Strategik
Pertamanan Kabupaten Buleleng. Data serta evaluasi dan pengendalian MSDM
yang didapat yaitu (a) situasi SWOT dan Strategik pada Dinas Kebersihan dan
strategi-startegi yang dilakukan instansi; Pertamanan Kabupaten Buleleng seperti
(b) visi, misi, tujuan, strategi dan arah yang tampak pada tabel berikut.
kebijakan; (c) program, kegiatan, indikator

Tabel 1. Hasil Penelitian MSDM Strategik pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kabupaten Buleleng Tahun 2014
Komponen
No. MSDM Unsur Nilai Kategori
Strategik
1. SWOT Faktor internal dan faktor
3 Cukup baik
eksternal
2. Formulasi Visi, misi, tujuan, sasaran,
5 Sangat baik
MSDM Strategik strategik, dan arah kebijakan
3. Implementasi Program, kegiatan, sasaran,
MSDM Strategik indikator kinerja, target kinerja 5 Sangat baik
dan anggaran
4. Evaluasi dan Program, target kinerja,
Pengendalian realisasi capaian dan umpan 4 Baik
MSDM Strategik balik
Rata-rata 4 Baik
Sumber: Hasil di olah

Berdasarkan Tabel 1 mengenai mempunyai kondisi internal yang kuat dan


SWOT, maka dapat diungkapkan bahwa lingkungan eksternal yang belum
dalam analisis SWOT pada Dinas mendukung yang berarti berada pada
Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten kategori cukup baik karena kekuatan MSDM
Buleleng menunjukkan organisasi yang Strategik sudah optimal, kelemahan MSDM
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

strategik mampu ditangani, peluang MSDM ditagetkan selesai dalam 1 tahun namun
strategik yang belum baik, dan belum tercapai dalam 1 tahun 3 bulan. Kinerja
optimalnya menangani ancaman MSDM SDM Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Strategik. Hal ini dapat dilihat dari proses Kabupaten Buleleng belum optimal
analisis yang dilakukan pada lingkungan sehingga pendekatan dan peningkatan
internal dan lingkungan eksternal organisasi pelayanan kepada masyarakat dalam
untuk menentukan strategi. Selanjutnya kerangka membangun daerah sesuai
mengenai formulasi MSDM Strategik maka dengan potensi yang ada belum tercapai.
dapat diungkapkan bahwa formulasi MSDM Selain itu pada kegiatan melaksanakan
startegik pada Dinas Kebersihan dan pembinaan/sosialisasi tentang kebersihan
Pertamanan Kabupaten Buleleng berada dan keteduhan yang seharusnya mampu
pada kategori sangat baik. Hal ini karena terealisasi pada 9 kecamatan namun SDM
Dinas Kebersihan dan Pertamanan pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kabupaten Buleleng sudah Kabupaten Buleleng mampu melaksanakan
memformulasikan visi, misi, tujuan, sasaran kegiatan pada 8 kecamatan, sehingga
dan arah kebijakan yang akan diterapkan Dinas Kebersihan dan Pertamanan di
dalam mewujudkan Dinas Kebersihan dan Kabupaten Buleleng belum mampu
Pertamanan Kabupaten Buleleng yang mewujudkan partisipasi masyarakat secara
mandiri, tangguh dan profesional yang aktif dalam penanganan kebersihan dan
mampu bersaing di pasar global. keteduhan. Baiknya kinerja pada Dinas
Kemudian mengenai implementasi Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten
MSDM Strategik menunjukkan bahwa Buleleng dapat dilihat pada realisasi
implementasi MSDM strategik pada Dinas rencana yang telah dirancang. Melalui
Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten evaluasi dan pengendalian kinerja MSDM
Buleleng berada pada kategori yang sangat strategik dapat diketahui penyebab tidak
baik. Implementasi program dan kegiatan tercapainya kinerja MSDM, yaitu karena
kerja operasional suatu bidang (unit kerja) kurangnya waktu yang dimiliki SDM di
pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kabupaten Buleleng sudah didasarkan atas Kabupaten Buleleng, sehingga organisasi
perumusan visi, misi, tujuan, sasaran, dan harus mencari solusi yag tepat untuk
kebijakan yang ada hubungannya dengan memperbaiki masalah tersebut. Hal ini
segala aspek fungsi (unit kerja) yang menjadikan peran evaluasi dan
bersangkutan. Implementasi MSDM pengendalian kinerja sangat seimbang
strategik juga sudah sesuai dengan dalam formulasi dan implementasi MSDM
program, kegiatan, target kinerja dan Startegik pada Dinas Kebersihan dan
anggaran yang telah ditetapkan. Pada Pertamanan Kabupaten Buleleng.
Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kabupaten Buleleng telah ditetapkan 5 Pembahasan
program dengan 31 kegiatan beserta Berdasarkan hasil penelitian yang
sasaran dan indikator kinerja yang ingin telah dilakukan menunjukkan bahwa
dicapai untuk tahun 2014 yang terkait pada kekuatan, kelemahan, peluang dan
bidang kebersihan dan pertamanan, ancaman pada Dinas Kebersihan dan
anggaran yang dibutuhkan pada Pertamanan Kabupaten Buleleng berada
implementasi MSDM strategik di Dinas pada kategori cukup baik, artinya organisasi
Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten mempunyai kondisi internal yang kuat dan
Buleleng adalah sebesar Rp 9.917.466.000. lingkungan eksternal yang belum
Kemudian mengenai evaluasi dan mendukung karena kekuatan MSDM
pengendalian kinerja MSDM Strategik strategik sudah optimal, kelemahan MSDM
menunjukkan bahwa evaluasi dan strategik mampu ditangani, peluang MSDM
pengendalian kinerja MSDM strategik pada strategik yang belum baik, dan belum
Dinas Kebersihan dan Pertamanan optimalnya menangani ancaman MSDM
Kabupaten Buleleng berada pada kategori Strategik.
yang baik namun terdapat 2 kegiatan yang Berdasarkan hasil penelitian
belum tercapai yaitu pada kegiatan mengenai formulasi MSDM startegik pada
pemungutan sampah plastik yang Dinas Kebersihan dan Pertamanan
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

Kabupaten Buleleng berada pada kategori dengan cukup baik dan benar dengan
sangat baik, yang berarti Dinas Kebersihan mempertimbangkan lingkungan
dan Pertamanan Kabupaten Buleleng internal namun harus lebih
sudah memformulasikan visi, misi, tujuan, memperhatikan lingkungan eksternal
sasaran dan arah kebijakan yang akan organisasi.
diterapkan dalam mewujudkan Dinas (2) Dinas Kebersihan dan Pertamanan
Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten Kabupaten Badung sudah
Buleleng yang mandiri, tangguh dan memformulasikan MSDM strategik
profesional yang mampu bersaing di pasar dengan sangat baik, diantaranya visi,
global. misi, tujuan, sasaran dan arah
Berdasarkan hasil penelitian kebijakan yang akan diterapkan
mengenai implementasi MSDM strategik dalam mewujudkan Dinas Kebersihan
pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan dan Pertamanan Kabupaten Buleleng
Kabupaten Buleleng berada pada kategori yang mandiri, tangguh dan profesional
yang sangat baik yang berarti program, yang mampu bersaing di pasar global.
kegiatan, indikator kinerja, target, serta (3) Implementasi kinerja MSDM strategik
anggaran sudah berjalan. pada Dinas Kebersihan dan
Berdasarkan hasil penelitian Pertamanan Kabupaten Buleleng
mengenai evaluasi dan pengendalian sudah sangat baik karena telah
kinerja MSDM strategik pada Dinas sesuai dengan program, kegiatan,
Kebersihan dan Pertamanan Kabupaten indikator kinerja, target kinerja, dan
Buleleng hasil kinerja yang berada pada anggaran yang telah ditetapkan.
kategori yang baik namun terdapat 2 (4) Evaluasi dan pengendalian kinerja
kegiatan yang belum tercapai yaitu pada MSDM strategik pada Dinas
kegiatan pemungutan sampah plastik dan Kebersihan dan Pertamanan
kegiatan melaksanakan pembinaan atau Kabupaten Buleleng diperoleh hasil
sosialisasi tentang kebersihan dan kinerjanya berada pada kategori yang
keteduhan, yang artinya kinerja MSDM baik namun terdapat 2 kegiatan yang
pada Dinas Kebersihan dan Pertamanan belum tercapai.
Kabupaten Buleleng harus dievaluasi Berdasarkan simpulan yang telah
kembali agar kinerja MSDM dapat berjalan dikemukakan, maka dapat diajukan
sesuai target kinerja yang sudah ditetapkan. beberapa saran sebagai berikut.
Secara keseluruhan MSDM Strategik pada (1) Bagi Dinas Kebersihan dan
Dinas Kebersihan dan Pertamanan Pertamanan Kabupaten Buleleng,
Kabupaten Buleleng berada pada kategori agar lebih memperhatikan dan
yang baik dilihat dari SWOT yang cukup memperjelas makna dari visi dan
baik, formulasi, implementasi MSDM misi dari organisasi sehingga akan
Strategik yang sangat baik serta evaluasi berpengaruh dalam upaya untuk
dan pengendalian kinerja MSDM Strategik meningkatkan kinerja pegawai.
yang baik. Keterbatasan atau kelemahan Dalam proses formulasi MSDM
dalam penelitian ini adalah baru mengamati strategik perlu dibedakan antara
data pada satu perusahaan dan tidak strategi organisasi dengan strategi
berlaku pada perusahaan lain sehingga SDM serta dalam evaluasi dan
peneliti lain diharapkan menggunakan pengendalian kinerja MSDM
perusahaan lain yang lebih besar agar hasil strategik harus dilakukan secara
penelitian lebih baik lagi. berkala untuk mengetahui tingkat
pencapaian kinerja sehingga dapat
PENUTUP dicarikan solusi dalam memecahkan
Berdasarkan hasil penelitian dan permasalahan.
pembahasan yang telah dilakukan,maka (2) Bagi peneliti selanjutnya yang
dapat disimpulkan sebagai berikut. tertarik untuk mengkaji aspek yang
(1) Kekuatan, kelemahan, peluang dan serupa yaitu analisis MSDM
ancaman (SWOT) pada Dinas strategik pada Dinas Kebersihan
Kebersihan dan Pertamanan dan Pertamanan Kabupaten
Kabupaten Buleleng telah dilakukan Buleleng diharapkan untuk
e-Journal Bisma Universitas Pendidikan Ganesha
Jurusan Manajemen (Volume 4 Tahun 2016)

mengembangkan penelitian ini Mabey, C. & Salaman, G. 1998. Manajemen


dengan mengkaji lebih luas lagi Sumber Daya Manusia Strategik.
mengenai kekuatan, kelemahan, Oxford
peluang dan ancaman (SWOT),
merencanakan formulasi MSDM Mulyadi. 2001. Balanced Scorecard Alat
strategik, dan mengimplementasikan Manajemer untuk Pelipat Ganda
MSDM strategik serta mengevaluasi Kinerja Perusahaan. Jakarta:
dan pengendalian kinerja MSDM Salemba Empat
Strategik.
Nisjar, Karhi Winardi. 1997. Manajemen
DAFTAR RUJUKAN Strategik. Bandung: Mandar Maju

Amstrong, dan Kotler. 2000. Manajemen Palinggi. 2008. Manajemen Strategik.


Sumber Daya Manusia Strategik. Jakarta: Salemba Empat
Jakarta Penerbit PT. Indeks
Gramedia. Rangkuti, F. 2006. Analisis SWOT Teknik
Membedah Kasus Bisnis, cetakan
Certo and Peter. 1991. Strategic kedua belas. Jakarta: PT. Gramedia
Management: Concepts and Pustaka Utama
Application, New York: McGraw Hill
Robinson. 2008. Manajemen Strategis:
David, Fred R. 2001. Manajemen Strategi: Formulasi, Implementasi dan
Konsep-konsep, edisi kesembilan. Pengendalian. Jakarta: Salemba
Jakarta: INDEKS Kelompok Gramedia Empat

Dessler, Gary. 2000. Manajemen Sumber Salusu. J. 2006. Pengambilan Keputusan


Daya Manusia, Edisi Terjemahan, Strategik untuk Organisasi Publik dan
Jakarta: Penerbit PT. Prenhallindo Organisasi Non Profit. Jakarta: PT.
Gramedia Widiasarana Indonesia
Wheelen Thomas & Hunger, J. David. 2001.
Manajemen Strategis. Yogyakarta: Sugiyono. 2009. Metodologi Penelitian
Penerbit ANDI Kuantitatif Kualitatif dan R&D.
Bandung: CV Alfabeta.
Jogiyanto, HM. 2005. Analisa dan Desain
Sistem Informasi: Pendekatan ------------. 2012. Metodologi Penelitian
Terstruktur Teori dan Praktek Aplikasi Pendidikan. Bandung: CV Alfabeta.
Bisnis. Yogyakart: ANDI
Tunggal, Amin Widjaja. 2001. Analisis
SWOT, Suatu Pengantar. Jakarta:
Harvarindo