Anda di halaman 1dari 3

NAMA : IRMA SURYANI

NPM : 4115006

TERAPI KOGNITIF PADA LANSIA


1. DEFENISI
Demensia adalah penurunan kemampuan mental yang biasanya berkembang
secara perlahan, dimana terjadi gangguan ingatan, fikiran, penilaian dan kemampuan
untuk memusatkan perhatian, dan bisa terjadi kemunduran kepribadian. Pada usia muda,
demensia bisa terjadi secara mendadak jika cedera hebat, penyakit atau zat-zat racun
(misalnya karbon monoksida) menyebabkan hancurnya sel-sel otak.

2. KONDISI DEMENSIA
Kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia dengan berbagai jenis gangguan
seperti mudah lupa yang konsisten, disorientasi terutama dalam hal waktu, gangguan
pada kemampuan pendapat dan pemecahan masalah, gangguan dalam hubungan
dengan masyarakat, gangguan dalam aktivitas di rumah dan minat intelektual serta
gangguan dalam pemeliharaan diri.

3. TANDA dan GEJALA


Kesukaran dalam melaksanakan kegiatan sehari-hari
Pelupa
Sering mengulang kata-kata
Tidak mengenal dimensi waktu, misalnya tidur di ruang makan
Cepat marah dan sulit di atur.
Kehilangan daya ingat
Kesulitan belajar dan mengingat informasi baru
Kurang konsentrasi
Kurang kebersihan diri
Rentan terhadap kecelakaan: jatuh
Mudah terangsang
Tremor
Kurang koordinasi gerakan.

4. Pengenalan Dini Demensia


Pengenalan dini demensia berarti mengenali :
Kondisi normal (mengidentifikasi BSF dan AAMI): kondisi kognitif pada lanjut usia
yang terjadi dengan adanya penambahan usia dan bersifat wajar. Contoh: keluhan
mudah-lupa secara subyektif, tidak ada gangguan kognitif ataupun demensia.
Kondisi pre-demensia (mengidentifikasi CIND dan MCI): kondisi gangguan kognitif
pada lanjut usia dengan ciri mudah lupa yang makin nyata dan dikenali (diketahui
dan diakui) oleh orang dekatnya. Mudah lupa subyektif dan obyektif serta
ditemukan performa kognitif yang rendah tetapi belum ada tanda-tanda demensia.
Kondisi demensia : kondisi gangguan kognitif pada lanjut usia dengan berbagai
jenis gangguan seperti mudah lupa yang konsisten, disorientasi terutama dalam
hal waktu, gangguan pada kemampuan pendapat dan pemecahan masalah,
gangguan dalam hubungan dengan masyarakat, gangguan dalam aktivitas di
rumah dan minat intelektual serta gangguan dalam pemeliharaan diri.

5. STRATEGI LATIHAN KOGNITIF


Menurunkan cemas
Tehnik relaksasi
Biofeedback, menggunakan alat untuk menurunkan cemas dan
memodifikasi respon perilaku.
Systematic desenzatization. Dirancang untuk menurunkan perilaku yang
berhubungan dengan stimulus spesifik misalnya karena ketinggian atau
perjalanan melalui pesawat. Tehnik ini meliputi relaksasi otot dengan
membayangkan situasi yang menyebabkan cemas.
Flooding. Klien segera diekspose pada stimuli yang paling memicu
cemas (tidak dilakukan secara berangsur angsur) dengan
menggunakan bayangan/imajinasi
Pencegahan respon klien. Klien didukung untuk menghadapi situasi
tanpa melakukan respon yang biasanya dilakukan.

6. TERAPI KOGNITIF

Latihan kemampuan social meliputi : menanyakan pertanyaan,


memberikan salam, berbicara dengan suara jelas, menghindari kiritik diri
atau orang lain
Aversion therapy : therapy ini menolong menurunkan perilaku yang tidak
diinginkan tapi terus dilakukan. Terapi ini memberikan stimulasi yang
membuat cemas atau penolakan pada saat tingkah laku maladaptive
dilakukan klien.
Contingency therapy: Meliputi kontrak formal antara klien dan terapis
tentang apa definisi perilaku yang akan dirubah atau konsekuensi
terhadap perilaku itu jika dilakukan. Meliputi konsekuensi positif untuk
perilaku yang diinginkan dan konsekuensi negative untuk perilaku yang
tidak diinginkan.