Anda di halaman 1dari 4

Nama Kelompok : Melany Putri (140310130029)

Elba Salsabiila (140310130017)


Susanty (140310130007)
Mata Kuliah : Gelombang II

Dosen Pengampu : Dr. Eng. Camelia Panatarani. MSi

I. Abstrak
Pada kasus sebuah kamar yang berada di sebuah apartement dan terisolasi oleh cahaya
kita bisa menggunakan prinsip pandu gelombang. Dimana bahan yang kita gunakan
adalah Plexiglas sebagai kledingnya dan gliserin sebagai core nya.Pandu gelombang
tersebut kita applikasikan pada dinding setiap kamar dan para pemilik kamar dapat
menentukan sendiri berapa instensitas cahaya yang mereka butuhkan karena didalam
kamar kita membuat replika jendela yang seolah-olah jendela tersebut langsung sebagai
sumbercahaya masuk. Pada atap gedung apartemen kita menggunakan collector cahaya,
dimana cahaya matahari akan dikumpulkan oleh collector menuju pandu gelombang.
Penggunaan collector ini dimaksudkan agar cahaya matahari yang ditangkap
semaksimal mungkin. Setelah cahaya masuk kedalam pandu gelombang, cahaya-cahaya
tersebut akan dipantulkan sepanjang selubung pandung gelombang. Pandu gelombang
tersebut kita letaktan di setiap dinding kamar sehingga pantulan cahaya tersebut akan
bisa mencapai seluruh kamar didalam gedung tersebut.

II. Teori dasar


2.1. Pandu gelombang
Pandu gelombang adalah alat untuk memandu gelombang atau mengarahkan
penjalaran gelombang pada arah dan pola tertentu. Gelombang electromagnet
umum yang tak terpolarisasi bidang, dapat diarahakan penjalarannya ke arah
tertentu melalui rongga pandu gelombang (wave guide). Bentuk rongga pandu
gelombang secra umum dibagi 2 yaitu persegi empat dan silinder.
2.2. Plexiglass
Plexiglass merupakan polymethyl metacrylate atau PMMA yang biasa digunakan
sebagai pengganti kaca karena memiliki sifat transparan, dapat diwarnai dengan
baik, mudah dibentuk, tidak mudah pecah dan tahan terhadap perubahan cuaca.
Orang biasa menyebutnya kayu berbentuk kaca karena plexiglass mudah dibor,
dipaku, dan dipotong sesuai keinginan.

III. Bahan
1. Colector
2. Plexiglas
3. Gliserin
4. Cermin
IV. Prinsip kerja
Cahaya di fokuskan masuk menggunakan colecctor cahaya yang berada pada atap
gedung, penggunakan colecctor dimaksudkan agar cahaya yang ditangkap
semaksimal mungkin. Colector tersebut langsung dihubungkan kepada pandu
gelombang yang berada didalam dinding setiap kamar.

Warna kuning dan hijau merupakan pandu gelombang didalam dinding setiap kamar.
Dimana cahaya dari pandu gelombang secara terus meneru memantulkan cahaya di
sepanjang dinding kamar. Pandu cahaya tersebut terdiri dari gliserin sebagai core nya
dan cermin (kaca yang dilapisi bahan logam) sebagai kledingnya. Gliserin digunakan
karena mempunyai indeks bias 1,47. Sedangkan penggunaan cermin dikarenakan kaca
merupakan bahan yang dapat mentranmisikan gelombang secara baik ditambah
lapisan logam yang berada dibelakang kaca membuat gelombang tersebut terisolasi
didalam core sehingga gelombang akan terus menerus di tranmisikan. Karena gliserin
merupakan bahan dalam wujut cair maka kita bisa menggunakan flexiglass sebagai
pelapis dari gliserin tersebut diantara lapisan cermin hal ini dilakukan agar pada saat
pemilik kamar membuka jendela tersebut gliserin tidak tumpah. Flexi glas digunakan
karena bersidat transparan,dapat diwarnai, mudah dibentuk, tidak gampang pecah, dan
sangat stabil terhadap perubahan cuaca. Karena salah satu sifat plexiglass yang dapat
diiwarnai kita bisa mendopping zat pewarna seperti warna peach, cream, blue sky, dll
pada plexiglass sehingga efek yang didapatkan oleh pemilik kamar merasa nyaman.
Perhatikan gambar di bawah ini :

D CERMIN

FLEXIGLASS
GLISERIN

FLEXIGLASS

CERMIN
Gambar diabawah ini merupakan gambar tampak dari dalam kamar, dimana kita letakan
seolah-olah kamar tersebut mempunyai jendela namun sebenarnya jendela tersebut
merupakan pandu gelombang yang didalamnya diisi oleh gliserin. Jendela tersebut dapat
dibuka dan ditutup oleh pemilik kamar sehingga walaupun posisi kamar berada di tengah-
tengan gedung kamar tersebut tetap dapat cahaya matahari sehingga kamarnya menjadi
terang.