Anda di halaman 1dari 17

MANAJEMEN STRATEGIK

RINGKASAN MATERI KULIAH MATERI 5

KELOMPOK I

Putu Wahyu Yana Prasetya (03) 1515251062

Cokorda Istri Gita Apsari Dewi (04) 1515251063

I Gusti Ayu Tri Tungga Dewi (08) 1515251067

Ida Bagus Gede Bayu Kresnadana (14) 1515251074

Alfen Wijaya Putra (33) 1707525158

Program Non Reguler Fakultas Ekonomi dan Bisnis

Universitas Udayana

Tahun Ajaran

2017/2018
RINGKASAN MATERI KULIAH IV

1.1 Latar Belakang

PT PERTAMINA (PERSERO) merupakan salah satu perusahaan besar BUMN di Indonesia.


Perusahaan BUMN ini bergerak dibidang perminyakan. Bisnis yang dijalankan oleh PT
PERTAMINA (PERSERO) ialah pengolahan minyak yang dimulai dari hulu hingga hilir dan
pemasaran. Oleh karena itu, PT PERTAMINA (PERSERO) merupakan salah satu perusahaan
yang paling berpengaruh terhadap laju perekonomian negara Indonesia.

Sebagai lokomotif perekonomian bangsa Pertamina merupakan perusahaan milik negara


yang bergerak di bidang energi meliputi minyak, gas serta energi baru dan terbarukan. Pertamina
menjalankan kegiatan bisnisnya berdasarkan prinsip-prinsip tata kelola korporasi yang baik
sehingga dapat berdaya saing yang tinggi di dalam era globalisasi.

Visi : Menjadi Perusahaan Energi Nasional Kelas Dunia


Misi : Menjalankan usaha minyak, gas, serta energi baru dan terbarukan secara
terintegrasi, berdasarkan prinsip-prinsip komersial yang kuat.
Tujuan : Menjadi Perusahaan Minyak Nasional Kelas Dunia. Pertamina dalam
usahanya selalu berinovasi melalui gagasan seluruh personel yang dimilikinya,
pelaksanaan riset terhadap kualitas produk BBMnya, serta berusaha untuk
mempertahankan standard dan mutu segala produknya serta melakukan kontrol
terhadap tingkat produksinya. Dengan berpegang pada prinsip kehati-hatian dan
manajemen resiko yang handal, Pertamina berharap akan dapat memberikan peluang
dan pertumbuhan, sehingga tetap memberikan kontribusi sebagai perusahaan
penyumbang APBN Negara Republik Indonesia melalui pembayaran pajak maupun
deviden kepada Pemerintah
1.2 Analisis SWOT, IFAS dan EFAS

Analisis SWOT merupakan singkatan dari kekuatan (strength), kelemahan (weakness),


peluang (opportunity), dan ancaman (threat) merupakan alat analisis yang mendasarkan kepada
kemampuan melihat kekuatan baik internal maupun eksternal yang dimiliki perusahaan
dibanding perusahaan pesaing. Tujuannya adalah untuk: melakukan analisis situasi atau kondisi,
sehingga dapat merumuskan strategi perusahaan dalam persaingannya di pasar. Analisis SWOT
ini dilakukan dengan:

1) Menganalisis faktor strategis internal dan eksternal


2) Membuat matriks faktor strategi internal (IFAS = Internal Factors Strategic Summary
dan matriks faktor strategi eksternal (EFAS = External Strategy Factors Analysis
Summary)
3) Membuat matriks ruang (Space matriks)
4) Merumuskan strategi umum (Grand strategy)
5) Menyusun keputusan strategis
6) Mengevaluasi dan Mengawasi Strategi

Membuat matriks faktor strategi internal (IFAS) dan matriks faktor strategi eksternal (EFAS)
tujuannya adalah melihat berapa posisi tiap faktor yang telah termasuk kedalam kekuatan,
kelemahan, peluang maupun ancaman setelah dilakukan pembobotan, peratingan dan penilaian

1.3 Identifikasi Lingkungan Internal

Lingkungan internal perusahaan memiliki kemampuan untuk merubah suatu perusahaan


menjadi apa yang dicita-citakan oleh manajemen. Lingkungan internal merupakan proses
pengidentifikasian terhadap faktor-faktor yang menjadi kekuatan dan kelemahan suatu
perusahaan. Proses internal perusahaan tersebut dapat dianalisis dengan menggunakan
pendekatan fungsional yaitu analisis yang dilakukan oleh masing-masing fungsi dalam
perusahaan dengan mengkaji manajemen, pemasaran, keuangan, produksi, dan sumberdaya
manusia.

Pihak-pihak yang pernah terlibat dalam perumusan suatu strategi pasti mengetahui dan
mengakui bahwa melakukan suatu analisis internal sebagai bagian integral dari keseluruhan
upaya menciptakan profil organisasi bukan tugas yang mudah. Upaya tersebut bahkan
mengandung banyak tantangan yang harus dihadapi. Dikatakan demikian karena perumusan
strategi selalu diwarnai oleh berbagai hal, antara lain:

a. Penilaian yang bersifat subyektif

b. Perhitungan-perhitungan yang tidak selalu dapat dikualifikasikan


c. Kenyataan bahwa kegiatan organisasi selalu bergerak dalam kondisi dinamis yang pada
dirinya mengandung ketidakpastian (uncertainity)

d. Adanya faktor-faktor yang berada di luar kemampuan organisasi untuk


mengendalikannya, meskipun para perumus strategi selalu saja dapat memanfaatkan
analisis yang obyektif, rasional dan sudah baku.

Para pakar menekankan bahwa salah satu instrumen analisis yang dapat digunakan adalah
analisis SWOT yang dengannya dapat diketahui secara jelas dan pasti faktor-faktor internal yang
menjadi kekuatan organisasi yang dapat mencakup saluran distribusi yang handal, posisi kas
organisasi, lokasi yang menguntungkan, keunggulan dalam menerapkan teknologi yang canggih
tetapi sekaligus tepat guna dan struktur atau tipe organisasi yang digunakan. Akan tetapi, tidak
kalah pentingnya untuk diketahui secara tepat adalah berbagai kelemahan yang mungkin terdapat
dalam diri organisasi tersebut.

Analisis SWOT yang dilakukan dengan tepat juga menunjukkan berbagai peluang yang
seharusnya dimanfaatkan, terutama dengan mengembangkan faktor-faktor pendukung dan
mengubah potensi yang dimiliki menjadi kekuatan efektif sehingga organisasi memiliki
keunggulan kompetitif yang dapat diandalkan. Kemampuan memanfaatkan peluang mempunyai
arti yang sangat penting bagi setiap organisasi, terutama dalam situasi persaingan yang tajam.
Bahkan dapat dikatakan bahwa ketidakmampuan memanfaatkan peluang pada dirinya akan
menimbulkan ancaman bagi organisasi karena pesaing akan mengambil manfaat dari kelemahan
lawannya.

Harus diakui bahwa analisis internal tidak selalu dapat dilakukan secara sistematis, karena
faktor-faktor yang telah disinggung sebelumnya. Meskipun demikian, analisis internal telah
diakui secara umum sebagai unsur kritikal dalam perumusan dan penentuan strategi. Artinya,
para perumus strategi jangan sampai terpukau oleh pendekatan yang sifatnya intuitif. Dengan
kata lain, meskipun faktor subyektifitas tidak dapat dihilangkan sama sekali, hendaknya akal
sehat, daya kognitif, obyektivitas dan instrumen yang ilmiah serta baku hendaknya lebih banyak
berperan (Siagian, 1998).

Dengan demikian, organisasi dapat menentukan secara tepat langkah-langkah strategis apa
yang akan diambil di masa yang akan datang. Hal-hal yang telah disebutkan di atas menunjukkan
betapa pentingnya penilaian kondisi internal organisasi secara mendalam dan sistematis yang
dilakukan dalam rangka perumusan dan penetapan strategi organisasi secara berhasil.
Pengalaman berbagai organisasi, terlepas dari layanan yang dihasilkan, proses organisasional
yang berjalan, besarnya organisasi, cakupan luasan organisasi, dan jenis teknologi yang
diterapkan, mendukung pendapat tersebut (Siagian, 1998).

1.4 Sumber Daya Perusahaan

Sumber daya perusahaan adalah alat yang digunakan perusahaan dalam mencapai tujuannya
(Amirullah, 2005). Sumber daya yang kompetitif bagi sebuah bisnis terdiri dari beberapa elemen
utama, meliputi:

a. Sumber daya modal atau uang berhubungan dengan sejumlah uang yang harus disediakan
untuk memperoleh faktor-faktor produksi seperti membeli bahan baku dan alat-alat yang
dibutuhkan, serta membiayai gaji tenaga kerja.

b. Sumber daya manusia berkerja sama melakukan proses kerja untuk mencapai tujuan
perusahaan.

c. Sumber daya material merupakan faktor produksi yang diperlukan dalam melaksanakan
aktivitas bisnis untuk diolah dan menghasilkan produk untuk dijual, terdiri dari bahan
mentah, setengah jadi (raw material) dan bahan jadi.

d. Metode atau manajemen meliputi perencanaan, pengorganisasian, pengarahan dan


pengendalian untuk mencapai tujuan perusahaan.

e. Sumber daya mesin merupakan satu elemen tambahan yang biasanya dihubungkan
dengan penggunaan teknologi dalam menciptakan efisiensi kerja.

1.5 Proses Analisis Dan Diagnosis Lingkungan Internal

Lingkungan internal merupakan suatu kondisi yang ada di dalam suatu perusahaan. Analisis
internal adalah proses perencanaan strategi menentukan letak kekuatan dan kelemahan suatu
perusahaan. Lingkungan internal menurut David (2004) merupakan kekuatan dan kelemahan
perusahaan pada area fungsional bisnis, termasuk manajemen, pemasaran, keuangan/akuntansi,
produksi/operasi, penelitian dan pengembangan, dan sistem informasi manajemen. Analisis
Lingkungan Internal merupakan suatu proses untuk menemukan aspek-aspek internal/variabel
internal perusahaan yang diperlukan dalam menghadapi lingkungan eksternalnya dan
mengevaluasinya apakah berada dalam posisi yang kuat atau lemah.

Dalam menganalisis lingkungan internal ada beberapa unsur yang dianalisis, yaitu
diantaranya:

a. Struktur Organisasi Perusahaan

Struktur organisasi perusahaan merupakan pola hubungan di dalam perusahaan atau bentuk
formal peraturan dan hubungan antar orang sehingga setiap pekerja dapat diarahkan dalam
mencapai tujuan dan misi perusahaan.

b. Budaya Perusahaan

Budaya perusahaan adalah sekumpulan kepercayaan, harapan dan nilai yang dipahami serta
dilaksanakan oleh tiap-tiap anggota perusahaan dan akan membentuk perilaku orang-orang di
dalam perusahaan tersebut.

c. Sumber daya Perusahaan

Sumber daya perusahaan adalah segala sesuatu yang dapat dimanfaatkan oleh perusahaan
guna mendukung perkembangan perusahaan, diantaranya sumberdaya manusia, sumberdaya
produksi, sumberdaya keuangan, pemasaran serta penelitian dan pengembangan.

Analisis dan diagnosis keuntungan strategi (internal) menunjukkan adanya penggunaan waktu
dari para penentu strategi untuk memeriksa dan mengidentifikasi faktor-faktor keuntungan
strategi perusahaan dalam rangka menentukan kekuatan dan kelemahan perusahaan sehingga
penentu strategi dapat memanfaatkan dan mengelolanya secara efektif dan efisien.

Mengidentifikasi variabel internal merupakan alat untuk menentukan bagian-bagian internal


yg diperlukan di dalam membangun kekuatan dan kelemahan perusahaan. Menemukan variabel
yg perlu dianalisis perlu pengkajian untuk hal tersebut. Dan Hasil kajian berupa informasi
tentang kekuatan dan kelemahan perusahaan atau Strategic Advantages Profiles dari perusahaan

Terdapat beberapa cara untuk menganalisis lingkungan internal yaitu analisis PIMS ,
Analisis Rantai Nilai dan Analisis Fungsional.
a. Metode Analisis PIMS (Profit Impact of Market Strategy)
Analisis PIMS adalah analisis yang mengidentifikasikan faktor-faktor strategi
utama yang mempengaruhi 80% profitabilitas, Pertama kali diperkenalkan pada tahun
1960 sebagai proyek internal perusahaan. Karakteristik yang mencakup dalam analisis
ini adalah:
Biaya langsung per unit yang tinggi,
Pangsa pasar yang tinggi,
Intensitas investasi yang rendah,
Kualitas pasar yang tinggi,
Penggunaan kapasitas organisasi yang tinggi
Beberapa hal yang mempengaruhi kekuatan dan kelemahan perusahaan antara lain:

Intensitas investasi
Pangsa pasar
Pertumbuhan pasar
Daur kehudupan produk
Rasio biaya pemasaran dan besarnya penjualan
b. Metode Analisis Rantai Nilai

Metode yang disampaikan oleh Porter, merupakan suatu cara menguji sifat dan
luasnya sinergi organisasi di antara aktivitas internal korporasi. Menurut Porter, setiap
organisasi merupakan kumpulan aktivitas yang diciptakan untuk merancang,
menghasilkan, memasarkan, mengirimkan, dan mendukung produknya. Analisis rantai
nilai mengidentifikasi aktivitas, fungsi dan proses bisnis yang harus dilaksanakan
dalam merancang, memproduksi, memasarkan dan mengirimkan produk. Dalam
analisis rantai nilai, manajemen harus berusaha mengidentifikasi berbagai aktivitas
yang menambah nilai bahan baku menjadi barang jadi yang siap dipakai oleh
konsumen. Porter juga mengidentifikasi 5 (lima) aktivitas utama yang terjadi dalam
setiap organisasi bisnis yaitu :

Operasi organisasi,
Menyediakan logistic bahan baku,
Melayani pelanggan
Melakukan pemasaran dan penjualan
Analisis rantai nilai bertujuan untuk mengidentifikasi dimana keunggulan dan
kelemahan biaya rendah yang ada di sepanjang rantai nilai mulai dari bahan mentah
sampai aktivitas layanan konsumen.

c. Metode Analisis Fungsional

H. I. Ansof menganjurkan bahwa keahlian dan sumber daya juga dapat


diorganisir ke dalam profil kompetensi berdasarkan tipe fungsi bisnis yang meliputi
fungsi produksi, fungsi pemasaran, fungsi keuangan, fungsi sumber daya manusia,
fungsi riset dan pengembangan dan fungsi terkait lainnya. Beberapa hal yang membuat
analisis dengan Pendekatan Fungsional menjadi tidak seimbang disebabkan oleh :

Jenis bisnis / industri

Segmentasi pasar dan pasar sasaran

Tahap daur kehidupan produk dan industri

Posisi perusahaan di pasar

1.6 Penentuan Kekuatan Dan Kelemahan Perusahaan

Dalam menyusun strategi manajemen, manajemen harus mengidentifikasi berbagai


variable intern yang dapat menunjukkan kekuatan maupun kelemahan perusahaan. Kemampuan
identifikasi ini akan membantu perusahaan dalam membangun secara bertahap kompetensi.
Analisis SWOT merupakan teknik yang sering digunakan untuk mendapatkan gambaran dengan
cepat mengenai situasi strategis perusahaan. Analisis intern lain yang dapat dilakukan yaitu:
analisis value chain dan biaya strategis, analisis penilaian kekuatan persaingan dan analisis 7
S framework yang mencakup structure, strategy, staff, management style, system dan
procedures, skills dan shared values.

a. Identifikasi Kekuatan dan Kelemahan


Setiap perusahaan harus mampu menjalankan strategi yang sesuai dengan keahlian atau
kemampuan utamanya (core competency) sehingga memiliki kemampuan bersaing yang paling
kuat dan pada gilirannya akan mampu menempatkan perusahaan dalam posisi keunggulan pasar
(market advantage). Sementara itu, kelemahan merupakan sesuatu kekurangan yang mungkin
dirasakan dibandingkan dengan pesaing atau yang menimbulkan keterbatasan sehingga tidak
dapat meraih apa yang diharapkan.
Core Competencies merupakan suatu perusahaan dianggap kompeten jika perusahaan
mampu melakukan usahanya dengan sangat baik dibandingkan dengan pesaing. Jika pesaing
tidak mempunyai kemampuan yang sama, akan butuh waktu dan biaya mahal bagi pesaing untuk
menandingi kemampuan perusahaan. Jadi, core competence merupakan asset yang bermanfaat
dan menjadi penyangga utama keberhsilan perusahaan.

1.7 Sintesis Faktor-Faktor Strategis Internal IFAS (Internal Factors Analysis Summary)
Identifikasi IFAS dilakukan dengan melihat kondisi internal perusahaan. Identifikasi
IFAS dapat dilakukan dengan melakukan analisis terhadap organisasi dengan perangkat bernama
Organizational Capability Profile (OCP). Terdapat lima variabel yang dianalisis pada OCP yaitu:
Financial Capability
Profile Marketing Capability
Profile Operations Capability
Factors Personnel Capability
Factors General Management Capability

Contoh Tabel IFAS


FAKTOR-FAKTOR STRATEGI INTERNAL BOBOT RATING BOBOT X RATING

Kekuatan

Kualitas SDM yang tinggi 0.2 4 0.8

Harga yang relatif kompetitif 0.2 3 0.6

Proses produksi yang menggunakan Hi-Tech 0.1 2 0.2

Struktur organisasi yang baik 0.1 1 0.1

Kelemahan

Brand awareness yang masih lemah 0.05 2 0.1


Jalur distribusi yang belum luas 0.05 3 0.15

Keadaan finansial perusahaan yang belum stabil 0.1 2 0.2

Jalur komunikasi belum baik 0.2 1 0.2

TOTAL 1

Cara untuk menentukan faktor strategi Internal dan membuat tabel IFAS adalah sebagai
berikut:

Susun dalam kolom pertama hal yang menjadi kekuatan dan kelemahan organisasi.
Beri bobot masing-masing faktor tersebut dengan skala mulai dari 1,0 (sangat penting)
sampai dengan 0,0 (tidak penting). (Semua bobot tersebut jumlahnya tidak boleh melebihi
skor total 1,00).
Hitung rating dalam kolom ketiga untuk masing-masing faktor dengan memberikan
skala mulai dari 4 (sangat baik) sampai dengan 1 (sangat buruk), berdasarkan pengaruh
faktor tersebut terhadap kondisi perusahaan yang bersangkutan.
Kalikan bobot pada kolom kedua dengan rating dalam kolom ketiga, untuk memperoleh
faktor pembobotan dalam kolom keempat. Hasilnya berupa skor pembobotan untuk masing-
masing faktor yang nilainya bervariasi mulai dari 4
(outstanding) sampai dengan 1 (poor).

Jumlahkan skor pembobotan dalam kolom keempat untuk memperoleh total skor
pembobotan bagi perusahaan yang bersangkutan. Tujuannya adalah untuk
membandingkan perusahaan tersebut dengan perusahaan yang sejenis.

ANALISIS SWOT, IFAS DAN EFAS

TERHADAP PT. PERTAMINA (PERSERO)


2.1 Strength (Kekuatan)

Kekuatan internal pada PT. PERTAMINA (Persero):

a) Menyediakan produk yang berkualitas tinggi


Produk dari PERTAMINA sudah memiliki pengakuan dari dunia internasional. Diantaranya
produk oli dari PERTAMINA yang sudah memiliki sertifikat ISO.

b) Memiliki pelayanan yang baik


Untuk pelayanan, sudah dapat mendistribusikan produknya ke seluruh penjuru Indonesia bahkan
sampai ke daerah-daerah terpencil.

c) Sumber daya manusia yang handal


SDM di PT PERTAMINA (PERSERO) merupakan orang-orang yang sudah profesional di
bidangnya. Memiliki kemampuan dan pengalaman yang sudah teruji. Selain itu pelatihan dan
seminar yang berhubungan dengan dunia bisnis banyak diikuti oleh para karyawan, yang dapat
meningkatkan ilmu pengetahuan dan kemampuannya.

d) Pengalaman di bidang migas


PERTAMINA sudah bergerak di bidang migas di indonesia sejak tahun 1968. Dengan
pengalaman yang cukup lama di bidang migas, faktor ini dapat menjadi salah satu nilai tambah.
Pengalaman dan pengakuan dari dunia internasional berhubungan dengan dunia migas
menjadikan PERTAMINA cukup disegani dibidang migas.

e) Penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi


Teknologi informasi di PERTAMINA sudah terintegrasi dan mendukung proses bisnis
perusahaan. Dengan adanya Divisi SBTI, ini menunjukkan adanya kepedulian yang cukup tinggi
dari pihak manajemen untuk mengembangkan teknologi informasi.

2.2 Weaknesses (Kelemahan)

Kelemahan internal pada PT. PERTAMINA (Persero):

a) Kurangnya modal
Kendala PERTAMINA saat ini adalah kekurangannya modal dalam hal kegiatan eksplorasi dan
eksploitasi sumber daya alam, sehingga pihak manajemen membangun kerjasama dengan pihak
asing untuk melakukan tersebut.

b) Masalah birokrasi yang menghambat kinerja


Birokrasi yang terlalu rumit menghambat proses pengambilan keputusan karena terlalu banyak
waktu yang terbuang untuk menjalankan suatu keputusan.

c) Penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan kemampuan


Sumber daya manusia di PT. PERTAMINA banyak yang penempatan dan penggunaannya tidak
maksimal sehingga menggurangi efektifitas dan efisiensi perusahaan.

d) Jumlah armada yang kurang


Peningkatan permintaan pasar yang membutuhkan arus distribusi barang yang tinggi dapat
terhambat dengan kurangnya jumlah armada pengangkut barang yang ada sekarang ini.

e) Kurangnya jumlah pemasok


Ketergantungan pasokan pada satu pemasok, sehingga apabila terjadi keterlambatan pasokan
produk akan mengganggu operasional perusahaan.

2.3 Opportunities (Peluang)


Peluang eksternal pada PT. PERTAMINA (Persero):
a) Pasar bisnis yang masih tinggi
Penggunaan migas yang merupakan salah satu kebutuhan pokok dunia saat ini membuat
permintaan akan produk ini tetap tinggi walaupun terjadi gejolak harga.
b) Harga jual yang murah
PERTAMINA dapat menjual BBM dengan harga murah karena pemanfaatan dari subsidi
pemerintah. Hal ini dapat digunakan PERTAMINA sebagai salah satu kesempatan untuk
menguasai pasar migas di Indonesia.
c) Sumber daya migas yang masih cukup tinggi
Sumber cadangan migas yang tersedia di Indonesia masih cukup banyak yang belum
tereksplorasi. Cadangan minyak ini dapat digunakan PERTAMINA untuk meningkatkan
penjualan dalam memenuhi permintaan pasar.
d) Produk
Dengan nilai oktan tinggi yang menghasilkan pembakaran yang lebih bersih, non subsidi yang
bisa jadi menggantikan dominasi penjualan premium.
e) Posisi didalam pasar
Sebagai pemimpin dalam pasar Bahan Bakar Minyak (BBM)
f) Memberikan pelayanan terbaik
PERTAMINA (Persero) memiliki kesempatan unuk megubah pelayanan yang kurang baik dan
mengubah Image yang tertancap dibenak konsumennya, menjadikan Konsumennya menjadi
konsumen yang memiliki Loyalitas tinggi pada PT. PERTAMINA (Persero).

2.4 Threats (Ancaman)


Ancaman eksternal pada PT. PERTAMINA (Persero):
a) Masuknya pihak swasta untuk beroperasi di bidang Non-BBM
Dengan masuknya pihak swasta yang bergerak di bidang Non-BBM cakupan pasar
PERTAMINA dalam hal Non-BBM seperti oli menjadi berkurang. Hal ini menjadikan
pendapatan PERTAMINA menjadi berkurang.
b) Makin banyaknya pihak swasta yang melakukan eksplorasi migas di wilayah Indonesia.
Pihak swasta yang melakukan eksplorasi Migas di Indonesia kadang mempunyai dana dan
peralatan yang lebih canggih dibanding PERTAMINA hal ini menyebabkan lahan minyak
mentah yang kaya akan cadangan minyak akhirnya dikelola oleh pihak swasta.
c) Pengaruh Intervensi
Dikarenakan PERTAMINA merupakan perusahaan multi internasional, maka adanya pengaruh-
pengaruh intervensi di dalam tubuh PERTAMINA khususnya pada posisi manajemen strategis
seperti dewan komisaris. Intervensi ini menyebabkan terbatasnya ruang gerak manajemen untuk
menentukan kebijakan yang akan diambil.
d) Pasar bebas
Dengan adanya pasar bebas, perusahaan asing yang bergerak di bidang migas diperbolehkan
untuk memasarkan hasil produksinya di wilayah Indonesia. Hal ini akan meningkatkan
persaingan bisnis yang ketat.
e) Image Pesaing
Image bahwa produk yang ditawarkan kompetior (Shell dan Petronas) memiliki tingkat kualitas
yang lebih baik menjadikan ketertarikan konsumen untuk berganti produk konsumsi.
2.5 MATRIKS IFAS, EFAS dan SWOT

1. Matriks IFAS (Internal Factors Analysist Summary)


No. Faktor Strategis Internal Bobot Peringkat Terbobot
Strength (Kekuatan)
1. Menyediakan produk yang berkualitas tinggi 0,20 4 0,80
2. Memiliki pelayanan yang baik 0,07 2 0,14
3. Sumber daya manusia yang handal 0,06 3 0,18
4. Pengalaman di bidang migas 0,14 4 0,56
5. Penggunaan teknologi informasi yang terintegrasi 0,05 2 0,10
0,52 1,78
Weakness (Kelemahan)
1. Kurangnya modal 0,15 3 0,45
2. Masalah birokrasi yang menghambat kinerja 0,05 2 0,10
3. Penempatan karyawan yang tidak sesuai dengan 0,09 3 0,27
kemampuan
4. Jumlah armada yang kurang 0,11 2 0,22
5. Ketergantungan pasokan pada satu pemasok 0,08 1 0,08
0,48 1,12
Total 1,00 2,90

2. Matriks EFAS (Eksternal Factors Analysist Summary)


No. Faktor Strategis Eksternal Bobot Peringkat Terbobot
Opprtunities (Peluang)
1. Pasar bisnis yang masih tinggi 0,10 3 0,30
2. Harga jual yang murah 0,11 4 0,44
3. Sumber daya migas yang masih cukup tinggi 0,08 2 0,16
4. Produk, yang bisa jadi menggantikan dominasi penjualan 0,12 2 0,24
premium.
5. Sebagai pemimpin dalam pasar Bahan Bakar Minyak 0,15 4 0,60
(BBM)
0,56 1,74
Threats (Ancaman)
1. Masuknya pihak swasta untuk beroperasi dibidang Non- 0,09 2 0,18
BBM
2. Makin banyaknya pihak swasta yang melakukan 0,10 3 0,30
eksplorasi migas di wilayah Indonesia.
3. Pengaruh Intervensi 0,08 2 0,16
4. Pasar bebas 0,11 2 0,22
5. Image bahwa produk yang ditawarkan kompetior 0,06 3 0,18
memiliki tingkat kualitas yang lebih baik
0,44 1,04
Total 1,00 2,78

KESIMPULAN

3.1 ANALISIS KUADRAN

Dari analisis SFAS diatas diperoleh skor yang cukup tinggi yaitu sebesar 3,60, dari hasil
tersebut maka dapat ditarik kesimpulan bahwa PT. PERTAMINA (Persero) telah merumuskan
strategi yang tepat selama perusahaan berdiri karena masih mampu menjadi pemimpin pasar.
Dari skor yang cukup tinggi tersebut maka PT. PERTAMINA (Persero) saat ini memiliki
kesempatan yang cukup baik untuk dapat mengoptimalkan kekuatan yang dimiliki dalam
memanfaatkan peluang yang ada, mengatasi apa yang menjadi kelemahan internal, serta dapat
mengantisipasi ancaman-ancaman yang sedang atau yang akan dihadapinya untuk dapat lebih
kuat ditengah persaingan yang semakin ketat.
Analisis SWOT adalah analisis mengenai kondisi internal perusahaan (IFAS) dan eksternal
perusahaan (EFAS) yang selanjutnya akan dijadikan dasar dalam merancang suatu strategi
perusahaan untuk mengatasi kelemahan yang ada,menghadapi ancaman baik yang sedang
dihadapi maupun yang akan dihadapi, serta mempergunakan peluang yang ada dengan baik yang
dilakukan melalui pengoptimalan kekuatan yang telah dimiliki oleh PT. PERTAMINA (Persero)
dalam menghadapi persaingan.
Berdasarkan hasil pengolahan data pada matriks evaluasi internal dan matriks evaluasi
eksternal didapatkan besaran nilai dari masing-masing matriks tersebut, yang kemudian menjadi
masukan untuk analisa kuadran.

1) Nilai Matriks Evaluasi Internal = Total Kekuatan Total Kelemahan


= 1,78 1,12

= 0,66

2) Nilai Matriks Evaluasi Eksternal = Total Peluang Total Ancaman

= 1,74 1,04

= 0,70

Matriks Posisi Strategis dan Evaluasi Tindakan atau dikenal dengan analisis kuadran yaitu
kerangka empat kuadran yang menunjukan empat pilihan strategi, dan strategi manakah yang
paling sesuai untuk dipilih oleh suatu organisasi atau perusahaan tertentu, dan dibawah ini adalah
gambar yang menunjukkan posisi PT. PERTAMINA (Persero) yang digambarkan dalam analisis
kuadran.
Dari matriks di atas dapat disimpulkan bahwa posisi PT. PERTAMINA (Persero) berada
diantara kekuatan internal dan keuntungan ekstenal yang besar yaitu kuadaran I (satu).

3.2 SARAN DAN REKOMENDASI STRATEGI


Pada hasil yang ditunjukkan pada matriks di atas menunjukkan bahwa PT. PERTAMINA
(Persero) berada dalam posisi yang kuat. Adapun rekomendasi yang saya anjurkan kepada PT.
PERTAMINA (Persero) adalah strategi bertahan, artinya kondisi internal perusahaan berada
pada pilihan dilematis. Oleh karenanya PT. PERTAMINA (Persero) strategi bertahan,
mengendalikan kinerja internal agar tidak tergeser oleh pesaing lain. Strategi ini dipertahankan
sambil terus berupaya membenahi diri. Selain itu juga ada beberapa faktor yang perlu
diperhatikan oleh PT. PERTAMINA (Persero) sebagai berikut:
1) Kemampuan SDM yang handal sehingga dapat meningkatkan produktivitas. SDM di PT
PERTAMINA (PERSERO) merupakan orang-orang yang sudah profesional di
bidangnya.. Pelatihan dan seminar yang berhubungan dengan dunia bisnis banyak diikuti
oleh para karyawan, yang dapat meningkatkan pengetahuan dan kemampuan karyawan.
2) Produk yang dihasilkan berkualitas baik sesuai dengan standar internasional. Produk-
produk yang dihasilkan PERTAMINA sudah melalui uji mutu yang sesuai dengan
standar internasional.
3) Penerapan teknologi informasi yang optimal untuk mendukung proses bisnis
perusahaan. PERTAMINA telah menerapkan SAP pada proses bisnisnya, sehingga dapat
terintegrasi pada seluruh wilayah operasi yang juga didukung dengan jaringan yang baik.

DAFTAR PUSTAKA
http://thesis.binus.ac.id (diakses pada tanggal 2 bulan 10 tahun 2017)
http://shinyoadie.mhs.narotama.ac.id (diakses pada tanggal 2 bulan 10 tahun 2017)
https://riyanfadillah61.wordpress.com (diakses pada tanggal 2 bulan 10 tahun 2017)
http://akuntansibisnis.wordpress.com/2010/06/16/analisis-intern/ (diakses pada tanggal 9 bulan
10 tahun 2017)
http://ndacinting.blogspot.com/2010/04/matriks-ifas-dan-efas.html (diakses pada tanggal 9 bulan
10 tahun 2017)
http://doktorrudy.wordpress.com/2010/10/21/tabel-efas-ifas/ (diakses pada tanggal 9 bulan 10
tahun 2017)