Anda di halaman 1dari 4

Riset Pemasaran

Riset Pemasaran atau Marketing Research adalah salah satu kegiatan penelitian di bidang
pemasaran yang dilakukan secara sistematis mulai dari perumusan masalah, tujuan penelitian,
pengumpulan data, pengolahan data, dan interpretasi hasil penelitian. Riset Pemasaran dapat
bermanfaat sebagai masukan bagi pihak manajemen dalam rangka identifikasi masalah dan
pengambilan keputusan untuk pemecahan masalah. Hasil riset pemasaran dapat dipakai untuk
perumusan strategi pemasaran dalam merebut peluang pasar.

Tujuan Riset Pemasaran adalah untuk mendapatkan informasi yang akurat sehingga dapat
menjelaskan secara objektif kenyataan yang ada. Bebas dari pengaruh keinginan pribadi
(political biases). Riset pemasaran sebagai alat bantu Manager menghubungkan antara
variabel pemasaran, konsumen, dan lingkungan.

Klasifikasi Riset Pemasaran bisa digolongkan menjadi riset untuk identifikasi masalah dan
riset untuk pemecahan masalah. Riset untuk identifikasi masalah : Riset yang diadakan untuk
mengidentifikasi masalah. Masalah ini tidak harus ada saat ini, tetapi kemungkinan besar
akan muncul di masa yang akan datang. Riset untuk pemecahan masalah : Riset yang
diadakan untuk menolong memecahkan masalah yang lebih spesifik di dalam pemasaran.

Tahapan Riset Pemasaran :

1. Penetapan Masalah Riset

Kemampuan untuk melihat permasalahan dengan tepat diperlukan agar perumusan masalah
jelas dan spesifik.

2. Penentuan Rancangan Desain Riset

Untuk membuat desain penelitian maka diperlukan pemahaman mengenai skala penelitian
(rasio, interval, ordinal). Sedangkan perluasan skala terdiri dari skala pembanding (paired
comparison, rank order, constant sum), dan skala bukan pembanding (likert, semantic
diferensial, stapeleksploratori, deskriptif, kausal).

3. Pengumpulan Data

Metode pengumpulan data antara lain melalui survei, observasi, dan eksperimen (kuantitatif).
Data primer (kualitatif) diperoleh melalui wawancara, focus grup, dan teknik proyeksi.
Sedangkan data skunder bisa didapat dari bagian internal organisasi perusahaan yang
bersangkutan dan dari eksternal. Teknik pengambilan sampel diperlukan untuk
mengumpulkan data yang tidak bisa memenuhi semua anggota populasi. Terdapat 2 metode
pengambilan sampel yakni Probability Sampling (simple random, systematic, stratified,
cluster) dan Non-probability Sampling (judgment, convenient, quota, snowball).

4. Pengolahan Data dan Analisis Riset

Metode Analisis Statistik secara umum terbagi menjadi dua, yakni Metode Deskriptif (mean,
modus, median, angka indeks, frekuensi, presentasi, diagram lingkaran/ batang / garis / ular),
dan Metode Non-parametrik / Inferensia.
Pengertian Riset Pemasaran Dan Perannya Dalam 4 (Empat)
Tahapan Pemasaran
Riset Pemasaran
pengertian riset pemasaran
Leave a comment

Penulis melihat banyak orang yang salah dalam memahami pengertian riset pemasaran.
Beberapa diantara mereka hanya tahu bahwa riset pemasaran adalah kegiatan riset dengan
cara bertanya kepada konsumen apa yang mereka pikirkan dan mereka inginkan mengenai
suatu merek produk.

Sebenarnya pengertian riset pemasaran dapat lebih dari itu.

Melakukan mystery shopping, yaitu kegiatan observasi secara disguised (tersamar), dengan
cara observer berperan sebagai pelanggan biasa yang melakukan belanja di outlet penjualan
atau pelayanan kita, juga merupakan salah satu kegiatan riset pemasaran.

Melakukan studi ethnografi, yaitu proses mengamati lebih dalam latar belakang perbuatan,
pemikiran dan perilaku konsumen dalam lingkungan aslinya, juga merupakan salah satu
kegiatan riset pemasaran.

Beberapa kegiatan lainnya yang pernah penulis lakukan, seperti Focus Group Discussion
(FGD), Retail Audit dan Social Media Monitoring, juga merupakan kegiatan riset pemasaran.

Penting untuk mengetahui dengan baik pengertian riset pemasaran dan peranan pentingnya
dalam tiap tahapan pemasaran yang kita lakukan.

Pengertian Riset Pemasaran


Menurut American Marketing Association (AMA), pengertian riset pemasaran lebih
ditekankan pada perannya dalam memberikan informasi di tiap tahapan riset.

Marketing research is the function which links the consumer, customer, and public to the
marketer through information information used to identify and define marketing
opportunities and problems; generate, refine, and evaluate marketing actions; monitor
marketing performance; and improve our understanding of marketing as a process.

Riset pemasaran adalah sebuah fungsi yang menghubungkan konsumen, pelanggan, dan
publik dengan pihak pemasar melalui informasi. Informasi yang didapat dari riset pemasaran
akan digunakan oleh pihak pemasar untuk:

1. Mengidentifikasi peluang dan masalah dalam pemasaran;


2. Mendapatkan, memperbaiki, dan mengevaluasi kegiatan pemasaran;
3. Memonitor kinerja pemasaran;
4. Meningkatkan pemahaman kita terhadap pemasaran sebagai sebuah proses.

Penting dicatat bahwa definisi di atas mengindikasikan bahwa riset pemasaran memberikan
informasi kepada pemasar untuk digunakan pada 4 (empat) tahapan pemasaran.
Keempat tahapan pemasaran tersebut yaitu: tahap perencanaan pemasaran (marketing
planning), tahap pelaksanaan dan penyelesaian masalah (marketing actions), tahap evaluasi
kinerja pemasaran (marketing performance evaluation), dan tahap penyempurnaan strategi
pemasaran (marketing strategy refinement).

Pengertian Riset Pemasaran Dalam 4 (Empat) Tahapan


Pemasaran
Penulis akan mencoba berbagi apa saja peranan riset pemasaran dalam tiap tahapan
pemasaran yang secara umum dibagi ke dalam empat tahapan.

Peran riset pemasaran ini akan penulis tuangkan langsung dalam bentuk pertanyaan riset
(research questions) sehingga mudah untuk dipahami dan diterapkan langsung dalam suatu
riset jika kita ingin melakukan di tiap tahapannya (Churcill, et al. 2002).

Untuk tahapan pertama yaitu Tahap Perencanaan Pemasaran, orang sering menyebut risetnya
sebagai riset pasar, karena kita memang belum melakukan pemasaran. Semua pertanyaan ini
seharusnya dapat dijawab oleh riset pasar atau riset pemasaran.

Tahap 1 Perencanaan Pemasaran (Marketing Planning)

1. Segmentasi pasar: Siapa saja yang akan membeli produk kita? Dimana mereka tinggal?
Berapa penghasilan mereka? Berapa banyak orang seperti mereka?
2. Estimasi demand pasar: Berapa estimasi besaran pasar (dalam rupiah) dari produk kita?
Apakah besaran pasar dari produk kita menurun atau meningkat? Apakah ada porsi pasar
(niche market) tertentu yang belum kita sasar?
3. Lingkungan pasar (market environment): Apakah saluran distribusi dari produk kita
berubah? Bagaimana seharusnya kita menampilkan produk kita di internet?

Tahap 2 Aktifitas Pemasaran (Marketing Actions)

1) Produk

Dalam testing produk baru dan perluasan lini produk (product line extensions), desain
produk mana yang akan lebih sukses di pasaran? Fitur apa saja yang memiliki value tinggi di
mata konsumen?
Apa jenis kemasan yang seharusnya kita gunakan?
Bagaimana prediksi penjualan ke depan? Apakah kita bisa re-energize daur hidup produk
kita?

2) Harga

Berapa harga yang harus kita tetapkan untuk produk kita?


Seberapa sensitif perubahan harga produk dapat mempengaruhi segmen pelanggan yang
kita tuju?
Sesuai dengan hasil pengukuran nilai pelanggan seumur hidup (customer lifetime value,
dalam rupiah), apakah sebaiknya kita memberikan harga discount atau menerapkan harga
premium untuk pelanggan kita yang paling penting (most-valued customers)?
Seiring dengan menurunnya ongkos produksi, apakah sebaiknya kita menurunkan harga atau
mencoba meningkatkan kualitas produk?
Apakah konsumen menggunakan harga sebagai isyarat nilai atau isyarat kualitas untuk
produk dalam industri kita?

3) Place

Kemana saja dan oleh siapa saja produk kita dijual? Kemana saja dan oleh siapa saja produk
kita seharusnya dijual?
Insentif seperti apa yang seharusnya kita tawarkan kepada pedagang untuk lebih
mendorong produk kita masuk ke pasaran?
Apakah hubungan kita dengan para supplier dan distributor cukup memuaskan dan dapat
bekerjasama dengan baik?

4) Promosi

Berapa biaya promosi yang seharusnya kita keluarkan? Bagaimana seharusnya alokasinya
untuk produk-produk dan area geografis?
Materi iklan (ad copy) yang mana yang seharusnya dijalankan di pasar yang kita tuju? Berapa
frekuensinya dan biaya medianya?
Bagaimana kombinasi media (koran, radio, televisi, majalah, iklan banner internet) yang
seharusnya kita gunakan?

Tahap 3 Evaluasi Kinerja Pemasaran (Marketing Performance Evaluation)

1. Berapa pangsa pasar kita secara keseluruhan? Di setiap area geografis? Di setiap tipe
pelanggan?
2. Apakah pelanggan merasa puas dengan produk kita? Bagaimana kualitas pelayanan kita?
Apakah banyak pelanggan yang loyal? Apakah ada perbedaan tingkat kepuasan pelanggan di
kategori tertentu? Di segmen tertentu?
3. Apakah karyawan kita merasa puas? Apakah mereka merasa sudah mendapatkan pelatihan
yang cukup dan diberdayakan untuk melayani pelanggan?
4. Bagaimana masyarakat luas mempersepsikan perusahaan kita? Bagaimana reputasi kita di
mata pedagang?

Tahap 4 Penyempurnaan Strategi Pemasaran (Marketing Strategy Refinement)

1. Berapa target pemasaran yang seharusnya dapat kita capai tahun depan? Dalam lima tahun?
2. Bagaimana rekomendasi terhadap perbaikan strategi pemasaran ke depan?

Demikian, paparan penulis mengenai pengertian riset pemasaran yang penulis harapkan
dapat menambah wawasan bagi kita semua.