Anda di halaman 1dari 2

Arti lambang daerah

Lambang daerah Kabupaten Pringsewu ini telah disesuaikan dengan Peraturan Bupati
Pringsewu Nomor 11 tahun 2011. Arti dari lambang ini adalah sebagai berikut.[12]

 Warna merah putih melambangkan bahwa Kabupaten Pringsewu berada di bawah


naungan Republik Indonesia.
 Bintang berwarna emas menunjukkan bahwa masyarakat Kabupaten Pringsewu itu
adalah masyarakat yang religius, yaitu ber-Ketuhanan Yang Maha Esa yang menjadi
naungan semua sendi kehidupan.
 Warna latar belakang:
o Warna hijau tua melambangkan kemakmuran,
o Putih melambangkan kesucian, dan
o Merah melambangakan keberanian.
 Payung berwarna kuning melambangkan perlindungan akan kesejahteraan
masyarakat, dengan rumbai yang berjumlah 11, yang menyatakan bulan pembentukan
Kabupaten Pringsewu, yaitu bulan November (bulan kesebelas).
 Siger berwarna emas merupakan ciri khas budaya daerah Lampung.
 Padi berwarna emas dan kapas putih melambangkan kesejahteraan dan kemakmuran.
Padi berjumlah 48, yang melambangkan nomor UU pembentukan Kabupaten
Pringsewu, yaitu nomor 48 tahun 2008. Sedangkan kapas berjumlah 26, yang
melambangkan tanggal penetapan UU pembentukan Kabupaten Pringsewu, yaitu
tanggal 26.
 Bambu runcing melambangkan semangat perjuangan masyarakat Kabupaten
Pringsewu. Jumlah bambu ini adalah 9 buah, yang melambangkan jumlah kecamatan
di wilayah Kabupaten Pringsewu sebagai modal dasar terbentuknya Kabupaten
Pringsewu.
 Buku dan roda bergerigi melambangkan sebuah usaha pencapaian berkeunggulan di
bidang pembangunan, pendidikan dan teknologi.
 Tali pengikat tangkai padi dan kapas yang berjumlah lima melambangkan dasar
negara Pancasila.
 Pita berwarna biru yang bertuliskan "Jejama Secancanan" memiliki makna bebas,
yaitu bersama-sama saling bergandengan tangan atau dengan kata lain bergotong
royong, berat sama dipikul, dan ringan sama dijinjing.
 Bambu didiskripsikan sebagai berikut:
o Bambu adalah salah satu pepohonan yang memiliki kegunaan bagi manusia.
o Bambu tumbuh secara berumpun-rumpun atau berkumpul, sehingga menjadi
kuat dan dapat menahan erosi yang akan menjadi tempat berteduh pada waktu
panas.
o Batang bambu lentur (elastis) dan dapat dibentuk dalam wujud apapun, yang
melambangkan bahwa kondisi masyarakat Kabupaten Pringsewu adalah
masyarakat yang fleksibel dan ulet.
o Bambu memiliki manfaat lain, yang di antaranya adalah sebagai berikut.
 Bambu ketika sangat muda dapat dijadikan sebagai bahan makanan
atau sayuran.
 Bambu ketika akan tua dapat dijadikan sebagai tali temali untuk
mengikat benda yang berserakan. Hal ini mengandung nilai filosofi,
yaitu mengikat masyarakat Pringsewu dalam satu wadah Kabupaten
Pringsewu.
 Bambu ketika tua dapat dijadikan sebagai bahan bangunan (gribik) dan
perabotan rumah tangga. Sedangkan, daun bambunya dapat dijadikan
sebagai pakan ternak, bambu keringnya dapat dijadikan untuk bahan
bakar membuat tungku tanah, dan tangkai bambunya dapat dijadikan
kayu bakar untuk memasak.
 Bonggol bambu dapat dijadikan sebagai bahan untuk seni pahat atau
kreasi seni yang bernilai tinggi.