Anda di halaman 1dari 3

RSU AT MEDIKA

Gawat Janin Dalam Persalinan

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


I/1

Ditetapkan
Direktur RSU. AT - MEDIKA Palopo
STANDAR
Tgl ditetapkan :
PROSEDUR
OPERASIONAL
dr. Anton Yahya

PENGERTIAN Gawat janin dalam persalinan adalah kedaruratan medik yang terjadi
pada janin saat persalinan fase laten,kala satu aktif atau kala dua yang
ditandai dengan DJJ < 100 dpm (teratur atau tidak teratur) atau DJJ >
180 dpm (teratur atau tidak teratur) atau air ketuban hijau kental atau
air ketuban berbau.
TUJUAN Upaya penanganan kegawatan janin saat persalinan sesuai dengan
kemampuan RSU AT MEDIKA Palopo
KEBIJAKAN

Prosedur Persiapan Pasien


1. Persetujuan tindak medik dan memilih jenis tindakan
2. Posisi tidur miring ke kiri atau setengah duduk (jangan tidur
telentang)
Persiapan Alat
1. Peralatan resusitasi ibu siap pakai
2. Peralatan resusitasi neonatus siap pakai
3. Peralatan penghangat neonatus siap pakai
4. Peralatan transportasi neonatus siap pakai
5. Oksigen dengan sungkup siap pakai
6. Obat :
6.1.Tokolitik
6.2.Antibiotika
7. Peralatan partus normal siap pakai
8. Peralatan Ekstraksi forseps siap pakai
9. Peralatan ekstraksi vakum siap pakai
10.Peralatan seksio sesarea siap pakai
RSU AT MEDIKA
Gawat Janin Dalam Persalinan

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


I/2

PROSEDUR Persiapan Penolong


1. Kompeten dan sehat
2. Memiliki kemampuan resusitasi neonatus
3. Tenaga penolong : SpOG, SpA, Bidan, dan Perawat
Prosedur :
1. Seksio sesarea (Lihat Panduan SC)
a. Atas indikasi obstetri
b. Persiapan SC cito dilakukan
c. Anestesi
d. Insisi mediana atau Pfannenstiehl
e. Lahirkan janin
f. Resusitasi neonatus (Lihat Panduan Resusitasi Neonatus)
g. Plasenta dilahirkan
h. Penutupan uterus dan dinding perut
i. Cari etiologi gawat janin dan atasi sesuai penyebab
2. Ekstraksi Vakum (Lihat Panduan EV)
3. Ekstraksi Forseps (Lihat Panduan EF)
4. Resusitasi ibu sambil menanti persalinan (Lihat Panduan
Resusitasi Ibu) :
4.1.Oksigenasi : 6 – 10 l/menit memakai sungkup
4.2.Tidur miring ke kiri atau setengah duduk
4.3.Tokolitik (bila ada indikasi)
4.4.Pasang infus : NaCl 0.9%, 500 cc, 30 tetes/menit (drip
makro)
4.5.Atasi anemia (bila ada)
4.6.Stop oksitosin (bila induksi persalinan)
5. Penanganan neonatus selanjutnya dilakukan oleh SpA dan dokter
spesialis lain yang terkait dalam penangannya.
Penanganan kegawatan janin dalam persalinan memerlukan kerjasama
tim yang solid, terpadu dan cepat (janin dapat lahir kurang dari 30 menit
sejak diagnosis gawat janin ditegakkan)
- dengan memperhatikan informed consent dan informed of choice.
RSU AT MEDIKA
Gawat Janin Dalam Persalinan

No. Dokumen : No. Revisi : Halaman :


I/3

PROSEDUR Prognosis
1. Tergantung etiologi dan keadaan neonatus saat dilahirkan
2. Dapat baik, meragukan atau buruk

Sekuelae Jangka Pendek dan Panjang


1. Penjelasan tentang dampak jangka pendek dan jangkapanjang
dari gawat janin tersebut
2. Bila ditemukan cacat bawaan akan memperburuk keadaan
neonatus.
Kematian
1. Cari kemungkinan penyebab kematian : nekropsi, autopsy
verbal, atau autopsi biasa
2. PA Plasenta dan Tali Pusat
3. Bila perlu lakukan pemeriksaan diagnostik lainnya.
Unit Terkait 1. Kamar Bersalin
2. Ok cito
3. Departemen Anastesi
4. Picu