Anda di halaman 1dari 1

Klasifikasi

Mioma uteri berdasarkan lokasinya dapat dibagi menjadi: (Anwar, 2014)

a. Mioma submucosa, mioma yang terjadi di lapisan di bawah endometrium dan menonjol ke
dalam (kavum uteri). Pada jenis ini sering disertai perdarahan uterus abnormal yang diakibatkan
oleh banyaknya pembuluh darah pada lapisan ini.
b. Mioma intramural, mioma yang berkembang diantara myometrium.
c. Miomasubserosa, mioma yang tumbuh dibawah lapisan serosa uterus yang dapat tumbuh kea
rah luar dan bertangkai.

Degenerasi

Terjadinya perubahan pasokan darah pada pertumbuhan mioma akan mengakibatkan perubahan
sekunder atau degenerative, yaitu sebagai berikut: (Anwar, 2014)

a. Degenerasi Jinak
- Atrofi, tumor mengecil yang biasanya terjadi setelh persalinan dan menopause.
- Hialin, mioma berubah berwarna kekuningan, melunak dan melebur menjadi cairan gelatin
(degenerasi hialin)
- Kistik, konsistensi mioma berubah menjadi kistik.
- Kalsifikasi, terjadinya pengendapan kalsium karbonat dan fosfat di dalam tumor.
- Septik, mioma menjadi nekrosis dan berlanjut menyebabkan infeksi.
- Kaneus, diakibatkan oleh adanya thrombosis yang diikuti dengan terjadinya bendungan vena
dan perdarahan sehingga terjadi perubahan warna pada mioma.
- Miksomatosa, terjadinya degenerasi lemak yang merupakan kelanjutan dari degenarasi
hialin.
b. Degenerasi ganas
- Bekembang ke arah keganasan (miosarkoma)

Pangemanan T. Penyakit Neoplasma. Dalam: Ilmu kandungan. Edisi ke-4. Jakarta: PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo; 2014.h.892-894

Anwar M. Tumor Jinak Miometrium. Dalam: Ilmu kandungan. Edisi ke-4. Jakarta: PT Bina Pustaka
Sarwono Prawirohardjo; 2014.h.274-279