Anda di halaman 1dari 2

13-08-2017 1/2 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

Artikel ini diambil dari : www.depkes.go.id

MENKES CANANGKAN GERAKAN MASYARAKAT CERDAS MENGGUNAKAN OBAT


DIPUBLIKASIKAN PADA : JUMAT, 13 NOVEMBER 2015 00:00:00, DIBACA : 50.497 KALI

Jakarta, 13 November 2015

Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek, Sp.M (K) canangkan Gerakan
Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) saat membuka pameran
pembangunan kesehatan Nasional tahun 2015 di Jakarta, JIExpo Kemayoran. Jakarta,
Jumat (13/11).

Gerakan ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran masyarakat tentang


pentingnya penggunaan obat secara benar. Selain itu juga meningkatkan kemandirian dan
perubahan perilaku masyarakat dalam memilih, mendapatkan, menggunakan, menyimpan
dan membuang obat secara benar dan meningkatkan penggunaan obat secara rasional

Pada kesempatan terpisah Menkes mengatakan, melalui Gema Cermat, pemerintah


bersama masyarakat berupaya mewujudkan kepedulian, kesadaran, pemahaman dan
keterampilan dalam menggunakan obat secara tepat dan benar.

Kami ingin masyarakat menggunakan obat secara rasional. Minimal, dengan tidak menggunakan obat antibiotik tanpa resep dokter,imbuh Menkes.

Menkes melanjutkan, kurangnya pemahaman masyarakat dan informasi dari tenaga kesehatan menyebabkan masyarakat menggunakan antibiotik tanpa supervisi
tenaga kesehatan. Persepsi masyarakat salah dan banyaknya masyarakat yang membeli antibiotik secara bebas tanpa resep dokter dapat memicu terjadinya
masalah resistensi antibiotik.

Penjualan Obat Bebas

Penggunaan obat bebas secara berlebihan (over dosis), kejadian efek sampin maupun interaksi obat atau penyalahgunaan obat, seringkali terjadi pada
masyarakat sehingga dapat menyebabkan masalah kesehatan baru. Informasi obat yang tercantum pada kemasan obat, sering tidak diperhatikan dan dipahami
dengan baik oleh masyarakat.

Selain itu, kasus penjualan kembali obat dari limbah rumah tangga yang pernah terjadi di DKI Jakarta disebabkan karena masyarakat belum memahami cara
penyimpanan dan pembuangan obat secara benar di rumah tangga.

1
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 2/2 13-08-2017

Hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2013 menunjukkan bahwa 35,2% rumah tangga menyimpan obat untuk swamedikasi. Dari 35,2% rumah tangga yang
menyimpan obat, 35,7% diantaranya menyimpan obat keras dan antibiotika 27,8% di antaranya menyimpan antibiotik, dan 86,1% antibiotik tersebut diperoleh
tanpa resep.

Dalam kesempatan yang sama Sesjen Kemenkes, dr. Untung Suseno Sutarjo, M.Kes mengatakan, Kemenkes juga akan melakukan intervensi kepada kurikulum
pendidikan dan sosialisasi di fasilitas kesehatan.

Karena di fasilitas kesehatan bukan hanya pada dokter saja, tapi ada perawat ada yang juga ikut memberikan pelayanan kesehatan. Nah ini juga kita bangun
pengertiannya, jadi ada tanggung jawab pada bidan dan perawat. ketika dia menggunakan obat, gunakanlah secara baik, sesuai dengan aturan ujar dr. Untung.

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes
melalui nomor hotline <kode lokal> 1500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, dan alamat email kontak[at]kemkes[dot]go[dot]id.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia - 2 - Printed @ 13-08-2017 06:08