BAB II
LANDASAN TEORI
2.1 Model Linier Greenshield
Model ini adalah model paling awal yang tercatat dalam usaha mengamati perilaku arus
lalu lintas. Greenshields (1934) mendapatkan hasil bahwa hubungan antara kecepatan dan
kepadatan berbentuk kurva linier (McShane dan Roes,1990). Model Greenshields dapat dijabarkan
pada persamaan berikut:
Sf
S Sf D (2.11)
Dj
Dimana :
S = Kecepatan rata-rata ruang (km/jam)
Sf = Kecepatan pada kondisi arus bebas (km/jam)
Dj = Kepadatan saat macet (smp/jam)
D = Kepadatan lalu lintas (smp/jam)
Dari persamaan diatas terlihat bahwa model ini mempunyai dua konstanta yaitu 𝑆𝑓 dan 𝐷𝑗 .
Kedua konstanta dinyatakan sebagai kecepatan bebas (free-flow-speed), di mana pengendara dapat
memacu kendaraan sesuai dengan keinginannya, dan kepadatan macet (jam density) di mana
kendaraan tidak dapat bergerak sama sekali. Hubungan antara volume dan kepadatan didapat
F
dengan merubah persamaan menjadi bentuk S kemudian disubtitusikan ke persamaan 2.11
D
dan didapatkan persamaan 2.12 berikut:
Sf
F Sf D D2 (2.12)
Dj
F
Bila D maka berdasarkan persamaan 2.12 didapat hubungan volume dan kecepatan
S
yaitu :
Dj
F Df S S2 (2.13)
Sf
Apabila terdapat hubungan yang linier antara kecepatan dan kepadatan, maka hubungan
antara kecepatan dengan volume maupun volume dengan kecepatan akan berfungsi parabolik.
Besaran kapasitas ruas jalan yang dinyatakan dengan nilai volume maksimum, dihitung dengan
mendeferensialkan kepadatan dan kepadatan masing-masing pada persamaan 2.14 berikut:
Sf
Fc D j (2.14)
4
Dimana :
Fc = Volume maksimum (smp/jam)
Pada model Logaritmik Greenberg Hubungan ini dibuat dengan mengasumsikan bahwa
arus lalu lintas menpunyai kesamaan dengan fluida. Greenberg menganalisa antara hubungan
kecepatan dan kepadatan dengan menggunakan bentuk logaritmik (McShane dan Roes,1990)
dengan persamaan 2.15 berikut:
Dj
S S c Ln (2.15)
D
Dimana:
Sc = Kecepatan pada saat volume maksimum
Dj = Kepadatan pada saat macet
Jika persamaan F = S . D diperoleh hubungan antara volume dengan kepadatan, berlaku
persamaan 2.16 berikut:
Dj
F S c D Ln (2.16)
D
Sehingga hubungan antara volume dengan kecepatan diperoleh persamaan 2.17 berikut:
S
F S D j exp (2.17)
Sc
Besaran kapasitas ruas jalan dinyatakan dengan nilai volume maksimum yang dihitung
dengan mendeferensialkan kepadatan dan kecepatan masing-masing pada persamaan 2.16 dan
2.17, akan diperoleh persamaan 2.18 berikut:
D j Sc
Fc (2.18)
C
Dimana Greenshield dalam penelitiannya mendapatkan hubungan linier antara kecepatan
dan kepadatan yang dapat diganti sbb :
Vf
Vs V f D (2.19)
Dj
Dimana :
Vs =S
Vf = Sf
Untuk mendapatkan nilai konstanta Vf dan Dj, maka persamaan di atas dapat diubah
menjadi persamaan linier y = a + b.x maka kita bisa memisalkan,
Vf
y = Vs ; a = Vf ; b = ; dan x = D.
Dj
Dari persamaan berikut didapatkan hubungan kepadatan arus lalu lintas sbb :
Vf
Q Vf D D2 (2.19)
Dj
Dan hubungan antara arus lalu lintas dengan kecepatan, sbb :
Dj
Q D j Vs .Vs2 (2.20)
Vf
Sehingga :
Untuk mendapatkan kepadatan apabila arus lalu lintas maksimum adalah :
dQ Vf
V f [2 D] 0 Untuk Nilai Maksimum
dD Dj
D D max 0,5 D j (2.21)
Volume maksimum didapat dengan menggunakan persamaan :
Vf
Q max 4 (2.22)
Dj
Kecepatan pada saat Volume maksimum didapat dengan menggunakan persamaan :
Vf
V s Vm (2.23)
2
Gambar 0.1 Hubungan Kecepatan dan Volume
Gambar 0.2 Hubungan Kecepatan dan Kepadatan
Gambar 0.3 Hubungan Arus dan Kepadatan
2.2 Model Logaritmik Greenberg
Untuk analisis hubungan variabel volume dan kecepatan serta kepadatan menurut
Greenberg digunakan persamaan sebagai berikut :
Dj
V s V m Ln (2.24)
D
dimana :
Vm = Kecepatan pada saat volume maksimum
Dj = Kepadatan pada saat macet
Untuk mendapatkan nilai konstanta Vm dan Dj maka persamaan diatas kemudian diubah
menjadi persamaan linier y = a + bx sebagai berikut :
Vs = Vm . Ln . (Dj ) − Vm . Ln (D) (2.25)
Dengan memisalkan :
y = Vs ; a = Vm . Ln (Dj ) ; b = -Vm dan x = Ln (D).
Hubungan Volume dan Kecepatan pada model Greenberg ini menggunakan persamaan
sebagai berikut :
Vs
Q Vs D j exp (2.26)
Vm
Hubungan Volume Dan Kepadatan ini berlaku persamaan sebagai berikut :
Dj
Q Vm D Ln (2.27)
D
D j Vm
Qmaks Vm Dm (2.28)
e
Kecepatan pada saat volume maksimum didapat :
Vs = Vm (2.29)
2.3 Model Exponential Underwood
Untuk mendapatkan hubungan antara variabel volume, kecepatan dan kepadatan menurut
model eksponensial Underwood digunakan persamaan sebagai berikut :
D
Vs V f exp (2.30)
Dm
Dimana :
Vf = Kecepatan pada kondisi arus bebas
Dm = Kepadatan pada saat volume maksimum
Untuk mendapatkan nilai konstanta Vf dan Dm persamaan diubah menjadi persamaan
linier.
D
LnVs LnV f (2.31)
Dm
asumsi: y = a + bx
1
dengan memisahkan y = ln Vs ; a = ln Vf ; b = dan x = D
Dm
Pada hubungan volume dan kecepatan model Underwood ini berlaku persamaan sebagai
berikut :
Vf
Q V f Dm Ln (2.32)
Vs
Hubungan volume dan kepadatan berlaku persamaan berikut :
D
Q D V f exp (2.33)
m
D
Volume maksimum (Qmaks) adalah :
Dm V f
Qmaks (2.34)
exp
Kecepatan pada saat volume maksimum (Qmaks) didapat dengan menggunakan persamaan
:
Vf
Vm (2.35)
exp
2.4 Analisa Regresi
Bila variabel bebas linier terhadap variabel tak bebas, maka hubungan dari kedua variabel
tersebut dikenal dengan Analisa Regresi Linier. Besarnya nilai A dan B dapat dicari dengan
persamaan dibawah ini (Tamin, 2000).
n X 1 Y1 X 1 Y1
b (2.36)
n X 12 X 1
2
A=Y-B.X (2.37)
Dimana :
A = Nilai intersep atau konstanta regresi
B = Koefisien regresi
Y = Variabel Bebas
N = Nilai sampel
Koefisien korelasi digunakan untuk menentukan korelasi antara variabel tak bebas dan
variabel bebas, atau antara sesama variabel bebas (Tamin, 2000).
n X 1Y1 X 1 Y1
r (2.38)
n X X n Y Y
1 1 1 1
Dimana : r = Koefisien Korelasi
Tabel 0.1 Pedoman untuk memberikan interprestasi terhadap Koefisien Korelasi
(r) Tingkat Hubungan
0,00 - 0,199 Sangat Rendah
0,20 -0,399 Rendah
0,4 - 0,599 Sedang
0,6 - 0,799 Kuat
0,80 - 1,000 Sangat Kuat
(Sumber: Iphan F. Radam, 2008)
2.5 Analisis Hubungan
Menurut Riyanto B, (2003), hubungan antara ketiga variabel kecepatan, kerapatan dan
volume disusun berdasarkan data arus lalu lintas dan kecepatan kendaraan yang diambil tiap
periode 5 menitan yang disusun dalam suatu daftar secara berpasangan selanjutnya nilai kerapatan
dapat dicari dengan persamaan dasar V = D . US. Hubungan antara kecepatan (US), kerapatan (D)
dan arus (V), dianalisis dengan menggunakan tiga metode yakni metode Greenshield, Greenberg
dan Underwood. Penyelesaian statistik didekati dengan mencari hubungan antara kecepatan dan
kerapatan melalui metode regresi.
Hubungan antara kecepatan dan kerapatan masing-masing dengan metode Greenshield,
Greenberg dan Underwood adalah sebagai berikut :
U f
a. Greenshield : U s U f D (2.39)
D
j
Dj
b. Greenberg : U s U m Ln
(2.40)
D
D
c. Underwood : U s U f e (2.41)
Dm
Tabel 0.2 Model Hubungan Karakteristik F – S – D Lokasi Studi
Jenis Model Hubungan Karateristik Model Hubungan Karakteristik
S–D S = 64,97 – 0.141.D
Greenshield F–D F = 64.97.D -0,141.D²
F–S F = 460.78.S – 6,594.S²
S–D S = 88,91 – 8,53.Ln(D)
Greenberg F–D F = 8,53.D.Ln(33632,5/D)
F–S F = 33632,5.S.e(-S/8,53)
S–D S = 66,84.e(-D/357,14)
Underwood F–D F = 66,84.e(-D/357,14)
F–S F = 357,14.S.Ln(66,84 /S)
(Sumber : Yuniar D, 2013)