Anda di halaman 1dari 15

Modul ke:

Rekayasa Transportasi
03 TEKNIK
Fakultas
Model Hubungan Parameter Lalu Lintas

Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT

Program Studi
Teknik Sipil
www.mercubuana.ac.id
Hubungan Dasar antara Kecepatan,
Volume dan Kepadatan

Q = Us x D

• Q = Volume (Kendaraan/Jam)
• Us = Kecepatan rata-rata ruang
(km/jam)
• D = Kepadatan (Kendaraan/Km)
Hubungan Volume - Kecepatan
Hubungan grafis antara volume, kecepatan
dan kerapatan
Hubungan Grafis antara Kecepatan,
Volume dan Kerapatan
Hubungan Kecepatan - Kerapatan
• Monoton ke bawah yang menyatakan bahwa apabila kerapatan lalu lintas meningkat, maka
kecepatan akan menurun
• Pada kondisi kerapatan 0, kendaraan akan bebas memilih kecepatannya sesuai dengan kondisi
ruas jalan yang ada (Sff)

Hubungan Volume - Kerapatan


• Arus lalu lintas akan menjadi 0 (nol) apabila kerapatan sangat tinggi sedemikian rupa sehingga
tidak memungkinkan kendaraan untuk bergerak lagi. Kondisi ini dikenal dengan kondisi macet
total (D=Dj)
• Pada kondisi kerapatan 0 (nol) maka tidak terdapat kendaraan di ruas jalan sehingga arus lalu
lintas juga 0. oleh karena itu perilaku arus lalu lintas yang berada di antara kedua nilai ekstrim
ini sangat perlu dipelajari.

Hubungan Volume dan Kecepatan


• Dengan bertambahnya volume lalu lintas maka kecepatan rata-rata ruang akan berkurang
sampai kerapatan kritis (volume maksimum) tercapai. Setelah kerapatan kritis tercapai maka
kecepatan rata-rata ruang dan volume akan berkurang.
Model matematis variable lalu lintas
• Terdapat 3 jenis model yang dapat digunakan
untuk merepresentasikan hubungan matematis
antara volume, kecepatan dan kerapatan:
– Model Greenshields
– Model Greenberg
– Model Underwood
1. Model Greenshields

• Model terawal yang tercatat dalam usaha


mengamati prilaku lalu lintas
• Dikembangkan
Us = Uf – oleh Greenshields (1934)
(Uf/Uj).D
dengan pendekatan regresi linier.
• Uf = Kecepatan rata-rata
ruang dalam keadaan arus
bebas
• Dj = Jam Density (Kepadatan
pada saat macet total)
• Hubungan antara Volume dan
Kepadatan
Q = Uf. D –
(Uf/Dj).D2
• Hubungan antara Volume dan
Kepadatan
Q = Dj.Us –
(Dj/Uf).Us2
2. Model Underwood
• Pendekatan ini diambil langsung dari syarat batas
(boundary condition) titik-titik pada kurva dasar
kepadatan, volume dan kecepatan.
• Dikembangkan oleh Drew dan Underwood yang
memperlihatka bahwa hipotesis dari volume
lalulintas merupakan hubungan eksponensial
antara kecepatan dan kepadatan yang dinyatakan
sebagai berikut:

Us = Uf. Exp (-D/Dm)


• Uf = Kecepatan pada kondisi arus
bebas
• Dm = Kepadatan pada saat volume
maksimum
• Hubungan Volume dengan
Kecepatan
Ln Us = ln Uf –
D/Dm
• Hubungan Volume dengan
Kepadatan
Q = D. Uf. Exp (-
D/Dm)
3. Model Greenberg
• Hubungan ini dibuat dengan mengasumsikan bahwa arus
lalulintas mempunyai kesamaan dengan arus fluida
• Greenberg (1959), menganalisa hubungan antara kecepatan dan
kepadatan dengan mempergunakan asumsi persamaan
kontinuinitas dari persamaan gerakan benda cair.
• Hubungan Kecepatan dengan
Kepadatan D = c.exp(-b.Us)
• C dan b adalah nilai konstanta

• Hubungan Kecepatan dengan Kepadatan

Us = Um. Ln (Dj/D)

• Hubungan Kecepatan dengan Kepadatan

Us = Us. Dj. Exp (Us/Um)


4. Analisa Persamaan Linier
• Modul arus lalu lintas umum untuk menentukan karakteristik
spesifik seperti kecepatan dan kepadatan adalah analisis regresi.
• Metode ini dilakukan dengan meminimalkan total nilai
perbedaan kuadratis antara observasi dan nilai perkiraan dari
variabel tidak bebas (dependent)
• Bila variabel tidak bebas linier terhadap variabel bebas, maka
hubungan dari kedua variabel itu dikenal dengan analisis linier.
Terima Kasih
Mukhlisya Dewi Ratna Putri, MT