Anda di halaman 1dari 15

SATUAN ACARA PENYULUHAN PENYAKIT HIPERTENSI

SERTA PENGOBATANNYA

Topik : HIPERTENSI DAN PENGOBATANNYA

Sasaran : Pasien dan Keluarga pasien

Hari/Tanggal : 15 Maret 2018

Waktu : 10.00 WIB – 12.00 WIB

Tempat : Ruang Tunggu Farmasi 1,5,8

Penyuluh : Indah Christiana, S. Farm.

Rien Esti Pambudi, S.Farm.

I. LATAR BELAKANG
Hipertensi adalah peningkatan tekanan darah sistolik >140 dan tekanan darah
diastolik >90 mmHg dengan dua kali pengukuran (JNC 7, 2014). Ada 2 jenis faktor resiko
yang menjadi pemicu hipertensi yaitu yang dapat dikontrol dan yang tidak dapat dikontrol.
Faktor resiko yang tidak dapat dokntrol adalah riwayat keluarga, umur dan jenis kelamin.
Sedangkan factor resiko yang dapat dikontrol adalah terkait faktor gaya hidup atau
kebiasaan sehari-hari yang harus dikurangi seperti konsumsi makanan yang banyak
mengandung natrium dan lemak, obesitas, merokok, dan hindari konsumsi minuman
beralkohol (WHO,2009)
Hipertensi sangat erat hubungannya dengan faktor gaya hidup dan pola makan. Gaya
hidup sangat berpengaruh pada bentuk perilaku atau kebiasaan seseorang yang
mempunyai pengaruh positif maupun negatif pada kesehatan. Hipertensi belum banyak
diketahui sebagai penyakit yang berbahaya, padahal hipertensi termasuk penyakit
pembunuh diam-diam, karena penderita hipertensi merasa sehat dan tanpa keluhan berarti
sehingga menganggap ringan penyakitnya. Sehingga pemeriksaan hipertensi ditemukan
ketika dilakukan pemeriksaan rutin/saat pasien datang dengan keluhan lain. Dampak
gawatnya hipertensi ketika telah terjadi komplikasi, jadi baru disadari ketika telah
menyebabkan gangguan organ seperti gangguan fungsi jantung koroner, fungsi ginjal,
gangguan fungsi kognitif/stroke, dan kebutaan (Boedhi, 2001).
Bila seseorang mengalami tekanan darah tinggi dan tidak mendapatkan pengobatan
secara rutin dan pengontrolan secara teratur, maka hal ini akan membawa penderita ke
dalam kasus-kasusserius bahkan kematian. Tekanan darah tinggi yang terus menerus
mengakibatkan kerja jantung ekstra keras, akhirnya kondisi ini berakibat terjadi kerusakan
pembuluh darah jantung, ginjal, otak dan mata. Oleh karena kurangnya tingkat
pemahaman pasien tentang penyakit Hiprtensi yang dipengaruhi oleh tekanan darah, maka
kami melaksanakan kegiatan penyuluhan untuk pasien dan keluarga pasien terkait
hipertensi (Gunawan, 2001).

TUJUAN INSTRUKSIONAL UMUM (TIU)

Setelah mendapatkan penjelasan tentang patofisiologi Hipertensi, komplikasi


Hipertensi, dan aturan minum obat-obat Hipertensi diharapkan pasien dan keluarga pasien
dapat lebih memahami tentang terapi penggunaan obat tersebut dengan benar sehingga
terapi yang dilakukan dapat mencapai efek yang optimal.

II. TUJUAN INSTRUKSIONAL KHUSUS (TIK)


Setelah mendapatkan penjelasan tentang penyakit Hipertensi dan penggunaan obat-
obat Hipertensi dengan benar maka :
- Pasien secara mandiri dapat mengkonsumsi obat dengan tepat, sesuai dengan aturan
pakai yang ditujukan baik yang sebelum maupun sesudah makan
- Pasien dapat mengetahui indikasi dari obat yang digunakan sehingga Efek terapeutik
dapat tercapai dengan optimal
- Pasien paham tanda dan gejala penyakit Hipertensi
- Pasien paham komplikasi terkait penyakit Hipertensi
- Pasien paham efek samping dari penggunaan obat-obat Hipertensi
- Pasien dapat secara mandiri menangani efek samping yang mungkin timbul

III. MATERI PELAJARAN


- Pengertian tentang Hipertensi
- Tanda dan gejala Hipertensi
- Macam-macam komplikasi Hipertensi
- Macam-macam obat-obat Hipertensi
- Efek samping dan cara menanganinya
- Pengobatan non farmakologi

IV. SASARAN
Pasien dan keluarga pasien
V. METODE
1. Ceramah
2. Diskusi
3. Tanya jawab

VI. MEDIA
1. Kamera
2. Leaflet
3. LCD Proyektor

VII.SETTING TEMPAT PENYULUHAN

PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA


PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA
PENYULUH
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA MODERATOR
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA
PESERTA PESERTA PESERTA PESERTA

VIII. EVALUASI
- Pasien dan keluarga pasien dapat paham mengenai penggunaan obat hipertensi
dengan benar
- Pasien dan keluarga pasien paham klasifikasi hipertensi berdasarkan usia dan
hipertensi berdasarkan penyakit lain.
- Pasien dan keluarga pasien paham gejala hipertensi
- Pasien dan keluarga pasien paham penyebab hipertensi
- Pasien dan keluarga pasien paham komplikasi terkait penyakit hipertensi
- Pasien dan keluarga pasien paham patofisiologi atau perjalanan penyakit terjadi
hipertensi
- Pasien dan keluarga pasien paham penatalaksanaan pengobatan hipertensi secara
farmakologi dan non farmakologi
- Pasien paham Pasien dan keluarga pasien efek samping yang ditimbulkan oleh
obat yang digunakan

IX. PROSES PELAKSANAAN


NO WAKTU KEGIATAN PENYULUHAN KEGIATAN PESERTA
1 3 Menit Pembukaan :
- Memperkenalkan diri - Menyambut salam dan
- Menjelaskan tujuan dari
mendengarkan penjelasan
penyuluhan
- Melakukan kontrak waktu
- Menyebutkan materi
penyuluhan yang akan
diberikan
2 15 Menit Pelaksanaan :
- Menjelaskan pengertian - Mendengarkan dan
hipertensi memperhatikan materi
- Menjelaskan klasifikasi
hipertensi yang disampaikan
hipertensi - Mejawab dan menjelaskan
- Menjelaskan tanda dan gejala
pertanyaan dari pasien
hipertensi - Mengadakan pertanyaan untuk
- Menjelaskan penyebab
diberikan kepada pasien
hipertensi
- Menjelaskan komplikasi
hipertensi
- Menjelaskan patofisiologi
hipertensi
- Memperlihatkan video tetang
perjalanan penyakit hipertensi
- Menjelaskan penatalaksanaan
pengobatan farmakologi dan
non farmakologi pada
hipertensi
- Menjelaskan pencegahan
hipertensi
3 15 Menit Evaluasi :
- Menjawab pertanyaan yang - Mendengarkan dan
diajukan oleh pasien memperhatikan
- Menanyakan pada pasien dan - Menjawab pertanyaan
- Mendengarkan jawaban dari
keluarga pasien terkait materi
pasien
yang telah diberikan
4 2 Menit Teriminasi :
- Mengucapkan terimakasih
- Mendengaran dan membalas
kepada pasien dan keluarga
salam
pasien
- Mengucapkan salam
EVALUASI
A. Evaluasi Struktur
Kesiapan media meliputi : Kamera, Leaflet, LCD Proyektor
Penentuan waktu : Pukul 09.30 WIB – 12.00 WIB
Penentuan tempat : Ruang tunggu farmasi 5 & 8
Pemberitahuan kepada peserta :Memberikan pemberitahuan dengan
menggunakan mikrofon di ruang tunggu
farmasi 1, 5, 8.
B. Evaluasi Proses
- Kegiatan penyuluhan berjalan tertib
- Pasien dan keluarga pasien mengajukan pertanyaan
- Pasien dan keluarga pasien menjawab pertanyaan yang diberikan

NOTULEN Daftar Pertanyaan dan Jawaban


1. Apakah pada saat berusia 54 tahun dengan tekaan darah 140/80 mmHg bisa dikatakan
mempunyai tekanan darah tinggi? Bagaimana cara mencegahnya?
Jawab : Usia 54 tahun dengan tekanan darah 140/80 mmHg dikategorikan normal
dikarenakan tekanan darah normal pada usia <60 tahun tanpa penyulit atau
tanpa penyakit penyerta lain yaitu sistolik <140 mmHg dan diastolik <90
mmHg. Mencegah tekanan darah tinggi yaitu dengan cara mengendalikan
stres atau mengendalikan tekanan emosi, mengendalikan agar berat badan
dalam keadaan normal, olahraga teratur, mengkonsumsi makanan rendah
garam, menghentikan mengkonsumsi kopi, rokok dan minuman keras, dan
mengatur pola makan agar seimbang (JNC 7, 2014).

2. Bagaimana cara memilih obat tekanan darah tinggi?


Jawab : Manajemen pemilihan obat tekanan darah tinggi tergantung dari kondisi dari
setiap pasien. Dokter memilihkan obat dengan melihat dari faktor usia, kadar
tekanan darah serta toleransi obat dari setiap individu. Obat tekanan darah
tinggi dari setiap pasien berbeda-beda sehingga pengobatan dari setiap
individu tidak sama (PIO NAS, 2018).

3. Mengapa pada saat pengecekan tekanan darah antara tangan kanan dan tangan kiri
bisa menunjukkan hasil yang berbeda?
Jawab : Pada saat pengecekan tekanan darah bisa menunjukkan hasil yang berbeda,
hal tersebut dipengaruhi oleh waktu pada saat pengecekan.
Misalnya : pengecekan dilakukan pada saat setelah melakukan banyak
aktivitas, hal tersebut tentunya akan memberikan hasil tekanan darah yang
melebihi tekanan darah pada normalnya. Namun, jika pengecekan dilakukan
pada saat normal melakukan aktivitas, maka hasil akan memberikan hasil
pengecekan pada kadar normal sesuai usia (Eser, 2007).

4. Apakah pada saat berusia 71 tahun dengan tekanan darah yaitu 130/78 mmHg bisa
dikatakan mempunyai tekanan darah tinggi?
Jawab : Usia 71 tahun dengan tekanan darah 130/78 mmHg dikategorikan tekanan
darah rendah dikarenakan tekanan darah normal pada usia >60 tahun tanpa
penyulit atau tanpa penyakit penyerta lain yaitu sistolik <150 mmHg dan
diastolik <90 mmHg (JNC 7, 2014).

5. Pasien mempunyai riwayat penyakit hipertensi (adalat oros) dan Hipertensi


(metformin), pasien tersebut meminum obat antihipertensinya 2 hari sekali dikarenan
pasien merasa takut terdapat efek samping jika diminum secara bersamanaan. Apakah
boleh obat antihipertensi diminum 2 hari sekali?
Jawab : Obat antihipertensi tidak boleh diminum pada rentang dua hari sekali
dikarenakan obat antihipertensi harus diminum setiap hari secara rutin
sehingga dapat memberikan efek terapi yang diinginkan. Untuk interaksi
yang ditimbulkan pada saat meminum obat adalat oros dan metformin yaitu
interaksi minor dimana interaksi tersebut ringan dan tidak semua orang
menimbulkan interaksi jika meminumnya (Amartiwi, 2012).

6. Apakah benar jika pasien berusia 54 tahun mempunyai tekanan darah tinggi kemudian
dianjurkan melakukan olahraga yaitu jalan kaki sekitar 15 – 30 menit dapat
menurunkan tekanan darah?
Jawab : Cara menurunkan tekanan darah tinggi salah satunya yaitu dengan olahraga
secara teratur. Namun pada saat berusia 54 tahun melakukan olahraga
tersebut tidak merasa kelelahan maka olahraga tersebut dapat dilanjutkan.
Sebaliknya jika pada saat melakukan olahraga dan merasa kelelahan, maka
sebaiknya intensitas waktu olahraga dapat dikurangi agar tidak menimbulkan
kerja jantung lebih berat lagi (JNC 7, 2014).

C. Evaluasi Hasil
- Pasien dan keluarga pasien dapat memahami dengan baik mengenai hipertensi,
penatalaksanaan pengobatan dan pencegahannya.
- Penyaji mereview materi dan peserta dapat menjawab dengan benar pertanyaan
dari penyuluh
- Jumlah yang hadir dalam penyuluhan sebanyak 63 orang

D. PENGORGANISASIAN

Moderator : Dlilalin Z, S.Farm. Apt

Ika Dewi Mandasari, S.Farm. Apt

Penyuluh : Indah Christiana, S. Farm.

Rien Esti Pambudi, S.Farm.

Observer : Dyah Ayu F, S. Farm. Apt

Fasilitator : Merrie Erwiani, S. Farm. Apt

Pembimbing : Dra. Niken Suryani, S.Si Apt

Dokumentasi : Susi Afrianti, S.Farm.

Mey Trikanti, S.Farm.

XII. PENGORGANISASIAN DAN URAIAN TUGAS

1. Moderator
Uraian tugas:
a. Membuka acara penyuluhan, memperkenalkan diri dan tim kepada peserta,
b. Mengatur proses dan lama penyuluhan,
c. Menutup acar penyuluhan.
2. Penyuluhan
Uraian tugas:
a. Menjelaskan materi penyuluhan dengan jelas dan dengan bahasa yang mudah
dipahami oleh peserta,
b. Memotivasi peserta untuk tetap aktif dan memperhatikan proses penyuluhan,
c. Memotivasi peserta untuk bertanya.
3. Fasilitator
Uraian tugas:
a. Ikut bergabung dan duduk bersama diantara peserta,
b. Mengevaluasi peserta tentang kejelasan materi penyuluhan,
c. Memotivasi peserta untuk bertanya materi yang belum jelas,
d. Menginterupsi penyuluh tentang materi yang belum jelas,
e. Menginterupsi penyuluh tentang istilah / hal-hal yang dirasa kurang jelas bagi
peserta.
4. Observer
Uraian tugas:
a. Mencatat nama, dan jumlah peserta, serta menempatkan diri sehingga
memungkinkan dapat mengamankan jalannya proses penyuluhan,
b. Mencatat pertanyaan yang diajukan peserta,
c. Mengamati perilaku verbal dan non verbal peserta selama proses penyuluhan,
d. Mengevaluasi hasil penyuluhan dengan rencana penyuluhan,
e. Menyampaikan evaluasi langsung kepada penyuluh yang dirasa tidak sesuai
dengan rencana penyuluhan.

DAFTAR PUSTAKA
Amartiwi, H.A., 2012, Evaluasi Tingkat Kepatuhan Penggunaan Obat Pada Pasien Hipertensi
Di Instalasi Rawat Jalan RSUD Kabupaten Karanganyar, Fakutas Farmasi,
Universitas Muhammasiyah Surakarta
Boedhi-Darmojo. Mengamati perjalanan epidemiologi hipertensi di Indonesia. Medika 2001;
7: 442-448.
BPOM, 2018, Informatorium Obat Nasional Indonesia, Badan Pengawas Obat dan Makanan
Republik Indonesia, Jakarta.
Chobanian AV, Bakris GL, Black HR, Cushman WC, Green LA, Izzo JL et al. The eighth
report of the joint national comimitte on prevention, detection, evaluation, and
treatment of high blood pressure. Diunduh dari
http://www.nhlbi.nih.gov/files/docs/guidel ines/jnc7full.pdf, 5 April 2018.
Eser, I. K. (2007). The Effect of different body position on blood pressure. Journal of Clinical
Nursing, Vol 16. http://onlinelibrary.wiley.com/doi/1 0.1111/j.1365-
2702.01494.x/abstract (diakses 5 April 2018).
Gunawan L. hipertensi : tekanan darah tinggi. Yogyakarta : Kanisius, 2001.
WHO. World Health Organization-International Society of Hypertension Guidelines far the
Management of Hypertension. Journal of Hypertension 2009; 17: 151-183
DOKUMENTASI PENYULUHAN HIPERTENSI

15 Maret 2018

Ruang Tunggu Farmasi 1,5,8