Anda di halaman 1dari 9

Laporan Rencana Akhir

Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu


Tahun 2015-2035

Masyarakat memiliki beberapa peran dalam penataan ruang, diantaranya


adalah sebagai pengguna, sebagai pengamat pelaksanaan rencana tata ruang
ataupun sebagai ahli hukum yang mengamati aturan dalam penataan ruang dari
aspek hukum. Di dalam penyusunan rencana tata ruang wilayah Kabupaten Jember
dimungkinkan peran serta masyarakat, khususnya yang terkait dengan dampak
atau keefektifan dari tata ruang wilayah yang telah ditetapkan. Peran serta
masyarakat sangat diperlukan sehingga berbagai aspirasi masyarakat dapat
ditumbuhkembangkan lebih lanjut. Peran serta adalah berbagai kegiatan
masyarakat yang timbul atas kehendak dan keinginan sendiri di tengah masyarakat,
untuk berminat dan bergerak dalam penyelenggaraan penataan ruang.

Di dalam masyarakat ada kesan bahwa tata ruang tidak banyak gunanya. Tata
ruang terlihat sekedar sebagai peta-peta dengan berbagai warna yang menunjukkan
peruntukan dan penggunaan lahan disertai penjelasan tertulis mengenai besaran
kebutuhan alokasi ruangnya yang sama sekali tidak tercermin di lapangan. Memang
tata ruang tidak akan memadai jika hanya mempertimbangkan aspek fisik,
kecenderungan perkembangan dan minat investor. Tanpa memperhatikan aspirasi
masyarakat setempat, tata ruang tak akan bermanfaat. Tata ruang yang
direncanakan dan ditetapkan tanpa peran serta ataupun diketahui oleh masyarakat
juga tidak ada gunanya. Maka dalam perencanaan tata ruang mulai dari rencana tata
ruang wilayah sampai rencana teknik ruang kota, masyarakat sebagai stakeholder

VIII-1
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

harus diikutsertakan dalam proses perencanaan dari penyerapan aspirasi sampai


adanya sosialisasi rencana.

8.1 HAK DAN KEWAJIBAN MASYARAKAT

8.1.1 Hak Masyarakat


Dalam Undang-Undang No 26 Tahun 2007 BAB VIII, tentang Hak, Masyarakat
dalam Pasal 60 disebutkan bahwa dalam penataan ruang, setiap orang berhak
untuk:
a. Mengetahui rencana tata ruang;
b. Menikmati pertambahan nilai ruang sebagai akibat penataan ruang;
c. Memperoleh penggantian yang layak atas kerugian yang timbul akibat
pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang;
d. Mengajukan keberatan kepada pejabat berwenang terhadap pembangunan
yang tidak sesuai dengan rencana tata ruang di wilayahnya;
e. Mengajukan tuntutan pembatalan izin dan penghentian pembangunan yang
tidak sesuai dengan rencana tata ruang kepada pejabat berwenang ;
f. Mengajukan gugatan ganti kerugian kepada pemerintah dan/atau pemegang
izin apabila kegiatan pembangunan yang tidak sesuai dengan rencana tata
ruang menimbulkan kerugian.

Sedangkan dalam Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 1996 BAB II, Tentang HAK
MASYARAKAT Pasal 2, 3, 4 dan 5 dijelaskan bahwa dalam kegiatan penataan ruang
masyarakat berhak:
a. Berperan serta dalam proses perencanaan tata ruang, pemanfaatan ruang,
dan pengendalian pemanfaatan ruang.
b. Mengetahui secara terbuka rencana tata ruang wilayah, rencana tata ruang
kawasan, rencana rinci tata ruang kawasan.

VIII-2
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

c. Menikmati manfaat ruang dan atau pertambahan nilai ruang sebagai akibat
dari penataan ruang.
d. Memperoleh penggantian yang layak atas kondisi yang dialaminya akibat
pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai dengan rencana tata ruang.

Dalam rangka mewujudkan hak masyarakat untuk mengetahui rencana tata ruang,
maka rencana tata ruang diundangkan dan dimuat dalam :
a. Lembaran Negara untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional dan kawasan
tertentu;
b. Lembaran Daerah Tingkat I, untuk Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi
Daerah Tingkat I;
c. Lembaran Daerah Tingkat II, untuk Rencana Tata Ruang wilayah
Kabupaten/Kotamadya Daerah Tingkat I.

Dalam rangka memenuhi hak masyarakat, pemerintah berkewajiban


mengumumkan/ meyebarluaskan rencana tata ruang yang telah ditetapkan pada
tempat-tempat yang memungkinkan masyarakat mengetahui dengan mudah.
Pelaksanaan hak masyarakat dalam menikmati ruang, termasuk pertambahan nilai
ruang sebagai akibat penataan ruang dilaksanakan sesuai dengan ketentuan
peraturan perundang-undangan atau kaidah yang berlaku, atau manfaat lingkungan
yang timbul akibat pemanfaatan ruang yang sesuai dengan rencana tata ruang.
Hak masyarakat adalah :
1) Mengetahui secara terbuka peraturan perundangan yang berlaku dan kebijakan
penataan ruang seperti Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten/Kota (RTRW),
Rencana Detil Tata Ruang (RDTR), melalui penyebarluasan rencana tata ruang
yang telah ditetapkan pada tempat-tempat dimana masyarakat dapat
mengetahui dengan mudah.
2) Memperoleh penggantian yang layak sesuai perundangan yang berlaku atas
kondisi yang dialami masyarakat sebagai akibat pelaksanaan kegiatan

VIII-3
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

pembangunan yang dilaksanakan. Besarnya penggantian sesuai dengan


peraturan perundangan, hukum yang berlaku.

Dalam hubungannya dengan pelaksanaan hak masyarakat, pemerintah


berkewajiban melakukan pembinaan, menyebarkan informasi dan memberikan
penjelasan kepada masyarakat tentang ketentuan peraturan perundang-undangan
atau kaidah yang berlaku. Masyarakat juga berhak memperoleh penggantian yang
layak atas kerugian terhadap perubahan status semula yang dimiliki oleh
masyarakat sebagai akibat pelaksanaan rencana tata ruang diselenggarakan dengan
cara musyawarah antara pihak yang berkepentingan.

Dalam hal tidak tercapai kesepakatan mengenai penggantian yang layak


maka penyelesaiannya dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan
yang berlaku. Untuk mengetahui rencana tata ruang, selain dari pemerintah
masyarakat dapat mengetahui rencana tata ruang yang telah ditetapkan melalui
pengumuman atau penyebarluasan oleh pemerintah kabupaten pada tempat-
tempat yang memungkinkan masyarakat mengetahui dengan mudah.

Pemerintah harus menyediakan sarana/media pengumuman atau


penyebarluasan dilakukan melalui penempelan/pemasangan peta rencana tata
ruang yang bersangkutan pada tempat-tempat umum dan juga pada media masa,
serta melalui pembangunan sistem informasi tata ruang. Dengan demikian
masyarakat akan dapat mengakses dan dapat mengetahui arah perkembangan
wilayah/kota kedepan hingga tahun 2035.

8.1.2 Kewajiban Masyarakat


Dalam UU No. 26 Tahun 2007 pasal 61 beserta penjelasannya, disebutkan
bahwa : Dalam pemanfaatan ruang, setiap orang wajib :
1. Menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan.
2. Menaati rencana tata ruang yang telah ditetapkan dimaksudkan sebagai

VIII-4
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

kewajiban setiap orang untuk memiliki izin pemanfaatan ruang dari pejabat
yang berwenang sebelum pelaksanaan pemanfaatan ruang.
3. Memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dari pejabat yang
berwenang.
4. Memanfaatkan ruang sesuai dengan izin pemanfaatan ruang dimaksudkan
sebagai kewajiban setiap orang untuk melaksanakan pemanfaatan ruang sesuai
dengan fungsi ruang yang tercantum dalam izin pemanfaatan ruang.
5. Mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan
ruang.
6. Mematuhi ketentuan yang ditetapkan dalam persyaratan izin pemanfaatan
ruang dimaksudkan sebagai kewajiban setiap orang untuk memenuhi
ketentuan amplop ruang dan kualitas ruang.
7. Memberikan akses terhadap kawasan yang oleh ketentuan peraturan
perundang-undangan dinyatakan sebagai milik umum.
8. Pemberian akses dimaksudkan untuk menjamin agar masyarakat dapat
mencapai kawasan yang dinyatakan dalam peraturan perundang-undangan
sebagai milik umum. Kewajiban memberikan akses dilakukan apabila
memenuhi syarat berikut :
 Untuk kepentingan masyarakat umum; dan/atau
 Tidak ada akses lain menuju kawasan dimaksud.
 Yang termasuk dalam kawasan yang dinyatakan sebagai milik umum, antara
lain, adalah sumber air dan pesisir pantai.

8.1.3 Sanksi Administratif


Dalam UU No. 26 Tahun 2007 pasal 62 disebutkan bahwa “Setiap orang yang
melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam pasal 61, dikenai sanksi
administratif.” Sedangkan dalam pasal 63 beserta penjelasannya, disebutkan bahwa
sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam pasal 62 dapat berupa :
1. Peringatan tertulis;

VIII-5
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

2. Penghentian sementara kegiatan;


3. Penghentian sementara pelayanan umum;
Penghentian sementara pelayanan umum dimaksudkan berupa pemutusan
sambungan listrik, saluran air bersih, saluran limbah dan lain-lain yang
menunjang suatu kegiatan pemanfaatan ruang yang tidak sesuai dengan
rencana tata ruang.
4. Penutupan lokasi;
5. Pencabutan izin;
6. Pembatalan izin;
7. Pembongkaran bangunan;
Pembongkaran dimaksud dapat dilakukan secara sukarela oleh yang
bersangkutan atau dilakukan oleh instansi berwenang.
8. Pemulihan fungsi ruang; dan/atau
9. Denda administratif.

Dalam pasal 64 disebutkan bahwa “Ketentuan lebih lanjut mengenai kriteria dan
tata cara pengenaan sanksi administratif sebagaimana dimaksud dalam pasal 63
diatur dengan peraturan pemerintah”.

8.2 PERAN SERTA MASYARAKAT


Undang-Undang No 26 Tahun 2007 BAB VIII tentang PERAN MASYARAKAT
Pasal 65 menerangkan bahwa :
(1) Penyelenggaraan penataan ruang dilakukan oleh pemerintah dengan
melibatkan peran masyarakat.
(2) Peran masyarakat dalam penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1)
dilakukan, antara lain, melalui:
a. Partisipasi dalam penyusunan rencana tata ruang;
b. Partisipasi dalam pemanfaatan ruang; dan
c. Partisipasi dalam pengendalian pemanfaatan ruang.

VIII-6
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

(3) Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara dan bentuk peran masyarakat dalam
penataan ruang sebagaimana dimaksud pada ayat (1) diatur dengan peraturan
pemerintah.

Dalam Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 1996 BAB III, yaitu tentang Bentuk
Peran Serta Masyarakat menerangkan Tata Cara Peran Serta Masyarakat Dalam
Penataan Ruang Wilayah Kabupaten yaitu:
1. Tata cara peran serta masyarakat dalam proses perencanaan tata ruang wilayah
Kabupaten, dalam penyusunan rencana tata ruang dilaksanakan dengan
pemberian saran pertimbangan, Pendapat, Tanggapan, Keberatan, Masukan
terhadap informasi tentang arah pengembangan, Potensi dan masalah serta
rancangan Rencana Tata Ruang Wilayah Kabupaten;
2. Penyampaian saran, Pertimbangan, pendapat, Tanggapan, Keberatan atau
masukan dilakukan secara lisan atau tertulis kepada Bupati;
3. Ketentuan lebih lanjut mengenai tata cara peran sera masyarakat diatur oleh
Menteri Dalam Negeri;
4. Tata cara peran serta masayarakat dalam pemanfaatan ruang wilayah
Kabupaten dilakukan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang
berlaku;
5. Pelaskanaan peran serta masyarakat dikoordinasi oleh Bupati termasuk
pengaturannya pada tingkat kecamatan sampai dengan desa;
6. Peran serta masyarakat dilakukan secara tertib sesuai dengan rencana tata
ruang yang telah ditetapkan.

Bentuk peran serta masyarakat dalam kegiatan pemanfaatan ruang adalah:


1. Mengajukan usul, saran atau keberatan kepada pemerintah melalui media
massa, asosiasi profesi, LSM, dan lembaga formal kemasyarakatan.
2. Berpartisipasi aktif dalam menjaga, memelihara dan meningkatkan kualitas
lingkungan sesuai arahan rencana pemanfaatan ruang.

VIII-7
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

3. Melaksanakan pembangunan sesuai rencana pemanfaatan ruang kawasan


perkotaan yang telah ditetapkan.
4. Berpartisipasi aktif dalam kegiatan pengawasan agar dihindari pelaksanaan
pembangunan yang menyimpang dari tatacara/ kriteria yang telah ditetapkan.
5. Dalam menyusun Tim Evaluasi pemerintah akan melibatkan masyarakat sebagai
anggota tim, minimal dari masyarakat pelapor.

Pembinaan peran serta masyarakat dalam penataan ruang sebagaimana


disebutkan dalam Peraturan Pemerintah No 69 Tahun 1996 BAB V tentang
Pembinaan Peran Serta Masyarakat adalah sebgai berikut :
1. Masyarakat dapat memperoleh informasi penataan ruang dan rencana tata
ruang secara mudah dan cepat, melalui media cetak, media elektronik atau
forum pertemuan.
2. Masyarakat dapat memprakarsai upaya peningkatan tata laskana hak dan
kewajiban masyarakaat dalam penataan ruang melalui penyuluhan, bimbingan,
pendidikan, atau pelatihan untuk tercapainya tujuan penataan ruang.
3. Untuk terlaksananya upaya peningkatan tata laksana hak dn kewajiban
Pemerintah menyelenggarakan pembinaan untuk menumbuhkan serta
mengembangkan kesadaran memberdayakan dan meningkatkan tanggung
jawab masyarakat dalam penataan ruang.
4. Pembinaan dilakukan oleh instansi yang berwenang dengan cara :
a. Memberikan dan menyelenggarakan penyuluhan, bimbingan, dorongan,
pengayoman, pelayanan, bantuan teknik, bantuan hukum, pendidikan dan
atau pelatihan.
b. Menyebarluaskan semua informasi mengenai proses penataan ruang
kepada masyarakat secaraterbuka;
c. Mengumumkan dan menyebarluaskan rencana tata ruang kepada
masyarakat;
d. Menghormati hak yang dimiliki masyarakat

VIII-8
Laporan Rencana Akhir
Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kabupaten Belu
Tahun 2015-2035

e. Memberikan penggantian yang layak kepada masyarakat atas kondisi yang


dialaminya sebagai akibat pelaksanaan kegiatan pembangunan yang sesuai
dengan rencana tata ruang;
f. Melindungi hak masyarakat untuk berperan serta dalam proses
perencanaan tata ruang, menikmati pemanfaatan ruang yang berkualitas
dan pertambahan nilai ruang akibat rencana tata ruang yang ditetapkan
serta dalam menaati rencana tata ruang;
g. Memperhatikan dan menindaklanjuti saran, usul atau keberatan dari
masyarakat dalam rangka peningkatan mutu penataan ruang.

VIII-9