Anda di halaman 1dari 21

ASUHAN KEPERAWATAN KELUARGA BINAAN NY.

H
DENGAN DM (DIABETES MELITUS) DI DESA KELAMPAYAN ILIR
KECAMATAN ASTAMBUL KABUPATEN BANJAR
PROVINSI KALIMANTAN SELATAN TAHUN 2017

I. Identitas Keluarga
1. Data Umum
Nama KK : Tn.K
Umur : 69 tahun
Alamat : Desa Kelampayan Ilir Rt. 3 Kec. Astambul
Pendidikan : SD
Pekerjaan : Petani
Agama : Islam
Status Kesehatan : Sehat

2. Daftar Keluarga
No Nama L/P Umur Hubungan Pendidikan Agama Pekerjaan Status Kesehatan
Ibu
1 Ny. H P 55 Istri SD Islam rumah Diabetes Melitus
tangga

3. Genogram

Keterangan:
: Laki – laki
: Perempuan
: Meninggal
: Klien
--- : Tinggal serumah
4. Tipe Keluarga
Middle Age/ Aging Couple
Suami sebagai pencari uang. Istri di rumah/ kedua-duanya bekerja
di rumah, anak-anak sudah meningglakan rumah karena
sekolah/perkawinan/meniti karier.

5. Kewarganegaraan / Suku bangsa


Keseluruhan keluarga Tn. K berasal dari suku Banjar, Kalimantan
Selatan Indonesia

6. Agama
Keluarga Tn. K semuanya beragama ISLAM.

7. Pengambilan keputusan
Pengambilan keputusan berada di tangan kepala keluarga, namun
dengan musyawarah apabila ada masalah yang perlu dirundingkan
bersama keluarga.

8. Hubungan dalam keluarga


Keluarga memiliki hubungan yang baik dan saling mendukung satu
sama lain dalam hal positif.

II. Sosial Ekonomi


1. Pendapatan dan pengeluaran
Ny. H mengatakan Pendapatan keluarga tidak menentu dalam satu
bulan, karena pekerjaan yang tidak tetap hanya sebagai tukang urut.
pendapatannya dengan suaminya perbulan sekitar Rp. 300.000,-.
Sedangkan untuk pengeluaran dicukupkan untuk kebutuhan sehari-hari.

2. Sosial
Keluarga selalu mengajarkan dan menanamkan perilaku sosial yang
baik, terutama kepada anak-anak. Keluarga juga aktif bermasyarakat
dengan mengikuti kegiatan yang ada di masyarakat seperti perkumpulan
yasinan dan kegiatan gotong royong jika ada hajatan di masyarakat.

III. Pola Kebiasaan Keluarga


1. Nutrisi
Pola kebutuhan nutrisi keluarga, Ny. H mengatakan makan seadanya
apa yang dimakan dan ada pantangan Makan karena mengalami penyakit
Dibetes Melitus diet yang di lakukan sesuai anjuran tim kesehatan.
2. Personal hygiene
Kebiasaan personal Hygien Tn. K dan keluarga mandi 3-4 kali sehari
dengan sabun dan juga menggosok gigi dengan pasta sebanyak 3kali
sehari

3. Pola rekreasi dan hiburan


Rekreasi dan hiburan keluarga biasanya berkumpul dan bercerita
dengan anggota keluarga, atau bersilaturrahmi kepada tetangga. Tidak ada
jadwal liburan rutin untuk rekreasi.
IV. Kebutuhan istirahat dan tidur keluarga
Nama Tidur Siang Tidur Malam Istirahat
Kadang-kadang 6 - 8 jam 3jam
Tn. K ( 3 kali dalam
seminggu)
Kadang-kadang 6 - 8 jam 3jam
Ny. H ( 2 kali dalam
seminggu )

V. Data Keadaan Lingkungan


1. Karakteristik Rumah
Rumah terdiri dari 3 bagian yaitu : bagian depan terdiri atas uangtamu,
bagian tengah terdiri atas 1 kamar dan ruang keluarga serta belakang
terdiri atas dapur sekaligus dapur dengan ukuran.Bangunan rumah
berbentuk persegi panjang dengan tipe semi permanen berlantai kayu.
Sistem ventilasi rumah klien bersifat alami (jendela dan pintu) setiap hari
jendela dibuka sehingga keadaan rumah tampak terang.
2. Sanitasi Lingkungan
Lingkungan rumah baik didalam maupun diluar rumah terlihat bersih.
Sumber air minum keluarga menggunakan air sumur, air untuk mandi
cuci kakus (MCK) keluarga menggunakan air sumur. Keluarga
mempunyai WC pribadi didalam rumah dengan jenis WC leher angsa.
VI. Denah Lingkungan / Rumah

Keterangan:
5 4
1. Ruang Tamu
2. Kamar
3. Ruang Keluarga

3 4. Dapur
5. Kamar Mandi Dan
Wc
2 1
VII. Sarana Kesehatan
Sarana kesehatan yang dimanfaatkan keluarga apabila sakit yaitu
Puskesmas Astambul, namun apabila sakit bisa di tahan biasanya keluarga
hanya membeli obat diwarung. Keluarga sudah terdaftar sebagai
penggunaBPJS tingkat 3

VIII. Riwayat dan Tahap Perkembangan Keluarga


1. Tahap Perkembangan Keluarga saat ini
Tahap VIII ( keluarga usia lanjut)
Tahap terakhir siklus kehidupan keluarga dimulai dengan pensiun
salah satu atau kedua pasangan, dan berakhir dengan kematian pasangan
lainnya.

2. Tahap Perkembangan Keluarga belum terpenuhi


Pada tahap VIII keluarga menjalin kasih sayang kembali seperti
pernikahan awal.

3. Tahap Perkembangan Keluarga inti


Tahap perkembangan keluarga usia lanjut yaitu Tn. K sebagai pencari
nafkah setiap hari bekerja sebagai petani, sedangan Ny. H sebagai Ibu
rumah tangga.

4. Tahap Perkembangan Keluarga sebelumnya


Ny. H mengatakan orangtuanya mempunyai riwayat penyakit tinggi
darah dan asma.

IX. Struktuktur Keluarga


1. Pola Komunikasi keluarga
Koopratif Pola komunikasi keluarga Tn. K baik, setiap hari keluarga
sering ngobrol dan berbincang.
2. Struktur Kekuatan Keluarga
Di keluarga Tn. K dalam mengambil keputusan selalu di
musyawarahkan. Tapi untuk pengambil keputusan tetap Tn. K
3. Struktur peran keluarga
Tn.K berperan sebagai kepala keluarga dan mencari nafkah untuk
keluarganya. Setiap hari dirinya bekerja untuk memenuhi semua
kebutuhan keluarganya. ny.h berperan sebagai ibu rumah tangga dan
tukang urut .
4. Nilai dan norma keluarga
Nilai-nilai yang dianut oleh keluarga adalah nilai-nilai agama islam
dan budaya BanjarTn.K dan Ny.H sudah mengajarkan kepada anak-
anaknya untuk shalat 5 waktu. Dan mengikutkan anaknya untuk
pengajian anak pada sore hari. Nilai budaya sunda yang mempengaruhi
seperti berperilaku sopan kepada orang yang lebih tua. Selalu
mengucapkan salam setiap ingin masuk rumah dan selalu meminta izin
apabila ingin pergi keluar rumah.
X. Fungsi Keluarga
1. Fungsi Afektif
Keluarga cukup rukun dan perhatian dalam membina hubungan rumah
tangga. Keluarga tampak harmonis, saling memperhatikan satu dengan
yang lain serta saling menghargai satudengan yang lain, apabila ada
anggota keluarga lain yang membutuhkan maka anggota keluarga akan
membantu sesuai dengan kemampuan.

2. Fungsi Sosialisasi
Hubungan antar anggota keluarga baik, keluarga ini juga membina
hubungan yang baik dengan tetangga sekitar rumahnya, karena Ny.H
sering berkunjung kerumah tetangga jika sore hari. Keluarga juga cukup
aktif bermasyarakat dengan mengikuti kegiatan yang ada dalam
masyarakat.

3. Fungsi Reproduksi
Keluarga Tn.K Memiliki 3 Orang Anak. Dan semua anaknya sudah
meninggalkan rumah semuanya.
4. Fungsi Ekonomi
Tn.K hidup membiayai keluarga dari hasil Bertani untuk memenuhi
kebutuhan sehari-hari keluarganya dan Ny.H bekerja sebagai tuakng urut.
Jika ada sisa keuangan, maka disimpan untuk keadaan yang mendadak
bagi keluarga.

XI. Fungsi Perawatan Kesehatan


1. Mengenal Masalah
Saat dilakukan pengkajian Tn.K mengtakan tidak ada keluhan pada
diri nya . Dan Ny. H mengatakan ada peyakit diabetes melitus karena
pernah cek ke puskesmas dan ada luka di bagian kaki kanan.

2. Mengambil Keputusan
Tn. K Mengatakan apabila ada keluarganya yang sakit ringan seperti
batuk, panas dan flu biasanya membeli obat warung. Namun jika sakitnya
parah maka akan langsung dibawa ke puskesmas/rumah sakit.
3. Merawat anggota keluarga yang sakit
Keluarga Tn.K mengatakan saat ada anggota keluarga yang sakit
berusaha untuk melakukan perawatan sendiri, namaun saat sakit
bertambah parah atau tidak membaik keluarga membawa ke Puskesmas
atau ke Puskesmas Pembantu terdekat yang berada didesa.

4. Kemampuan keluarga dalam memelihara lingkungan rumah yang sehat


Keluarga mengetahui memlihara lingkungan yang sehat dirumah yaitu
dengan menjaga kebersihan, sering disapu dan dipel.

5. Kemampuan keluarga memanfaatkan fasilitas pelayanan kesehatan


Tn. K hanya membawa anggota keluarganya kepelayanan kesehatan jika
sudah sakitnya tidak bias disembuhkan dengan beli obat di warung.

XII. Stress Dan Koping Keluarga


1. Stressor jangka pendek dan jangka panjang
Masalah yang terjadi pada Ny.H membuat semua keluarga Tn. K
khawatir karena keadaan pasin semakin hari semakin tidak sembuh
lukanya.

2. Kemampuan keluarga berespon terhadap stressor


Saat terjadi masalah keluarga selalu merundingkan bagaimana cara
menyelesaikannya agar tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.

3. Strategi koping yang digunakan


Masalah-masalah yang ada dalam keluarga biasanya diselesaikan
dengan berdiskusi. Yang biasanya mengambil keputusan tetap dari kepala
keluarga yaitu Tn.K .

4. Strategi adaptasi yang disfungsi


Sampai saat ini belum ada penyelesaian masalah yang dilakukan keluarga
Tn. K yang tidak sesuai dunia kesehatan.

XIII. Pemeriksaan Fisik Keluarga


1. Tn.K :
a. Pemeriksaan fisik umum (TTV)
Keadaan umum klien tampak baik.
Tanda – tanda vital:
Tekanan darah : 130/90 mmHg
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu tubuh : 36,7 º C
b. Pemeriksaan fisik khusus :
a) Kepala dan Leher
Tidak ditemukan kelainan bentuk kepala dan leher. Tidak tampak
pembesaran kelenjar tiroid dan peningkatan tekanan vena jugularis
dan arteri karotis.
b) Mata
Konjungtiva tidak terlihat anemis, kelopak mata tidak terdapat
edema. Fungsi penglihatan menurun, saat ditanyakan apakah dapat
melihat jelas benda yang sedikit jauh.
c) Telinga
Bentuk pinna simetris dan tampak bersih, telinga tampak bersih
tidak ada peradangan, fungsi pendengaran menurun, saat
berkomunikasi volume suara perlu ditinggikan agar klien
mendengar.
d) Hidung
Bentuk normal, tidak ada kelainan yang ditemukan pada hidung,
tidak ada peradangan dan obstruksi pada hidung, fungsi penciuman
masih baik, klien bisa membedakan bau minyak angin dan minyak
wangi.
e) Mulut
Keadaan mulut tampak bersih, tidak ada kelainan yang ditemukan
pada mulut, tidak ada peradangan, gigi seri depan atas dan bawah
masih lengkap, terdapat caries pada gigi geraham.
f) Dada
Pergerakan dada tampak simetris, suara jantung S1 dan S2 tunggal,
suara mur – mur (–) , ronchi (-), wheezing (-), nafas cuping hidung
(–).Tidak teraba adanya massa dan tidak ada nyeri tekan.
g) Abdomen
Pada pemeriksaan abdomen tidak teraba hepar/limpa/massa, tidak
kembung, terdengar bising usus.
h) Ekstremitas atas dan bawah
Pada ektrimitas atas dan bawah tidak terdapat odema, tidak
terjadi kelumpuhan, dari ke-4 ektrimitas mampu menggerakan
persendian, . KU 5 5
5 5
2. Ny. H
a. Pemeriksaan fisik umum (TTV)
Keadaan umum klien tampak baik.
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 140/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C
GDS Sewaktu : 280
b. Pemeriksaan fisik khusus :
a) Kepala dan Leher
Tidak ditemukan kelainan bentuk kepala dan leher. Tidak
tampak pembesaran kelenjar tiroid dan peningkatan tekanan
vena jugularis dan arteri karotis.
b) Mata
Konjungtiva tidak terlihat anemis, kelopak mata tidak terdapat
edema. Fungsi penglihatan baik, saat ditanyakan apakah dapat
melihat jelas benda yang sedikit jauh.
c) Telinga
Bentuk pinna simetris dan tampak bersih, telinga tampak
bersih tidak ada peradangan, fungsi pendengaran masih baik,
saat berkomunikasi volume suara tidak perlu ditinggikan agar
klien mendengar.
d) Hidung
Bentuk normal, tidak ada kelainan yang ditemukan pada
hidung, tidak ada peradangan dan obstruksi pada hidung,
fungsi penciuman masih baik, klien bisa membedakan bau
minyak angin dan minyak wangi.
e) Mulut
Keadaan mulut tampak bersih, tidak ada kelainan yang
ditemukan pada mulut, tidak ada peradangan, gigi seri depan
atas dan bawah masih lengkap, terdapat caries pada gigi
geraham.
f) Dada
Pergerakan dada tampak simetris, suara jantung S1 dan S2
tunggal, suara mur – mur (–) , ronchi (-), wheezing (-), nafas
cuping hidung (–).Tidak teraba adanya massa dan tidak ada
nyeri tekan

.
g) Abdomen
Pada pemeriksaan abdomen tidak teraba hepar/limpa/massa,
tidak kembung, terdengar bising usus.
h) Ekstremitas atas dan bawah
Pada ektrimitas atas dan bawah tidak terdapat odema, tidak
terjadi kelumpuhan, dari ke-4 ektrimitas mampu menggerakan
persendian, ada luka di bagian ibu jari sebelah kanan yang tidak
kunjung sembuh sembuh. Berdiameter panjang 3cm lebar 2cm
kedalaman 0,5 cm dalam keadaan kering, KU 5 5
5 5

XIV. Harapan Keluarga


Tn.k berharap agar tidak ada anggota keluarganya yang sakit, dan yang sakit
agar segera sembuh dari penyakit. Sehingga dapat melakukan aktivitas sehari
– hari dengan nyaman dan tidak khawatir akan dampak dari penyakit tersebut.
A. Analisa Data
No Data Masalah Etiologi
1. DS : ketidakmampuan
Tn. K menanyakan tentang Resiko infeksi keluarga untuk
penyakit istrinya dan bagaimana merawat anggota
cara agar sembuh . keluarga yang sakit
Ny. H mengatakan “berharap
mendapatkan informasi yang jelas
tentang penyakitnya karena
merasa sangat khawatir atas
kondisinya yang semakin lama
lukanya tidak kunjung kunjung
sembu.

DO : pasienn terlihat menanyakan


tentang bagai mana merawat
luka yang di derita oleh isrinya
yang tidak kunjung sembuh.
Tn.K
Tanda – tanda vital:
Tekanan darah :130/90 mmHg
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu tubuh : 36,7 º C
Ny,H
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 140/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C
GDS Sewaktu : 280

DS :
Ny. H menanyakan tentang
penyakit yang di derita oleh
dirinya.
DO : Risiko munculnya Kurang pengetahuan
Ada luka di bagian ibu jari pnyakit lain pada keluarga tentang
sebelah kanan yang tidak keluarga Ny.H penyakit yang di derita
kunjung sembuh sembuh.
Berdiameter panjang 3cm
lebar 2cm kedalaman 0,5 cm
dalam keadaan kering luka
tidak di balut denngan perban,
KU 5 5
5 5

Ny.H
Tanda – tanda vital :
Tekanan darah : 140/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C
GDS Sewaktu : 280

XV. Diagnosa dan Skoring Masalah


1. ketidakmampuan keluarga untuk merawat anggota keluarga yang sakit
berhubungan dengan resiko infeksi
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1. Sifat masalah: 3 1 3/3 x 1 = 1 Masalahsudahadaselanjutnyain
Aktual tervensidanimplementasi
2. Kemungkinan masalah 2 2 2/2 x 2 = 2 Tn.Asudahterbiasa merasakan
dapat diubah: Mudah keluhan yang dialaminya,
terutama kelemahan yang
dialami di kaki sebelah kanan.
Keluarga mau diajak
kerjasama dan bersedia
menerima informasi
3. Potensial masalah untuk 2 1 2/3 x 1 = 2 Klienadakeinginanuntuk
dicegah: Cukup memeriksakan kesehatan ke
fasilias kesehatan terdekat.
4. Menonjolnya masalah: 2 1 2/2 x 1 = 1 Klienmerasaterganggu
Segeradiatasi melakukan aktifitas Karena
kelemahan di bagian kaki kiri.
Bila tidak ditanggulangi,
memungkinkan resiko jatuh.
Total 6
2. Risiko munculnya pnyakit lain pada keluarga Ny.H berhubungan dengan
Kurang pengetahuan keluarga tentang penyakit yang di derita
No Kriteria Skala Bobot Skoring Pembenaran
1. Sifat masalah: 2 1 2/3 x 1 = 2/3 Masalahsudahadaselanjutny
Ancaman Kesehatan aintervensidanimplementasi
Keluarga tidak lagi
mengupayakan untuk
berobat rutin dan hanya
pasrah menggunakan obat
seadanya yang dibeli
diwarung
2. Kemungkinan masalah 1 2 ½x2=1 Tn.Asudahterbiasa
dapat diubah: Sebagian merasakan keluhan yang
dialaminya, terutama lemah
di bagian kaki dan kadang
kadang batuk padamalam
hari.
Keluarga mau diajak
kerjasama dan bersedia
menerima informasi
3. Potensial masalah untuk 2 1 2/3 x 1 = 2 Klienadakeinginanuntuk
dicegah: Cukup memeriksakan kesehatan ke
fasilias kesehatan terdekat.
4. Menonjolnya masalah: 2 1 2/2 x 1 = 1 Bila tidak segera ditangani
Segeradiatasi memungkinkan komplikasi
terjadi, dan memperburuk
keadaan pasien
Total 4 2/3

B. Prioritas Masalah :
No. Prioritas Diagnosa Keperawatan Skor
1. 1 ketidakmampuan keluarga untuk merawat anggota 6
keluarga yang sakit berhubungan dengan resiko i nfeksi

2. 2 Risiko munculnya pnyakit lain pada keluarga Ny.H 4 2/3


berhubungan dengan Kurang pengetahuan keluarga
tentang penyakit yang di derita
C. Rencana Asuhan Keperawatan
Tujuan Kriteria Evaluasi
Diagnosa
No. Jangka Intervensi
Keperawatan Jangka Panjang Kriteria Standar
Pendek
ketidakmampu Setelah Setelah dilakukan Verbal Keluarga mampu 1. Kaji
I an keluarga
dilakukan
kunjungan rumah
mengungkapkan pengetahuan
kunjungan dan menjelaskan keluarga
untuk merawat rumah selama dan diberikan kembali hal yang tentang
4x keluarga diinformasikan penyakit
anggota informasi terkait
1. meng perawat diabetes
keluarga yang enal dan penyakit diabetes mencakup : melitutus
mampu 1. Pengertian 2. Tanyakan
sakit melitutus
merawat diabetes pernahkah
berhubungan anggota 1. keluarga melitutus mendapat
keluarga mampu 2. Penyebab informasi
dengan resiko
yang sakit menyebutkan diabetes terkait
infeksio serta kembali : melitutus penyakit
mencegah 2. Pengertian 3. Pemicu diabetes
penularan serangan melitutus
diabetes
penyakit diabetes 3. Berikan
diabetes melitutus melitutus informasi
melitutus 4. Tanda dan terkait
3. Penyebab
pada gejala penyakit
diabetes
angggota diabetes diabetes
melitutus
keluarganya) melitutus melitutus
4. Tanda dan
5. Penanggulan 4. Kaji
gejala diabetes
gan diabetes pengetahuan
melitutus
melitutus keluarga
5. Penanggulangan 6. Makanan tentang
diabetes
yang penyakit
melitutus
dihindari/ diabetes
6. Makanan yang
memacu melitutus
dihindari tekanan darah 5. Tanyakan
Keluarga mampu pernahkah
mengungkapkan mendapatkan
Setelah dilakukan
dan menjelaskan informasi
kunjungan rumah dan
kembali hal yang terkait
diberikan informasi
diinformasikan penyakit
terkait penyakit
perawat diabetes
setrok, keluarga
mencakup : melitutus
mampu menyebutkan
1) Pengertian 6. Berikan
kembali :
diabetes informasi
1. Pengertian
melitutus terkait
diabetes
2) Cara penyakit
melitutus
penularan diabetes
2. Tanda dan
diabetes melitutus
diabetes
melitutus 7. Evaluasi hasil
melitutus
3) Tanda dan penyuluhan
3. Pencegahan
Gejala yang
diabetes
diabetes diberikan
melitutus
melitutus terkait
4. Komplikasi
diabetes 4) Pencegahan penyakit
melitutus diabetes diabetes
5. Penyebab melitutus melitutus
diabetes 5) Komplikasi pada saat
melitutus diabetes kunjungan
melitutus
6) Penyebab
diabetes
melitutus

Tujuan Kriteria Evaluasi


Diagnosa
No. Jangka Intervensi
Keperawatan Jangka Panjang Kriteria Standar
Pendek
Risiko Setelah Setelah dilakukan Verbal Keluarga mampu 1) Kaji
II munculnya dilakukan kunjungan rumah dan mengungkapkan pengetahuan
pnyakit lain kunjungan diberikan informasi dan menjelaskan keluarga
pada keluarga rumah terkait penyakit kembali hal yang tentang
Tn,k selama 4x diabetes melitutus, diinformasikan penyakit
berhubungan masalah keluarga mampu perawat mencakup diabetes
dengan ketidak menyebutkan kembali : melitutus
Kurang mampuan : 2. Pengertian 2) Tanyakan
pengetahuan keluarga 1) Pengertian pernahkah
diabetes melitutus
keluarga untuk mendapat
diabetes
tentang merawat 3. Penyebab informasi
penyakit yang kelurga yang melitutus terkait
diabetes melitutus
di derita sakit dapat penyakit
2) Penyebab
teratasi. 4. Pemicu diabetes
(Keluarga diabetes melitutus
serangan diabetes
mampu 3) Berikan
melitutus
menegnal melitutus informasi
masalah 3) Tanda dan gejala terkait
5. Tanda dan
terkait penyakit
diabetes
tentang gejala diabetes diabetes
penyakityang melitutus melitutus
melitutus
di derita 4) Kaji
4) Penanggulangan
anggota 6. Penanggul pengetahuan
keluarganya) diabetes keluarga
angan diabetes
tentang
melitutus
melitutus penyakit
5) Makanan diabetes
7. Makanan
melitutus
6) yang dihindari
yang dihindari/ 5) Tanyakan
pernahkah
memacu tekanan
mendapatkan
darah informasi
Setelah dilakukan terkait
Keluarga mampu
kunjungan rumah dan penyakit
mengungkapkan
diberikan informasi diabetes
dan menjelaskan
terkait penyaki melitutus
kembali hal yang
diabetes melitutus, 6) Berikan
keluarga mampu diinformasikan informasi
menyebutkan kembali perawat mencakup terkait
: : penyakit
1. Pengertian 1. Pengertian diabetes
diabetes melitutus diabetes melitutus melitutus
2. Tanda dan 2. Cara penularan 7) Bersihkan
diabetes melitutus 3.Tanda dan Gejala luka pasien
3. Pencegahan diabetes melitutus 8) Balut luka
diabetes melitutus 4.Pencegahan luka paen
4. Komplikasi diabetes melitutus agar infeksi
diabetes melitutus 5.Komplikasi tidak terjadi.
5. Penyebab diabetes melitutus 9) Evaluasi
diabetes melitutus 6.Penyebab hasil
diabetes melitutus penyuluhan
yang
diberikan
terkait
penyakit
diabetes
melitutus
pada saat
kunjungan

D. Implementasi dan Evaluasi


No. Tanggal/ Jam Masalah Implementasi Evaluasi
Keperawatan
ketidakmampuan 1) Mengkaji S : keluarga Tn. K dan Ny. H
I keluarga untuk
merawat anggota
pengetahuan
keluarga tentang
mengatakan tidak tau tentang
penanganan penyakit diabetes
penyakit diabetes melitutus
keluarga yang sakit
melitutus
berhubungan dengan 2) menanyakan O : Tn. K dan Ny. H tidak mampu
resiko infeksi pernahkah mengungkapkan kembali hal-hal yang
mendapat telah disamp diabetes melitutus kan
informasi terkait perawat terkait penyakit diabetes
penyakit diabetes melitutus
melitutus
3) memberikan A :Ketidakmampuan Keluarga Untuk
informasi terkait Merawat Anggota Keluarga Yang
penyakit diabetes Sakit
melitutus P : Pertahankan Intervensi
4) Menkaji 1. Evaluasi Terkait pengetahuan
pengetahuan keluarga tentang penyakit
keluarga tentang diabetes melitutus
penyakit diabetes 2. Berikan informasi terkait
melitutus penyakit diabetes melitutus
5) menanyakan
pernahkah
mendapatkan
informasi terkait
penyakit diabetes
melitutus
6) memberikan
informasi terkait
penyakit diabetes
melitutus
7) membersihkan
luka pasien
8) membalut luka
luka paen agar
infeksi tidak
terjadi.
9) mengevaluasi
hasil penyuluhan
yang diberikan
terkait penyakitt
diabetes melitutus
pada saat
kunjungan

No. Tanggal/ Jam Masalah Keperawatan Implementasi Evaluasi


Risiko munculnya 1. Mengkaji S : keluarga Tn. K dan Ny. H
II pnyakit lain pada pengetahuan keluarga mengatakan tidak tau tentang penyakit
keluarga Tn,K tentang penyakit Diabetes Melitus
berhubungan dengan
diabetes melitutus
Kurang pengetahuan O : Tn. K dan Ny.H Stidak mampu
keluarga tentang 2. menanyakan mengungkapkan kembali hal-hal yang
penyakit yang di derita pernahkah Mendapat telah disampaikan perawat terkait
Informasi Terkait penyakit Diabetes Melitus
Penyakit Diabetes
Melitutus A : kurang pengetahuan keluarga
3. Memberikan tentang penyakit yang di derita
keluarga dalam mengenal masalah
Informasi Terkait
kesehatan terkait penyakit Diabetes
Penyakit Diabetes Melitus
Melitutus
4. Menkaji P : Pertahankan Intervensi
Pengetahuan 1. Evaluasi Terkait pengetahuan
Keluarga Tentang keluarga tentang penyakit
Penyakit Diabetes
Melitutus
5. Menanyakan
Pernahkah
Mendapatkan
Informasi Terkait
Penyakit Diabetes
Melitutus
6. Memberikan
Informasi Terkait
Penyakit Diabetes
Melitutus
7. Membeersihkan
Luka Pasien
8. Membalut Luka
Luka Paen Agar
Infeksi Idak Terjadi.
Evaluasi
9. Mengevaluasi
Hasil Penyuluhan
Yang Diberikan
Terkait Penyakit
Setrok Pada Saat
Kunjungan

Tanggal/ Masalah
No Keperawatan
Implementasi Evaluasi (SOAP)
Hari
ketidakmampuan keluarga 1) Mengkaji pengetahuan S : keluarga Tn. K dan Ny. H
I untuk merawat anggota keluarga tentang mengatakan masih kurang
keluarga yang sakit penyakit Diabetes paham tentang penanganan
Melitus penyakit Diabetes Melitus
berhubungan dengan
2) menanyakan
resiko infeksi pernahkah mendapat O : Tn. K dan Ny. H tidak
informasi terkait mampu mengungkapkan
penyakit Diabetes kembali hal-hal yang telah
Melitus disampaikan perawat terkait
3) memberikan informasi penyakit Diabetes Melitus
terkait penyakit Tanda-tanda vital
Diabetes Melitus Tn.K
4) Menkaji pengetahuan Tekanan darah : 140/100 mmHg
keluarga tentang Respirasi : 25 x/menit
penyakit Diabetes Nadi : 83 x/menit
Melitus Suhu tubuh : 36,7 º C
5) menanyakan Ny.H
pernahkah Tekanan darah : 120/80 mmHg
mendapatkan Respirasi : 20 x/menit
informasi terkait Nadi : 78 x/menit
penyakit Diabetes Suhu tubuh : 36,5 º C
Melitus GDS sewaktu : 240
6) memberikan informasi A :Ketidakmampuan Keluarga
terkait penyakit Untuk Merawat Anggota
Diabetes Melitus Keluarga Yang Sakit
7) membersihkan luka P : Pertahankan Intervensi
pasien 1. Evaluasi Terkait
8) membalut luka luka pengetahuan keluarga
paen agar infeksi tidak tentang penyakit
terjadi Diabetes Melitus
9) mengevaluasi hasil 2. Berikan informasi terkait
penyuluhan yang penyakit Diabetes
diberikan terkait Melitus
penyakit Diabetes
Melitus pada saat
kunjungan

Risiko munculnya pnyakit 1. Mengkaji S : keluarga Tn. K dan Ny. H


II lain pada keluarga Tn,k pengetahuan mengatakan sudah paham
berhubungan dengan keluarga tentang tentang penyebab , gejala,
komplikasi, penyakit Diabetes
Kurang pengetahuan penyakit Diabetes
Melitutus
keluarga tentang Melitutus
penyakit yang di derita 2. menanyakan O : Tn. K dan Ny H. mampu
pernahkah mengungkapkan kembali hal-hal
mendapat yang telah disampaikan perawat
informasi terkait terkait penyakit Diabetes
penyakit Diabetes Melitutus
Melitutus
A : Masalah teratasi sebagian
3. memberikan
informasi terkait P : Pertahankan Intervensi
penyakit Diabetes Evaluasi Terkait pengetahuan
Melitutus keluarga tentang penyakit
4. Menkaji Diabetes Melitutus
pengetahuan
keluarga tentang
penyakit Diabetes
Melitutus
5. menanyakan
pernahkah
mendapatkan
informasi terkait
penyakit Diabetes
Melitutus
6. memberikan
informasi terkait
penyakit Diabetes
Melitutus
7. mengevaluasi hasil
penyuluhan yang
diberikan terkait
penyakit Diabetes
Melitutus pada saat
kunjungan
ketidakmampuan keluarga 1. memberikan S : keluarga Tn. A dan Ny. S
1 untuk merawat anggota informasi terkait mengatakan sudah paham
keluarga yang sakit penyakit tentang penanganan penyakit
2. mengevaluasi hasil diabetes melitutus dengan diet
berhubungan dengan
penyuluhan yang teratur dan menjaga pola makan
resiko infeksi diberikan terkait agar tekanan darah tidak naik
penyakit diabetes dan menimbulkan komlikasi.
melius pada saat
kunjungan O : Tn. K dan Ny.H mampu
mengungkapkan kembali hal-hal
yang telah disampaikan perawat
terkait penyakit diabees melitus
Tanda tanda vital
Tn.K
Tekanan darah : 130/100 mmHg
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu tubuh : 36,7 º C
Ny.H
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C
GDS sewaku : 220
A :masalah belum teratasi

P : Pertahankan Intervensi
1. Evaluasi Terkait
pengetahuan keluarga
tentang penyakit
Stroke
2. Berikan informasi terkait
penyakit Stroke
Risiko munculnya 1. mengevaluasi hasil S : keluarga Tn. K dan Ny. H
II pnyakit lain pada penyuluhan yang mengatakan sudah paham
keluarga Tn,K diberikan terkait tentang penyebab , gejala,
komplikasi, penyakit Diabetes
berhubungan dengan penyakit Diabetes
Melitutus
Kurang pengetahuan Melitutus pada saat
keluarga tentang kunjungan O : Tn. K dan Ny.H mampu
penyakit yang di derita mengungkapkan kembali hal-hal
yang telah disampaikan perawat
terkait penyakit Diabetes
Melitutus
Tn.K
Tekanan darah : 130/100 mmHg
Respirasi : 25 x/menit
Nadi : 83 x/menit
Suhu tubuh : 36,7 º C
Ny.H
Tekanan darah : 120/80 mmHg
Respirasi : 20 x/menit
Nadi : 78 x/menit
Suhu tubuh : 36,5 º C
GDS sewaku : 220

A : masalah belum teratasi

P : Pertahankan Intervensi
Evaluasi Terkait pengetahuan
keluarga tentang penyakit
Diabetes Melitutus