Anda di halaman 1dari 5

WALIKOTA AMBON

PROVINSI MALUKU

PERATURAN WALIKOTA AMBON


NOMOR 28 TAHUN 2017

TENTANG

NOMENKLATUR JABATAN PELAKSANA BAGI APARATUR SIPIL NEGARA


DI LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA AMBON

DENGAN RAHMAT TUHAN YANG MAHA ESA

WALIKOTA AMBON,

Menimbang : a. bahwa untuk melaksanakan tugas dan fungsi berkaitan


dengan pelayanan publik serta administrasi
pemerintahan dan pembangunan pada perangkat daerah
di lingkungan Pemerintah Kota Ambon, perlu
menetapkan jabatan pelaksana;
b. bahwa berdasarkan pertimbangan sebagaimana
dimaksud dalam huruf a perlu menetapkan Peraturan
Walikota Ambon tentang Nomenklatur Jabatan
Pelaksana Bagi Aparatur Sipil Negara Di Lingkungan
Pemerintah Kota Ambon;

Mengingat : 1. Undang-Undang Nomor 60 Tahun 1958 tentang


Penetapan Undang-Undang Nomor 23 tahun 1957
tentang Pembentukan Daerah Swatantra Tingkat II
dalam Wilayah Daerah Tingkat I Maluku (Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 80 Tahun 1957)
sebagai Undang-Undang (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 1958 Nomor 111, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 1645);
2. Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur
Sipil Negara (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2014 Nomor 6, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5494);
3. Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 Tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2014 Nomor 244, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5587) sebagaimana
telah diubah beberapa kali terakhir dengan Undang-
Undang Nomor 9 Tahun 2015 tentang Perubahan Kedua
Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang
Pemerintahan Daerah (Lembaran Negara Republik
Indonesia Tahun 2015 Nomor 58, Tambahan Lembaran
Negara Republik Indonesia Nomor 5679;
4. Peraturan Pemerintah Nomor 15 tahun 1955 tentang
Pembentukan Kota Ambon Sebagai Daerah Yang
Mengatur Dan Mengurus Rumah Tangganya Sendiri
(Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 1955
Nomor 30, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 809);
5. Peraturan Pemerintah Nomor 13 Tahun 1979 tentang
Perubahan Batas Wilayah Kotamadya Daerah Tingkat II
Ambon (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun
1979 Nomor 20, Tambahan Lembaran Negara Republik
Indonesia Nomor 3137);
6. Peraturan Pemerintah Nomor 18 Tahun 2016 tentang
Perangkat Daerah (Lembaran Negara Republik Indonesia
Tahun 2016 Nomor 114, Tambahan Lembaran Negara
Republik Indonesia Nomor 5887);
7. Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2017 tentang
Manajemen Pegawai Negeri Sipil (Lembaran Negara
Republik Indonesia Tahun 2017 Nomor 63, Tambahan
Lembaran Negara Republik Indonesia Nomor 6037);
8. Peraturan Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan
Reformasi Birokrasi Nomor 25 Tahun 2016 tentang
Nomenklatur Jabatan Pelaksana Bagi Pegawai Negeri
Sipil Di Lingkungan Instansi Pemerintah (Berita Negara
Republik Indonesia Tahun 2016 Nomor 1845);
9. Peraturan Daerah Kota Ambon Nomor 25 Tahun 2012
tentang Organisasi dan Tata Kerja Badan
Penanggulangan Bencana Daerah Kota Ambon
(Lembaran Daerah Tahun 2012 Nomor 25 Seri E Nomor
02, Tambahan Lembaran Daerah Nomor 279)
10. Peraturan Daerah Nomor 4 Tahun 2016 tentang
Pembentukan Dan Susunan Perangkat Daerah Kota
Ambon (Lembaran Daerah Kota Ambon Tahun 2016
Nomor 4, Tambahan Lembaran Daerah Kota Ambon
Nomor 321);
11. Peraturan Walikota Ambon Nomor 37 Tahun 2016
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Sekretariat Kota
Ambon dan Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat
Daerah Kota Ambon (Berita Daerah Kota Ambon Tahun
2016 Nomor 37);
12. Peraturan Walikota Ambon Nomor 38 Tahun 2016
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Dinas Kota Ambon
(Berita Daerah Kota Ambon Tahun 2016 Nomor 38);
13. Peraturan Walikota Ambon Nomor 39 Tahun 2016
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Badan Dan
Inspektorat Kota Ambon (Berita Daerah Kota Ambon
Tahun 2016 Nomor 39);
14. Peraturan Walikota Ambon Nomor 40 Tahun 2016
tentang Organisasi Dan Tata Kerja Kecamatan Dan
Kelurahan Kota Ambon (Berita Daerah Kota Ambon
Tahun 2016 Nomor 40);
MEMUTUSKAN :

Menetapkan : PERATURAN WALIKOTA AMBON TENTANG NOMENKLATUR


JABATAN PELAKSANA BAGI APARATUR SIPIL NEGARA DI
LINGKUNGAN PEMERINTAH KOTA AMBON.

BAB I
KETENTUAN UMUM

Pasal 1

Dalam Peraturan Walikota ini, yang dimaksudkan dengan :


1. Daerah adalah Kota Ambon.
2. Pemerintah Daerah adalah Kepala Daerah sebagai unsur penyelenggara
Pemerintahan Daerah yang memimpin pelaksanaan urusan pemerintahan yang
menjadi kewenangan daerah otonom.
3. Kepala Daerah adalah Walikota Ambon.
4. Perangkat Daerah adalah unsur pembantu Kepala Daerah dan DPRD dalam
penyelengggaraan urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan daerah.
5. Pegawai Negeri Sipil yang selanjutnya disingkat PNS adalah Warga Negara
Indonesia yang memenuhi syarat tertentu diangkat sebagai Aparatur Sipil
Negara secara tetap oleh Pejabat Pelaksana Kepegawaian untuk menduduki
jabatan pemerintahan.
6. Dewan Perwakilan Rakyat Daerah yang selanjutnya disingkat DPRD adalah
lembaga perwakilan rakyat daerah yang berkedudukan sebagai unsur
penyelenggaraan pemerintahan daerah.
7. Sekretariat Daerah adalah Sekretariat Kota Ambon yang selanjutnya disingkat
Sekretariat Kota.
8. Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah selanjutnya disingkat Sekretariat
DPRD adalah Sekretariat Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Ambon.
9. Inspektorat adalah unsur pengawas penyelenggaraan pemerintahan yang
menjadi kewenangan Pemerintah Kota Ambon.
10. Dinas adalah unsur pelaksana urusan pemerintahan yang menjadi kewenangan
Pemerintah Kota Ambon.
11. Badan adalah unsur penunjang urusan pemerintahan yang menjadi
kewenangan Pemerintah Kota Ambon.
12. Kecamatan adalah Kecamatan pada Pemerintah Kota Ambon.
13. Kelurahan adalah Perangkat Kecamatan pada Pemerintah Kota Ambon.
14. Jabatan Pelaksana adalah sekelompok pegawai aparatur sipil negara yang
bertanggung jawab melaksanakan kegiatan pelayanan publik serta administrasi
pemerintahan dan pembangunan.
15. Kualifikasi Pendidikan adalah pendidikan yang diperoleh melalui pendidikan
formal.
16. Tugas Jabatan adalah serangkaian kegiatan yang menunjukkan tugas,
tanggung jawab, wewenang dan hak seorang pegawai dalam pelaksanaan
pemerintahan dan pembangunan.
BAB II
PENETAPAN NOMENKLATUR JABATAN PELAKSANA

Pasal 2

Nomenklatur Jabatan Pelaksana bagi ASN dilingkungan Pemerintah Kota Ambon


sebagaimana tercantum dalam lampiran yang merupakan bagian tidak terpisahkan
dari Peraturan Walikota ini.

Pasal 3

(1) Jabatan Pelaksana aparatur sipil negara dikelompokkan dalam klasifikasi


jabatan PNS yang menunjukkan kesamaan karakteristik, mekanisme, dan pola
kerja.
(2) Kesamaan karakteristik, mekanisme dan pola kerja sebagaimana dimaksud
pada ayat (1) diwujudkan dalam bentuk nomenklatur jabatan pelaksana.
(3) Nomenklatur Jabatan pelaksana sebagaimana dimaksud pada ayat (2)
didasarkan kepada kualifikasi pendidikan formal dan/atau profesi serta
kompetensi sesuai kebutuhan organisasi.

Pasal 4

Nomenklatur Jabatan Pelaksana sebagaimana dimaksud dalam Pasal 3, digunakan


sebagai acuan bagi setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) untuk:
a. Penyusunan dan penetapan kebutuhan;
b. Penentuan pangkat dan jabatan;
c. Pengembangan karier;
d. Pengembangan kompetensi;
e. Penilaian kinerja;
f. Penggajian dan tunjangan; dan
g. Pemberhentian.

BAB III
PENGUBAHAN DAN PENAMBAHAN NOMENKLATUR JABATAN PELAKSANA

Pasal 5

(1) Nomenklatur jabatan pelaksana yang telah ditetapkan sebagaimana dimaksud


dalam Pasal 2 dapat dilakukan pengubahan dan/atau penambahan sesuai
dengan kebutuhan organisasi.
(2) Pengubahan dan/atau penambahan nomenklatur jabatan pelaksana
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diusulkan oleh Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD) melalui Bagian Organisasi dan Tatalaksana Sekretariat Kota
Ambon kepada Menteri Pendayaguaan Aparatur Negara dan Reformasi
Birokrasi Republik Indonesia.
(3) Usul sebagaimana dimaksud pada ayat (2) paling kurang memuat:
a. Nomenklatur jabatan;
b. Tugas jabatan; dan
c. Kualifikasi Pendidikan dan/atau profesi.
(4) Usul sebagaimana dimaksud pada ayat (3) disertai dengan analisis jabatan dan
analisis beban kerja.
(5) Pengubahan dan/atau penambahan nomenklatur Jabatan Pelaksana
sebagaimana dimaksud pada ayat (1), diatur dengan Peraturan Menteri
Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi setelah mendapat
pertimbangan teknis secara tertulis dari Kepala Badan Kepegawaian Negara.

Pasal 6

Pengaturan uraian tugas jabatan pelaksana sebagai penjabaran pelaksanaan tugas


dan fungsi satuan kerja perangkat daerah diatur dalam Peraturan Walikota
tersendiri.

Pasal 7

Pengisian jabatan pelaksana dilakukan dengan memperhatikan kualifikasi


pendidikan sesuai dengan jabatan pelaksana yang dibutuhkan.

BAB IV
KETENTUAN PENUTUP

Pasal 8

Peraturan Walikota ini mulai berlaku pada tanggal diundangkan.

Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengundangan Peraturan


Walikota ini dengan penempatannya dalam Berita Daerah Kota Ambon.

Ditetapkan di Ambon
pada tanggal 14 Agustus 2017

WALIKOTA AMBON,

TTD

RICHARD LOUHENAPESSY

Diundangkan di Ambon
pada tanggal 14 Agustus 2017

SEKRETARIS KOTA AMBON,

TTD

ANTHONY GUSTAF LATUHERU

BERITA DAERAH KOTA AMBON TAHUN 2017 NOMOR 28