Anda di halaman 1dari 2

Nama : ZAHRINA

NIM : 1506103040032
Kelas : 01

“PENCEMARAN UDARA di LINGKUNGAN SEKITAR”

Sudah diketahui bahwa Indonesia memiliki gunung berapi baik yang aktif
maupun yang tidak aktif. Salah satu yang masih aktif adalah gunung Sinabung.
Gunung Sinabung terletak di Sumatera Utara, tepatnya di Kuta Gugung, Naman
Teran, Kabupaten Karo. Sinabung bersama Gunung Sibayak di dekatnya adalah
dua gunung berapi aktif di Sumatera Utara dan menjadi puncak tertinggi ke 2 di
provinsi itu. Ketinggian gunung ini adalah 2.451 meter. Gunung ini tidak pernah
tercatat meletus sejak tahun 1600, tetapi mendadak aktif kembali dengan meletus
pada tahun 2010. Letusan terakhir gunung ini terjadi sejak 19 Febuari 2018 dan
berlangsung hingga kini.

Meletusnya gunung sinabung banyak berdampak kepada lingkungan dan


masyarakat. Masyarakat yang bekerja sebagai petani yang lahan pertanian atau
perkebunannya dikaki gunung berapi menyebabkan tanamannya diselimuti
dengan debu vulkanik yang tebal sehingga tidak lagi memiliki nilai jual. Adapun
jika ada yang tidak terkena debu vulkanik, tanaman yang dijual akan sangat mahal
harganya sehingga banyak orang akan berfikir dua kali untuk membeli tanaman
tersebut. Selain di lingkungan sekitar gunung, dampak yang disebabkan bahkan
sampai ke Aceh. Masyarakat Aceh juga merasakan abu vulkanik yang dikeluarkan
gunung tersebut.

Pencemaran udara karena debu vulkanik dapat menyebabkan gangguan


pada kesehatan. Debu vulkanik yang halus dan berukuran sangat kecil, yaitu
kurang dari 10 mikron, berpotensi mengganggu pernapasan. Bahkan, debu
berukuran kurang dari 5 mikron dapat menembus saluran pernapasan bagian
bawah atau organ paru-paru. Dampak kesehatan yang terjadi akibat debu vulkanik
bisa bersifat akut maupun kronis. Efek akut bisa terjadi setelah terpapar oleh debu
vulkanik dalam waktu singkat, sedangkan efek kronik bisa timbul setelah terpapar
material vulkanik dalam jangka waktu panjang, atau bertahun-tahun. Adapun
penyakit jika menghirup debu vulkanik adalah iritasi saluran pernapasan, sekresi
dahak meningkat, iritasi dan radang pada tenggorokan, batuk kering, dada sakit
dan kesulitan bernapas, serta gejala asma.

Penanggulangan yang dapat dilakukan jika meletusnya gunung berapi


adalah pindah dari sekitar gunung tersebut, selalu menggunakan masker yang
tebal.