Anda di halaman 1dari 7

BAB I

IDENTIFIKASI MASALAH DAN SOLUSI

1.1 Definisi Masalah


Masalah yang ditemui di ruangan ini saat kami melakukan pengkajian ialah antara lain :
1.1.1 Belum optimalnya pelaksanaan supervisi
Supervisi merupakan pengawasan partisipatif dalam bentuk komunikasi yang
bertujuan untuk memastikan kegiatan yang dilaksanakan sesuai dengan tujuan
dengan cara melakukan pengawasan terhadap pelaksananaan kegiatan. Untuk
memastikan pelaksanaan kegiatan sesuai standar.

Dari hasil wawancara dengan kepala ruangan didapatkan bahwa tugas supervisi
dirangkap oleh kepala ruangan, sehingga proses pengawasan, pengontrolan,
pengendalian maupun pengevaluasian sudah terlaksana, namun kegiatan supervisi
belum berjalan optimal dikarenakan tidak terjadwalnya secara teratur dan belum
terdokumentasi dengan baik

Dari hasil observasi juga didapatkan tidak adanya format pendokumentasian


supervisi sehingga tugas ini tidak dapat terdokumentasi secara objektif oleh kepala
ruangan.

1.2 Kemungkinan Penyebab Masalah


1.2.1 Belum optimalnya pelaksanaan supervisi
Kurangnya sumberdaya yang memadai di ruang safir, jumlah kebutuhan perawat di
ruang safir adalah 18 orang menurut perhitungan PPNI sedangkan perawat yang
ada di ruang safir adalah 21 orang di asumsikan cuti 3 orang dalam sebulan, maka
18 orang perawat, belum lagi jika ada pelatihan atau kesibukan lain, maka ruangan
akan kekurangan perawat. Sehingga faktor kesibukan perawat kemungkinan masih
dominan diakibatkan kurangnya sumberdaya ketenagaan yang ada. Kepala ruangan
menjadi kesulitan dalam pendelegasian pendokumentasian supervisi dan
melakukan penjadwalan.

1.3 Sumber Daya Yang Dimiliki Ruangan


- Sumber daya yang dimiliki oleh ruangan dapat diambil dari input organisasi ruangan
(M1-M5) dan fungsi manajemen di ruangan.

1
1.3.1 M1
Perawat yang bekerja di Ruang Safir RSUD Dr, Moch Ansari Saleh
Banjarmasin:
Sarjana Keperawatan Ners : 8 orang
D III Keperawatan : 13 orang
Ada 8 orang perawat ners yang tentu dapat mendorong kegiatan supervisi yang
lebih profesional
1.3.2 M2
Ruang safir memiliki iuran sisa hasil usaha bersama berupa kas tenaga perawat
yang digunakan untuk kebutuhan perawat bersama di ruang safir, ini dapat
menjadi sumber yang baik yang dapat digunakan untuk pelaksanaan supervisi,
misalnya untuk reward atau kebutuhan lainnya.

1.4 Pemilihan Solusi


1.4.1 Prinsip PSBH ialah :
Inovasi (ide baru yang kreatif)
a) Belum optimalnya pelaksanaan supervisi
1) Pembuatan jadwal supervisi yang terstruktur
2) Pembuatan alur supervisi dalam bentuk vidio, banner
3) Pembuatan dokumen instrumen supervisi
4) Pembuatan buku panduan supervisi

1.4.2 Adakah yang telah menyelesaikan masalah sebelumnya? Solusi yang dipilih
sebelumnya? Berhasil atau Tidak?
Diruang Safir RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin sudah dilakukan
pelaksanaan supervisi namun belum optimal karena belum terdokumentasi dan
terjadwal

1.4.3 Solusi yang sebelumnya


Belum ada solusi sebelumnya

1.4.4 Solusi yang diajukan kelompok


a. Nama kegiatan apa
Pengoptimalam kegiatan supervisi
b. Siapa yang melakukan Kegiatan
Seluruh Mahasiswa Ners A Stase Manajemen yang sedang melakukan praktek
stase manajemen diruangan Safir.

2
c. Sasaran
Kepala ruangan, Ketua tim dan perawat pelaksana ruang safir
d. Tempat
Diruang Safir RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin
e. Waktunya
Dari tanggal 23 – 14 Mei 2018
f. Berapa lama
Dari tanggal 23 – 14 Mei 2018
g. Apa tujuan yang diinginkan
- Penggunaan pendokumentasian dan jadwal yang teratur dalam pelaksanaan
supervisi.

h. Dasar Jurnal Pendukung Apa


“Analisis Pengaruh Supervisi Kepala Ruangan, Beban Kerja, dan Motivasi
Terhadap Kinerja Perawat dalam Pendokumentasian Asuhan Keperawatan di
Rumah Sakit Bhayangkara Makassar

Implementasi :
Dalam pelaksanaan penelitian pada jurnal tersebut supervisi dilakukan secara maksimal
dan hasilnya mempengaruhi secara signifikan terhadap kinerja perawat pelaksana dan
katim yang disupervisor.

3
BAB II
POA (PLANNING OF ACTION)

2.1 Latar Belakang


Seiring dengan semakin tingginya tingkat pengetahuan dan kesadaran akan kebutuhan
kesehatan maka semakin tinggi pula tuntutan masyarakat pada pelayanan keperawatan.
Keadaan tersebut menuntun perawat pada suatu bentuk persaingan untuk mendapatkan
kepercayaan masyarakat akan pelayanan keperawatan, hal mana membuat perawat
harus meningkatkan pelayanan keperawatan yang paripurna. Pelayanan yang
berkualitas haruslah didukung oleh sumber-sumber yang memadai, antara lain sumber
daya manusia yang bermutu, standar pelayanan termasuk pelayanan keperawatan yang
berkualitas, disamping fasilitas yang sesuai harapan masyarakat. Agar pelayanan
keperawatan senantiasa memenuhi harapan konsumen dan sesuai dengan standar yang
berlaku maka diperlukan suatu pengawasan terhadap pelaksanaan asuhan keperawatan.
Melalui pengawasan atau supervisi diharapkan perawat dapat melaksanakan asuhan
yang berkualitas sesuai standar. Supervisi tersebut merupakan salah satu bentuk
kegiatan dari manajemen dan merupakan cara yang tepat untuk menjaga mutu
pelayanan keperawatan.

Dari hasil pengamatan di ruang safir didapatkan bahwa pelaksanaan supervisi belum
optimal dikarenakan belum adanya pendokumentasian dan penjadwalan yang
terstruktur. Oleh karena itu, kami bertujuan untuk melaksanakan roleplay supervisi dan
proyek inovasi berupa pendokumentasian supervisi.

Untuk mengatasi masalah-masalah diatas maka kami akan melakukan beberapa


kegiatan diantaranya
2.1.1 Pembuatan jadwal supervisi yang terstruktur
2.1.2 Pembuatan alur supervisi dalam bentuk vidio, banner
2.1.3 Pembuatan dokumen instrumen supervisi
2.1.4 Pembuatan buku panduan supervisi

2.2 Tujuan Kegiatan


2.2.1 Tujuan Umum
Setelah melaksanakan kegiatan diharapkan mahasiswa dapat mengerti, mampu
menganalisis dan melaksanakan secara optimal manajemen keperawatan di
ruang Safir RSUD Moch. Ansari Saleh Banjarmasin melalui tahapan/fungsi-
fungsi manajemen dengan memperhatikan prinsip yang ada.

4
2.2.2 Tujuan Khusus
Setelah melaksanakan praktek klinik manajemen keperawatan, mahasiswa
mampu :
2.2.2.1 Mahasiswa mampu mengkaji masalah yang terdapat pada fungsi
manajemen
2.2.2.2 Mahasiswa mampu memahami dan menentukan analisa situasi
berdasarkan fungsi manajemen
2.2.2.3 Mahasiswa mampu menentukan prioritas masalah dalam fungsi
manajemen
2.2.2.4 Mahasiswa mampu menentukan strategi untuk mengatasi masalah
terkait fungsi manajemen

2.3 Langkah-langkah Kegiatan


Tahap Kegiatan Kegiatan Waktu Tempat

Pra Pelaksana 1. Kepala ruangan mendelegasikan 5 menit Nurse station


kegiatan supervisi kepada katim.
2. Katim menetapkan kegiatan
yang akan disupervisi
3. Katim mempersiapkan
instrumen sesuai dengan
kegiatan supervisi
Pelaksanaan 1. Katim menilai perawat 5 menit Nurse station
pelaksana sesuai dengan
instrumen atau alat ukur yang
telah ditetapkan
2. Katim menilai ketepatan 15 menit Bed Pasien
tindakan berdasarkan SOP
3. Katim melakukan evaluasi 25 menit
Nurse station
terhadap hasil penilaian
4. Katim menemukan masalah dari
hasil penilain
5. Katim melakukan wawancara
dan mengklarifikasi masalah
yang ada

5
6. Katim melakukan arahan,saran
dan pemecahan masalah
terhadap permasalahan yang ada
Post Pelaksanaan 1. Katim melakukan reinforcement 5 menit Nurse Station
dan follow up, reward

Indikator keberhasilan kegiatan ini ialah :


Metode/Prosedur
No Indikator Frekuensi Pelaksana
evaluasi
Adanya instrumen dan Pengamatan dan Selama Kepala ruangan dan
1 jadwal supervisi di ruangan wawancara kegiatan katim
safir role play

Rencana Jadwal Kegatan


Kegiatan Waktu Penanggung Jawab
Pengoptimalan Selama kegiatan role - Muhammad Khairul Zed
kegiatan supervisi play - Lisa
- Maisarah

2.3.1 Rencana Anggaran


2.3.1.1 Pengoptimalan kegiatan supervisi
SisaSaldo
No Uraian BiayaPersatuan Jumlah (Pemasukan
Pengeluaran)
Pemasukan
1
- Patungan Kelompok Rp.25.000x 10 (Org) Rp. 250.000
Pengeluaran
250.000-250000
2 a. Pembuatan buku Rp. 100.000× 1 (unit) Rp .100.000
b. Pembuatan banner Rp. 100.000 × 1 (Unit) Rp. 100.000
c. Kertas Rp. 50.000x (pax) Rp. 50.000
Total Rp. 250.000 Rp. 0

6
BAB III

PENUTUP

3.1 Kesimpulan
Melalui pengawasan atau supervisi diharapkan perawat dapat melaksanakan asuhan
yang berkualitas sesuai standar. Supervisi tersebut merupakan salah satu bentuk
kegiatan dari manajemen dan merupakan cara yang tepat untuk menjaga mutu
pelayanan keperawatan.

Ruang safir RSUD DR Moch Ansari Saleh Banjarmasin merupakan ruang penyakit
dalam yang secara kualitas memiliki sumber daya manusia yang mumpuni dan
keuangan yang baik. Kegiatan supervisi yang optimal berpotensi dapat terimplementasi
dengan baik di ruang safir, agar pelayanan keperawatan senantiasa memenuhi harapan
konsumen dan sesuai dengan standar yang berlaku. Dorongan itu kami wujudkan
dalam pengadaan instrumen dan penjadwalan di ruangan.
3.2 Saran
3.2.1 Bagi mahasiswa Melalui praktek profesi manajemen keperawatan dapat diketahui
masalah-masalah yang ada di Ruang Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Saleh
Banjarmasin yang berkaitan dengan pelaksanaan MPKP sehingga Tercapainya
tingkat kepuasan kerja yang optimal dan terbinanya hubungan yang baik antara
perawat dengan perawat, perawat dengan tim kesehatan lain dan perawat dengan
klien serta keluarga.
3.2.1 Perawat dapat mengimplementasikan kegiatan supervisi ini secara optimal dengan
menimplementasikan secara bertahap.