Anda di halaman 1dari 2

3.2.4.

1 Metode Asuhan Keperawatan / MAKP


Ruang Safir RSUD Dr. H. Moch. Ansari Banjarmasin sudah menerapkan
sistem MAKP (Model Asuhan Keperawatan Professional) yaitu suatu
kerangka kerja yang mendefinisikan empat unsur, yakni: standar, proses
keperawatan, pendidikan keperawatan, dan sistem MAKP. Ke empat hal
tersebut harus menjadi bahan pertimbangan karena merupakan suatu kesatuan
yang tidak dapat dipisahkan. Penerapan metode MAKP di Ruang Safir ini
merupakan metode yang telah disepakati oleh manajemen Rumah Sakit.
MAKP yang diterapkan pada Ruang Safir, yaitu adanya penerapan metode
TIM dengan modifikasi. Metode TIM dengan modifikasi merupakan
pemberian asuhan keperawatan, yaitu seorang perawat profesional ataupun
perawat vocacy memimpin sekelompok tenaga keperawatan dalam
memberikan asuhan keperawatan pada sekelompok klien melalui upaya
kooperatif dan kolaboratif.

Hasil dari data quesioner terhadap 10 orang perawat ruang safir menunjukkan
bahwa semua perawat (100%) menunjukkan tugas dan wewenang ketua tim
dan perawat pelaksana sudah sesuai dengan metode yang ada yaitu metode
tim. Dari hasil data kuesioner menunjukkan 9 dari 10 perawat (90%)
didapatkan kepala ruangan mengevaluasi kinerja ketua tim dan perawat
pelaksana, untuk pelaksanaan MAKP dapat dikategorikan baik berdasarkan
kuesioner.

Pelaksanaan MAKP

Tidak
0%

Ya

Ya Tidak
100%

Berdasarkan wawancara dan observasi pada tanggal 18 Mei 2018 yang telah
dilakukan, didapatkan bahwa ruang safir memiliki 1 kepala ruangan, 3 kepala
tim yang terdiri dari 5 orang perawat pelaksana untuk tim 1, 6 orang perawat
pelaksana untuk tim 2, dan 6 orang perawat pelaksana untuk tim 3. Model
manajemen keperawatan yang digunakan di ruang safir adalah metode tim
dengan modifikasi dan sudah terjalin kerjasama yang baik antara kepala tim
dan perawat pelaksana. Namun, berdasarkan hasil observasi adanya metode
TIM dengan modifikasi adalah untuk menyesuaikan dengan kebutuhan dan
juga situasional.