0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
185 tayangan46 halaman

Pengenalan PLC BAB1

Dokumen tersebut membahas pengenalan Programmable Logic Controller (PLC) dan perangkat kerasnya. PLC merupakan sistem kontrol otomatis industri yang terdiri dari CPU, memori, register data, relay internal, counter dan timer yang terintegrasi. Dokumen tersebut juga menjelaskan bagian-bagian dasar PLC seperti CPU, memori, input/output serta power supply serta konfigurasi dasar jenis PLC Compac."

Diunggah oleh

MIsmarJumaedi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd
0% menganggap dokumen ini bermanfaat (0 suara)
185 tayangan46 halaman

Pengenalan PLC BAB1

Dokumen tersebut membahas pengenalan Programmable Logic Controller (PLC) dan perangkat kerasnya. PLC merupakan sistem kontrol otomatis industri yang terdiri dari CPU, memori, register data, relay internal, counter dan timer yang terintegrasi. Dokumen tersebut juga menjelaskan bagian-bagian dasar PLC seperti CPU, memori, input/output serta power supply serta konfigurasi dasar jenis PLC Compac."

Diunggah oleh

MIsmarJumaedi
Hak Cipta
© © All Rights Reserved
Kami menangani hak cipta konten dengan serius. Jika Anda merasa konten ini milik Anda, ajukan klaim di sini.
Format Tersedia
Unduh sebagai DOC, PDF, TXT atau baca online di Scribd

Bab 1.

Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Bab 1.
Pengenalan dan Perangkat Keras
PROGRAMMABLE LOGIC CONTROL
(PLC)

I. Pengenalan PLC
Pada awalnya, sistem kontrol industri menggunakan cara konvensional yaitu
dengan sistem sambungan menggunakan beberapa komponen seperti timer, relay,
counter dan kontaktor.
Generasi selanjutnya, sistem kontrol industri sudah menggunakan mikroprocessor
dengan bahasa pemograman assembler.
PLC pertama kali digunakan pada tahun 1968-an, yaitu pada saat tuntutan
automatisasi industri semakin besar. Perusahaan yang pertama kali merealisasikan
kriteria rancangan PLC adalah General Motors ( GM ), meskipun hanya berupa sekuensial
kontrol, tidak seperti PLC yang dikenal sekarang, mampu untuk menangani
pengendalian proses – proses yang kompleks, seperti temperatur, posisi, tekanan, aliran.
Bahkan modul – modul dengan kemampuan yang telah dikembangkan lebih lanjut.
Secara definisi, Programmable Logic Controller ( PLC ) adalah suatu rangkaian
micro controller yang terdiri dari beberapa bagian, yaitu CPU, Memory, Data Register,
Internal relay, Input / Output Counter dan Timer yang terintegrasi dalam satu perangkat.

I.1 Alasan penggunaan PLC dalam industri :


- Penghematan komponen seperti timer, relay dan counter.
- Tidak memerlukan pekerjaan wiring kabel yang rumit.
- Kecepatan respon yang tinggi dan efisinesi.
- Mudah untuk modifikasi system.
- Dapat digunakan untuk system yang kompleks ( MMI atau HMI ) dan dapat di
komunikasikan antar PLC.

1-1
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras
PLC

I.2 Cara kerja PLC :


Untuk dapat menggunakan PLC, cukup dengan menghubungkan sensor
pada bagian input device PLC dan alat – alat yang dikontrol pada bagian output
device PLC. Kemudian program yang ada dalam PLC akan memproses data dari
masukan input device PLC dan outputnya akan bekerja sesuai dengan program
yang dibuat dan tersimpan di dalam memory PLC.
Peralatan input dapat berupa sensor photo-elektrik, push button dan panel
kontrol, limit switch atau peralatan lainnya dimana dapat menghasilkan suatu
sinyal yang dapat diterima PLC. Peralatan output dapat berupa switch yang
menggerakkan lampu indikator, relay yang menyalakan motor atau peralatan lain
yang dapat digerakkan oleh sinyal output dari PLC.
Selain itu, PLC juga menggunakan memori yang dapat diprogram untuk
menyimpan instruksi-instruksi yang melaksanakan fungsi-fungsi khusus seperti :
logika, pewaktuan, sekuensial dan aritmetika yang dapat mengendalikan suatu
mesin atau proses melalui modul – modul I/O baik analog maupun digital.

I.3 Cara memprogram PLC :


PLC dapat diprogram dengan dua cara yaitu dengan menggunakan Handy
Programmer atau dengan menggunakan Personal Computer melalui software
khusus. Metoda programnya menggunakan program yang berbentuk Ladder atau
Statement List.

1-2
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

II. Perangkat keras PLC


II.1 Bagian – Bagian Dasar PLC LG

Sebagai perangkat pengendali proses, PLC mempunyai bagian – bagian


penting yang mendukung unjuk kerja sistemnya. Bagian – bagian itu adalah:
a. CPU
b. Memory
c. I/O
d. Power Supply

A. Central Processing Unit ( CPU )


CPU berfungsi untuk mengontrol dan mengawasi semua pengoperasian
dalam PLC, melaksanakan program yang disimpan di dalam memori.

B. Memory
Memori yang terdapat pada PLC berfungsi untuk menyimpan program dan
memberikan lokasi-lokasi dimana hasil – hasil perhitungan dapat disimpan di
dalamnya.

C. Input/Output
Setiap input/output memiliki alamat dan nomor urutan khusus yang
digunakan selama membuat program untuk memonitor satu persatu aktivitas input
dan output didalam program.

D. Power Supply
PLC tidak akan beroperasi apabila tidak ada supply daya listrik. Power Supply
merubah tegangan input menjadi tegangan listrik yang dibutuhkan oleh PLC. Dengan
kata lain, sebuah supply daya listrik mengkonversikan supply daya PLN (220 V) ke
daya yang dibutuhkan CPU atau modul input/output.

1-3
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

II.2 Konfigurasi Dasar LG PLC


II.2.1 Type Compac

A. Spesifikasi Master_K 80S


Item Keterangan
Metoda program Sistim pegoperasian looping dari program
tersimpan, operasi task interrupt
Bahasa pemograman Mnemonic, LD (Ladder Diagram)
Jumlah Instruksi 30 Instruksi dasar & 218 Instruksi aplikasi
Kapasitas Program 7K steps
Kapasitas I/O 10(6/4), 20(12/8), 30(18/12), 40(24/16), 60(36/24)
Max. jumlah I/O 30(18/12), 40(24/16), 50(30/20), 60(36/24),
80(48/32)
Jumlah timer Tidak terbatas ( Range : 0.0 ~ 4297967.295 sec )
Jumlah counter Tidak terbatas ( Range : -32768 ~ 32768 )
Data I/O Area (P) P000 ~ P013F
Memory Aux. Area (M) M000 ~ M191F
Special Area (F) F0000 ~ F063F
Timer (T) 100ms : T000 ~ T191, 10ms : T192 ~ T255
Counter ( C ) C000 ~ C255
Data Register (D) D0000 ~ D4999

1-4
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

B. Bagian – bagian dari Type Compac

4 5
9
PAU/R BUILT IN CNET 8
EM 7
STOP ON OFF
2
RUN
ROM MODE

9
1

3
485+ 485-
24G 24V 1

No. Name Function


Mengindikasikan status power
PWR LED On : Keadaan normal
Off : Off atau keadaan tidak normal
Mengindikasikan status operasi dari base unit.
On : Pengoperasian base unit dengan switch mode setting pada local
LED atau remote RUN
1 STATUS RUN LED Off : Jika terjadi hal-hal sebagai berikut :
CPU ▶Base unit tidak mendapat supply tegangan
▶ Switch mode setting berada pada mode STOP atau PAUSE
▶ Terdeteksi adanya ERROR yang membuat program berhenti
Indikasi status operasi dari base unit
ERR LED Blink : Terdeteksi ERROR pada saat pengoperasian
Off : Base unit berada pada keadaan normal
2 Input/ Output LED Indikasi status input/output
3 Battery holder Battery holder
Pengaturan mode operasi base unit.
RUN : Program operasi tereksekusi
Switch STOP : Program operasi terhenti
4 Mode Setting PAU / REM
▶ PAUSE : Pengoperasian program terhenti untuk sementara
▶ REMOTE Digunakan untuk pengoperasian remote
5 Dip switch memory setting Switch untuk pengaturan memori
6 Konektor RS 232C Konektor 9 pin untuk GMWIN dan Cnet
Cover konektor
7 untuk Expansi Cover konektor untuk penggunaan modul ekspansi
8 Cover terminal block Cover proteksi untuk wiring external
9 Terminal RS-485 COMM. Terminal yang digunakan untuk RS-485 Comm.
10 Hook DIN rail Hook untuk DIN rail

1-5
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

C. I/O
Untuk dapat menulis dan membaca data, CPU memberikan alamat untuk I/O pada
masing – masing terminal input ataupun output.

P00 ~ P05 P080 ~ P085 P100 ~ P105


Term. Input Term. Input Term. Input

K7M-DR10S G7E – DR10A G7E – DR10A

Term. Output Term. Output Term. Output


P40 ~ P43 P090 ~ P093 P110 ~ P113

[Unit utama] [Unit Exp. I] [Unit Exp.II]

Slot No. 0 1 2 3
Basic Exp Exp Exp

Penambahan ( expansion ) dari modul I/O :

Modul I/O digital : max.2


Modul I/O analog : max.2
Modul komunikasi : max.1
Potensio mater analog : max.3

Sama halnya dengan type modular, pada type compac pun terdapat dua metode koneksi
untuk input dan output yaitu sink atau source.

1-6
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Perhatikan metoda koneksi berikut :

External device Input modul

1-7
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Cara koneksi input pada I/O modul :

sink
source

K7M

1-8
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

II.2.2 Type Modular

Bagian – bagian LG PLC :


Baseboaard
CPU

Power Modul

I/O module atau optional


modul

A. Baseboard
Base board hanya terdapat pada type modular.
Base board berfungsi sebagai tempat kedudukan modul – modul.

1-9
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

B. Power Modul
- External
Berfungsi untuk menyediakan power supply ke external equipment, yaitu + 24V.
- Internal
Memberikan power supply ke setiap slot, + 5V, + 24V, 15 V ( untuk analog )

Peletakan power modul di baseboard harus pada slot awal (paling kiri), sesuai
keterangan yang tertera pada baseboard.

C. CPU
Berfungsi untuk memproses data dan mengeksekusi program. CPU modul harus
diletakkan di slot setelah power modul pada base board, setelah power modul.

1 - 10
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

No. Nama Fungsi


Mengindikasikan status operasi dari CPU modul.
On : Pada saat CPU modul beroperasi pada
mode setting local atau remote RUN.
Off : Jika terjadi hal-hal sebagai berikut :
1 RUN LED - Jika CPU modul tidak mendapat supply
tegangan.
- Switch mode setting berada pada posisi STOP
atau PAU/REM.

On : Keadaan switch mode setting berada pada


posisi lokal atau STOP.
Off : Jika terjadi hal-hal sebagai berikut :
- Keadaan switch mode setting berada pada
2 STOP LED posisi RUN atau PAUSE.
- Status operasi RUM/PAUSE/DEBUG
Blinking : Jika dideteksi adanya ERROR pada
proses pengoperasian.

Pengaturan mode operasi dari modul CPU.


RUN : Pengoperasian program tereksekusi.

Switch Mode STOP : Pengoperasian program terhenti.


3 PAU/REM :
Setting
PAUSE : Pengoperasian program terhenti untuk
sementara.
REMOTE: Digunakan untuk operasi remote.
RS-232C
4 9-pin konektor untuk GMWIN dan Cnet (RS-232C)
Konektor

1 - 11
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras
PLC

Spesifikasi CPU K200S:


Item Spesifikasi
Sistim pegoperasian looping dari program
Metoda operasi
tersimpan, operasi task interrupt
Metoda kontrol I/O Metoda proses sinkron scan
Bahasa pemograman Ladder Diagram ( LD )
Mnemonic
Jumlah Instruksi Dasar 30
Instruksi Instruksi Aplikasi 220
Kecepatan Operator 0.5 s/ Step
proses
Kapasitas program 7K steps
I/O Relay (P) P0000 ~ P023F (384)
Auxiliary Relay (M) M0000 ~ M191F (3,072)
Keep Relay (K) K0000 ~ K031F (512)
Link Relay (L) L0000 ~ L063F (1,024)
Type Data Special Relay (F) F0000 ~ F063F (1,024)
Timer (T) T000 ~ T191 (100ms) ; T192 ~ T255 (10ms)
Counter ( C ) C000 ~ C255
Step Controller (S) S00.00 ~ S99.99 (100x100 Step)
Data Register (D) D0000 ~ D4999 ( 5.000 words )
Mode operasi RUN, STOP, PAUSE dan DEBUG

D. I/O modul
Berfungsi sebagai terminal input dan output yang masing – masingnya memiliki
alamat tersendiri sehingga dapat diproses oleh CPU.
I/O modul dapat diletakkan secara bebas pada base board setelah power modul
dan CPU.
Cara koneksi input pada I/O modul :

Sink

Source

1 - 12
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Main

P120 ~ P12F
P110 ~ P11F
P100 ~ P10F
P080 ~ P09F
P070 ~ P07F
P030 ~ P06F
P010 ~ P02F

P000 ~ P00F

Ada dua metode koneksi untuk input dan output yaitu sink atau source.
* Input

1 - 13
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

* Output

Definisi lain menyebutkan bahwa PLC ialah :


“Komputer industri khusus untuk mengawasi dan
mengendalikan proses industri menggunakan bahasa
pemrograman khusus untuk kontrol industri (ladder
diagram), didesain untuk tahan terhadap lingkungan
industri yang banyak gangguan (noise, vibration, shock,
temperature, humidity)

Dari ukuran dan kemampuannya, PLC dapat dibagi menjadi jenis -


jenis berikut :
- Tipe compact.
Ciri – ciri PLC jenis ini ialah :
← Seluruh komponen (power supply, CPU, modul input –
output, modul komunikasi) menjadi satu
← Umumnya berukuran kecil (compact)
← Mempunyai jumlah input/output relatif sedikit dan tidak dapat
diexpand
← Tidak dapat ditambah modul – modul khusus
Berikut ini contoh PLC compact dari Allen Bradley.
Gambar 3.1 PLC compact Micro Logix
dari Allen Bradley Sumber : Allen Braley, PLC
MicroLogix Catalogue

D. Tipe modular
Ciri – ciri PLC jenis ini ialah :
A. Komponen – komponennya terpisah ke dalam modul – modul
B. Berukuran besar
C. Memungkinkan untuk ekspansi jumlah input /output
(sehingga jumlah lebih banyak)
D. Memungkinkan penambahan modul – modul khusus
Berikut ini contoh PLC modular dari Omron.

Gambar 3.2 PLC modular


dari Omron Sumber : OMRON, Programmable
Controllers, (OMRON : 2004)

3.2 Komponen – komponen PLC

PLC terbagi dalam beberapa komponen utama. Untuk


memahaminya, perhatikan gambar yang menampilkan hubungan
PLC dengan peralatan lain berikut.

Gambar 3.3 Hubungan PLC dengan peralatan lain


Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West
Publishing Co : 1996)
Dari gambar nampak bahwa PLC memiliki komponen yang
terhubung dengan input device dan output device. PLC juga
terhubung dengan PC untuk kebutuhan pemrograman (umumnya
menggunakan RS 232 serial port). Secara umum PLC terbagi
dalam beberapa komponen berikut :

1.Power Supply
2.Processorr
3.Memory
4.Input and Output Module
5.Programming Device

1. Power Supply
Power supply merupakan penyedia daya bagi PLC. Range
tegangan yang dimilikinya bisa berupa tegangan AC (misal :
120/240 Vac) maupun tegangan DC (misal : 24 V DC). PLC juga
memiliki power supply (24V DC) internal yang bisa digunakan
untuk menyediakan daya bagi input/output devices PLC. Berikut
ini contoh modul power supply dari Omron.

Gambar 3.4 Modul power


supply dari Omron Sumber : OMRON, PLC
Omron C200 HS

2. Processor (Central Processing Unit)


Processor ialah bagian PLC yang bertugas membaca dan
mengeksekusi instruksi program. Processor mempunyai elemen
kontrol yang disebut Arithmetic and Logic Unit (ALU), sehingga
mampu mengerjakan operasi logika dan aritmetika. Berikut ini
contoh modul processor dari Omron.
Gambar 3.5 Modul processor
dari Omron Sumber : OMRON, PLC Omron
C200 HS

3
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Tabel 3.1 Spesifikasi processor dari Omron

Sumber : OMRON, PLC Omron C200 HS

3. Memory
Memory ialah tempat penyimpanan data dalam PLC. Memori
ini umumnya menjadi satu modul dengan processor/CPU. Jika
berbentuk memori eksternal maka itu merupakan memori
tambahan. Berikut ini contoh modul memori eksternal dari
Omron.

Gambar 3.6 Modul memori eksternal


dari Omron Sumber : OMRON, PLC Omron C200
HS

Berikut ini “data” yang tersimpan di memori :


• Operating System PLC
• Status input – output, data memory
• Program yang dibuat pengguna
Perhatikan peta memori PLC berikut untuk lebih memahami penjelasan
di atas.
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Operating System Memory

Data Memory

Program Memory

Gambar 3.7 Peta memori PLC


Sumber : Crispin, Allan J, Programmable Logic Controller and Their
Engineering Applications,
(McGraw Hill : 1990)

Dari gambar di atas, masing – masing bagian dapat dijelaskan sebagai


berikut
• Operating System Memory
Berfungsi untuk menyimpan operating system PLC. Memori
ini berupa ROM (Read Only Memory) sehingga tidak dapat
dirubah oleh user.
• Data (Status) Memory
Berfungsi untuk menyimpan status input-output tiap saat.
Memori ini berupa RAM (Random Access Memory) sehingga
dapat berubah sesuai kondisi input/output. Status akan
kembali ke kondisi awal jika PLC mati.
• Program Memory
Berfungsi untuk menyimpan program pengguna. Jenis
memori ini berupa RAM. RAM dapat menggunakan battery
backup untuk menyimpan program selama jangka waktu
tertentu. Selain itu memori dapat berupa EEPROM
(Electrically Erasable Programmble Read Only Memory),
yaitu jenis ROM yang dapat diprogram dan dihapus oleh
user.

Sedangkan untuk kebutuhan pemrograman oleh pengguna,


area memori PLC dapat digambarkan dalam bagan berikut.
5
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Flag
Register
Timer
Register

Auxilliary Counter
Relay

Gambar 3.8 Bagan area memori PLC

Berikut ini penjelasan masing – masing bagian tersebut.


• Register
Register berfungsi untuk menyimpan sekumpulan bit data,
baik berupa : nibble (4 bit), byte (8 bit), maupun word (16
bit).
• Flag register
Flag register berfungsi untuk mengindikasikan perubahan
kondisi (state) input/output fisik. Flag register berupa satu
bit data. CPU umumnya mempunyai internal flag untuk
berbagai keperluan internal PLC.
• Auxiliary relays
Auxiliary relays ialah elemen memori 1 bit dalam RAM yang
digunakan untuk manipulasi data dalam program. Auxiliary
relays disebut juga relay yang imajiner, karena dapat
menggantikan fungsi relay namun berbentuk program.
• Timer
Timer adalah pemberi penundaan waktu dalam suatu
proses. Timer berasal dari built in clock oscillator dalam
CPU. Timer umumnya memiliki alamat khusus.
• Counter
Counter adalah komponen penghitung input pulsa yang
diberikan input device. CPU memiliki counter internal.
Counter ini umumnya memiliki alamat khusus .

4. Input - Output Module


Input - output module ialah perantara dari PLC ke peralatan
di dunia nyata. Gambar berikut menunjukkan posisi keduanya.

Gambar 3.9 Hubungan input - output module dengan


peralatan
Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West
Publishing Co : 1996)

I/O module pada PLC compact umumnya sudah built-in di PLC.


Sedang untuk PLC modular berupa modul I/O tersendiri yang
terpisah dari CPU. Secara umum terbagi menjadi :
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

• Digital Input / Output Module


• Analog Input / Output
Module Berikut ini penjelasan
masing – masing.

• Digital Input Module


Digital Input Module berfungsi untuk menghubungkan input diskrit
fisik (switch,
sensor) dengan PLC. Modul ini tersedia dalam tegangan DC dan
AC (umumnya : 240 Vac, 120 Vac, 24 Vdc, dan 5 Vdc). Di
dalamnya terdapat “optoisolator” untuk mencegah lonjakan
tegangan tinggi masuk PLC (sebagai pengaman).
Berikut ini skema di dalam digital input module untuk
tegangan DC dan AC. Sebagai catatan, modul input yang dapat
menerima tegangan AC memiliki rangkaian penyearah di
dalamnya.

Gambar 3.10 Modul output digital untuk tegangan DC


Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West
Publishing Co : 1996)

Gambar 3.11 Modul output digital untuk tegangan AC


Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West
Publishing Co : 1996)

Berikut ini contoh spesifikasi DC dari Omron. Di situ


input module informasi tentang jumlah terdapat arus dan
input dalam modul tersebut, untuk tegangan input yang
memberikan logika 1, dan lain – lain.
7
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Tabel 3.2 Spesifikasi DC input module dari Omron

Sumber : OMRON, PLC Omron C200 HS

Suatu vendor PLC umumnya juga memberi pilihan bermacam


- macam digital input module. Berikut ini daftar input modules
dari Omron. Input modules dibedakan berdasar jumlah input, jenis
tegangan (AC/DC), dan besaran tegangan yang dapat diterima
PLC.

Tabel 3.3 Macam – macam modul input dari PLC Omron


C200H

Sumber : OMRON, PLC Omron C200H

• Digital Output Module


Digital Output Module menghubungkan output diskrit fisik
(lampu, relay, solenoid, motor) dengan PLC. Jenis – jenis Digital
Output Module ialah :
• Triac output (output tegangan AC)
• Transistor output (output tegangan DC)
• Relay output (output tegangan AC/DC)
Gambar di bawah menunjukkan konfigurasi masing – masing jenis
Digital Output Module di atas.
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Triac output

Transistor
output

Relay
output

Gambar 3.12 Macam – macam modul output diskrit


Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West
Publishing Co : 1996)

Berikut ini contoh spesifikasi transistor output module dari


Omron. Di situ terdapat informasi tentang jumlah output dalam
modul tersebut, arus dan tegangan output untuk mendapatkan
logika 1, dan lain – lain.

Tabel 3.4 Spesifikasi transistor output module dari Omron

Sumber : OMRON, PLC Omron C200HS

Suatu vendor PLC umumnya juga memberi pilihan bermacam


- macam digital output module. Berikut ini daftar output modules
dari Omron. Output modules dibedakan berdasar jumlah input,
jenis tegangan (AC/DC), dan besaran tegangan yang dapat
diterima PLC.

9
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Tabel 3.5 Macam – macam modul output dari PLC Omron


C200H

Sumber : OMRON, PLC Omron C200H

• Analog input/output module


Selain modul input/output diskrit, terdapat juga modul
input/output analog. Modul input analog dapat menerima
tegangan dan arus dengan level tertentu (misal 0 – 10 V, 4 – 20
mA) dari input device analog (misal : sensor analog,
potensiometer). Sedang modul output analog dapat memberikan
tegangn dan arus dengan level tertentu (misal 0 – 10 V, 4 – 20 mA)
pada outpu device analog (misal : motor DC, motor AC, control
valve).

Gambar 3.13 Modul input/output analog


Sumber : Kilian, Christopher T, Modern Control Technology, (West
Publishing Co : 1996)

5. Programming Device
Programming Device ialah alat untuk membuat atau mengedit
program PLC. Pada mulanya berupa hand held programmer seperti
gambar 3.14 di bawah. Keuntungannya ialah
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

dapat dibawa ke mana saja karena bentuknya kecil, namun alat ini
sulit untuk melihat program secara keseluruhan karena yang
ditampilkan ialah program per baris saja.

Gambar 3.14 Hand held programmer dari


PLC Allen Bradley Sumber : Allen Bradley, PLC
MicroLogix Catalogue

Dengan perkembangan komputer yang cepat, dan disertai


ukurannya yang semakin mengecil, maka PC atau laptop jauh
lebih sering digunakan sekarang ini. PC terhubung dengan PLC
melalui programming port (umumnya RS 232).

3.3 Pemilihan PLC

PLC mana yang paling tepat digunakan? Jawabannya ialah


tergantung kebutuhan dari sistem yang ada. Harus dipahami
apakah sistem hanya perlu jumlah input/output sedikt? Apakah
pemrograman yang dilakukan cukup kompleks? Apakah ada
input/output device khusus yang terkoneksi ke PLC? Setelah
memahami kebutuhan sistem, barulah dapat ditentukan tipe PLC
seperti apa yang tepat.
Secara umum prinsip pemilihan PLC ialah :
1. Jumlah dan karakteristik input - output
2. Fitur hardware PLC
• Power supply, modul input/output, kemampuan untuk
diekspansi dengan modul – modul lain, port komunikasi,
dan lain – lain.
3. Fitur software PLC
• Kapasitas memori, kecepatan pemrosesan data, jumlah
instruksi yang dapat digunakan, dan lain – lain.

Berikut ini studi kasus dari pemilihan PLC Omron. PLC


Omron memiliki jenis PLC yang sangat bervariasi dari sisi
fungsionalitas dan kemampuannya. Gambar 3.15 menunjukkan
tipe – tipe PLC dari pertimbangan kedua hal tersebut. PLC Omron
terbagi menjadi 3 kelompok : Micro, CJ1, dan CS1. Ketiganya
tampak pada gambar 3.16.
11
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Gambar 3.15 Tipe – tipe PLC Omron


dalam grafik Sumber : OMRON, Programmable
Controllers, (OMRON : 2004)

Gambar 3.16 Tipe – tipe PLC Omron


dalam gambar Sumber : OMRON, Programmable
Controllers, (OMRON : 2004)

Misalkan sistem kita cukup kecil dan hanya membutuhkan


micro PLC dari Omron maka berikut ini hal – hal yang harus kita
pertimbangkan.
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC
1. Jumlah base I/O (belum diekspansi) yang dimiliki PLC

Gambar 3.17 Micro PLC berdasar


jumlah base I/O Sumber : OMRON, Programmable
Controllers, (OMRON : 2004)

2. Bentuk PLC : brick (compact), modular, board.


Bentuk ini juga memberi pengaruh pada fitur – fitur
hardware dan software dari PLC tersebut. Untuk lebih
jelasnya perhatikan katalog dengan baik.

Gambar 3.18 Macam – macam bentuk


micro PLC Omron Sumber : OMRON, Programmable
Controllers, (OMRON : 2004)

3. Kelengkapan (fitur – fitur) sistem


Berikut ini contoh pemilihan PLC dari fitur – fitur sistem yang
dimiliki. Pada gambar 3.20 ditampilkan penggambaran yang
lebih jelas lagi dari katalog PLC Omron.
Gambar 3.19 Overview fitur –
fitur micro PLC Sumber : OMRON, Programmable
Controllers, (OMRON : 2004)

Gambar 3. 20 Fitur – fitur micro PLC detail


Sumber : OMRON, Programmable Controllers, (OMRON : 2004)
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Gambar 3. 20 Fitur – fitur micro PLC detail (lanjutan)


Sumber : OMRON, Programmable Controllers, (OMRON : 2004)

Review Questions
• Sebutkan komponen – komponen utama PLC!
• Jelaskan memory map dan memory area PLC!
• Jelaskan macam – macam input/output module PLC!
• Jelaskan dasar – dasar pemilihan PLC!
II.3 Pengenalan Aplikasi Spesial
E. Analog I/O
Analog Input :
PLC merupakan suatu perangkat dengan sistem komputerisasi yang hanya
dapat mengolah data digital. Untuk dapat mengolah data analog maka diperlukan
analog Input modul untuk merubah input data analog dan mengirimkannya ke CPU
untuk diproses. Data analog dapat berupa input tegangan atau arus.
Perhatikan grafik karakteristik konfersi berikut :

1 - 14
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

Analog Output :
Dalam dunia industri, kadang kala PLC juga digunakan untuk mengatur
equipment dengan menggunakan data analog. Oleh karena itu, data digital yang
merupakan keluaran dari CPU dirubah menjadi data analog dengan menggunakan
modul analog output. Data analog dapat berupa output tegangan atau arus.
Perhatikan grafik karakteristik konfersi berikut :

1 - 15
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

B. High Speed Counter ( HSC )


Fasilitas modul HSC digunakan untuk mencacah pulsa berkecepatan tinggi. Salah

satu contohnya adalah pulsa yang didapat dari output encoder. Spesifikasi :

Item Keterangan
Input No.sinyal input A,B atau Z
Tegangan Input DC 5V/12/24, 7 ~13 mA
Range tegangan input 4.5 ~ 26.4 V DC
Type sinyal tegangan
Jumlah sinyal Input 1 channel
Batas hitungan 0 – 16.777.215 ( biner 24 bit )
Kecepatan hitungan Max. 50KHz
Pengali encoder x1, x2, x4
Output Jumlah output 2 points
Konfigurasi output Transistor Output ( Open Collector )

Konfigurasi System :
Setting nilai PRESET (HSC_ PRE)
Nilai settingan (HSC_ CMP)
CPU Informasi Pengoperasian High Speed Modul
LG PLC MK Series
Counter enable, reset, output enable
MK Series
Pembacaan kondisi operasi
Pembacaan nilai counter

Input
Phase Input Phase A
L/S Input Phase B
Input Phase Z

1 - 16
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras
PLC

C. Proportional Integral Derivative ( PID )


Pada kontrol system PID terdapat looping (feedback) yang akan mengkoreksi setiap
kesalahan sehingga akan dihasilkan output yang stabil. Maka system PID berarti
suatu kontrol yang memiliki tujuan untuk menjaga objek (output) tetap berada pada
posisi Setting Value (SV), SV ini selalu dibandingkan dengan nilai yang terukur pada
sensor sebagai Preset Value (PV). Dan jika terjadi perbedaan antara SV dan PV nilai
ini adalah Deviasi (E), lalu Controller akan memberikan Manipulate Value (MV) ke
Actuator untuk memaksa objek agar kembali kenilai SV.

Set Value Manipulation


PID Value

Present Value

D. Advanced Position Module ( APM )


APM digunakan untuk mengontrol point alamat target dan kecepatan dari servo atau
stepper motor.
Dalam penggunaan dengan PLC, APM didukung oleh APM software.
Komponen :
1. Servo motor system
PLC ( APM ) + servo driver + servo motor
2. Step motor system
PLC ( APM ) + step driver + step motor

1 - 17
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

* Sistem konfigurasi Servo Driver

* Sistem konfigurasi Step Driver

1 - 18
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras
PLC

E. Komunikasi modul
Cnet (Computer Link)
Fasilitas Cnet :
- Mendukung saluran RS-232C dan RS-422/485, dan dapat dioperasikan
sebagai mode tunggal atau dalam mode interlocking.
- Mendukung beragam kecepatan komunikasi ( baud rate ) dari 300bps sampai
57.600bps.
- Mendukung komunikasi banyak titik (multi-drop) sampai 32 station dalam
satu jaringan.
- Software frame editor menggunakan dasar MS-Windows 95/98/2000. Untuk
dapat berkomunikasi dengan PLC milik lain dapat digunakan protokol user
defined.
- Untuk komunikasi menggunakan modem, dapat digunakan protokol
dedicated atau user defined.

1:N Link

GM Series GM Series GM Series


OUTPUT

OUTPUT

OUTPUT
CU4A

CU4A
NETF
CUEA

PWR
CPU
INPUT

INPUT

INPUT
NETF

NETF
PWR

PWR
CPU

CPU

RS422

1 - 19
Bab 1. Pengenalan dan Perangkat Keras PLC

(N:M Link(Link dengan PLC lain)

PLC merk lain

G7M (EX: CQM1 , RKC...)


RS232C

RS232C RS232C
OUTPUT

CU4A

CU4A
OUTPU

OUTPU
CUE

CPU
NEF

NEF
PW

PW
CP

CP
INPU

INPU

INPU
PWR

NEF
RS422 GM Series

1 - 20

Anda mungkin juga menyukai