Anda di halaman 1dari 4

HIPERTENSI

No. Dokumen :

No. Revisi :
SOP
Tanggal Terbit : 05 Maret 2018

Halaman :1/5
La Joni, AMK
UPTD PuskesmasWaho
Nip.197904161999031005
1. Pengertian Hipertensi (Tekanan darah Tinggi) adalah suatu peningkatan tekanan
darah di dalam arteri. Secara umum, hipertensi merupakan suatu
keadaan tanpa gejala, dimana tekanan yang abnormal tinggi di dalam
arteri menyebabkan meningkatnya resiko stroke, aneurisma, gagal
jantung, serangan jantung dan kerusakan ginjal. Dikatakan Hitertensi
jika tekan darah 140/90 mmHg
2. Tujuan Sebagai acuan dalam penatalaksanaan Hipertensi di Puskesmas Waho
3. Kebijakan Surat Keputusan Kepala UPTD Puskesmas Waho
No.440/SK/C/VII/112/03/2018 Tentang Kebijakan Pelayanan Klinis

4. Referensi 1. Peraturan Mentri Kesehatan no 5 Tahun 2015 tentang Panduan


Praktik Klinis Bagi Dokter di Fasilitas Pelayanan Kesehatan
Tingkat Pertama
2. Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam UI, Tahun 2006
3. Joint national committee (JNC)-8 guidelines
5. Persiapan Alat :
1. Alat tulis
2. Rekam Medik pasien
3. Tensimeter
4. Stetoskop
5. Pengukur BB
6. Pengukur TB
7. Termometer
6. Prosedur 1. Perawat poli menerima rekam medis dari loket
2. Perawat poli memanggil pasien sesuai identitas yang tertera pada
rekam medis.
3. Perawat poli melakukan pemeriksaan TB, BB, Tekanan darah,

1|Hipertensi
pengukuran Nadi, pernapasan dan suhu pasien dan mencatatnya
dalam Rekam medis pasien
4. Perawat poli memberikan status pasien kepada Dokter poli Umum
5. Dokter memeriksaa kesesuaian identitas pasien dengan data pada
rekam medis
6. Dokter melakukan anamnesis kepada pasien
7. Dokter mendapatkan anamnesis berupa :
- Onset menderita hipertensi
- Pernahkah berobat sebelumnya
- Pernahkah minum obat dari tinggi sebelumnya
- Adakah rasa sakit kepala, mimisan, pusing, rasa berat
ditengkuk, visus/defek penglihatan, kesemutan/baal/kelemahan
di wajah, tangan atau kaki, cadel, sulit menelan, nyeri dada,
sesak, berdebar.
- Riwayat penyakit hipertensi dalam keluarga
- Kebiasaan merokok, kebiasaan makan, pekerjaan, pola tidur,
stressor, jenis kepribadian, aktivitas fisik
- faktor resiko dan komplikasi: DM, dislipidemia, penyakit
ginjal, penyakit serebrovaskular, penyakit arteri perifer, PJK,
gagal jantung, endokrin.

8. Dokter melakukan konfirmasi dengan pemeriksaan fisik dan


menemukan:
- Tekanan darah 140/90 mmHg
- Melakukan pemeriksaan thorax (jantung dan paru)
- Melakukan pemeriksaan saraf, motorik (jika ditemukan keluhan
tdk dapat menggerakkan angota badan, bocara pelo)
- Melakukan pemeriksaan adanya nyeri ketok CVA dan edema
tungkai.
9. Dokter menegakkan diagnosis klinis
10. Dokter melakukan penatalaksanaan berupa
- Medika mentosa
Pasien HT tanpa komorbid: mulai dosis kecil ACEI/ARB atau
CCB dhp atau diuretik tiazid. Pasien DM &/ginjal: mulai

2|Hipertensi
dengan dosis kecil diuretik tipe tiazid atau ACEI/ARB atau
CCB dihidropiridine (dhp). Pasien gagal jantung: mulai dengan
dosis kecil ACEI/ARB atau betablocker selektif (BB) atau
mineralocorticid receptor antagonist (MRA) atau diuretik.
Pasien PJK: mulai dengan dosis kecil ACEI/ARB atau BB atau
diuretik tiazid atau CCB dhp. Pasien PAD: mulai dengan dosis
kecil ACEI/ARB atau BB selektif
Evaluasi tiap 2-4 mgg: optimalkan nonmedikamentosa dan
titrasi dosis atau kombinasikan jenis obat jika belum berhasil
- Non medika mentosa
Penurunan berat badan hingga mencapai IMT normal 18,5-23;
diet kaya buah, sayur, serat, kalium, kalsium, rendah lemak
kalori, diet rendah garam; aktifitas fisik aerobik/gaya hidup
aktif, mengurangi kecemasan, stress, hentikan rokok/alkohol
11. Dokter melakukan konseling edukasi
Rajin kontrol untuk mengukur tekanan darah dan minum obat
teratur. Olah raga ringan secara rutin, serta diet rendah garam.
12. Dokter melakukan kriteria rujukan
13. Mempersilahkan pasien menuju apotek untuk mengambil obat jika
telah selesai.
14. Mendokumentasikan hasil pemeriksaan pada rekam medis

7. Bagan Alir
Perawat poli Memanggil Pasien Melakukan
menerima RM sesuai identitas di pemeriksaan
dari loket RM TB,BB,TD,Nadi, RR,
Suhu

Perawat poli memberikan status


kepada dokter

3|Hipertensi
Melakukan Dokter memeriksaa
Anamnesa kesesuaian identitas
pasien dengan RM

Melakukan Pemeriksaan
Fisik

Menegakkan Diagnosis

Melakukan
Penatalaksanaan

Memberikan Konseling
edukasi

Menanyakan keluhan dan


poli yang dituju
Melakukan Kriteria
Rujukan

Mempersilahkan
pasien menuju Apotek

Mendokumentasikan hasil
pemeriksaan pada RM

8. Hal-hal yang perlu di


perhatikan
9. Unit terkait 1. Loket Pendaftaran
2. Apotik
10. Dokumen terkait 1. Rekam Medik
11. Rekaman historis No Yang diubah Isi perubahan Tanggalmulai di berlakukan
perubahan
1

4|Hipertensi