Anda di halaman 1dari 18

Demam Berdarah Dengue

Muchrizal / 05171037

DEMAM BERDARAH DENGUE

PENDAHULUAN
Demam Berdarah Dengue (DBD) adalah penyakit febril akut yang ditemukan di
daerah tropis, dengan penyebaran geografis yang mirip dengan malaria. Demam berdarah
disebarkan kepada manusia melalui nyamuk Aedes Aegypti.
Penyakit ini tercatat pertama kali menjadi endemi pada tahun 1779-1780 di Asia,
Afrika dan Amerika Utara dan terjadi secara hampir bersamaan dengan tingkat morbiditas
dan mortalitas yang tinggi. Hal ini menggambarkan bahwa penyebaran penyakit ini sudah
sangat luas sejak lebih dari 200 tahun lalu dan merupakan penyakit yang cukup
membahayakan. Saat inipun penyakit ini masih merupakan masalah serius di bidang
kesehatan umumnya di daerah tropis dan subtropis dengan tingkat ekonomi dan kesehatan
yang rendah.
Di Indonesia sejak dilaporkannya kasus DBD pada tahun 1968 terjadi kecenderungan
peningkatan insidens.

DEFENISI
Demam dengue adalah penyakit yang terutama terdapat pada anak remaja atau
orang dewasa dengan tanda-tanda klinis : demam, nyeri otot / sendi yang disertai dengan
leukopeni dengan atau tanpa ruam dan limfadenopati, demam, rasa sakit yang hebat, nyeri
pada pergerakan bola mata, rasa mengecap yang terganggu, trombositopenia ringan dan
pitekie spontan.
Demam Berdarah Dengue adalah penyakit yang terdapat pada anak dan dewasa
dengan gejala utama : demam, nyeri otot dan sendi yang biasanya memburuk setelah dua
hari pertama, uji Tourniquet akan (+) dengan/tanpa ruam disertai beberapa atau semua
gejala perdarahan seperti ptekie spontan yang timbul serentak, purpura, ekimosis,
epistaksis, hematemesis, melena, trombositopenia, masa perdarahan dan masa protrombin
memanjang. Hematokrit meningkat dan gangguan maturasi megakariosit.
Sindrom Syok Dengue (SSD) adalah Demam Berdarah Dengue (DBD) yang
mengalami syok dengan manifestasi klinis berupa kegagalan sirkulasi yang ditandai
dengan nadi yang lemah dan cepat, tekanan nadi menurun (< 20 mmHg), hipotensi, kulit
dingin dan lembab serta pasien tampak gelisah.

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 1


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

INFEKSI VIRUS
DENGUE

Asimtomatik Simtomatik
Demam Berdarah
Demam yang tidak Demam
diketahui penyebabnya
Dengue (DBD)
Dengue (DD) (Plasma Leakage)
(penyebab lain)

Perdarahan (-) Perdarahan (+) Syok (-) Syok (+)


SSD

Demam Dengue Demam Berdarah


Dengue

Manifestasi infeksi virus dengue dan perbedaan antara DD, DBD dan SSD

ETIOLOGI
Infeksi yang disebabkan oleh virus dengue termasuk Grup B Atropode Bone Virus
atau Arbovirus dan sekarang dikenal sebagai Genus Flavi Virus, family Flavi viriddae,
yang mempunyai 4 jenis serotipe yaitu den – 1, den – 2, den – 3, den – 4. Infeksi dengan
salah satu serotipe akan menimbulkan antibodi seumur hidup terhadap serotipe yang
bersangkutan tetapi tidak ada perlindungan terhadap serotipe yang lain.
Virus dengue berbentuk batang, bersifat termolabil, sensitif terhadap inaktivasi oleh
dietileter dan natrium dioksioksalat, stabil pada suhu 70 0C. Ke-empat serotipe telah
ditemukan pada pasien-pasien di Indonesia, dengue 3 merupakan serotipe yang paling
banyak beredar.

PATOGENESIS
DBD dapat terjadi bila seseorang yang telah terinfeksi dengue pertama kali,
mendapat infeksi berulang virus dengue lainnya.
Virus akan bereplikasi di nodus limfatikus regional dan menyebar ke jaringan lain,
terutama ke sistem retikuloendotelial (RES) dan kulit secara bronkogen maupun
hematogen.
Tubuh akan membentuk kompleks virus antibody dalam sirkulasi darah sehingga
akan mengaktivasi system komplemen yang berakibat dilepaskannnya anafilatoksin C 3 a
dan C5 a sehingga permeabilitas dinding pembuluh darah meningkat.

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 2


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Akan terjadi juga agregasi trombosit yang melepaskan ADP, trombosit melepaskan
vasoaktif yang bersifat meningkatkan permeabilitas kapiler dan melepaskan trombosit
faktor 3 yang merangsang koagulasi intra vaskuler. Terjadinya aktivasi faktor Hagemen
(faktor XII) akan menyebabkan pembekuan intra vaskuler yang meluas dan meningkatkan
permeabilitas dinding pembuluh darah.
Pada beberapa kasus kerusakan kapiler-kapiler memungkinkan cairan, elektrolit,
protein dan eritrosit merembes ke dalam ruang ekstra vaskuler.
Retribusi internal dari cairan bersama dengan defisit akibat berpuasa, haus dan
muntah, menyebabkan hemokonsentrasi, hipovolemia, peningkatan kerja jantung , hipoksia
jaringan, asidosis metabolic dan hiponatremia.

GAMBARAN KLINIS
Ada dua fase :
1. Fase pertama yang relatif ringan dengan awitan demam mendadak, kelemahan,
muntah, nyeri kepala, anoreksia dan batuk, setelah 2 –5 hari di susul oleh
memburuknya keadaan klinis secara cepat dan menjadi kolaps.(1)
2. Fase kedua,
Penderita mengalami ekstremitas yang dingin dan basah, tubuh yang hangat, muka
kemerahan, diaforesis, tidak tenang, iritabilitas dan nyeri epigastrik. Seringkali ada
ptechiae yang tersebar pada dahi dan ekstremitas dan dapat terjadi echimosis spontan
serta umumnya mudah mengalami memar dan perdarahan pada tempat punksi vena.
Dapat ditemukannya ruam makulopapular, sianosis sirkum oral dan perifer,
pernapasan cepat dan kadang sukar, nadi lemah, cepat dan halus serta suara jantung
melemah. Tekanan nadi 20 mmHg atau kurang, tekanan darah rendah dan sukar
diperoleh.
Hati yang membesar hingga 4 – 6 cm di bawah tepi iga, padat dan agak lunak.
Kurang dari 10 % penderita mengalami perdarahan saluran cerna, biasanya terjadi
setelah suatu periode shock yang tidak dapat di koreksi.

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 3


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

KLASIFIKASI
Derajat penyakit DBD menurut WHO (1997) :
Derajat I : Demam disertai gejala-gejala umum yang tidak khas dan
manifestasi perdarahan spontan satu-satunya adalah uji
tourniquet positif.
Derajat II : Gejala-gejala derajat I, disertai gejala-gejala perdarahan kulit
spontan atau manifestasi perdarahan yang lebih berat.
Derajat III : Didapatkan kegagalan sirkulasi, yaitu nadi cepat dan lemah,
tekanan nadi menyempit (< 20 mmHg), hipotensi, sianosis
disekitar mulut, kulit dingin dan lembab, gelisah.
Derajat IV : Syok berat (profound shock), nadi tidak dapat diraba dan
tekanan darah tidak terukur.

LANGKAH DIAGNOSTIK
Anamnesis
Demam merupakan tanda utama. Terjadi mendadak tinggi, selama 2-7 hari. Disertai lesu,
tidak mau makan, dan muntah. Pada anak besar dapat mengeluh nyeri kepala, nyeri otot,
dan nyeri perut. Dan diare kadang-kadang dapat ditemukan. Perdarahan paling sering
dijumpai adalah perdarahan kulit dan mimisan.
Pemeriksaan fisik
 Gejala klinis DBD diawali demam mendadak tinggi, muntah, nyeri kepala, nyeri otot
dan sendi, nyeri tenggorok dengan faring hiperemis,nyeri dibawah lengkung iga
kanan. Gejala penyerta tersebut lebih mencolok pada DD daripada DBD.
 Perbedaan antara DD dan DBD adalah pada DBD terjadi peningkatan permeabilitas
kapiler sehingga menyebabkan perembesan plasma, hipovolemia dan syok.
 Perembesan plasma mengakibatkan ekstravasasi cairan ke dalam rongga pleura dan
rongga peritonial selama 24-48 jam.
 Fase kritis sekitar hari ke-3 hingga ke-5 perjalanan penyakit. Pada saat ini suhu
turun, yang dapat merupakan awal penyembuhan pada infeksi ringan namun pada
DBD berat merupakan tanda syok awal.
 Perdarahan dapat berupa peteki, epitaksis, melena atau hematuria.
 Tanda-tanda syok
- Anak gelisah, sampai terjadi penurunan kesadaran, sianosis.
- Nafas cepat, nadi teraba lembut kadang-kadang tidak teraba.
- Tekanan darah turun, tekanan nadi ≤ 10 mmHg.
- Diuresis menurun sampai anuria.

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 4


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

 Apabila syok tidak dapat segera diatasi, akan terjadi komplikasi berupa asidosis
metabolik dan perdarahan hebat.

Gambar : peteki

DIAGNOSIS
Diagnosis DBD ditegakkan berdasarkan kriteria klinis dan laboratorium (WHO tahun
1997)
Kriteria klinis :
1. Demam tinggi mendadak, tanpa sebab yang jelas, berlangsung terus menerus
selama 2 – 7 hari.
2. Terdapat manifestasi perdarahan, ditandai dengan :
- Uji Torniquet positif
- Ptechiae, echimosis,
- Epistaksis, perdarahan gusi
- Hematemesis dan melena
3. Pembesaran hati (Hepatomegali)
4. Syok, ditandai nadi cepat dan lemah serta penurunan tekanan nadi, hipotensi, kaki
dan tangan dingin, kulit lembab dan pasien tampak gelisah.
Kriteria laboratorium :
1. Trombositopenia ( < 100.000 / mm3 )
2. Hemokonsentrasi (nilai Ht > 20 % dari normal)

2 kriteria klinis + 1 kriteria laboratorium cukup untuk


menegakkan diagnosis kerja DBD

DIAGNOSA BANDING
1. Chiqungunya Haemorhagic Fever (CHF)

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 5


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Dimana serangan demam lebih mendadak dan lebih pendek tapi suhu di atas 40 °C
disertai ruam dan infeksi konjungtiva ada rasa nyeri sendi dan otot.
2. Demam Tifoid
Biasanya timbul tanda klinis khas seperti pola demam, bradikardi relatif, adanya
leukopenia, limfositosis relatif.
3. Purpura Trombositopenia Idiopati (ITP
Purpura umumnya terlihat lebih menyeluruh, demam lebih cepat menghilang, tidak
terjadi hemokonsentrasi.

Kriteria DBD % CHIKUNGUNYA %


Lama Demam
2-4 hari 23,6 62,5
5-7 hari 59 31,2
>7 hari 17,4 6,3
Manifestasi Perdarahan
Test Torniquet 83,9 77,4
Petekie 46,3 77,4
Petekie yg khas 10,1 0,0
Epistaksis 18,9 12, 5
Perdarahan gusi 1,5 0,0
Melena 11,8 0,0
Shock 35,2 0,0

Tabel : Kriteria untuk mendiagnosa banding DBD & Demam Chikungunya

PENATALAKSANAAN
Penatalaksanaan penderita DBD adalah sebagai berikut :
a. Tirah baring atau bed rest.
b. Diet makan lunak.
c. Minum banyak (1,5 -2 liter/24 jam) dapat berupa : susu, teh manis, sirup dan beri
penderita air tawar ditambah dengan garam saja. Pemberian cairan merupakan hal
yang paling penting bagi penderita DBD.
d. Pemberian cairan intravena (biasanya ringer laktat, NaCl Faali) merupakan cairan
yang paling sering digunakan.
e. Monitor tanda-tanda vital tiap 3 jam (suhu, nadi, tensi, dan pernafasan) jika kondisi
pasien memburuk, observasi ketat tiap jam.
f. Periksa Hb, Ht dan Trombosit setiap hari.
g. Pemberian obat antipiretik.

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 6


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

h. Monitor tanda-tanda perdarahan lebih lanjut.


i. Pemberian antibiotik.
j. Monitor tanda-tanda dan syok meliputi keadaan umum, perubahan tanda-tanda vital,
hasil pemeriksaan laboratorium yang memburuk.
k. Bila timbul kejang dapat diberikan diazepam.
l. Bila trombosit < 100.000/mm3 dan perdarahan > 4 ml/kgBB/jam, diberikan tranfusi
trombosit.
m. Bila Hb <10 gr% dan Ht <30 %, diberikan transfusi PRC.

KRITERIA MEMULANGKAN PASIEN


a. Tidak demam selama 24 jam tanpa antipiretik
b. Nafsu makan membaik
c. Secara klinis tampak perbaikan
d. Hematokrit stabil
e. Tiga hari setelah syok teratasi
f. Jumlah trombosit > 50.000/mm3
g. Tidak dijumpai distress pernafasan

KOMPLIKASI
1. Perdarahan Gastrointestinal
2. Ensefalopati dengue
3. Kelainan ginjal
4. Edema paru

PROGNOSIS
Kematian terjadi pada 40 – 50 % penderita dengan shock, tetapi dengan pengobatan yang
adekuat dapat diturunkan hingga kurang dari 2 %.
Tersangka DBD

Demam tinggi, mendadak terus menerus < 7hari


tidak disertai ISPA, badan lemas dan lesu

Ada kedaruratan

Tidak ada kedaruratan


Tanda Syok Periksa uji torniquet
Muntah terus menerus
Kejang
Kesadaran menurun
Muntah darah Uji tourniquet (+) Uji tourniquet (-)
Berak hitam
Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 7
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Jumlah trombosit < Jumlah trombosit > Rawat jalan,


100.000/ul 100.00/ul Paracetamol,
Kontrol tiap hari
Sampai demam hilang

Rawat Inap Rawat Jalan Nilai tanda klinis,


Periksa trombosit & Ht
Bila demam menetap
Minum banyak Parasetamol
setelah sakit ke-3
Bila perlu. Kontrol tiap hari
Sampai demam turun bila
Demam menetap periksa
Hb, Ht, trombosit

Bila timbul tanda syok, gelisah, lemah


Kaki tangan dingin, nyeri perut, berak hitam,
Kencing berkurang, Hb/Ht naik dan trombosit turun

Segera bawa ke rumah sakit

Bagan 1 : Tatalaksana Kasus Tersangka DBD

DBD Dejat I atau Derajat II tanpa peningkatan hematokrit

Gejala klinis : demam 2 – 7 hari uji tourniquet


Positif atau perdarahan spontan
Laboratorium : hematokrit tidak meningkat
Trombositopenia ( ringan )

Pasien masih dapat minum Pasien tidak dapat minum


Beri minum banyak 1-2 liter/hari Pasien muntah terus menerus
Atau 1 sendok makan tiap 5 menit
Jenis minuman : air putih, teh manis
Sirup, jus buah, sus, oralit
Bila suhu > 38,5 derajat Celsius Pasang infus NaCI 0,45%: dekstraso 5 %
Beri parasetamol bila Tetesan rumatan sesuai berat badan
Kejang beri obat anti konvulsi Periksa HT, HB, tiap 6 jam, Trombosit
Tiap 12 jam

Monitor gejala klinis dan laboratorium


Perhatikan tanda syok. Palpasi hati setiap hari.
Ukur diuresis setiap hari Ht naik dan atau trombosit turun
Awasi perdarahan Periksa Ht, Hb, tiap 6 jam,
trombosit tiap 12 jam

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 8


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Perbaikan klinis dan laboratoris Infus ganti ringer laktat (tetesan


Disesuaikan, lihat bagan 4)

Pulang
(lihat kriteria memulangkan pasien

Bagan 2 : tatalaksana kasus DBD derajat I dan derajat II tanpa peningkatan hematokrit

DBD Derajat II dengan peningkatan Ht ≥ 20%

Cairan Awal
RL/NaCI 0,9% atau RLD5/NaCI 0,9%+D5
6 – 7 ml/kgBB/jam
Monitor tanda vital / nilai Ht & tromboist tiap 6 jam

Perbaikan Tidak ada perbaikan

Tidak gelisah Gelisah


Nadi kuat Distres pernafasan
Tek.darah stabil Frek. Nadi naik
Diuresis cukup (1 ml/kgBB/jam) Ht tetap tinggi/naik
Ht turun (2 x pemeriksaan) Tek. Nadi< 20 mmHg
Tanda vital memburuk Diuresis kurang/tdk ada
Ht Meningkat
Tetesan dikurangi Tetesan dinaikkan
10-15 ml/kgBB/jam

Perbaikan

Perbaikan Tidak ada perbaikan


Sesuaikan tetesan

Tanda vital tidak stabil


Diuresis kurang
3 ml/kgBB/jam Tanda-tanda syok

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 9


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Distres pernafasan Hb/Ht Turun


Ht Naik
Tek Nadi ≤ 20 mmhg Tranfusi darah segar
10 ml/kgBB
IVFD stop setelah 24 – 48 jam
Koloid
Apabila tanda vital/Ht stabil dan
20-30 ml/kgbb
Diuresis cukup segar
Perbaikan

Bagan 3 : Tatalaksana DBD derajat II dengan peningkatanm hemokonsentrasi ≥ 20%

DAFTAR PUSTAKA

Arif mansjoer dkk, Kapita Selekta Kedokteran Jilid I Edisi III, Penerbit Media aesculapius
FKUI, Jakarta, 1999
Pusponegoro D. Hardiono, Standar Pelayanan Medis Kesehatan Medis Kesehatan Anak
Edisi I, Badan Penerbit IDAI, Jakarta, 2004.
Staf Pengajar Ilmu Kesehatan Anak FK UI, buku Kuliah Ilmu Kesehatan Anak, jilid 2, FK
UI, Jakarta, 1985
Sjaifoellah Noer, H.M, Buku Ajar Ilmu Penyakit Dalam jilid 1, edisi 3, FK UI, Jakarta,
1996.
Waldo E, Nelson M.D at.al, Nelson Ilmu Kesehatan Anak, Vol. 2 edisi 12, EGC, Jakarta.

http://www.kedokteran.info/penatalaksanaan-demam-berdarah-dengue-di-indonesia.html
http://harnawatiaj.wordpress.com/2010/01/18/askep-dhf/
http://www.infeksi.com/articles.php?lng=in&pg=53

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


10
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

STATUS PASIEN

I. ANAMNESA PRIBADI OS
Nama : Riski Julis
Unur : 13 Tahun
Jenis Kelamin : Laki - laki
Alamat : Jl. Ismail, Gg. Mesjid, Binjai
Agama : Kristen Khatolik
Tanggal Masuk : 20 Desember 2009
BB Masuk : 29 Kg

II. ANAMNESA MENGENAI ORANG TUA OS

AYAH IBU
Nama : Bernad Marbun Romi Syahputri Silalahi
Umur : 39 Tahun 36 Tahun
Pekerjaan : Guru IRT

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak 11


RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Pendidikan : S1 SMA
Agama : Kristen Khatolik Kristen Khatolik
Perkawinan : Menikah Menikah
Alamat : Kristen Khatolik Kristen Khatolik
RPT : - -

III. RIWAYAT KELAHIRAN OS


Tanggal Lahir : 18 Juli 1996
Cara Lahir : Normal
Tempat Lahir : Rumah
BB Lahir : 3 Kg
Panjang Lahir : 50 Cm
Ditolong Oleh : Bidan
Keadaan Saat Lahir : Menangis Kuat

IV. ANAMNESA MAKANAN

0–6 Bulan : ASI Eksklusif


6–7 Bulan : ASI + Bubur Susu
7–8 Bulan : ASI + Bubur Saring (boleh ditambah buah/biskuat)
8 – 12 Bulan : ASI + Nasi Tim
12 – 24 Bulan : PASI + Menu Keluarga
2 Tahun – Sekarang : Menu Keluarga

V. RIWAYAT IMUNISASI
BCG : 1x
DPT : 3x
Polio : 3x
Campak : 1x
Hepatitis B : 3x

VI. ANAMNESE PERKEMBANGAN ANAK

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


12
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

0 - 1 Bulan : Menangis Kuat


1 - 3 Bulan : Belajar Mengangkat Kepala
3 - 6 Bulan : Mengangkat Kepala 90˚ dan mengangkat dada dengan
bertopang tangan.
6 - 9 Bulan : Sudah dapat tengkurap dan berbalik sendiri
9 - 12 Bulan : Berdiri sendiri tanpa di bantu
12 - 18 Bulan : Berjalan dan mengekplorasi rumah dan sekeliling
rumah
18 - 24 Bulan : Mulai menunjuk mata dan hidung, menyusun kalimat
dengan 2 kata.
2 - 3 Tahun : Meloncat, memanjat,mampu menyusun kalimat
sederhana
3 - 4 Tahun : Belajar memakai/membuka pakaian
4 - 5 Tahun : Dapat menghitung jari – jarinya.
5 Tahun - Sekarang : Dapat melakukan aktivitas sendiri.

VII. KETERANGAN MENGENAI SAUDARA OS


Os anak pertama dari 4 bersaudara
1. OS laki–laki
2. Perempuan
3. Laki–laki
4. Laki–laki

VIII. ANAMNESE PENYAKIT OS


Keluhan utama : Demam
Telaah :
OS datang ke IGD RSUD Dr. RM. Djoelham Kota Binjai pada tanggal 20
Desember 2009 pukul 18.31 WIB dengan keluhan demam yang telah dialami OS
selama 4 hari. OS merasakan demam terus menerus tinggi tanpa disertai menggigil
dan berkeringat banyak. OS juga mengeluh mual dan muntah satu kali sebelum
masuk RS dengan muntahan makanan yang dimakan. OS juga belum BAB selama 2
hari.
Riwayat alergi : Tidak ada
RPT : Demam biasa

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


13
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

RPO : Paracetamol, Ciprofloxacin

IX. PEMERIKSAAN FISIK


1. Status present
Sensorium : Compos mentis
Heart rate : 72 x/i
Respiratory rate : 28 x/i
Temperatur : 38˚C
BB masuk : 29 Kg
2. Status gizi
BB : 29 kg
PB : 132 cm
U : 13 tahun
Berdasarkan CDC 2000 berat badan normal Os = 32

Status gizi = BB x 100 %


BBN
= 29 x 100 % = 90,625 %  Gizi baik.
32
3. Status lokalisata
A. Kulit : Turgor kulit kembali cepat (+)

B. Kepala
- Rambut : Berwarna hitam, tidak mudah di cabut
- UUB : Tertutup
- Mata : Oedema palpebra (-), refleks cahaya (+/+), pupil bulat
isokor ka = ki, seclera ikterik (-), conj. Palpebra inferior
anemis (-), secret mata (+), kornea jernih
- Hidung : Mucosa merah (-), secret (-), pernapasan cuping
hidung (-), epitaksis (-)
- Telinga : Membran tympani (N), serumen (-)
- Mulut
Bibir : Mukosa bibir pucat (-), bibir kering + pecah-pecah (+)

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


14
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Lidah : Beslagh (-), tremor (-)


Gusi : Berdarah (-)
Gigi : Karies (-)
Tonsil : Dalam Batas Normal

C. Leher
- Pembesaran kelenjar getah bening (-)
- Pembesaran kelenjar tyroid (-)
- Peningkatan TVJ (-)
- Kaku kuduk (-)

D. Thorax
- Paru
Inspeksi : Simetris fusiformis
Palpasi : Stem fremitus ka = ki
Perkusi : Sonor di kedua lap. paru
Auskultasi : Suara pernafasan vesikuler (+)
Suara tambahan (-)
: RR 32x/i
- Jantung
Inspeksi : Ictus cordis tidak terlihat
Palpasi : Thrill tidak teraba
Perkusi : Batas jantung kanan & kiri dalam batas normal
Auskultasi : BJ I, BJ II murni regular
: HR 72 x/i

E. Abdomen
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Soepel (+), nyeri tekan epigastrium (+)

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


15
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Hepar → Tidak teraba


Lien → Tidak teraba
Renal → Tidak teraba
Perkusi : Tympani (+)
Auskultasi : Peristaltik meningkat

F. Genitalia & anus : Laki-laki, tidak ada kelainan

G. Ekstremitas
- Superior : Oedem (-). Cyanosis (-), Rumple leede(-)
- Inferior : Oedem (-), Cyanosis (-)

X. PEMERIKSAAN LABORATORIUM

20 Des ‘09 21 Des ‘09 22 Des ‘09 23 Des ‘09 25 Des ‘09 26 Des ‘09
Leokosit ( /μL ) 5200 2440 1570 2380 4490 4180
Eritrosit ( /μL ) 4.95 x 106 4,27 x 106 4,98 x 106 4,82 x 106 4,74 x 106 5,46 x 106
Hemoglobin ( gr/dL ) 13,6 12,6 13,3 13,8 13,3 14,4
Hematokrit ( % ) 40,4 35,1 40,9 39,9 38,5 44,0
Trombosit ( /μL ) 167.000 132.000 96.000 49.000 64.000 114.000

XI. RESUME
Tentang Pasien
Keluhan Utama : Demam
Telaah : Pasien bernama Riski Julis, laki-laki 13 Tahun datang
dengan keluhan : demam ± 4 hari, mual (+), muntah (+)
1x sebelum masuk RS, BAB (-) 2 hari

PEMERIKSAAN FISIK
1. Status present
Sensorium : Compos mentis

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


16
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

Heart rate : 72 x/i


Respiratory rate : 28 x/i
Temperatur : 38˚C
BB masuk : 29 Kg

2. Status Generalisata
Kulit : Normal
Kepala : Dalam batas normal
Leher : Pembesaran kelenjar getah bening (-), kaku kuduk (-)
Thorak : Dalam batas normal
Abdomen :
Inspeksi : Simetris
Palpasi : Soepel (+), nyeri tekan epigastrium (+),
tidak ada pembesaran organ
Perkusi : Tympani (+)
Auskultasi : Peristaltik meningkat
Ekstremitas : Dalam batas normal
Genitalia : Dalam batas normal

PEMERIKSAAN LABORATORIUM

20 Des ‘09 21 Des ‘09 22 Des ‘09 23 Des ‘09 25 Des ‘09 26 Des ‘09
Trombosit ( /μL ) 167.000 132.000 96.000 49.000 64.000 114.000

 Terjadi penurunan trombosit ( trombositopenia )

XII. DIAGNOSA BANDING


- Dengue Haemorraghic Fever (DHF) Grade I
- Thypoid Abdominalis fever
- Chingue Haemorragic fever (CHF)

XIII. DIAGNOSA KERJA


Dengue Haemorraghic Fever (DHF) Grade I

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


17
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai
Demam Berdarah Dengue
Muchrizal / 05171037

XIII. PENATALAKSANAAN
- Bed Rest
- IVFD RL 20 gtt/i makro
- Inj. Cefotaxime 1 gr/12 jam IV
- Antasida syr 3 x cth
- Paracetamol 3 x 1/2 tab
- Inj. Sotatic ½ amp/12 jam IV — 1x

- Diet M II

XIV. Prognosis
Baik

XV. Anjuran
Cek darah rutin ulang/hari

Kepaniteraan Klinik Senior Ilmu Kesehatan Anak


18
RSUD Dr. RM. Djoelham Binjai