Anda di halaman 1dari 2

3 Pembunuh Penjual Pentol Ditangkap

Senin, 17 Mei 2010 - 18:53 WIB

| More

SURABAYA (Pos Kota)- Kasus pembunuhan Sugito,45, penjual pentol asal Desa
Sendang, Kecamatan Banyakan, Kabupaten Kediri terungkap. Tiga orang pelaku berhasil
diamankan. “Ketiganya kini tengah dinterogasi,” kata Kasat Reskrim Polresta Kediri
AKP Rifiq Ripto Himawan, Senin (17/5).

Sayangnya, Rofiq masih belum bersedia buka mulut tentang nama-nama pelaku, dengan
alasan masih dalam pengembangan. Sementara itu berdasarkan keterangan Mun,34,
warga Kampungdalem, Kecamatan Kota Kediri, salah seorang pelaku ditangkap massa
secara beramai-ramai.

Bahkan, pelaku sempat dikeroyok, hingga babak belur, sebelum akhirnya diserahkan
pada polisi. “Anak-anak yang menangkapnya,” ujar Mun, yang biasa dikenal sebagai
dedengkot Kesenian Jaranan Kota Kediri itu.

Mun sendiri saat ini tengah dimintai keterangan terkait penangkapan pelaku
pembunuhan. Belum diketahui secara pasti motif pembunuhan terhadap Sugito, bapak
dua anak yang sebelumnya ditemukan Rizki,8, di sekitar Perumahan Magersari PG
Mritjan, Kota Kediri.

Ketiga pelaku yang diamankan polisi, Don,15, asal Jl Mayor Bismo, Kecamatan Kota
Kediri, dan Can,15, asal Mritjan, Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri. Sementara satu
pelaku yang disebut-sebut sebagai otaknya, Jefri Sulistiya,19, seorang pengamen asal Jl
Panglima Sudirman, Kabupaten Nganjuk.

Kasat Reskrim Polresta Kediri AKP Rofiq Ripto Himawan dalam jumpa perssnya
mengatakan, tiga pelaku ditangkap di tempat terpisah. Jefri dibekuk saat mengganti
kenalpot dan nomor polisi (nopol) sepeda motor Honda Revo AG 5308 JF, hasil
pencurian di Pasar Loak Jl Sriwijaya Kediri.

“Don kami tangkap di kos-kosannya di sekitar Eks Lokalisasi Semampir, yang juga
tempat bersembunyi ketiganya usai melakukan pembunuhan, sementara Can ditangkap di
simpang empat Semampir, Kota Kediri,” terang AKP Rofiq.

Masih kata Rofiq, selain mengambil sepeda motor korban, pelaku juga nyikat sebuah
dompet berisi uang Rp 70 ribu, dan sebuah Hand phone (HP) merk Sony Ericson type Z
300 E. “Kami masih mendalami motiv pembunuhan ini. Kalau masalah tehnis
pengungkapan, kami belum bisa membeberkannya,” pungkas Rofiq.

Jefri yang juga anak salah seorang Pekerja Seks Komersial (PSK) di Eks Lokalisasi
Semampir, Kota Kediri itu kepada wartawan mengaku nekat membunuh korbannya
karena sakit hati. Pelaku dendam dengan ulah korban yang sempat menggerayangi
kemaluannya
“Saya sakit hati karena diajak bersetubuh dan memegang-megang alat vital saya,” aku
Jefri, aktor pembunuhan yang dihadiahi timah panas oleh petugas pada kaki kirinya.

(nurqomar/sir)