Jelajahi eBook
Kategori
Jelajahi Buku audio
Kategori
Jelajahi Majalah
Kategori
Jelajahi Dokumen
Kategori
– Ketika ada banyak pembeli yang melakukan pembelian, harga market semakin
meningkat sehingga pada akhir periode market ditutup diatas harga pembukaan,
akhirnya terbentuklah candle Naik ( hijau ) .
Besarnya dorongan beli bisa diukur dari pergerakan market dari Low sampai
Close. Semakin besar dorongannya, maka semakin besar body candle yang
terbentuk. Sehingga besarnya body candle hijau ini menunjukan dominasi
pembeli.
– Ketika banyak trader yang melakukan penjualan, harga market semakin turun,
sehingga pada akhir peiode biasanya nilai penutupan market dibawah harga
pembukaan. Kondisi inilah yang menyebabkan candle yang terbentuk berwarna
merah (turun).
Pada candle Turun ( merah) tekanan penjual diukur dari High sampai Close.
Semakin besar tekanan penjualan, maka harga akan semakin jatuh dan semakin
membentuk body candle merah yang panjang. Sehingga besarnya body candle
merah ini menunjukan besarnya dominasi penjual.
Untuk menentukan arah candle selanjutnya, ada beberapa hal yang harus di
perhatikan. Yaitu :
1. Perlawanan
2. Percepatan gerak
3. Perlambatan laju
4. Percobaan Balik arah
5. Konvergen
1. PERLAWANAN
Pointnya adalah ketika salah satu pihak mendominasi pasar maka candle akan
bergerak ke satu arah. Misalnya ketika Pembeli mendominasi pasar maka candle
akan terus searah naik. Selama tidak ada perlawanan dari penjual ( tidak ada
penjualan yang berarti ) candle yang terbentuk mengikuti arah candle
sebelumnya.
Sampai suatu saat sebagian trader merasakan harga sudah terlalu tinggi atau
sudah terlalu jenuh, maka muncul lah aksi penjualan sebagi bentuk perlawanan
dari penjual. Salah satu penyebabnya adalah aksi profit taking.
Bentuk perlawanan ditunjukan oleh ekor candle .Ketika perlawanan lebih besar
dari dominasi, maka selanjutnya pihak yang melakukan perlawanan lah yang
menang dan akan terjadi pergantian dominasi pasar, sehingga trend akan balik
arah.Dari sini kita bisa memprediksi bahwa candle selanjutnya akan balik arah
juga.
2. CANDLESTICK PERCEPATAN
Body sebuah candle yang lebih besar dari candle sebelumnya menunjukan
sebuah antusiasme. Maka ketika banyak trader yang berantusias membuka
posisi , ini akan menghasilkan sebuah tenaga untuk menggerakan market jadi
searah dengan jenis antusias itu. Apalagi tidak ada perlawanan, maka kita bisa
memprediksi candle yang akan terbentuk searah dengan candle yang membesar
.
3. CANDLESTICK PERLAMBATAN
Pada kondisi seperti ini kita harus siap siap membuka posisi balik arah, karena
market akan diambil alih oleh salah satu pihak.
4. CANDLESTICK PERCOBAAN BALIK ARAH
Pada posisi market yang jenuh akan ada pihak yang mencoba mengakhiri trend
yang terjadi, yang ingin membalik arah kan sebuah trend. Namun kadang kala
usaha itu diawali dengan sebuah test kondisi, yaitu mengetest apakah market
benar -benar bisa dibalik arahkan atau tidak. Ini ditandai dengan ekor candle
panjang yang berlawanan dengan arah trend yang sedang terjadi.
Bisa diibaratkan ketika semua orang menginginkan satu hal, namun ada satu
orang menginginkan hal yang berbeda, maka jika dilihat dari tenaganya, tenaga
satu orang ini sebenarnya kecil dan boleh dikatakan kosong, sehingga sangat
mudah untuk dikalahkan .
Kondisi konvergen candle ini bisa juga terjadi karena ada pihak-pihak tertentu
yang ingin mendapatkan harga yang terbaik, walaupun sudah tahu market akan
balik arah, namun tetap saja menariknya menjadi lebih tinggi atau lebih rendah
dulu untuk mendapatkan harga yang lebih baik, baru kemudian market dibalik
arahkan.
Pada kondisi seperti ini, kita lihat indikator lainnya, jika indikator lain menyatakan
konvergen juga, maka kita bisa membuka posisi yang berlawanan dengan trend
yang terjadi.
Itulah beberapa hal yang harus diketahui dari candlestik untuk menentukan
candlestick berikutnya.
Silahkan baca materi tenatng candlestik yang lainnya di website ini, karena
penjelasan cara membaca candestick itu tidak bisa hanya melalui satu halaman,
karena untuk membaca candlestick itu kita perlu menguasai pengetahuan
lainnya
ARUM
Ada alasannya kenapa candlestick menjadi acuan paling populer bagi beberapa
trader profesional. Refleksi pergerakan harga (price action) pada candlestick
cukup mendasar untuk dijadikan indikator dalam memprediksi perubahan harga.
Oleh karena itu, setiap trader sebaiknya tahu bagaimana cara membaca
candlestick.
Price action yang ditunjukkan candlestick begitu mendasar, hingga sah-sah saja
bila ada trader profesional mempreteli seluruh indikator lainnya, menyisakan
candlestick saja sebagai acuan.
Nah, jika Anda tertarik untuk belajar cara membaca candlestick dengan
tampilan bersih dan sederhana, mulailah dari memahami dasar-dasarnya terlebih
dahulu.
Candlestick Adalah Leading Indicator "Terbaik"
Silahkan bertanya pada sekian banyak trader profesional, dari pengalaman
mereka ber-trading mulai dari 0 sampai sekarang, suatu saat mereka pasti
dihadapkan dengan pertanyaan, "mana indikator terbaik? Apa metode terbaik?",
dan lain sebagainya. Pada suatu titik mereka akan mulai jenuh berputar-putar
dalam pencarian tadi dan justru mulai menghilangkan satu per satu variabel dan
alat bantu yang menurut mereka sudah tak relevan lagi.
Setelah dilucuti satu per satu, hanya satu indikator bertahan, yap, grafik harga
itu sendiri alias candlestick.
Bilah-bilah candlestick muncul sesuai interval time frame pilihan kita, misalnya
kita pilih H4, maka tiap 4 jam akan muncul satu bilah candlestik baru. Nah, dari
formasi bilah-bilah tersebut muncul pola-pola tertentu yang bisa kita gunakan
untuk memprediksi arah pasar.
Nah, dari panjangnya shadow tadi bisa kita bandingkan dengan body-nya
untuk mengetahui seberapa kuat salah satu pihak melawan pihak lain.
Misalnya pada setup pin bar, umumnya price action setup tersebut digunakan
untuk menandakan kontinuitas atau reversal suatu trend.
Pada pola di atas (pin bar) umumnya body memiliki shadow panjang bergerak
menjauh dari harga open, sedangkan harga close-nya bergerak tidak jauh dari
harga tersebut. Artinya, salah satu pihak (buyer atau seller) berusaha mendorong
harga naik atau turun namun dalam perjalanannya "kehabisan tenaga" untuk
meneruskan upaya karena tekanan dari pihak lawan, bisa terlihat dari harga
close yang tak mampu bergerak jauh.
Contoh kasusnya pada saat terjadinya uptrend, bullish pinbar digunakan sebagai
indikasi bahwa seller berada di bawah tekanan buyer, dengan kata lain harga
akan naik.
Berikutnya saat terjadi downtrend, bearish pinbar adalah penanda bahwa buyer
berada di bawah tekanan seller, atau harga akan turun kembali.
Contoh-contoh tadi hanya dasar dari cara membaca candlestick menurut para
trader profesional. Pada perkembangannya, terdapat juga pola-pola lain mulai
dari single bar pattern (satu bilah) sampai multiple bars pattern (lebih dari satu
bilah).