Anda di halaman 1dari 28

LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN

DI PT. ARUN NGL LHOKSEUMAWE

DI MAIN OFFICE PT. ARUN NGL


BLANG LANCANG – LHOKSEUMAWE
01 Juli - 29 Agustus 2014

RELATION AND LEGAL SECTIONS


PUBLIC AND GOVERNMENT SUB SECTION

Ditulis untuk Memenuhi Syarat Menyelesaikan


Pendidikan Program S1

Oleh
MULIADI
NIM: 100240016
FAKULTAS ILMU SOSIAL DAN ILMU POLITIK
JURUSAN ILMU KOMUNIKASI
UNIVERSITAS MALIKUSSALEH
2014

LEMBARAN PENGESAHAN
LAPORAN PRAKTIK KERJA LAPANGAN (PKL)

DI MAIN OFFICE PT. ARUN NGL


BLANG LANCANG – LHOKSEUMAWE
01 Juli - 29 Agustus 2014

RELATION AND LEGAL SECTION


PUBLIC AND GOVERNMENT SUB SECTION

Disetujui Oleh:

T. KAMAL MAHRUZAR
Mentor

Mengetahui:
T. EDDY SAFARI AMIRUDDIN AM, S.Sos
P&G Supervisor ED & CI Supervisor
KATA PENGANTAR

Puji dan syukur penulis ucapkan kehadirat Allah SWT yang telah
melimpahkan rahmat dan hidayah-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan
Program Praktek Industri di PT. Arun NGL. Program Praktek Industri tersebut
penulis lakukan sejak 01Juli s/d 29 Agustus 2014 di P & G Section. Shalawat
serta salam penulis sampaikan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad SAW,
yang mana telah membawa kita dari alam kebodohan kepada alam yang penuh
dengan ilmu pengetahuan.

Telah banyak hal yang penulis dapatkan selama menjalani Program


Praktek Industri di PT Arun NGL. Mulai dari pengalaman kerja (Etos kerja dan
Safety), Ilmu yang bermanfaat hingga rekan-rekan baru. Adapun tujuan dari
penyusunan laporan Kerja Praktek ini di buat untuk memenuhi persyaratan
menyusun laporan akhir di Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Malikussaleh.

Laporan ini di susun berdasarkan pelaksanaan Program On The Job


Training yang telah penulis ikuti oleh karena itu penulis menyampaikan ucapan
Terimakasih yang tiada terhingga khususnya kepada Ayahanda Tercinta
Muhammad Tayeb dan juga kepada Ibunda Tercinta Salbiah M.Adam yang selalu
memberikan motivasi serta doa dengan ketulusan dan keikhlasan dan juga kepada
anggota keluarga yang telah banyak memberi bantuan dan dukungan kepada
penulis. Serta kepada pihak-pihak yang telah membantu dalam pelaksanaan dan
pengerjaan laporan ini kepada:

1. Bapak Gusti Azis As selaku President Director PT Arun NGL


2. Bapak Del Yuzar selaku Vice President Director PT Arun NGL.
3. Bapak Hendra Afiat selaku Relation & Legal Manager
4. Bapak Amiruddin AM, S.Sos. selaku ED & CI Supervisor
5. Bapak T. Eddy Safari selaku P&G Supervisor

i
6. Bapak Kemal Muhruzar selaku mentor penulis yang telah memberikan
pengarahan dan membimbing penulis dalam menjalankan Program
Praktek Industri serta membantu penulis dalam menjawab permasalahan
yang penulis jumpai
7. Ibu Nur Asma Yacob, Training Center Officer
8. Seluruh Staff dan Karyawan P&G Section
9. Bapak Drs.H.Afridar –selaku Rektor Universitas Malikussaleh
10. Bapak Dedy Satria, S.sos.,Msi selaku ketua program studi ilmu
komunikasi
11. Ibu Ade Muana Husniati,S.sos.,Msi selaku Dosen Pembimbing di prodi
ilmu komunikasi
12. Bapak Kamaruddin,S.sos M.Si selaku Dosen Wali di program studi ilmu
komunikasi dan Seluruh rekan Magang dan On Job Training (OJT) selama
bulan Juli - Agustus 2014 yang telah membantu penulis menjalani
Program Praktek Industri di PT. Arun NGL
13. Seluruh rekan-rekan di kampus yang turut memberikan dukungan kepada
penulis dalam melaksanakan Program Praktek Industri di PT. Arun NGL

Akhir kata, penulis menyadari akan kekurangan yang terdapat di dalam


laporan ini. Untuk itu, kritik dan saran yang membangun sangat membantu
penulis untuk lebih baik lagi kedepannya. Semoga laporan ini dapat
berguna/bermanfaat bagi kita semua.

Lhokseumawe, 29 Agustus 2014

Penulis

Muliadi
100240016

ii
BAB I

PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang Praktik Kerja Lapangan

PT.Arun NGL yang berada di Lhokseumawe, Aceh adalah salah satu bukti
keberhasilan teknologi pencairan gas alam yang dimiliki oleh bangsa Indonesia.
Industri berbasis teknologi pencairan gas alam ini meliputi berbagai proses yang
menggunakan peralatan industri seperti kompresor gas, turbin, heatexchanger,
pompa, boiler dan alat-alat lainnya. Berbagai peralatan dan teknologi yang telah
dikembangkan oleh PT.ARUN NGL tersebut dioperasikan berdasarkan disiplin
ilmu.

Melalui pelaksanaan kerja praktek, penulis akan menempuh suatu langkah


awal mempelajari aktifitas langsung tentang penerapan teori-teori yang dipelajari
di kampus kedalam bentuk aplikasi di lapangan, khususnya pada sistem
komunikasi yang digunakan, sehingga nantinya penulis akan mendapatkan banyak
pengetahuan dalam memahami dan mengimplementasikan teori-teori tersebut
secara nyata.

Hal tersebut di atas didukung dengan meningkatnya kebutuhan akan sumber


daya manusia yang mempunyai keahlian, pengalaman dan kepekaan dalam
mengatasi dan menghadapi berbagai permasalahan dan tantangan yang terjadi di
dunia kerja. Berdasarkan hal tersebut maka kerja praktik akan sangat membantu
penulis dalam mengenal dan memberikan gambaran nyata sehingga penulis tidak
asing lagi ketika memasuki dunia kerja.

Di samping itu, praktek kerja lapangan yang dilaksanakan oleh penulis juga
merupakan salah satu syarat wajib yang harus dipenuhi oleh mahasiswa Jurusan
Ilmu Komuniasi dan dilakukan disuatu perusahaan yang berkaitan dengan
disiplin.Dalam hal ini penulis melaksanakan kerja praktik di PT.Arun NGL, Blang
Lancang, selama 2 bulan mulai dari tanggal 1 Juli s/d 29 Agustus 2014.

1
1.2 Tujuan Kerja Praktik

Adapun tujuan dari pelaksanaan kerja praktik ini adalah agar penulis dapat
melihat, mengetahui dan memahami secara langsung rangkaian proses yang ada
pada PT. Arun NGL, serta mengetahui bagaimana lingkungan kerja yang
sesungguhnya di perusahaan tersebut.

Di samping itu, pelaksanaan kerja praktek ini juga dimaksudkan untuk


memperkenalkan penulis tentang pentingnya keselamatan kerja (safety) dan
disiplin waktu dalam melaksanakan tugas, dimana pengalaman tersebut nantinya
akan menjadi bekal bagi mahasiswa di dunia kerja.

Namun demikian, hal yang terpenting dan sangat diharapkan adalah agar
penulis mampu mengaplikasikan ilmu-ilmu yang telah diperoleh mahasiswa pada
Jurusan Ilmu Komunikasi dalam menganalisa permasalahan yang terjadi di PT.
Arun NGL.

Pada akhirnya, pelaksanaan kerja praktik yang dilakukan oleh penulis ini
bertujuan untuk memenuhi persyaratan kerja praktik yang ada pada Universitas
Malikussaleh.

1.3 Manfaat Kerja Praktik

Kerja Praktek yang di laksanakan oleh Jurusan Ilmu komunikasi,


diharapkan dapat memberikan manfaat bagi instansi atau insitusi penerima
mahasiswa praktek,serta mahasiswa praktek itu sendiri. Adapun manfaatnya
adalah:

1.3.1 Bagi Mahasiswa :

a. Sebagai salah satu syarat dalam menyelesaikan Program Studi S1

b. Memperkenalkan kepada mahasiswa situasi dan kondisi kerja yang


sebenarnya

2
c. Sebagai alat ukur kemampuan diri, rasa tanggung jawab dan tingkat
kedisiplinan

d. Sarana perbandingan antara teori dengan praktek langsung di lapangan

e, Menambah pengetahuan, wawasan, keterampilan dan pengalaman


mahasiswa

f. Menumbuhkan rasa percaya diri dan kemampuan berkomunikasi serta


kerja sama

g. Dapat bertukar pengalaman dengan para karyawan dalam bekerja

1.3.2 Bagi Lembaga Universitas Malikussaleh

a. Dapat membina hubungan yang baik antara Universitas Malikussaleh


dan Perusahaan

b. Mengantisipasi kebutuhan tenaga kerja yang siap pakai sedini mungkin

c. Mengembangkan potensi sehingga mampu bersaing dalam dunia kerja

1.3.3 Bagi Perusahaan

Menciptakan dan mengembangkan mutu sumber daya manusia, yang


dalam hal ini mahasiswa, dengan membantu secara langsung proses
pelaksanaan Praktek Kerja Lapangan, sehingga mampu menjadi sumber
daya manusia yang handal dan sesuia dengan yang di butuhkan dalam
dunia kerja dan juga bisnis

1.4 Ruang Lingkup Kerja Praktik

Kerja praktik yang merupakan sarana pengenalan penulis akan


permasalahan nyata dari proses-proses yang ada di PT. Arun NGL.dan memiliki
ruang lingkup yang didasarkan pada survey dan diskusi dengan pembimbing.
Adapun ruang lingkup yang dimaksud mencakup sistem komunikasi yang
terdapat pada bagian Public and Government Relations PT. Arun LNG yang

3
sesuai dengan disiplin ilmu Komunikasi. Secara khusus, cakupan tersebut sesuai
dengan tugas khusus penulis, yaitu tentang Maintaining and Updating
Imformation On the Organisastion’s Website

1.5 Metode Penulisan

Adapun metode penulisan yang di lakukan adalah sebagai berikut:

a. Studi Perpustakaan

Penelitian kepustakaan merupakan penelitian yang dilakukan penulis


untuk mengambil data dengan membaca dan mempelajari buku-buku
yang erat kaitannya dengan pokok pembahasan laporan ini.

b. Studi langsung ke lapangan

Penelitian lapangan sebagai kelanjutan dari penelitian keputusan untuk


mendapatkan data-data yang konkrit,dalam penelitian ini penulis
menggunakan dua teknik, yaitu :

• Wawancara

Wawancara penulis lakukan berhubungan dengan pengumpulan data


yaitu berkomunikasi langsung dengan mereka yang bersangkutan
dalam permasalahan penulisan laporan ini.

• Observasi

Observasi yang penulis lakukan untuk menguatkan data yang


didapat melalui penelitian kepustakaan dan wawancara, melalui
observasi ini penulis dapat mengamati secara langsung apa yang
menjadi objek penelitian.

1.6 Sismatika Penulisan

Agar laporan praktek kerja lapangan ini sesuai dengan maksud dan
tujuan,penulis menata secara sistematis guna memperlancar dan

4
mempermudah penyelesaian penulis isi dari laporan ini. Adapun sistematika
penulisan isi dari laporan ini dapat di uraikan dalam 4 (empat) bab dengan
rincian sebagai berikut:

BAB I : PENDAHULUAN

Dalam bab ini merupakan awal dari laporan praktek kerja


lapangan, penulis menguraikan hal-hal yang berhubungan dengan
latar belakang kerja praktek,maksud dan tujuan kerja
praktek,serta sistematika penulisannya.

BAB II : GAMBARAN UMUM PT ARUN NGL

Pada bab ini,penulis menguraikan tentang sejara singkat


berdirinya PT Arun NGL, visi dan misi,dan struktur organisasi
beserta fungsinya.

BAB III : KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

Dalam bab ini, penulis menyajikan tempat penugasan atau area


kerja,aktivitas selama kerja praktek,masalah yang di hadapi serta
pemecahan masalahnya, dan pengalaman selama praktek kerja
lapangan.

BAB IV : PENUTUPAN

Dalam bab ini,penulis menguraikan kesimpulan dari tugas yang


di kerjakan selama Praktek Kerja Lapangan, dan memberikan
saran-saran yang kiranya bermanfaat bagi masa yang akan
datang.

5
BAB II

GAMBARAN UMUM PT ARUN NGL

2.1 Tinjauan Umum Perusahaan

Keberhasilan PT Arun selain telah terkenal luas sebagai perusahaan


penghasil gas alam terbesar juga memiliki reputasi dibidang keselamatan,
kehandalan kilang dan kemampuan Sumber Daya Manusianya. Berbagai
penghargaan bidang keselamatan kerja telah diterima dari dalam maupun luar
negeri, antara lain dari British Safety Council, National Safety Council USA,
American Petroleum Institute USA, Kementerian Tenaga Kerja & Transmigrasi
dan Kementerian Lingkungan Hidup (KLH). Tahun 2010 PT Arun NGL meraih
penghargaan lingkungan Proper hijau dari Dewan Proper Nasional dibawah
Koordinasi KLH.

Kilang LNG Arun memiliki tingkat kehandalan diatas 98% sehingga


menjadi salah satu kilang LNG terhandal di dunia. Dalam bidang pengembangan
SDM PT. Arun NGL sudah berhasil mendidik para pekerjanya menjadi Aset SDM
Nasional yang berharga, sehingga lebih dari 200 karyawan PT. Arun NGL kini
bekerja di industry Oil & Gas di berbagai Negara belahan dunia.

Sampai Akhir tahun 2010 PT Arun telah mengolah, memproduksi dan


mangapalkan LNG sebanyak 4.231 kapal setara dengan 235.445.987 ton dan
kondensat sebanyak 1.868 kapal atau 756.244.179 Barel. Sedangkan LPG
mencapai 14.5 juta ton dan berhenti produksi pada bulan Oktober 2000.

2.1.1 Sejarah Singkat PT. Arun NGL

Pada tahun 1971 Mobil Oil Inc. (sekarang Exxon Mobil Oil Indonesia)
menemukan sumur pertama cadangan gas alam di Desa Arun yang berlokasi ± 30
km di sebelah timur Lhokseumawe. Oleh karena itu, nama desa ini diabadikan
sebagai nama pabrik yang telah di kenal dunia international sebagai penghasil gas
alam cair terbesar, yaitu PT. Arun NGL. Pada saat itu diperkirakan cadangan gas

6
alam Arun dapat mensuplai 6 train plant LNG untuk 20 tahun. Atas kemampuan
ini, Pertamina dan Mobil Oil Indonesia Inc. Mulai mengembangkan program
produksi, pencairan, pengiriman dan penjualan LNG. PT. Arun NGL merupakan
suatu perusahaan yang berbentuk persero dengan pembagian saham operasi yaitu
Pertamina (55%), Mobil Oil Indonesia Inc. (30%) dan JILCO (Japan Indonesia
LNG Co. (15%)

Lokasi dari kilang gas alam PT. Arun NGL, dapat dilihat pada gambar
dibawah ini:

Gambar 2.1 Lokasi kilang PT.Arun NGL


2.1.2 Kilang LNG

Kilang LNG Arun meliputi daerah seluas 271 Ha, panjang 1,7 km dan 1,5
km. Dua buah pelabuhan untuk kapal tanker LNG adalah pelabuhan buatan yang
dikeruk sedalam 14 m, panjang 1200 m, lebar 350 m dengan jalan masuk sebesar
50 m.Sesampainya gas di unit 20, gas kemudian dialirkan ke unit selanjutnya
untuk diolah menjadi produk dengan kualitas yang dikehendaki.Gas diolah dan
dibersihkan dari senyawa – senyawa yang tidak dikehendaki, seperti Merkury
(Hg), senyawa – senyawa Sulfida dan Karbon Dioksida.Kemudian didapat 3 unsur

7
gas alam yang paling ringan, yaitu Metana, Ethana, dan sedikit Propana yang
dicairkan menjadi LNG.

2.1.3 Perkembangan PT. Arun NGL

Kilang Arun berada di daerah seluas 92,5 km2. Hingga saat ini PT. Arun
NGL sudah memiliki 6 train pencairan gas alam dengna produksi 57.000 m3/
hari LNG, tetapi sekarang hanya 1 train yang masih beroperasi yaitu train 5,
sedangkan train 4 hanya melakukan sirkulasi.Train-train ini dilengkapi dengan
unit-unit pemisahan gas dan kondesat, pemurnian gas, pencairan, storage serta
dibantu dengan unit-unit penunjang (utilities).

Keenam train ini dibangun secara bertahap. Tahapan pembangunan operasi


masing-masing train dibagi tiga, yaitu:

a. Arun Project I
Proyek ini meliputi pembangunan train 1, 2 dan 3 yang dibangun oleh
kotraktor utama Bechtel Inc. Yang dimulai pada tahun 1974 dan selesai akhir
tahun 1978. Pengapalan pertama proyek LNG ditujukan ke Jepang bagian barat
yang dilakukan pada tanggal 4 Oktober 1978.

b. Arun Project II
Proyek ini merupakan pengembangan dari Arun project I yang meliputi
pembangunan train 4 dan 5 yang dilakukan oleh kontraktor utama Chiyoda
Chemical Engineering Corp. bekerjasama dengan Mitsubishi Corp. dan PT.
Purna Bina Indonesia. Proyek mulai dikontruksi awal bulan Februari 1982 dan
selesai pada akhir tahun 1983. Pada Desember 1983 dilakukan pengapalan LNG
ke Jepang bagian barat.

8
c. Arun Project III
Proyek ini juga merupakan pengembangan dari proyek-proyek
sebelumnya. Proyek ini membangun train 6 yang dilakukan oleh kontraktor
utama JGC Group. Kontruksi dimulai awal November 1984 dan slesai
November 1986. Ini merupakan realisasi kontrak jual dengan Korea Selatan.
Tanggal 21 Oktober 1986, pengapalan LNG pertama ke Korea Selatan.

Pada awal beroperasinya, kilang Arun hanya memproduksi LNG yang


mengandung komponen dominan metana (CH4) dan sedikit etana (C2H6) serta
fraksi berat lainnya yang dimanfaatkan sebagai media pendingin kilang, juga
menghasilkan kondesat yang merupakan hasil sampingan dari pengolahan fraksi
berat pada gas alam yang meliputi proses dalam produksi LNG.

Sebagai langkah perluasan produksi dan pengembangan usaha, PT. Arun


NGL melakukan diversifikasi produk dengan memanfaatkan unsur-unsur
propana dan butana yang mempunyai nilai lebih tinggi dibandingkan dengan
nilai jual kondensat yang merupakan hasil penggabungan kedua unsur tersebut,
sehingga diharapkan dapat menambah devisa negara disamping produksi utama.
Kemudian dilakukan studi dan penelitian terhadap kilang dan komposisi gas
alam agar diversifikasi produk yang dilakukan tidak menggangu mutu dan
jumlah produksi LNG serta suplai media pendingin untuk kilang. Dengan hasil
penelitiaan yang positif maka dibuatlah master plant pembangunan kilang LPG
antara pertamina dengan para konsumen dari Jepang pada tanggal 15 Juli 1986.

Pembangunan kilang LPG dimulai pada tanggal 24 Februari 1987


berdasarkan kontrak yang telah disepakati Pertamina dengan JGC sebagai
kontraktor utama di bawah supervisi PLLP (Pertamina LNG-LPG Project) dan
pembangunannya tetap berdampingan dengna kilang LNG yang sudah ada,
dimana pembangunan dilakukan dalam 3 tahap. Pembangunan tahap pertama
dimulai akhir Februari 1987 dan selesai bulan Maret 1988. Tahap kedua selesai

9
bulan Oktober 1988 dan tahap ketiga selesai bulan pada bulan Desember 1988.
Pengapalan pertama produk LPG dilakukan pada tanggal 2 Agustus 1988 ke
negara tujuan Jepang. Namun sejak tahun 1999, PT. Arun tidak lagi
memproduksi LPG, disebabkan karena jumlah cadangan gas alam yang semakin
menurun. Sebagi upaya mempertahankan produksi maka diupayakan pencarian
sumber gas baru seperti Pase dan Sulfur Recovery Unit(SRU).

Salah satu sumber gas alam baru tersebut adalah sumber gas alam lepas
pantai di ladang North Sumateta Offshore (SRU) yang terletak di Selat Malaka ±
107,6 km (68 mil) dari lokasi kilang Arun Blang-Lancang. Ladang gas alam
SRU memiliki luas wilayah sebesar 27500 ha dan berada pada kedalaman laut ±
350 ft (106,68 m).

Pada tahun 1998 dilakukan proyek pembangunan SRU “A“ yang meliputi
unit pengolahan gas guna memenuhi spesifikasi bahan baku yang sesuai dengan
persyaratan proses pencairan gas alam yang sudah ada di kilang Arun. Fasilitas
ini dibangun untuk mengolah 450 MMSCFD gas alam dari platform offshore
sebagai tambahan bahan baku gas alam dari ladang Arun di Lhoksukon yang
semakin berkurang.

Komposisi gas alam dari SRU mengandung kadar CO2 dan H2S yang
sangat tinggi masing-masing sekitar 33% CO2 dan 1,5% H2S. Mengingat kadar
H2S yang sangat tinggi dalam gas umpan dari ladang SRU maka perlu
digunakan teknologi terbaik yang tersedia saat ini dan biasa disebut Best
Available Control Technology (BACT) agar tidak menimbulkan pencemaran
bagi Lingkungan.

2.1.4 Oirentasi LNG Plant Site

Setiap train pencairan gas alam mampu mengelola 282 MMscf/d gas untuk
menghasilkan 26.000 m³/hari LNG 100% kapasitas desain. Pabrik dilengkapi

10
dengan 2 buah dermaga pemuatan LNG untuk kapasitas kapal 95.000 death
weight ton (DWT), dibuat pada kedalaman 14 m yang diukur pada saat air surut
sehingga dapat dimasuki kapal-kapal LNG ataupun LPG. Sedangkan untuk
kondensat dilengkapi dengan 2 buah sarana pemuatan , yaitu:

 Single Point Mooring (SPM) untuk kapasitas kapal 40.000 - 280.000 DWT
 Multi Bouy Mooring (MBM) untuk kapasitas kapal 30.000 - 100.000
DWT
LNG yang dihasilkan PT. Arun NGL sampai saat ini di ekspor ke Korea
Selatan dan Jepang. Di negara tersebut, LNG diubah menjadi gas dengan sistem
pemanasan air laut yang kemudian digunakan untuk bahan bakar industri -
industri berat dan untuk keperluan rumah tangga. Keuntungan atau kelebihan dari
pada LNG ini adalah sebagai berikut :

 Sifatnya yang hampir tidak menimbulkan polusi udara


 Tidak beracun, aman
 Beratnya lebih ringan dari air dan udara
 Mempunyai nilai bakar yang tinggi
Sejak dioperasikannya kilang gas alam PT. Arun NGL pada tahun 1987,
gas alam yang dihasilkannya mengandung unsur-unsur hidrokarbon yang
kemudian diproses menjadi gas cair (CH4) dan etana (C2H6). Sedangkan unsur -
unsur yang lebih berat digunakan sebagai Refrigerant di kilang dan sebagian
lainnya kembali ke dalam proses untuk dibentuk menjadi LNG atau kondensat.
Kondensat yang dihasilkan tersebut di ekspor ke Jepang, Singapura, Australia,
Selandia Baru, dan sebagian ke arah pantai barat Amerika.

2.2 Struktur Organisasi PT. Arun NGL

PT. Arun NGL pada saat ini masih dalam proses perubahan yakni proses
restrukturisasi organisasi melalui Work Process Re-engineering. Pada saat ini
kegiatan program perubahan itu memasuki fase pemeliharaan dan pemantapan.
Pelaksanaan perubahan terhadap organisasi yang lama melibatkan pihak-pihak
yang terkait seperti Cambridge Management Consulting, Manager dan

11
Superintendent, dan Task Force. Sebelum organisasi baru dikembangkan,
mereka menetapkan prinsip-prinsip pengembangan oragnisasi baru. Berdasarkan
prinsip tersebut dan penyederhanaan proses kerja, organisasi PT. Arun NGL
yang baru dikembangkan.

Pimpinan tertinggi organisasi PT. Arun NGL adalah President Director


(PD) yang berkantor di Jakarta. Untuk Plant site dipimpin oleh Vice President
Director (VPD) yang bertangungjawab kepada PD. VPD PT. Arun NGL
membawahi:
 Divisi Operation & Maintenance
 Divisi General Service
 Seksi Human Resource
 Seksi Public Relation and Legal
 Seksi Finance and Accounting
 Seksi General Auditor

2.2.1 Divisi Operation & Maintenance

Divisi ini bertugas untuk mengelola gas alam menjadi gas alam cair
(LNG), merencanakan produk LNG serta kondensat, menyimpan LNG dan
kondensat, serta mengapalkan LNG hingga ke Negara tujuan dan juga mencegah
terjadinya kerugian bagi perusahaan. Divisi ini membawahi 4 seksi, yaitu :

1. Seksi LNG Process


2. Seksi Sulfur Recovery Unit
3. Seksi Offshore Plot & Marine
4. Seksi Fire & Safety Health Enviromental

12
2.2.2 Divisi General Service

Bertanggung jawab untuk melakukan pemeliharaan sarana dan prasarana


kerja yang terkait dengan pemrosesan gas alam cair (LNG). Divisi ini membawahi
4 seksi, yaitu :
1. Seksi Facilities Support and Security (FSS)
2. Seksi Information Technology (IT)
3. Seksi Supply & Chain
4. Seksi Technical and Engineering Service (T & ES)

2.2.3 Seksi Human Resource

Seksi ini bertugas menangani hal-hal yang berhubungan dengan orang


pegawai seperti dalam bidang kepegawaian, fasilitas, sarana, dan juga prasarana
kerja. Divisi ini bertugas untuk mendukung pelaksanaan tugas divisi lain dengan
menyediakan sumber daya yang diperlukan.

2.2.4 Seksi Public Relation &Legal

Seksi ini bertugas menangani hal-hal yang berhubungan dengan


kepentingan masyarakat. Seksi ini mengkomunikasikan kebijakan dan kegiatan
PT. Arun NGL kepada masyarakat melalui media cetak dan elektronik. Seksi ini
juga bertugas menangani tamu-tamu perusahaan yang datang berkunjung ke PT.
Arun NGL.

2.3 Tugas-tugas Public and Government

Tugas yang dilaksanakan oleh seksi ini adalah :

1. Merencanakan, mengembangkan, menerapkan, stategi humas;


2. Mengidentifikasi, menganalisa, menulis, dan mendistribusikan, press
releases untuk media
3. Menganalisa dan mengulas media;
4. Menulis dan mengedit majalah, bulletin, dan artikel perusahaan;

13
5. Mengatur dan mengupdate informasi pada web perusahaan;
6. Mengkoordinir acara perusahaan;

2.4 Struktur Organisasi pada PT Arun LNG

Maka dengan demikian Struktur Organisasi pada PT Arun adalah seperti


gambar di bawah ini

PRESIDENT
DIRECTOR

VICE PRESIDENT
DIRECTOR

DIVISION - II DIVISION - III


DIVISION - I PLANT OPERATION SERVICE &
PRODUCTION
MANAGER SUPPORT DEVELOPMENT
MANAGER MANAGER

LNG-NSO S/L & Shipping Utilities FSHE Finance & General CIT Public
Continuous Improvement
Superintendent Superintendent Superintendent Superintendent Accounting Auditor Team Relation

Operation Shift
Superintendent

Condy Plant
LNG & Condy S, W, A, N Fire
LNG Plant
Storage & Loading & Safety
LPG Plant
Marine/Shipping Power Generation Health Envir.
NSO Plant
Draw by: Mardizon

Gambar 2.2 Struktur Organisasi PT Arun

14
2.5 Produk Yang Dihasilkan
Kondensat yang dihasilkan diekspor ke sebagian besar Amerika Pantai
barat, Jepang, Singapura, dan New Zealand melalui pelabuhan.MBM (Multi Boui
Mooring), yang dapat menampung tanker berkapasitas 100.000 ton bobot mati.
LNG diangkat ke terminal pembeli di Jepang dengan menggunakan kapal tanker
yang dibuat khusus untuk pengangkutan LNG. Kapal tanker ini diperoleh
Pertamina dari Burma Gas Transport Ltd, atas dasar kontrak selama 10 tahun.
Kapal – kapal ini dibuat oleh Quicy Ship Building di Quicy.LPG adalah singkatan
dari Liquified P Gas, yang artinya gas dari hasil penyulingan Crude Oil yang
dicairkan.LPG ini diproduksi dengan pertimbangan untuk memanfaatkan unsur –
unsur Propana dan Butana sebagai unsur yang mempunyai nilai yang lebih tinggi
dibandingkan dengan apabila unsur tersebut digabung kembali sebagai
kondensat.LPG umumnya diekspor ke Jepang dengan kesepakatan Pertamina
pada tanggal 15 juli 1986.

2.6 Visi, Misi, dan Nilai PT Arun NGL

Visi PT Arun adalah konsisten sebagai pabrik NGL yang terpercaya dan
efektif dalam penggunaan biaya dan pengembangan kualitas smber daya.

Misi PT Arun adalah Memproduksi LNG secara aman, terpercaya, dan


ramah lingkungan untuk memuaskan pemilik, pelanggan, dan karyawan serta juga
masyarakat.

Nilai Untuk membawa misi menjadi kenyataan, PT Arun berkomitmen


untuk mematuhi hukum, Peraturan, prosedur operasi standard dan etika. Menjaga
lingkungan, mendukung upaya pengembangan masyarakat yang aman, nyaman,
dan sehat. Serta menciptakan linkungan kerja yang menyediakan:

1. Safety
2. Care
3. Creative
4. Complaint

15
5. Teamwork
6. Integrity
7. Excellent
8. Intention
9. Nationalism

2.7 Kegiatan Umum PT Arun NGL


PT Arun NGL menghasilkan NGL yang di ekspor ke Negara Jepang dan
Korea Selatan.di negaran konsumen tersebut NGL diubh menjadi gas dengan
sistem pemanasan air laut yang kemudian di gunakan untuk bahan bakar industri-
industri berta seperti kebutuhan rumah tangga. Keuntungan atau kelebihan
daripada gas ini adalah karena sifatnya hampir tidak menimbullkan polusi udara,
tidak beracun, aman dan beratnya lebih ringan dari air,udara, serta mempunyai
nilai bakar yang tinggi.

Sejak dioperasikannya kilang gas alam PT Arun NGL pada tahun


1977,produk utama yang di hasilkan adalah gas alam yang ini mengandung unsur
unsur hidrokarbon yang kemudian di proses menjadi gas cair (CH4) dan
Etana(C2H2), sedangkan unsure-unsur yang lebih berat di gunakan sebagai
Refrigerant di kilang dan sebagian kembali ke proses untuk di bentuk menjadi
LNG atau Kondesat. Kondensat yang di hasilkan tersebut diekspor ke Jepang,
Singapura, Selandia Baru dan sebagian kearah Pantai Barat Amerika.

2. 8 Kondisi PT. Arun NGL Saat Ini

PT. Arun NGL merupakan suatu perusahaan yang mengelola gas alam cair
(LNG) dan juga kondensat sebagai produk sampingan. LNG (Liquified Natural
Gas) berarti gas alam yang dicairkan. Prinsip utama dari pencairan gas alam ini
adalah menurunkan suhu gas dari 32oC menjadi 160 oC dengan proses
pendinginan dan ekspansi pada temperatur yang rendah sekali yang disebut
dengan cryogenic temperatur yaitu -160 oC pada tekan 1 atm.

16
Tujuan dari pencairan ini adalah untuk mempertinggi efisiensi
pengangkutan dan penyimpanan karena volume gas sebelum dan sesudah
dicairkan adalah 630 : 1 artinya kita akan mendapatkan 1 cu.ft LNG jika kita
mencairkan gas alam sebanyak 630 cu.ft. batasan komposisi LNG itu didominasi
oleh metana dan sedikit etana serta propana.

Disamping memproduksi LNG sebagai produk utama, PT. Arun NGL juga
menghasilkan kondensat sebagai produk sampingan yang berupa fraksi-fraksi
hidrokarbon yang terikut bersama dengna gas alam dari sumbernya yaitu ladang
gas Arun. Kondensat yang diproduksi harus mempunyai persyaratan dan
spesifikasi yang telah ditentukan yaitu RVP (Rate Vapor Pressure) maksimum 13
psi pada temperatur 100 oF dengan specific gravity 0,760 (54oAPI).

Dari enam buah train yang dimiliki oleh PT. Arun NGL, saat ini hanya dua
train saja yang beroperasi yaitu train 4 dan train 5. Sedangkan train 1, train 2, train
3 dan train 6 tidak beroperasi lagi karena sumber cadangan gas alam dari ladang
PT. Arun semakin berkurang dan untuk penghematan bahan bakar dan
memperkecil biaya produksi. Train yang masih beroperasi secara maksimal adalah
train 5 sedangkan train 4 hanya sebagai sirkulasi. Hasil produksi dari train 5
adalah 4.212,07 BTU/M3.

17
BAB III

KEGIATAN DAN PEMBAHASAN

3.1 Tempat Penugasan atau Area Kerja

Kegiatan Program Praktek Industri dilaksanakan di PT Arun NGL Plant


yang beralamatkan di Jalan Banda Aceh–Medan Blang Lancang,
Lhokseumawe.selama kegiatan Program Praktek Industri, penulis di tempatkan
pada Public and Government Relations.

3.2 Aktivitas Selama Kerja Praktek

Kegiatan yang dilakukan penulis selama Program Praktek Industri yang


berlangsung di Public and Government Relations yaitu, membantu mengarsipkan
surat menyurat, baik itu surat masuk maupun surat keluar dari perusahaan dan
penulis juga diperkenalkan untuk memahami peraturan yang berlaku di
peruasahaan.

3.2.1 Mengikuti General PT Arun NGL Orientation

Pada hari pertama seluruh peserta OJT dan Magang mengikuti kegiatan
General di PT Arun NGL. Dimana para peserta dipersilahkan mengisi biodata dan
menyerahkan syarat-syarat yang diminta oleh perusahaan untuk dapat masuk ke
PT Arun NGL. Kemudian peserta diberikan pejelasan secara umum tentang
sejarah dan perkembangan PT Arun. Dan langkah kedepan adalah memberikan
pelayana yang lebih baik lagi kepada masyarakat,khususnya kepada masyarakat
desa binaan PT Arun NGL.

3.2.2 Mengikuti Safety Orientation

Peserta mendapatkan arahan tentang betapa pentingnya safety di PT Arun


NGL mengingat belum pernah tercatatnya rekor kecelakaan kerja di PT Arun
NGL selama ini dan agar peserta dapat menjaga keselamatan diri sendiri serta
orang lain selama melakukan Magang dan OJT di PT Arun.

18
3.2.3 Pengarsipan
Mengarsip adalah proses penyimpanan surat-surat dan dokumen
agar mudah dalam bekerja. Sehingga surat-surat dan dokumen tersebut
dapat mudah dan cepat ditemukan apabila sewaktu-waktu diperlukan. Pada
proses ini penulis mengarsipan seperti payment dan travel request, dll.

3.2.4 Penerimaan Telepon Masuk


Perusahaan tidak terlepas dari kumonikasi jarak jauh. Dalam hal ini
pemakaian telepon sangat diperlukan. Pada PT Arun penggunaan telepon
dibagi atas dua bagian, yaitu:
 Telepon Internal
Efisiensi kerja sangat diperlukan pada setiap perusahaan.
Pegawai tidak harus keluar dari ruang kerjanya untuk
menyampaikan pesan ke bagian lain tetapi dapat menggunakan
fasilitas telepon-telepon internal yang terdapat pada setiap ruang
kerja di PT Arun. Telepon internal terdiri dari empat angka, atau
disebut dengan nomor ekstension sehingga pegawai dapat denga
cepat menerima dan menyampaikan informasi penting.
 Telepon Eksternal
Telepon eksternal digunakan untuk mengadakan hubungan
komunikasi dengan pihak luar perusahaan. Untuk komunikasi ke
luar perusahaan terlebih dahulu menggunakan bantuan operator
dan menyebutkan nomor telepon yang dituju. Penggunaan
telepon harus dilakukan secara efisien bagi kepentingan
pekerjaan keperluan darurat lainnya.

19
3.2.5. Mengupdate Informasi Perusahaan

 Internal Perusahaan
Berita–berita yang sumber datannya berasal dari perusahaan seperti: event-
event yang dilaksanakan oleh perusahaan. Nantinya dari event tersebut
dijadikan berita untuk diunduh ke web, dan buletin bulanan perusahaan.
 Eksternal
Berita-berita yang bersumber dari media luar, seperti Serambi Indobesia,
dll. Berita-berita tersebut akan diseleksi lebih dulu sebelum dinaikkan ke
web perusahaan.

3.2.6. Mengorganisir Event

Kegitan ini merupakan salah satu rutinitas yang dilakukan oleh perusahaan
untuk menjaga hubungan baik perusahaan dengan masyarakat, dengan kata lain
PT Arun.NGL, sangat peduli dan antusias dalam menyelenggara suatu event
tersebut, baik itu dalam internal perusahaan maupun eksternal perusahaan, yaitu
sebagai berikut:

 Internal:
-Yaitu melakukan buka puasa bareng antara atasan dan seluruh
karyawannya.
-Femly cettering
 Eksternal:
-Melakukan sunatan missal untuk desa binaan dan lingkungan sekitarnya.
-Melakukan pembagian paket ramadhan untuk desa binaan

-Melakukan pemberian biayasiswa kepada masysrakat miskin, dll.

3.2.7. Hambatan-Hambatan Selama Praktek

Ketika melaksanakan Praktek Kerja Lapangan, sebenarnya penulis tidak


mengalami kesulitan pada saat menjalankan tanggungjawab dengan tugas yang di
berikan oleh mentor, karena para mentor selalu membimbing penulis terlebih

20
dahulu sebelum tugas di berikan, sehingga penulis dapat menyelesaikan tugas
dengan baik. Namun demikian ada beberapa hambatan yang penulis alami,
adapun hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut:

1. Pelajaran teori yang penulis dapatkan didalam perkuliahan ada


beberapa perbedaan dengan praktiknya sehingga penulis harus
beradaptasi terlebh dahulu dengan tugas yang di berikan, namun
semua dapat diatasi dengan bimbingan mentor yang setiap
harinya memberikan ilmu serta pengarahan sehingga kesulitan
yang penulis alami dapat di atasi .
2. Waktu yang di berikan untuk On The Job Training terlalu singkat,
sehingga penulis tidak begitu maksimal mendapatkan ilmu yang
baru dari tempat Praktik Kerja Lapangan.

21
BAB VI

PENUTUP

4.1 Kesimpulan

Setelah melaksanakan Program Praktek Lapangan (PKL) selama 2 bulan di


PT Arun NGL bagian Public and Gevemment Relations, penulis dapat mengambil
kesimpulan sebagai berikut :

1. PT Arun NGL menghasilkan LNG yang di ekspor ke Negara Jepang


dan Korea Selatan. Di Negara konsumen tersebut LNG diubah menjadi
gas dengan sistem pemanasan air laut yang kemudian digunakan untuk
bahan bakar industri-industri berat yang digunakan untuk keperluan
rumah tangga.
2. PT. Arun NGL merupakan perusahaan patungan antara tiga perusahaan
besar yaitu Pertamina, Mobil Oil Indonesia dan JILCO yang kegiatan
utamanya adalah mengelola gas alam menjadi gas alam cair.
3. PT Arun NGL merupakan perusahaan Go Internasional yang dalam
pengolahan data dan imformasi melalui sistem komunkasi
menggunakan Program Sistem Aplication Product in Data Processing
(SAP) yang di buat oleh Negara Jerman. program ini digunakan karena
memudahkan dalam memproses data berkomuniksi menjadi lebih
baik,cepat,tepat dan akurat.
4. Struktur organisasi yang di susun oleh perusahaan sangat baik karena
struktur yang dibuat telah memisahkan tugas, wewenang serta tanggung
jawab secara fungsional antara atasan dengan bawahan .
5. Bagian Public and govemment Relations memilik bagian khusus dalam
menangani masalah media relation.
6. Dengan kedisiplinan dan keselamatan kerja yang selalu diterapkan
perusahaan kepada seluruh karyawan dapat membuat keadaan kerja
semakin nyaman

22
7. Dengan adanya interaksi antara karyawan dan mahasiswa/i PKL
membuat mahasiswa/i PKL lebih mengenal bagaimana keadaan kerja
yang sebenarnya

4.2 Saran-saran

Untuk meningkatkan kualitas dalam pelaksanaan praktek kerja lapangan


pada masa yang akan datang dan sebagai bahan pertimbangan bagi kita semua,
penulis memberikan beberapa saran demi kemajuan kita bersama antara lain :

1. Pihak perusahaan hendaknya memberikan kepercayaan yang lebih besar


bagi mahasiswa/i yang melaksanakan praktek agar mahasiswa tersebut
dapat mengembangkan kemampuannya secara maksimal.
2. Pihak perusahaan hendaknya meluangkan waktu untuk dapat membantu
dalam mengarahkan mahasiswa/i yang sedang menjalankan praktik
kerja lapangan.
3. Pihak perusahaan dapat bekerja sama dengan mahasiswa/i sehingga
memungkinkan penerimaan mahasiswa/i yang akan melaksanakan
praktik kerja lapangan dalam waktu yang akan datang.
4. Pihak Perusahaan lebih meningkatkan pelayanan terhadap masyarakat
sekitar, sehingga masyarakat tidak merasa dirugikan dengan adanya PT
Arun. Namun mereka dapat merasakan keuntungan dan kenyamanan,
seperti dengan meningkatkan pemberian Beasiswa bagi pelajar kurang
mampu dalam ekonomi akan tetapi memiliki semangat tinggi dalam
meraih prestasi untuk kemajuan Aceh serta meningkatkan kesempatan
bagi masyarakat sekitar yang ingin menuangkan ilmunya di PT Arun
NGL.

23