Anda di halaman 1dari 5

KEPUTUSAN

KEPALA KLINIK AISIYAH SEWUGALUR


Nomor :005/KAKLIN/IX/2018

TENTANG
KEBIJAKAN PERENCANAAN, AKSES, DAN EVALUASI KLINIK AISIYAH
SEWUGALUR

KEPALA KLINIK AISIYAH SEWUGALUR

Menimbang : a. bahwa agar penyelenggaraan pelayanan Klinik sesuai dengan


kebutuhan masyarakat, maka perlu disusun perencanaan Klinik
berdasarkan analisis kesehatan masyarakat;
b. bahwa agar masyarakat mudah mendapatkan akses terhadap
pelayanan, informasi, dan memberikan umpan balik, maka perlu
disusun kebijakan akses masyarakat terhadap Klinik;
c. bahwa agar kinerja Klinik dapat ditingkatkan secara
berkesinambungan, maka perlu disusun kebijakan evaluasi Klinik
dengan indicator-indikator kinerja yang jelas;

Mengingat : 1. Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 36 Tahun 2009 tentang


Kesehatan (Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2009
Nomor 144, Tambahan Lembaran Negara Republik Indonesia
Nomor 5063);
2. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 9 tahun
2014, tentang Klinik;
3. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 46 tahun
2015, tentang Akreditasi Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama;
4. Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 43 tahun
2016 tentang Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan di
Kabupaten/Kota;
MEMUTUSKAN

Menetapkan : KEPUTUSAN KEPALA KLINIK TENTANG KEBIJAKAN


PERENCANAAN, AKSES, DAN EVALUASI KLINIK ABCD.

Kesatu : Kebijakan perencanaan, akses, dan evaluasi


Klinik sebagaimana tercantum dalam Lampiran merupakan bagian
yang tidak terpisahkan dari surat keputusan ini.

Kedua : Surat keputusan ini berlaku sejak tanggal


ditetapkan dengan ketentuan apabila dikemudian hari terdapat
kekeliruan akan diadakan perbaikan/perubahan sebagaimana
mestinya.

Ditetapkan di : …………………
pada tanggal : 1 Januari 2019
KEPALA KLINIK AISIYAH
SEWUGALUR,

dr. Aji Bagus Widyantara, MMR

SIP. 503/506/I/2017
LAMPIRAN KEPUTUSAN
KEPALA KLINIK
NOMOR…….
TENTANG :
PERENCANAAN, AKSES,
DAN EVALUASI

A. PERENCANAAN KLINIK.
1. Jenis-jenis pelayanan yang disediakan oleh klinik harus disusun sesuai
dengan prioritas kebutuhan masyarakat
2. Jenis pelayanan dan informasi tentang pelayanan wajib disediakan bagi
masyarakat
3. Perencanaan klinik harus disusun berdasarkan analsis kebutuhan
masyarakat dengan melibatkan pihak terkait, dan sesuai dengan visi, misi,
fungsi dan tugas pokok Klinik
4. Klinik wajib menjalin komunikasi dengan masyarakat
5. Upaya untuk menjalin komunikasi dengan masyarakat dilakukan dengan
cara:
a. Untuk menyampaikan informasi dilakukan melalui: leaflet, papan
pengumuman, audiovisual
b. Untuk mendapatkan umpan balik dari masyarakat, melalui: kotak saran,
sms, telpon, facebook, survei kepuasan dan kebutuhan masyarakat.
6. Analisis kebutuhan masyarakat dilakukan melalui pertemuan dengan tokoh
masyarakat, pihak terkait, analisis data kesakitan, data kematian, analisis
data surveilans, capaian kinerja pelayanan UKP.
7. Rencana klinik disusun dalam bentuk rencana lima tahunan/renstra, RBA,
dan rencana pelaksanaan kegiatan
8. Rencana Klinik merupakan perencanaan yang terintegrasi untuk pelayanan
UKP
9. Berdasarkan hasil analisis kebutuhan masyarakat, hasil monitoring capaian
kinerja dalam pelaksanaan pelayanan, atau jika terjadi perubahan
peraturan/kebijakan pemerintah, rencana klinik dapat ditinjau kembali dan
diperbaiki (revisi). Peninjauan dan revisi dilakukan melalui pertemuan
bulanan klinik
10. Kepala Klinik wajib melakukan monitoring pelaksanaan kegiatan klinik.
11. Monitoring dilakukan melalui memeriksa laporan, pertemuan bulanan, dan
supevisi pelaksanaan kegiatan.

B. AKSES MASYARAKAT TERHADAP KLINIK.


1. Informasi tentang jenis-jenis pelayanan yang disediakan klinik wajib
disediakan bagi masyarakat.
2. Informasi tengang tujuan, sasaran, tugas pokok, fungsi, dan kegiatan Klinik
wajib disamaikan pada masyarakat, lintas sektor, dan lintas program
3. Komunikasi dengan masyarakat , termasuk akses untuk menyampaikan
umpan balik, dilaksanakan dengan cara tertulis maupun dengan cara lisan
(verbal). Komunikasi tertulis dilakukan melalui: SMS, ketersediaan kotak
saran, pengumuman, flyer, sedangkan komunikasi lisan dilakukan melalui
media: telpon, temu muka dengan masyarakat, menyampaikan secara
langsung, dsb
4. Penjadualan kegiatan klinik harus disepakati bersama antar pelaksana
kegiatan dan dengan masyarakat.
5. Penjadualan UKP ditetapkan oleh klinik, dan jika ada usulan dari
masyarakat untuk perubahan jam, usulan tersebut dibahas dalam peremuan
6. Penjadualan kegiatan UKP dilakukan dengan kesepakatan dengan
perwakilan pasien dan pihak terkait, dilakukan melalui pertemuan atau
melalui telpon/sms.
7. Keluhan dan umpan balik masyarakat wajib ditindak lanjuti
8. Tindak lanjut terhadap keluhan dan umpan balik wajib dievaluasi
9. Seluruh karyawan wajib mematuhi peraturan tata tertib, peraturan internal,
dan standar operasional prosedur ketika melaksanakan pelayanan
10. Koordinasi dalam pelaksanaan kegiatan klinik dilakukan melalui pertemuan
lintas program maupun pihak terkait
C. EVALUASI KINERJA KLINIK
1. Kinerja Klinik wajib dimonitor dan dievaluasi baik oleh Kepala Klinik
maupun Penanggung jawab Klinik
2. Penilaian kinerja dilakukan terhadap semua jenis pelayanan yang ada di
Klinik, baik kinerja manajerial maupun kinerja pelayanan UKP
3. Monitoring kinerja dilakukan secara periodik tiap bulan
4. Evaluasi kinerja dilakukan tiap tribulan, semester, pada rapat tinjauan
manajemen, dan tiap tahun
5. Monitoring dilakukan dengan cara pertemuan bulanan dan laporan kinerja
bulanan
6. Evaluasi dilakukan melalui pertemuan tribulan, pertemuan semester,
pertemuan tinjauan manajemen, dan evaluasi tahunan,
7. Evaluasi juga dilakukan melalui laporan tribulan, laporan semester, dan
laporan tahunan.
8. Monitoring dan penilaian kinerja tiap-tiap unit pelayanan UKP dilakukan
melalui rapat oleh masing-masing unit pelayanan ataupun penanggung
jawab klinik.
9. Hasil monitoring dan penilaian kinerja harus diumpan balikkan pada pihak-
pihak terkait (Catatan: bisa hard copy atau soft copy lewat email)
10. Hasil analisis kinerja dibandingkan dengan standar.
11. Hasil monitoring dan evaluasi kinerja harus ditindak lanjuti dalam bentuk
perbaikan
12. Hasil monitoring dan penilaian kinerja wajib dilaporkan ke pada pemilik
dan Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota