Anda di halaman 1dari 18

BAB I

PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Tujuan pembangunan kesehatan menuju Indonesia Sehat (2015-2025)
adalah meningkatkan kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup bagi setiap
orang agar terwujud derajat kesehatan masyarakat yang optimal. Ada beberapa
faktor yang mempengaruhi derajat kesehatan masyarakat diantaranya tingkat
ekonomi, pendidikan, keadaan lingkungan, kesehatan dan budaya sosial.
Menurut Hendrik L Blum derajat kesehatan masyarakat dipengaruhi
oleh empat faktor yaitu, Lingkungan, Prilaku, Pelayanan Kesehatan dan
Keturunan. Dari keempat faktor penunjang derajat kesehatan, peran serta
pemerintah paling utama dituntut dalam hal pelayanan kesehatan.
Berdasarkan undang-undang dasar 1945 pasal 28 H menetapkan
bahwa setiap orang berhak mendapatkan pelayanan kesehatan. Undang-
Undang kesehatan nomor 36 tahun 2009 yang merupakan pembaharuan dari
Undang-Undang kesehatan nomor 23 tahun 1992, juga menekankan tentang
pentingnya upaya peningkatan mutu pelayanan kesehatan.
Hal ini terlihat dengan adanya pesan agar tenaga kesehatan melakukan
fungsinya secara profesional sesuai dengan standar dan pedoman. Karena itu
setiap individu, keluarga dan masyarakat berhak memperoleh perlindungan
terhadap kesehatannya dan Negara bertanggung jawab mengatur agar
terpenuhi hak hidup sehat bagi penduduknya termasuk bagi masyarakat yang
tidak mampu.
Untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat banyak hal yang
perlu dilakukan, salah satu diantaranya menyelenggarakan pelayanan
kesehatan. Adapun yang dimaksud dengan pelayanan kesehatan adalah segala
upaya yang diselenggarakan secara sendiri atau bersama-sama dalam satu
organisasi untuk memelihara dan meningkatkan kesehatan, mencegah dan
menyembuhkan penyakit serta memulihkan kesehatan perorangan, keluarga,
kelompok ataupun masyarkat (Azwar, 1999).Upaya pemeliharaan dan
peningkatan kesehatan diwujudkan dalam suatu wadah pelayanan kesehatan,

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 1


yang disebut sarana atau pelayanan kesehatan (health service) seperti rumah
sakit, puskesmas, pustu,dsb.
Salah satu faktor pendukung terwujudnya pelayanan kesehatan yang
optimal adalah dengan adanya proses administrasi dan menajemen yang baik.
Dalam bidang kesehatan masyarakat, manajemen kesehatan adalah suatu
kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan
nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
program kesehatan. Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat adalah
penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan masyarakat
sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen adalah sistem pelayanan
kesehatan masyarakat.
Melihat besarnya peranan administrasi dan manajemen kesehatan
dalam upaya menopang kesehatan dan kesejahteraan masyarakat sehingga
terbebas dari penyakit, maka penulis merasa tertarik untuk membahas secara
lebih mendalam mengenai pentingnya administrasi dan manajemen dalam
bidanga kesehatan.

B. Tujuan
Adapun tujuan penulisan makala ini adalah:
1. Menjelaskan pengertian administari dan manajemen kesehatan.
2. Mengetahui ruang lingkup administrasi dan manajemen kesehatan
3. Membahas tentang pentingnya administrasi dan manajemen dalam
pelayanan kesehatan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 2


BAB II
PEMBAHASAN

A. Definisi Administrasi dan Manajemen


1. Pengertian Administrasi
Perkataan administrasi berasal dari bahasa latin yaitu “administrare”,
(Latin : ad = pada, ministrare = melayani ). Dengan demikian jika ditinjau
dari asal kata, administrasi berarti memberikan pelayanan kepada.
Dalam bahasa Inggris perkataan administrasi itu adalah
administration, yang dalam bahasa Indonesia mengandung arti melayani,
memenuhi, mengatur, menyelenggarakan, suatu usaha atau suatu
organisasi/lembaga dalam mencapai tujuannya secara intensif. Administrasi
dapat diartikan sebagai usaha bersama untuk mendayagunakan semua sumber
baik personil maupun materil secara efektif dan efisien untuk mencapai
tujuan tertentu.
Administrasi adalah seluruh proses pelaksanaan kegiatan yang
dilakukan oleh dua orang/lebih secara rasional dalam rangkai mencapai
tujuan yang telah ditentukan sebelumnya.
Administrasi dalam arti sempit, yaitu dari kata Administratie (bahasa
Belanda) yang meliputi kegiatan surat menyurat, catat-mencatat dan
ketatusahaan
Adapun pengertian menurut para ahli tentang Administrasi yaitu:

a. Leonald D. White, bahwa administrasi adalah suatu proses yang biasanya


terdapat pada semua usaha kelompok, baik usaha pemerintah ataupun
swasta, sipil atau militer baik dalam skala besar ataupun kecil.
b. Herbert A. Simon Administrasi adalah kegiatan dari kelompok orang-
orang yang bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama.
c. Soewarno Handayaningrat (1996:2), dalam bukunya “Pengantar Studi
Ilmu Administrasi dan Manajemen” , administrasi adalah suatu kegiatan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 3


yang meliputi catat-mencatat, surat-menyurat, pembukuan ringan, ketik
mengetik, agenda dan sebagainya yang bersifat teknis ketatausahaan
d. The Liang Gie (1965:P.5) Administrasi adalah segenap proses
penyelenggaraan dalam segenap usaha kerjasama sekelompok manusia
untuk mencapai tujuan tertentu.
e. Dr. S.P Siagiaan MPA.Phd (1985:P.3) Administrasi adalah keseluruhan
proses kerjasama antara dua orang manusia atau lebih yang didasarkan
pada rasionalitas tertentu untuk mencapai tujuan yang telah ditentukan
sebelumnya.
f. Parajudi Atmosudirjo (1975 : P) Administrasi adalah pengendalian dan
penggerak dari suatu organisasi sedemikian rupa sehingga organisasi itu
menjadi hidup dan bergerak menuju ketercapainya segala sesuatu yang
telah ditetapkan oleh administrator yakni kepala organisasi.

2. Pengertian Manajemen
Manajemen berasal dari bahasa latin yaitu dari asal kata “manus” yang
berarti tangan dan “agere” yang berarti melakukan. kata-kata itu digabung
menjadi kata kerja “managere” yang berarti menangani, managere
diterjemahkan kedalam bahasa Inggris dalam bentuk kata kerja to manage
untuk orang yang melakukan kegiatan manajemen akhirnya management
diterjemahkan kedalam bahasa Indonesia menjadi manajemen/ pengelolaan.
Jadi Manajemen adalah ilmu dan seni tentang upaya untuk
memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki untuk mencapai tujuan
secara efektif dan efisien.
Adapun pengertian menurut para ahli tentang Manajemen yaitu
a. Stoner Manajemen adalah proses, perencanaan, pengorganisasian,
memimpin dan mengawasi usaha-usaha dari suatu organisasi dan dari
sumber-sumber organisasi dan dari sumber organisasi lainnya untuk
mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 4


b. S.P. Hasibuan Manajemen adalah ilmu dan seni mengatur proses
pemanfaatan sumber daya manusia dan sumber-sumber lainnya secara
efektif dan efisien untuk mencapai tujuan tertentu.
c. Harold Koontz and Cyrill O’Donnel (1972) “Management is getting
thing done through the efforts of other people.” (manajemen adalah
terlaksananya pekerjaan melalui orang-orang lain ).
d. G.R. Terry “Manajemen adalah suatu proses yang khas yang terdiri atas
tindakan-tindakan perencanaan, pengorganisasian, penggerakan, dan
pengendalian yang dilaksanakan untuk menentukan serta mencapai
sasaran-sasaran yang telah ditentukan melalui pemanfaatan sumber daya
manusia dan sumber-sumber lainnya.”
e. Prof. Oei Liang Lee “Manajemen adalah suatu ilmu dan seni
merencanakan, mengorganisasi, mengarahkan, mengkoordinasikan serta
mengawasi tenaga manusia dengan bantuan alat-alat untuk mencapai
tujuan yang telah ditetapkan.
Apabila disimpulkan pendapat-pendapat diatas, maka manajemen
dapat diartikan sebagai ilmu untuk memimpin suatu usaha atau organisasi
mulai dari merencanakan, membagi tugas sesuai dengan pendidikan dan
keahliannya, serta melakukan pengawasan agar mencapai tujuan yang telah
ditetapkan.

B. Administrasi dan Manajemen Kesehatan


Administrasi kesehatan Masyarakat adalah cabang dari Ilmu
Administrasi yang khususnva mempelajari bidang Kesehatan suatu
Masyarakat. Ilmu kesehatan Masyarakat adalah cabang Ilmu kesehatan yang
mempelajari kondisi-kondisi dan kejadian-kejadian sehat dan sakit pada
masyarakat. Dalam definisi Ilmu Kesehatan Masyarakat (menurut Winslow),
telah dikenal beberapa konsep tentang administrasi, sebagai berikut :
Ilmu Kesehatan Masyarakat adalah ilmu dan seni daripada:
 Mencegah penyakit
 Memperpanjang masa hidup

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 5


 Meningkatkan kesehatan fisik dan mental dan efisiensi, mlalui usaha
masyarakat yang terorganisir, untuk :
 Sanitasi lingkungan
 Mengendalikan penyakit menular
 Mendidik masyarakat dalam prinsip prinsip kesehatan
 Pengorganisasian usaha pelayanan modis dan perawatan,
dengan tujuan:
 Diagnosa awal penyakit,
 Pengobatan pencegahan suatu penyakit
 Mengembangkan usaha-usaha masyarakat' guna mencapai tingkat hidup
yang setinggitingginya agar masyarakat dapat memperbaiki dan
memelihara kesehatannya.
Pengertian administrasi dapat didekati dari dua pengertian, yaitu sebagai
unsur statis administrasi (organisasi) dan sebagai unsur dinamis administrasi
(manajemen).
Organisasi, merupakan suatu wadah institusi/kelompok/ikatan formal di
mana terdapat orang-orang ,yang saling bekerja sama untuk mencapai suatu
tujuan tertentu yang telah ditetapkan sebelumnya. Pengertian wadah tersebut
lebih tepat diartikan sebagai ikatan hukum/legal/formal yang menjanrin kerja
sama orang-orang tersebut.
Manajemen, merupakan suatu proses ,kegiatan kerja sama yang
dilakukan oleh anggota-anggota organisasi untuk menggerakkan unsur-unsur
manajemen dalam mencapai tujuan tadi. Macam-macam kegiatan atau
aktivitas kerja sama tersebut dapat disebut sebagai fungsi manajemen.
Manajemen dipimpin oleh seorang manajer yang dalam kepemimpinannya ia
mengenakan atribut kepemimpinan tertentu (leadership).
Jadi pada dasarnya manajemen merupakan salah satu fungsi dari
administrasi, sehingga dapat dikatakan bahwa administrasi dan manajemen
merupakan satu kesatuan yang dapat dianggap sama.
Dalam bidang kesehatan masyarakat, Manajemen kesehatan adalah
suatu kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 6


nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
program kesehatan. Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat
adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan
masyarakat sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen adalah
sistem pelayanan kesehatan masyarakat. (Notoatmodjo, 2003)

C. Ruang Lingkup Administrasi dan Manajemen Kesehatan


Jika dikaji secara mendalam batasan administrasi kesehatan
sebagaimana yang telah dirumuskan oleh Kornisi Pendidikan Administrasi
Kesehatan Amerika Serikat tahun 1974, segera terlihat bahwa ruang lingkup
administrasi kesehatan mencakup bidang yang amat luas, yang jika
disederhanakan dapat dibedakan atas dua macam yakni:
1. Kegiatan Administrasi
Telah disebutkan bahwa melaksanakan pekerjaan
administrasi sama artinya dengan melaksanakan sernua fungsi
administrasi. Dengan pengertian yang seperti ini menjadi jelas bahwa
kegiatan utama yang dilakukan pada administrasi tidak lain adalah
melaksanakan fungsi administrasi itu sendiri, mulai dari fungsi
perencanan, pengorganisasian, pelaksanaan sampai dengan fungsi
pengawasan (Terry).
Karena kegiatan utama pada administrasi adalah
melaksanakan semua fungsi administrasi maka jelas pula bahwa
melaksanakan pekerjaan administrasi tidak sama dengan melaksanakan
pekerjaan tata usaha. Pekerjaan administrasi bukan sekedar mengetik,
mengagenda dan ataupun menyimpan arsip surat menyurat (office
work) yang merupakan pekerjaan pokok seorang tata usaha.
Seseorang yang mengerjakan pekerjaan administrasi berarti adalah
seorang administrator atau manajer, karena dalarn mengerjakan
administrasi, ia melakukan perencanaan, pelaksanaan, penilaian untuk
kemudian perencanaan berikutnya.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 7


2. Objek dan Subjek Administrasi
Telah disebutkan bahwa objek dan subjek administrasi kesehatan
adalah sistem kesehatan. Ini berarti untuk dapat menyelenggarakan
administrasi kesehatan perlu dipahami dahulu apa yang dimaksud dengan
sistem kesehatan. Pengertian tentang sistem kesehatan banyak macamnya.
Menjabarkan batasan sebagaimana yang dirumuskan oleh WHO (1984),
yang dimaksud dengan sistem kesehatan adalah suatu kumpulan dari
berbagai faktor yang komplek clan saling berhubungan yang terdapat pada
suatu negara clan yang diperlukan untuk memenuhi kebutuhan clan
tuntutan kesehatan perorangan, keluarga, kelompok serta masyarakat pada
setiap saat yang dibutuhkan.
Sistem kesehatan itu sendiri mencakup hal yang amat luas. Jika
disederhanakan dapat dibedakan atas dua subsistem. Pertama, subsistem
pelayanan kesehatan. Kedua, subsistem pembiayaan kesehatan. Untuk
dapat terselenggaranya upaya kesehatan yang baik, kedua subsistem ini
perlu ditata clan dikelola dengan sebaik baiknya.

Adapun ruang lingkup manajemen kesehatan adalah:


1. manajemen personalia (mengurusi SDM),
2. manajemen keuangan,
3. manajemen logistik (mengurusi logistik-obat dan peralatan),
4. manajemen pelayanan kesehatan dan sistem informasi manajemen
(mengurusi pelayanan kesehatan ) .

D. Unsur Pokok Administrasi Kesehatan


Unsur pokok yang dimaksud ialah masukan (input), proses
(process), keluaran(output), sasaran (target) serta dampak (impact).
1. Masukan
masukan (input) dalam administrasi adalah segala sesuatu yang
dibutuhkan untuk dapat melaksanakan pekedaan administrasi. Masukan
ini dikenal pula dengan nama perangkat administrasi (tools of

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 8


administration). Masukan dan atau perangkat administrasi tersebut
banyak macamnya.
2. Proses
Proses (process) dalarn administrasi adalah langkah langkah
yang harus dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan.
Proses ini dikenal pula dengan nama fungsi administrasi (functions of
administration). Pada umumnya proses dan ataupun fungsi administrasi
ini merupakan tanggung jawab pimpinan.
3. Keluaran
Keluaran (output) adalah hasil dari suatu pekerjaan administrasi.
Untuk administrasi kesehatan, keluaran tersebut dikenal dengan nama
pelayanan kesehatan (health services). Pada saat ini pelayanan kesehatan
tersebut banyak macamnya. Secara umum dapat dibedakan atas dua
macam. Pertama, pelayanan kedokteran (medical services).Kedua,
pelayanan kesehatan masyarakat (public health services).
4. Sasaran
Sasaran adalah kepada siapa keluaran yang dihasilkan, yakni
upaya kesehatan tersebut, ditujukan. Untuk administrasi kesehatan
sasaran yang dimaksudkan di sini dibedakan atas empat macam yakni
perseorangan, keluarga, kelompok dan masyarakat. Dapat bersifat
sasaran langsung (direct target group), ataupun bersifat sasaran fidak
langsung (indirect target group).
5. Dampak
Dampak (impact) adalah akibat yang ditimbulkan oleh
keluaran. Untuk administrasi kesehatan, dampak yang diharapkan adalah
makin meningkatnya derajat kesehatan. Peningkatan derajat kesehatan ini
hanya akan dapat dicapai apabila kebutuhan (needs) dan
tuntutan (demands) perseorangan, keluarga, kelompok dan atau
masyarakat terhadap kesehatan, pelayanan kedokteran serta hngkungan
yang sehat dapat terpenuhi. Kebutuhan dan tuntutan ini adalah sesuatu

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 9


yang terdapat pada pihak pemakai jasa pelayanan kesehatan (health
consumer).
a. Kebutuhan kesehatan
Kebutuhan kesehatan (health needs) pada dasamya bersifat objektif
dan karena itu untuk dapat meningkatkan derajat kesehatan perseorangan,
keluarga , kelompok dan ataupun masyarakat, upaya untuk memenuhinya
bersifat mutlak. Sebagai sesuatu yang bersifat objektif, maka munculnya
kebutuhan kesehatan sangat ditentukan oleh masalah kesehatan nyata yang
ditemukan dalam masyarakat.
Masalah kesehatan nyata yang dimaksud banyak macamnya. Untuk
perseorangan dan atau keluarga yang terpenting adalah penyakit yang sedang
diderita. Sedangkan untuk kelompok dan ataupun masyarakat adalah
gambaran pola penyakit yang ditemukan dalam kelompok dan ataupun
masyarakat. Ika diketahui bahwa muncuinya suatu penyakit sebagaimana yang
dikemukakan oleh Gordon dan Le Richt (1950) sangat ditentukan oleh tiga
faktor utama yakni pejamu (host), penyebab penyakit (agent) serta lingkungan
(environment), maka dalam upaya menemukan kebutuhan kesehatan,
perhatian haruslah ditujukan kepada ketiga faktor tersebut. Apabila penyebab
utama penyakit telah berhasil ditemukan, lanjutkaniah dengan upaya
mengatasi penyebab yang dimaksud, yang dalam hal ini ialah menyediakan
serta menyelenggarakan upaya kesehatan yang sesuai.

b. Tuntutan kesehatan
Berbeda haInya dengan kebutuhan, tuntutan kesehatan (health
demands) pada dasamya bersifat subjektif. Oleh karena itu pemenuhan
tuntuan kesehatan tersebut hanya bersifat fakultatif. Dengan perkataan lain
terpenuhi atau tidaknya tuntutan kesehatan perseorangan, kcluarga, kelompok
dan ataupun masyarakat tidak terialu menentukan tereapai atau tidaknya
kehendak untuk meningkatkan derajat kesehatan.
Karena tuntutan kesehatan bersifat subjektif, maka muncuinya
tuntutan kesehatan tersebut dipengaruhi oleh faktor faktor yang bersifat

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 10


subjektif pula. Ika diketahui bahwa kadar subjektivitas seseorang banyak
dipengaruhi antara lain oleh tingkat pendidikan clan tingkat sosial ekonomi,
maka tidaklah sulit dipahami bahwa munculnya tuntutan kesehatan tersebut
sangat tergantung dari tingkat pendidikan serta tingkat sosial ekonomi yang
dimiliki.
Lebih lanjut karena tuntutan kesehatan ada kaitannya dengan tersedia
atau tidaknya pelayanan keschatan, maka dalam membicarakan tuntutan
kesehatan tidak boleh pida melupakan berbagai kemajuan teknologi yang
mempengaruhi tersedia atau tidaknya pelayanan kesehatan tersebut. Dengan
perkataan lain dalam membi¬carakan tuntutan kesehatan, peranan kemajuan
teknologi kedokteran tidak dapat diabaikan. Karena sesungguhnyalah
sebagaimana yang dikemukakan oleh Sorkin (1979) bahwa kemajuan
kemajuan teknologi kedokteran dapat merupakan salah satu faktor yang
mempengaruhi tuntutan kesehatan.
Dalam kehidupan sehari hari, sering ditemukan bahwa kebutuhan
kesehatan seseorang tidak sama dengan tuntutan kesehatan. Dalam keadaan
yang seperti ini, merupakan kewajiban setiap petugas kesehatan untuk
mencoba meniadakan ketidak samaan tersebut. Di sinilah letak masalahnya,
karena menyamakan kebutuhan kesehatan dengan tuntutan kesehatan memang
tidak mudah. Diperlukan berbagai upaya dan keterampilan yang bersifat
khusus, termasuk upaya clan keterampilan melakukan kornunikasi dan
motivasi.

E. Fungsi Administrasi dan Manajemen Kesehatan


1. Fungsi Administrasi
Manfaat yang diperoleh dari diterapkannya administrasi kesehatan
adalah sangat luas. Secara umum berbagai manfaat tersebut dapat dibedakan
atas tiga macam yakni:
1. Dapat dikefola sumber, tata cara dan kesanggupan secara efektif dan
efisien

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 11


Sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia pada dasamya
bersifat terbatas dan karena itu perlu dikelola dengan sebaik baiknya.
Administrasi Kesehatan jelas dapat menjanjikan pengelolaan yang
dimaksud, karena memang dalam melaksanakan pekedaan administras!
kesehatan dikenal adanya antara lain fungsi perencanaan, yang dapat
mengatur pernankatan sumber, tata cara dan kesanggupan secara efektif
dan efisien.
Sesungguhnya, masalah efektif dan efisien ini telah sejak lania
menjadi pusat perhatian para ahli administrasi. Setidak tidaknya sejak abad
ke 18 ketika berlangsung Revolusi Industri di Inggris. Upaya ini
diwujudkan dengan memperkenalkan falsafah administrasi baru dari job
cen¬tered menjadi human centered serta dari orientasi efektiitas menjadi
orientasi efektivitas don efisiensi.
Hal yang sama juga dilakukan oleh Frederick Winslow
Taylor (dikenal sebagai bapak gerakan administrasi ilmiah) sertaHendry
Fayol (dikenal sebagai bapak teori administrasi modem). Taylor setelah
melakukan penelitian berjudul time and motion study yang kemudian
dipublikasikan dalarn bukunya yang terkenal The Principle of Scientific
Management,berhasil merumuskan pendapatnya bahwa efektivitas dan
efisiensi erat hubungannya dengan penggunaan waktu dan kegiatan yang
tidak produktif.
Sedangkan Fayoll membahas masalah efektivitas dan efisiensi ini
melalui pengkajian terhadap kemampuan pemimpin. Kajian tersebut
kemudian dituliskan dalarn bukunya yang terkenal General and
Industrial Management.
2. Dapat dipenuhi kebutuhan dan tuntutan secara tepat dan sesuai
Mengenal kebutuhan dan tuntutan adalah penting dalam
melaksanakan administrasi kesehatan. Seyogyanyalah setiap upaya
kesehatan yang dilaksanakan ditujukan untuk pemenuhan kebutuhan dan
tuntutan tersebut. Agar kebutuhan dan tuntutan yang seperti ini dapat
dipenuhi, tentu diperlukan keterampilan untuk menentukan kebutuhan dan

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 12


tuntutan itu sendiri. Disini menjadi penting peranan administrasi
kesehatan, karena dengan diterapkannya administrasi kesehatan tersebut
akan dapat diketahui dengan tepat berbagai kebutuhan dan tuntutan yang
terdapat dalarn masyarakat.
3. Dapat disediakan dan diselenggarakan upaya kesehatan sebaik baiknya
Karena administrasi kesehatan dapat mengatur pernanfaatan
sumber, tata cara dan kesanggupan yang dimiliki dengan baik, serta dapat
menentukan kebutuhan dan tuntutan dengan tepat, maka dapat diharapkan
tersedia dan terselenggaranya upaya kesehatanyang sebaik baiknya. Dari
uraian tentang tiga manfaat administrasi kesehatan yang seperti ini, secara
umum dapat disimpulkan bahwa administrasi kesehatan berupaya
menyediakan dan menyelenggarakan upaya kesehatan sedemikian rupa
sehingga dengan masukan yang sekecil keciinya (sumber, tata cara dan
kesanggupan) dapat dihasilkan keluaran yang sebesar besamya (terpenuhi
kebutuhan dan tuntutan akan kesehatan).
Karena keluaran yang diperoleh bertitik tolak dari pemakaian
sumber, tata cara dan kesanggupan yang tersedia, maka pada administrasi
kesehatan dikenal adanya prinsip optimalisasi. Selanjutnya karena
keluaran yang diharapkan adalah yang sesuai dengan kebutuhan dan
tuntutan masyarakat, maka pada administrasi kesehatan dikenal pula
prinsip efektivitas dan efisiensi.
Dari uraian ini, menjadi jelaslah bahwa yang terpenting dalam
melaksanakan administrasi kesehatan bukanlah berupaya menghasilkan
keluaran yang berlebihan, bukan pula yang bersifat mendatangkan
keuntungan (profit making), melainkan yang mempunyai dampak (impact)
yang positif bagi peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara
keseluruhan.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 13


2. Fungsi Manajemen
Adapun fungsi manajemen dalam bidang kesehatan masyarakat,
meliputi sebagai berikut:
1. Planning (perencanaan) adalah sebuah proses yang dimulai dengan
merumuskan tujuan organisasi sampai dengan menetapkan alternative
kegiatan untuk pencapaiannya.
2. Organizing (pengorganisasian) adalah rangkaian kegiatan menajemen
untuk menghimpun semua sumber daya (potensi) yang dimiliki oleh
organisasi dan memanfaatkannya secara efisien untuk mencapai tujuan
organisasi.
3. Actuating (directing, commanding, motivating, staffing, coordinating)
atau fungsi penggerakan pelaksanaan adalah proses bimbingan kepada
staff agar mereka mampu bekerja secara optimal menjalankan tugas-
tugas pokoknya sesuai dengan ketrampilan yang telah dimiliki, dan
dukungan sumber daya yang tersedia.
4. Controlling (monitoring) atau pengawasan dan pengendalian (wasdal)
adalah proses untuk mengamati secara terus menerus pelaksanaan
kegiatan sesuai dengan rencana kerja yang sudah disusun dan
mengadakan koreksi jika terjadi penyimpangan.

F. Contoh Penerapan Manajemen Kesehatan di Rumah Sakit


Pengertian manajemen rumah sakit adalah koordinasi antara
berbagai sumber daya melalui proses perencanaan, pengorganisasian, dan
adanya kemampuan pengendalian untuk mencapai tujuan.
Tujuan manajemen rumah sakit seperti berikut ini:

1. Menyiapkan sumber daya.


2. Mengevaluasi efektifitas.
3. Mengatur pemakaian pelayanan.
4. Efisiensi.
5. Kualitas.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 14


Dalam kegiatan organisasi rumah sakit yang kompleks pengalaman saja
tidak akan cukup, penanganannya tidak bisa lagi atas dasar kira-kira dan
selera, hal ini disebabkan oleh:

1. Sumber daya yang makin sulit dan mahal.


2. Era kompetisi yang menuntut pelayanan prima.
3. Tuntutan masyarakat yang makin berkembang.

Manajemen profesional berarti melaksanakan manajemen dengan tata


cara yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah, maka memerlukan
orang yang terlatih pula secara benar dan tepat.
Dalam rangka melaksanakan pelayanan yang berorientasi pada pasien,
dan menjaga mutu pelayanan perlu dengan manajemen yang handal,
dengan demikian segala hal yang diperlukan akan tersedia dalam bentuk:

1. Tepat jumlah
2. Tepat waktu
3. Tepat sasaran (Hapsari, 2010)

Manajemen lingkungan rumah sakit merupakan manajemen yang tidak


statis, tetapi sesuatu yang dinamis sehingga diperlukan adaptasi atau
penyesuaian bila terjadi perubahan di rumah sakit, yang mencakup sumber
daya, proses dan kegiatan rumah sakit, juga apabila terjadi perubahan di
luar rumah sakit, misalnya perubahan peraturan perundang-undangan dan
pengetahuan yang disebabkan oleh perkembangan teknologi.
Berbagai manfaat yang bisa didapat apabila menerapkan sistem
manajemen lingkungan rumah sakit adalah yang terpenting perlindungan
terhadap lingkungan dan kesehatan masyarakat. Spesifikasi manajemen
rumah sakit akan memberikan garis besar pengelolaan lingkungan yang
didesain untuk semua aspek, yaitu operasional, produk, dan jasa dari
rumah sakit secara terpadu dan saling terkait satu sama lain (Adisasmito,
2007).

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 15


Sebagian besar rumah sakit di Indonesia masih mengandalkan sistem
informasi manajemen rumah sakit yang berbasis pada aplikasi untuk
menunjang kegiatan transaksi administratif. Penelitian dan pengembangan
SIMRS merupakan salah satu prioritas di Minat Simkes. Beberapa
mahasiswa Simkes telah meneliti kondisi SIMRS, ada pula yang pernah
merancang model aplikasi dokumentasi asuhan keperawatan. Kami saat ini
berfokus pada pengembangan aplikasi SIMRS yang berbasis web
(menggunakan platform PHP-MySQL) yang masih akan terus
dikembangkan.

Modul yang ada diharapkan dapat mendukung kegiatan transaksi


administratif maupun klinis di rumah sakit. Saat ini, melalui dukungan
dana RUSNAS Batch II, kami juga sedang mengembangkan aplikasi
rekam medis elektronik portabel untuk mendukung kegiatan pembelajaran
pada mahasiswa profesi di FK UGM.

Secara umum, SIMRS meliputi beberapa modul yang terdiri dari:

1. Registrasi pasien
2. Sistem antrian
3. Manajemen rawat jalan
4. Manajemen unit penunjang
5. Manajemen rawat inap
6. Farmasi dan inventory logistik rumah sakit
7. Billing sistem dan akuntansi
8. Manajemen sumber daya rumah sakit
9. Sistem pelaporan medical error
10. Manajemen rekam medis
11. Sistem informasi eksekutif

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 16


BAB III

PENUTUP

A. Kesimpulan
1. Dalam bidang kesehatan masyarakat, Manajemen kesehatan adalah suatu
kegiatan atau suatu seni untuk mengatur para petugas kesehatan dan
nonpetugas kesehatan guna meningkatkan kesehatan masyarakat melalui
program kesehatan. Dengan kata lain manajemen kesehatan masyarakat
adalah penerapan manajemen umum dalam sistem pelayanan kesehatan
masyarakat sehingga yang menjadi objek dan sasaran manajemen adalah
sistem pelayanan kesehatan masyarakat.
2. Adapun ruang lingkup manajemen kesehatan adalah: manajemen
personalia (mengurusi SDM), manajemen keuangan, manajemen logistik
(mengurusi logistik-obat dan peralatan), dan manajemen pelayanan
kesehatan dan sistem informasi manajemen (mengurusi pelayanan
kesehatan ) .
3. Adapun fungsi manajemen dalam bidang kesehatan masyarakat,
meliputi: Planning, organizing, actuating, dan controlling.

B. Saran
agar kiranya pemerintah lebih memperhatikan proses administrasi dan
manajemen kesehatan masyarakat dalam semua aspek di semua tempat
pelayanan kesehatan, bukan hanya pada tingkat rumah sakit, melainkan mulai
dari tingat terkecil yakni puskesmas.

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 17


DAFTAR PUSTAKA

Anonim.2009.Produk Sistem Informasi Rumah Sakit. Diakses tanggal 03 juli 2014.


http://bagoesnet.wordpress.com/2009/11/23/produk-sistim-informasi-rumah-
sakit-online/
2013. system manajemen rumah sakit.
http://www.psychologymania.com/2012/09/pengertian-manajemen-rumah-
sakit.html
Soewarno Handayaningrat. 1996. Pengantar Studi Ilmu Administrasi dan
Manajemen: Jakarta. Gunung Agung

Administrasi dan Manajemen Kesehatan Masyarakat 18