Anda di halaman 1dari 3

KERANGKA ACUAN KEGIATAN

PEMANTAUAN LANSIA RESTI

I. PENDAHULUAN

Semakin majunya perkembangan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi terutama dalam


bidang Kesehatan memberikan dampak terhadap peningkatan usia harapan hidup.
Peningkatan usia harapan hidup terutama kualitas usia lanjut tidak diikuti oleh peningkatan
kualitas kehidupannya, karena secara fisiologis usia lanjut akan mengalami banyak
kemunduran dalam semua aspek kehidupannya. Hal ini dapat mengakibatkan tingkat
produktifitas dan kemandiriannya secara nyata semakin berkurang, karena kemunduran ini
mungkin akan menimbulkan ketergantungan pada orang lain. Namun harus disadari bahwa
manusia menjadi tua bukan suatu hal yang luar biasa, karena proses ini adalah peristiwa
yang alami yang sudah pasti datang pada orang-orang yang berumur panjang seperti yang
dikatakan oleh Cumming dan Henry bahwa dalam proses penuaan perubahan-perubahan
yang terjadi tidak dapat dihindari.
Pembinaan kesehatan lansia merupakan salah satu kegiatan yang harus terus
digalakkan untuk mewujudkan lansia sejahtera, bahagia dan berdaya guna bagi kehidupan
keluarga dan masyarakat sekitarnya. Hal ini merupakan suatu upaya menghadapi
peningkatan status dan derajat kesehatan rakyat Indonesia yang memberikan dampak pada
meningkatnya usia harapan hidup bangsa.

II. LATAR BELAKANG


Lansia merupakan bagian dari anggota keluarga dan anggota masyarakat yang
semakin bertambah jumlahnya sejalan dengan peningkatan usia harapan hidup. Jumlah
lansia meningkat di seluruh Indonesia menjadi 15,1 juta jiwa pada tahun 2000 atau 7,2%
dari seluruh penduduk dengan usia harapan hidup 64,05 tahun. Tahun 2006 usia harapan
hidup meningkat menjadi 66,2 tahun dan jumlah lansia menjadi 19 juta orang, dan
diperkirakan pada tahun 2020 akan menjadi 29 jutaorang atau 11,4%. Hal ini menunjukkan
bahwa jumlah lansia meningkat secara konsisten dari waktu ke waktu.
Berdasarkan data target program tahun 2017 di UPTD Puskesmas Mlandingan,
pelayanan lansia harus memenuhi target 100% dan lansia resti 56% 49,2 %. Maka
diperlukan suatu kegiatan pemantauan, melalui kegiatan “Pemantauan lansia Resiko
Tinggi”.

III. TUJUAN UMUM DAN KHUSUS


1. Tujuan Umum
Meningkatnya upaya pelayanan kesehatan bagi Lansia.

2. Tujuan Khusus :
a. Memantau status kesehatan lansia resiko tinggi
b. Memberikan konseling pada keluarga sehubungan dengan kondisi lansia
c. Memotivasi keluarga supaya tetap memperhatikan kesehatan lansia

IV. KEGIATAN POKOK DAN RINCIAN KEGIATAN

NO KEGIATAN RINCIAN KEGIATAN


POKOK
1 Pemantauan Tahapan :
lansia Resiko 1. Anamnese
Tinggi 2. Mengidentifikasi kategori kemandirian
3. Mengidentifikasi status mental
4. Pemeriksaan fisik, meliputi :
a. BB
b. TB
c. Tekanan Darah
d. Nadi
e. Pernapasan
5. Pemeriksaan lab, meliputi : HB, Gula darah, Protein
6. Mengidentifikasi status gizi dengan IMT
7. Menjelaskan hasil pemeriksaan
8. Konseling edukatif tentang anjuran hidup sehat bagi lansia
9. Dokumentasi
10. Mencatat hasil kegiatan

V. CARA PELAKSANAAN KEGIATAN


Metode yang digunakan adalah dengan kunjungan rumah kepada sasaran dengan metode
wawancara, pemeriksaan fisik dan KIE menggunakan media KMS Usia Lanjut.

VI. SASARAN
Sasaran Program :
a. Tercapainya Cakupan Lansia sebesar
100%
b. Tercapaianya Cakupan lanisa Risti
sebesar 56%
c. Tenaga kesehatan mampu
mendeteksi lansia risti

Sasaran Peserta & Pelaksana


Sasaran : Lansia Usia ≥ 60 tahun
Pelaksana : Bidan / Perawat

VII. JADWAL PELAKSANAAN KEGIATAN

Tanggal Tempat Tujuan Lama Kegiatan


21 Maret 2017 Desa Mlandingan Kulon 1 ( satu ) hari
22 Maret 2017 Desa Selomukti 1 ( satu ) hari
21 Maret 2017 Desa Sumberpinang 1 ( satu ) hari
22 Maret 2017 Desa Tribungan 1 ( satu ) hari
05 April 2017 Desa Sumber anyar 1 ( satu ) hari
05 April 2017 Desa Campoan 1 ( satu ) hari
05 April 2017 Desa Alas bayur 1 ( satu ) hari

VIII. EVALUASI PELAKSANAAN KEGIATAN DAN PELAPORAN


Evaluasi dilakukan oleh Pragramer Lanisa terhadap pelaksanaan kegiatan pemantauan
lansia risti dimana hal yang di evaluasi adalah jadwal kegiatan, waktu pelaksanaan, jumlah
ibu hamil yang di pantau, dan prosedur pemeriksaan yang telah ditentukan.

IX. PENCATATAN, PELAPORAN DAN EVALUASI KEGIATAN


1. Pencatatan pemantauan menggunakan formulir yang sudah ada yaitu :
a. KMS Usila
b. Register Usila
2. Pelaporan pemantauan lansia resiko tinggi menggunakan formulir pelaporan yang
sudah ada, yaitu :
a. Laporan Bulanan Lansia
3. Evaluasi dari kegiatan pelayanan antenatal terpadu yaitu
a. Meningkatnya cakupan kasus lansia resiko tinggi
b. Terlaksananya kegiatan pemantauan resiko tinggi pada lansia.

X. BIAYA
Dana didapatkan dari anggaran BOK Puskesmas Mlandingan tahun 2017 dengan rincian
sebagai berikut :

Tujuan Rincian Unit cost Jumlah


Desa Mland. Kulon 1 ptg x 1 kali Rp. 20.000 Rp. 20.000
Desa Selomukti 1 ptg x 1 kali Rp. 30.000 Rp. 30.000
Desa Sumberpinang 1 ptg x 1 kali Rp. 30.000 Rp. 30.000
Desa Tribungan 1 ptg x 1 kali Rp. 30.000 Rp. 30.000
Desa Sumber anyar 1 ptg x 1 kali Rp. 30.000 Rp. 30.000
Desa Campoan 1 ptg x 1 kali Rp. 60.000 Rp. 60.000
Desa Alas bayur 1 ptg x 1 kali Rp. 60.000 Rp. 60.000
Total Rp. 260.000

Demikian Kerangka Acuan Pemantauan Lansia Resiko Tinggi, sebagai acuan dalam
melakukan kegiatan tersebut pada tahun 2017

Mengetahui, Mlandingan, 02 Januari 2017


Kepala UPTD Puskesmas Mlandingan Penanggung jawab

Amrozi, S,Kep.Ns. Lailatul Farokah, S.ST.


Nip. 19641008 198503 1 004 Nip: 19821207 200501 2 009