Anda di halaman 1dari 6

ASUHAN KEPERAWATAN JIWA YANG BERESIKO PADA Tn.

A
DENGAN ANSIETAS DI DUSUN KEMUNDUNGAN RT 006 RW 003
DESA PAKIS KECAMATAN PANTI KABUPATEN JEMBER

Oleh

Rizka Agustine W, S.Kep


NIM 132311101041

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN PROFESI NERS


FAKULTAS KEPERAWATAN
UNIVERSITAS JEMBER
2018
Deteksi Dini Keluarga Kelurahan/Desa Siaga Sehat Jiwa

Nama Kepala Keluarga: Tn. Moch Agus Status Perkawinan: Menikah


Umur: 35 tahun Pekerjaan: Tani
Jenis Kelamin: laki-laki Alamat: RT 06/RW 003 Dsn.Kemundungan, pakis
Pendidikan: SD

Kondisi Kesehatan
L/ Keterangan
No Nama Umur Pendidikan Pekerjaan Risiko Masalah
P Pengobatan
Sehat Psikososial/ Gangguan Jiwa
(Berobat di
Penyakit Kronis
mana)
1 Moch L 35 SD Buruh tani Sesak napas (post Puskesmas
Agus TB Paru)

2 Yani P 31 SD IRT Sehat

3 M Efendi P 11 Tidak tamat - Sehat


SD
FORMAT PENGKAJIAN KEPERAWATAN KESEHATAN JIWA
(RISIKO)

A. IDENTITAS KLIEN
Nama : Tn. A
Usia : 35 tahun
Jenis Kelamin : Laki-laki
Pekerjaan : Buruh tani
Alamat : RT 006 RW 003
Status perkawinan : Menikah

B. RIWAYAT KESEHATAN
1. Faktor presipitasi
Klien mengatakan bahwa kadang klien merasa sesak napas ketika
melakukan aktifitas berat dan kecapekan. Klien mengatakan memiliki
riwayat penyakit TB Paru dan sudah tuntas pengobatan dan dinyatakan
sembuh sejak 2 tahun yang lalu. klien mengatakan khawatir jika penyakit
yang pernahdialami muncul kembali dan menyerang keluarganya.
2. Faktor predisposisi
a. Pernah mempunyai riwayat penyakit kronis?
a) YA
b) TIDAK
b. Pengobatan yang dilakukan sebelumnya ?
a) Berhasil
b) Kurang berhasil
c) Tidak berhasil
Jelaskan : klien tuntas pengobatan selama 6 bulan dan dinyatakan
sembuh
3. Pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan
Klien mengatakan pengalaman masa lalu yang tidak menyenangkan adalah
saat sakit, karena tidak bisa bekerja mencari nafkah secara maksimal.
C. PEMERIKSAAN FISIK
1. Tanda-tanda vital
TD : 120/80 mmHg
Nadi : 80 x/menit
S : 36,5oC
RR : 21 x/menit
2. BB : 65 kg
TB : 170 cm
3. Keluhan fisik :
Klien mengatakan kadang sering sesak saat beraktivitas berat dan
kecapekan
RENCANA KEPERAWATAN

Diagnosa Perencanaan Rencana Tindakan Keperawatan


Keperawatan
Ansietas Tujuan Kriteria Evaluasi Pengurangan kecemasan
Setelah diberikan Tingkat kecemasan 1. Gunakan pendekatan yang tenang dan meyakinkan
asuhan 1. dapat beristirahat 2. Kaji tanda verbal dan non verbal kecemasan
keperawatan 2. gelisah 3. Pahami situasi krisis yang terjadi dari persepsi klien
selama 3x30 menit berkurang 4. Berikan informasi faktual terkait diagnosis, perawatan dan prognosis
ansietas berkurang 3. ajak tidak tegang
4. rasa cemas 5. Dorong keluarga untuk mendampingi klien dengan cara yang tepat
berkurang 6. Ciptakan atmosfer rasa aman untuk meningkatkan kepercayaan
5. rasa takut 7. Dukung penggunaan mekanisme koping yang sesuai
berkurang 8. Instruksikan klien untuk menggunakan teknik relaksasi
Tingkat kecemasan
sosial Terapi Relaksasi
6. terlibat dalam
1. Gambarkan rasionalisasi dan manfaat relaksasi serta jenis relaksasi yang
kegiatan sosial
tersedia
2. Dorong klien untuk mengambil posisi yang nyaman dengan pakaian
longgar dan mata tertutup
3. Tunjukkan dan praktikkan teknik relaksasi pada klien
4. Minta klien untuk rileks dan merasakan sensasi yang terjadi
5. Berikan waktu yang tidak terganggu karena mungkin saja klien tertidur
6. Gunakan relaksasi sebagai strategi tambahan dengan (penggunaan ) obat-
obatan nyeri atau sejalan dengan terapi lainnya
7. Evaluasi dan dokumentasi respon terhadap terapi relaksasi
CATATAN PERKEMBANGAN

Tgl Diagnosa Implementasi Evaluasi Paraf


Keperawatan
24 Desember Ansietas Melakukan pengkajian : S: Rizka
2018 1. memberi salam/ panggil nama klien mengatakan takut jika
2. menyebutkan nama perawat penyakitnya terdahulu kambuh
3. menjelaskan maksud hubungan kembali
imteraksi dan kontrak yang akan O:
dibuat Klien tampak kooperatif, klien dapat
4. melakukan pengkajian dengan sikap mengungkapkan perasaannya
empati nadi: 86 x/menit, RR: 20x/menit
Meminta klien mengungkapkan perasaannya A:
5. Menggunakan pendekatan yang Ansietas belum teratasi
tenang dan meyakinkan P:
6. mengkaji tanda verbal dan non verbal lanjutkan intervensi: evaluasi
kecemasan perasaan klien, anjurkan pengunaan
7. memahami situasi krisis yang terjadi teknik relaksasi
dari persepsi klien
8. Menciptakan rasa aman untuk
meningkatkan kepercayaan
9. Mendukung penggunaan mekanisme
koping yang sesuai