Anda di halaman 1dari 2

Infaq Rp 1000

Buletin
Kiat Mengajarkan Membaca Pada Anak Mulai Umur 1 Tahun :

 Sebelum mengenalkan membaca dan menulis secara lebih sistematis,


Media Bina Balita Silahturahim
Bismillahirrohmanirrohim
mereka sudah harus akrab dengan aktifitas membaca maupun menulis

artinya memiliki pengalaman yang positif/menyenangkan dari lingkungan Alhamdulillah, untaian syukur ke hadirat
Ilahi Robbi atas bimbingan, hidayah
terdekatnya yakni orang tua. serta inayah-Nya, kami dapat
 Proses pembelajaran dalam hal pemberian pengalaman pra-membaca menghadirkan Buletin Media Bina Balita,
A
An Nahl ini untuk kami hadiahkan kepada
mengikuti 4 prinsip pokok pembelajaran usia dini yakni; spontan, ibunda dan ayahanda serta buah hati
n
alamiah, antusias dan menyenangkan. tercinta. Salam sejahtera semoga tetap
N tercurah kepada Qudwah dan Uswah
Antusias yang tinggi saat mengajak anak belajar jauh lebih penting Hasanah Ummat manusia Rosul Al Amin
a
daripada keterampilan mengajari anak membaca/menulis Muhammad SAW.
h
So, pertama membangkitkan semangat anak sehingga belajar jadi lebih mudah, Sejatinya lembaran Buletin Media Bina
l Balita An Nahl ini terbit 1x sebulan
kedua, keterampilan mengajarkannya.
lanjutan dari lembaran buletin
Itu sebabnya orang tua dan juga guru TK maupun SD kelas bawah (1-3)
Percikan Iman
sebelumnya yang pernah kami buat.
harus memusatkan perhatian kepada semangat & budaya belajar anak, “Membentuk Generasi Menuju Adapun dalam buletin edisi ini kami
memuat tema tentang : Kiat Mengajari
bukan pada kemampuan & prestasi belajar semata. (Sumber; Buletin Fahma) Fitrahnya” Anak Entepreneship Sejak Dini, Cerita
Ayah dan Untuk Buah Hati Tercinta
ada Suplemen Tentang Kiat
Mengajarkan Membaca Pada Anak
Telah di buka : 2) Kursus Membaca “Cantol” Penanggung Jawab: Mulai Umur 1 Tahun ”. Tentu saja kami
1) Kursus Bahasa Arab (SD-SMP)  Waktu belajar 2 x Seminggu, M.Ikhsan Jex
menyadari banyak kekurangannya,
 Waktu belajar 2 x Seminggu, 1 x pertemuan 1 jam Dewan Redaksi:
karenanya koreksi serta saran dari
1 x pertemuan 1 jam  Biaya pendaftaran Rp. 20.000 Yusnita,S.Ag
pembaca senantiasa kami harapkan demi
Elza
 Biaya pendaftaran + modul SPP Rp. 50.000/bulan perbaikan dimasa yang akan datang.
Distribusi:
Rp. 60.000  Bertempat : Rumah Balita “An- Akhirnya meskipun sederhana, semoga
Vivi
SPP Rp. 50.000 /Bulan Nahl” Percikan Iman. Buletin ini mampu memberi pencerahan
Rizka Dwi Astuti
 Bertempat : Rumah Balita “An- Jl. Kartus No. 66 RT.16 Kel. Penerbit: bagi ummat Islam khususnya para Orang
Nahl” Percikan Iman. Simp IV Sipin Kec. Telanaipura Tim Kreatif An-Nahl
tua serta Pendidik pada khususnya.
Berlangganan,Kerjasama dgn
Jl. Kartus No. 66 RT.16 Kel.
Iklan Galeri, hubungi :
Simp IV Sipin Kec. Telanaipura Tim Kreatif An-Nahl
0741-669730/7010343
Kolom Ayah Kolom Bunda

CERITA AYAH
KIAT MENGAJARKAN ANAK ENTREPRENERSHIP

Seorang ayah sedang hijrah total dalam pola pengasuhan. Ia mengucapkan salam pamit
Bunda sayang....
pada cara-cara ayah yang beranggapan bahwa ayah hanya pencari uang semata. Berikut
Ajari semua anak-anak Bunda entreprenership agar kelak mereka menjadi anak yang kuat,
ceritanya.
mandiri dan cerdas finansial. Berikut ini beberapa hal penting untuk Bunda ajarkan:
Pagi Hari
 Ajari entreprenership sedini mungkin dan seoptimal mungkin. Usia balita pun
Kini pagi hari adalah waktu yang ditunggu-tunggu oleh anak-anak. Mereka bangun dengan
sudah bisa bunda mulai ajarkan.
kalimat-kalimat thayyibah yang menggema. Aku yakin bahwa ada pengaruh yang amat
 Jangan menghina apalagi marah kalau anak mau berjualan. Memarahi akan
besar pada perkembangan otak anak ketika mereka dengar di pagi hari adalah kalimat
mematikan kreativitas mereka.
thayyibah. Kata para ulama, jagalah dua waktu dalam hidup, yaitu ketika bangun dan
 Ajari anak untuk mau berbagi keuntungan dengan orang lain. Siapapun yang
ketika mau tidur.
membantu mereka, harus mereka bagi keuntungan.
Aku tak lagi mendelegasikan urusan membangunkan anak kepada orang lain. Aku dan
 Ajari anak untuk menghitung semua variabel biaya termasuk tenaga dirinya
istrikulah yang membangunkan anak-anak satu per satu. Sebelum tidur, semuanya telah
sendiri sebelum mencari keuntungan. Agar mereka tidak salah perhitungan.
kami sepakati seperti apa mereka ingin dibangunkan. Esoknya kami dapat dengan mudah
 Didik anak mandiri untuk melakukan sesuatu hal dengan benar. Jangan terlalu
membangunkan mereka tanpa ada tekanan dan paksaan.
cepat memberikan pertolongan, arahkan saja agar mereka mampu berdiri sendiri.
Siang hari
 Jangan didik anak jujuk kepada uang. Kelak kalau sudah besar karena mereka
Aku pernah mendengar sebuah penelitian bahwa dari dua puluh empat jam anak-anak
tidak bisa membedakan mana uang baik atau tidak, bisa jadi mereka akan menjadi
hidup, sebenarnya dua puluh jam anak-anak kita berstatus yatim piatu. Hidup tanpa ada
koruptor.
ayah dan ibunya, baik secara fisik maupun psikologis. Untuk itulah kami selalu berusaha
 Ajari anak bahwa uang itu bukan musuh. Uang hanya alat, bukan uang yang
dapat berhubungan dengan anak-anak di sekolah. Istri pun aku minta untuk bekerja hanya
mengendalikan kita tapi kita yang mengendalikan uang.
separuh hari.
 Lakukan sandwich program. Yaitu untuk melakukan 2 hal sekaligus; sekolah dan
Malam hari
juga mencari uang. Hal ini baik dilakukan oleh semua anak, baik berasal dari
Menjelang tidur tak ada lagi anak-anak yang berangkat tidur tanpa mendapatkan hadiah
keluarga kaya atau miskin.
penutup dariku. Kadang hadiahnya berupa seuntai doa dan cerita atau dua tiga ayat Al-
Sumber: Buku Bunda Manajemen Keluarga
Qur’an yang aku bisikkan. Tak ada lagi pemandangan anak tidur di depan televisi. Semua
anak akan mendapatkan sapaan mesra dari akuy dan istri.
Setelah itu, aku dan istri mengevaluasi akhlak atau tingkah laku anak-anak. Kalau akhlak
mereka selama siang hari banyak yang buruk, maka kami tak menunda sedetik pun untuk Keluarga Besar Rumah Balita An-Nahl Percikan Iman
Mengucapkan “Selamat Hari Ibu” Semoga Menjadi Ibu
segera memperbaikinya dengan cara yang santun. Kalau sepanjang hari mereka melakukan
yang Cerdas dan Sholehah Bagi Buah Hati Tercinta.
hal-hal yang baik, maka kami tak pelit-pelit untuk memuji dan menghargainya.
“Family Meeting” Sekali Sepekan
Tentulah semua perubahan ini banyak kendalanya dan titik-titik lemahnya. Aku tak
berhenti mengevaluasinya. Maka sekali dalam sepekan, terutama di hari Sabtu, kami
berkumpul bersama. Semua anggota keluarga diperbolehkan untuk melakukan evaluasi
secara terbuka. Luar biasa, aku terasa semakin dekat dengan anak-anak.
Sumber: Majalah Ummi