Anda di halaman 1dari 8

BAB I

PENDAHULUAN

A. Latar Belakang
Sekolah Menengah kejuruan perlu diadakanya kunjungan Industri (KI). Maka
SMK Negeri 1 Bangsri mengadakan kunjungan industri bagi siswa-siswi kelas XI untuk
semua kejuruan , pada kesempatan ini kami mengunjungi PT c59.
Latar belakang diadakanya kunjungan industri ini agar siswa mengenal dunia kerja.
Selain itu siswa dapat mengetahui lebih jauh tentang cara kerja, kedisiplinan, tata tertib
kerja , mesin – mesin industri yang lebih memadai, dll.
Siswa juga diharapkan tidak menganggap kunjungan industri sebagi rekreasi, tapi
menganggap kunjungan industri sebagai sarana belajar dengan cara mendatangi industri
secara langsung, dan melihat urutan – urutan proses kerja di industri tersebut.

B. Tujuan Kegiatan Kunjungan Industri


Tujuan kegiatan kunjungan industri adalah sebagai berikut :
- Memberikan motivasi baru kepada siswa terutama dalam belajar.
- Mengetahui dan melihat alat – alat canggih pada industri tersebut.
- Melihat secara langsung proses produksi dari awal hingga akhir.
- Memberi bekal kepada siswa agar setelah lulus menjadi orang yang mandiri
- Untuk belajar ( tidak hanya tau teknik tapi juga praktik dan cara pemasaranya).

F-05/SOP-HUM-08
C. Manfaat Kegiatan Kunjungan Industri
Adapun beberapa manfaat kunjungan industri diantara lain :
 Bagi Siswa
- Dapat mengetahui kedisiplinan dan tata tertib yang tegas pada dunia kerja.
- Melihat cara kerja, dan berbagai macam alat – alat produksi yang sudah cukup
moderen
- Mendapat gambaran saat akan bekerja di industri atau ingin membuat sebuah industri.

 Bagi Sekolah
- Memperlakukan tata tertib yang tegas bagi siswa
- Sekolah dapat mengajak siswa belajar secara langsung dilapangan

 Bagi Industri
- Dapat berbagi ilmu dengan siswa
- Mengajak dan memperlihatkan proses produksi bagi siswa maupun guru
- Memperkenalkan sejarah singkat berdirinya industri kepada siswa
- Memperkenalkan hasil produksi kepada masyarakat luas.

F-05/SOP-HUM-08
BAB II
LAPORAN KUNJUNGAN INDUSTRI

A. Sejarah Singkat Industri


Industri yang kami kunjungi bernama PT. Caladi Lima Sembilan (c59). Nama
diambil dari nama sebuah burung yaitu (caladi), sedangkan 59 itu sendiri berasal dari
nama jalan.
PT. Caladi Lima Sembilan didirikan pada tanggal 12 Oktober 1980 oleh bapak Maryus
Widiyanto Wiwied, pada saat itu bapak wiwied berusia 24 tahun dan lahir di Sleman.
Industri tersebut memiliki lahan seluas 1 hektar, pada tahun 1990 industri tersebut
memiliki ruang lingkup untuk berkembang dan bersaing dalam masyarakat. Pada tahun
1993 industri ini memilki showroom, dan mengembangkan usahanya menjadi perseroan
terbatas, Pada tahun 1996 , pak Suharto memberikan penghargaan pakarti. PT Caladi
Lima Sembilan dahulunya memiliki sedikit karyawan akan tetapi sekarang talh
memperkerjakan kurang lebih 200 tenaga kerja baik laki – laki maupun perempuan.

F-05/SOP-HUM-08
B. Ruang Lingkup Kegiatan Industri
Proses Produksi
1. Potong
Proses potong merupakan proses pertama yang dilakukan , dalam proses ini keterangan
pada lembar kerja di realisasikan ke dalam bentuk potongan kaos sesuai dengan model
yang diminta. Jumlah potongan yang dapat dihasilkan dalam sehari kurang lebih 2500
potong untuk oblong biasa ( sport/reglan ). Tata cara yang biasa dilakukan oleh operator
potong sebelum kain tersebut di potong adalah sebagai berikut :
a. Memeriksa lembar perintah kerja potong, yang bertujuan untuk mempersiapkan
jenis bahan/kain yang dipotong sesuai dengan permintaan.
b. Bahan yang sudah disiapkan tersebut, dihampar pada meja potong sampai dengan
jumlah potongan yang diminta.
c. Di pola, yaitu bahan tersebut di gambar model nya diatas kain yang paling atas dengan
memakai sejenis kapur.
d. Cutting, yaitu bahan yang sudah di pola tersebut di potong mengikuti pola yang sudah
ada.
e. Bahan yang sudah di potong dipisah – pisah sesuai keterangan warna bahan pre
order, karena pada saat memotong bisa terdiri dari beberapa order. Bahan tersebut
selanjutnya diberi kode dengan menempelkan nomor order pada selembar kertas di
ujung ikatan kain , supaya tidak tercampur.

2. Sortir
Tujuan dari proses ini adalah untuk menghindari adanya cacat kain, sebelum bahan
tersebut di sablon baik berupa goresan maupun lubang – lubang, juga untuk lebih
memudahkan bagian sablon dalam proses printing, karena di bagian sortir badan kain
yang akan di sablon sudah dipisah sesuai keterangan pada LEMBAR KERJA ORDER.
3. Gambar
Dari sekian yang ada nampaknya bagian ini yang paling vital, karena di dalamnya
terdapat beberapa unsur yang sangat berhubungan dengan bagian lainya, mulai dari
afdruk, stel , sablon serta keindahan dari gambar yang dihasilkan. Waktu yang
diperlukan untuk bagian ini dalam kondisi normal adalah 2-3 hari.

F-05/SOP-HUM-08
4. Afdruk
Untuk gambar yang sudah menjadi klise berarti sudah siap untuk di afdruk, klise
tersebut harus di sortir dahulu yang bertujuan untuk menentukan ukuran screen yang
akan dipakai,. Penentuan ukuran screen ini disesuaikan dengan besarnya gambar yang
akan dicetak. Dalam proses afdruk ada beberapa tahap yang harus di tempuh sebelum
screnn siap di stel, diantaranya adalah :
 Penyortiran gambar ( seperti uraian di atas )
 Pemolesan screen dengan SUPER-X yang berujuan agar gambar dari klise yang akan
kita afdrukbisa keluar, tebal ( terlebih dahulu harus dikeringkan lagi setelah proses
pemolesan tersebut).
 Penyinaran , yang bertujuan menyinari screen yang sudah ditempeli dengan klise agar
gambarnya keluar / ada dalam screen.
 Penyemprotan, dalam tahap ini screen yang sudah selesai disinari disemprot dengan
air agar partikel partikel screen ( monil) dapat lepas sehingga membentuk gambar
seperti pada klise. Dalam proses ini operator harus berhati – hati supaya screen tidak
sampai jebol atau rusak.
 Pengeringan sekaligus penambalan. Screen yang masih ada dalam keadaan basah
setelah di semprot di jemur/ oven agar cepat kering, yang selanjutnya screen tersebut
ditambal dengan sejenis obat yang berguna menutup screen yang bocor dan bila mana
proses tersebut sudah selesai berarti sudah siap untuk di stel.
5. Stel
Tujuan dari proses ini agar gambar yang disablon letak gambarnya bisa pas antara tiap
warna, karena dalam satu gambar bisa terdiri dari beberapa warna. Cara yang biasanya
dengan mencoba menyablonya pada selembar kain putih , agar sablonya bisa lebih jelas
kelihatan, kemudian tiap screen yang akan di stel posisi gambarnya dibuat pas dengan
gambar pada kain tersebut. Kapasitas stel normal sehari mulai pukul 08;00 sampai
dengan pukul 16;00 WIB adalah 24 order. Waktu yang diperlukan dalam proses ini
adalah 1 hari dalam kondisi normal.
6. Sablon
Proses ini dapat terlaksana bila didukung oleh 3 faktor yaitu , bahan yang akan disablon,
obat dan screen yang sudah di stel. Untuk setiap operator sablon didampingi oleh dua
orang pembantu/knek, bilamana satu knek atau sebaliknya tidak hadir maka proses tidak

F-05/SOP-HUM-08
bisa jalan, sehingga kerja sama dan kekompakan sangat perlu pada bagian ini ,
mengingat system kerjanya TEAM WORK . kapasitas normal untuk bagian sablon per
hari dapat mencapai 8000 potong sudah termasuk TS ( tanpa sambungan ) untuk
interval waktu 24 jam.

7. Press/seterika
Pada tahap ini bahan yang sudah disablon harus di press terlebih dahulu agar hasil
sablonya lebih bisa tahan lama dan tidak berbau obat sablon. Dalam proses ini
nampaknya tidak telalu banyak kendala yang berarti dan waktu yang diperlukan adalah
1 hari dengan kapasitas 3000-4000 potong.

8. Jahit / Obras
Bahan atau kain yang sudah di sablon agar menjaid kaos yang sudah jadi (siap pakai ).
Perlu diketahui sebelum di obras kain yang sudah siap tersebut dicocokan dulu kode
bahanya, karena untuk setiap pemotongan bahan, warna kainya tidak sama ( tidak
matching ) baru setelah itu dibagikan ke operator obras/jahit. Kemampuan rata – rata
dari operator obras dalam sehari mulai pukul 08:00-16;00 WIB adalah 125 potong.
Kemampuan rata – rata operator aoom dalam sehari, mulai pulul 08.00-16.00 WIB
adalah 450 potong, kemampuan operator tindes dalam sehari, mulai pulul 08.00-16.00
WIB adalah 450 potong.
Jadi yang dimaksud dengan kapasita normal untuk bagian obras/jahit ini adalah 1.800
potong per hari, untuk oblong sport/reglan. Waktu yang diperlukan pada proses ini
adalah 2 hari dalam kondisi normal,sedangkan untuk oblog krah, oblong model v dan
sport teniis dapat memakan waktu lebih lama dari pemotongan biasa.

9. Finishing
Tujuan dari proses ini adalah untuk membersihkan kaos oblong dari benang ataupun
kotor-kotor yang masih bisa dibersihkan , dan untuk merapikan kaos/oblong tersebut
dilipat untuk selanjutnya dimasukan kedalam plastic seal dengan siap paket/kirim

F-05/SOP-HUM-08
10. Paket
Paket ini merupakan proses paling akhir dari rangkaian proses produksi yang ada, dan
bareng yang sudah di packing dari bagian finishing dikirim ke setiap cabanng dnegan
cara dikirim langsung oleh bagian ekspedisi/paket atau bisa dengan melalui jasa
pengiriman.
C. Produk / Hasil Industri
Adapun produk – produk yang di hasilkan oleh PT.Caladi Lima Sembilan adalah :
Kaos , baik kaos oblong biasa ( sport/reglan ) kaos berlengan, maupun kaos yang
berkerah dan berlengan.

D. Dokumentasi
Logo PT.Caladi Lima Sembilan

F-05/SOP-HUM-08
BAB III
KESIMPULAN DAN SARAN

A. Kesimpulan

a. Dengan diadakan Kunjungan Industri seperti ini siswa siswi diharapkan


dapat berfikir maju, kreatif, dan efisien sehingga dapat mengurangi
perilaku yang bersifat negatif misalnya kenakalan remaja karena bakat
dan kemampuannya lebih tersalur kepada hal-hal yang positif yang akan
berguna bagi kehidupannya baik sekarang maupun yang akan datang.
b. Produksi yang dihasilkan ”PT Caladi Lima Sembilan” berupa kaos, dan
pemasarannya sudah hampir ke seluruh Indonesia .
c. Semangat dan kegigihan dalam membuat atau mendirikan usaha itu
ternyata sangatlah penting demi kelangsungan hidup.

B. Saran

a. Sekolah sebaiknya mengadakan Kunjungan Industri kedua tempat


sekaligus untuk satu bidang keahlian. Supaya siswa-siswi dapat
membandingkan dari kedua tempat tersebut.
b. Sekolah sebaiknya meningkatkan fasilitas kendaraan saat mengadakan
Kunjungan Industri.
c. Sekolah mampu memilih tempat Kunjungan Industri yang mampu melayani siswa-
siswi melakukan Kunjungan Industri dengan memberikan keterangan-keterangan yang
detail.

F-05/SOP-HUM-08