Anda di halaman 1dari 33

PROPOSAL RENCANA USAHA

“Keripik Belut”

Disusun oleh :

1. Nur Ari Dani R 7350406036


2. Hasan B 7350406059
3. Rischi Amalia 7350406566
4. Neneng Winda S 7350406584
5. Mega Kusumaningtyas 7350406571

JURUSAN MANAJEMEN
FAKULTAS EKONOMI
UNIVERSITAS NEGERI SEMARANG
2009

8
“KERIPIK BELUT”
Budidaya belut saat ini memang belum begitu banyak. Selain karena butuh tambak
yang luas juga diperlukan ketrampilan dalam membudidayakannya. Belut adalah hewan air
yang bisa digunakan untuk lauk-pauk makanan. Tidak semua orang mengetahui bhawa
belut mempunyai banyak vitamin yang dibutukan oleh tubuh manusia. Belut dapat diolah
bermacam-macam makanan, selain untuk lauk-pauk makan nasi. Tapi pada umumnya belut
diolah sebagai lauk- pauk dan makanan lain. Keripik belut adalah salah satu dari sekian
banyak olahan makanan dari belut itu sendiri.

Produksi keripik belut bukan jenis produk makanan yang baru namun produk ini
kurang begitu banyak ada di masyarakat. Oleh sebab itu kami berusaha mengangkat
kembali usaha keripik belut ini. Jenis usaha ini dirasakan memang bukan hal yang mudah
karena selain bahan baku yang sulit didapat juga pangsa pasar yang kurang begitu luas.
Masyarakat butuh inovasi baru dalam pengolahan belut ini sehingga konsumen tidak
merasa jenuh dalam mengkonsumsi makananan dengan bahan utama belut.

Sebagai jenis usaha yang boleh dikatakan tidak baru namun kurang begitu banyak
produsennya, kami mencoba untuk tidak melihat arus persaingan dalam industri namun
memunculkan suatu tren baru yang tidak biasa. Dalam produksinya Keripik belut ini bukan
hanya sekedar keripik yang renyah dan gurih namun ditambah rasa krispy yang apabila
disantap maka menambah selera makan. Keripik ini juga dapat digunakan sebagai oleh-
oleh bagi teman, keluarga atau siapapun yang belum pernah mencoba kelezatan keripik
belut krispy ini.

8
ASPEK PASAR DAN PEMASARAN

1. Bentuk Pasar
Bentuk pasar yang akan dilayani dalam produksi keripik belut ini adalah pasar
konsumen langsung dan pasar konsumen industri

2. Manajemen pemasaran
Perusahaan mempekerjakan manajer pemasaran dan sales untuk menjual ke beberapa
koperasi,toko, minimarket, supermarket. Selain itu perusahaan juga merambah pasar lokal
dan interlokal khususnya luar pulau Jawa.

3. Segementasi, Targeting dan Positioning


A. Segmentasi
Segmentasi keripik jamur ini yaitu penjualan langsung kepada konsumen (direct
selling), disini perusahaan bertindak sebagai produsen yang butuh bahan baku yaitu
belut dari supplier kemudian didistribusikan ke toko-toko untuk dijual ke konsumen.
B. Targeting
Sasaran perusahaan untuk penjualan produk ini adalah semua kalangan yang
merasa belum pernah mencoba menyantap keripik belut ini dan merasa ketagihan
untuk mengkonsumsi makanan ini dalam jangka waktu yang lama.
C. Positioning
Usaha keripik belut ini tidak menitikkan kepada usaha kecil dengan biaya sedikit
namun lebih kepada usaha yang mampu mencukupi kebutuhan masyarakat Indonesia.
Produk ini selain nikmat untuk disantap juga dapat dijadikan sebagai cemilan dan
oleh-oleh keluarga yang berada diluar kota. Belut yang kaya akan vitamin dan protein
tentunya dapat dijadikan sebagai alterantif makanan menyehatkan.

4. Bauran Pemasaran (Marketing Mix)


Strategi bauran pemasaran (Marketing Mix) :

a. Tempat (Place)
- Penjualan

8
Berupa sebuah bangunan yang didesain sedemikian rupa sehingga dapat
memperlancar kegiatan operasional perusahaan tempat produksi keripik belut.
- Pabrik “CRISPY ELVER” keripik belut ini terletak di Jalan Raya Banaran No.
10 Gunung Pati, Semarang.
- Saluran Distribusi
Saluran distribusi secara langsung untuk menghemat biaya.
b. Produk (Product)
- Jenis
Produk yang dijual adalah makanan yang simpel namun bervitamin dan
berprotein tinggi karena bermanfaat bagi tubuh manusia. Ditambah dengan
bumbu tepung krispy yang dapat menambah kerenyahan keripik belut buatan
kami.
- Karakteristik
Produk makanan ini tidak mengandung bahan pengawet namun dapat bertahan
kurang lebih satu bulan. Keripik belut ini dapat disantap sebagai camilan juga
lauk makan nasi.
c. Harga (Price)
Harga Keripik Belut ini Rp 45.000,- /kg. Dapat juga dibeli per gram dalam
kemasan kecil (200 – 500 gram) sesuai dengan kebutuhan dan salera konsumen.
Itu harga standar apabila langsung dibeli dari produsen keripik belut, namun
apabila membeli di toko-toko atau cabang-cabang tujuan distribusi produk keripik
belut ini maka harga akan sedikit labih mahal tergantung kebijakan tiap-tiap
pemilik toko atau cabang-cabang produk keripik belut itu sendiri.
d. Promosi
Dengan pelayanan, promosi, strategi harga yang tepat dan kualitas produk yang
prima dimaksudkan agar konsumen mengetahui, mencoba, puas dan
merekomendasikan kepada orang lain. Pada dasarnya bila konsumen merasa puas,
pasti akan merekam pada kotak hitamnya dan akan selalu teringat serta akan
melakukan pembelian ulang sehingga kepuasan konsumen menjadi prioritas
utama perusahaan. Dalam hal ini kepuasan konsumen (masyarakat umum)
memiliki kebutuhan dan keinginan (needs and wants) yang berbeda pada tiap
individu. Dengan menggunakan system TQM (Total Quality Manajemen)
perusahaan lebih mementingkan kualitas kepada konsumen walaupun harus
memenuhi kuantitas produk tiap bulan.

8
5. Distribusi
Pendistribusian produk ini memang tidak terlalu sulit karena usaha bukan usaha baru
dan letak yang strategis menjadi alasan yang kuat dalam pendistribusiann produk ini.
Pabrik keripik belut ini yang terletak di Gunung pati Semarang menjadi alasan yang
penting dalam pendistribusiannya karena selain dapat mengenalkan produk ini juga dapat
mengenalkan kebudayaan Jawa Tengah yang menjadi selingan dalam setiap produk
makanan.

6. Peluang Pemasaran
Kami memilih usaha ini karena dirasa usaha ini belum menjamur di kota Semarang.
Tidak begitu banyaknya pesaing yang menjual produk ini menjadi motivasi kami untuk
terus mengembangkan usaha ini. Optimisme kami dalam usaha ini adalah keripik belut ini
dapat merambah pangsa pasar di seluruh Indonesia terlebih dapat menguasai pangsa pasar
khususnya di kota Semarang.
Dalam menentukan proyeksi penjualan, CRISPY ELVER mengadakan evaluasi
terhadap pola permintaan dimasa lampau. Jika permintaan waktu lampau mengalami
kenaikan maka diperlukan usaha untuk mempertahankan dan mengelola penyebab
kenaikan permintaan sebagai keunggulan bersaing. Jika permintaan waktu lampau
mengalami penurunan maka diperlukan usaha untuk mencari penyebabnya dan berusaha
mencari solusinya. Agar keadaan permintaan selanjutnya tidak mengalami penurunan.
Dengan berdasarkan permintaan lampau maka permintaan masa datang akan dapat
diproyeksikan. Bila permintaan masa lampau terus mengalami kenaikan diproyeksikan
permintaan masa yang akan datang juga akan mengalami kenaikan.
Konsumen produk tidak dibatasi karena produk ini dapat dikonsumsi dari semua umur
dan semua kalangan. Tua muda anak-anak remaja ataupun dewasa menjadi sasaran produk
kami ini. Oleh karena itulah kami yakin keripik belut ini dapat merebut hati para
konsumen khususnya kota Semarang. Kami belum bisa memastikan berapa jumlah
konsumen yang mengkonsumsi produk kami namun kami berprediksi seperempat
penduduk kota Semarang menyukai dan tertarik dengan keripik belut ini. Atau bahkan
setengah dari jumlah penduduk sangat suka dengan keripik ini.
Dalam menganalisis permintaan, penawaran, dan proyeksi penjualan produk di CRISPY
ELVER menggunakan beberapa data sebagai berikut:

a. Jumlah penduduk di wilayah Gunung Pati

8
Jumlah mahasiswa UNNES tahun 2009 sekitar 23 ribu dengan asumsi ada 18
ribu mahasiswa Unnes yang ada di Sekaran. Jumlah penduduk asli Gunung Pati dengan
usia di atas lima tahun (diasumsikan sebagai pasar potensial) adalah sebagai berikut:

Kelompok
Laki-laki Perempuan jumlah
Umur

0–4 464 448 912

5–9 377 364 741

10 – 14 314 324 638

15 – 19 320 293 613

20 – 24 299 288 587

25 – 29 231 226 457

30 – 34 239 217 456

35 – 39 235 222 457

40 – 44 148 137 285

45 – 49 128 121 249

50 – 54 113 109 222

55 – 59 100 107 201

60 – 64 99 90 189

65 ke atas 48 47 95

Jumlah 3115 2987 6102


Sumber: laporan pendataan usia 14 tahun keatas nomer 138/06/2009 pemerintah kota Semarang kecamatan gunung
pati kota Semarang.

Sehingga dapat diketahui bahwa penduduk Gunung Pati dengan usia di atas lima tahun
sejumlah 5190 jiwa.

b. Permintaan
Permintaan merupakan hubungan antara jumlah barang yang diminta pada
tingkat harga tertentu. Dalam aspek pemasaran ada dua jenis permintaan efektif dan

8
permintaan potensial. Permintaan efektif adalah permintaan yang didukung oleh daya
beli sedangkan permintaan potensial adalah permintaan yang di dasarkan pada
kebutuhan saja. Hubungan antara permintaan dan harga adalah berbanding terbalik
yaitu apabila harga naik maka jumlah barang yang diminta akan turun dan apabila
harga barang turun maka jumlah barang yang diminta akan naik.

Ramalan penjualan adalah perkiraan mengenai tingkat permintaan yang akan


datang. Dalam peramalan permintaan Crispy Elver menggunakan dasar observasi
secara langsung di Sekaran.

c. Penawaran
Penawaran merupakan hubungan antara barang yang ditawarkan pada berbagai
tingkat harga tertentu. Faktor yang mempengaruhi jumlah penawaran antara lain;
perkembangan produk pengganti, mudah tidaknya perusahaan keluar masuk pasar,
sumber dan ongkos produksi, kebijakan pemerintah, serta kemajuan teknologi.

Dalam penawarannya, Crispy Elver memiliki keistimewaan tersendiri


dibandingkan dengan usaha makanan lainnya yang banyak ditawarkan di Semarang
pada umumnya dan Gunung Pati khususnya . Belut adalah jenis ikan, hampir lima
puluh persen dari kandungan tubuh belut mengandung protein hewani yang sangat baik
untuk kesehatan. Selain dikonsumsi sebagai makanan, belut juga diolah menjadi obat
penambah vitalitas, dan penambah protein pada bubur bayi. Selain itu kami menambah
cita rasa keripik belut ini dengan krispi atau kerenyahan yang lebih tinggi sehingga
konsumen lebih tertarik untuk menikmatinya.

Proyeksi Penjualan
Proyeksi bisnis Crispy Elver dengan menggunakan Metode Trend Moment
didasarkan pada data yang diperoleh dari data Badan Pusat Statistik di Kota Semarang dan
data dari internet. Diasumsikan kenaikan jumlah penduduk Gunung Pati 15% dengan
perincian sebagai berikut:

Data jumlah penduduk


No Tahun Jumlah Penduduk
1 2006 3.400
2 2007 4.305

8
3 2008 5.209
4 2009 6.102
5 2010 7.006
6 2011 7.904
7 1012 8.800
Sumber : Badan Pusat Statistik

Proyeksi Permintaan
Tahun X D(Y) X2 XY Y=a+bx
2008 0 3.400 0 0 3.402,6
2009 1 4.305 1 4305 4.303,5
2010 2 5.209 4 10418 5.204,4
2011 3 6.102 9 18306 6.105,3
2012 4 7.006 16 28024 7.006,2
∑ 10 26.022 30 61.053 26.022

∑Y = 26.022
∑X 2 = 30
∑XY = 61.053

b= n∑XY - ∑x∑Y a = ∑Y - b (∑x)


n∑X 2 – (∑x)2 n n

b= 5(61.053) – (10) (26.022) a= 26.022 - 900,9 (10)


5(30) - 102 5 5
b= 305.265 – 260.220 a= 5.204,4 – 1801,8
150 - 100
b= 45.045 a= 3402,6
50
b= 900,9

Y = a + bx
Y = 3402,6 + 900,9 x

Proyeksi Penawaran
Tahun X D(Y) X2 XY Y=a+bx
2008 0 1.500 0 0 1220
2009 1 1.800 1 1800 1776

8
2010 2 1.900 4 3800 2332
2011 3 2.560 9 7680 2888
2012 4 3.900 16 15600 3444
∑ 10 11.660 30 28.880 11.660

Diket : ∑x = 10
∑Y = 11.660
∑X 2 = 30
∑XY = 28.880

b= n∑XY - ∑x∑Y a = ∑Y - b (∑x)


n∑X 2 – (∑x)2 n n

b= 5(28.880) – (10) (11.660) a= 11.660 - 556 (10)


5(30) - 102 5 5

b= 144.400 – 116.600 a= 11.660 – 5.560


150 – 100 5 5

b= 27.800 a= 2.332 – 1.112


50

b= 556 a= 1.220

Y = a + bx
Y = 1.220 + 556x

Proyeksi Penjualan
Tahun Permintaan Penawaran Peluang
(D ) (S)
2008 3.402,60 1220 2.182,60
2009 4.303,50 1776 2.527,50
2010 5.204,40 2332 2.872,40
2011 6.105,30 2888 3.217,30
2012 7.006,20 3444 3.562,20

ASPEK TEKNIK DAN TEKNOLOGI

1. Produk

8
Semarang sudah dikenal masyarakat luas sebagai kota Atlas. Kurang begitu
banyaknya kuliner khas kota ini menjadi alasan kami memilih Keripik Belut sebagai
terobosan untuk mengangkat kuliner dikota Semarang. Semarang terkenal dengan bandeng
prestonya danlumpia. Keripik belut menjadi pilihan usaha kami karena sebagai sarana
mempopulerkan kuliner ini sampai keluar kota asal pabrik makanan ini. Pabrik “CRISPY
ELVER” milik kami sebagai pabrik penghasil keripik belut berusaha menciptakan inovasi
baru dalam pengolahan belut ini.

Belut, binatang air yang mirip ular berkulit licin ini, ketika masih hidup mungkin
nampak menjijikkan. Namun, setelah disentuh tangan-tangan trampil dapat menjadi
makanan yang lezat, bergizi dan mengalirkan penghasilan jutaan rupiah tiap bulan. Belut
yang dalam bahasa ilmiahnya disebut Synbranchus, merupakan jenis ikan konsumsi air
tawar dengan bentuk tubuh bulat memanjang yang hanya memiliki sirip punggung dan
tubuhnya licin. Belut suka memakan anak-anak ikan yang masih kecil. Biasanya hidup di
sawah-sawah, di rawa-rawa, lumpur dan di sungai-sungai kecil. Di Indonesia sejak tahun
1979, belut mulai dikenal dan digemari. Hingga saat ini belut banyak dibudidayakan dan
menjadi salah satu komoditas ekspor. Bagi sebagian orang yang belum tahu, mungkin
belut biasa-biasa saja. Padahal sebagai jenis ikan, hampir lima puluh persen dari
kandungan tubuh belut mengandung protein hewani yang sangat baik untuk kesehatan.
Selain dikonsumsi sebagai makanan, belut juga diolah menjadi obat penambah vitalitas,
dan penambah protein pada bubur bayi. Belut secara alamiah memiliki masa kawin pada
musim hujan selama 3 sampai 4 bulan. Untuk jenis usaha pembesaran, belut sudah bisa di
panen setelah berumur tiga hingga empat bulan. Belut untuk pasar lokal ukurannya sedang,
dengan umur tiga hingga empat bulan. Sedangkan untuk pasaran ekspor, ukurannya lebih
besar dengan umur 6 sampai 7 bulan.

2. Proses Produksi
Alur proses produksi di “CRISPY ELVER” pabrik kami adalah :

Pembelian
Pembelian Pendistribu
Pengema Pendistribu
Bahan
Bahan Pengolahan Pengema
Pengolahan san
Baku
Baku san sian
sian 8
a. Pembelian Bahan Baku
Bahan Baku utama pembuatan produk ini adalah belut dan tepung. Kami mendapat
pasokan dari suplier tetap kami yang telah terpercaya. Belut yang digunakan adalah
belut dengan kualitas terbaik sedangkan tepung dengan pelengkap bumbu krispy
menjadi andalan dalam produk ini sehingga kami membutuhkan tepung yang
berkualitas dan juga campuran bumbu yang dapat menambah selera konsumen.
Kami membutuhkan bahan baku cukup tinggi, sebanyak 400-600 kg belut basah
per bulan. Dari kebutuhan tersebut, 90% bahan bakunya disuplai dari luar kota
Semarang, sedangkan hanya 10% yang berasal dari Semarang dan sekitarnya .
Untuk suplay dari luar kota Semarang kami mendapat pasokan dari Yogyakarta
tepatnya di Kabupaten Godean, Sleman. Jawa Timur juga menjadi penyuplay kami
yang terbesar karena budidaya belutnya yang sangat banyak disana selain itu juga
pihak pensuplay dapat bekerja sama dengan baik yang saling menguntungkan.
b. Pengolahan
Dalam bagian ini pengolahan yang dimaksud adalah mengolah bahan baku menjadi
bahan setengah jadi yaitu belut segar yang disuplay dari pemasok bahan baku
kemudian dicuci dan dipilih belut dengan kualitas terbaik. Belut terpilih ini diolah
oleh para pekerja yang terampil dalam mengolah belut ini sehingga apabila terjadi
kesalahan pengolahan mereka dapat mengatasinya. Pengolahan ini meliputi
pencampuran belut dengan tepung kualitas terbaik kemudian belut digoreng setengah
matang karena masih dicampur dengan tepung krispy.Setelah digoreng setengah
matang, belut diangkat dan dibiarkan dingin agar tepung meresap dan bumbu tidak
memudar setelah digoreng. Kemudian belut setengah matang tadi dicampur ke
tepung bumbu krispy yang menjadi andalan utama produk ini untuk dijual. Krispy
ini dapat menambah renyah dan gurih keripik belut itu sendiri.

c. Pengemasan
Dalam proses pengemasan ini kami memilih kemasan plastik karena dipandang lebih
orisinil dengan cap pabrik kami. Belut ini tidak mengandung bahan pengawet namun
tidak mudah basi. Kurang lebih 1 bulan jangka waktu penyimpanannya. Plastik yang

8
digunakan juga dalam kualitas yang terbaik. Bukan sembarang plastik yang mudah
sobek atau rusak namun plastik yang standar untuk kemasan makanan jenis keripik
belut ini.
d. Pendistribusian
Pendistribusian produk ini boleh dibilang kurang begitu luas namun kami berusaha
memperluas pangsa pasar dengan merambah pasar lokal dan interlokal di seluruh
Indonesia. Distributor mengirim keripik ini ke toko, cabang-cabang kami yang ada di
kota lain, minimarket, supermarket dll. Dalam proses pendistribusian ini kami
berusaha mengutamakan kepentingan pelanggan sehingga tidak ada pihak yang
dirugikan dalam bisnis ini.

3. Perencanaan Plant Site


Bangunan yang berbentuk persegi akan didesain senyaman mungkin. Tempat juga
didesain menyesuaikan kebutuhan konsep utama usaha yaitu pengolahan belut
menjadi keripik belut. Konstruksi jalan sudah beraspal dan bisa dijangkau dengan
sarana transportasi.
4. Mesin dan Peralatan
1. Persiapan Spesifikasi
Yang utama digunakan adalah tentu saja alat penggorengan ukuran besar, alat
peniris minyak, pisau, rak penyimpan keripik belut jadi, komputer, AC (pendingin
ruangan), beberapa set meja dan kursi.
2. Perjanjian kontrak
Melakukan perjanjian dengan pihak pemilik tempat pembelian peralatan,
terutama alat yang butuh garansi mesin.
3. Pemesanan mesin/peralatan
Peralatan yang dibutuhkan dipesan kepada pihak penjual dengan pihak yang
memesan.

4. Penerimaan mesin/peralatan
Perlatan yang sudah dipesan, diterima yang selanjutnya diadakan percobaan
perlatan itu.
Daftar harga peralatan yang diperlukan antara lain :

8
- 1 set komputer Rp. 2.500.000,-
- 1 set mesin kasir Rp. 2.000.000,-
- 8 buah rak penyimpanan keripik Rp. 9.600.000,-
- 4 buah kompor gas Rp. 6.000.000,-
- 8 Pengorengan besar (diameter 75 cm) Rp. 1.600.000,-
- 8 peniris minyak Rp. 500.000,-
- 2 set pisau lengkap Rp. 500.000,-
- 4 AC (Pendingin Ruangan ) Rp. 4.800.000,-
- peralatan lain Rp. 1.500.000,- +
Total biaya peralatan Rp. 29.000.000,-

5. Lokasi Perencanaan
Pertimbangan untuk memilih lokasi yang potensial dan ideal untuk tempat
proyek harus mempertimbangkan berbagai faktor sebagai berikut :
1. Akses memperoleh bahan baku
Lokasi yang digunakan untuk usaha kami adalah daerah yang strategis dalam arti
tidak terlalu terpencil namun masih dalam lingkup kota. Kami memasok bahan
baku dari luar kota sehingga pabrik ini tidak dekat dengan bahan baku utama.
Tetapi untuk bahan baku yang lain jarak tidak terlalu jauh sehingga memudahkan
kami untuk mengaksesnya.
2. Akses transportasi untuk bahan baku dan keluar untuk produk.
Transportasi masuk bahan baku tidak mengalami kesulitan.
3. Akses ketersediaan tenaga ahli dan tenaga kerja lainnya.
Tenga ahli dan tenaga kerja lainnya yang dibutuhkan banyak tersedia
dilingkungan sekitar tempat bangunan akan didirikan.

6. Rencana Lay Out

R. Penggorengan

8
mushola R. Pengeringan

R. Pencucian toilet

A R. Penyimpanan R. Pengemasan

A Gudang BB
R. kasir
N Kapemb
uku
Input output

7. Bangunan dan Fasilitas


Bangunan berupa gedung terdiri dari beberapa ruang yang digunakan untuk proses
produksi dari pengolahan bahan baku hingga proses yang terakhir pengemasan
sebelum nantinya didistribusikan ke toko-toko atau cabang-cabang kami diluar kota.
Bangunan yang kami sewa kami buat sedemikian rupa hingga dapat menampung
semua karyawan dan proses produksi dapat berjalan dengan maksimal dan lancar.
Bangunan juga dilengkapi dengan alat fondasi untuk mencegah bangunan roboh
mengingat padatnya proses produksi nanti. Bangunan dengan ukuran yang boileh
dikatakan besar ini dilengkapi juga beberapa fasilitas unutk menambah kenyamanan
para penghuninya. Fasilitas yang kami sediakan adalah kamar mandi, mushola dan
taman yang dapat digunakan untuk istirahat sejenak mengusir lelah dan penat.
Bangunan yang kami rencanakan boleh dikatakan strategis karena dekat dengan jalan
raya sehingga dapat dilintasi sarana transportasi denagn berbagai ukuran.
8. Bahan Baku dan Bahan Penunjang
1. Menentukan bahan baku
Bahan-bahan yang utama adalah Belut air dengan kualitas yang baik dan bumbu
krispy hasil racikan sendiri dengan bahan rempah-rempah alami dan lebih renyah
daripada yang lainnya.
2. Menentukan sumber bahan baku/penunjang
Bahan baku diperoleh dari pemasok yang berasal dari luar kota dengan
pertimbangan efsiensi dan ekonomis. Kami memilih pemasok yang dapat dipercaya
loyalitasnya sehingga tercipta kerja sama yang saling menguntungkan.
3. Perjanjian dengan suplier
Mengadakan perjanjian dengan pemasok untuk memenuhi kebutuhan bahan

8
baku. Agar stok bahan baku tidak sampai kurang.
4. Jadwal pengiriman barang
Bahan baku yang dikirim dijadwal agar lebih efisien.

9. Ketersediaan/Penggunaan Berbagai Fasilitas


Fasilitas berupa listrik, air cukup tersedia dengan baik. Listrik sudah disambungkan
ke PLN. Untuk air sangat penting sehingga sudah terlebih dahulu kami prioritaskan
dengan menghubungi PDAM. Unutk fasilitas yang lainnya berupa telepon, internet dll
sedang dalam proses penyambungan kepada pihak-pihak yang bersangkutan sehingga
diharapkan sebelum usaha ini berjalan semua fasilitas dapat tersedia dengan lengkap
dan dan menunjang kelancaran proses produksi.

10. Pembuangan Limbah/AMDAL


Kotoran-kotoran bekas operasional usaha agar dikumpulkan kemudian dibuang
ketempat disediakan untuk dibakar. Untuk produk yang kurang berkualitas untuk
dijual namun masih layak dikonsumsi, kami berikan kepada karyawan sebagai bonus
atau oleh-oleh sehingga tidak dibuang dengan percuma.

11.Ongkos Produksi
Biaya- biaya
1. Telepon,Internet Rp. 900.000,-
2. Air PAM Rp. 200.000,-
3. Gaji Karyawan Rp. 9.600.000,-
4. Sewa Gedung Rp. 40.000.000,-

Biaya Bahan Baku


1. Belut Air 600 kg x Rp 20.000 Rp 12.000.000,-
2. Tepung Krispy dan bumbu Rp. 500.000,-

Biaya Peralatan Rp. 29.000.000,-


Biaya Perlengkapan Rp. 300.000,-

8
Biaya Pendirian Usaha Rp 2.000.000,-
Biaya lain-lain Rp. 1.500.000,- +
Total Biaya Rp. 96.000.000,-

Kami mematok harga keripik belut krispy ini Rp 45.000,- / kg. Namun
apabila konsumen membeli di cabang-cabang kami atau toko-toko yang memasok
produk dari kami maka harga akan sedikit lebih mahal tergantung kebijakan
masing-masing pemilik usaha tersebut.

12. Persyaratan Tenaga


Perekrutan tenaga kerja
Untuk pabrik keripik belut krispy :
Karyawan yang dibutuhkan sebanyak 8 orang karyawan tetap. Selain itu 1 orang
manager pemasaran, 1 orang accounting, 1 orang manager SDM, 1 orang manager
produksi.
1. Karyawan
Syarat- syarat
 Pria / Wanita
 Pendidikan minimal sma/ sederajat
 Usia maksimal 40 tahun
 Mau ditempatkan di mana saja
 Teliti serta mau bekerja keras
Memiliki ketrampilan susuai dengan bidangnya (menggoreng, mengemas kripik
belut) serta mau bekerja keras

2. Manager pemasaran
Syarat- syarat
 Pria / Wanita
 Pendidikan minimal S1 Managemen Pemasaran
 Menguasai komputer (MS Office)
 Usia maksimal 30 tahun
 Siap bekerja dalam tekanan

3. Accounting (kasir)
Syarat- syarat

8
 Pria / Wanita
 Pendidikan minimal S1 akuntansi / S1 managemen keuangan
 Menguasai komputer (MS Office)
 Usia maksimal 30 tahun
Jujur, teliti dan dapat dipercaya

4. Manager SDM
Syarat- syarat
 Pria / Wanita
 Pendidikan minimal S1 managemen SDM / S1 Psikologi
 Menguasai komputer (MS Office)
 Usia maksimal 30 tahun
 Mampu bekerjasama dalam tim
 Rapi, teliti, ramah serta mau bekerja keras

5. Manager produksi
Syarat- syarat
 Pria / Wanita
 Pendidikan minimal S1 managemen / S1 Teknik sipil
 Usia maksimal 30 tahun
 Mampu bekerja dalam tim, mau bekerja keras
13. Pengoperasian
Pabrik ini akan mulai beroperasi mulai pukul 09.00 – 17.00 dengan dipotong
dengan jeda untuk istirahat dll. Karyawan yang telah bekerja secara tetap maka akan
mendapat tambahan upah/gaji apabila ada lembur atau yang lainnya yang berkaitan
dengan kegiatan operasional pabrik sendiri.

8
ASPEK MANAJEMEN DAN ORGANISASI

1. Identitas Proyek/Bisnis
a. Nama : CRISPY ELVER
b. Bentuk Badan Usaha
Bentuk badan usaha dari Crispy ‘Elver merupakan usaha perseorangan karena
permodalan yang digunakan berasal dari milik pribadi dan pengelolaan dari Crispy
Elver dikelola sendiri dengan dibantu beberapa karyawan serta kebijakan yang
diambil dalam pengelolaan usaha bersifat pribadi.
c. Jenis Usaha
Merupakan produk makanan yang mengandung vitamin dan berprotein tinggi
bermanfaat bagi tubuh manusia. Produk ini juga dapat dijadikan camilan maupun
lauk untuk makan nasi. Produk ini tidak mengandung bahan pengawet namun dapat
bertahan lama kurang lebih 1 bulan dalam kemasan.
d. Pelaksanaan

8
Dalam melaksanakan usaha Keripik Belut “CRISPY ELVER” dikelola sendiri
dengan dibantu beberapa karyawan yang dipilih melalui proses recruitment.
e. Pemilik
Kepemilikan CRISPY ELVER adalah :
1. Hasan B
2. Nur Ari Dani R
3. Rischi Amalia
4. Neneng Winda S
5. Mega Kusumaningtyas
Namun atas nama perusahaan perseorangan yang bersifat pribadi.
f. Lokasi
Lokasi usaha dari CRISPY ELVER terletak di Jalan Raya Banaran No. 10 Gunung
Pati, Semarang.

g. Visi dan Misi


1) Visi
 Memperluas usaha dalam bidang yang kami ambil.
 Meningkatkan pangsa pasar
2) Misi
 Memperoleh keuntungan.
 Memberi kenyamanan dan kepuasan pada konsumen.
Memberi kemudahan konsumen untuk memenuhi kebutuhan konsumsi mereka
khususnya produk buatan kami.

2. Legalitas bisnis/usaha
a. Perijinan yang diperlukan “CRISPY ELVER” meliputi :

1. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)


2. Surat Ijin Kerjasama dengan pihak ketiga
3. Surat ijin dari RT, RW, dan kelurahan di mana usaha dijalankan.

8
4. Surat ijin dari Departemen Kesehatan yang menyatakan bahwa produk Kami
layak dikonsumsi oleh konsumen.
5. Izin penggunaan bangunan
 Izin sewa bangunan
 Izin dari masyarakat setempat

b. Kegiatan Praoperasional
1) Menyusun studi kelayakan untuk menyelidiki dan menganalisis serta
menentukan kelayakan usaha tersebut, baik dari aspek pemasaran,
aspek teknis dan operasional, aspek manajemen, aspek hukum, aspek
finansial dan aspek Poleksosbud.
2) Melakukan kontrak sewa bangunan.
3) Mengurus segala macam perizinan.
4) Melakukan penyediaan mesin dan alat-alat masak dan perlengkapan.
5) Menyediakan penyediaan tenaga kerja dan pelatihan kerja.

3. Pengorganisasian
Adanya deskripsi pekerjaan akan memperjelas dalam pendelegasian tugas,
antara lain yaitu:
a. Top Manajer / Direktur
Sebagai pemilik perusahaan yang berwenang besar mengeluarkan kebijakan
terhadap jalannya perusahaan / pabrik sehingga dapat berjalan lancar dan mengalami
kemajuan dengan pesat.
b. Manajer
Tugas manajer disini adalah mengatur dan memerintah para karyawan sesuai dengan
kebijakan yang diambil oleh manajer (owner).
c. Tenaga Pembukuan
Tenaga pembukuan bertugas mengelola laporan keuangan yang nantinya
akan dipertanggung jawabkan kepada pemilik (manajer).
d. Karyawan
Karyawan bertugas untuk menjalankan proses produksi sebelum nanti di
distribusikan ke cabang-cabang konsumen atau langsung ke pelanggan .
e. Kasir
Kasir bertugas untuk melayani pembayaran terhadap jasa peminjaman buku

8
dan pemesanan makanan/minuman pengunjung.
f. Sales
Sales dalam posisi ini bertugas sebagai distributor produk jadi ke toko atau cabang
cabang di luar kota.

Adapun bentuk struktur organisasi usaha CRISPY ELVER sebagai berikut:

Direktur
Direktur // Top
Top
Manajer
Manajer

Manajer
Manajer Manajer
Manajer Manajer Manajer
Manajer Manajer
Keuangan
Keuangan SDM
SDM Produksi Pemasara
Produksi Pemasara
nn

Tenaga
Tenaga Sales
Karyawan
Karyawan Sales
Pembukua
Pembukua
nn

Kasir
Kasir

4. Perencanaan Sumber Daya Manusia


a) Jumlah Tenaga Kerja
Jumlah tenaga kerja CRISPY ELVER adalah 12 orang dengan perincian
sebagai berikut:
a. Manajer Accounting (Kasir)

8
Pendidikan : S1 Akuntansi / S1 Manajemen Keuangan
Pengalaman : 1 tahun dibidangnya
Jenis Kelamin : Pria / Wanita
Umur : Max 30 tahun
Lain-lain : Jujur, teliti dan dapat dipercaya
Gaji : Rp 1.000.000
b. Manajer SDM
Pendidikan : S1 Manajemen SDM / S1 Psikologi
Pengalaman : 1 tahun dibidangnya
Jenis Kelamin : Pria / Wanita
Umur : Max 30 tahun
Lain-lain : Kinerja tinggi, jujur, ulet.
Gaji : Rp 1.000.000
c. Manajer Pemasaran
Pendidikan : S1 Manajemen Pemasaran / S1 Psikologi
Pengalaman : 1 tahun dibidangnya
Jenis Kelamin : Pria / Wanita
Umur : Max 30 tahun
Lain-lain : Siap bekerja dalam tekanan
Gaji : Rp 1.000.000
d. Manajer Produksi
Pendidikan : S1 Manajemen / S1 Teknik Sipil
Pengalaman : 1 tahun dibidangnya
Jenis Kelamin : Pria /Wanita
Umur : Max 30 tahun
Lain-lain : Mampu bekerja dalam tim, mau bekerja keras
Gaji : Rp 1.000.000
e. Karyawan
Pendidikan : Minimal sma/ sederajat
Jenis Kelamin : Pria /Wanita
Umur : Max 40 tahun
Lain-lain :Memiliki ketrampilan susuai dengan bidangnya
(menggoreng, mengemas kripik belut) serta mau bekerja
keras
Gaji : Rp 700.000,-

8
b) Kompensasi
1) Gaji dan Upah
Dalam perhitungan gaji disesuaikan dengan UMR dan spesifikasi
pekerjaan . Upah yang diberikan layak dan sesuai dengan keinginan
karyawan dan disesuaikan dengan jam kerja dan jenis pekerjaan.
Kelebihan jam kerja dibayar sebagai lembur.

2) Fasilitas lainnya
Memberikan cuti hamil bagi karyawan wanita.
c) Sumber SDM
Diperoleh dari hasil proses seleksi dengan kriteria yang sudah ditentukan
berdasarkan jenis pekerjaan.
d) Cara Rekruitment
Rektuitment diproses melalui seleksi sesuai dengan bidang sehingga dapat
diperoleh pekerja yang benar-benar kompeten dibidangnya.
e) Keselamatan dan Kesehatan Kerja
CRISPY ELVER memberikan tunjangan kesehatan kepada para karyawannya.

5. Status Proyek dan Jadwal


Waktu yang digunakan untuk menjalankan studi sampai proyek ini berjalan
direncanakan kurang lebih 4 bulan yaitu mulai dari persiapan pembuatan studi, survei,
dan persiapan pelaksanaan proyek yang dapat dijadwalkan sebagai berikut :

BULAN 1 BULAN 2 BULAN 3 BULAN 4


Kegiatan
1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4

Persiapan
√ √ √
awal

Penyiapan
√ √ √ √
lokasi

Pembelian
√ √ √
peralatan

Pembelian
√ √
bahan baku

Proses
√ √ √
produksi 8
Penjualan
√ √ √ √
dan promosi
ASPEK KEUANGAN

1. Kebutuhan dana Sumbernya


A. Kebutuhan Dana
Proyek CRISPY ELVER ini membutuhkan dana sebesar 150.000.000,- yang
akan digunakan untuk mencukupi semua kebutuhan yang diperlukan. Mulai dari
sewa tempat, pembelian bahan baku, hingga proses produksi dan penjualan
produk jadi.
B. Sumber Dana

Untuk menjalankan usaha tersebut modal investasi berasal dari modal sendiri
Rp 50 juta dan sisanya 100 juta berasal dari pinjaman bank.

2. Alokasi Dana
Proyek CRISPY ELVER akan memerlukan dana sebesar Rp.150.000.000,-
dimana modal pinjaman sebesar Rp.100.000.000,- sedangkan modal sendiri sebesar
Rp.50.000.000,- Modal pinjaman tersebut diperoleh dari meminjam pada bank
BPD sebesar Rp.100.000.000,- dengan tingkat bunga 15% per-tahun dan jangka
waktu pinjaman lima tahun. Pinjaman ini akan di kembalikan dalam selama tahun
(60 kali angsuran). Untuk dapat memperoleh dana pinjaman tersebut maka
dokumen yang perlu disiapkan yaitu :
a. Sertifikat rumah
b. Surat perjanjian dengan pihak terkait (supplier,dll)

3. Biaya Modal
Investasi sebesar Rp. 150.000.000,- akan dialokasikan dengan rincian sebagai
berikut:
Kas Rp. 54.000.000 ,-

8
Biaya- biaya
1. Listrik,Telepon,Internet Rp. 900.000,-
2. Air PAM Rp. 200.000,-
3. Gaji Karyawan Rp. 9.600.000,-
4. Sewa tempat produksi Rp. 40.000.000,-

Biaya Bahan Baku


1. Belut Air 600 kg x Rp20.000 Rp 12.000.000,-
2. Tepung Krispy dan bumbu lainnya Rp. 500.000,-

Biaya Peralatan Rp. 29.000.000,-


Biaya Perlengkapan Rp. 300.000,-
Biaya Pendirian Usaha Rp 2.000.000,-
Biaya lain-lain Rp. 1.500.000,- +
Total Biaya Rp. 150.000.000,-

Tingkat Bunga Bank


Modal diperoleh dari modal bersama dan pinjaman dari bank, maka untuk
pinjaman bank dikenakan biaya bunga sebesar :
Biaya bunga bank 15% / tahun x Rp 100.000.000,- = Rp 15.000.000,-

4. Asumsi-asumsi yang perlu dipertimbangkan


Untuk membuat proyeksi laporan keuangan pada usaha kami, kami menggunakan
asumsi bahwa kami mengeluarkan biaya-biaya tersebut pada awal kami memulai
usaha. Untuk kas kami sediakan dana cair untuk keperluan yang mendadak. Peralatan
kami asumsikan dapat dipakai selama 5 tahun, untuk sewa tempat produksi kami
bayar dimuka selama 1 tahun, bahan baku dan gaji karyawan disini adalah asumsi
selama proses produksi untuk 1 bulan, sedangkan untuk perijinan kami asumsikan
selama masa berlaku sebelum adanya perpanjangan. Untuk biaya listrik, air,telepon
dan internet kami asumsikan selama 1 bulan.

Dalam pembuatan proyeksi laporan keuangan untuk lima tahun mendatang, kami
menggunakan asumsi, bahwa dari proyeksi volume penjualan, produk kami dapat
memasuki pangsa pasar sebesar 20 %.

8
Asumsi Perhitungan Laporan Keuangan
Jika diestimasikan perbulan, usaha ini melakukan transaksi penjualan sebagai berikut :
- Produksi / hari : 50 plstk x Rp45.000,00 = Rp 2.250.000,00
- Estimasi pendapatan sebulan (1 bulan = 30 hari)
Rp. 2.250.000,00 x 30 = Rp. 67.500.000,00
- Estimasi pendapatan setahun(1 tahun = 12 bulan)
Rp. 67.500.000,00 x 12 bulan = Rp. 810.000.000,00

5. Proyeksi Laporan Keuangan

CRISY ELVER
Arus Kas ( dalam ribuan )
Periode 31 Desember 2009-2013
2009 2010 2011 2012 2013
Saldo awal 54.000 62.400 70.500 89.450 91.356
Penerimaan
Penjualan 810.000 835.900 850.400 874.900 890.455
Jumlah Kas tersedia 864.000 898.300 920.900 964.350 981.811
Pembayaran
B.listrik,telepon,internet 10.800 11.100 11.400 11.700 12.100
Gaji karyawan 115.200 115.200 115.200 117.500 117.500
B.air PAM 2.400 2.400 2.400 2.400 2.400
Sewa Gedung 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000
B.bahan baku 150.000 150.500 160.000 160.500 170.000
B.perlengkapan 3.600 6.000 6.200 6.300 6.500
B.peralatan 348.000 348.000 348.600 348.600 349.000
B. depresiasi 1.000 1.000 1.200 1.400 1.400
B.bunga 15.000 15.000 15.000 15.000 15.000
B. lain-lain 18.000 36.200 36.400 36.400 36.800
B. pajak 14.300 14.300 14.300 14.300 14.300
Jumlah kas pembayaran 718.300 739.700 750.700 754.100 765.000
Saldo kas akhir tahun 145.700 158.600 170.200 210.250 216.811

8
CRISY ELVER
Laporan Rugi- Laba (dalam ribuan)
Periode 31 Desember 2009-2013
2009 2010 2011 2012 2013
Pendapatan 810.000 835.900 850.400 874.900 890.455
Biaya-biaya
B.listrik,telepon,internet 10.800 11.100 11.400 11.700 12.100
Gaji karyawan 115.200 115.200 115.200 117.500 117.500
B.air PAM 2.400 2.400 2.400 2.400 2.400
Sewa Gedung 40.000 40.000 40.000 40.000 40.000
B.bahan baku 150.000 150.500 160.000 160.500 170.000
B.perlengkapan 3.600 6.000 6.200 6.300 6.500
B.peralatan 348.000 348.000 348.600 348.600 349.000
B. depresiasi 1.000 1.000 1.200 1.400 1.400
B.bunga 15.000 15.000 15.000 15.000 15.000
B. lain-lain 18.000 36.200 36.400 36.400 36.800
Jumlah biaya 704.000 725.400 736.400 739.800 750.700
Laba kotor 106.000 110.500 114.000 135.100 139.755
Pajak 14.300 14.300 14.300 14.300 14.300
Laba Bersih 91.700 96.200 99.700 120.800 125.455

Penilaian Investasi
1. PP (Payback Period)
Untuk mencari PP perlu diketahui Initial Cash Flow serta analisis cost and benefit
dengan nilai investasi awal Rp. 150.000.000,00 umur ekonomi diperkirakan 5 tahun
dengan proses tiap tahun sebagai berikut :
Tahun 1 Tahun 2 Tahun 3 Tahun 4 Tahun 5
Pengeluaran
Cash in flow mula mula 810.000 835.900 850.400 874.900 890.455
Cash out flow 150.000.000 718.000 739.700 750.700 754.100 765.000
Net cash flow 150.000.000 92.000 96.200 99.700 120.800 125.455

Perhitungan PP :
Investasi awal Rp. 150.000.000,00

8
Net tahun 1 : Rp. 92.000.000,00 _
Rp 58.000.000,00
Net tahun 2 : Rp. 96.200.000,00
Rp. 96.200.000,00 investasi sudah tertutup

Investasi yang sudah tertutup setelah 2 tahun sebesar Rp. 38.200.000,00.


Jadi PP selama 2 tahun maka usulan proyek / investasi diterima karena PP < dari PP
maksimum yang diisyaratkan yaitu 5 tahun.

2. NPV
Io = Rp. 150.000.000,00
Tahun 1 = 92.000.000 = Rp. 76.666.666,67
(1,2) 1

Tahun 2 = 96.200.000 = Rp. 66.805.555,56


(1,2) 2

Tahun 3 = 99.700.000 = Rp. 57.696.759,26


(1,2)3
Tahun 4 = 120.800.000 = Rp. 58.256.172,84
(1,2) 4

Tahun 5 = 125.455.000 = Rp. 50.417.550.8


(1,2) 5

TPV = Rp 259.425.154,33

NPV = TPV – Io
= Rp. 259.425.154,33 - Rp. 150.000.000,00

= Rp. 109.425.154,33

3. PI
PI = TPV
Io
= Rp. 259.425.154,33
Rp. 150.000.000,00
= 1,729

8
Dapat disimpulkan bahwa PI > Io maka investasi diterima.

4. IRR

Th Net Cash Flow IR 25% IR 27%


Proceeds DF*) PV (Rp) DF*) PV (Rp)
Rp
1 92.000.000 0,8 73.600.000 0,784 72.128.000
2 96.200.000 0,64 61.568.000 0,62 59.644.000
3 99.700.000 0,512 51.046.400 0,488 48.653.600
4 120.800.000 0,409 49.407.200 0,384 46.387.200
5 125.455.000 0,327 41.023.785 0,303 38.012.865

PV Present 276.645.385 264.825.665


PV Outlays 150.000.000 150.000.000
126.645.385 114.825.665

IRR = 25% - 126.645.385 27% - 25%


114.825.665 - 126.645.385
= 25% - 126.645.385 2%
- 11.819.720

= 25% + 2.532907,7

- 11.819.720

= 24,72 %

Usaha ini diterima karena IRR > bunga investasi (24,72 % > 15%)

5. Taksiran BEP
Unit barang/jasa terjual :
Estimasi pendapatan setahun (1 tahun = 360 hari)
= Rp. 2.250.000,00 x 360 hari
= Rp. 810.000.000,00

8
Biaya tetap :
Gaji Karyawan : Rp. 115.200.000,00
Listrik dan Telp,internet : Rp. 6.000.000,00

Air PAM : Rp. 2.400.000,00


Bunga Bank : Rp. 15.000.000,00
: Rp 138.600.000,00

Biaya Variabel :
Perlengkapan : Rp. 3.600.000,00
Bahan Baku : Rp. 150.000.000,00
: Rp. 153.600.000,00

BEP = biaya tetap


biaya variabel
1- penjualan

= Rp 138.600.000,00
Rp. 153.600.000,00
1- Rp 810.000.000,00

= Rp 171.111.111,1

8
ASPEK PERPAJAKAN

A. OBJEK PAJAK PENGHASILAN


Yang menjadi objek dari pajak adalah penghasilan (PPh). Penghasilan yaitu
setiap tambahan kemampuan ekonomis yang diterima atau diperoleh wajib pajak, baik
yang berasal dari indonesia maupaun yang berasal dari luar indonesia yang dapat
dipakai untuk konsumsi atau menambah kekayaan wajib pajak yang bersangkutan
dengan nama dan bentuk apapun.

B. MENGHITUNG PANGHASILAN KENA PAJAK


Besarnya penghasilan kena pajak untuk untuk wajib pajak badan dihitung dari
penghasilan netto.
Penghasilan kena pajak (WP Badan) = Penghasilan Netto – PTKP
= Penghasilan Bruto – Biaya yang
diperkenankan UU PPh
C. MENGHITUNG PAJAK
Pajak penghasilan tiap tahun dihitung dengan cara mengalikan penghasilan
kena pajak dengan tarif sebagaimana diatur dalam UU PPh pasal 17.
Sesuai dengan pasal 17 UU PPh besarnya tarif pajak badan usaha tetap adalah sebagai
berikut:

Penghasilan kena pajak Tarif pajak

Sampai dengan Rp.50.000.000,00 10%

Rp.50.000.000,00 – Rp.100.000.000,00 15%

Diatas Rp.100.000.000,00 30%

Perhitungan pajak badan usaha (pertahun):

8
Laba kotor Rp 106.000.000,00
10% X 50.000.000 Rp 5,000,000.00
15% X 50.000.000 Rp 7,500,000.00
30% X 6.000.000,00 Rp 1.800.000,00
Pajak Pertahun Rp 14.300.000,00

ASPEK SOSIAL EKONOMI

8
Dengan didirikannya Crispy Elver ini memberikan manfaat yang cukup bagi
konsumen(masyarakat), pemerintah dan lingkungan.
1. Bagi Konsumen :
 Dapat meningkatkan kepuasan konsumen khususnya terhadap produk keripik belut.
 Memudahkan konsumen untuk memperoleh produk Crispy Elver yaitu keripik belut
dengan kualitas terbaik.
2. Bagi pemerintah
 Dengan adanya usaha ini membantu pemerintah dalam meningkatkan pendapatan
negara melalui pajak.
 Membantu pemerintah dalam rangka mengurangi tingkat pengangguran.
3. Bagi lingkungan
 Meramaikan dan menghidupkan iklim usaha dilokasi pendirian.
 Membuka dan penambah peluang usaha.
Dapat membantu pengolahan limbah yang tepat dan tidak mencemarkan lingkungan.