Anda di halaman 1dari 26

Identifikasi Tujuan Strategis

Visi : Terwujudnya Sumatera Barat yang Madani dan Sejahtera

Kegiatan yang mendukung


No Misi Tujuan Sasaran capaian tujuan/sasaran
1 2 3 4 5
Peningkatan sarana dan prasarana gedung

Meningkatkan Sumberdaya Meningkatkan derajad kesehatan


Manusia yang Cerdas, Sehat masyarakat, kualitas kependudukan Meningkatnya derajad kesehatan
1 Beriman, Berkarakter dan dan kesetaraan gender serta masyarakat secara merata Pelayanan Rawat Inap
Berkualitas tinggi pemenuhan hak anak.

Catatan:
Uraian Visi berisi visi unit organisasi di baris atas kolom
1. Kolom 1 berisi nomor urut
2. Kolom 2 berisi uraian misi sesuai dengan dokumen Renstra
3. Kolom 3 berisi uraian tentang tujuan sesuai dengan dokumen renstra
4. Kolom 4 berisi uraian tentang sasaran yang selaras dokumen renstra
5. Kolom 5 berisi uraian tentang kegiatan yang mendukung capaian tujuan strategis
Lampiran 1

Identifikasi Kegiatan & Tujuan Kegiatan

Keselarasan dengan
No Kegiatan Tujuan Kegiatan (OUTCOME) Keterangan
tujuan/sasaran strategis

1 2 3 4 5
1 Pelayanan Rawat Inap

selaras

Catatan:
1. Kolom 1 berisi nomor urut
2. Kolom 2 berisi uraian tentang kegiatan yang akan dilakukan penilaian risiko
3. Kolom 3 berisi uraian tentang tujuan ataas kegiatan yang akan dilakukan penilaian risiko
4. Kolom 4 berisi uraian tentang keselarasan tujuan kegiatan dengan tujuan/sasaran diatasnya (strategis)
IDENTIFIKASI RISIKO
:

Tujuan yang Pemilik Dampak pada Capaian


No Kegiatan Pernyataan Risiko Penyebab
diidentifikasi Risiko Tujuan

1 2 3 4 5 6
Pelayanan rawat inap meningkatkan pelayanan 1 Asesmen awal pasien Instalasi Rawat Inap Keterbatasan DPJP tidak Diagnosa pasien lambat ditegakan dan
rawat inap rawat inap oleh DPJP sesuai dengan jumlah pemberian terapi jadi tertunda sehingga
masih ada dilakukan pasien yang dirawat. hari rawat meningkat dan menurunkan
setelah 24 jam mutu pelayanan

DPJP tidak on site di hari


libur

2 Masih ada hari rawat Instalasi Rawat Inap masih ada diagnosa yang LOS meningkat, biaya meningkat.
pasien melebihi 40 hari berubah-ubah Menurunkan pendapatan RS.

Pengobatan kurang tepat

belum ada tindakan


cepat ECT setelah
pengobatan maksimal
tidak ada perkembangan

Belum ada asesmen


ulang DPJP pada pasien
yang melebihi standar CP
Tujuan yang Pemilik Dampak pada Capaian
No Kegiatan Pernyataan Risiko Penyebab
diidentifikasi Risiko Tujuan

1 2 3 4 5 6
Pelayanan rawat inap meningkatkan pelayanan 1 Asesmen awal pasien Instalasi Rawat Inap Keterbatasan DPJP tidak Diagnosa pasien lambat ditegakan dan
rawat inap rawat inap oleh DPJP sesuai dengan jumlah pemberian terapi jadi tertunda sehingga
masih ada dilakukan pasien yang dirawat. hari rawat meningkat dan menurunkan
setelah 24 jam mutu pelayanan

3 Masih adanya pasien Instalasi Rawat Inap tempat tidur tidak ada adanya kejadian tidak diharapkan shg
jatuh dalam perawatan pengaman menurunkan mutu pelayanan,
menurunkan kepuasan pasien dan keluarga

tidak ada asesmen ulang


resiko jatuh di rawat inap

kurang perhatian petugas


terhadap pasien resiko
jatuh

jumlah perawat masih


kurang dari standar.

sarana (struktur
bangunan ) yang beresiko
pasien jatuh

2 4 pasien yang acc pulang Instalasi Rawat Inap Keluarga tidak peduli LOS meningkat, biaya meningkat.
tidak dijemput dengan pasien Menurunkan pendapatan RS.
keluarga

pasien dinsos yang tidak


ada keluarga
keluarga tidak ada biaya
Tujuan yang Pemilik Dampak pada Capaian
No Kegiatan Pernyataan Risiko Penyebab
diidentifikasi Risiko Tujuan

1 2 3 4 5 6
Pelayanan rawat inap meningkatkan pelayanan 1 Asesmen awal pasien Instalasi Rawat Inap Keterbatasan DPJP tidak Diagnosa pasien lambat ditegakan dan
rawat inap rawat inap oleh DPJP sesuai dengan jumlah pemberian terapi jadi tertunda sehingga
masih ada dilakukan pasien yang dirawat. hari rawat meningkat dan menurunkan
setelah 24 jam mutu pelayanan

tempat tinggal jauh dari


RS

Informasi yang kurang


tepat didapat keluarga
terkait perawatan dan
ketentuan pasien pulang

5 Re-admition yang Instalasi Rawat Inap perawatan sebelumnya menurunkan mutu Rumah Sakit
pendek belum optimal

ketidakmampuan keluarga
melanjutkan perawatan di
rumah

tidak pemantauan
pengobatan pasien di
rumah.

tidak tersedinya obat pasien


di fasilitas kesehatan prima

Ket:
1 Kolom 1 berisi no urut
2 Kolom 2 berisi uraian tujuan yang diidentifikasi
3 Kolom 3 berisi uraian risiko yang diidentifikasi
4 Kolom 4 berisi pemilik atau pihak yang bertanggung jawab menangani risiko tersebut
5 Kolom 5 berisi hal-hal yang menyebabkan terjadinya risiko (fasilitator agar mengarahkan peserta diskusi
untuk mengaitkan risiko dengan lingkungan pengendalian)
6 Kolom 6 berisi dampak yang terjadi apabila risiko tersebut terjadi
ANALISIS RISIKO
SKPD:

Skor Total
Tujuan yang Pemilik Dampak pada Kemung Skor Skor
No Kegiatan didentifikasi Pernyataan Risiko Penyebab
Risiko Capaian Tujuan kinan Dampak (7 X 8)
terjadi
1 2 3 4 5 6 7 8 9
Pelayanan meningkatkan 1 Asesmen awal pasien rawat Instalasi Rawat 1) Keterbatasan DPJP Diagnosa pasien lambat ditegakkan
Rawat Inap pelayanan Rawat inap oleh DPJP masih ada Inap tidak sesuai dengan dan pemberian terapi jadi tertunda
dilakukan setelah 24 jam jumlah pasien yang sehingga hari rawat meningkat dan
Inap dirawat. menurunkan mutu pelayanan
4 2 8

2) DPJP tidak on site di


hari libur

2 Masih ada hari rawat pasien Instalasi Rawat 1) Masih ada diagnosa LOS meningkat, biaya meningkat.
melebihi 40 hari Inap yang berubah-ubah Menurunkan pendapatan RS. 2 3 6

2) Persediaan obat
terbatas

3 Masih adanya pasien jatuh 1) Tempat tidur tidak adanya kejadian tidak diharapkan
dalam perawatan Instalasi Rawat ada pengaman shg menurunkan mutu pelayanan,
Inap menurunkan kepuasan pasien dan 2 2 4
keluarga
2) Masih ada petugas
yang tidak melakukan
asesmen ulang resiko
jatuh di rawat inap

3) Kurang perhatian
pasien resiko jatuh

4) Jumlah perawat
masih kurang dari
standar.

5) Sarana (struktur
bangunan ) yang
beresiko pasien jatuh

4 pasien yang acc pulang tidak Instalasi Rawat 1) Keluarga tidak LOS meningkat, biaya meningkat.
dijemput keluarga Inap peduli dengan pasien Menurunkan pendapatan RS.
3 3 9

2) Pasien dinsos yang


tidak ada keluarga

3) Keluarga tidak ada


biaya

4) Tempat tinggal jauh


dari RS
5) Informasi yang
kurang tepat terkait
perawatan dan
ketentuan pasien
pulang
5 Re-admition yang pendek Instalasi Rawat menurunkan mutu Rumah Sakit
Inap 1) perawatan
sebelumnya belum 2 1 2
optimal

2) ketidakmampuan
keluarga melanjutkan
perawatan di rumah
3) tidak ada yang
memperhatikan
pengobatan pasien di
rumah

4) kontrol pengobatan
tidak optimal
Ket:
1 Kolom 1 berisi no urut
2 Kolom 2 berisi uraian risiko yang diidentifikasi
3 Kolom 3 berisi pemilik atau pihak yang bertanggung jawab menangani risiko tersebut
4 Kolom 4 berisi hal-hal yang menyebabkan terjadinya risiko
5 Kolom 5 berisi dampak yang terjadi apabila risiko tersebut terjadi
6 Kolom 6 berisi nilai kemungkinan apabila risiko tersebut terjadi
7 Kolom 7 berisi nilai Dampak terjadinya risiko tersebut.
8 Kolom 8 berisi perkalian antara kolom 6 dan kolom 7
Kertas Kerja Pengisian Skala Dampak dan Kemungkinan

Pendapat Anggota kelompok thd Skala Kemungkin


No Pernyataan Risiko
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
Skala Kemungkinan
1 Sangat jarang
2 Jarang
3 Sering
4 Sangat sering
hd Skala Kemungkinan Pendapat anggota kelompok terhadap Skala Dampak
Rata2
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0

Skala Dampak
1 Sangat rendah
2 rendah
3 tinggi
4 Sangat tinggi
mpak
Rata2

0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
0
Lampiran 6
Bagan Peta RisikoDinas Pertanian Kabupaten Solok

Peta risiko pada Dinas Pertanian Kabupaten Solok

4 9; 4 7; 4 6; 4 No Kemungkinan (X) Dampak (Y) Nomor yang sama


3 3 3.4.5.6.7.9,12,15,24,29,30,42,45
1
4
2 1 3 1,8,31,46
3 2 3 10,11,16,17,33,36,39,43,44
4 3 2 13,14,23
3 2; 3 3; 3 1; 3
5 2 2 18,28,34,35
Dampak

6 3 4 2,19,20,25,27,32,37,38,40,41
3
7 2 4 21
8 1 2 16,22,47,48
9 1 4
2 8; 2 5; 2 4; 2

0
1 1 2 2 3 3 4 4
Kemungkinan

Peta risiko ini akan digunakan untuk merumuskan kebijakan mengatasi risiko lebih lanjut.

Ibukota XYZ, 15 Juni 2012


Kepala
Kepala DinaDinas Kesehatan,

Ir. H. ADMAIZON
NIP 196305301993031001

No Kemungkinan (X) Dampak (Y) Nomor yang sama


1 1.00 3.00
2 3.00 4.00
3 3.00 3.00 3.4.5.6.7.9,12,15,24,29,30,42,45
4 3.00 3.00
5 3.0 3.0
6 3.0 3.0
7 3.0 3.0
8 1.0 3.0 8,31,46
9 3.0 3.0
10 2.0 3.0 10,11,16,17,33,36,39,43,44
11 2.00 3.00
12 3.0 3.0
13 3.0 2.0 13,14,23
14 3.0 2.0
15 3.0 3.0
16 1.0 2.0
17 2.0 3.0
18 2.0 2.0 18,28,34,35
19 3.0 4.0 2,19,20,25,27,32,37,38,40,41
20 3.0 4.0
21 2.0 4.0 21
22 1.0 2.0 22,47,48
23 3.0 2.0
24 3.0 3.0
25 3.0 4.0
26 1.0 4.0
27 3.0 4.0
28 2.0 2.0
29 3.0 3.0
30 3.0 3.0
31 1.0 3.0
32 3.0 4.0
33 2.0 3.0
34 2.0 2.0
35 2.0 2.0
36 2.0 3.0
37 3.0 4.0
38 3.0 4.0
39 2.0 3.0
40 3.0 4.0
41 3.0 4.0
42 3.0 3.0
43 2.0 3.0
44 2.0 3.0
45 3.0 3.0
46 1.0 3.0
47 1.0 2.0
48 1.0 2.0
PETA RISIKO

3.5
Konsekuensi

IV
IV

3
II
I
2.5

2
II

1.5

I
I
1

0.5

0 0 Likelihood
0 0.5 1 1.5 2 2.5 3 3.5 4

Keterangan:
Tingkat I : Level risiko sangat rendah
Tingkat II : Level risiko rendah
Tingkat III : Level risiko tinggi
Tingkat IV : Level risiko sangat tinggi
Lampiran 6
Bagan Peta RisikoDinas Pertanian Kabupaten Solok

Peta risiko pada Dinas Pertanian Kabupaten Solok

4
No Kemungkinan (X) Dampak (Y) Nomor yang sama
1 3 2 1,5,4
2 2 3 2,3,6
4 3
4
5
3 2; 3 6
Dampak

7
8
3 9

2 1; 2

0
2 2 3 3 4 4
Kemungkinan

Peta risiko ini akan digunakan untuk merumuskan kebijakan mengatasi risiko lebih lanjut.

Ibukota XYZ, 15 Juni 2012


Kepala
Kepala DinaDinas Kesehatan,

Ir. H. ADMAIZON
NIP 196305301993031001

No Kemungkinan (X) Dampak (Y) Nomor Risiko yang sama


1 1.00 3.00
2 3.00 4.00
3 3.00 3.00 3.4.5.6.7.9,12,15,24,29,30,42,45
4 3.00 3.00
5 3.0 3.0
6 3.0 3.0
7 3.0 3.0
8 1.0 3.0 8,31,46
9 3.0 3.0
10 2.0 3.0 10,11,16,17,33,36,39,43,44
11 2.00 3.00
12 3.0 3.0
13 3.0 2.0 13,14,23
14 3.0 2.0
15 3.0 3.0
16 1.0 2.0
17 2.0 3.0
18 2.0 2.0 18,28,34,35
19 3.0 4.0 2,19,20,25,27,32,37,38,40,41
20 3.0 4.0
21 2.0 4.0 21
22 1.0 2.0 22,47,48
23 3.0 2.0
24 3.0 3.0
25 3.0 4.0
26 1.0 4.0
27 3.0 4.0
28 2.0 2.0
29 3.0 3.0
30 3.0 3.0
31 1.0 3.0
32 3.0 4.0
33 2.0 3.0
34 2.0 2.0
35 2.0 2.0
36 2.0 3.0
37 3.0 4.0
38 3.0 4.0
39 2.0 3.0
40 3.0 4.0
41 3.0 4.0
42 3.0 3.0
43 2.0 3.0
44 2.0 3.0
45 3.0 3.0
46 1.0 3.0
47 1.0 2.0
48 1.0 2.0
RENCANA KEGIATAN PENGENDALIAN
SKPD :

Tujuan yang Efektivitas


Pengendalian yang Pengendalian yang Pengendalian yang Pengendalian yang Penanggung Waktu
No Kegiatan didentifikasi Pernyataan Risiko Harus ada sudah ada masih dibutuhkan Jawab Pelaksanaan
ada

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Asesmen awal pasien Adanya CP sebagai


Pelayanan rawat meningkatkan rawat inap oleh DPJP rujukan pelayanan dan sudah ada CP dengan Melakukan monev
pelayanan rawat 1 Penambahan dPJP sesuai standar asesmen awal belum efektif secara rutin terhadap Case Manajer
Inap masih ada dilakukan dengan jumlah standar dilakukan dalam 24 jam pelaksanaan CP.
ianap setelah 24 jam dokter RS

Penambahan DPJP sesuai penambahan DPJP di Dirtektur


jumlah standar dokter RS Rawat Inap

perlu adanya
Masih ada hari rawat melaksanakan confrence
2 conference kasus2 Komite Medik
pasien melebihi 40 hari kasus tertentu

melengkapi persediaan evaluasi persediaan


tersedia obat Instalasi farmasi
obat pasien obat di RS

Masih adanya pasien jatuh Melakukan asesmen ulang Melakukan asesmen ulang optimalkan asesmen
3 lanjutan resiko jatuh rawat lanjutan resiko jatuh belum efektif ulang lanjutan resiko Case Manajer
dalam perawatan inap pasien jatuh

Meningkatkan meningkatkan Manajer Rawat


pengawasan pada pasien pengawasan Inap
Tujuan yang Efektivitas
Pengendalian yang Pengendalian yang Pengendalian yang Pengendalian yang Penanggung Waktu
No Kegiatan didentifikasi Pernyataan Risiko Harus ada sudah ada masih dibutuhkan Jawab Pelaksanaan
ada

1 2 3 4 5 6 7 8 9

Menambah jumlah tenaga menambah jumlah Bidang perawatan


perawatan tenaga perawat

Menyediakan tempat tidur Pengadaan TT yang ada Bidang perawatan


yang ada pengaman pengaman

Perbaikan sarana(struktur
bangunan) yang beresiko Perbaikan sarana bidang penunjang
jatuh

4
pasien yang acc pulang adanya inform Concent inform Concent belum efektif evaluasi inform concent Direktur RS
tidak dijemput keluarga pada keluarga

melakukan sistem efektifitas dropping


dropping pasien belum efektif Direktur RS
Dropping pasien

Mengadakan
5 Re-Admisi pasien pendek Pertemuan rutin keluarga Pertemuan keluarga belum rutin pertemuan rutin Keswamas
keluarga

Mengadakan
Kunjungan rumah Bidang perawatan
kunjungan rumah

Ket: Kolom 1 Diisi dengan nomor urut


1 Kolom 2 Diisi uraian risiko yang diidentifikasi
2 Kolom 3 Diisi dengan Pengendalian yang harus ada atas Risiko
3 Kolom 4 Diisi Pengendalian yang sudah ada
Tujuan yang Efektivitas
Pengendalian yang Pengendalian yang Pengendalian yang Pengendalian yang Penanggung Waktu
No Kegiatan didentifikasi Pernyataan Risiko Harus ada sudah ada masih dibutuhkan Jawab Pelaksanaan
ada

1 2 3 4 5 6 7 8 9
4 Kolom 5 Diisi Efektivitas Pengendalian yang ada
5 Kolom 6 Diisi Pengendalian yang masih dibutuhkan
6 Kolom 7 Diisi dengan nama Penanguungjawab untuk pengendalian
7 Kolom 8 Diisi dengan rencana waktu pelaksanaan perbaikan pengendalian
INFORMASI DAN KOMUNIKASI
SKPD :

Tujuan yang Pengendalian Yg Bentuk/ Sarana Penyedia Penerima Waktu


No Kegiatan Diidentifikasi Direncanakan Komunikasi Informasi Informasi Pelaksanaan

1 2 3 4 5 6 7
Pelayanan Rawat Meningkatkan pelayanan Monitoring evaluasi Rapat Instalasi Rawat Inap
Inap rawat inap pelaksanaan CP Case Manajer

Penambahan tenaga DPJP Usulan penambahan DPJP Instalasi rawat inap Bidang Pelayanan
dan rapat
Melaksanakan konfrensi Rapat Instalasi Rawat Inap
kasus2 tertentu oleh DPJP ,Case Manajer Bidang Pelayanan

Evaluasi persediaan obat Rapat Instalasirawat inap Instalasi farmasi


optimalkan asesmen ulang Instalasi rawat inap
resiko jatuh Rapat Komite Mtu
meningkatkan pengawasan
pasien resiko jatuh komite mutu
Rapat Instalasi rawat inap

menambah jumlah tenaga usulan penambahan


perawat dan pengadaan TT perawat dan pengadaan Instalasi rawat inap Bidang perawatan
dengan pengaman TT pakai pengaman

Perbaikan sarana yang usulan pengusulan


beresiko jatuh instalasi rawat inap Bidang penunjang
perbaikan
adanya inform Concent pada
keluarga Rawat inap Bidang Pelayanan
Rapat
melakukan sistem Dropping Rapat Rawat inap Bidang perawatan
Pertemuan rutin keluarga surat keswasmas Bidang Pelayanan
Kunjungan rumah surat keswasmas Bidang perawatan

Keterangan:
1 Kolom 3 : Diisi dengan Informasi Pengendalian yang ingin disampaikan
2 Kolom 4 : Diisi dengan Bentuk dan Sarana komunikasi yang akan digunakan untuk penyampaian informasi seperti Laporan, Surat, Rapat, lainnya
3 Kolom 5: Diisi dengan Kepala Satuan Kerja, Kabag/Kabid, Kelompok Pegawai (nama unit kerja), baik internal maupun eksternal
4 Kolom 6 : Diisi dengan saat tertentu, periodik mingguan/bulanan/tahunan
DAFTAR RANCANGAN PEMANTAUAN
SKPD

Metode
Pemantauan yang aka
Tujuan yang
No Uraian Pengendalian Pemantauan
Diidentifikasi Metode
kegiatan yang ada
Pemantauan
1 2 3 4 5
Pelayanan Meningkatkan pelayanan rawat inap Monitoring evaluasi pelaksanaan CP sudah ada Pemantauan
Rawat Inap berkelanjutan

belum ada
Penambahan tenaga DPJP Pemantauan
berkelanjutan
Melaksanakan konfrensi kasus2 tertentu belum ada
oleh DPJP Pemantauan
berkelanjutan
Evaluasi persediaan obat sudah ada Pemantauan
berkelanjutan
sudah ada
optimalkan asesmen ulang resiko jatuh Pemantauan
berkelanjutan
meningkatkan pengawasan pasien resiko sudah ada
Pemantauan
jatuh berkelanjutan
sudah ada
menambah jumlah tenaga perawat Pemantauan
berkelanjutan
belum ada
Pemantauan
Pengadaan TT denggan pengaman berkelanjutan
sudah ada
Perbaikan sarana yang beresiko jatuh Pemantauan
berkelanjutan

Keterangan :
1. Kolom 1 Diisi dengan nomor urut
2. Kolom 2 Diisi sesuai Pengendalian yang mengalami penyempuranaan
3. Kolom 3 Cukup jelas
4 Kolom 4 Diisi dengan Atasan/Tim Khusus/APIP
5 Kolom 5 Diisi dengan Pihak/Pejabat yang bertanggungjawab melakukan pemantauan
6 Kolom 6 Cukup jelas
7 Kolom 7 Tindakan yang diperlukan apabila diperlukan penyempurnaan lebih lanjut
ANTAUAN

emantauan yang akan digunakan


Tindakan Korektif
Dilakukan Yang Diperlukan
Oleh Waktu
6 7 8

Case Manajer

Bidang pelayanan

Komite Medik

Instalasi farmasi

instalasi Rawat inap

instalasi Rawat inap

Bidang perawatan

Bidang perawatan

Bidang penunjang