Anda di halaman 1dari 1

KATANYA Indonesiaku mencintai sang pusaka

Kemarin kulihat kain yang dingin Yang tiada jengah dituntut semesta
bermain-main dengan angin Nyatanya, tegak berdiri hingga kini
katanya, kain itu pusaka Harum mewangi pijaki bumi
lalu aku bertanya Tanpa takut jatuh terinjak
"siapa yang menjaga?" Tanpa henti terus bergerak
Hari ini kudengar senandung lagu
Hantarkan ia ke puncak bambu Maaf, tuan dan puan
Katanya, lagu itu nyawanya Sajak ini penuh pertanyaan
Lalu aku bertanya, lagi Sudikah memberi jawaban?
“bagaimana agar tak mati?” Dari aku, manusia di tepi jalan.
Seluruh hormat tertuju padanya
Merahnya gagah, putihnya gigih
Terbentang tiada payah, berkibar tiada letih
Katanya, warnanya tak pudar seiring masa
Lalu aku bertanya,
“apa yang bisa mengharumkannya?”

Tanyaku menganak memberontak


Tiadakah jawab yang mutlak?
Inginku menarik tali selamanya
Agar ia memuncak di angkasa
Inginku berikan jiwa seutuhnya
Agar ia merengkuh segala asa